PUISI ISLAMY : RENUNGAN KEHIDUPAN DUNIA DAN ALAM KUBUR

PUISI ISLAMY : RENUNGAN KEHIDUPAN DUNIA DAN ALAM KUBUR

Terbentang langit di cakrawala

Terhias bintang gemerlap di atas kepala

Lampu terang tanpa berawan

Lampu terang tanpa kesulitan

Menerangi malam kesunyian

     Dengan sekejab mata kau jadikan

     Dimana langit dan bumi terpenuhi

     Segala apa yang engkau cari

     Namun……

     Oleh manusia serakah

     Yang selalu menadahkan upah

     Sang pencipta jagad raya

Manusia licik berterbangan

Mencari hakekat kehidupan

Tapi sayang……

Mereka lupa tutur kata ulama’

Dzolim pada sang Kuasa

     Padahal……

     Engkau pencipta segala

     Yang Tanpa,,,,

     Susah payah semata

Wajah tertunduk sedih bertatap malu

Membayangkan lumpur dosa yang lalu

Disuatu hari yang penuh liku liku    

Kuterjang hari hari kemaksiatan

Menindas kearifan ditengan keasyikan

Kuterjerumus kelembah kenistaan

     Aku malu….

     Kutak kuasa mengankat pengabdian

     Gelombang dosa menyantab perahu

     Perahu membisu

     Kurangkai dengan susah payah bangkit

     Menyatu

Kuhilangkan terjalan

Wajah penuh dosa, lesu, bersimpu

Menerobos jurang jurang kerakusan

Pengabdian menyantab manusia setan

Pengabdian membawa arus kesucian

Ingin kemurnian hati

Bersama hawa yang menyejukan nurani

Jeritan si bangkai dalam tanah

Menahan sakit yang parah

Yang tiada terkira

Yang belum terlihat olah mata

Yang belum terdengar oleh manusia

     Suara mayat terdengar memilukan

     Oleh sekelompok semut dalam tanah

     Bangkai tercambuk menakutkan

     Yang belum sempat di sucikan

Penghuni tanah yang basah lembab

Menyesal…

Namun sesalpun tiada guna

     Bunga kerimbunan berguguran

     Berduka atas penghuni kesepian

     Yang selalu dalam kegelapan

     Tiada sinar yang menerangkan

     Serat serat pohon merasakan

     Betapa dahsyatnya siksaan tuhan

Panas menghunus

Manusia terletak tak berdaya

Merintih sakit panas membara

Menyesal tiada arti

Berbaik tiada guna

     Hati mati tanpa di sadari

     Terjerumus rayuan setan

     Sang iblis menari

     Menyebarkan kepalsuan

Menari menyuguhkan kepalsuan

Disangka kesenangan

Namun akhirnya kesakitan

     Penjaga murka membara

     Membuang bahan bakar membara

     Wajah bengis tanpa rasa

     Tiada ampun tiada kata

Manusia bergelimit cari hati

Hilang musnah hati berduri

Kesengsaraan manusia panas terasa

Darah, nanah santapan manusia

Leave your comment here: