PENJELASAN LENGKAP NIAT, DO’A DAN ETIKA DALAM BINGKAI PERNIKAHAN

PENJELASAN LENGKAP NIAT, DO’A DAN ETIKA DALAM BINGKAI PERNIKAHAN

TUJUAN UTAMA PERNIKAHAN

Tujuan terpenting dari sebuah pernikahan adalah at-ta’abbud (beribadah), attaqarrub

(mendekatkan diri), mengikuti sunnah Nabi saw, dan mengusahakan anak dan

keturunan.

NIAT NIKAH

Niat diucapkan dengan lisan dan dimantapkan dalam hati sebelum atau saat

dimulainya prosesi akad-nikah. Berikut adalah niat lengkap yang dicontohkan ulama salaf

dalam kitab kuning saat seseorang akan melaksanakan pernikahan.

نَوَيْتُ بِهَذَا التَّزْوِيْجِ مَحَبَّةَ اللهِ عزّ وجلّ وَالسَّعْيَ فيِ تَحْصِيْلِ الْوَلَدِ لِبَقَاءِ جِنْسِ الإنْسَانِ وَمَحَبَّةَ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلم فيِ تَحْصِيْلِ مَنْ بِهِ مُبَاهَاتُهُ وَالتَّبَرُّكَ بِدُعَاءِ الْوَلَدِ الصَّالِحِ بَعْدِيْ وَطَلَبَ الشَّفَاعَةِ بِمَوْتِهِ صَغِيْرًا إذَا مَاتَ قَبْلِي وَالتَّحَصُّنَ مِنَ الشَّيْطَانِ وَكَسْرَ التَّوْقَانِ وَدَفْعَ غَوَائِلِ الشَّرِّ وَغَضَّ الْبَصَرِ وَقِلَّةَ الْوَسْوَاسِ وَحِفْظَ الْفَرْجِ مِنَ الْفَوَاحِشِ وَتَرْوِيْحَ النَّفْسِ وَإِيْنَاسَهَا بِالْمُجاَلَسَةِ وَالنَّظَرِ وَالْمُلاَعَبَةِ وَإرَاحَةً لِلْقَلْبِ وَتَقْوِيَةً لَهُ عَلَى الْعِبَادَةِ وَتَفْرِيْغَ الْقَلْبِ عَنْ تَدْبِيْرِ الْمَنْزِلِ وَالتَّكَفُّلَ بِشُغْلِ الطَّبْخِ وَالْكَنْسِ وَالْفَرْشِ وَتَنْظِيْفِ الأَوَانِي وَتَهْيِئَةِ أسْبَابِ الْمَعِيْشَةِ وَمُجَاهَدَةَ النَّفْسِ وَرِيَاضَتَهَا بِالرِّيَاسَةِ وَالْوِلاَيَةِ وَالْقِيَامَ بِحُقُوْقِ الأَهْلِ وَالصَّبْرَ عَلَى أَخْلاَقِهِنَّ وَاحْتِمَالَ الأَذَى مَنْهُنَّ وَالسَّعْيَ فِي إصْلاَحِنَّ وَإرْشَادِهِنَّ إلَى طَرِيْقِ الْخَيْرِ وَالإجْتِهَادَ فِي طَلَبِ الْحَلالِ لأَجْلِهِنَّ وَالاَمْرَ بِتَرْبِيَةِ الأَوْلاَدِ وَطَلَبَ الرِّعَايَةِ مِنَ اللهِ عَلَى ذَلِكَ وَنَوَيْتُ هَذَا وَغَيْرَهُ مِنْ جَمِيْعِ مَا أتَصَرَّفُ وَأقُوْلُهُ وَأَفْعَلُهُ فِي هَذَا التَّزْوِيْجِ لِلّهِ تَعَالَى وَنَوَيْتُ مَا نَوَاهُ عِبَادُ اللهِ الصَّالِحُوْنَ وَالْعُلَمَاءُ الْعَامِلُوْنَ . اللّهُمَّ وَفِّقْنَا كَمَا وَفَّقْتَهُمْ وَأَعِنَّا كَمَا أَعَنْتَهُمْ

“Dengan pernikahan ini aku berniat karena mencintai Allah azza wa jalla, mengusahakan

terlahirnya anak agar jenis manusia tetap berlengsung di muka bumi, karena mencintai Rasulullah saw untuk menghasilkan keturunan yang menjadi kebanggaan Beliau, mengharap berkah dari doa anak sholih setelah aku mati, mencari syafaat dari kematian anak semasa kecil yang mati sebelumku, mambentengi dari syetan, melenyapkan kerinduan dan keinginan bersetubuh, menolak ancaman perkara buruk, menjaga pandangan, meminimalisir was-was, menjaga kemaluan dari perbuatan melewati batas, menghibur dan menenangkan hati dengan duduk, memandang dan bercengkrama, merehatkan dan menguatkan hati untuk beribadah, mengurangi beban hati dari mengatur rumah, mengurangi tanggungan kesibukan memasak, menyapu,

mengatur alas, membersihkan perabotan, menyiapkan perangkat pencaharian, melatih dan meriyadlohi nafsu dengan kepemimpinan dan penguasaan, menjalankan kewajiban dan hak keluarga, bersabar atas akhlak mereka, menahan perbuatan menyakiti dari mereka, berusaha memperbaiki dan menunjukkan mereka menuju jalan kebaikan, berusaha keras mencari rizki halal untuk mereka, mendidik anak-anak dan meminta penjagaan Allah swt atas semuanya. Aku juga berniat atas hal ini dan selainnya dari apa yang aku usahakan, ucapkan, dan perbuat dalam pernikahan ini karena Allah swt. Aku berniat dengan apa yang diniati hamba-hamba Allah swt yang sholih dan ulama-ulama yang mengamalkan ilmunya. Semoga Engkaumenunjukkan jalan pada kami sebagaimana Engkau telah menunjukkan jalan pada mereka, dan menolong kami, sebagaimana Engkau telah menolong mereka”.

Pepiling…!

  1. Al-Habib Abdulloh al-Haddad dalam kitab Tatsbitul Fuad mengingatkan, bahwa

banyaknya anak-anak mati di usia dini adalah kemungkinan disebabkan

beberapa faktor, di antaranya;

  1. Adanya syubhat (jika bukan perzinahan) dalam pernikahan.
  2. Tidak mensucikan (berdoa dan menjalankan adab) saat berhubungan intim.
  3. Lupa mengingat Allah swt saat berhubungan intim.

Beliau juga mengatakan, manusia sekarang sangat melupakan hal tersebut.

Dalam pernikahan mereka tidak memiliki niat menjalankan sunnah, menjaga diri

dan menjaga pandangan, mereka hanya berkeinginan melampiaskan syahwat,

hingga mengakibatkan anak-anak mereka menjadi penyebab mereka melupakan

Allah swt, naudzu billah min dzalik.

DOA SAAT DIPERTEMUKAN DENGAN ISTRI SETELAH AKAD

Dibaca sambil menyentuh ubun-ubun isterinya. Sambil bersalaman dengan posisi

tangan suami di atas dan tangan istri di bawah. Sebelum membaca do’a ini supaya terlebih

dahulu membaca Surat Al Kautsar satu kali.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْ أَهْلِيْ وَبَارِكْ لِأَهْلِيْ فِيَّ وَارْزُقْهُمْ مِنِّيْ وَارْزُقْنِيْ مِنْهُمْ وَاجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ فِيْ خَيْرٍ وَفَرِّقْ بَيْنَنَا مَا فَرَّقْتَ فِيْ خَيْرٍ بَارَكَ اللهُ لِكُلٍّ مِنَّا فِىْ صَاحِبِهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَ مِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ اللَّهُمَّ إِنَّيْ أُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

ETIKA DASAR SEPUTAR BERHUBUNGAN INTIM

  1. Bagi istri tidak diperkenankan menolak ajakan hubungan intim. Rasulullah SAW

bersabda: Jika seorang istri dipanggil oleh suaminya karena hajat biologisnya, maka

hendaknya segera datang, meski dirinya sedang sibuk (HR Turmudzi).

Dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda: Allah melaknat wanita yang menunda-nunda, yaitu seorang istri ketika diajak suaminya ke tempat tidur, tetapi ia

berkata, ‘nanti dulu’, sehingga suaminya tidur sendirian (HR Khatib).

Dalam hadis lain dituturkan: Jika suami mengajak tidur istrinya, lalu sang istri menolak, yang menyebabkan sang suami marah kepadanya, maka malaikat akan melaknat istri

tersebut sampai pagi tiba (HR Bukhari dan Muslim).

  1. Berhias diri, di antaranya:
  2. Mandi dan membersihkan bagian tubuh yang merupakan lima organ fitrah,

sebagaimana dituturkan Rasulullah SAW: Lima hal yang termasuk fitrah (sesuci),

yakni mencukur kumis, mencukur bulu ketiak, memotong kuku, mencukur bulu

kemaluan, dan khitan.

  1. Menggunakan wewangian, yang paling utama adalah kasturi.
  2. Memakai celak, dan jenis celak terbaik ialah yang terbuat dari bahan itsmid.

  1. Mencari waktu yang tepat. Imam As-Syafi’i mengatakan, waktu yang baik adalah

malam Senin, Kamis dan Jum’at, karena Nabi saw melakukan pada malam-malam itu.

Waktu ideal adalah waktu setelah shalat Isya’ dan setelah shalat subuh dan waktu

senggang lainnya. Makruh berhubungan intim di awal, tengah dan akhir bulan, karena

syaitan hadir dalam tiga malam tersebut.

  1. Mencari tempat yang nyaman dan merahasiakan apa yang terjadi diantara suami istri

pada waktu hubungan intim. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Said Khudri, ia

menuturkan, Rasulullah SAW bersabda: “Selazimnya bagi kaum lelaki diantara kalian

yang hendak memenuhi hajat biologisnya, mencari tempat yang nyaman, jauh dari

hiruk pikuk keluarganya, dan menutup pintu rapat-rapat, serta mengenakan sehelai

kain, barulah hubungan intim (bersetubuh). Kemudian apabila telah selesai hubungan

intim, hendaknya tidak menceritakan hubungan badannya kepada orang lain”.

  1. Memperhatikan kondisi fisik. Usahakan melakukan hubungan badan saat kondisi fisik

dalam keadaan fit (segar bugar), yakni pencernaan makanan lancar, tensi tubuh

seimbang antara panas dan dingin, kondisi perut tidak kenyang dan tidak lapar.

ADAB SUAMI ISTRI SAAT MENGHENDAKI DAN DI TENGAH HUBUNGAN BADAN

Dalam menjalani hubungan ‘intim’ antara suami istri, islam mengajarkan berbagai

macam etika yang telah diatur berdasarkan hadits-hadits Nabi dan termaktub dalam kitabkitab

kuning, di antaranya :

  1. Mencari waktu seusai shalat
  2. Menata hati sebersih mungkin sebelum melakukan hubungan intim.
  3. Berwudhu, bendandan dan memakai wangi-wangian terlebih dahulu.
  4. Disunahkan bagi seorang suami dimalam pengantin saat berkeinginan menjalani

hubungan intim, terlebih dahulu memegang rambut depan (ubun-ubun) istrinya sambil

berdoa :

اللَهمَ إنِّي أسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ ، وَأعُوْذُ بك مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada mu kebaikannya (isteri) dan kebaikan

apa yang saya ambil dari padanya, serta aku berlindung kepadaMu dari kejahatannya

dan kejahatan apa yang aku ambil daripadanya” (HR. Ibn Majah dan Abu Dawud dari

Umar Bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nail al-Authaar VI/189).

  1. Disunahkan membaca Basmalah sebelum menjalani hubungan intim kemudian

membaca Al-Ihlash dilanjutkan dengan membaca takbir (Allaahu Akbar), tahlil (Laa

Ilaaha Illallaah) dan disunnahkan meskipun kecil harapan mendapatkan keturunan dari

hubungan intimnya untuk berdoa :

 بِاسْمِ اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، اللّهمّ اجْعَلْهَا ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً، إنْ كُنْتَ قَدَرْتَ أنْ تُخْرِجَ ذَلِكَ مِنْ صُلْبِي » « اللّهمّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَارَزَقْتَنَا

“Dengan menyebut nama Allah yang agung, Ya Allah, jadikanlah ia anak yang baik bila

Engkau takdirkan ia lahir dari keturunanku, jauhkanlah kami dari syaitan dan

jauhkanlah syaitan dari anak yang akan Engkau karuniakan kepada kami” (HR. Abu

Daud).

  1. Meminta istri tidur di samping kanan dari suami saat memulai hubungan intim, karena

saat hubungan intim dimulai dari arah kanan, insyaAllah dikaruniai anak laki-laki.

  1. Diawali dengan cumbuan, sentuhan dan ciuman.

  1. Posisi istri tidur terlentang, kaki diangkat dan pantat diganjal dengan bantal kecil serta

suami berada di atasnya.

  1. Berpaling dari arah kiblat, jangan menghadap kiblat saat menjalani hubungan intim

sebagai bentuk penghormatan pada kiblat.

  1. Melucuti semua pakaian, namun menutupi tubuh suami-istri dengan memakai penutup

tipis, dan jangan melakukan hubungan intim dengan telanjang tanpa penutup, karena

ini hukumnya makruh. Seperti sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa salam “Bila salah

seorang diantara kalian hendak mendatangi istrinya, pakailah penutup dan janganlah kalian berdua telanjang seperti telanjangnya keledai” (HR. Ibn Maajah).

  1. Dimakruhkan terlalu banyak pembicaraan saat melakukan hubungan intim.

  1. Saat akan mengeluarkan sperma, berdoa dalam hati tanpa menggerakkan bibir;

الحمد لله الّذي خلق من الماء بشرا، فجعله نسبا وصهرا وكان ربك قديرا

  1. Dan disunahkan juga untuk selalu dzikir kepada Alloh SWT dalam hati selama besetubuh, mengingat para Nabi atau wali-wali Allah swt agar anaknya bisa seperti

Mereka

  1. Saat seorang suami telah mencapai orgasme (mengeluarkan sperma), jangan berlalu

begitu saja, hantarkan secara perlahan-lahan istrinya dalam mencapai orgasme karena

terkadang pencapaian klimaks seorang wanita datangnya belakangan.

  1. Bila tanpa adanya ‘udzur (halangan), jangan biarkan empat malam sekali berlalu tanpa

hubungan badan.

  1. Saat istri tengah datang bulan, sementara keinginan berhubungan tak dapat

tertahankan, untuk menghindari keharaman sebaiknya istri memakai kain penutup

pada anggota tubuh antara pusar dan lutut saat mencumbuinya.

  1. Bagi yang menginginkan mengulangi hubungan intim untuk yang kesekian kalinya

sebaiknya terlebih dahulu dicuci kelaminnya.

  1. Apabila menghendaki tidur dan makan, maka sunnah berwudhu seperti wudhu ketika

hendak melaksanakan shalat.

  1. Apabila mimpi basah, maka janganlah langsung berhubungan badan, sebelum

membasuh kemaluannya atau kencing terlebih dahulu.

  1. Apabila menghendaki kembali ke tempat tidur, seyogyanya dibersihkan permukaannya

dengan diusap atau di-kebut-kan.

  1. Haram dan dosa besar menyetubuhi istri pada liang dubur (anal sek)

MANDI WAJIB SETELAH BERHUBUNGAN INTIM

Rukun-rukun mandi

Ada 2 (dua) yaitu:

  1. Niat pada saat awal membasuh anggota badan. Yaitu niat menghilangkan hadats sesuai

dengan hadats yang dialami (haid dll), atau juga bisa dengan niat mandi wajib. Dan

tidak cukup dengan hanya niat mandi saja. Tempatnya niat adalah dalam hati,

sedangkan mengucapkan niat seperti:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الأكْبَرِ فَرْضًا لله تعالى

hukumnya adalah sunah.

Sebaiknya niat dilaksanakan bersamaan dengan membasuh bagian qubul atau dubur

yang tampak ketika jongkok diwaktu buang hajat. Hal ini perlu diperhatikan, karena

bagian anggota tersebut wajib dibasuh, dan sering terlupakan.

  1. Mengalirkan air pada seluruh bagian tubuh yang terlihat (anggota dzahir), kulit

maupun rambut, baik tebal atau tipis. Oleh karena itu, wajib untuk mengurai rambut

yang digelung atau diikat, agar air bisa sampai ke dalam. Termasuk bagian tubuh yang

harus dibasuh adalah kuku, kulit yang ada dibawah kuku, bagian farji atau dubur yang

terlihat ketika jongkok saat buang hajat. dan kemaluan bagian dalam laki laki yang

belum khitan. Hendaknya orang yang mandi meneliti bagian tubuhnya. Terutama

lipatan–lipatan tubuh. Hal ini demi untuk memastikan bahwa air telah sampai pada

seluruh bagian tubuh.

Sunah-sunah mandi

Di antara sunah-sunah mandi adalah:

  1. Membaca Basmalah.
  2. Wudlu secara sempurna sebelum mandi, dengan niat manghilangkan hadats kecil, jika

punya hadats kecil. Dan niat sunah mandi, jika tidak punya hadats kecil. Sedangkan

bentuk niatnya adalah:

نَوَيْتُ الْوُضُوءَ لِسُنَّةِ الْغُسْلِ لله تعالى

  1. Menggosok-gosokkan tangan pada anggota yang terjangkau.
  2. Muwalah, yaitu membasuh anggota badan, ketika anggota badan yang dibasuh

sebelumnya, masih basah atau belum kering.

  1. Mendahulukan anggota kanan dari pada anggota kiri, baik tubuh bagian depan atau

belakang.

  1. Kencing bagi yang penyebab hadats besarnya keluar sperma. Supaya sisa sperma yang

masih ada di dalam bisa keluar.

  1. Sunah untuk tidak memotong kuku, rambut dan lain-lain dari anggota badan saat

haidl/nifas. Karena ada keterangan, kelak di akhirot anggota badan yang belum

disucikan akan kembali kepemiliknya masih dalam keadaan jinabat (belum disucikan)

akan tetapi bila terlanjur di potong maka yang wajib dibasuh adalah tempat (bekas)

anggota yang dipotong bukan potongan dari anggota itu.

MASA KEHAMILAN

  1. Do’a hamil dibaca setiap hari dan ditiupkan pada pusarnya istri yang hamil mulai bulan

ketiga sampai 4

بسم الله الرحمن الرحيم . اللّهمّ احْفَظْ وَلَدَ زَوْجَتِيْ مَادَامَ فَي بَطْنِهَا  وَاشْفِهِ مَعَ أُمِّهِ . أنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَاءَ إلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا وَلاَ ألَمًا . اللَهمّ صَوِّرْهُ صُوْرَةً حَسَنَةً جَمِيْلَةً كَامِلَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إيْمَانًَا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ مَادَامَ حَيَاتِهِ فِي الدُّنْيَا وَالأخِرَةِ. اللّهمّ أخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِهَا فِيْ وَقْتِ وِلاَدَتِهَا سَهْلاً وَسَلاَمًا  وَسَيِّدًا فِي الدُّنْيَا وَالأخِرَةِ. اللّهمّ تَقَبَّلْ دُعَاَءَنَا كَمَا تَقَبَّل دُعَاءَ نَبَيِّكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم

  1. Surat yang dibaca ketika istri hamil 3-4 bulan

يس- محمد- واقعة- الرحمن-الملك- يوسف- الكهف- النساء- سجدة

  1. Surat yang dibaca 7 bulan:

التوبة- محمد- يس

Diiringi do’a:

اللّهمّ احْفَظْ وَلَدَ ….. ناما إيستري ………. زَوْجَتِيْ مَادَامَ فَي بَطْنِهَا  وَاشْفِهِ مَعَ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم نَبِيُّكَ وَرَسُوْلُكَ . أنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَاءَ إلاَّ شِفَاؤُكَ عَاجِلاً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا. اللَهمّ صَوِّرْهُ فِيْ بَطْنِهَا صُوْرَةً حَسَنَةً جَمِيْلَةً كَامِلَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إيْمَانًَا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ مَادَامَ حَيَاتِهِ فِي الدُّنْيَا وَالأخِرَةِ. اللّهمّ أخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِهَا فِيْ وَقْتِ وِلاَدَتِهَا سَهْلاً وَتَسْلِيْمًا فِي الدُّنْيَا وَالأخِرَةِ. اللّهمّ تَقَبَّلْ دُعَاَءَنَا كَمَا دُعَاءَ نَبَيِّكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم . اللّهمّ احْفَظِ الْوَلَدَ الذِيْ أخْرَجْتَ مِنْ عَالَمِ الظُّلْمِ إلَى عَالَمِ النُّوْرِ وَاجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً عَاقِلاً لَطِيْفًا . اللّهمّ اجْعَلْهُ شَهِيْدًا مُبَارَكًا وَحَافِظًا مِنْ كَلاَمِكَ الْمَكْنُوْنِ وَكِتَابِكَ الْمَحْفُوْظِ. اللّهمّ طَوِّلْ عُمْرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَافْصَحْ لِسَانَهُ بِقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَالْحَدِيْثِ. اللّهمّ اجْعَلْهُ صَبْرًا مِنَ الْمَرَضِ وَالأَسْقَامِ وَالْعَطْسِ بِبَرَكَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَجَمِيْعِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ . اللّهمّ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

  1. Ketika mulai hamil sampai melahirkan sebaiknya membaca sholawat 313 atau 1000 kali

kemudian ditiupkan pada pusar sang istri.

  1. Surat yang dibaca ketika neloni dan mitoni

Dibaca oleh istri:

  1. Kahfi 1 kali
  2. Thoha 1 kali
  3. luqman 41 kali
  4. waqi’ah 3 kali
  5. Al-mulk 3kali

Dibaca suami :

  1. Maryam 3 kali
  2. Yusuf 3 kali
  3. Setiap malam jum’at dibacakan sholawat minimal 313 kali tangan kiri sambil

memegang pusar istrinya kemudian disuwukkan.

Faidah

Ø Asma “ Ya Mubdi’u(ياَمُبْدِئُ  ) ” bila dibacakan pada istri yang sedang hamil pada waktu sahur sebanyak 29 kali, insyaAllah kandungannya diberi keselamatan, tidak keguguran.

MELAHIRKAN

Beberapa hal yang disunahkan setelah bayi lahir antara lain.

  1. Sebelum dimandikan, sunah diadzani pada telinga sebelah kanan.
  2. Setelah adzan sebelum diiqamahi, pada telinga sebelah kanan dibacakan;

– Surat al-Quraisy 3/7/11 kali

– Surat Al-Ikhlash 3 kali & Mu’awidzatain di sela-sela membaca al-Quraisy di atas.

– Surat إنَّا أنْزَلْنَاهُ في لَيْلَةِ الْقَدْرِ

agar oleh Allah selama hidupnya tidak ditaqdirkan berzina.

– Doa:

إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

– Kemudian baru diiqamahi telinga kirinya. Dengan adzan dan iqamah, insya Allah

anak yang terlahir tidak akan diganggu oleh syaitan. Dan supaya pelajaran tauhid

adalah merupakan suara pertama kali yang masuk ke telinganya. Di samping untuk

mengikuti sunah Rasulullah ketika mengadzani telinga Sayyid Hasan saat dilahirkan

oleh Sayyidah Fathimah Az-Zahro.

  1. Diolesi dengan kurma (jawa: dicetaki).

Caranya: Kurma dikunyah terlebih dulu, kemudian dimasukkan ke mulut bayi dengan

menggosokkannya kelangit-langit mulu, sehingga ada sebagian kurma yang tertelan.

Kalau tidak ada kurma, maka bisa dengan makanan yang manis dan tidak dimasak

dengan api. Seyogyanya dicarikan orang yang sholeh, agar si bayi mendapat barokah

dengan menelan ludahnya.

  1. Diaqiqahi dengan menyembelih dua ekor kambing untuk bayi laki-laki dan satu ekor

untuk bayi perempuan. Persyaratan kambing yang digunakan aqiqah sama dengan

kambing untuk qurban. Dan hal ini dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran bayi.

  1. Diberi nama yang baik, pada hari ketujuh kelahirannya. Rasulullah bersabda:

إِنَّكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُمْ وَأَسْمَاءِ آبَائِكُمْ فَأَحْسِنُوا أَسْمَاءَكُمْ

 “Sesungguhnya di hari kiamat kamu sekalian akan dipanggil dengan nama-nama kamu

sekalian dan nama-nama bapak kamu sekalian. Maka buatlah nama yang baik bagi kamu

sekalian ”. (HR. Abu Daud).

Adapun nama yang paling baik adalah Abdullah, lalu Abdurrohman. Kemudian “Abdu”

yang dirangkai dengan salah satu asma-asma Allah SWT. Seperti Abdul Mu’id, Abdul

Qoyyum, Abdurrozaq dll. Kemudian Muhammad dan selanjutnya Ahmad.

  1. Mencukur keseluruhan rambut bayi, pada hari ke tujuh kelahirannya dan setelah

diaqiqahi. Kemudian disunahkan bershodaqoh emas atau perak seberat rambut yang

dicukur ataupun dengan nilai krusnya.

TIPS DAN FAIDAH KHUSUS

  1. Rahasia mendapatkan anak laki-laki

Resep 01 : Membaca basmalah sebelum berhubungan intim, membaca surat ihlash,

takbir, tahlil dan berdoa dengan doa :

بِاسْمِ اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، اللّهمّ اجْعَلْهَا ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً، إنْ كُنْتَ قَدَرْتَ أنْ تُخْرِجَ ذَلِكَ مِنْ صُلْبِي » « اللّهمّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَارَزَقْتَنَا

Kemudian memerintahkan istrinya tidur miring dengan posisi lambung kanan di bawah.

Resep 02 : Dalam kitab hasyiah bujairami dari Nabi saw, bahwa yang menghendaki

anak laki-laki, hendaknya pada awal kehamilan, meletakkan tangan di perut istri dan

berdoa :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ إنِّي أُسَمِّي مَا فِي بَطْنِهَا مُحَمَّدًا فَاجْعَلْهُ لِي ذَكَرًا

Resep 03 : Meminta istri tidur di samping kanan dari suami saat memulai hubungan

intim, karena saat hubungan intim dimulai dari arah kanan, insyaAllah dikaruniai anak

laki-laki.

Resep 04 : Dari Ja’far Shadiq ra : jika kamu hendak melakukan hubungan badan dan

telah siap melakukannya, letakkanlah tangan kananmu pada arah kanan pusar istri dan

bacalah surat  إنَّا أنْزَلْنَاهُ في لَيْلَةِ الْقَدْرِ 7 x, niscaya akan mendapatkan anak laki-laki.

Resep 05 : Dari kitab makarimul akhlaq hal 82, jika istri kamu hamil hadapkanlah kiblat

dan bacakanlah ayat kursi kemudian suwukkanlah pada jidatnya dan berdoa:

اللّهمّ قَدْ سَمَّيْتُهُ مُحَمَّدًا

maka Allah akan menjadikan anak laki-laki.

  1. Rahasia memperoleh anak hebat

Saat akan keluar sperma, membaca dalam hati ayat :

لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

Maka anak akan dikaruniai ilmu, budi pakerti dan amal melebihi dari kedua orang

tuanya.

  1. Doa saat melahirkan.

Seorang Ibu yang sedang melahirkan, sunah untuk dibacakan disampingnya bacaan dan

doa sbb:

v    أيَة الكرسي

v    المعوذتين

v    {إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ } [الأعراف: 54]

v    لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

v    {لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ } [الأنبياء: 87]

Keterangan:Do’a nomor empat dan lima sunah dibaca sebanyak-banyaknya.

  1. Tips agar diberi kelancaran dan kemudahan melahirkan
  2. Suami mencari wadah yang baru seperti piring atau mangkok, kemudian ditulisi:

اُخْرُجْ أَيُّهَا الْوَلَدُ مِنْ بَطْنٍ ضَيِّقَةٍ إلَى سَعَةِ هَذِهِ الدُّنْيَا ، اُخْرُجْ بِقُدْرَةِ اللَّهِ الَّذِي جَعَلَك : { فِي قَرَارٍ مَكِينٍ إلَى قَدَرٍ مَعْلُومٍ } {لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (21) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (22) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (23) هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (24) } [الحشر: 21 – 24] { وَنُنَزِّلُ مِنْ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ }

Kemudian dilebur dengan air, lalu diminumkan dan dipercikkan pada wajahnya

Doa yang dibaca istri ;

{ يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ } [الحج: 2]

Lalu ditiupkan dalam gelas berisi air dan diminum.

Doa yang dibaca suami ;

بسم الله الرحمن الرحيم حَنَّةْ وَلَدَتْ مَرْيَمَ وَمَرْيَمُ وَلَدَتْ عِيْسَى أُخْرُجْ أيُّهَا الْمَوْلُودُ بِقُدْرَةِ الْمَلِكِ الْمَعْبُوْدِ

Ditiupkan pada air dalam wadah, diminumkan istri dan diusapkan perut.

Apabila mempunyai air zamzam, bagus untuk diminumkan istri saat memulai sakit

menjelang melahirkan. Sebelum diminum membaca basmalah dan dalam hati

meminta agar istri diberi kemudahan melahirkan serta selamat lahir bathin

bersama dengan jabang bayi yang lahir.

Leave your comment here: