” GALAU “

” GALAU “

Galau saat ini menjadi istilah yang sangat familiar bagi masyarakat milenial. Galau merupakam istilah yang dipakau untuk mengungkapkan perasaan yang tidak karuan bisa dikatakan galau merupakan perasaan gabungan antara sedih, keewa dan bimbang. Sehingga definisi pasti mengenai istilah ini belum dapat dipastikan. Penyebab galau bermacam-macam, namun paling banyak disebabkan oleh masalah asmara, karir dan pekerjaan. Atau bahkan masalah lebaran yang sudah semakin dekat tapi THR belum merapat. Dalam islam sendiri tidak terdapat perkara mengenai galau itu sendiri. Namun terdapat istilah yang hampir mendekati kata galau, yakni kesedihan atau kedukaan.

Dalam islam sendiri tidak ada larangan untuk bersedih atau berduka, namun kesedihan dan kedukaan itu tidak boleh berlarut-larut. Sehingga dapat mempengaruhi seseorang secara psikologis. Sebagaimana dalam petikan ayat berikut :

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

    “Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (Qs. Al-Anbiya` : 88)

Islam memandang kesedihan dan kedukaan sebagai sebuah bagian dari kehendak Allah SWT. Sehingga kemudian tiada selain pertolongan yang karenaNya melalui jalan tips menghilangkan galau dalam islam dan cara mengatasi galau dalam islam sebagaimana keutamaan sabar dalam islam yang membuat jiwa tenang dalam islam dari keutamaan berdzikir . Sebagaimana dalam firman Allah Berikut :

    “Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.” (Qs. Al-Kahfi : 39).

Bahaya Galau Dalam Islam

Islam tidak mengenal istilah galau, istilah yang lebih familiar yakni kedukaan atau kesedihan. Islam menganjurkan untuk menyerahkan segala urusan mengenai hal apapun kepada Allah SWT sebagaimana tujuan hidup menurut islam seperti dengan tips mengendalikan emosi dalam islam sebagai obat hati dalam islam . Sebagaimana dalam firmanNya berikut :

    “Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.” (Qs. Al-Mukminun : 44).

Galau atau kesedihan dalam islam pada dasarnya memiliki bahaya jika terlampu berlebihan. Beberapa bahaya yang dimaksudkan akan dijelaskan dalam poin berikut. 13 bahaya galau dalam islam. Simak selengkapnya.

  1. Dapat Menjauhkan Diri dari Sang Pencipta

Bahaya galau yang pertama ialah dapat menjauhkan diri dari sang pencipta. Perasaan sedih yang berlebihan akan membuat kita dapat merasa jauh dari Allah SWT. Tentunya ini merupakan hal yang sangat berbahaya. Rasa sedih dapat menjerumuskan kita dalam melupakan segala kewajiban yang harusnya dilakukan. Dalam sebuah hadits dikatakan:

    “Orang yang bakhil jauh dari Allah, jauh dari Surga, dan jauh dari manusia“. (HR. At-Tirmidzi)

  1. Murung Setiap Hari

Allah SWT dalam firmanNya berikut ini :

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (darjatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS.Ali ‘Imran:139)

Seorang yang merasa galau akan cenderung murung setiap hari. Kesedihan mendalam dan berlarut-larut akan membuat seseorang cenderung menjadi pribadi yang senang menyendiri, tidak lagi memiliki gairah dan semangat sehinga raut muka dan tubuhnya terlihat murung.

  1. Terlihat Sedih

Selain murung, galau juga membuat perasaan kita menjadi dominan sedih. Sebagai manusia tenti sudah manusiawi dengan sifat sedih itu sendiri. Namun, jangan sampai kemudian kesedihan tersebut mempengaruhi diri kita untuk kemudian menghalangi semua aktifitas dan kemajuan dalam hidup.

Apalagi jika sampai membuat kita terus dalam kesedihan yang berlarut-larut. Percayalah selalu bahwa Allah SWT selalu menjadi penolong. Sebagaimana dalam firman Allah SWT berikut :

    “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”(At-Taubah:40)

  1. Kehilangan Semangat

    “Ingatlah setiap amalan itu ada masa semangatnya. Siapa yang semangatnya dalam koridor ajaranku, maka ia sungguh beruntung. Namun siapa yang sampai futur (malas) hingga keluar dari ajaranku, maka dialah yang binasa.” (HR. Ahmad 2: 188. Sanad)

Galau yang berkepanjangan juga dapat menjadi pemicu dari hilangnya semangat dalam hidup. Galau akan membuat seseorang kehilangan tujuan dan motivasi serta penyemangat untuk maju dan meraih kesuksesan. Sesungguhnya hal yang demikian sangat dibenci oleh Allah dan Rasulnya

  1. Malas Beribadah

Galau merupakan sifat yang dapat menimbulkan bahay seperti malas beribadah. Pada umumnya, orang galau akan malas melakukan semua aktivitas karena terlalu fokus pada rasa sedihnya. Bahkan untuk beribadahpun mereka akan enggan dan malas melakukannya. Sesungguhnya yang demikian adalah perilaku yang menyimpang. Sebagaimana dalam hadist berikut :

    “Dan setiap masa semangat itu pasti ada masa futur (malasnya). Barangsiapa yang kemalasannya masih dalam sunnah (petunjuk) Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, maka dia berada dalam petunjuk. Namun barangsiapa yang keluar dari petunjuk tersebut, sungguh dia telah menyimpang.” (HR. Thobroni dalam Al Mu’jam Al Kabir 2)

  1. Mulai Mencoba Lari Ke Hal Negatif

Bahaya galau yang selanjutnya ialah dapat membuat kita terjerumus kedalam hal-hal negatif. Demi menghilangkan galau, bukannya mendekatkan diri pada Allah namun, banyak manusia yang cenderung memilih jalan maksiat seperti mabuk, menggunakan narkoba, dan mencari kesenangan duniawi. Padahal semua hal tersebut jelas merupakan sebuah dosa besar.

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” (QS. Al Maidah: 90).

  1. Tidak Fokus pada Pekerjaan

Dalam surat at Taubah ayat 105, Allah berfirman,

    “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”

Jangan sampai kemudian galam akan berakibat pada kemalasan dalam bekerja. Karena hal ini akan berpengaruh pada pekerjaan yang anda lakukan, sudah pasti hasilnya tidak akan maksimal. Sehingga bisa-bisa pekerjaan lepas dari tangan anda, dan karir anda berakhir.

  1. Lalai

Galau juga akan membuat anda lali dalam mengerjakan semua hal. Sehingga pekerjaan yang anda lakukan akan selalu salah dan salah lagi. Sesunguhnya hal yang demikian adalah tidak dibenarkan. Jangan sampai perasaan anda kemudian berpengaruh pada semua aktivitas dan kehidupan anda. Sesunguhnya Allah SWT tidak akan memberikan pertolongan dan petunjuk jika anda lalai dan melupakannya.

Al Quran surat ar Ra’d ayat 11,

“Sesungguhnya Allah tak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri”.

  1. Malas Beraktifitas

Sebagaimana telah dijelaskan pada poin sebelumnya. Selain mempengaruhi psikologis seseorang, sifat galau yang berlebihan juha akan berpengaruh pada fisik seseorang. Dimana mereka cenderung malas melakukan aktivitas apapun dan lebih memilih menyendiri dan mengurung diri. Sesungguhnya hal ini sama sekali tidak ada manfaatnya. Sebagaimana surat an Najm ayat 39 yang memiliki arti,

“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya”

  1. Kehilangan Motivasi

Dalam hidup ini, tidak dipungkiri jika seseorang akan merasa terpompa dan bersemangat jika memiliki motivasi yang besar. Motolivasi tersebut tentu berasal dari diri sendiri. Lain halnya jika sikap galau mendera maka, motivasi yang tadinya kita miliki akan menghilang dan memudar.

Maka dalam hal ini, jangan menjadikan orang lain sebagai tumpuam dan motivasi, jika kita krhilangannya, maka motivasi tadi juga akan  menghilang. Sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    “Tidaklah seorang (hamba) memakan makanan yang lebih baik dari hasil usaha tangannya (sendiri), dan sungguh Nabi Daud ‘alaihissalam makan dari usaha tangannya (sendiri)” (H.R. Bukhari).

  1. Menjadi Pendiam

Galau yang berlebihan juga akan mengubah kepribadian seseorang. Jika tadinya ia aktif dan banyak bicara, maka saat kesedihan menimpanya maka otomatis orang akan lebih trrlihat pendiam dari sebelumnya. Ini merupakan efek yang sementara, namun jika dibiarkan maka ia akan menutup alses dari semua orang, memilih diam dan menyimpannya sendiri saja. Sehingga alhasil stres dan depresi akan menimpanya.

  1. Ingin Selalu Sendirian

Ketahuilah bahwa meskipun anda ingin sendiri tapi pada faktanya Allah selalu anda dan melihat apa yang anda lakukan. Sehingga sebagaimanapun anda ingin lari dan sembunyi dimanapun juga Allah SWT selalu mengetahuinya dan akan selalu melihat apa yang amda kerjakan. Sebagaimana dalam FirmanNya berikut ini :

    “Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hadid [57] : 4)

  1. Merusak Kesehatan

Berdasarkan sebuah penelitian, galau ternyata dapat merusak kesehatan. Merasa galau dalam jangka waktu yang lama atau terus-menerus ternyata dapat membahayakan kesehatan otak dan tubuh manusia. Galau memunculkan suatu kondisi emosi negatif yang akan merangsang berbagai  dampak negatif terhadap kesehatan tubuh. Salah satunya ialah gangguan kesehatan dan hormon.

13 bahaya galau dalam islam, tentunya akan dapat membuat anda lebih memahami bahwa sifat galau akan dapat membahaya dampak negatif bagi pribadi. Jika tidak dimanajemen dengan baik maka tidak dipungkiri jika galau akan dapat berakibat fatal dan berujung pada terganggunya psikologis seseorang.

Semoga kita selalu dapat memetik pelajaran dalam hidup sebagaimana tips memperbaiki diri dalam islam   sebagai Cara mensyukuri nikamat Allah , dan cara agar hari tenang dalam islam Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Leave your comment here: