SIFAT SEORANG MURID DAN CARA MERAIH SIR DARI GURU

SIFAT SEORANG MURID DAN CARA MERAIH SIR DARI GURU

Kiat Memperoleh Rahasia/ Sirr dari Guru

بسم الله الرحمن الرحيم            

تِمَّةٌ

Ketika kau –wahai muriid- menginginkan dari syaikh-mu sesuatu hal atau kau memulai bertanya terlebih dahulu kepada beliau mengenai suatu perkara, maka jangan sampai keagungan beliau dan keharusan bertatakrama di hadapan beliau menghalangimu untuk meminta dan bertanya kepadanya. Tanyakanlah kepada beliau sekali, dua kali dan tiga kali. Diam tidak bertanya dan meminta kepada beliau bukanlah tatakrama yang baik. Kecuali syaikh memberi isyarat kepadamu untuk diam dan memerintahkanmu untuk tidak bertanya. Ketika dalam kondisi seperti itu maka wajib mematuhinya.

وَإِذا أَردتَ -أيُّها المُريدُ-مِن شَيخِكَ أَمراً أَو بَدا لَكَ أَن تَسأَلَهُ عَن شَيءٍ فَلا يَمنَعُكَ إِجلالهِ وَالتَّأدُّبُ مَعَهُ عَن طَلَبِهِ مِنهُ وَسُؤَالِهِ عَنهُ، وَتَسأَلُهُ المَرَّةَ وَالمرَّتينِ وَالثَّلاثَ، فَلَيسَ السُّكوتُ عَنِ السُّؤاَلِ وَالطَّلبِ مِن حُسنِ الأَدَبِ، اللَّهُمَّ إِلاَّ أَن يُشيرَ عَليكَ الشَّيخُ بِالسِّكوتِ وَيَأمُرَكَ بِتَركِ السُّؤالِ، فَعِندَ ذَلكَ يَجِبُ عَليكَ اِمتِثالُهُ.

Dan ketika syaikh mencegahmu dari suatu perkara atau mendahulukan seseorang daripada kau maka janganlah kau mencurigainya. Hendaknya kau meyakini bahwa beliau telah melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat dan lebih baik bagimu. Dan apabila kau melakukan suatu kesalahan (berbuat dosa) dan Si Syaikh merasa berat sebab kesalahan tersebut maka bergegaslah meminta maaf kepada beliau dari kesalahanmu sampai beliau lega (memberi ridha).

وَإِذا مَنعَكَ الشَّيخُ عَن أَمرٍ أَو قَدَّمَ عَليكَ أَحداً فَإِيَّاكَ أَن تَتَّهِمَهُ، وَلْتَكُن مُعتَقِداً أَنَّهُ قَد فَعَلَ مَا هُوَ الأَنفَعُ وَالأَحسنُ لَكَ، وَإذا وَقَع مِنكَ ذَنبٌ وَوَجدَ عَليكَ الشَّيخُ بِسَبَبِهِ فَبادِر بِالاِعتِذارِ إِليهِ مِن ذَنبِكَ حَتَّى يَرضَى عَنكَ.

Ketika kau menginkari hati Si syaikh kepadamu seperti kau tidak mendapati wajah beliau berseri-seri maka kau harus membuatnya senang atau yang lain sebagainya. Kemudian ceritakanlah apa yang terjadi padamu yakni kekhawatiranmu pada perubahan hati beliau kepadamu. Barangkali hati beliau berubah kepadamu karena suatu hal yang kau ceritakan kepadanya maka harus meminta maaf. Atau barangkali perkara yang kau curigai pada syaikh-mu itu tidak terjadi pada Si syaikh dan kau telah dijatuhkan oleh syetan supaya berbuat buruk kepada beliau. Untuk itu, ketika kau telah mengetahui bahwa si syaikh telah meridhaimu maka hatimu akan tenang, berbeda ketika kau tidak membicarakannya dan kau diam saja dengan sepengetahuanmu (persepsimu) saja yakni (merasa) kesalamatan ada dipihakmu.        

وَإِذا أَنكَرتَ قَلبَ الشَّيخِ عَليكَ كَأَن فَقَدتَ مِنهُ بِشراً كُنتَ تَأَلَفُهُ أَو نَحوَ ذَلكَ، فَحَدِّثهُ بِما وَقعَ لَكَ مِن تَخَوُّفِكَ تَغَيُّرَ قَلبِهِ عَليكَ فَلَعلَّهُ تَغَيَّرَ عَليكَ لِشيءٍ أَحدَثتَهُ فَتَتُوبَ عَنهُ، أَو لَعَلَّ الذِّي تَوَهَّمتَهُ لَم يَكُن عِندَ الشَّيخِ وَأَلقاهُ الشَّيطانُ إِليكَ لِيَسُوءَكَ بِهِ، فَإِذا عَرَفتَ أَنَّ الشَّيخَ رَاضٍ عَنكَ سَكَنَ قَلبُكَ بِخلافِ مَا إِذا لَم تُحَدِّثهُ وَسَكَتَّ بِمَعرِفةٍ منِكَ بِسلامةِ جِهَتِكَ.

Ketika kau melihat seorang muriid dipenuhi dengan meng-agungkan dan memulyakan syaikh-nya yang terkumpul di lahir dan batinnya berdasakan keyakinan syaikh-nya, ketaaatan dan bertata karma dengan akhlak si syaikh maka pasti muriid tersebut akan mewarisi rahasia syaikh-nya atau akan memperoleh sebagian rahasia apabila si muriid masih hidup setelah syaikh-nya.            

وَإِذا رَأيتَ المُريدَ ممُتَلِئاً بِتَعظِيمِ شَيخِهِ، وَإِجلالِهِ ، مُجتَمِعاً بِظاهِرِهِ وَبَاطِنهِ عَلى اِعتِقادِهِ، وَامتِثالِهِ ، وَالتَّأَدُّبِ بِآدابِهِ؛ فَلا بُدَّ أَن يَرِثَ سِرَّهُ ، أَو شَيئاً مِنهُ إِن بَقِيَ بَعدَهُ

Sifat dan Sikap yang Layak bagi Muriid.

Kami akan menerangkan beberapa sifat yang muriid yang benar:

Sebagian orang-orang yang telah makrifat –radhiya Allahu ‘anhum wa nafa’anaa bihim ajma’iin- berkata:

Seorang menuju ke jalan Allah belum dapat dikatakan muriid, sebelum ia (mampu) menemukan di Al-Qur’an apapun yang ia inginkan, mengetahui kekuarangan dari kelebihan, mencukupkan kebutuhannya kepada Allah tidak dari sesama hamba dan mempersamakan penilaiannya antara emas dan debu jalan.

نذكر فيها شيئاً من أوصاف المريد الصادق:

قَالَ بَعضُ العَارِفينَ رَضِيَ الله عَنهُم وَنَفَعنا بِهم أَجمَعين:

لاَ يَكُونُ المُريدُ مُرِيداً حَتَّى يَجِدَ في القُرآنِ كُلَّ مَا يُريدُ، وَيَعرِفَ النُّقصَانَ مِنَ المَزيدِ، وَيَستَغنِي بِالمَولى عَنِ العَبِيدِ، وَيَستَوِي عِندَهُ الذَّهبُ وَالصَّعيدُ.

Muriid adalah orang yang menjaga batas-batas, menepati janji-janji, rela dengan keberadaan yang telah ada, bersabar ketika tidak memiliki apa-apa.   

المُرِيدُ مَن حَفِظَ الحُدودَ، وَوَفَّى بِالعُهُودِ، وَرَضِيَ بِالمَوجُودِ، وَصَبَرَ عَنِ الَمفقُودِ.

Muriid adalah orang yang bersyukur atas seluruh nikmat, bersabar atas bencana yang menimpanya, merasa rela (legowo) dengan takdir yang pahit dan memuji Tuhannya di waktu luang dan sempit serta mengikhlaskan dirinya secara lahir dan batin.   

المُريدُ مَن شَكَرَ عَلى النَّعماءِ، وَصَبرَ علَى البَّلاءِ، وَرَضِيَ بِمُرِّ القَضاءِ، وَحَمَدَ رَبَّهُ في السَّراءِ والضَّراءِ، وَأَخلَصَ لَهُ في السِّرِّ وَالنَّجوَى

Seorang muriid jangan sampai diperbudak oleh yang tidak abadi (makhluk) dan meminta penghambaan mereka, tidak kalah oleh syahwat dan hawa nafsu dan tidak dipaksa oleh adat kebiasaan.

Bicaranya merupakan zikir dan mutiara hikrnah, diamnya merupakan berpikir dan tauladan. Perbuatannya mendahului percakapannya. Ilmunya membenarkan amalannya. Syiar-nya khusyu’, tenang, tawadhu’ dan merendah diri, berpihak kepada yang benar dan mengutamakannya, serta menolak yang batil dan membencinya, bergaul dengan orang-orang yang baik serta melindungi mereka, dan membenci orang-orang jahat serta memusuhi mereka. Bathinnya lebih baik daripada lahirnya dan Pergaulannya lebih indah daripada penuturannya.          

المُريدُ مَن لاَ تَستَرِقُّهُ الأَغيَارُ، وَ لا تَستَعبِدُهُ الآثارُ، وَ لا تَغلِبُهُ الشَّهوَاتُ، وَلا تَحكُمُ عَليهِ العَاداتُ،

كَلامُهُ ذِكرٌ وَحِكمةٌ، وَصَمتُهُ فِكرَةٌ وَعِبرَةٌ، يَسبِقُ فِعلَهُ قَولَهُ وَيُصَدِّقُ عِلمَهُ عَمَلُهُ، شِعارُهُ الخُشوعُ وَالوَقاَرُ، وَدِثاَرُهُ التَّواضُعُ وَالاِنكِسارُ يَتَّبِعُ الحَقَّ وَيُؤثِرُهُ، وَيَرفُضُ الباطِلَ وَيُنكِرُهُ، يُحِبُّ الأَخيارَ وَيُوالِيهِم، وَيَبْغَضُ الأَشرارَ وَيُعادِيهِم، خُبْرُهُ أَحسنُ مِن خَبَرِهِ، وَمُعَاشَرَتُهُ أَطيَبُ مِن ذِكرِهِ.

Seorang murid harus suka menolong orang, ringan kaki dan tangan, jauh dari sifat bodoh, jadi orang yang dapat dipercaya, tidak berdusta, tidak berkhianat, bukan orang kikir dan pengecut, bukan pemaki atau pelaknat. Tiada mengabaikan kewajiban, tiada menggenggam apa-apa yang ada di dalam tangannya.

Niatnya senantiasa baik, bathinnya senantiasa suci, dadanya bersih dari segala rupa kejahatan. Minatnya tinggi terhadap segala amal yang dapat mendekatkan kepada Tuhan, dan nafsunya menolak dunia.      

كَثِيُر المَعُونَةِ، خَفِيفُ المَؤُونَةِ، بَعيدٌ عَنِ الرُّعُونةِ. أَمينٌ مَأمُونٌ، لا يَكذِبُ وَلا يَخونُ، لاَ بَخيلاً وَلا جَباناً، وَلا سَبَّاباً ولا لَعَّاناً، وَلا يَشتَغِلُ عَن بُدِّهِ، وَلا يَشِحُّ بِما في يَدِهِ، طَيِّبُ الطَّوِيَّةِ، حَسَنُ النِّيِّةِ، سَاحَتُهُ مِن كُلِّ شَرٍّ نَقِيَّةٌ، وَهِمَّتهُ فيما يُقَرِّبهُ مِن رَبِّهِ عَلِيَّةٌ، وَنَفسُهُ عَلى الدُّنيا أَبِيَّةٌ،

Tidak mudah tergelincir ke dalam kesalahan. Tidak melakukan sesuatu pekerjaan karena menurutkan hawa nafsunya, suka kepada sifat menepati janji dan kepahlawanan, bersifat pemalu, menjaga harga dirinya, bertimbang rasa terhadap semua manusia dan makhluk-Nya, tidak akan marah jika manusia tidak timbang rasa kepadanya.

Jika menerima rizki ia bersyukur, Jika ditahan rizkinya ia bersabar, jika ia menganiaya dirinya dia segera bertaubat dan beristighfar, dan jika dianiaya segera ia memaafkan dan mengampunkan. Suka duduk sendirian dan berjauhan dari manusia kebanyakan, tidak suka pamer dan keterkenalan.           

لا يُصِرُّ علَى الهَفوَةِ، وَلا يُقدِمُ وَلا يُحجِمُ بِمُقتَضى الشَّهوَةِ، قَرِينُ الوَفَاءِ وَالفُتُوَّةِ، حَلِيفُ الحَياءِ وَالمرُوَّةِ، يُنصِفُ كُلَّ أَحدٍ مِن نَفسِهِ وَلا يَنتَصِفُ لَها مِن أَحَدٍ. إِن أُعطِيَ شَكَرَ، وَإِن مُنِعَ صَبَرَ، وَإِن ظَلَمَ تَابَ وَاستَغفَرَ، وَإِن ظُلِمَ عَفا وَ غَفَرَ، يُحِبُّ الخُمُولَ وَالاِسِتتَارَ، وَيَكرَهُ الظُّهورَ وَالاِشتِهارَ

lisannya diikat dari segala perkara yang tidak berguna baginya, dan hatinya senantiasa merasa pedih dan sedih, jika ia lalai dari mentaati Tuhannya. Tidak tawar menawar masalah/urusan agama. Tidak akan tunduk kepada makhluk dalam perkara yang akan dimurkai Tuhan Rabbii’Alamin, suka berkhalwat dan duduk mengasingkan diri, tidak merasa tenang waktu bergaul dengan orang banyak.

Tidak berdiam diri yang tidak berguna, namun ada saja kebaikan yang dibuatnya atau ilmu yang diajarkan,

sangat diharap darinya segala kebaikan, tidak ragu-ragu dan bimbang menolak kejahatan,            

لِسَانَهُ عَن كُلِّ مَا لا يَعنيِهِ مَخزونٌ، وَقَلبَهُ علَى تَقصِيرهِ في طاعةِ رَبِّهِ مَحزُونٌ، لاَ يُداهِنُ في الدِّينِ وَلا يُرضي المَخلوقِيَنَ بِسَخطِ رَبِّ العَالمِينَ، يَأنَسُ بِالوِحدَةِ وَالاِنفِرادِ، وَيَستَوحِشُ مِن مُخالَطَةِ العِبادِ، وَلا تَلقَاهُ إِلاَّ عَلى خَيرٍ يَعمَلُهُ، أَو عِلمٍ يُعَلِّمهُ، يُرجَي خَيرُهُ، وَلا يُخشَى شَرُّهُ،

Tidak menyakiti orang yang menyakiti nya, dan tidak bersikap kasar kepada orang yang mengkasarinya laksana pohon kurma, semakin anda melontarkan batu semakin banyak buahnya yang jatuh ataupun laksana bumi betapa banyak kotoran yang di lemparkan kepadnya tapi tidaklah keluarlah darinya kecuali setiap yang manis.   

وَلا يُؤذِي مَن آذاهُ، وَلا يَجفُو مَن جَفَاهُ، كَالنَّخلةِ تُرمَى بِالحَجَرِ فَتَرمِي بِالرُّطَبِ، وَكَالأَرضِ يُطرَحُ عَليهَا كُلُّ قَبيحٍ وَلا يَخرُجُ مِنها إِلاَّ كُلُّ مَليحٍ،

Cahaya kebenaran meliputi bentuk lahirnya, sehingga apa yang terlukis dari wajah lahirnya hampir-hampir menafsirkan apa yang tersembunyi dalam bathinnya, perbuatan dan tujuannya semata-mata mencari keridhoan Allah SWT, mengerjakan ataupun menjauhi sesuatu semata-mata untuk mengikuti jejak Nabi shollallohu alaihi wasallam yang dipandang sebagai manusia panutannya, orang kecintaannya dan orang pilihannya. Dan berusaha sekuat tenaga mencontoh Rasulullah dalam segala hal, mengikuti dalam akhlaknya ,perbuatannya dan juga tutur katanya.          

تَلوحُ أَنوارُ صِدقِهِ علَى ظَاهِرِهِ، وَيَكادُ يُفصِحُ مَا يُرَى علَى وَجهِهِ عَمَّا يُضمِرُ في سَرائِرهِ، سَعيُهُ وَهِمَّتُهُ في رِضَا مَولاهُ، وَحِرصَهُ ونَهمَتُهُ في مُتابَعَةِ رَسُولِهِ وَحَبِيبِهِ وَمُصطَفاهُ، يَتَأَسَّى بِهِ في جَميعِ أَحوَالِهِ، وَيَقتدِي بِهِ في أَخلاقِهِ وَأَفعَالِهِ وَأَقوالِهِ،

Seorang murid senantiasa tunduk dan patuh kepada perintah Tuhan yang Maha Agung yang telah di Firmankan dalam kitab yang mulia :

Apa yang diperintah oleh Rasul, kerjakanlah dan apa yang dilarang berhentilah

(QS. Al-Hasyr : 7)

Dan sesungguhnya pada diri Rasulullah terdapat suri tauladan yang baik untuk kamu dan orang-orang yang berharap untuk menemui Allah dihari akhirat dan ia harus mengingat Tuhan sebanyak-banyaknya.

(QS. Al-Ahzab : 21)

Dan siapa yang mematuhi Rasul maka ia sebenarnya mematuhi Allah.

(QS. An-Nisaa : 80)

Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepada engkau, sebenarnya mematuhi Allah.

(QS. Al-Fath: 10)

Katakanlah kalau kamu benar-benar mencintai Tuhan, maka ikutilah aku(Rasulullah SAW), niscaya kamu akan dicintai oleh Tuhan dan diampuni segala dosa-dosa kamu, dan Tuhan Maha Pengampun dan Penyayang.

(QS. Al-Imran : 31)

Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau dilimpa azab yang pedih.

(An-Nur : 63)     

مُمتَثِلاً لأمرِ رَبِّهِ العَظِيمِ في كِتابِهِ الكَرِيم حَيثُ يَقولُ: (وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنهُ فَانْتَهُوا)، (لَقَدْ كَانَ لَكُمْ في رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَاليَومَ الآخِرَ وَذَكَرَ الله كَثيراً) ، ( وَمَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطاعَ الله) ، (إِنَّ الذَّينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ الله) ، (قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ الله وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَالله غَفُورٌ رَحِيمٌ) ، (فَلْيَحْذَرِ الذَّينَ يُخالِفونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبُهُمْ عَذابٌ أَلِيمٌ)

Anda akan mendapatkan mereka itu (sang Muriid), sebagai contoh yang tertinggi dalam mengikuti perjalanan Nabi mereka. Senantiasa patuh pada Tuhannya dan berlomba-lomba untuk mendapatkan janji Tuhan yang Agung dan ia lari dari ancaman Tuhan yang pedih.

Sebagaimana yang telah diterangkan dalam ayat-ayat yang telah kami datangkan dan yang belum kami datangkan dari ayat-ayat semakna yang mengandung kabar gembira dengan kebahagiaan sampai ke puncak kemenangan dan kejayaan bagi orang-orang yang mengikuti jejak Rasululullah shollallohu alaihi wasallam

dan menngandung peringatan dengan kehinaan dan kerendahan bagi orang-orang yag menyelisihinya.

فَتَرَاهُ في غَايَةِ الحِرصِ عَلى مُتابَعَةِ نَبِيِّهِ مُمْتَثلاً لأَمرِ رَبِّهِ وَرَاغِباً في الوَعدِ الكَريمِ وَهارِباً مِنَ الوَعِيدِ الأَلِيمِ الوَارِدَينِ في الآياتِ الَّتي أَورَدناها وَفِيما لَم نُورِدُهُ مِمَّا هُو في مَعناها المُشتَمِلَةِ عَلى البِشارَةِ بِغَايَةِ الفَوزِ وَالفَلاحِ للِمُتَّبِعينَ لِلرَّسولِ، وَعَلى النَّذارَةِ بِغايَةِ الخِزيِ وَالهَوانِ لِلمُخالِفِينَ لَهُ

“Ya Allah, Ya Tuhanku kami mengakui bahwa Engkaulah Allah Tuhanku, tiada Tuhan lain melainkan Engkau Maha Penyayang dan Pemberi berbagai nikmat, Pencipta langit dan bumi dengan penuh keindahan.

Wahai Tuhan yang Maha Agung lagi Maha Mulia, kami memohon pada Engkau agar aku dianugerahi menjadi pengikut yang terbaik dari hamba-Mu yaitu Rasul-Mu, junjungan kita Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam baik dalam akhlaknya perbuatannya dan ucapannya, lahir dan bathin.

Berilah kami hidup dan mati atas dasar ini, wahai Tuhan kabulkanlah permohonan kami dengan rahmat-Mu dan kelebihan-Mu wahai Tuhan yang Maha Mengasih Sayangi.           

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسأَلُكَ بِأَنَّكَ أَنتَ الله الذّي لا إِلهَ إِلاَّ أَنتَ الحَنَّانُ الَمنَّانُ بَديعُ السَّمواتِ وَالأَرضِ يَا ذا الجَلالِ وَالإِكرَامِ أَن تَرزُقنا كَمالَ المُتابَعةِ لِعبدِكَ وَرَسولِكِ سَيِّدنا مُحمَّدٍ صلّى الله عَليهِ وَسَلَّم في أَخلاقِهِ وَأعمَالِهِ وأَقوالِهِ ظَاهِراً وَباطِناً وَتُحيينا وَتُميتَنا عَلى ذَلكَ بِرحمَتِكَ يا أَرحَمَ الرَّاحِمين

Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, bagi-Mu segala puja dan puji yang baik lagi penuh keberkatan pujian yang memang sesuai dengan ke Maha Agungan Zat-Mu. Dan ke Maha Besaran kerajaan-Mu.

Maha Suci Engkau wahai Tuhan, tiada ilmu bagiku melainkan yang telah kau ajarkan padaku. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.

Tiada Tuhan melainkan Engkau Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku tergolong orang yang menganiaya diri sendiri.”               

اللَّهُمَّ رَبَّنا لَكَ الحَمدُ حمداً كَثيراً طَيِّباً مُبارَكاً فِيهِ كمَا يَنبَغي لِجَلالِ وَجهِكَ وَعَظيمِ سُلطانِك (سُبحانَكَ لاَ عِلمَ لَنا إِلاَّ ما عَلَّمتَنا إِنَّكَ أَنتَ العَليمُ الحَكيمُ)

)لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنتَ سُبحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ)

Telah selesai Risalah ini untuk murid yang di khususkan dari Rabb-nya yang maha agung dengan ketetapan, kekuatan dan kesungguhan. Alhamdulillah selesai pendikteannya pada malam ke tujuh atau delapan dari bulan romadlon tahun 1071 Hijrahnya Nabi shollallohu alaihi wasallam tasliiman katsiro, segala puji bagi Allah Tuhan seluruh  alam.        

تمت هذهِ الرِّسالةُ لِلمُريدِ المَخصوصِ مِن رَبِّهِ المَجيدِ بِالتثبيتِ وَالَتأيِيدِ وَالتَسديدِ، وَكانَ بِحَمدِ اللهِ إِملاؤُها في سَبعِ لَيالٍ أَو ثَمانٍ مِن شَهرِ رَمضانَ سَنةَ إِحدى وَسَبعينَ وَأَلفٍ مِن هِجرَتِهِ صَلَّى الله عَليهِ وَسَلَّم تسليماً كثيراً ، والحَمدُ لله رَبِّ العَالَمينَ.

Wallahu a’lam bishhawaab…

Leave your comment here: