PENJELASAN HADITS SAHUR YANG SERING SALAH DI PAHAMI

PENJELASAN HADITS SAHUR YANG SERING SALAH DI PAHAMI

Hadits Tentang Sahur Yang disalah Fahami

إِذَا سَمِعَ أَحَدُكُمْ النِّدَاءَ وَالْإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ فَلَا يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ مِنْهُ

“Ketika salah satu kalian mendengar adzan sementara wadah (minuman) masih ada ditangannya, maka janganlah diletakkan sampai ia menyelesaikan hajat darinya (meminumnya)” (HR. Ahmad dll.)

Banyak yang beranggapan bahwa adzan dalam hadits diatas adalah adzan subuh, padahal BUKAN ADZAN SUBUH

Imam ar-Rafi’i berkata: “Yang dimaksud Rasulullah dalam hadis itu adalah adzannya Bilal yang pertama, dengan dalil hadits:

, عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إِنَّ بِلالا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ ” .

Dari ibnu umar Rasulullah bersabda  “Sesungguhnya Bilal adzan ketika masih waktu malam, maka makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan” HR Bukhari

 

Sahur Rasulullah Saw

Dari Anas ra dari Zaid bin Tsaabit ra, dia (Anas) berkata, “Kami sahur bersama Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam, kemudian beliau berdiri untuk sholat. Aku (Anas) berkata: “Berapa jarak antara adzan dan sahur?” Dia (Zaid) menjawab: “Kira-kira 50 ayat.””

Lalu dalam kitab Fathul Baari (kitab penjelas shahih Bukhari), Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullah menjelaskan:

قَوْلُهُ : ( قَالَ : قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً ) أَيْ : مُتَوَسِّطَةً لَا طَوِيلَةً وَلَا قَصِيرَةً لَا سَرِيعَةً وَلَا بَطِيئَةً

Adapun perkataan beliau “kira-kira 50 ayat” maksudnya adalah yang pertengahan, bukan ayat yang panjang dan bukan ayat yang pendek, bukan qiroat yang cepat juga bukan qiroat yang lambat.

Berikutnya, Imam Ibnu Hajar rahimahullah  mengutip ucapan  Imam Qurthubi Rahimahullah:

وَقَالَ الْقُرْطُبِيُّ : فِيهِ دَلَالَةٌ عَلَى أَنَّ الْفَرَاغَ مِنَ السُّحُورِ كَانَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ

Dan berkata Qurtubi: Padanya ada dalil bahwa sahur diakhiri sebelum munculnya Fajar.

 

Kami Bersahur bersama Rasulullah saw kemudian kami Sholat

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ هِشَامٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ  تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ قَدْرُ مَا بَيْنَهُمَا قَالَ خَمْسِينَ آيَةً

Dari Anas ra dari Zaid bin Tsaabit ra, dia (Anas) berkata, “Kami sahur bersama Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam, kemudian kami berdiri untuk sholat. Aku (Anas) berkata: “Berapa jarak antara keduanya?” Dia (Zaid) menjawab: “Lima puluh ayat.””

Hadits yang mirip ada pada Shahih Bukhari, Kitab Puasa, Bab Berapa Jarak Antara Sahur dan Sholat Fajr

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ  تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالسَّحُورِ قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً

Dari Anas ra dari Zaid bin Tsaabit ra, dia (Anas) berkata, “Kami sahur bersama Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam, kemudian beliau berdiri untuk sholat. Aku (Anas) berkata: “Berapa jarak antara adzan dan sahur?” Dia (Zaid) menjawab: “Kira-kira 50 ayat.””

 

Dari dalil di atas, bisa dilihat bahwa meskipun waktu puasa dimulai sejak adzan subuh, akan tetapi sunnah dari Nabi kita adalah mengakhiri sahur sebelum adzan subuh, dan memberi jeda waktu kira-kira pembacaan ayat Al-Qur’an sebanyak 50 ayat. Mungkin hadits inilah yang digunakan untuk menentukan waktu Imsak di masjid-masjid kita, yang waktunya kira-kira 10 sampai 15 menit menjelang subuh

Leave your comment here: