MENGENANG JASA SAYYIDINA UMAR BIN KHOTTOB RA DI TAHUN BARU ISLAM

MENGENANG JASA SAYYIDINA UMAR BIN KHOTTOB RA DI TAHUN BARU ISLAM

Menjelang wafat pada tahun 634 M, Abu Bakar As-Shiddiq Ra berwasiat Umar sebagai penggantinya. Umar enggan memakai sebutan khalifah, tetapi memakai sebutan Amirul mukminin, pemimpin orang-orang beriman. Gelar Amirul Mukminin dalam sejarah Islam hanya disandang oleh Umar bin Khattab Ra.

Khalid Muhammad Khalid dalam Kehidupan para Khalifah teladan menulis, “Menemui Amirul Mukminin tidak seperti menemui raja dan penguasa lainnya. Keadaannya jauh berbeda. Tidak ada tempat bagi makanan, minuman yang nyaman dan kehidupan yang penuh kenikmatan. Ia ahli ibadah yang ibadahnya membangkitkan kecerdasan, amal dan kebangkitan. Dia adalah pengajar yang membetulkan pengertian-pengertian kehidupan.”

Selama 10 tahun memimpin, Umar merilis beragam kebijakan. Diantaranya,  dialah yang pertama memakai pegawai khusus untuk mengurusi pungutan dan premi. Mengutip Atlas Sejarah Islam (2011), pungutan itu dipakai untuk menggaji tentara dan kemashlahatan kaum Muslimin. Pungutan ini ada 4 macam: kharaj, usyur (1/10 hasil bumi), sedekah dan jizyah (12 dirham per tahun). Umarlah yang memerintahkan agar mata uang dirham bertuliskan “Allahu akbar.”

Umar melakukan terobosan yaitu menghentikan pendistribusian zakat untuk salah satu asnaf, yaitu orang-orang yang baru masuk Islam, alasannya karena kondisi negara telah kuat. Atas saran Ali bin Abi Thalib, umar memungut zakat atas kuda yang oleh Rasulullah dibebaskan dari zakat. Karnaen A. Perwataatmadja dalam Jejak rekam Ekonomi Islam (2008) menyebut terobosan ini merupakan tuntutan pada saat itu. Kuda tidak pernah dikembangkan untuk diperdagangkan dalam skala besar pada masa Rasulullah dan hanya dipakai sebagai alat transportasi, sedangkan di masa Umar memimpin, kuda-kuda diternakkan dan diperdagangkan dalam jumlah besar.

Selain itu Umar tercatat pernah menaklukkan Suriah dan palestina. Kemudian Irak dan Persia. Di Yerussalem, Umar terlibat dalam pembangunan masjid yang kemudian dikenal dengan “Masjid Umar”. Prestasi lainnya yang perlu dikenang di masa Amirul Mukminin ini adalah penerapan kalender Hijriyah.

KLIK DI SINI UNTUK PENJELASAN LENGKAP SEJARAH KALENDER HIJRIYYAH

DO’A AKHIR DAN AWAL TAHUN BARU ISLAM

KIAT AGAR KITA SEMAKIN BAIK DI SISI ALLOH DI AWAL TAHUN BARU ISLAM

Sebelum meninggal dunia, lagi-lagi Umar tak lelah memikirkan nasib generasi penerusnya. Amirul Mukminin masih sempat membentuk majelis Syura untuk memilih penggantinya. Ada enam sahabat yang tergabung didalamnya, diantaranya: Usman bin Affan, Ali bin Abi thalib, Thalhah, Zubair bin Awwam, Sa’ad hingga Abdurrahman bin Auf. Pada akhirnya, Usman bin Affan yang terpilih sebagai penggantinya.

Majid ali Khan dalam Sisi hidup para Khalifah Saleh (2000), menyebut Umar pernah meminta kepada Siti Aisyah RA agar dimakamkan disebelah makam Rasul. Meski Aisyah bermaksud menyediakan tempat tersebut bagi dirinya sendiri, tetapi demi permintaan Umar, maka Aisyah memberikan kepada umar. Menurut Ahmad al-Usairy dalam Sejarah Islam (2005), Umar meninggal dunia gara-gara ditusuk Abu Lu’luah al-Majusi dengan belati beracun.

Akhir kata, sekalipun Amirul Mukminin telah meninggalkan kita, namun prestasi dan pengaruh kepemimpinan masih dapat dirasakan hingga kini. Tak heran, sarjana Barat yakni Michael H. Hart memasukkan Umar ke dalam daftar “100 tokoh paling Berpengaruh Sepanjang Masa.” Dalam bukunya, Hart menulis: “Sesudah Nabi Muhammad, dia merupakan tokoh utama dalam hal penyerbuan (futuhat) dalam Islam. Tanpa penaklukan-penaklukannya yang secepat kilat, diragukan apakah Islam dapat menyebar luas sebagaimana yang dapat disaksikan sekarang. Penaklukan di bawah kepemimpinan Umar lebih luas daerahnya dan lebih tahan lama, lebih bermakna daripada apa yang dilakukan oleh Charlemagne maupun Julius Caesar.”

Wallahu’allam.

Leave your comment here: