PEMBAGIAN HARTA WARISAN KEPADA AHLI WARIS MENURUT ISLAM

PEMBAGIAN HARTA WARISAN KEPADA AHLI WARIS MENURUT ISLAM

Ahli Waris Laki-laki

  • Anak Laki-laki
  • Cucu L dari anak L
  • Bapak
  • Kakek (ayahnya ayah)
  • Saudara L (sekandung,seayah dan seibu)
  • Anak L dari saudara L sekandung/seayah
  • Paman (saudara sekandung dngn ayah/seayah dngn ayah)
  • Anak L paman (saudara sekandung dngn ayah/seayah dngn ayah)
  • Orang L yang memerdekakan
  • Suami

Ahli Waris Perempuan

  • Anak P
  • Cucu P dari anak L
  • Saudara P (sekandung, seayah, dan seibu)
  • Ibu
  • Nenek (ibunya ibu/ibunya ayah)
  • Perempuan yang memerdekakan
  • Istri

Furudul Muqoddaroh / Bagian Pasti: ½ ,1/4 ,1/8 , 1/3 , 1/6 , 2/3 , 1/3 sisa.

  • Ahli Waris Yang Mendapat Bagian 1/2:

1.Suami mendapat bagian ½ dengan syarat :

Tidak ada Furuk (anak, cucu, dst). Jika ada Furuk, maka Suami mendapat bagian 1/4.

2.Anak Perempuan mendapat bagian ½ dengan syarat :

  • Tidak ada Anak laki-laki yang mengashobahkannya. Jika ada anak laki-laki yang mengashobahkan, maka bersama-sama anak laki-laki tersebut mendapat Ashobah Bilghairi.
  • Hanya satu, jika lebih dari satu maka mendapat bagian 2/3.

3.Cucu perempuan dari anak laki-laki mendapat bagian ½ dengan syarat :

  • Tidak ada anak kandung. Jika ada anak laki-laki maka cucu perempuan Mahjub, jika ada anak perempuan satu maka mendapat bagian 1/6. Jika ada anak perempuan lebih dari satu maka Mahjub.
  • Tidak ada orang yang mengasobahkan ( cucu laki-laki dari anak laki-laki ).
  • Hanya satu, jika lebih dari satu, maka mendapat bagian 2/3.

4.Saudara perempuan sekandung mendapat bagian ½ dengan syarat :

  • Tidak ada Furuk; jika ada anak laki-laki atau cucu laki-laki maka Mahjub, jika ada anak perempuan satu atau cucu perempuan, maka mendapat asobah.
  • Tidak ada orang yang mengasobahkan ( saudara laki-laki sekandung ).
  • Tidak ada ayah, jika ada ayah maka suadara sekandung mahjubd. Hanya satu, jika lebih dari satu maka mendapat bagian 2/3.

5.Saudara perempuan seayah mendapat bagian ½ dengan syarat :

  • Tidak ada Furu’. Jika ada furuk laki-laki (anak laki-laki atau cucu laki-laki) maka Mahjub, dan jika ada furuk perempuan (anak perempuan satu atau cucu perempuan satu) maka mendapat bagian asobah .
  • Tidak ada orang yang mengasobahkan ( saudara laki-laki seayah ).
  • Tidak ada ayah, jika ada ayah maka mahjub.
  • Hanya satu, jika lebih dari satu maka mendapat bagian 2/3.
  • Tidak ada saudara sekandung, jika ada saudara laki-laki sekandung maka Mahjub. Jika ada saudara perempuan sekandung satu (mendapat bagian ½ ), maka mendapat bagian 1/6. Jika ada saudara perempuan sekandung lebih dari satu maka Mahjub. Jika saudara perempuan sekandung mendapat Asobah karena bersama -sama dengan anak perempuan atau cucu perempuan, maka saudara seayah Mahjub.

  • Ahli Waris Yang Mendapat Bagian ¼.
  • Suami dengan syarat ada furu’.
  • Istri dengan syarat tidak ada furu’, jika ada furu’ maka istri mendapat bagian 1/8.

  • Ahli Waris Yang Mendapat Bagian 1/8.
  • Istri baik satu atau lebih dengan syarat ada furu’.

  • Ahli Waris Yang Mendapat Bagian 2/3.
  • Anak perempaun dengan syarat: lebih dari satu dan syaratnya sama dngn ketika mendapat 1/2
  • Cucu perempuan dari anak laki-laki dengan syarat : lebih dari satu dan syaratnya sama dngn ketika mendapat 1/2
  • Saudara perempuan sekandung dengan syarat: lebih dari satu dan syaratnya sama dngn ketika mendapat 1/2
  • Saudara perempaun seayah dengan syarat: lebih dari satu dan syaratnya sama dngn ketika mendapat 1/2

  • Ahli Waris Yang Mendapat Bagian 1/3.
  • Ibu dengan syarat :
  • tidak ada furu’ ( anak atau cucu ), jika ada furu’ maka ibu mendapat bagian 1/6.
  • Tidak ada saudara lebih dari satu, jika ada saudara lebih dari satu, ibu mendapat bagian 1/6.
  • Suadara perempuan atau laki-laki seibu dengan syarat: lebih dari satu dan tidak ada orang yang memahjubkan ( Ayah, kakek, furuk ).

  • Ahli Waris Yang Mendapat Bagian 1/6.
  • Ayah dengan syarat tidak ada furu’. jika ada furuk laki-laki maka ayah mendapat bagian 1/6, jika ada furuk perempuan maka ayah mendapat bagian 1/6 dan sisa.
  • Ibu dengan syarat: ada furu’ dan ada saudara lebih dari satu.
  • Kakek dengan syarat:a. Tidak ada ayah, jika ada ayah maka kakek menjadi mahjubb. Ada furuk.
  • Cucu perempuan dari anak laki-laki (satu atau lebih) dengan syarat :
  • Ketika bersama-sama dengan anak perempuan yang mendapat bagian1/2.
  • Tidak ada orang yang mengasobahkan ( cucu laki-laki ), jika ada cucu laki-laki bersama-sama cucu laki-laki mendapat asobah bilgoiri.
  • Saudara perempuan seayah dengan syarat:
  • Ketika bersama-sama dengan saudara perempuan sekandung yang mendapat bagian ½
  • Jika ada saudara perempuan sekandung lebih dari satu dan ada anak perempuan/cucu perempuan (tidak mendapat bagian ½ artinya mendapat bagian 2/3, atau asobah), maka saudara perempuan seayah adalah mahjub.
  • Tidak ada orang yang mengasobahkan ( saudara laki-laki seayah ).
  • Nenek dengan syarat Tidak ada ibu, jika ada ibu maka nenek mahjub.
  • Suadara laki-laki atau perempuan seibu dengan syarat:
  • Hanya satu.
  • Tidak ada orang yang menghalangi ( furuk, bapak dan kakek ).

Leave your comment here: