HUKUM PAKAIAN BERGAMBAR YANG DI GUNAKAN UNTUK SHOLAT

HUKUM PAKAIAN BERGAMBAR YANG DI GUNAKAN UNTUK SHOLAT

Deskripsi masalah :

Shalat merupakan salah satu amal ibadah hamba untuk berhadapan dengan sang khaliq (pencipta) di dalam shalat disunnahkan untuk menghadirkan kekusyukan menurut mayoritas ulama beda halnya dengan Imam Al- Ghazali yang berpendapat bahwa kusyuk merupakan syarat sah untuk shalat, nah untuk memperdapat kekusyukan harus di lakukan berbagai cara dan menjauhi beberapa perkara yang lain.

Pertanyaan :

Bagaimanakah hukum memakai pakaian bergambar dalam shalat ?

Jawaban :

Disunnahkan ketika shalat untuk memakai pakaian yang tidak ada gambarnya karena dengan hal ini dapat menyebabkan kurangnya kekusyukan makmum dibelakang bila gambarnya dibelakang dan menghilangkkan kekusyukan pada dirinya bila gambarnya didepan. oleh karena itu dalam kitab-kitab fiqh hukum memakai pakaian bergambar dalam shalat di hukumi makruh.

Referensi:

Nihayatut zain hal 48

ويكره أن يصلي في ثوب فيه صورة وأن يصلي الرجل متلثما والمرأة متنقبة إلا أن تكون في مكان وهناك أجانب لا يحترزون من النظر إليها فلا يجوز لها رفع النقاب إلا إذا سترت وجهها بشيء آخر

Fiqh a’la mazahibil arbaa’h 1 hal 252:

و منها ان يكون بين يديه ما يشغله من صورة حيوان او غيرها فاذا لن يشغله لا تكره الصلاة اليها و هذا عند المالكية و الشافعية

Ianatuttalibin juz 1 hal 114:

ويكره أن يصلي في ثوب فيه صورة أو نقش لأنه ربما شغله عن صلاته

Leave your comment here: