ADA LIMA HAL ISTIMEWA DI SETIAP HARI JUM’AT

ADA LIMA HAL ISTIMEWA DI SETIAP HARI JUM’AT

  1. BERPINDAH TEMPAT KETIKA MENGANTUK

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersaba,

إِذَا نَعَسَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الجُمُعَةِ فَلْيَتَحَوَّلْ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِكَ

“Apabila salah seorang di antara kalian mengantuk pada hari jum’at, hendaknya ia berpindah dari tempat duduknya itu (kepada tempat yang lainnya).”

(Diriwayatkan Abu Daud no.1119 dan at-Tirmidzi no.526)

  1. SATU JUM’AT MENUJU JUM’AT BERIKUTNYA MERUPAKAN PENEBUS DOSA

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata: “Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

الصَّلَاةُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ، مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

“Hari jum’at menuju Jum’at berikutnya merupakan penebus dosa yang dilakukan di antara keduanya, selama tidak terjatuh kepada dosa besar.” (HR. Muslim no.233)

  1. MEMBACA SURAT AL-KAHFI

Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

من قرأ سورة الكهف في يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين

“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at, ia akan diterangi oleh cahaya (pada hari kiamat) sejauh jarak dua jum’at.”  (Lihat Shahihul Jami no. 6470)

Dalam lafazh lain,

من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة أضاء له النور ما بينه وبين البيت العتيق

“Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada hari jum’at, ia akan diterangi oleh cahaya (pada hari kiamat) sejauh antara dirinya dan baitul ‘atiq (Ka’bah).”

  1. MEMPERBANYAK UCAPAN SHALAWAT

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

أكثروا الصلاة علي يوم الجمعة وليلة الجمعة، فمن صلى علي صلاة صلى الله عليه عشرا

“Perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari jum’at dan malam jum’at. Karena siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali, niscaya Allah membalas shalawatnya sebanyak sepuluh kali.”

(HR. al-Baihaqi dalam Sunannya)

  1. WAKTU MUSTAJAB

    Antara Ashar hingga Maghrib

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata: “Abul Qosim shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً، لَا يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ، قَائِمٌ يُصَلِّي، يَسْأَلُ اللهَ خَيْرًا، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

“Sesungguhnya pada hari jum’at ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim mencocoki waktu tersebut ketika ia berdo’a meminta kebaikan kepada Allah, melainkan akan Allah kabulkan permintaannya.” (HR. Muslim no.852)

Leave your comment here: