HUKUM KAIN WOL DAN MANFAAT MELIPAT PAKAIAN

HUKUM KAIN WOL DAN MANFAAT MELIPAT PAKAIAN

MELIPAT PAKAIAN MENDAPATKAN DUA FAEDAH :

PERTAMA

Telanjang sewaktu tidur terdapat beberapa faedah diantaranya dapat memberi kenyamanan tubuh dari gerakan panas di siang hari, memudahkan tubuh bergerak kekanan dan kekiri, menarik rasa gembira terhadap istri dengan tambahan kemesraan. Menjalankan perintah (Nabi) karena Beliau melarang berbuat yang menyia-nyiakan harta, karena tidur dengan memakai pakaian akan merusak pakaian tersebut. Menjaga kebersihan karena pada umumnya pakaian tidur terdapat hewan kecil (kutu) yang dapat mengganggu pemakainya.

KEDUA:

Sebagian ahli ilmu berkata: “disunahkan melipat pakaian dimalam hari, karena dengan melipatnya dapat mengembalikan kondisi pakaian seperti semula dan bacalah basmalah. Jika tidak dilakukan, maka setan akan memakai pakaian terswbut  dimalam hari, sedang pemiliknya memakainya di siang hari. Dengan demikian akan mempercepat proses kerusakannya.

Nabi bersabda : ” Lipatlah pakaian kalian, sesungguhnya setan tidak akan mengenakan pakaian yang dilipat”.

Ada juga hadits lain : ” Lipatlah pakaian kalian, karena pakaian itu akan kembali pada kondisi semula”.

فائدتان) الاولى : فى التجريد من الثياب عند النوم فوائد منها ان فيه راحة البدن من

حرارة حركة النهار. و منها سهولة التقليب يمينا و شمالا. و منها ادخال السرور على الاهل بزيادة التمتع، و منها امتثال الامر لان النبي صلى الله عليه و سلم نهى عن اضاعة المال و لا شك ان النوم فى الثوب الرفيع يفسده. و منها النظافة، اذ الغالب فى القوب النوم ان يكون فيه القمل و ما فى معناه.

الثانية) قال بعض اهل العلم يسن طيئ الثياب بالليل لان الطئ يرد اليها ارواحها و يسمى الله عند ذلك فان لم يفعل صار الشيطان يلبسها بالليل و هو يلبسهل بالنهار فتبلى سريعا و فى الحديث اطووا ثيابكم فان الشيطان لا يلبس ثوبا مطويا و ورد ايضا اطووا ثيابكم ترجع اليها ارواحها.

قرة العيون ٤٨

مكتبة دار احياء الكتب العربية

KAIN WOL NAJIS APA TIDAK

Hukum asalnya  yaitu suci

قال العراقي: أراد بالطيبة الطاهرة وبالطهور المطهر لغيره فلو كان معنى طهوراً طاهراً لزم تحصيل الحاصل وفيه أن الأصل في الأشياء الطهارة وإن غلب ظن النجاسة

Kitab Ahadis Yahtajju biha as Syi’ah juz 1 hal 90

Dalam masalah ini kain wol adalah terbuat dari bulu domba, sedangkan domba itu halal dimakan, jadi bulunya jika terpisah ketika dalam keadaan hidup maka hukumnya suci, terus yang jadi kendala itu bulu dari bangkai apa tidak? maka dikembalikan ke hukum asal, yaitu suci.

والجزء المنفصل من الحيوان كميتته إلا شعر المأكول وريشه وصوفه ووبره فطاهرات

Bagian tubuh yang terpisah dari hayawan yang masih hidup hukumnya sebagaimana bangkai kecuali rambutnya binatang yang halal dimakan.

(Kitab Muqaddimah al Hadhromiyah)

Kain wol biasanya terbuat dari bulu2 domba.Hukum bulu2,rambut dan sejenisnya adalah suci meski diambil dari hewan yg masih hidup,berbeda jika diambil dari bangkai maka najis.Beberapa ibaroh yg bisa disimak antara lain

و ما قطع من حي فهو ميت الا الشعور المنتفع بها فى المفارس والملابس و غيرهما

كفاية الاخيار ٢/٢٢٩

Segala sesuatu yg dipotong dari hewan yang masih hidup,maka hukumnya menjadi bangkai kecuali rambut yg bisa diambil manfaatnya untuk membuat permadani dan pakaian atau yg lainnya.

و عظم الميتة و شعرها نجسقوله و شعرها و مثله صوفها و وبروها و ريشا

الباجوري ١/٥٦

Dan tulang belulang bangkai serta rambut nya adalah najisContoh dari rambut diantaranya adalah bulu-bulu domba,bulu-bulu marmut dan bulu-bulu burung

Meski dihukumi suci bulu yg diambil dari binatang yang masih hidup,tetapi mencabut nya kala masih hidup hukumnya diharamkan.

و يحرم نتف شعر الحيوان لما فيه من تعذيبه و قيل بكرهته وهو محمل على ما لو حصل به اذى يحتمل عادة

الباجورى ١/٥٦

Dan di haramkan mencabut bulu-bulu hewan karena akan menyiksanya. Ada juga yg berpendapat hal itu makruh.

Leave your comment here: