PENYEBAB DI TERIMANYA DO’A DAN DO’A UNTUK ORANG YANG KESURUPAN

PENYEBAB DI TERIMANYA DO’A DAN DO’A UNTUK ORANG YANG KESURUPAN

DO’A UNTUK ORANG KESURUPAN

Kesurupan atau masru’ sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat, Lembaga pendikan juga dayah (pesantren) terlebih bagi santriwati, itu terjadi semua akibat ulah mereka yang benci terhadap tegaknya agama Allah SWT, mereka yang menginginkan ilmu agama ini pudar ditelan masa sehingga berhujung dengan jahilnya manusia.

Pertanyaan :

Apa ada semacam doa yang dapat menyembuhkan dikala seseorang mengalami masru’ (kesurupan) ?

Jawaban :

Doa buat orang kesurupan menurut kitab I’anatut Thalibin karya Syekh Sayyid Bakr Syata :

    Azan di telinga orang kesurupan 7 x

    Membaca surah Al fatihah 7 x

    Ma’uzatain (surat Al falaq dan An nas) 7 x

    Membaca ayat Al kursi dan surat At thariq

    Akhir surat Al hasyr.

    Akhir surat Assaffat.

Referensi:

I’anatut Thalibinn juz 1 hal 267

(فائدة)

 من الشنواني ومما جرب لحرق الجن أن يؤذن في أذن المصروع سبعا، ويقرأ الفاتحة سبعا، والمعوذتين، وآية الكرسي، والسماء والطارق، وآخر سورة الحشر من * (لو أنزلنا هذا القرآن) * إلى آخرها، وآخر سورة الصافات من قوله: * (فإذا نزل بساحتهم) * إلى آخرها.

وإذا قرئت آية الكرسي سبعا على ماء ورش به وجه المصروع فإنه يفيق

 

Beberapa Sebab Mustajabahnya Do’a menurut Sayyid Muhammad Alawy al Maliky

Berdo’a merupakan solusi dari sebuah masalah, ketenangan dalam segala gangguan dan ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan. Dalam berdoa, seseorang mencari keadilan pada Tuhan-nya atas segala perkara yang menimpanya.

Dengan berdoa seseorang berharap masalah yang menimpanya segera selesai, dan apa yang diinginkannya dikabulkan. Namun, hal demikan bukan perkara yang mudah seperti membalikkan telapak tangan.

Semua doa akan diterima walau dengan bentuk yang berbeda, seperti diampuni dosa, bertambah rezeki dan lain sebagainya.

Salah satu yang sangat harus diperhatikan dalam berdoa adalah adab dan ketentuan berdoa. Karena adab akan sangat berpengaruh kepada diterima dan ditolaknya doa.

Berikut ini akan dijelaskan adab-adab dalam berdoa sebagaimana di kutip dari Sayyid Muhammad Alawy dalam kitab beliau Duru’l Waqiyyah Ba Hazbul Mahiiyah pada halaman 11, karena dengan memperhatikan adab dan ketentuan berdoa, kita berharap doa akan lebih dekat untuk diterima.

  1. Mencari waktu yang tepat sebagai mana yang telah dijelaskan oleh Nabi saw dalam beberapa hadis seperti hari Arafah dalam setahun, bulan Ramadhan, hari jumat dalam seminggu dan waktu sahur di penghujung malam.
  2. Mengintip dan mencari-cari dalam keadaan yang mulia, seperti merangkak dalam saf peperangan pada jalan Allah, ketika turun hujan, ketika iqamah adzan shalat lima waktu, sesudah bershalawat, di antara azan dan iqamah dan pada saat berpuasa, karena banyak ayat al-Qur’an dan hadits yang menunjukan kepada mulianya waktu-waktu di atas dan dianjurkan untuk berdoa saat itu.
  3. Menghadap kiblat, mengangkat dua tangan sehingga terlihat putih dari bathin tangan, karena Itba’ (mengikuti apa yang nabi saw lakukan) dan mengusapkannya kepada wajah saat selesai. Tidak boleh mengangkat wajah dan melihat langit, karena ada larangan kepada hal tersebut.
  4. Meringankan suara saat ketakutan dan mengeraskannya saat tidak ketakutan, karena ada perintah kepada demikian pada ayat dan hadits.
  5. Tidak memberatkan diri menggunakan bahasa yang puitis dalam berdoa, seperti menyusun doa yang mirip syair yang huruf ujungnya sama. Melakukan hal seperti ini boleh, tetapi jangan berlebihan. Karena ini merupakan satu anugerah dari Allah swt seperti yang telah dilakukan Rasulluah saw dan sebagian ulama ‘Arif billah.
  6. Merendahkan diri baik anggota lahir maupun bathin, penuh rasa harap.
  7. Yakin dengan yang di doakan, yakin diterima dan membenarkan harapan.
  8. Tegas dalam berdo’a dan mengulangnya sampai tiga kali.
  9. Membuka dan menutup doa dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada nabi saw.

    Dan terakhir adab bathin, yaitu: Taubat dari segala dosa, meminta maaf atas kedzaliman dan menghadap kepada Allah swt dengan penuh kesungguhan.

Demikian merupakan sebab yang paling ampuh untuk diterimanya doa.

Wallahua’lam.

Leave your comment here: