PARA WANITA SHOLIHAH DARI GENERASI AWAL ISLAM

PARA WANITA SHOLIHAH DARI GENERASI AWAL ISLAM

Menurut keterangan Imam as Sya’roniy; orang-orang zaman dulu lebih mendahulukan Sayyidah ‘Abidah ini dari pada Sayyidah Robi’ah al ‘Adawiyyah tadi. Diantara manaqib beliau; selama hidupnya beliau hanya melulu menghadapkan diri/ber’ibadah di hadapan Alloh Swt. dan sabdanya: “Entah aku tak tahu pagi dan soreku (yang penting ‘ibadah)”. Beliau pernah mendengar perkataan: Tidak akan bisa mencapai pada semestinya taqwa sehingga yang disukai hanya ingin bisa mati/bertemu dengan Alloh. Seketika beliau terjatuh dan pingsan.

Selain Wali-wali utri yang telah tersebut di atas selain kaum putri dari para Sahabat dan orang kuno, gembong-gembong Wali putri yang ahli ma’rifat dan ngetop ber’ibadah yang juga terkenal masih banyak. Di dalam kitab-kitabyang menerangkan kami al faqir “Maftuh Basthul Birri” sempat menemukan ada 23 Nisa`illah minal Auliya’/ para Wali putri yang pada umumnya sama takut sekali kepada Alloh, sampai ada yang ahli menangis/banyak menangisnya, ada yang mudah pingsan/tak sadarkan diri. Diantaranya saja yaitu:

1. Sayyidah Majidah al Qurosyiyyah Ra. Diantara sabdanya : “Orang-orang yang tho’at tidak akan bisa masuk surga dan mendapat ridho Alloh kecuali jika mau memaksakan diri (memayahkan badannya) untuk beramal.

2. Istrinya Robah al Qoisiy Ra. Beliau ini semalam suntuknyahanya untuk menjalankan sholat saja sampai pagi. Setelah selesai sembahyang ‘Isyak beliau lalu menghias diri dan memakai harum-haruman kemudian bertanya kepada suaminya membutuhkan apa tidak. Kalau tidak kemudian berganti pakaian sholat dan terus menerus ber’ibadah. Setiap mendapat seperempat malam lalu membangunka suaminya dan diajak sholat malam. Suaminya tidak mau bangun, beliau berkata: “Terbujuk apa saja kamu, hanya selalu menentang dan semaunya sendiri. Demikian beliau melakukan pekerjaan membangunkan suaminya dalam setiap malamnya sampai terjadi 4 kali. Beliau mengambil bata merah merah dan berkata: “menurutku perkara dunia itu lebih ringan dan sepele dibannding ini (bata).

3. Sayyidah Manfusah bintuZaid Ra. ini ketika anaknya ada yang mati mendahului, lalu ketika dipegang dan dipangku beliau berkata: “Kamu mendahului akuadalah lebih bagus dan sabarku atas kamu adalah lebih uatama dari pada mengeluhku. Berpisah denganmu merana, akan tetapi mengharapkan pahalanya adalah betul-betul lebih bagus.

4. Sayyidah Fatimah al ‘Aina’ Ra. ini diantara karomahnya, setelah wafatnya ada yang berziarah di makamnya lalu menbaca surat al Kahfi, ada yang salah dalam bacaannya, kemudian beliau membetulkan dari dalam kuburan.

5. Sayyidah Umm Sathol Ra. diantara keramatnya, ular-ular banyak yang minum dari tangannya dan terbiasa tiduran di samping kepala beliau.

6. Sayyidah Nafisah bintul Hasan bin- bin- ‘Ali bin Abi Tholib Ra. beliau keturunan dari Sayyid asan bin ‘Ali. Lahirnya di Makkah tahun 145 H. besarnya di Madinah, selalu tekun ber’ibadah, bertapa, puasa dan sholat malam. Lalu mukim di Mesir tahun 208 H. sayyidah Nafisah ini brtul-betul memberkahi negara Mesir sejak itu sampai sekarang. Tatkala Imam Syafi’i Ra. pindah ke Mesir beliau sering sowan ke kanjeng nyai Nafisah ini dan sholat tarowih bersama beliau di masjidnya. Makam Sayyidah Nafisah ini sangat berwibawa, bercahaya dan mustajab/mujarab, diziarahi dari mana saja.

Pernah sang suami ingin memindahkan makamnya ke Madinah, orang Mesir semua tidak memperbolehkan. Lalu sang suami itu bermimpi ketemu kanjeng Nabi, beliau Nabi memberi dawuh: “Hai Abu Ishaq, kamu jangan mengganggu orang Mesir dengan keberadaan Nafisah itu. Karena dari berkahnya, rahmat Alloh selalu diturunkan kepada mereka.

Kanjeng Sayyidah Nafisah ini masyhur sekali kewaliannya dan banyak sekali kekeramatannya. Di kala hidupnya sering kali dibuat jurusan orang meratap kesusahandan sama berhasil. Termasuk orang Yahudi datang meratap dan berhasil, dan kemudian menyeberluaskan banyak sekali dari mereka yang masuk Islam di hadapannya.

Di dalam Kitab Jami’ul Karomatil Auliya’ : Ada perempuan mempunyai anak 4 perempuan semua. Yang dimakan berasal dari hasil memintal benang. Pada suatu hari sang ibu pergi untuk menjual pintalannya, tiba-tiba di tengah perjalanan pintalan yang digendongnya itu di sambar burung lalu dibawa terbang melayang dan menghilang. Lalu dia jatuh pingsan karena kehilangan penghasilannya itu, sampai dikerumuni orang banyak. Setelah sadar lalu diurus dan dipertanyakan perihalnya. Ringkasnya kemudian sang ibu itu ditunjukkan supaya sowan di hadapan kanjeng Sayyidah Nafisah itu supaya meminta berkah do’anya. Kemudian mau sowan dan menghaturkan kejadiannya dan meminta do’a. Lalu kenjeng Sayyidah Nafisah berdo’a. Setelah itu kanjeng nyai Nafisah berkata: “duduklah di sini dulu bu, yang tenang.. Alloh maha kuasa, jangan kwatir. Lalu sang ibu itu duduk menanti dan memikirkan anak-anaknya yatim di rumah nanti kelaparan bagaimana. Tidak lama kemudian datanglah orang banyak yang gagah-gagah perlu sowan menghadap kanjeng Nafisah dan berkata: “Kanjeng Sayyidah, kami semua ini kok mempunyai cerita yang lucu, begini. Kami semua ini adalah orang-orang yang berkelana sebagai pelaut dan sudah cukup lama dan Alhamdulillah ya selamat tidak ada apa-apa. Akan tetapi tadisetelah dekat dengan pantai sini perahu kami berlobang dan kemasukan air, kami berusaha menutupi akan tetapi tidak berhasil dan hampir saja tenggelam. Kemudian ada biurung datang menjatuhkan satu bingkisan isinya pintalan benang, lalu bisa kami pakai untuk menutup kebocoran perahu kami itu denganizin Alloh. Kami bersama menghadap ini perlu menghaturkan ini 500 dinar sebagai syukuran atas selamatnya kami semua. Lalu Sayyidah Nafisah menangis dan menghadap Tuhan dan berkata: Duh Gusti.. dst,,

Lalu nyai Nafisah berkata kepada sang ibu tadi: Bu, biasanya ibu kalau jualan pintalan laku berapa? = 20 dirham. Lalu 500 dirham tadi diberikan semuanya kepada sang ibu itu dan diterimanya dengan riang gembira, kemudian pulang ke rumah dan diceritakan semua kepada anak-anaknya. Kelanjutannya sang ibu ini memberhentikan pekerjaannya dan pergi menghadap sang nyai Sayyidah Nafisah. Setelah bertemu lalu bersalaman sambil mencucupi tangannya dan kemudian mencari berkah berkhidmad di hadapannya.

7. Sayyidah Fatimah bintul Mutsni Ra. kanjeng nyai Fatimah ini semua kebutuhannya cukup dengan menggunakan surat al Fatihah. Dan beliau sudah berumur 95 tahun kelihatan masih muda, cantik halus lembut bagaikan gadis berumur 14 tahun. Orang yang dianggap bisa melayani hanya beliau Syaikhul Akbar Muhyiddin Ibnul ‘Arobiy. Kata Syaikh Muhyiddin dalam kitab Futuhal Makkiyyah ringkasnya begini: “Aku berbakti beberapa tahun sampai beliau berumur 95 tahun lebih. Beliau makannya hanya sedikit sekali dari makanan yang sudah terbuang di tempat sampah. Aku malu jika melihat wajahnya karena pipinya masih kelihatan merah, manis, halus dan cantik kalau orang menyangka umurnya masih 14 tahun. Beliau punya hal yang hebat dengan Gusti Alloh. Beliau berkata kepadaku: “Demi Alloh aku sendiri ya heran, Kekasihku Alloh kok mau memberi Fatihatul Kitab kepadaku, selalu melayani mencukupiku”. Berkata Syaikh Muhyiddin: “Aku masih dalam keadaan duduk, tiba-tiba ada seorang perempuan datang dan berkata kepadaku: Syaikh, suamiku berada di Syarisy sana jauh sekali, bagaimana caranya bisa kembali kesini lagi?. Permintaan orang perempuan ini lalu aku sampaikan kepada kanjeng nyai, kemdian beliau berkata: “Ya sudah, aku akan menyuruh dengan surat al Fatihah”. Maka beliau membaca surat Fatihah dan orang perempuan tadi juga ikut membaca. Tatkala surat Fatihah dibaca lalu terlihat ada bentuk bayangan kemudian beliau bilangi begini: “Berangkatlah ke Syarisy sana, suami perempuan ini datangkan kesini”. Kemudian setelah ada jangka waktu sekira sampai di sana, sang suaminya betul-betul datang. Maka setelah itu orang perempuan tadi lalu mengadakan upacara tasyakuran.

8. Sayyidah Fatimah bintul ‘Abbas Ra. ini wali putri yang komplit seperti orang laki-laki, ajli pertapa, ‘alim fiqh, ahli mengajar serta ahli pidato, ahli fatwa dan banyak jama’ah putrinya. Imam Ibnu Taimiyyah (gembong Wahabi) dan ‘Ulama’ lainnya sama heran dengan ilmunya, cerdasnya, khusu’nya dan menangisnya. Berkata Ibnu Taimiyyah: “Aku pernah mendngkol perasaanku/tidak enak hatiku lantaran dia naik mimbar berpidato, akan aku larang. Lalu malam berikutnya aku bermimpi bertemu Kanjeng Nabi dan beliau berkata: “Biarkan, itu perempuan sholihah”. Beliau wafatpada hari ‘Arofah di Kairo tahun 714 H.

9. Ruqoyyah al Mausholiyyah Ra. kanjeng Sayyidah ini amat sangat mahabbahnya kepada Alloh sampai beiau berkata: “Ilaahi wa Maulaaya, jika Tuan menyiksaku dengan segala siksaan, ini masih lebih ringan dari pada putusnya aku denganMu, dan jika Tuan memberi segala keni’matan di surga kepadaku, Oo.. Lezatnya cintaku denganMu masih lebih agung dan lebih lezat bagiku.

10. Sayyidah Roihanah al Majnuunah Ra. diantara Syi’ir beliau:

Artinya: Aku tidak butuh surga karna ni’matnya, akan tetapi aku butuh suraga karena ingin melihat Engkau ya Alloh.

11. Sayyidah Fahriyyah bintul ‘Utsman Ra. Beliau ini seorang putri yang paling tashowwuf pada zamannya, ahli puasa dan selalu tekun ber’ibadat. Beliau bertempat di Masjid Baitul Muqoddas selama 40 tahun lamanya bertempat di dekat pintu Baabul Harom semalaman sholat sampai pintu Masjid dibuka, lalu orang yang pertama kali masuk masjid dan paling terakhir keluarnya. Keramatnya banyak, di antaranya beliau ingin bisa mati di Makkah dan di makamkan di dekatnya Sayyidah Khodijah al Kubro, lalu terlaksana dikabulkan keinginannya, adapun wafat beliau pada tahun 753 H.

Min Jami’ wa Thobaqot wa Jumhuroh

Leave your comment here: