FITNAH DUNIA BAIK KESULITAN ATAUPUN KEMEWAHAN

FITNAH DUNIA BAIK KESULITAN ATAUPUN KEMEWAHAN
  1. PENGERTIAN FITNAH

FIT

2 – كِتَاب الْفِتَنِقوله “بسم الله الرحمن الرحيم – كتاب الفتن” في رواية كريمة والأصيلي تأخير البسملة. والفتن جمع فتنة، قال الراغب: أصل الفتن إدخال الذهب في النار لتظهر جودته من رداءته، ويستعمل في إدخال الإنسان النار ويطلق على العذاب كقوله: {ذُوقُوا فِتْنَتَكُمْ} ، وعلى ما يحصل عند العذاب كقوله تعالى :{ أَلا فِي الْفِتْنَةِ سَقَطُوا} ، وعلى الاختبار كقوله: {وَفَتَنَّاكَ فُتُوناً} ، وفيما يدفع إليه الإنسان من شدة ورخاء، وفي الشدة أظهر معنى وأكثر استعمالا، قال تعالى :{وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً} ومنه قوله: “وإن كادوا ليفتنونك” أي يوقعونك في بلية وشدة في صرفك عن العمل بما أوحي إليك. وقال أيضا الفتنة تكون من الأفعال الصادرة من الله ومن العبد كالبلية والمصيبة والقتل والعذاب والمعصية وغيرها من المكروهات: فإن كانت من الله فهي على وجه الحكمة، وإن كانت من الإنسان بغير أمر الله فهي مذمومة، فقد ذم الله الإنسان بإيقاع الفتنة كقوله: {وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ} وقوله: “إن الذين فتنوا المؤمنين والمؤمنات” وقوله: {مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ بِفَاتِنِينَ} وقوله: “بأيكم المفتون” كقوله: {وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ} وقال غيره: أصل الفتنة الاختبار، ثم استعملت فيما أخرجته المحنة والاختبار إلى المكروه، ثم أطلقت على كل مكروه أو آيل إليه كالكفر والإثم والتحريق والفضيحة والفجور وغير ذلك.

KITAB FITNAH

al-Fitan jama’ dari kata fitnah, Ar-Raaghib berkata “Fitan asal artinya adalah memasukkan emas kedalam api guna memperlihatkan kebagusan dan kemurnian emas tersebut dari kejelekannya (sebagaimana seseorang yang terkena fitnah (baca cobaan) hakikatnya Allah ingin memurnikan kebaikannya dari kejelekan-kejelekannya).kemudian fitan/fitnah ini digunakan dalam banyak arti, diantaranya :

  • AZAB

Yaitu arti fitnah yang digunakan untuk memaknai memasukannya Allah pada seseorang ke dalam neraka seperti firman Allah “rasakanlah siksaan kalian” adzdzaariyaat :14

  • AZAB yang telah didapat seseorangseperti firman Allah “Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus ke dalam siksaan” (QS. 9:49)
  • COBAAN

seperti firman Allah “Dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan;” (QS. 20:40)

  • PEMBERIAN ALLAH BAIK BERUPA KESULITAN ATAU KEMEWAHAN

Hanya saja dalam penggunaannya untuk arti kesulitan lebih banyak, seperti firman Allah : “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya)”.(QS. 21:35)“17:73. Dan sesungguhnya mereka hampir menfitnah kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu,”.(QS. 21:35) artinya menjatuhkanmu dalam cobaan dan kesulitan dengan memalingkanmu dari apa yang telah Kami wahyukan.

  • FITNAH juga digunakan untuk memaknai segala perbuatan yang berasal dari Allah dan juga perbuatan yang berasal dari seorang hamba seperti cobaan, musibah, pembunuhan, siksaan, maksiat dan hal-hal yang tidak disukai lainnya, bila berasal dari Allah maka keberadaan fitnah didasari hikmah, bila murni dari seorang hamba tanpa perintah Allah maka fitnah amatlah tercela, sebagaimana Allah mencela manusia yang menjalani fitnah, seperti dalam beberapa firmanNya dibawah ini :

~ “Dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan” (QS. 2:191)

~ “Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertobat, maka bagi mereka azab Jahanam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.” (QS. 85:10)

~ “Sekali-kali tidak dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah, kecuali orang-orang yang akan masuk neraka yang menyala”. (QS. 37:162-163)

~ “siapa di antara kamu yang gila”. (QS. 68:6)

~ “Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu” (QS. 5:49)

Menurut pendapat selain ar-Raaghib (diatas) menyatakan “Asal arti fitnah adalah cobaan, kemudian ia digunakan untuk setiap penamaan setiap bencana dan ujian atas hal-hal yang tidak disukai, kemudian penggunaannya mutlak untuk hal-hal yanh tidak disukai atau dicondongi seperto kufur, dosa, terbakar, aib, cela dan lain sebagainya.

Fath al-Baari XIII/3

=========================

  1. FITNAH DUNIA DAN WANITA

Artinya cobaan seseorang saat hidup baik berupa dunia ataupun wanita agar lalai akan tujuan hidup dari penciptaan manusia.

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه عن النَّبيّ صلى الله عليه و سلم قَالَ : « إنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرةٌ ، وإنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرَ كَيفَ تَعْمَلُونَ ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاء ؛ فإنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إسرائيلَ كَانَتْ في النِّسَاءِ » . رواه مسلم .

Dari Abu Sa’id al Khudriy radiyAllahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam Beliau bersabda: “Sesungguhnya dunia itu manis nan hijau (baca: menggiurkan/menyegarkan), dan sesungguhnya Allah telah menjadikan kalian pengganti di dunia maka perhatikanlah bagaimana mereka berbuat. Maka bertaqwalah engkau terhadap dunia dan bertaqwalah engkau terhadap wanita, karena sesungguhnya fitnah pertama Bani Israil telah terjadi pada (sebab) wanita” (HR. Muslim).

تخريج الحديث:تفرّد به مسلم (2742). ,موسوعة الحديث النبوي الشريف: صحيح مسلم: كتاب الرقاق: باب أكثر أهل الجنة الفقراء، وأكثر أهل النار النساء. وبيان الفتنة بالنساء-شرح الحديث:قوله صلى الله عليه و سلم: “إنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرةٌ” قيل: المراد به شيئان: أحدهما؛ حسنها للنفوس، و نضارتها، و لذتها كالفاكهة الخضراء الحلوة، فإنّ النفوس تطلبها طلبا حثيثا، فكذا الدنيا. و الثاني: سرعة فنائها، كالشيئ الأخضر في هذين الوصفينقوله صلى الله عليه و سلم: “وإنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا. . .” أي جاعلكم خلفاء من القرون الذين قبلكم، فينظر هل تعملون بطاعته، أم بمعصيته، و شهواتكم. قوله صلى الله عليه و سلم: ” فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاء” معناه: تجنبوا الإفتتان بالدنيا و مباهجها، و بالنساء. و تدخل في النساء؛ زوجات، و غيرهنّ. و أكثرهن فتنة الزوجات، و ذلك لدوام فتنتهن، و ابتلاء أكثر الناس بهن. و الله تعالى أعلم. قوله صلى الله عليه و سلم: ” فإنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إسرائيلَ كَانَتْ في النِّسَاءِ” أي بسببهن. و الله تعالى أعلم. ,روضة المتقين شرح رياض الصالحين: 1: 114-

(Keterangan Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dunia itu manis nan hijau) sebuah pendapat mengatakan: (sabda Rasul tersebut) bermaksud padanya dua perkara : Pertama : kebaikan dunia bagi manusia, dan keelokannya, serta yang dimilikinya bagaikan buah-buahan yang hijau nan manis, karena sesungguhnya orang-orang mencarinya dengan pencarian yang begitu menganjurkan, maka seperti itulah dunia. Kedua : kecepatan ketidak kekalan dunia, bagaikan sesuatu yang berwarna hijau pada dua sifat ini (memberi kebaikan dan tidak kekal, pent).

(Keterangan Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sesungguhnya Allah telah menjadikan kalian pengganti di dunia) yakni mendatangkan kalian sebagai pengganti dari orang-orang sebelum kalian, maka perhatikanlah apakah yang mereka kerjakan dengan ketaatannya, ataupun kemaksiatannya, serta (perhatikan) syahwat-syahwat kalian.

(Keterangan Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Maka bertaqwalah engkau terhadap dunia dan bertaqwalah engkau terhadap wanita) artinya jauhilah oleh kalian fitnah-fitnah dunia dan kesenangannya, serta wanita. Termasuk dalam kategori wanita dalam hadits diatas adalah para istri-istri, dan selain mereka. Dan kebanyakan istri-istri menjadi fitnah bagi pria, karena keberadaan mereka selalu bersamanya serta banyaknya orang diuji dengan para istri.

(Keterangan Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sesungguhnya fitnah pertama Bani Israil telah terjadi pada (sebab) wanita) yakni disebabkan oleh para wanita.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Raudlatul Muttaqin syarh Riyadush Shalihin: 1/114

Leave your comment here: