ADA BATAS KEMAMPUAN BAGI INDERA MANUSIA

ADA BATAS KEMAMPUAN BAGI INDERA MANUSIA

ADA BATAS KEMAMPUAN BAGI INDERA MANUSIA

  1. KEMAMPUAN INDRA PENGLIHATAN MANUSIA

Kalau sebuah bola berwarna merah dengan Diameter 20 cm, maka volume bola tersebut (V)= 4/3 π r3= 4/3(3,14 x 103cm3= 4/3 (3140) cm3=12560/3 cm3= 4186,666667 cm3. Jika bola merah tersebut dibelah (dihancurkan) menjadi 1000 bola-bola yang lebih kecil dengan ketentuan setiap bagian memiliki volume yang sama, maka setiap bola kecil tersebut memiliki volume 4,186666667 cm3; dan jika setiap bola-bola kecil (butiran-butiran kecil) berwarna merah tersebut dibagi lagi menjadi 1000 bagian yang sama besar,maka butiran-butiran (partikel) yang sangat kecil berikutnya bervolume 0,004186666667 dengan diameter 20 x 0,000001 cm atau 0,00002 cm, sampai di sini saja tentu indra penglihatan kita tidak dapat melihat butiran-butiran merah sekalipun dengan pembesaran 1.000.000 kali, karena diameter partikel-partikel hasil pembagian bola merah tersebut sudah lebih kecil dari panjang gelombang sinar merah, sehingga keberadaan butiran-butiran merah kini menjadi tidak terlihat.

Diketahui panjang gelombang sinar merah= 780 nanometer= 0,000078 cm. Sedangkan diameter partikel tersebut kini hanya 0,00002 cm atau sama dengan 200 nano meter. Karena dengan diameter yang lebih kecil dari panjang gelombang sinar merah, maka tidak akan dapat memantulkan warna merah, karena proses terlihatnya warna adalah dikarenakan adanya cahaya yang menimpa suatu benda, dan benda tersebut memantulkan cahaya ke mata (retina) kita hingga terlihatlah warna. Tetapi secara teoritis jika partikel-partikel tersebut disatukan lagi menjadi sebuah bola seperti semula, maka warna merah yang hilang tadi akan tampak kembali.

Dalam konsep ilmu pengetahuan modern, alam semesta dengan segala isinya tersusun dari materi dan energi. Materi (benda) tersusun pula atas beberapa partikel halus yang lazim disebut atom. Sedangkan atom terdiri dari sebuah inti atom dan sejumlah elektron pada jarak yang relatif jauh. Ini berarti elektron jauh lebih kecil dari atom, dari semua partikel subatom ini, elektron adalah yang paling ringan,ukuran elektron sangat kecil sedemikian hingga tiada teknik pengukuran yang dapat digunakan untuk mengukur ukurannya. Sesungguhnya istilah-istilah atom, proton, neutron dan elektron itu, semua hanyalah model. Artinya nama-nama tersebut dikaitkan dengan suatu gejala tertentu, sedemikian rupa sehingga dengan model itu para ilmuwan akan dapat bekerja dengan lebih mudah. Oleh karena itu dalam Ilmu Fisika, dikenal beberapa model atom mulai dari Dalton, Thomson, Rutherford, Niels Bohr, dan sebagainya.

Thomson misalnya, sekalipun sebagai penemu elektron, sebetulnya ia tidak pernah tahu seperti apa elektron itu. Sebab ia hanya melakukan atau membuat eksperimen. Lalu ia perhatikan gejala-gejala atau sifat-sifat hasil eksperimennya. Dari sana disusunlah suatu konsep dan ternyata konsepnya itu bisa menerangkan gejala tersebut.

Bagaimana jika ada suatu alat detektor yang super canggih? Jika memang ada alat detektor yang super canggih semacam mikroskop elektron dengan pembesaran bermilyar-milyar atau bahkan berbilyun, sehingga secara teoritis dengan pembesaran demikian dapat diprediksi elektron akan dapat terlihat. Akan tetapi, ternyata tidak semudah apa yang dibayangkan, karena kita bisa melihat karena pertolongan cahaya visual (kasat mata). Sebagai sebuah partikel, cahaya mempunyai massa, kecepatan dan momentum (efek compton). Sedangkan sebagai sebuah gelombang, cahaya mempunyai panjang gelombang, frekuensi, dan amplitudo. Dari sekian banyak panjang gelombang cahaya yang ada, hanya sebagian kecil saja yang bisa tertangkap oleh indera penglihatan manusia, berkisar antara 380 sampai 780 nanometer. Itulah yang kita sebut sebagai cahaya visual.

Padahal diketahui dari semua partikel subatom ini, elektron adalah yang paling ringan,ukuran elektron sangat kecil sedemikian hingga tiada teknik pengukuran yang dapat digunakan untuk mengukur ukurannya.  Akibatnya ibarat melihat suatu benda yang sangat kecil, tertutupi oleh suatu benda yang lebih besar. Bagaimana bisa terlihat?!

Bagaimana kalau kita gunakan cahaya lain? Sinar-X, panjang gelombangnya masih sedikit lebih besar dari diameter elektron. Satu-satunya sinar yang memiliki panjang gelombang relatif lebih kecil, yaitu sinar gamma, sinar gamma dipancarkan oleh radium hingga sering disebut sinar radium. Sinar gamma memiliki frekuensi yang sangat tinggi, ini berarti memiliki energi yang sangat tinggi pula. Sehingga elektron tidak sanggup mematulkan sinar itu kembali ke mata detektor. tidak sanggup menahan hantaman sinar gamma berenergi sangat tinggi itu. Elektron terhambur, terpental entah ke mana. Kecepatan gerak elektron menjadi luar biasa. Supermikroskop yang telah dianggap detektor super canggih itu tidak dapat mendeteksi keberadaan elektron tersebut.

  1. KEMAMPUAN INDRA PENDENGARAN MANUSIA

Perhatikan hadits yang artinya: “Jika seorang hamba telah diletakkan di kuburnya, dan sahabat?-sahabatnya telah meninggalkannya, serta a mendengar suara sandal mereka, maka dua malaikat datang kepadanya kemudian duduk padanya. Kedua malaikat tersebut berkata,”Apa yanq dulu engkau katakan tentang orang ini (Rasulullah shalalallahu alahi wasalam) Adapun orang mukmln ia berkata,’Aku bersaksi bahwa dia hamba Allah, dan Rasul-Nya, kemudian dikatakan kepadanya, lihatlah ke kursimu di neraka, Allah telah memberi ganti untukmu dengan kursi dari surga. ‘Orang Mukmin tersebut bisa melihat kedua kursi tersebut. Adapun munafik, atau orang kafir, maka kedua malakat bertanya kepada keduanya,’Apa yang dulu enqkau katakan tentang orang ini (Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam)? ‘0rang munafik atau orang kafir tersebut berkata,’Aku tidak tahu. Dulu aku hanya berkata seperti yang dikatakan manusia. Dikatakan kepada 0rang kafir, atau orang munafik tersebut, Engkau tidak tahu, dan tidak mengikutinya? ‘Kemudian orang kafir, atau orang munafik tersebut dlpukul dengan martil besi dengan pukulan yang membuatnya berteriak dengan teriakan yang bisa didengar makhluk-makhluk yang berdekatan dengannya kecuall manusia, dan jin.” (Diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim, An-Nasai, Abu Daud, dan Ahmad).

Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20.000 Hz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya. Suara di atas 20.000 Hz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebut infrasonik ( wikipedia ). Karena ada batas kemampuan pendengaran manusia, sehingga manusia tidak dapat mendengar jeritan orang yang di siksa di dalam kubur, padahal suara teriakan itu bisa didengar makhluk-makhluk yang berdekatan dengannya kecuall manusia, dan jin. sebagaimana yang tersebut dalam hadist yang diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim, An-Nasai, Abu Daud, dan Ahmad yang artinya tersebut di atas.

Perhatikan juga beberapa kemampuan hewan dalam menangkap gelombang frekuensi bunyi :

    Kelelawar menggunakan frekuensi 100.000 hz untuk navigasi gerakan terbang.

    Anjing dapat mendengar hingga 40.000 hz

    Kucing memeiliki kepekaan pendengaran dari 100 sampai 60.000 hz.

    Kudanil menggunakan frekuensi infrasonic 5hz untuk berkomunikasi antar sesama kuda nil.

    Gajah mampu menangkap frekuensi bunyi dari 1 s/d 20.000 hz.

Dengan adanya pembatasan kemampuan pendengaran, manusia semakin enjoy dalam menikmati kehidupan di alam fana ini. Bayangkan jika pendengaran manusia menangkap suara, termasuk gelombang suara yang tinggi dari berbagai stasiun radio dan televisi dapat didengar langsung tanpa perlu pesawat monitor, tentu justru akan bising dan semarawut suaranya. Demikian hikmah yang kita peroleh.

Leave your comment here: