PENGELOMPOKAN KITAB HADITS DAN PENGARANGNYA DARI KRONOLOGI PENYUSUNANYA

PENGELOMPOKAN KITAB HADITS DAN PENGARANGNYA DARI KRONOLOGI PENYUSUNANYA

ENAM KITAB HADITS DAN ULAMA PENYUSUNNYA

KITAB HADITS yang beredar di dunia Islam cukup banyak dan beragam, namun tidak semuanya mendapat pengakuan dan dipakai oleh masyarakat secara luas. Bab ini mengetengahkan tentang pengelompokan kitab hadits, enam peringkat kitab hadits, dan biografi singkat ‘ulama penyusun enam peringkat kitab hadits tersebut.

PENGELOMPOKAN KITAB HADITS

Dari segi kronologis penyusunannya, kitab hadits dikelompokkan menjadi enam, yakni

  1. al-Musannaf adalah kitab hadits yang disusun jauh sebelum shohih Bukhori. Cirinya, hadits-haditsnya disusun berdasarkan bab-bab tertentu. Contohnya kitab al-Muwaththo’. Kitab-kitab hadits yang tergolong Musannaf ini pernah beredar di Khurasan, Kufah, Mekah, dan Madinah.
  2. al-Musnad adalah kitab hadits yang beredar sesudah periode al-Musannaf. Kitab ini disusun berdasarkan nama-nama sahabat yang meriwayatkannya. Misalnya al-Musnad yang khusus memuat hadits-hadits yang berasal dari Abu Huroiroh ra. Salah satu contohnya adalah Musnad Abu Dawud Sulaiman at-Tayasili, yang disebut sebagai Musnad pertama yang ditulis.
  3. Shohih adalah suatu kitab hadits yang menurut penyusunnya hanya mengemukakan hadits yang derajatnya atau nilainya shohih. Misalnya Shohih Bukhori, dan Shohih Muslim.
  4. al-Mu’jam adalah kitab hadits yang memuat hadits-hadits menurut nama-nama sahabat, kabilah, atau tempat hadits itu diperoleh. Dengan demikian al-Mu’jam (alfabetis) ini menyerupai indeks. Al-Mu jam yang terkenal antara lain karyakarya Thobroni: as-Shoghiir, dan al Kabiir.
  5. al-Mustadrak adalah suatu kitab hadits yang menghimpun hadits-hadits yang tidak diriwayatkan oleh kitab-kitab lainnya, padahal hadits-hadits itu dinilainya shohih. Suatu contohnya al-Mustadrak karya al-Hakim an-Naisaburi.
  6. al-Mustakhroj adalah suatu kitab hadits yang berisi kumpulan hadits tertentu. Metode penulisannya pun tidak mengikuti cara dan sanad kitab sumbernya. Jadi penyusun al-Mustakhroj ini memakai cara dan sanadnya sendiri, namun pada akhirnya bertemu dengan sanad hadits yang dicuplik dari kitab tersebut.

Contoh al-Mustakhroj yang paling terkenal adalah karya Abu Bakar al-Isma’ili yang hadits-haditsnya dicuplik dari Kitab Bukhori.

Leave your comment here: