ORANG ORANG YANG DI DOAKAN OLEH PARA MALAIKAT

ORANG ORANG YANG DI DOAKAN OLEH PARA MALAIKAT

Para malaikat mengucapkan “aamiin” ketika imam selesai membaca Al Fatihah

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

   “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu.” [Shahih Bukhari no. 782]

Melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

   “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat.” [Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir]

Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ radliyallaahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

   “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan.” [Shahih Muslim]

   Orang yang makan sahur

Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar radliyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

   “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang – orang yang makan sahur.” [Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519]

Orang yang menjenguk orang sakit

Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib radliyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

   “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh.” [Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar bahwa sanadnya shahih]

Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain

Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily radliyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

   “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.” [dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343]

Orang – orang yang berinfak

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu., bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

   “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit.” [Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010]

Semoga amalan yang nampak ringan bagi orang – orang yang dirahmati oleh Allah ini mampu memotivasi kita untuk mendapatkan doa dari hamba – hamba Allah yang tidak pernah bermaksiat dan membantah Rabb-Nya, serta memacu kita menjadi manusia – manusia yang beruntung.

Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

Leave your comment here: