HIKMAH DI BALIK UJIAN DAN COBAAN UMAT ISLAM

HIKMAH DI BALIK UJIAN DAN COBAAN UMAT ISLAM

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى

سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الْفَاتِحِ لِمَااُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَاسَبَقَ نَاصِرِالْحَقِّ ‍ بِالْحَقِّ وَالْهَادِى اِلى صِرَاطِك َالْمُسْتَقِيْم وَعَلى الِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ

Setiap orang beriman pasti akan diuji ALLAH dengan cobaan – cobaan .   Demikianlah firman ALLAH dalam surat  AL  BAQARAH  :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (157

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,  (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” .  Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.  (QS  AL BAQARAH 155 – 157)

Terhadap orang – orang beriman yang masih melakukan dosa ,  apabila ALLAH berkehendak untuk kebaikan seorang hamba , maka Dia akan timpakan musibah sebagai teguran agar kembali ke jalan yang benar , dan sebagai penggugur dosa – dosa .

Dan terhadap orang2  soleh ,  ALLAH berikan cobaan  untuk menguji keimanannya .  Cobaan tersebut bisa berupa nikmat ataupun musibah .  Semakin kuat keimanan seseorang , maka  ujiannyapun akan semakin berat .  Ibarat sebuah pohon …… ,  semakin tinggi …..maka semakin banyak angin yang menerpanya .  Namun ALLAH tidak akan menguji orang2  beriman melainkan  sesuai dengan kemampuannya .

Cobaan yang paling berat adalah cobaan terhadap para nabi dan Rasul

Berkaitan dengan  cobaan ini …. ,  ALLAH mengajarkan pada kita suatu doa untuk memohon pada ALLAH agar meringankan cobaan yg ditimpakan kepada kita .

Doa tersebut tercantum dalam surat  AL BAQARAH  ayat  :  285-286   (ayat terakhir surat AL BAQARAH).

{آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (285) لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan), “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya,” dan mereka mengatakan, “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa), “Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali.”  Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.  (QS  AL BAQARAH : 286)

Dan sikap orang beriman itu sungguh menakjubkan :

–  Bila dikaruniai nikmat ,  maka ia bersyukur .  Dan syukur itu menjadi kebaikan baginya

–  Bila dicobai dengan musibah , maka ia bersabar . Dan sabar itupun menjadi penghapus dosa

   baginya .

Demikianlah sikap yang benar sebagai orang beriman .

Maka jangan sekali – kali kita berburuk sangka pada ALLAH atas musibah yang menimpa kita , karena sesungguhnya dibalik musibah ada ampunan ALLAH atas dosa – dosa .

Begitulah cara ALLAH menggugurkan dosa – dosa hambaNYA  yang Dia kehendaki .

Leave your comment here: