HUKUM MENJUAL PELANGGAN ATAU KONSUMEN TETAP

HUKUM MENJUAL PELANGGAN ATAU KONSUMEN TETAP

PERTANYAAN :

Fenomena menjual pelanggan itu bagaimana hukumnya? dan paling tepat kita analogikan dengan kasus apa ?

Seperti si A misalnya yang berprofesi sebagai penjual daging ayam, dia mempunyai 10 pelanggan atau pembeli tetap.

Sedang si B hanya punya 3 pelanggan tetap.

Kemudian karena si B merasa kurang puas kalau hanya punya 3 pelanggan, akhirnya dia bernegosiasi dengan si A agar ia mau menjual pelanggannya itu ke si B, yaaitu dua orang dengan harga yang telah disepakati.

Untuk seterusnya dua pelanggan tadi kalau mau beli daging ayam dia harus beli ke si B tidak bisa beli ke si A lagi.

Bagaimana fenomena di atas dalam perspektif yurisprudensi fiqih?

JAWABAN :

Tidak boleh, karena tergolong bai’ fudhuuli (menjual sesuatu yang tidak ia miliki hakikatnya). Tetapi kalau dilarikan ke an-nuzul ‘anil wazhoif bil mal memang boleh menurut ar-Romli al-Kabiir.

Wallohu A’lam.

– Syarh albahjah alwardiyyah VIII/384 :

إنما ينعقد البيع في نافع يليه ( من عقد ) بملك ، أو ولاية ، أو إذن ، فلا يصح بيع الفضولي كما سيأتي ؛ لأنه لا يقدر على تسليمه كالآبق وأولى ، وقد قا…ل صلى الله عليه وسلم { : لا طلاق إلا فيما تملك ، ولا عتق إلا فيما تملك ، ولا بيع إلا فيما

تملك } رواه أبو داود بإسناد صحيح { وقال صلى الله عليه وسلم لحكيم بن حزام : لا تبع ما ليس عندك } رواه الترمذي وصححه

– Hasyiyah Bujairomy :

حاشية البجيرمي على المنهج الجزء 6 صحـ : 381

وَأَفْتَى الْوَالِدُ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى بِحِلِّ النُّزُولِ عَنْ الْوَظَائِفِ بِالْمَالِ أَيْ لانَّهُ مِنْ أَقْسَامِ الْجَعَالَةِ فَيَسْتَحِقُّهُ النَّازِلُ وَيَسْقُط …حَقُّهُ وَإِنْ لَمْ يُقَرِّرْ النَّاظِرُ الْمَنْزُولُ لَهُ لانَّهُ بِالْخِيَارِ بَيْنَهُ وَبَيْنَ غَيْرِهِ شَرْحُ م ر وَلا رُجُوعَ لَهُ عَلَى النَّازِلِ إنْ لَمْ يَشْرِطْ الرُّجُوعَ اهـ

Leave your comment here: