TATA CARA GERAKAN ANGGOTA BADAN KETIKA SHOLAT

TATA CARA GERAKAN ANGGOTA BADAN KETIKA SHOLAT

 

abuy 2

       INI ADALAH FOTO GURU KAMI SEDANG MEMEGANG NA’LU(SANDAL) ROSULULLOH SAW.

SYAIKH SHOLEH BIN MUHAMMAD BA SALAMAH PENGASUH PONDOK PESANTREN DARUSSALAM JATIBARANG BREBES

BERSAMA

DENGAN CUCU SYAIKH ALI HAROZIM RA. DARI MAROKO AFRIKA

TATA CARA GERAKAN ANGGOTA BADAN KETIKA SHOLAT

 

1-Tata cara berdiri

a.Kaki di renggangkan kira kira satu jengkal,20 cm.

b.Badan,khususnya bagian dada harus menghadap qiblat

c.Pandangan di arahkan ke tempat sujud

{Referensi}: fathal mu’in hal.15

I’anatut tholibin juz 1 hal.135

2.NIAT serta TAKBIROTUL IKHROM

-Tata cara melakukan niat

a.Niat di dalam hati,di lakukan bersama dengan takbirotul ikhrom (ketika mengucapkan ALLOHU AKBAR)

Hal-hal yang harus di niati (yang harus di hadirkan dalam hati ketika niat)

a.Jika sholat fardlu,yaitu: 1.Keinginan/sengaja melakukan sholat

2.Kefardluanya sholat

3.Menentukan sholat,semisal dzuhur atau ashar dll.

Jika di ucapkan berarti,contoh:USHOLLI FARDLODZ DZUHRI

 

b.Jika sholat sunnah yang di tentukan waktunya atau yang mempunyai sebab,

yaitu:1.Keinginan /sengaja melakukan sholat

2.Menentukan sholat tersebut,seperti Qobliyah,’Idul fitri,Kusufus syamsi, dll.

Jika di ucapkan berati,contoh :USHOLLI SUNNATAN QOBLIYATADZ DZUHRI

 

c.Jika sholat sunnah muthlaq,maka cukup Keinginan/sengaja melakukan sholat

Jika di ucapakan berarti,contoh :USHOLLI

-Hal-hal yang sunnah di niati

a.Menyandarkan sholat pada Alloh SWT.yaitu lafadz:LILLAHI TA’ALA

b.Menjelaskan shifatnya sholat,yaitu lafadz:ADA AN atau QODLO AN

c.Menjelaskan menghadap qiblat,yaitu lafadz:MUSTAQBILAL QIBLAH

d.Menjelaskan jumlah roka’at,yaitu umpama lafadz:ARBA’A ROKA’ATI

Sehingga – jika di gabung antara yang wajib dan yang sunnah diniati menjadi lafadz,

Contoh:USHOLLI FARDLODZ DZUHRI ARBA’A ROKA’ATIM MUSTAQBILAL QIBLAH ADA AN LILLAHI TA’ALA

 

-Jika sebagai makmum,maka di tambah lafadz MA’MUMAN

-Jika sebagai imam jum’at,maka di tambah lafadz IMAMAN

Contoh :USHOLLI FARDLODZ DZUHRI ARBA’A  ROKA’ATIM MUSTAQBILAL QIBLAH ADA AN MA’MUMAN LILLAHI TA’ALA

:USHOLLI FARDLOL JUM’ATI ROK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLAH IMAMAN LILLAHI TA’ALA

 

-Tata cara takbirotul ikhrom

a.Mengangkat tangan,hingga ujung jari sejajar dengan telinga bagian atas,sedangkan ibu jari sejajar dengan telinga bagian bawah,dan telapak tangan sejajar dengan pundak.

b.kedua telapak tangan di arahkan ke qiblat dengan agak doyong

c.Keadaan jari-jari tangan di biarkan normal seperti biasa

-Tata cara sedakep

a.Letakan kedua tangan di sebelah kiri antara pusar dan dada

b.Tangan kanan menumpang tangan kiri

c.Ibu jari tangan kanan,jari manis dan jari kelingking memegang pergelangan tangan kiri

d.Jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan di beber di atas lengan tangan kiri

kemudian membaca do’a iftitah,lalu diam sebentar sekira kira cukup untuk membaca SUBHANALLOH,lalu membaca TA’AWUDZ,lalu diam lagi sekira kira cukup untuk membaca SUBHANALLOH.

{Referensi}:Kasyifatus saja hal.83

Al Bajury juz 1 hal.165

Fathal mu’in hal 16 & 19

Ihya ‘Ulumiddin juz 1 hal.153

I’anatut Tholibin juz 1 hal.134

3.MEMBACA AL-FATIHAH

Tata cara membaca Al-Fatihah

a.Di mulai dari ayat basmalah,wajib menjaga huruf,makhroj,tasydid,runtutnya ayat dan terus menerus

b.Bagi imam atau yang sholat sendiri,Selesai membaca Al-Fatihah lalu membaca:ROBBIGHFIRLI WA LIWALI DAYYA WALIL MU’MININA AMIN,dan bagi ma’mum hanya membaca AMIN bersamaan dengan imamnya

c.Kemudian diam sebentar sekira kira cukup untuk membaca SUBHANALLOH apabila sholat sendirian,dan sekira cukup untuk membaca Al-Fatihah apabila menjadi imam,dengan di isi do’a do’a yang ada di Al-Qur’an

d.Kemudian membaca suratan,urutanya sesuai dengan mushaf  dan untuk sholat shubuh surat surat yang panjang sedang untuk sholat maghrib yang pendek

e.Kemudian diam sebentar sekira cukup untuk membaca SUBHANALLOH

{Referensi}:Bidayatul Hidayah hal.48

Fathal mu’in hal.19

I’anatut Tholibin juz 1 hal.147

Ihya ‘Ulumaddin juz 1 hal.176

4.RUKU’ serta THUMA’NINAH

-Tata cara ruku’

a.Mengangkat kedua tangan seperti ketika takbirotul ikhrom sambil mengucapkan takbir (ALLOHU AKBAR)

b.Badan di turunkan sehingga kepala dan punggung menjadi rata dengan kedua tangan memegang lutut

c.Kedua siku di renggangkan dan perut diangkat

d.Membaca tasbih tiga kali

{Referensi}:Ihya ‘ulumiddin juz 1 hal.154

Tausyih ‘ala Ibni qosim hal.57

5.I’TIDAL serta THUMA’NINAH

-Tata cara I’tidal

a.Bangun dari ruku’ sampai berdiri tegak,sambil mengangkat tangan seperti ketika takbirotul ikhrom dengan membaca SAMI’ALLOHU LI MAN HAMIDAH

b.Tangan kemudian di letakan di bagian dada,namun yang utama di lepaskan dengan tidak di gerakan.(tidak berayaun ayun)

c.Membaca do’a ROBBANA LAKAL HAMDU MILUS SAMAWATI WA MILUL ARDLI WA MILU MA SYI’TA MIN SYAI’IN BA’DI

d.Diam sebentar,lalu mengucapkan takbir ALLOHU AKBAR tanpa mengangkat tangan sambil turun untuk sujud

{Referensi}:Ihya ‘ulumiddin juz 1 hal 154

Hasyiyatan Qolyubi juz 1 hal 135

Bidayatul hidayah hal 49

6.SUJUD serta THUMA’NINAH

-Tata cara sujud

a.Saat turun untuk sujud yang pertama sampai ke tempat sujud adalah kedua lutut kemudian dua telapak tangan lalu dahi bersama hidung

b.Kedua siku di renggangkan

c.Telapak tangan sejajar dengan bahu

d.Perut di angkat dari kedua paha

e.kaki di renggangkandan di tegakan hingga ujung jari kaki menghadap qiblat

f. Membaca tasbih 3kali

g.Kemudian bangun dari sujud untuk duduk sambil membaca takbir

Pada saat sujud,Ada 7 anggota badan yang wajib menempel pada tempat sujud.yaitu:Dahi,Kedua lutut,Kedua telapak tangan,Sebagian jari kaki yang bagian dalam.

{Referensi}: Bidayatul hidayah hal.49

Ihya ‘ulumiddin juz 1 hal.159

Fathal mu’in hal 21

7.DUDUK ANTARA DUA SUJUD serta THUMA’NINAH

-Tata cara duduk antara dua sujud

a.Telapak kaki kanan di tegakan,ujungnya di hadapkan ke qiblat,sedangkan kaki kiri di duduki

b.Kedua telapak tangan di lekan di atas kedua paha sekira rata antara ujung jari dan lutut

c.Jari tangan di beber biasa

d.Membaca do’a:ROBBIGHFIRLI,WARHAMNI,WARFA’NI,WAJBURNI,WARZUQNI,WAHDINI,WA’AFANI,WA’FU’ANNI.

{Referensi}: Bidayatul hidayah hal.49-50

Al bajury juz 1 hal 171

Fathal mu’in hal 21

8.SUJUD KEDUA serta THUMA’NINAH

-Tata cara sujud kedua

a.Sujud kedua caranya sama dengan sujud yang pertama

b.Selesai sujud di sunahkan untuk duduk istirohah sebentar

c.Lalu bangkit untuk berdiri dengan  kedua telapak tangan di letakan di tempat sujud terlebih dahulu,sambil membaca takbir tanpa mengangkat tangan seperti ketika takbirotul ikhrom

d.Roka’at yang kedua sama dengan roka’at yang pertama kecuali takbirotul ikhrom

e.Apabila sholatnya lebih dari dua roka’at,maka dalam roka’at yang kedua di sunahkan untuk tahyat awal

-Tata cara duduk tahyat awal(iftirosy)

a.Tahyat awal caranya sama dengan duduk di antara dua sujud

b.Hanya saja jari jari tangan kanan dengan posisi menggenggam kecuali jari telunjuk

c.Yang lebih utama,ibu jari ujungnya di letakan di pinggir telapak tangan di bawah jari telunjuk yang di biarkan tidak menggenggam,sehingga semua jari mengisyaratkan angka 53

d.Lalu membaca do’a tahyat awal:ATTAHIYYATUL MUBAROKATUS SHOLAWATUT THOYYIBATU LILLAH ASSALAMU ‘ALAIKA AYYUHANNABIYYU WA ROHMATULLOHI WA BAROKATUH ASSALAMU ‘ALAINA WA ‘ALA ‘IBA DILLAHIS SHOLIHIN ASYHADU ANLA ILAHA ILLALLOHU WA ASYHADU ANNA MUHAMMADARROSULULLOHI,ketika bacaan sampai pada lafadz ILLALLOHU,jari telunjuk yang kanan di angkat agak miring ke kanan atau arah qiblat,dan pandangan mata sunnah di arahkan ke ujung jari telunjuk tersebut sampai selesai tahyat awal dan sampai salam ketika dalam tahyat akhir.

e.Membaca sholawat yang khusus kepada Nabi SAW.ALLOHUMMA SHOLLI ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMAD

f.Kemudian bangkit untuk berdiri,caranya sama dengan ketika mau berdiri dari roka’at yang pertama,tetapi di dalam posisi bangkit untuk berdiri,ketika sampai kira kira cukup untuk ruku’,maka kedua tangan di angkat seperti ketika takbirotul ikhrom

9.DUDUK TAHYAT AKHIR(tawaruk)

a.Dalam duduk tahyat akhir Berbeda dengan Duduk tahyat awal,yaitu pantat yang kiri di tempelkan pada lantai tempat sholat,telapak kaki kanan di tegakan,sedangkan telapak kaki yang kiri di keluarkan lewat bawah kaki kanan di arah kanan

{Referensi}:Bidayatul Hidayah hal 49-50

Fathal mu’in hal.22-23

I’anatut tholibin juz1 hal.135 dan 175

10.MEMBACA TAHYAT AKHIR

a.Bacaanya sama dengan tahyat awal

b.Wajib menjaga tasydid,huruf makhroj dan harus terus menerus

{referensi}: Fathal mu’in hal 23

Bidayatul Hidayah hal 49-50

11.MEMBACA SHOLAWAT ATAS NABI SAW

a.Sekurang kurangnya ALLOHUMMA SHOLLI ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMAD

b.Di sunatkan juga membaca sholawat atas keluarga Nabi SAW.:WA ‘ALA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD sampai lafadz INNAKA HAMIDUM MAJID

c.setelah itu di sunatkan unuk berdo’a

{Referensi}: Fathal mu’in hal 23

Bidayatul hidayah hal 49-50

12.SALAM YANG PERTAMA

a.Sekurang kurangnya lafadz : ASSALAMU ‘ALAIKUM

b,Sunah bila di tambah lafadz :WA ROHMATULLOH

c.Bila sholat jenazah di tambah :WA BAROKATUH

d.Bersamaan dengan salam agar menolehkan muka(bukan dada) ke arah kanan hingga pipi kanan kelihatan dari belakang

e.Ketika sampai pada MIMnya lafadz ASSALAMU ‘ALAIKUM di sunahkan niat keluar dari sholat

f. Membaca do’a :INNI AS ALUKA FAUZA BIL JANNAH

g. Lalu salam yang kedua sambil menolehkan wajah ke arah kiri,juga membuka jari jari kanan sehingga terbeber seperti biasa

h.Lalu membaca do’a :INNI AS ALUKA NAJATAM MINANNAR WAL ‘AFWA ‘INDAL HISAB

{Referensi} :Fathal mu’in hal.23

Bidayatul hidayah hal.49-50

Al Adzkar AnNawawiyyah

13.TARTIB(mengurut urutkan rukun)

a.Rukun sholat ada 17:NIAT,TAKBIR,BERDIRI,MEMBACA FATIHAH,RUKU’,THUMA’NINAH,I’TIDAL,THUMA’NINAH,SUJUD,THUMA’NINAH,DUDUK,THUMA’NINAH,DUDUK TAHYAT AKHIR,BACAAN TAHYAT AKHIR,SHOLAWAT DALAM TAHYAT AKHIR,SALAM PERTAMA,TARTIB.

b.Kedua telapak tangan di usapkan pada dahi dan wajah sampai dagu

{Referensi} : Fathal mu’in hal.23

Bughyatul mustarsyidin hal 49

Safinatun naja hal 52

 BERSAMBUNG….

  1. Cita says:

    Terima kasih sangat membantu ^_^

  2. Dita says:

    terimakasih. sangat membantu.

  3. Manusia Fasik says:

    Kalo tahiyat nggak pake Sayyidina boleh nggak?

    • zentijany says:

      Ya boleh saja, kata sayyidina sebelum kata Muhammad dalam sholawat baik di luar atau di dalam sholat adalah akhlak bagi umat kepada baginda Nabi SAW.

Leave your comment here: