INILAH ALASAN KENAPA BERSUCI MENGGUNAKAN AIR

INILAH ALASAN KENAPA BERSUCI MENGGUNAKAN AIR

Dalam kitab Bidayatul Mujtahid (1/24) disebutkan :

والأصل في وجوب الطهارة بالمياه قوله تعالى : ( وينزل عليكم من السماء ماء ليطهركم به ) وقوله : ( فلم تجدوا ماء فتيمموا صعيدا طيبا )

Dasar dalam wajibnya bersuci menggunakan air adalah firman Allah :

وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ

“…dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu…” (QS. al-Anfal ayat 11).

dan firman Allah :

فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا

” ……kemudian kamu tidak mendapat air, Maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci);….” (QS. an nisa’ ayat 43)

Dalam kitab Tuhfah Imam Ibnu Hajar mengomentari ayat 11 surat al-Anfal, bahwa pengkhususan bersuci menggunakan air bersifat ta’abbudi (maknanya tidak dapat dijangkau akal), atau karena di dalam air terdapat kehalusan dan kelembutan yang tidak ditemukan dalam selain air, oleh karena itulah air tidak berwarna.

– Kitab Tuhfah (1/64) :

واختصاص الطهارة بالماء الذي أشارت إليه الآية ولا يرد شرابا طهورا ؛ لأنه قد وصف بأعلى صفات الدنيا تعبدي أو لما فيه من الرقة واللطافة التي لا توجد في غيره ومن ثم قيل لا لون له

– Kitab Nihayatul Muhtaj (1/62) :

وقد نص على الماء فهو إما تعبد لا يعقل معناه ، أو لما حوى من الرقة واللطافة التي لا توجد في غيره ، بدليل أنه لا يرسب للصافي منه ثفل بإغلائه ، بخلاف الصافي من غيره ، ومن ثم قال بعض الحكماء : لا لون له وما يظهر فيه لون ظرفه أو مقابله ; لأنه جسم  شفاف . وقال الرازي : بل له لون ويرى ، ومع ذلك لا يحجب عن رؤية ما وراءه

Perbedaan air mukhalit dan mujawir itu apa ? Dan seperti apa contohnya

Sebetulnya tidak ada istilah air mukhalit dan mujawir, yang ada itu air mutaghoyyir sebab mukholit atau mujawwir :

1.Mukholit adalah sesuatu yang mencampuri / terlarut dalam air ( solute ) sehingga sulit dipisah / dibedakan mana air mana zat yang mencampuri nya. Contoh : garam, gula pasir, pewarna, susu.

2.Mujawir adalah sesuatu yang mencampuri air namun tidak melarut / menyatu sehingga mungkin untuk dipisahkan dari air dengan mudah. Contoh : batu, tanah, kayu, minyak, lumut, ganggang…

Jika mukholit dan mujawir nya najis, maka air sedikit ( kurang dari dua kulah ) menjadi mutanajis, sedang air banyak ( dua kulah atau lebih ) juga mutanajis jika mengalami perubahan ( warna, bau atau rasanya ). Jadi nggak sah untuk bersuci.

Jika mukholit dan mujawir itu suci, maka air menjadi suci tapi tak mensucikan ( thohir ghoiru muthohir ) jika hilang kemutlakan air tersebut, contoh setelah kecampuran air tersebut menjadi disebut air kopi, air teh, air sabun misalnya. Berbeda Jika misalnya air tercampur kopi tapi airnya tak sampai dinamai air kopi, maka tetap bisa digunakan untuk bersuci.

Mukholit dan mujawir alami ( misal tanah, lumut, pasir, ganggang, daun ) yang sulit dihindari hingga bisa merubah air, maka tidak mengapa.

Air yang telah berubah salah satu sifatnya yaitu; rasa, warna, dan bau. Air ini disebut dengan air Mutaghyyir. Berdasarkan sebabnya, air muthaghayyir dibagi menjadi tiga macam, yaitu;

a.Mutaghayyir bi al-mukhalith. Yaitu air yang berubah sifat-sifatnya sebab bercampur dengan benda suci lainnya hingga mempengaruhi terhadap nama dan statusnya, semisal air kopi, teh, sirup, susu, dll.

b.Mutaghayyir bi al-mujawir. Yaitu, air yang berubah sifat-sifatnya sebab terpengaruh benda lain yang ada disekitarnya. Contohnya adalah air yang berdekatan dengan bunga mawar sehingga tercium aroma mawar pada air tersebut.

c.Mutaghayyir bi ath-thuli al-muktsi. Yaitu air yang berubah sifat-sifatnya sebab terlalu lama diam. Seperti air kolam yang tidak pernah digunakan oleh seseorang sehingga berubah sifatnya.

Di antara ketiga jenis air muthaghayyir tersebut hanya dua yang bisa digunakan untuk bersuci yaitu air mutaghayyir bi al-mujawir dan mutaghayyir bi ath-thuli al-muktsi. Dan yang tidak bisa digunakan untuk bersuci adalah air mutaghayyir bi al-mukhalith.

مجور : ما يمكن الفصل ,

Artinya mukholit adalah benda yang bercampur dengan air itu tidak bisa dipisahkan lagi sehingga menjadi air murni kembali, contoh air yang dicmpur kopi, kalau mujawir benda yang bercampur dengan air itu bisa dipisahkan kembali sehingga bisa menjadi air murni kembali, contoh air yang dicampur debu, cukup diheningkan beberapa menit debu akan mngendap, nah itu dinamakan mujawir, lihat bajuri juz 1.

Wallohu a’lam.

Leave your comment here: