HUKUM KEGIATAN BAKSOS SETINGAN CALEG DAN PARTAI MENJELANG PEMILU

HUKUM KEGIATAN BAKSOS SETINGAN CALEG DAN PARTAI MENJELANG PEMILU

Deskripsi Masalah:

Menjelang pileg atau bahkan pilpres, banyak sekali caleg yang melakukan

metamorphosis dengan melakukan acara baksos [bakti social] dan cara-cara

yg lain agar menarik minat masyarakat sebagai ajang pengenalan dan

sosialisasi. Tapi mirisnya, acara-acara tersebut, hanyalah settingan belaka,

yang sengaja dibuat demi mendongkrak citra baik si caleg. Bahkan ia rela

masuk gorong-gorong, atau memakai pakaian islami, walaupun nyata-nyata

caleg tersebut Non-Muslim. Dan lebih mirisnya lagi banyak orang-orang

bayaran yang direkrut untuk mensukseskan acara setingan tersebut.

Pertanyaan:

  1. Bagaimana hukum mengadakan acara setingan?

Jawaban :

Tidak boleh atau haram, sebab mengandung unsur talbis (pengelabuhan

terhadap masyarakat) karena hakikatnya calon tersebut tidak memenuhi

syarat mnjadi pemimpin (tidak layak dipilih).

  1. Apa status uang yang diterima oleh orang yang direkrut?

Jawaban:

Haram, karena suatu yang dikerjakan dari perkara haram maka tidak ada ujrah.

Refrensi:

    Ihya’ Ulumuddin (Hal.285)

    Ihya’ Ulumuddin (Hal.278)

    Ianatut Thalibin (2/95)

    Hasiyah Bujairomi (13/389)

    Kifayatul Ahyar (2/160)

    Tuhfatul Muhtaj (24/295)

    Hawasyi As-Sarwani (6/137)

    Ianatut Thalibin (2/234)

    Alhawi al-kabir (5/592)

Leave your comment here: