UNGKAPAN DAN CURHATAN RAMADHAN YANG SANGAT MENYEDIHKAN

UNGKAPAN DAN CURHATAN RAMADHAN YANG SANGAT MENYEDIHKAN

Sahabat…..

Kamu bilang AKU mulia , tapi kamu perlakukan AKU biasa saja…

Kamu bilang AKU bulan Turun nya Al qur’an , tapi kok enggak ada waktu utk tadarusan eh…..sekarang malah sibuk mikirin lebaran…

Kamu bilang AKU bulan ibadah sekedar tarawih aja banyak yg enggak di kerjakan alasan nya sdh capek & lelah…

Kamu bilang AKU bulan ampunan, AKU tunggu doa mu, tapi kamu lebih asyik dgn gurauan …

Kamu bilang AKU lebih baik dari seribu bulan, AKU tunggu Ruku’,sujud & tilawah kamu di hari terakhir tp kamu lebih memilih malam mu dgn mimpi” semu…

  • ∂hªß∂t.. Sbntar lagi AKU akan pergi, meninggalkan kamu utk waktu yg lama, 11 bulan lg AKU pasti kembali tapi AKU enggak tau apa kamu bisa menemuiku lagi…😥

Kecewa, mnyesal & menangislah sekarang mumpung kamu masih dalam pelukan KU, jika ini mnjadi perjumpaan terakhir kita yg kelak akan jadi saksi cintamu padaku….❤

Menangislah Sebelum Ramadahan Pergi

Sebelum Ramadhan Pergi ….. Kita pernah berjanji mengkhatamkan Qur’an.. Setelah Ramadhan di akhir hitungan, kita tak jua beranjak dari juz awalan..

*Menangislah..*

Sebelum Ramadhan Pergi …….. Kita pernah berjanji menyempurnakan qiyamullail yang bolong penuh tambalan.. Setelah Ramadhan di akhir hitungan, kita tak jua menyempurnakan bilangan..

*Menangislah..*

Sebelum Ramadhan Pergi ………. Kita berdoa sejak Rajab dan Sya’ban agar disampaikan ke Ramadhan.. Setelah Ramadhan di akhir hitungan.. Ternyata masih juga tak bisa menahan dari kesia-siaan.. Ternyata masih juga tak bisa menambah ibadah sunnah.. Bahkan.. Hampir terlewat dari menunaikan yang wajib…

*Menangislah..*

Dan tuntaskan semuanya malam ini.. atas i’tikaf yang belum juga kita kerjakan.. atas lembaran Qur’an yang menunggu dikhatamkan.. atas lembaran mata uang yang menunggu disalurkan.. atas sholat sunnah yang menunggu jadi amal tambahan..

*Menangislah..*

Lebih keras lagi… Karena Allah tidak menjanjikan apapun untuk Ramadhan tahun depan.. Apakah kita masih disertakan..

Surat Perpisahan

Saudaraku,

Aku akan pulang…

Sudah di 18 hr pertama(1/2 bulan lebih)bertamu namun seringkali aku ditinggal sendirian.

Walau sering dikatakan istimewa namun perlakuanmu tak luar biasa.

Oleh-olehku nyaris tak kau sentuh…

Alquran hanya dibaca sekilas, kalah dengan update status smartphone dan tontonan.

Shalat tak lebih khusyu, kalah bersaing dengan ingatan akan lebaran.

Tak banyak kau minta ampunan, karena sibuk menumpuk harta demi THR dan belanjaan.

Malam dan siang mu tak banyak dipakai berbuat kebajikan, kalah dengan bisnis yang sedang panen saat Ramadhan.

Tak pula banyak kau bersedekah, karena khawatir tak cukup buat mudik dan liburan.

Saudaraku, aku seperti tamu yang tak diharapkan. Hingga, sepertinya tak kan menyesal kau kutinggalkan.

Padahal aku datang dengan kemuliaan, seharusnya tak pulang dengan kesiaan.

Percayalah,

Aku pulang belum tentu kan kembali datang, sehingga seharusnya kau menyesal telah menelantarkan.

Masih ada 12 hari kita bersama,

Semoga kau sadar sebelum aku benar-benar pulang…

“Karena umurmu hanyalah cerita singkat yang akan dipertanggungjawabkan dengan panjang”.

Leave your comment here: