HAL HAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN SENGGAMA

HAL HAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN SENGGAMA

 Kitab Qurotul Uyun : HAL-HAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN SENGGAMA

pasutriii“ TAMNA’U  MIN KOLLIN WAMIN QOSBURIN # DHA KHILA SABI’IN FA ‘U MASTURIN “

Syaikh penadzam menjelaskan :

Hendaknya pengantin putri dalam waktu 7 hari tidak memakan makanan-makanan yang bisa menimbulkan hawa panas , begitu juga makanan yg pahit-pahit , Mitsalnya : Turmus , Zaitun ,kacang-kacangankarena itu semua bisa mematikan Syahwat dan menyebabkan orang tidak bisa hamil , sedangkan tujuan utama pernikahan adalah keturunan.

Rosulalloh Saw , Bersabda :

“ Nikahlah kamu sekalian , Maka kamu akan me,mpunyai banyak keturunan karena sesungguhnya saya ( Nabi ) sebab kalian semua akan berlomba dalam memperbanyak ummat dengan umma-ummat terdahulu besok pada hari kiamat “

ANJURAN UNTUK WANITA HAMIL :

Mengisap Lauban , Mushthoky ( Sebangsa Bukhur Arab , kemenyan ) Karena banyak hadist nabi yang menganjurkan ,Kacang-kacangan ( Kacang arab dll )
Karena hadist , Rosulalloh Saw Bersabda :

“ Wahai ….. wanita-wanita hamil beri makanlah anak-anak kalian kacang-kacangan, karena itu dapat menyebabkan bertambah baik kualitas akal , menghilangkan dahak , kuat hapalan , dan dapat menghilangkan lupa”
Karena Hadist , Rosulalloh Saw , Bersabda :

“  Makanlah  jambu  Wahai wanita-wanita hamil , karena jambu dapat menyebabkan kebaikan anak “
Hikayah :

Suatu kaum melapor pada Nabi ,tentang kejelekan anak-anaknya ,

Maka alloh Swt Menurunkan wahyu pada Nabi Saw. :

Perintahkan mereka supaya memberi makan buah jambu terhadap wanita-wanita hamil pada bulan ketiga dan ke empat “

“ FIKULLY SA’ATIN MINAL AYYAMI # MINGHOIRIMA YA’TIIKA FINTIDHOMI ”

Syaikh penadzam menjelaskan :

 Senggama dapat di lakukan Pada setiap sa’at , baik siang maupun malam.

Alloh Swt , Berfirman  :

“ NISAA UKUM HARTSULLAKUM FA’ TUU HARTSAKUM ANNA SYI ‘ TUM “

Artinya :

 “ Istri-istri kalian adalah ( seperti ) ladang /kebun ,maka  datanglah kebun kalian sebagaimana kamu kehendaki “

“ LAKIN SHODROL LAILI AULA FA’TABIR #  WAQIILA BIL A’KSY WA AWWALU SYUHIR “

Al Imam Abu Abdullah bin al-hajji  dalam kitab AL-MADAKHIL  Berpendapat bahwa :

Suami melakukan hubungan senggama dengan istri  lebih afdhol dilakukan pada awal malam dari pada akhir malam sebab menurut beliau kalau senggama di lakukan pada awal malam masih banyak waktu untuk melakukan  jinabah ( mandi besar ), tapi,

Pendapat ini di bantah oleh Al Imam Ghozali  Beliau menegaskan :

Bahwa senggama yg dilakukan pada awal malam di hukumi MAKRUH sebab orang  ( sesudah bersenggama ) akan tidur dalam keada’an tidak suci ( junub ).

“  WALAILATUL GHURUBI WAL ITSNAINI # YU’DZANU BIL FADHLI BIGHOIRI MAINI “

Syaikh penadzam menjelaskan :

Di sunnahkan melakukan senggama pada malam jum’at sebab malam itu malam Sayyidul ayyam ( rajanya hari ) dan juga di sunnahkan senggama pada malam senin.

“ WAMAN’U FILHAIDZI WANNIFASI # WADHIQI WAQTIL FARDI LALTIBASI “

Imam Qastalany menegaskan :

Bahwa senggama yg di lakukan pada waktu Istri haidl dihukumi HARAM , jadi, kalau ada pendapat yang menghalalkannya berarti dia menjadi kafir.
Hikayah :

Sepasang Suami dan Istri Berselisih Tentang anaknya yang lahir dengan wajah hitam pekat , Maka Nabi sulaiman As Bersabda :

Apakah kalian melakukan senggama dalam keada’an istri lagi haidl ???

Mereka menjawab :

Yaa ,

Nabi bersabda :

Sesungguhnya Alloh Swt menciptakannya dengan wajah hitam adalah untuk ( Pelajaran ) penyiksa’an bagi kalian.
Rosulalloh Saw , Bersabda :

Barangsiapa yang menyenggama istrinya dalam keadaan Haidl maka dia benar-benar telah mengingkari perkara  ( ajaran Agama ) yang di bawa olehku.Barangsiapa yg menyenggama istrinya dalam keadaan haidl ,maka jangan salahkan siapa-siapa kalau Alloh mentakdirkan anaknya dalam keadaan berpenyakit kusta.
LARANGAN BERSENGGAMA :

 Menurut qoul-qoul yg masyhur :

Malam hari raya idhul adha

Malam pertama setiap bulannya ( bulan Hijriyyah )

Malam pertengahan setiap Bulannya

Malam terakhir setiap bulannya
Karena kebanyakan ulama mengatakan :

Setan akan ikut senggama pada malam-malam tersebut.

Ada juga yg berpendapat , bahwa melakukan senggama pada malam itu dapat mengakibatkan Gila pada anak yang terlahir.akan tetapi larangan ini hanya sampai batas hukum MAKRUH ,dan tidak ada ulama yg mengharamkannya.

“ WAHDZAR MINAL JIMA’ FI HALIDZOMA # WAL JU’I SHOHI HAKAHU MUNADZOMA “

Syaikh penadzam menjelaskan :

Hendaknya menghindari senggama dalam keadaan haus , lapar , dan marah-marah , karena semuanya itu dapat menghilangkan kekuatan senggama,

“ WAJANNIBIL JIMA’A FILQIYAAMI # WAFILJULUSI DUNAKUM NIDZOMI “

Syaikh penadzam menjelaskan :

Tentang Cara-cara senggama yang seharusnya di jauhi :

Dengan cara berdiri : karena akan menyebabkan lemah ginjal

 Dengan Cara duduk : Karena akan menyebabkab sakit pada urat-urat juga dapat menyebabkan luka bernanah dan cacar.

Dengan cara di samping Istri ( Miring ) : karena dapat menyebabkan sakit pada sendi-sendi dan pantat.

Istri Diatas Suami : Karena dapat menyebabkan sakit atau luka pada saluran kencing suami.

“ WAL WATH’U FIL ADZBARI  MAMNU’UN FAQOD # LU’INA FA’ILUHU FIMA QOD WAROD “

Syaikh penadzam menjelaskan :

Haram hukumnya Menyenggama wanita dari Dzuburnya .
Rosulalloh Saw , Bersabda :

Menyenggama wanita dari liang dzuburnya adalah Haram . Terlaknat bagi orang yang menyenggamai wanita dari dzuburnya. Orang yang menyenggamai wanita dari liang dzuburnya , maka dia telah benar-benar kafir dengan ajaran yang di bawa Rosulalloh,7 orang yang kelak di akhirat tidak akan di berikan rahmat oleh alloh Swt ,

Serta Alloh Swt Berfirman  :

Masuklah kalian ke Neraka Jahannam.
_ Laki-laki dan perempuan yang melakukan senggama pada dzuburnya.
_ Orang yang nikah dengan tangannya ( Onani – Masturbasi )
_ Orang yang menyenggama hewan
_ Orang yang Memadu wanita dengan anaknya
_ Orang yang berzina
_ Orang yang menyakiti hati tetangganya

Adapun senang-senang dengan arah luar dzubur di perbolehkan ,dengan cara meletakan dzakar diluar dzubur , sebagaimana di perboklehkannya  bersenang-senang dzakar dengan 2 paha dan belahan payudara istri dikala haidl atau nifas .( dengan cara menjepit dzakar dengan 2 paha dan 2 payudara ) juga di perbolehkan istri memegang2 dzakar suaminya meskipun sampai keluar  sperma dikala istri haidl atau nifas.

"Dengan menekan tombol share atau bagikan di Facebook maupun Tweet, berarti anda sudah ikut berdakwah, dan Insya Allah pahalanya sama."
Klik Bagikan di FB kamu atau Tweet dibawah ini