DRUM BAND DALAM KACA MATA HUKUM AGAMA ISLAM

DRUM BAND DALAM KACA MATA HUKUM AGAMA ISLAM

 DR               Dalam perkembangan mutakhir zaman, sering kita jumpai bagaimana sebuah irama musik Drum Band menjadi sebuah sajian yang sangat menyenangkan, terlepas dari hukumnya halal atau haram tapi yang jelas sajian musik Drum Band semakin marak di mana-mana.
Pertanyaan :
a. Bagaimanakah hukum Drum Band, jika ditinjau dari sisi Alatul Malahi ?
b. Sebatas apa definisi Alatul Malahi yang diharamkan ?

Drum Band = Kelompok pemusik yang sambil berbaris memperagakan berbagai gerak dan bentuk dengan memainkan alat musik perkusi, terompet, gendang dan lain-lain di bawah pimpinan giba pati (mayoret). (kamus besar bahasa Indonesia)

Jawaban a :
Tafsil :
a. Haram bila memakai alatul malahi yang muharromah.
b. Boleh bila tidak memakai alat malahi al muharromah selama tidak ada unsur kemaksiatan yang lain seperti campurnya laki-laki membuka aurot dan lain -lain .
Referensi :
1. Hujjahuttualloh al baligoh juz II hal 521
2. Is’adur Rofiq juz II hal 102
3. Al zawajir juz II hal 340
4. Bugyah al murtasyidinhal 284
5. Ihya ulum al addin.bi hamis ittihaf al syadah juz IX hal 502-503
6. Is’adur Rofiq juz II hal 67
7. Is’adur RofIq juz II hal 66

Jawaban b :
Batasannya adalah :
– Yang sudah di nash dalam hadits.
– Menjadi syi’ar (ciri khas) ahli fasiq..
– Menimbulkan gerak spontan (tathrib) ketika dimainkan sendirian.
Referensi :
1. Ittihaf Al Sadah Al Muttaqin, Juz VI Hal. 471.
2. Hamisy Ittihaf Al Sadah Al Muttaqin, Juz VI Hal. 502-503.
3. Al Zawajir, Juz II Hal. 337.
4. Al Zawajir, Juz II Hal. 340-349.

Pertanyaan :
a. Bagaimana sebenarnya illat yang mengharamkan alat malahi ?
b. Kalau memang yang diantaranya adalah merupakan syi’ar atau tasyabuh atau mukhonnits terus bagaimana padangan musyawirin pada masa sekarang ini mengingat alat malahi sudah banyak dipakai baik dalam acara yang bernuansa hiburan ataupun acara yang bernuansa Islamy dalam artian apakah masih dinamakan tasyabbuh ?
c. Apakah denga status tasyabbuh tersebut kemudian hukum yang ditimbulkan pada suatu ketika dapat hilang (khususnya terkait alat malahi) ?
d. Bagaimana hukumnya mendengarkan lagu yang diiringi dengan alat malahi baik secara langsung atau dengan lewat kaset ?

Jawaban a :
Karena ada ketentuan syara, diantaranya melalaikan ingat pada Alloh, sholat, jauh dari taqwa, condong terhadap hawa nafsu dan terhanyut dalam kemaksiatan.

Reference :
1. Ihya Ulumuddin : III/269
2. Ittihaf As Sadah Al Muttaqin : VI/501
3. Is’ad Al Rofiq : 103
4. Ihya Ulumuddin : III/270

Jawaban b :
Kalau yang sudah dinash keharamannya, maka hukumnya tetap haram walaupun tujuannya baik. Dan apabila alat itu diterangkan dalam hadits, digunakan untuk maksiat, maka hukumnya haram.

Reference :
1. Ittihaf As Saadah Al Muttaqin : VI/473
2. Ihya Ulumuddin : II/270

Jawaban c :
Gugur.

Jawaban d :

Haram apabila secara langsung dan boleh apabila melalui kaset selama tidak ridlo bil ma’ashi.

Reference :
1. Ahkam Al Fuqoha : 117
2. Atihaf Al Khilaf Li Sayyid Abdurrohman : 48
3. Al Jamal Ala Syarhil Manhaj : V/360
4. Kaffur Rifa’i : 281

Leave your comment here: