CINTA MUSLIMAH SEJATI Bag. 3

CINTA MUSLIMAH SEJATI Bag. 3

LOV            Di dalam kamar, ku coba membaringkan tubuh ini dengan menyebut nama Alloh juga tak lupa do’a tidur yang diajarkan oleh ibu dan guru ngaji waktu kecil dulu.

ku teruskan dengan membaca ayat kursi 3 kali berturut-turut…

Ada rasa aman dan tenang setelah selesai berdoa, alarm ku pasang pada jam 03.00 wib. Hp diletakan diatas meja depan cermin bersama sejumlah alat kecantikan yang se ala kadarnya, saat layar hp berganti screensaver, masih sempat terlihat wajahku dan wajah kakak yang jelita bergantian nampang disana, wajah yang terbalut jilbab warna putih dengan pita merah muda diujungnya sebagai fariasi…

Ku raih tasbih disamping bantal warna pink yang menjadi teman tidur, dengan berserah diri kepada Alloh, ku baca istighfar sambil memulai memutar tasbih itu.

Astaghfirulloh…Astaghfirulloh…Astaghfirulloh….

Kring….kring….kring….

Ashfi, bangun..!

Ashfi,bangun…! Aku kaget mendengar suara ibu membangunkan aku dengan lembut tapi tegas.

Kring….kring…..kring…..

Alarm masih terus berdendang dengan suara yang tanpa kenal serak, alarm itu tak tahu aku sudah bangun, alarm itu tak tahu aku sudah tak butuh lagi untuk dibangunkan, atau alarm itu Cuma pura-pura tak tahu aku sudah bangun, karena alarm itu masih ingin bersuara terus walau tak merdu, dia hanya makhluk mati yang diprogram oleh manusia, dia berbunyi karena ada manusia yang membunyikan, dia akan terus berbunyi sampai dihentikan oleh orang yang membunyikannya. Itulah mesin, atau benda robot, selama tak terjadi konsleting, maka akan selalu patuh pada jalur keotomatisannya. Mesin….aku begumam, mesin, ya…. Mesin kan menjadi teman manusia dan hidup manusia akan dilayani oleh mesin, seperti yang didendangkan oleh group kosidah kesohor zaman dulu.

Kedua mata yang masih terasa lengket ku kucak dengan pelan sambil membaca do’a bangun tidur, alarm berhenti bersuara karena ku matikan, lalu kurapikan tempat tidur yang berseprei pink.

Setelah semua cukup, segera aku kekamar mandi untuk mandi agar segar dan dapat barokahnya mandi fajar.

Segar sekali, itulah yang kurasakan setelah mandi, terasa seluruh otot dan syaraf syaraf di tubuh ini sudah bekerja dengan maksimal sehingga aku tak merasa malas atau ngantuk lagi, kubuka kran air untuk berwudlu, air menyembur dengan deras membuat kaget,  ku berkumur-kumur dan mencuci hidungku yang mancung ideal, ku basuh muka dengan menangkupkan kedua tangan disana sampai niat selesai, selanjutnya aku membasuh kedua tangan sampai siku, juga kedua kaki sampai diatas mata kaki, ku ambil juga sunnah-sunnahnya wudlu agar aku terbiasa melakukan amalan sunnah.

“Para wali dan orang-orang sholeh selalu melakukan amalan-amalan sunnah”. Demikian kata kyai di masjid suatu saat ketika sedang mengaji pada malam hari.

Aku hanya bisa mencontoh dan meneladani mereka tanpa bisa menjadi mereka dan itupun hanya amalan dhohirnya saja, aku berharap dan berdo’a agar aku selalu bisa mencintai dan meneladani mereka agar aku juga dicintai oleh mereka di surga.

Waj’alni min ‘ibadikassholihin….Demikian akhir do’aku setelah berwudlu sambil ku tangkupkan tangan diwajah dengan mantap dan penuh keyakinan bahwa do’aku pasti terkabul.

Alloh berjanji didalam Al-Qur’an, bahwa Dia akan mengabulkan setiap do’a yang dipanjatkan kepada-Nya, aku juga tambah yakin, karena yang kupakai adalah pakaian yang suci dan halal juga makanan yang aku konsumsi insyaAlloh halal.

Kuambil mukena yang ada diatas sajadah yang terlipat rapi lalu aku memakai kerudung kecil atau kerudung sleyer putih berbahan tissue untuk menjaga rambutku agar tak berantakan, dengan menghadap ke cermin aku pakai mukena dengan sangat hati-hati, tinggallah wajahku yang tak tertutup mukena, setelah yakin tak ada aurat yang kelihatan, aku menyelesaikannya dengan menutup kedua mata mengharap ridlonya, kedua mata terbuka kembali dengan pelan, terlihatlah wajahku di cermin bagaikan seindah bunga, lalu bibirku tersenyum dengan senyum yang seindah mawar mekar di pagi hari.

Aku bersyukur kepada Alloh SWT.

BERSAMBUNG…..

 

 

 

Leave your comment here: