KHUTBAH JUM’AT : SEDEKAH DARI HARTA YANG HALAL DAN SEDIKIT

Khutbah I

 اَلْحَمْدُ للهِ الْمَوْجُوْدِ أَزَلًا وَأَبَدًا بِلَا مَكَانٍ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ الْأَتَمَّانِ الْأَكْمَلَانِ، عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ. تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (الصف: ١٠-١١

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Dari atas mimbar khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi, untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan cara melaksanakan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari seluruh yang diharamkan. Kaum Muslimin rahimakumullah, Dalam kesempatan khutbah pada siang hari ini, khatib akan menyampaikan khutbah dengan tema: “Harta Terpuji dan Harta Tercela”.

Hadirin, Dalam perbendaharaan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, harta benda dicela sekaligus dipuji. Ini menunjukkan bahwa harta ada yang tercela dan ada yang terpuji. Di antara hadits yang mencela harta adalah hadits shahih riwayat Ibnu Hibban dan Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةٌ وَفِتْنَةُ أُمَّتِيَ الْمَالُ (رَوَاهُ أَحْمَدُ وَابْنُ حِبَّان

Maknanya: “Setiap umat memiliki fitnah (ujian dan cobaan), dan fitnah umatku adalah harta” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban). Di antara hadits yang memuji harta adalah hadits riwayat Imam Ahmad bin Hanbal dari sahabat ‘Amr bin ‘Ash bahwa Nabi bersabda:

 نِعِمَّا بِالْمَالِ الصَّالِحِ لِلرَّجُلِ الصَّالِحِ (رَوَاهُ أَحْمَدُ

Maknanya: “Sebaik-baik harta yang baik adalah harta yang dimiliki oleh orang yang shalih” (HR Ahmad).

Orang yang menggunakan harta juga terbagi menjadi dua. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits riwayat Imam Muslim:

 إِنَّ هَذَا الْمَالَ خَضِرَةٌ حُلْوَةٌ، فَمَنْ أَخَذَهُ بِحَقِّهِ، وَوَضَعَهُ فِي حَقِّهِ، فَنِعْمَ الْمَعُونَةُ هُوَ، وَمَنْ أَخَذَهُ بِغَيْرِ حَقِّهِ، كَانَ كَالَّذِي يَأْكُلُ وَلَا يَشْبَعُ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Maknanya: “Sesungguhnya harta ini seperti tanaman yang indah nan hijau. Orang yang memperolehnya dengan cara yang benar dan menempatkannya pada jalan yang benar, maka harta itu akan menjadi penolongnya (untuk taat dan memperoleh pahala). Dan barangsiapa memperolehnya dengan cara yang tidak benar, maka ia seperti orang yang makan dan tidak pernah merasa kenyang” (HR Muslim)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Tiga hadits yang shahih di atas menjelaskan kepada kita tentang macam-macam harta serta macam-macam cara menggunakannya. Harta yang terpuji adalah harta yang dihasilkan oleh seseorang dengan cara yang tidak diharamkan, lalu dibelanjakan untuk jalan yang tidak dimurkai oleh Allah. Harta inilah yang akan menjadi penolong (ni’ma al ma’unah) karena harta itu akan membantu dan mengantarkan pemiliknya kepada kebaikan. Orang yang menggunakan hartanya untuk menafkahi istrinya, anak-anaknya, kedua orang tuanya atau kerabatnya yang lain dengan niat yang baik, yaitu niat mendekatkan diri kepada Allah tanpa terkotori oleh sifat riya’ atau berbangga diri (al-fakhr), maka orang ini seakan telah bersedekah kepada fakir miskin.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 إِذَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ عَلَى أَهْلِهِ يَحْتَسِبُهَا فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ (رَوَاهُ البُخَارِيُّ

 Maknanya: “Jika seseorang menafkahkan hartanya untuk keluarganya dengan niat mengharap ridla dan pahala dari Allah, maka harta itu terhitung sedekah baginya” (HR al-Bukhari).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerupakan harta dengan tanaman yang hijau, terlihat indah oleh mata, dan orang yang melihatnya terpesona serta menginginkan untuk memilikinya. Seorang Mukmin yang mengambilnya dari tempat yang dihalalkan oleh Allah, lalu membelanjakannya pada jalur yang dihalalkan oleh Allah, maka harta tersebut menjadi penolongnya di akhirat. Karena Allah ta’ala menjadikan harta sebagai alat dan sarana untuk memperoleh pahala dan balasan baik di akhirat. Abu Bakr ash-Shiddiq pernah memiliki harta yang luar biasa berlimpah. Lalu beliau membelanjakannya untuk menegakkan dakwah Rasulullah dan membantu kaum Muslimin yang lemah yang ditindas orang-orang musyrik di Makkah sebelum hijrah. Beliau telah mendermakan jumlah yang sangat banyak dari hartanya tersebut. Dan ketika tiba saatnya Rasulullah mengajak untuk mendermakan harta untuk kemaslahatan ummat Islam, Abu Bakr mendermakan seluruh hartanya yang tersisa. Ini terjadi pada permulaan dakwah Islam di Makkah. Ternyata ketika itu tidak ada seorang sahabat pun yang melakukan seperti yang dilakukan oleh Abu Bakr kecuali ‘Umar bin Khathab. ‘Umar meneladani Abu Bakr dan mendermakan separuh harta yang dimilikinya untuk kepentingan dakwah Islamiyah.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Sedangkan harta yang tercela adalah yang diperoleh dengan cara yang haram. Cara-cara yang diharamkan oleh Allah sangatlah banyak. Di antaranya harta yang diperoleh dengan cara korupsi, menipu, berbohong dan menyembunyikan aib (cacat) yang ada pada suatu barang yang dijual. Termasuk harta yang haram adalah yang diperoleh dengan cara riba. Terutama riba al Qardl. Riba al Qardl adalah riba atau tambahan yang dihasilkan dari mengutangi orang lain dengan syarat bunga atau memanfaatkan fasilitas tertentu milik orang yang berutang tersebut. Harta riba ini termasuk harta yang keharamannya sangat besar. Dosa riba tidak kalah dengan dosa mencuri. Keduanya sama-sama tergolong dosa besar. Kaum Muslimin yang berbahagia, Kewajiban yang berkaitan dengan harta yang kita miliki sangatlah banyak. Tidak hanya menafkahi orang yang menjadi tanggungjawab kita. Di samping itu juga ada hak-hak lain dalam harta yang wajib kita penuhi seperti zakat fitrah maupun zakat mal yang mesti kita bayarkan kepada orang yang berhak menerimanya. Termasuk kewajiban orang yang berharta juga adalah menopang dakwah Islamiyah dengan harta. Pada prinsipnya, seorang Muslim dituntut untuk berperan serta dalam menyebarkan dakwah islamiyah. Peran tersebut bisa dipenuhi dengan jiwa, tenaga dan fikiran atau juga bisa dengan harta bagi mereka yang memiliki harta. Orang yang berhasil mengekang dirinya dan memaksa nafsunya untuk berderma demi kepentingan dakwah Islam, maka ia adalah orang yang beruntung. Jika diibaratkan perdagangan, maka orang seperti ini sedang berdagang dengan Allah dan perdagangan yang dia lakukan dengan Allah adalah perdagangan yang selalu menguntungkan.

 Allah ta’ala berfirman:

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ. تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (الصف: ١٠-١١

Maknanya: “Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kalian Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kalian dari azab yang pedih? Yaitu kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui” (QS ash-Shaff : 10-11).

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Berjihad di jalan Allah yang dimaksud oleh ayat ini adalah kullu ‘amal khairi (setiap amal kebaikan). Oleh karena itu, membangun masjid dan memakmurkan masjid termasuk Jihad di jalan Allah. Membangun sekolah-sekolah Islam dan pondok-pondok pesantren atau mendanai kegiatan pendidikan Islam juga termasuk jihad di jalan Allah. Mendanai kebutuhan-kebutuhan da’i untuk berdakwah juga termasuk jihad di jalan Allah. Mewakafkan tanah atau yang lainnya untuk kepentingan dan kemaslahatan dakwah juga termasuk jihad di jalan Allah. Menginfakkan harta untuk kegiatan-kegiatan sosial keagamaan juga termasuk jihad di jalan Allah. Menyantuni para fakir miskin atau memberikan modal usaha kepada mereka juga termasuk jihad di jalan Allah. Membantu para pemuda dan pemudi Muslim untuk menikah atau membiayai sebagian kebutuhan rumah tangga mereka juga termasuk jihad di jalan Allah.

Kaum Muslimin yang berbahagia, Semua pintu jihad di jalan Allah yang telah disebutkan di atas biasa disebut dengan istilah sedekah. Sedekah adalah bukti kekuatan iman orang yang bersedekah dan tanda bahwa ia percaya penuh terhadap janji yang Allah berikan kepada orang yang bersedekah. Yaitu pahala dan ganti dari harta yang sudah diinfakkan. Sedekah juga bisa menjadi sebab seseorang dibebaskan dari siksa neraka. Seringkali Nabi mengatakan tentang sebagian sahabat yang berderma: si fulan telah membeli dirinya dari neraka dengan bersedekah. Janganlah kita merasa malu dengan pemberian yang sedikit, karena itu lebih baik daripada tidak memberi sama sekali. Kemudian nilai sedekah tidak dilihat dari besar atau kecilnya pemberian. Uang seribu bisa lebih besar nilai pahalanya daripada seratus ribu. Semua tergantung kepada niat dan kondisi ekonomi seseorang.

Suatu ketika Rasulullah bersabda: “Satu dirham mendahului seratus ribu dirham.” Ditanyakan kepada beliau: Bagaimana itu bisa terjadi? Rasulullah menjawab: “Seseorang memiliki dua dirham lalu ia menyedekahkan satu dirham dan yang satu dirham disisakan untuk dirinya, dan seorang lagi bersedekah dengan seratus ribu dirham dari hartanya yang sangat banyak.”

Rasulullah menegaskan bahwa orang yang menyedekahkan satu dirham lebih besar pahalanya dari orang lain yang menyedekahkan seratus ribu dirham. Hal itu dikarenakan orang pertama menyedekahkan separuh dari seluruh hartanya. Dia berhasil mengalahkan nafsunya untuk kepentingan akhiratnya. Orang ini tidak mengatakan, aku hanya punya dua dirham bagaimana mungkin aku menyedekahkan satu dirham?. Dia lebih mementingkan akhirat, melawan nafsunya dan berharap ridla dan pahala dari Allah. Sedangkan orang kedua yang bersedekah dengan seratus ribu dirham, hartanya sangat banyak. Jumlah tersebut sangat sedikit dibandingkan dengan total harta yang dia miliki.

Hadirin jama’ah shalat Jumat rahimakumullah, Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Khutbah II

 اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

 عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

KHUTBAH JUM’AT : SEDEKAH KITA UNTUK TAWASUL TERBEBAS DARI MUSIBAH

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَلَا شَبِيْهَ وَلَا مِثْلَ وَلَا نِدَّ لَهُ، وَلَا حَدَّ وَلَا جُثَّةَ وَلَا أَعْضَاءَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا وَعَظِيْمَنَا وَقَائِدَنَا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ. اَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَّالَاهُ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ (سورة سبأ: ٣٩)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Mengawali khutbah yang singkat ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Selama ini kita tidak asing dengan amaliyah tawassul. Sebagian besar masyarakat Muslim di Indonesia, bahkan di dunia, hampir setiap hari melakukan tawassul. Tawassul yang biasa kita lakukan adalah berdoa dengan menyebut nama seorang nabi atau wali dengan harapan agar permohonan kita dikabulkan, atau agar kita dihindarkan dari marabahaya oleh Allah dengan wasilah menyebut nama nabi atau wali tersebut. Tawassul seperti ini biasanya dibarengi dengan ziarah ke makam beberapa orang wali.

Hadirin yang dirahmati Allah, Amaliyah tawassul seperti ini adalah salah satu dari tiga jenis tawassul yang kesemuanya boleh untuk kita lakukan. Dua jenis tawassul yang lain adalah tawassul dengan asma Allah dan sifat-Nya, dan tawassul dengan amal shalih.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Pada kesempatan yang mulia dan penuh barokah ini, khatib akan menyampaikan khutbah dengan tema “bertawassul dengan sedekah agar terhindar dari wabah”. Bertawassul dengan sedekah bukan berarti kita pamrih dalam bersedekah. Sedekah tetap kita niatkan karena Allah, bukan karena yang lain. Setelah sedekah, kita bertawassul dengan amal shalih yang berupa sedekah itu agar permohonan kita dikabulkan atau dihindarkan dari mara bahaya. Hal ini boleh dilakukan dengan dasar hadits yang menceritakan tentang tiga orang yang kehujanan dalam perjalanan lalu berteduh di sebuah gua. Bibir gua lalu tertutup oleh sebongkah batu besar. Dalam keadaan terperangkap dalam gua, masing-masing dari mereka memohon kepada Allah dengan menyebut amal shalih masing-masing hingga pintu gua terbuka kembali dan mereka keluar dengan selamat (HR al-Bukhari)

Hadirin rahimakumullah, Pada musim pandemi Covid-19 seperti ini, kita dituntut untuk menunjukkan kesetiakawanan kita. Instruksi pemerintah agar semua orang di rumah saja, membuat banyak orang kehilangan pekerjaannya, banyak orang menjadi pengangguran, banyak orang tidak lagi bisa mengais rezeki, banyak orang yang membutuhkan bantuan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pada masa seperti saat ini, ajaran agama menyerukan kepada kita agar berempati dan menunjukkan solidaritas kepada sesama anak bangsa. Banyak hal yang bisa kita lakukan. Di antaranya adalah sedekah.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 صَنَائِعُ الْمَعْرُوْفِ تَقِيْ مَصَارِعَ السُّوْءِ وَصَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ (رواه الطبراني

Maknanya: “Perbuatan-perbuatan baik akan melindungi kita dari berbagai keburukan dan sedekah yang dilakukan sembunyi-sembunyi akan menghindarkan diri kita dari siksa Tuhan” (HR ath-Thabarani) Hadits ini mengajak kita untuk melakukan berbagai kebaikan, di antaranya sedekah. Hadits ini juga menjelaskan bahwa perbuatan baik yang kita lakukan, baik sedekah atau pun perbuatan-perbuatan baik lainnya dapat menjadi sebab terhindarnya kita dari bermacam-macam keburukan dan berbagai musibah. Oleh karena itu, kaum muslimin yang dirahmati Allah, marilah kita bersedekah dan melakukan berbagai kebaikan di masa-masa sulit seperti sekarang ini. Jangan menunggu sampai kita terkena wabah dan musibah, baru kita bersedekah. Kita lakukan sedekah sekarang supaya kita terhindar dari berbagai musibah dan wabah penyakit.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Sedekah yang kita berikan kepada orang-orang yang membutuhkan, tidak harus banyak. Kita sesuaikan dengan kemampuan kita masing-masing. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 اِتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ (رواه البخاري

Maknanya: “Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan sedekah separuh dari biji kurma” (HR al-Bukhari)

Orang miskin bisa bersedakah sesuai kemampuannya kepada orang yang lebih miskin. Orang kaya dapat menyalurkan sedekahnya dalam jumlah besar melalui ormas atau lembaga terpercaya, atau langsung melalui pemerintah di daerah masing-masing. Kalau sedekah ini telah menjadi sebuah gerakan bersama dan disalurkan serta diberikan secara tepat kepada setiap orang yang membutuhkan, maka in sya Allah instruksi pemerintah agar semua lapisan masyarakat tidak keluar rumah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, akan ditaati bersama.

Hadirin yang dirahmati Allah, Sedekah tidak harus berupa uang. Sedekah bisa berupa barang, sembako, masker, handsanitizer, disinfektan, nasi bungkus, tenaga, pikiran, atau apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat di musim pandemi Corona. Bahkan jika seseorang telah terinfeksi Covid-19, wabah penyakit yang lain atau terkena penyakit apa pun, Rasulullah menganjurkan agar ia bersedekah. Sedekah adalah obat bagi segala macam penyakit.

Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 حَصِّنُوْا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ وَدَاوُوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ (رواه الطبراني

Maknanya: “Lindungilah harta kalian dengan zakat dan obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah” (HR Ath-Thabarini).

Dan sangat penting untuk kita yakini bahwa harta kita sejatinya tidak akan berkurang dengan sebab sedekah. Justru sedekah akan menjadikan harta kita berlimpah berkah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

 مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ (رواه مسلم

Maknanya: “Harta tidak akan berkurang dengan sebab sedekah” (HR Muslim).

Hadirin yang dirahmati oleh Allah, Tidak lama lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh maghfirah, sarat rahmah dan pembebasan dari api neraka. Salah satu yang diteladankan oleh Rasulullah pada bulan yang suci ini adalah banyak berderma dengan bersedekah kepada orang-orang yang membutuhkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ (أخرجه الترمذي والبيهقي

Maknanya: “Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan” (HR At-Tirmidzi dan al-Baihaqi)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Demikian khutbah yang singkat ini. Mudah-mudahan bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

 أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 Khutbah II

 إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الصَّادِقِ الْوَعْدِ الْأَمِيْنِ، وَعَلٰى إِخْوَانِهِ النَّبِيِّيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَارْضَ اللهم عَنْ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَآلِ الْبَيْتِ الطَّاهِرِيْنَ، وَعَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنِ الْأَئِمَّةِ الْمُهْتَدِيْنَ، أَبِيْ حَنِيْفَةَ وَمَالِكٍ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَعَنِ الْأَوْلِيَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ فَاتَّقُوْهُ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلٰى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَاتَّقُوْهُ يَجْعَلْ لَكُمْ مِنْ أَمْرِكُمْ مَخْرَجًا، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

JANDA YANG MENGAKU ZINA DAN HAMIL SEBELUM 4 TAHUN PERCERAIAN

Ada seorang janda dicerai sudah dua tahun, dan sekarang sedang hamil 1 bulan dan ingin menikah lagi. Menurut pengakuannya, dia telah berbuat zina dengan seorang lelaki.

Pertanyaan:

1. Bolehkah dia menikah lagi saat hamil/sebelum melahirkan? Apakah dengan kehamilannya, dia masih dianggap dalam masa iddah dari perceraian sebelumnya?

2. Dan jika tidak boleh, anak siapakah bayi yang lahir nanti, mengingat dia tidak menikah lagi setelah bercerai, hanya berzina?

Jawaban:

1. Pada dasarnya wanita hamil dari zina boleh menikah. Akan tetapi, karena dalam permasalah di atas kandungan masih mungkin untuk dinisbatkan kepada mantan suaminya, karena masih belum mencapai 4 tahun terhitung dari kemungkinan terjadinya hubungan dengan mantan suaminya, maka wanita ini masih dianggap dalam masa iddah. Sehingga tidak boleh menikah sebelum melahirkan anak yang dikandungnya.

Catatan: pengakuan istri bahwa dirinya hamil dari zina tidak bisa diterima dalam hal menafikan anak untuk nasab ke mantan suaminya, dan dalam hal berakhirnya iddah. Karena nasab adalah hak seorang anak, dan tidak bisa dinafikan hanya dengan sekedar pengakuan zina ibunya.

2. Jika memang nanti wanita tersebut melahirkan kandungannya dalam masa empat tahun terhitung dari kemungkinan berhubungan dengan mantan suaminya sebelum diceraikan, maka anak ini tetap nasab kepada mantan suaminya. Dan bila lebih maka tidak. Dan mantan suami wajib menafikan anak mantan istrinya dengan sumpah li’an jika memang yakin bahwa anak tersebut bukan anaknya.

Catatan: sumpah li’an wajib hanya dicukupkan menafikan nasab anak, tidak boleh dengan menuduh zina istri. Jika memang suami tidak tahu dan tidak ada dugaan kuat tentang perzinahan istri. Dan misalnya tahu sekalipun, tidak harus dengan menuduh zina, cukup mengatakan bahwa istrinya digauli orang lain.

Referensi:

*فتاوى الفقيه الشهيد بن حفيظ؛ ص ٢٣٤*

ما قولكم يا طلبة العلم أطال الله أعماركم وأدام النفع بكم آمين، في إمرأة مات زوجها وفي آخر السنة ظهر معها حمل بعد موت المذكور بقدر ستة أشهر، ووقت الموت ما ذكرت أنها معها حمل من الزوج، هل الحمل المذكور يلحق الزوج أم لا؟ أو نقول تفصيلا: إن أقرت بالزنا لم يلحق الزوج المذكور، وإن لم تقر يلحقه؟ أفتونا فالمسألة واقعة حال، لا زلتم ذخرا وتأييدا لشريعة سيد الأولين

الحمد لله الجواب: والله الموفق للصواب: متى ولدت الزوجة المذكورة الحمل المذكور كاملا لأقل من أربع سنين من آخر إمكان الإجتماع بالزوج الذي مات، لحقه الولد، وإن أقرت بالزنا كما صرح به الحبيب عبد الرحمن المشهور في البغية. وذلك لقوله صلى الله عليه وسلم: “الولد للفراش وللعاهر الحجر”، ولا عبرة بعدم ذكر المرأة للحمل عقب وفاة الزوج، فقد يكون معها حمل لا تشعر به كما صرحوا بذلك أيضا. والله أعلم بالصواب. وكتبه الفقير إلى ربه تعالى محمد بن سالم بن حفيظ ابن الشيخ أبي بكر بن سالم عفا الله عنه

*بغية المسترشدين؛ ص ٥٠١*

(ﻣﺴﺄﻟﺔ) : ﻓﻮﺭﻗﺖ ﻣﻮﻃﻮءﺓ ﻭﺃﺣﺴﺖ ﺑﺎﻟﺤﻤﻞ ﻓﻤﻜﺜﺖ ﺳﻨﺔ ﻭﻟﻢ ﺗﺮ ﺣﻴﻀﺎ ، ﺛﻢ ﺗﺰﻭﺟﺖ ﺁﺧﺮ ﻓﻮﻃﺌﻬﺎ ﺟﺎﻫﻼ ﺑﺎﻟﺤﻤﻞ ﻓﻮﻟﺪﺕ ﻛﺎﻣﻼ ، ﻛﺎﻥ اﻟﻨﻜﺎﺡ اﻟﺜﺎﻧﻲ ﺑﺎﻃﻼ ﻟﻮﻗﻮﻋﻪ ﻓﻲ ﻋﺪﺓ اﻷﻭﻝ ، ﻭﺃﻣﺎ اﻟﻮﻟﺪ ﻓﺈﻥ ﺃﻣﻜﻦ ﻛﻮﻧﻪ ﻣﻦ اﻷﻭﻝ ﻓﻘﻂ ﺑﺄﻥ ﻭﻟﺪﺗﻪ ﻟﺪﻭﻥ ﺃﺭﺑﻊ ﺳﻨﻴﻦ ﻣﻦ ﺁﺧﺮ ﺇﻣﻜﺎﻥ اﻻﺟﺘﻤﺎﻉ ، ﻭﺩﻭﻥ ﺳﺘﺔ ﺃﺷﻬﺮ ﻣﻦ ﺇﻣﻜﺎﻥ اﺟﺘﻤﺎﻉ اﻟﺜﺎﻧﻲ ، ﻓﻠﻸﻭﻝ ﺃﻭ ﻣﻦ اﻟﺜﺎﻧﻲ ﻓﻘﻂ ﺑﺄﻥ ﻋﻜﺲ ﺫﻟﻚ ، ﻓﻠﻠﺜﺎﻧﻲ ﺃﻭ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﺑﺄﻥ ﻭﻟﺪ ﻟﺪﻭﻥ اﻷﺭﺑﻊ ﻓﻲ اﻷﻭﻝ ، ﻭﻓﻮﻕ اﻟﺴﺘﺔ ﻓﻲ اﻟﺜﺎﻧﻲ ﻋﺮﺽ ﻋﻠﻰ اﻟﻘﺎﺋﻒ ، ﻭﻫﻮ ﻣﻜﻠﻒ ﺣﺮ ﺫﻛﺮ ﻋﺪﻝ ﻣﺠﺮﺏ ﺑﻌﺮﺽ ﺃﺻﻨﺎﻑ ، ﻓﺈﻥ ﺃﻟﺤﻘﻪ ﺑﺄﺣﺪﻫﻤﺎ ﻟﺤﻘﻪ ، ﻭﻻ ﻳﻨﺘﻔﻲ ﻋﻨﻪ ﺇﻻ ﺑﺎﻟﻠﻌﺎﻥ ، ﻭﺇﻥ ﺃﻟﺤﻘﻪ ﺑﻬﻤﺎ ﺃﻭ ﻧﻔﺎﻩ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﺃﻭ ﺗﺤﻴﺮ ، ﺃﻭ ﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﻗﺎﺋﻒ ﺗﺮﻙ ﺣﺘﻰ ﻳﺒﻠﻎ ، ﻓﻴﻨﺘﺴﺐ ﺇﻟﻰ ﻣﻦ ﻳﻤﻴﻞ ﺇﻟﻴﻪ ﻃﺒﻌﻪ ، ﺛﻢ ﺇﻥ ﻟﺤﻖ ﺑﺎﻷﻭﻝ اﻧﻘﻀﺖ ﻋﺪﺗﻬﺎ ﺑﻮﺿﻊ ﺫﻟﻚ ، ﻭاﻋﺘﺪﺕ ﻟﻠﺜﺎﻧﻲ ﺑﺜﻼﺛﺔ ﺃﻗﺮاء ﺃﻭ ﺑﺎﻟﺜﺎﻧﻲ ﻓﺒﺎﻟﻌﻜﺲ ، ﻭﻟﻮ ﻣﺎﺕ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻓﺎﻋﺘﺪﺕ ﺑﺎﻷﺷﻬﺮ ، ﺛﻢ ﺗﺰﻭﺟﺖ ﻓﻈﻬﺮ ﺑﻬﺎ ﺣﻤﻞ ﻭﻭﻟﺪﺗﻪ ﻟﺪﻭﻥ ﺳﺘﺔ ﺃﺷﻬﺮ ﻣﻦ ﻧﻜﺎﺡ اﻟﺜﺎﻧﻲ ﻟﻢ ﻳﻟﺤﻘﻪ اﻟﻮﻟﺪ ، ﻭﻭﻃﺆﻩ ﺷﺒﻬﺔ ﻳﻮﺟﺐ اﻟﻤﻬﺮ ﻻ اﻟﺤﺪ ، *ﻭﻳﻠﺤﻖ اﻷﻭﻝ ﺑﻘﻴﺪﻩ اﻟﻤﺬﻛﻮﺭ ﻭﺇﻥ ﺃﻗﺮﺕ ﺑﺎﻟﺰﻧﺎ،* ﻭﺗﻌﺘﺪ ﻟﻠﺜﺎﻧﻲ ﺑﻌﺪ اﻟﻮﺿﻊ

ﺗﻨﺒﻴﻪ : ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺑﻞ ﻳﺘﻌﻴﻦ ﻓﻲ ﻫﺬا اﻟﺰﻣﺎﻥ اﻟﺬﻱ ﻋﻢ ﻓﻴﻪ اﻟﺘﺴﺎﻫﻞ ﻣﻊ اﻟﺠﻬﻞ ﻟﻠﻌﺎﻟﻢ ﻛﺎﻟﻘﺎﺿﻲ ، ﺇﺫا ﺣﻀﺮ ﻣﺠﻠﺲ ﻋﻘﺪ اﻟﻨﻜﺎﺡ ﺃﻥ ﻳﺒﺤﺚ ﻭﻳﻔﺘﺶ ﻋﻦ ﻣﻘﺘﻀﻴﺎﺕ اﻟﻨﻜﺎﺡ ، ﻛﺎﻟﻌﺪﺓ ﻭاﻟﺒﻠﻮﻍ ﻭﻛﻴﻔﻴﺔ ﻣﺠﻲء اﻟﺤﻴﺾ ﻭاﻹﺫﻥ ﻭاﻟﻮﻻﻳﺔ ﻭﻧﺤﻮﻫﺎ ﻣﻤﺎ ﻳﻐﻠﺐ ﺟﻬﻞ اﻟﻌﺎﻣﺔ ﺑﻪ ، ﻟﺌﻼ ﻳﻘﻌﻮا ﻓﻲ ﻣﺜﻞ ﻫﺬﻩ اﻟﻤﺨﺎﺯﻱ

*[الأنصاري، زكريا، أسنى المطالب في شرح روض الطالب، ٣٩٣/٣]*

(فإن طلقها بائنا، وكذا رجعيا أو فسخ) نكاحها ولو بلعان (ولم ينف الحمل فولدت لأربع سنين فأقل من) وقت (إمكان العلوق قبيل الطلاق) أو الفسخ (لحقه) وبان أن العدة لم تنقض إن لم تنكح المرأة آخر أو نكحت ولم يمكن كون الولد من الثاني لقيام الإمكان سواء أقرت بانقضاء عدتها قبل ولادتها أم لا؛ لأن النسب حق الولد فلا ينقطع بإقرارها، وإن أتته به لستة أشهر من الإقرار ويفارق ما لو استبرأ أمته بعد وطئه لها فأتت بولد بعد الاستبراء لستة أشهر فأكثر حيث لا يلحقه بأن فراش النكاح أقوى، وأسرع ثبوتا؛ لأن النسب يثبت فيه بمجرد الإمكان بخلافه في الأمة لا يثبت إلا بالإقرار بالوطء

*[ابن حجر الهيتمي، تحفة المحتاج في شرح المنهاج وحواشي الشرواني والعبادي، ٢٤٣/٨]*

(ولو أبانها) أي زوجته بخلع أو ثلاث ولم ينف الحمل (فولدت لأربع سنين) فأقل ولم تتزوج بغيره أو تزوجت بغيره ولم يمكن كون الولد من الثاني (لحقه) وبان وجوب سكناها ونفقتها وإن أقرت بانقضاء العدة لقيام الإمكان إذ أكثر مدة الحمل أربع سنين بالاستقراء وابتداؤها من وقت إمكان الوطء قبل الفراق فإطلاقهم أنه من الطلاق محمول على ما إذا قارنه الوطء بتنجيز أو تعليق والحاصل أن الأربع متى حسب منها لحظة الوطء أو لحظة الوضع كان لها حكم ما دونها ومتى زاد عليها كان لها حكم ما فوقها ولم ينظروا هنا لغلبة الفساد على النساء؛ لأن الفراش قرينة ظاهرة ولم يتحقق انقطاعه مع الاحتياط للأنساب بالاكتفاء فيها بالإمكان (أو) ولدت (لأكثر) من أربع سنين مما ذكر (فلا) يلحقه لعدم الإمكان وذكرت تتميما للتقسيم فلا تكرار في تقدمها في اللعان

*[البكري الدمياطي ,إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين ,4/57]*

فرع: يلحق ذا العدة الولد إلى أربع سنين موقت طلاقه لا إن أتت به بعد نكاح لغير ذي العدة وإمكان لان يكون منه بأن أتت به لستة أشهر بعد نكاحه

*[القليوبي، حاشيتا قليوبي وعميرة، ٣٥/٤]*

تنبيه: تقدم فيما إذا أتت بولد علم أنه ليس منه أنه لا يقذفها إذا احتمل كون الولد من وطء شبهة، وحينئذ يقول في اللعان لنفيه كما قاله الماوردي أشهد بالله إني من الصادقين، فيما رميتها به من إصابة غيري لها على فراشي وأن هذا الولد من تلك الإصابة ما هو مني إلى آخر كلمات اللعان، ولا تلاعن المرأة؛ إذ لا حد عليها بهذا اللعان حتى يسقط بلعانها ولم يذكر الشيخان ما قاله

*[القليوبي، حاشيتا قليوبي وعميرة، ٣٣/٤]*

فصل. له أي للزوج (قذف زوجة علم زناها) بأن رآه بعينه (أو ظنه ظنا مؤكدا كشياع زناها يريد مع قرينة بأن رآهما في خلوة) أو رآها تخرج من عنده ولا يعفي مجرد الشياع، لأنه قد يشيعه عدو لها، أو له، أو من طمع فيه فلم يظفر بشيء ولا مجرد القرينة المذكورة، لأنه ربما دخل عليها لخوف، أو سرقة أو طمع، ومن صور الظن المؤكد أن تخبره بزناها، فيقع في قلبه صدقها، أو يخبره به عن عيان من يثق به، وإن لم يكن عدلا، وإنما جاز له حينئذ القذف المرتب عليه اللعان الذي يخلص به منها لاحتياجه إلى الانتقام منها لتلطيخها فراشه، ولا يكاد يساعده على ذلك بينة، أو إقرار والأولى أن يستر عليها ويطلقها إن كرهها هذا كله حيث لا ولد ينفيه

(ولو أتت بولد علم أنه ليس منه) مع إمكان كونه منه (لزمه نفيه) لأن ترك النفي يتضمن استلحاقه، واستلحاق من ليس منه حرام وطريق نفيه اللعان المسبوق بالقذف فيلزمان أيضا وإنما يلزمه قذفها إذا علم زناها، أو ظنه كما تقدم في جوازه، وإلا فلا يقذفها لجواز أن يكون الولد من وطء شبهة قاله البغوي وغيره (وإنما يعلم) أن الولد ليس منه (إذا لم يطأ) (أو) وطئ و (ولدته لدون ستة أشهر من الوطء) التي هي أقل مدة الحمل (أو فوق أربع سنين) التي هي أكثر مدة الحمل (فلو ولدته لما بينهما). أي بين ستة أشهر وأربع سنين من الوطء (ولم يستبرئ) بعده (بحيضة حرم النفي) للولد رعاية للفراش ولا عبرة بريبة يجدها في نفسه (وإن ولدته لفوق ستة أشهر من الاستبراء حل للنفي في الأصح) لأن الاستبراء أمارة ظاهرة على أنه ليس منه، ولكن الأولى أن لا ينفيه، لأن الحامل قد ترى الدم، والوجه الثاني إن رأى بعد الاستبراء قرينة الزنى المبيحة للقذف، أو تيقنه جاز النفي، بل وجب لحصول الظن حينئذ بأنه ليس منه، وإن لم ير شيئا لم يجز، ورجح الثاني في أصل الروضة والأول في الشرح الصغير والمحرر وليس في الكبير ترجيح، ومحل الخلاف كما يؤخذ من التعليل ما إذا أمكن كون الولد من الزنى بعد الاستبراء، بأن ولدته لستة أشهر من الزنى فلو ولدته لدونها من الزنى وفوقها من الاستبراء لم يجز نفيه جزما كما استدركه في الروضة، والاستبراء يحصل بظهور دم الحيض كما قاله بعض المتأخرين

حاشية القليوبي

قوله: (فيلزمان) فقوله أولا له إلخ جواز بعد منع فيصدق بالواجب أي فهو واجب في هذا وظاهر كلام الشارح أن هذه ليست من أفراد ما سبق. *قوله: (فلا يقذفها) بل يقتصر على نفي الولد وجوبا

حاشية عميرة

قوله: (وإلا فلا يقذفها) أي ولكن يلزمه النفي ويقول فيما رميتها به من إصابة غيري لها على فراشي، وإن الولد من تلك الإصابة كما سيأتي بيان ذلك في التنبيه الآتي في كلام الشارح الآتي في الفصل الثاني، *وقول الشارح لزم قذفها لك أن تقول لا يتعين خصوص القذف بل يكفي رميها بالعلوق من غيره*

TKW MENIKAH LAGI KARENA SUAMINYA TAK DI KETAHUI RIMBANYA

Ada TKW (Tenaga Kerja Wanita) menikah di tempat dia bekerja. Setelah habis masa kontraknya, tkw tersebut pulang ke Indonesia tanpa disertai suaminya yang warga negara lain. Setelah setahun di Indonesia, dia hendak menikah lagi, padahal dari pernikahannya yang pertama dia belum bercerai, sementara suaminya yang di tempat kerja sudah tidak ada kejelasan kabarnya.

Oleh seorang tokoh masyarakat setempat, dia dianggap tidak dinafkahi selama setahun, sehingga dia disuruh mengangkat muhakkam untuk memfasakh nikahnya yg pertama. Lalu setelah itu iddah dan menikah dg suami yang sekarang.

Pertanyaan:

1. Benarkah apa yang dilakukan tokoh masyarakat tersebut?

2. Jika salah apa yg harus dilakukan mengingat sekarang sudah menikah lagi?.

Jawaban:

1. Tindakan tokoh masuarakat tersebut tidak dapat dibenarkan dengan beberapa pertimbangan;

? Wanita tersebut masih terikat dengan pernikahan yang pertama, karena menurut pendapat yang ashah dia tidak berhak mengajukan fasakh nikah.

? Jika mengikuti pendapat muqabil ashah sekalipun, tindakan fasakh yang dilakukan tidak sesuai prosedur yang seharusnya melalui pengadilan agama. Sebab dalam kasus semacam ini, pengangkatan muhakkam tidak bisa dilakukan, karena muhakkam harus diangkat oleh kedua pihak suami istri.

2. Karena pernikahan yang kedua tidak sah, maka wanita tersebut harus dipisahkan dari suami barunya.

Catatan:

Jika memungkinkan, wanita tersebut bisa mengajukan isbat nikah di pengadilan agama, kemudian mengajukan gugatan cerai dengan mengikuti pendapat muqabil ashah yang telah dipilih oleh ulama’ muhaqqiqin mutaakhhirin yang memperbolehkan fasakh nikah dengan alasan tidak bisa mendapatkan nafkah, baik karena suami tidak ketemu tempat dan setatusnya, atau ketemu tempatnya namun sulit untuk menghubunginya.

Referensi:

*المجموع شرح المهذب، ١٨ / ١٥٩*

ﻭﻗﺎﻝ ﻓﻲ اﻟﺠﺪﻳﺪ ﺗﺘﺮﺑﺺ ﺣﺘﻰ ﻳﺘﺒﻴﻦ ﻣﻮﺗﻪ ﺃﻭ ﻓﺮاﻗﻪ ﻟﻤﺎ ﺭﻭﻯ اﻟﻤﻐﻴﺮﺓ ﺑﻦ ﺷﻌﺒﺔ ﺇﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: ” اﻣﺮﺃﺓ اﻟﻤﻔﻘﻮﺩ اﻣﺮﺃﺗﻪ ﺣﺘﻰ ﻳﺄﺗﻲ ﺯﻭﺟﻬﺎ “. — إلى أن قال —

فصل: ﻭﺇﺫا ﺗﺰﻭﺟﺖ اﻣﺮﺃﺓ اﻟﻤﻔﻘﻮﺩ، ﻓﻲ ﻭﻗﺖ ﻟﻴﺲ ﻟﻬﺎ ﺃﻥ ﺗﺘﺰﻭﺝ ﻓﻴﻪ، ﻣﺜﻞ ﺃﻥ ﺗﺘﺰﻭﺝ ﻗﺒﻞ ﻣﻀﻲ اﻟﻤﺪﺓ اﻟﺘﻲ ﻳﺒﺎﺡ ﻟﻬﺎ اﻟﺘﺰﻭﻳﺞ ﺑﻌﺪﻫﺎ، ﺃﻭ ﻛﺎﻧﺖ ﻏﻴﺒﺔ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻇﺎﻫﺮﻫﺎ اﻟﺴﻼﻣﺔ، ﺃﻭ ﻣﺎ ﺃﺷﺒﻪ ﻫﺬا، ﻓﻨﻜﺎﺣﻬﺎ ﺑﺎﻃﻞ

*إعانة الطالبين*

ﻟﻤﺎ ﺃﻧﻬﻰ اﻟﻜﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺷﺮﻭﻁ اﻟﺼﻴﻐﺔ ﺷﺮﻉ ﻓﻲ ﺑﻴﺎﻥ ﺷﺮﻭﻁ اﻟﺰﻭﺟﺔ اﻟﺘﻲ ﻫﻲ ﺃﺣﺪ اﻷﺭﻛﺎﻥ اﻟﺨﻤﺴﺔ، ﻭﺫﻛﺮ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺷﺮﻭﻁ: ﺛﻼﺛﺔ ﻣﺘﻨﺎ، ?ﻭﻫﻲ ﺧﻠﻮﻫﺎ ﻣﻦ ﻧﻜﺎﺡ.  ﻭﻋﺪﺓ، ﻭﺗﻌﻴﻴﻦ ﻟﻬﺎ، ﻭﻋﺪﻡ ﻣﺤﺮﻣﻴﺔ

*الغرر البهية شرح البهجة الوردية ٤ / ٩٣٥*

(ﻭﻣﻦ ﻏﺎﺏ) ﺑﺴﻔﺮ ﺃﻭ ﻏﻴﺮﻩ (ﻭاﻧﻘﻄﻊ ﺧﺒﺮﻩ ﻟﻴﺲ ﻟﺰﻭﺟﺘﻪ ﻧﻜﺎﺡ ﺣﺘﻰ ﻳﺘﻴﻘﻦ) ﺃﻱ ﻳﻈﻦ ﺑﺤﺠﺔ ﻛﺎﺳﺘﻔﺎﺿﺔ ﻭﺣﻜﻢ ﺑﻤﻮﺗﻪ (ﻣﻮﺗﻪ ﺃﻭ ﻃﻼﻗﻪ) ﺃﻭ ﻧﺤﻮﻫﻤﺎ ﻛﺮﺩﺗﻪ ﻗﺒﻞ اﻟﻮﻁء ﺃﻭ ﺑﻌﺪﻩ ﺑﺸﺮﻃﻪ، ﺛﻢ ﺗﻌﺘﺪ؛ ﻷﻥ اﻷﺻﻞ ﺑﻘﺎء اﻟﺤﻴﺎﺓ ﻭاﻟﻨﻜﺎﺡ ﻣﻊ ﺛﺒﻮﺗﻪ ﺑﻴﻘﻴﻦ ﻓﻠﻢ ﻳﺰﻝ ﺇﻻ ﺑﻪ ﺃﻭ ﺑﻤﺎ ﺃﻟﺤﻖ ﺑﻪ

*تحفة المحتاج ١٠/  ١٢٠*

 ﺃﻥ اﻟﺘﻮﻟﻴﺔ ﻟﻠﻤﺤﻜﻢ ﺇﻧﻤﺎ ﻫﻲ ﻣﻦ اﻟﺨﺼﻤﻴﻦ ﻭﺭﺿﺎﻫﻤﺎ ﻣﻌﺘﺒﺮ ﻓﺎﻟﺤﻜﻢ ﻣﻦ ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ ﺩﻭﻥ اﻵﺧﺮ ﺣﻜﻢ ﺑﻐﻴﺮ ﺭﺿﺎ اﻟﺨﺼﻢ

*هامش بغية  / ٢٠٧*

إن من شروط التحكيم صدره من كلا الزوجين

*روضة الطالبين جز ٥ / ٤٥٠*

ﻓﻬﺬا ﻧﻜﺎﺡ ﻓﺎﺳﺪ، ﻓﻴﻔﺮﻕ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ، ﻭﻻ ﻣﻬﺮ ﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻘﻊ ﺩﺧﻮﻝ، ﻭﺇﻥ ﻭﻗﻊ، ﻓﻌﻠﻴﻪ ﻣﻬﺮ اﻟﻤﺜﻞ، ﻛﺬا ﻗﺎﻟﻪ اﻟﺠﻤﻬﻮﺭ

*إعانة الطالبين*

ﻓﺈﻥ اﻧﻘﻄﻊ ﺧﺒﺮﻩ ﻭﻻ ﻣﺎﻝ ﻟﻪ ﺣﺎﺿﺮ ﺟﺎﺯ ﻟﻬﺎ اﻟﻔﺴﺦ ﻻﻥ ﺗﻌﺬﺭ ﻭاﺟﺒﻬﺎ ﺑﺎﻧﻘﻄﺎﻉ ﺧﺒﺮﻩ ﻛﺘﻌﺬﺭ ﺑﺎﻹﻋﺴﺎﺭ ﻛﻤﺎ ﺟﺰﻡ ﺑﻪ اﻟﺸﻴﺦ ﺯﻛﺮﻳﺎ ﻭﺧﺎﻟﻔﻪ ﺗﻠﻤﻴﺬﻩ ﺷﻴﺨﻨﺎ

ﻭاﺧﺘﺎﺭ ﺟﻤﻊ ﻛﺜﻴﺮﻭﻥ ﻣﻦ ﻣﺤﻘﻘﻲ اﻟﻤﺘﺄﺧﺮﻳﻦ ﻓﻲ ﻏﺎﺋﺐ ﺗﻌﺬﺭ ﺗﺤﺼﻴﻞ اﻟﻨﻔﻘﺔ ﻣﻨﻪ اﻟﻔﺴﺦ ﻭﻗﻮاﻩ اﺑﻦ اﻟﺼﻼﺡ

 ﻭﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﻓﺘﺎﻭﻳﻪ: ﺇﺫا ﺗﻌﺬﺭﺕ

 ﻟﻌﺪﻡ ﻣﺎﻝ ﺣﺎﺿﺮ ﻣﻊ ﻋﺪﻡ ﺇﻣﻜﺎﻥ ﺃﺧﺬﻫﺎ ﻣﻨﻪ ﺣﻴﺚ ﻫﻮ ﺑﻜﺘﺎﺏ ﺣﻜﻤﻲ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻟﻜﻮﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﻌﺮﻑ ﻣﻮﺿﻌﻪ

ﺃﻭ ﻋﺮﻑ ﻭﻟﻜﻦ ﺗﻌﺬﺭﺕ ﻣﻄﺎﻟﺒﺘﻪ ﻋﺮﻑ ﺣﺎﻟﻪ ﻓﻲ اﻟﻴﺴﺎﺭ ﻭاﻹﻋﺴﺎﺭ ﺃﻭ ﻟﻢ ﻳﻌﺮﻑ ﻓﻠﻬﺎ اﻟﻔﺴﺦ ﺑﺎﻟﺤﺎﻛﻢ ﻭاﻹﻓﺘﺎء ﺑﺎﻟﻔﺴﺦ ﻫﻮ اﻟﺼﺤﻴﺢ اﻧﺘﻬﻰ

ﻭﻧﻘﻞ ﺷﻴﺨﻨﺎ ﻛﻼﻣﻪ ﻓﻲ اﻟﺸﺮﺡ اﻟﻜﺒﻴﺮ ﻭﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﺁﺧﺮﻩ ﻭﺃﻓﺘﻰ ﺑﻤﺎ ﻗﺎﻟﻪ ﺟﻤﻊ ﻣﻦ ﻣﺘﺄﺧﺮﻱ اﻟﻴﻤﻦ. ﻭﻗﺎﻝ اﻟﻌﻼﻣﺔ اﻟﻤﺤﻘﻖ اﻟﻄﻨﺒﺪاﻭﻱ ﻓﻲ ﻓﺘﺎﻭﻳﻪ ﻭاﻟﺬﻱ ﻧﺨﺘﺎﺭﻩ ﺗﺒﻌﺎ ﻟﻻﺋﻤﺔ اﻟﻤﺤﻘﻘﻴﻦ ﺃﻧﻪ ﺇﺫا ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻟﻪ ﻣﺎﻝ ﻛﻤﺎ ﺳﺒﻖ ﻟﻬﺎ اﻟﻔﺴﺦ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻇﺎﻫﺮ اﻟﻤﺬﻫﺐ ﺧﻼﻓﻪ

 ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: {ﻭﻣﺎ ﺟﻌﻞ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻓﻲ اﻟﺪﻳﻦ ﻣﻦ ﺣﺮﺝ} [22 ﺳﻮﺭﺓ اﻟﺤﺞ اﻵﻳﺔ: 78]

ﻭﻟﻘﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: “ﺑﻌﺜﺖ ﺑﺎﻟﺤﻨﻴﻔﻴﺔ اﻟﺴﻤﺤﺔ” [ﻣﺴﻨﺪ ﺃﺣﻤﺪ ﺭﻗﻢ: 21788]

ﻭﻻﻥ ﻣﺪاﺭ اﻟﻔﺴﺦ ﻋﻠﻰ اﻹﺿﺮاﺭ ﻭﻻ ﺷﻚ ﺃﻥ اﻟﻀﺮﺭ ﻣﻮﺟﻮﺩ ﻓﻴﻬﺎ ﺇﺫا ﻟﻢ ﻳﻤﻜﻦ اﻟﻮﺻﻮﻝ ﺇﻟﻰ اﻟﻨﻔﻘﺔ ﻣﻨﻪ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻣﻮﺳﺮا. ﺇﺫ ﺳﺮ اﻟﻔﺴﺦ ﻫﻮ ﺗﻀﺮﺭ اﻟﻤﺮﺃﺓ ﻭﻫﻮ ﻣﻮﺟﻮﺩ ﻻﺳﻴﻤﺎ ﻣﻊ ﺇﻋﺴﺎﺭﻫﺎ

 ﻓﻴﻜﻮﻥ ﺗﻌﺬﺭ ﻭﺻﻮﻟﻬﺎ ﺇﻟﻰ اﻟﻨﻔﻘﺔ ﺣﻜﻤﻪ ﺣﻜﻢ اﻹﻋﺴﺎﺭ اﻧﺘﻬﻰ

ﻭﻗﺎﻝ ﺗﻠﻤﻴﺬﻩ ﺷﻴﺨﻨﺎ ﺧﺎﺗﻤﺔ اﻟﻤﺤﻘﻘﻴﻦ اﺑﻦ ﺯﻳﺎﺩ ﻓﻲ ﻓﺘﺎﻭﻳﻪ: ﻭﺑﺎﻟﺠﻤﻠﺔ ﻓﺎﻟﻤﺬﻫﺐ اﻟﺬﻱ ﺟﺮﻯ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﺮاﻓﻌﻲ ﻭاﻟﻨﻮﻭﻱ ﻋﺪﻡ ﺟﻮاﺯ اﻟﻔﺴﺦ ﻛﻤﺎ ﺳﺒﻖ

 ﻭاﻟﻤﺨﺘﺎﺭ اﻟﺠﻮاﺯ. ﻭﺟﺰﻡ ﻓﻲ ﻓﺘﻴﺎ ﻟﻪ ﺃﺧﺮﻯ ﺑﺎﻟﺠﻮاﺯ

MUTIARA HIKMAH, INSPIRASI DAN MOTIVASI DALAM KEHIDUPAN

“Hidup terlalu singkat tuk sembunyikan rasa. Jangan biarkan dirimu terus bertanya-tanya, kamu tak pernah tahu dia jg punya perasaan yg sama.”

“Cinta tak menyakiti, karena cinta adalah untuk bahagia. Jika kamu merasa tersiksa karenanya, coba pikirkan apakah benar itu cinta.”

“Ketika Tuhan belum menjawab doamu, Dia melatih kesabaranmu. Ketika Tuhan tak menjawabnya, Dia punya sesuatu yang lebih baik untukmu.”

“Kau tdk bs mencintai org yg tdk kau percayai. Kau tdk bs mempercayai org yg tdk kau kenali. Keduanya butuh waktu. Jgn buru2.”

“Terkadang butuh sebuah luka yg sangat dalam tuk dirimu bisa menyadari betapa hidupmu menjadi jauh lebih baik jika tanpa dirinya.”

“Slalu ada solusi untuk tiap masalah, tp km tak akan menemukannya jika km terus mencarinya di tempat yg salah.”

“Setiap orang pasti memiliki seseorang yg tanpa pikir panjang akan menerimanya kembali, tak peduli betapa dia telah menyakiti di masa lalu.”

“Banyak yang datang pun menghilang. Beberapa menjadi kenangan. Beberapa menjadi pelajaran. Namun hanya satu akan menjadi akhir perjalanan.”

“Jangan terlalu membanggakan apa yang kamu miliki saat ini, karena suatu saat mereka akan pergi. Ingat: tak ada yang ABADI.”

“Jangan pernah menyerah, kamu bisa berhenti sejenak, tapi jangan berhenti berusaha. Ini hidupmu, buat jadi berarti.”

“Jangan pernah menyerah. Selama kamu mencintai apa yang kamu kerjakan, kegagalan hanya sebuah motivasi untuk jadi lebih dewasa.”

“Jangan takut melakukan kesalahan, karena dari kesalahan kamu tahu mana yang benar. Jangan putus asa, terus berusaha.”

“Ketika kamu mengatakan hal yang salah, melakukan hal yang salah, membuat pilihan yang salah, Tuhan selalu memaafkan dan menolongmu.”

“Jika kamu benar-benar mencintai seseorang, kamu akan selalu menemukan cara untuk membuat segalanya berjalan mudah.”

“Arti hidup tak didapatkan dr APA yg km raih, tapi BAGAIMANA km meraihnya.”

“Kadang kamu memaafkan seseorang, bukan karena kamu telah menerima apa yg terjadi, tapi karena kamu tak ingin hal itu terus mengusik hidupmu.”

“Tak ada yang abadi, begitu juga dengan hati. Hargai apa yang kamu miliki kini, sebelum hidup menjadikan dia sebuah memori.”

“Buatlah mereka yang kamu cintai tersenyum malam ini, sebagai ganti dari malam sebelumnya yang kamu habiskan bersama.”

“Hargai dirimu dengan menghormati dan jujur terhadap diri sendiri. Bicaralah dengan hati kepada dirimu sendiri.”

“Berbohong tidak hanya membuatmu tak bisa dipercayai lagi namun juga membuat dirimu mulai tak bisa memercayai orang lain.”

“Jangan putus asa jika anda gagal pada kesempatan pertama. Teruslah mencoba dan mencoba. Jadilah pribadi yang pantang menyerah.”

“Terkadang, ego mengalahkan akal sehat. Hendaknya kerendahan hati menghantarkan kasih yang membawa berkah.”

“Doaku hari ini: Tuhan, jangan biarkan aku berkeluh kesah, berpikiran sempit, berhati kotor dan bersifat malas.

“Apapun yang terjadi pasti karena ada alasannya. Percayakan semua pada Tuhan, agar tak ada kekecewaan.”

“Semua orang bisa membahagiakanmu dengan sesuatu yang istimewa, namun hanya seorang istimewa yang bisa membahagiakanmu tanpa apapun.”

“Fokus pd solusi, bukan masalah. Ikuti kata hatimu, bukan egomu. Percaya pd Tuhan, bukan org lain.”

“Semua masalah pasti akan berlalu. Untuk itu, tak perlu merasa diri paling menderita, tersenyumlah karena semua akan baik-baik saja.”

“Memaafkan adalah salah satu cara untuk dapatkan kedamaian jiwamu. Belajarlah memaafkan dan lanjutkan hidupmu. Maafkan untuk melupakan.”

“Terkadang, semakin istimewa kamu memperlakukan seseorang, semakin dia memanfaatkan dirimu.

Bijaksanalah dalam membuat pilihan.”

“Tak perlu tangisi cinta yang telah hilang. Kebahagiaanmu jauh lebih penting, dan bahagia bukan hanya karena cinta.

“Dalam hidup ini, akan ada satu orang yang selalu kamu cintai tak peduli berapa banyak rasa sakit yang telah mereka berikan untukmu.”

“Ketika hidup membuatmu tanpa kata, pelukan akan membantumu temukan makna. Karena terkadang pelukan berkata yg tak mampu terucap.”

“Dalam hidup, selalu ada yang tak setuju denganmu. Dengarkan mereka, tapi jangan pernah kehilangan apa yang kamu yakini.”

“Memaafkan diri sendiri lebih sulit dari memaafkan orang lain. Untuk itu, sayangi diri sendiri agar mudah untuk memaafkan.”

“Kualitas kehidupan seseorang ditentukan dari kedekatannya dengan Tuhan dan kemauan berusaha dalam kehidupan.”

“Hal terindah adalah ketika kamu bertemu dengan dia yang mencintaimu tanpa syarat, meski mungkin kamu bukan yang terbaik.”

“Setiap orang punya masalah yang berbeda. Jangan membandingkan masalah kamu dengan yang lain. Selesaikan masalahmu sendiri.”

“Ketulusan cinta adalah ketika bisa menerima, tanpa menuntut. Karena itulah yang akan membuat bahagia.”

“Terkadang kamu mencintai orang yang salah, dan kamu menderita karenanya. Namun karena kesalahan itu, kamu akan menemukan orang yang tepat.”

“Semakin lama kamu menunggu, semakin kamu menghargai ketika dia jadi milikmu. Sesuatu yg berarti, tak pernah mudah kamu miliki.”

“Jika kamu sungguh mencintai seseorang, kebahagiaan mereka adalah segalanya bagimu, bahkan jika mereka bahagia bukan bersamamu.”

“Tak perlu memberi seseorang harapan jika akhirnya akan menyakitkan. Jangan pernah kamu bohongi cinta yang tulus dari hati.”

“Tak perlu mengejar yang sempurna, karena itu memang tak ada. Cukup lakukan yang terbaik, agar mendapat hasil yang baik pula.”

“Tak peduli betapa besar cintamu pada seseorang, jika kamu lebih sering bersedih daripada dia buatmu tertawa, belajarlah tuk melepaskannya.”

“Kamu tidak akan pernah tahu seberapa banyak yang dapat kamu capai, sampai kamu mau mencoba menjauhkan rasa takutmu.”

“Hati-hati dalam menceritakan segala sesuatu tentang dirimu, kamu tak pernah tahu siapa yang sedang mencari kesempatan dari kisahmu.”

“Waktumu terbatas, gunakan sepenuhnya untuk kehidupanmu. Jangan gunakan waktumu hanya untuk mencampuri urusan orang lain.”

“Jaga persahabatan kamu dengan baik. Jangan biarkan sahabat baik berubah menjadi seseorang yang tidak mau kamu kenal.”

“Mempercayai kebohongan itu mudah. Memaafkannya itu sulit. Belajar membangun kepercayaan lagi, itu yg tersulit.”

“Jarak tak akan memisahkan dua sahabat yg peduli. Ketika sedih karena rindu pun masih bisa tersenyum karena rasa saling memiliki.”

“Hidup itu seperti skenario, dan km bisa memilih peran apa yg ingin km mainkan.”

“Setiap orang memiliki rasa takut, tapi jangan biarkan rasa takut menghentikanmu untuk mendapat apapun yang kamu inginkan.”

“Mereka yg bertanya tentang masa lalumu biasanya punya masalah denganmu saat ini. Lupakan masa lalumu, Tunjukkan masa depanmu.

“Mereka yang mampu mengendalikan amarah dan tidak pernah ragu untuk meminta pun memberi maaf, akan selalu menjadi pemenang.”

“Kebahagiaan bukan hanya milik mereka yang hidup dalam kemewahan, namun milik mereka yang hidup dalam kesederhanaan dan mengucap syukur.”

“Apapun yang kamu dapati, syukuri dengan hati. Jangan pernah kamu kecewakan Sang Maha Pemberi.”

“Ketika semua arah tidak dapat memberi jalan, pandanglah sejenak keatas. Mohon petunjuk pada Tuhan karena Dia pasti memberi kemudahan.”

“Jangan terlalu cepat puas ketika dipuji, dan jangan terlalu cepat putus asa ketika dikritik.”

“Jangan menunggu tuk ungkapkan cinta. Katakan saja apa yg ada di hatimu, meski suaramu akan bergetar karenanya.”

“Dalam cinta, jangan menunggu orang yg tepat menghampiri hidupmu. Lebih baik jadilah orang yg tepat yg menhampiri hidup seseorang.”

“Ketika kamu merasa tak ada yang peduli tentangmu. Bercerminlah, orang yang kamu lihat, membutuhkanmu lebih dari siapapun.”

“Jadi dirimu sendiri, tak peduli apakah itu cukup baik untuk orang lain, karena dia yg tepat untukmu akan mencintai apa adanya dirimu.”

“Salah satu hal tersulit ketika memberi hatimu pada seseorang dan mempercayainya adalah menyadari bahwa dia mampu buatmu terluka kapan saja.”

“Jangan tanya kenapa kamu selalu terluka dengan alasan yang sama, jika kamu tak pernah belajar dari setiap kesalahan yang ada.”

“Kadang kamu terlalu berusaha bertahan pada sisi baik seseorang, hingga kamu lupa sisi buruknya membunuhmu secara perlahan.”

“Jika kamu mampu bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan untukmu, kamu tak akan cemas memikirkan apa yang bukan milikmu.”

“Ketika kamu tulus mencinta, kamu harus belajar mendengar kata maaf lebih keras daripada mendengar hati dan pikiranmu berkata, kamu terluka.”

“Ketika dia yg kamu cinta pergi meninggalkanmu, itu karena kamu berdoa tuk mendapatkan seseorang yg baik, dan dia tak baik untukmu.”

“Jangan pernah menyakiti seseorang yang kamu sayangi, karena pada akhirnya kamu akan menyakiti diri sendiri.”

“Ketika kamu tulus mencinta, kamu harus belajar mendengar kata maaf lebih keras drpd mendengar hati dan pikiranmu berkata, kamu terluka.”

“Terkadang, Tuhan membiarkan mereka yg membencimu menyakitimu, hanya agar mereka tahu bahwa tak ada yg mampu menjatuhkanmu.”

“Jangan mengeluh banyaknya masalah dalam hidupmu, percayalah, Tuhan memberikannya karena Dia ingin kamu menjadi lebih kuat.”

“Jangan hiraukan mereka yg membencimu, terkadang mereka membencimu karena mereka tak mampu menerima kenyataan bahwa kamu benar.”

“Suka atau tidak, akan ada seseorang yang singgah sejenak, dan membuat hidup mu tak lagi sama seperti kemarin.”

“Suka atau tidak, akan ada seseorang yang datang dalam hidupmu. Sekejap. Tapi meninggalkan kesan yg bertahan lama.”

“Tak peduli apa yang telah hilang dalam hidupmu, selama kamu masih mampu bersyukur pada Tuhan, kamu tak pernah kehilangan apapun.”

“Jangan memandang rendah seseorang, karena jika kamu hanya melihat ke bawah, kamu tak dapat melihat sesuatu yang di atasmu.”

“Hargai perasaan seseorang, bahkan jika itu tak berarti apa-apa bagimu, karena mungkin saja itu berarti segalanya bagi dia.”

“Jangan pernah ragu bahwa Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik untukmu, meski terkadang kamu harus merasakan sakit dahulu.”

“Banyak bermimpi; lbh banyak bertindak. Banyak berdoa; lbh banyak berusaha. Gagal satu kali, bangkit lagi & lagi.”

“Jika kamu cinta dia, biarkan dia menjadi dirinya sendiri, maka kamu tak akan kecewa ketika mereka tak seperti yang kamu inginkan.”

“Jangan biarkan kebahagiaanmu dikendalikan oleh sesuatu yg tak dapat km kendalikan.”

“Dalam hidup, lebih baik ketika kamu mampu mengalahkan egomu, daripada kamu memenangkan begitu banyak perselisihan.”

“Cinta, kebaikan, dan hati yang penuh maaf adalah KUNCI untuk sebuah hidup yang lebih menyenangkan dan berbahagia.”

Jangan pernah mengeluh dengan keadaan yang datang di hari ini. Apapun yang terjadi, terimalah dengan lapang hati.”

“Segera laksanakan rencana keberhasilanmu di hari ini, jangan tunda lagi, jangan buang waktu, karena waktu tak bisa menunggu.”

“Jangan biarkan keadaan di sekitarmu menyurutkan langkah dan semangatmu dalam meraih keberhasilan hari ini.

“Tidak baik melakukan apapun secara tergesa-gesa. Kendalikan suasana hati dan pikiran dalam damai dan suasana positif.”

“Dengan cinta dan sabar semua hal buruk akan menjadi indah. Percayalah, Tuhan punya rencana baik untuk hidupmu.”

“Ketika kamu merasa cobaan hidupmu begitu berat, ketahuilah, itu karena Tuhan percaya kemampuanmu melebihi kamu percaya pada dirimu sendiri.”

“Membuat kesalahan bukanlah kegagalan yg besar. Smua org melakukan. Yg terpenting adlh belajar dr kesalahanmu.”

“Cinta tak datang dari tatapan mata. Cinta hadir dari tulusnya hati ketika diri tak mampu berpikir jernih. Percaya Hati.”

“Saat seorang wanita terdiam, ia tdk butuh pertanyaan, ataupun penjelasan. Ia tdk butuh apapun, hanya pelukan.”

“Hidup ini bukan hanya mencari yang terbaik, namun lebih kepada menerima kenyataan bahwa kamu adalah kamu. Jadi dirimu sendiri.”

“Dalam hidup, berhenti mencari dia yg sempurna, karena yg kamu butuh hanya dia yg mencintaimu apa adanya, yg membuat dirimu merasa sempurna.”

“Jangan berharap untuk hapus kenangan buruk dimasa lalu, mereka adalah pengalaman hidup yang berharga, yang menjadikan kamu hari ini.”

“Ketika bertemu seseorang yang mencintaimu dengan tulus, balas dengan cintamu yang tulus juga, karena cinta yang tulus jarang ada.”

“Hanya karena seseorang sangat mencintaimu, bukan berarti mereka tak akan pernah menyakitimu. Kadang dialah yang sering melakukan itu.”

“Tunjukkan rasa cintamu! Cinta jangan hanya diungkapkan dengan untaian kata, tapi cinta harus ditunjukkan dalam tindakan nyata.”

“Hanya karena seseorang mencintaimu dengan tulus, bukan berarti mereka tidak akan pernah meninggalkanmu. Tak ada yang abadi.”

“Seorang pemarah akan menambah musuh karena emosinya. Seorang penyabar akan menambah sahabat karena kasihnya.”

“Hargai perbedaan. Terima kekurangan. Jangan mengejar kesempurnaan, karena tidak ada manusia sempurna.

“Perpisahan memang menyedihkan. Menangislah jika harus. Tapi ingat, hidup terus berjalan, dan jangan lupa untuk tersenyum setelah menangis.”

“Butuh waktu lama untuk mendapatkan kepercayaan. Tapi hanya butuh kecurigaan untuk menghancurkannya.”

“Dasar yang harus ada dalam suatu hubungan adalah kejujuran hati, ketulusan, dan saling menerima kekurangan masing-masing.”

“Jadikan hati kita selalu damai, agar kita bisa membahagiakan diri kita sendiri dan membahagiakan sesama.”

“Kebahagiaan akan diperoleh jika kamu dapat membebaskan diri dari kekhawatiran yang berlebihan.”

“Jika kamu tak bisa lagi menemukan alasan tuk bertahan, lepaskanlah. Bukan menyerah, tapi memulai lagi dari awal dengan arah yang benar.”

“Sahabat adalah seseorang yang selalu ada disampingmu, yang sabar mendengarkan keluh kesahmu, dan bersedia menemanimu menjalani hidup.”

“Ada hal dalam hidup ini yg tak ingin kamu lanjutkan, tapi takut kamu akhiri. Kamu tak lagi berharap, tapi kamu tetap menunggunya.”

“Ketika bertemu seseorang yang pernah menolongmu, ucapkan terima kasih. Karena dia, kamu masih mampu menjalani hidup ini.”

“Jika seseorang berusaha menguji kesabaranmu, sadar dan ingatlah bagaimana Tuhan telah bersabar terhadapmu.”

“Dewasa tak bisa diukur dari usia. Karena dewasa adalah saat dimana kamu bisa mengendalikan emosi dan hawa nafsu.

“Tak ada pengorbanan yang sia-sia. Meski mungkin tujuan tak tercapai, tapi akan selalu ada pelajaran yang bisa diambil.”

“Kau bisa berbagi senyuman dgn setiap org yg kau temui. Tp bagilah air matamu hanya dgn mereka yg benar2 peduli.”

“Jangan pernah berkata kamu tak memiliki apapun, karena kamu mempunyai masa depan yg pastinya indah jika kamu mempersiapkannya dari sekarang.”

“Jika km tak bisa mengendalikan pola pikir dan cara pandangmu, km tak akan pernah bisa mengendalikan hidupmu.”

“Keberhasilan bukan hanya membahagiakan diri sendiri. Tetapi keberhasilan yang sesungguhnya adalah membahagiakan banyak orang.”

“Tetap berusaha melakukan yang terbaik dan belajar mensyukuri nikmat yang sudah ada agar bahagia selalu menyertai kemanapun kaki melangkah.”

“Satu keraguan bisa menghambat langkahmu menuju keberhasilan. Tapi tak akan ada yang bisa menghambat langkahmu jika kamu yakin.”

“Jangan lari dari ketakutan, tetapi hadapilah mereka. Kebenaran akan memberanikan dirimu. Jadilah pribadi yang berani.”

“Tidak menghargai dan menghormati orang lain hanya akan membuat diri sendiri terlihat rendah, dihadapan Tuhan pun kehidupan.”

“Berhasil, adalah ketika kita bisa berbagi ilmu dengan orang lain, dan ada lebih banyak orang merasakan manfaat ilmu tersebut.”

“Tuhan adalah pemilik cinta. Cintai Tuhan, maka kita akan dicintai semua makhlukNya.”

“Memaafkan adalah kekuatan terindah dari mereka yang berkasih sayang.”

“Tak masalah untuk melakukan kesalahan dlm hidup, tp jangan sampai berhenti belajar dr kesalahanmu.”

“Masihkah enggan melepas masa lalu dan terus bersedih karenanya? Ingat lah, kebahagiaan ada didepan, bukan dibelakang.”

“Pria yg tampan bukanlah yg mampu membuat tatapanmu selalu tertuju padanya, tp yg tdk prnh mengalihkan tatapannya darimu. ”

“Jika dia yang terbaik untukmu, dia tak akan menyakitimu. Tak perlu tangisi dia yang sudah melukaimu, biarkan saja dia pergi.”

“Waktu yang telah berlalu, tak kan bisa kembali. Jika kamu mencintai hidupmu, jangan buang waktumu.”

“Butuh kepercayaan dalam cinta, karena cinta punya kekuatan untuk saling menyakiti. Namun cinta juga yang tak membiarkan itu terjadi.”

“Mencintai tak hanya sekedar untuk dicintai. Tetapi bagaimana menjaga dan menghargai perasaan yang disebut cinta.”

“Jika hati telah terisi kebencian dan dendam, maka tidak akan ada lagi tempat untuk cinta dan kasih sayang.”

“Hidup ini kamu yang menjalani, susah dan senang kamu yang mengalami. Jangan biarkan orang lain menentukan apa yang terbaik bagimu.”

“Cinta yang berlebihan adalah muara luka, maka lakukanlah itu dengan sederhana. Niscaya duka akan menjauh dari cinta.”

“Belajarlah untuk mengagumi bukan iri, untuk memuji bukan merayu, untuk menghargai bukan meniru, dan hidup akan lebih berarti.”

“Jika seseorang telah yakin dan berserah sepenuhnya akan kebesaran Tuhan, maka Tuhan akan membimbing kehidupannya.”

“Ketulusan cinta dan kasih sayang tidak bisa dilihat atau didengar, tetapi hanya bisa dirasakan oleh hati.”

“Tersenyum sangatlah mudah pada saat keadaan baik. Namun tantangan sebenarnya adalah menjaga senyum itu disaat keadaan memburuk.”

“Kemarahan hanya memperlambat proses pemuliaan kehidupan. Hidup kita terlalu penting untuk dijalani dengan amarah.”

“Kita hanya memiliki satu kali kesempatan hidup, untuk itu nikmatilah selagi bisa. Jangan biarkan kesedihan menemani setiap harimu.”

“Ketika kamu sedang kesulitan, dan tidak dapat menemukan bantuan, jangan menyerah! Bantulah dirimu sendiri.”

“Jangan biarkan emosi membuat cinta pergi, karena meski akhirnya maaf kamu terima, cinta mungkin takkan kembali.”

“Tidak harus memiliki banyak harta untuk membantu sesama. Meski hanya dengan perhatian dan dukungan, kamu membuatnya bangkit.”

“Kendalikan angkuhmu, karena angkuh akan menghalangi masuknya nasehat kebaikan.”

“Miliki hati yang tak pernah membenci, senyuman yang tak pernah menyakiti dan kasih sayang yang tak pernah berahkir.”

“Kita sering kali menertawakan kesalahan orang tanpa menyadari kita pernah melakukan kesalahan yang sama.”

“Mendoakan org yg mencintaimu, itu ketulusan. Mendoakan org yg membenci & menyakitimu, itu kedewasaan.”

“Semakin kuat memelihara kejujuran, semakin besar kemungkinan keberhasilan dan keberuntungan menghampiri.”

“Nikmati setiap perjalanan di hidupmu daripada hanya berfokus untuk sampai tujuan.”

“Sabar itu seharusnya tanpa batas, karena sabar yang terbatas adalah pangkal frustasi dan keputusasaan.

“Cintailah orang tua dengan sunguh-sungguh. Karena cinta orang tua tak pernah menghadirkan airmata kesedihan.”

“Sahabat sejati adalah mereka yang mau meraih tangan dan mampu meraih hati.”

Jika kamu tidak segera bangkit setiap kali kamu terjatuh, kamu akan tertinggal. Kehidupan akan terus berlangsung meskipun tanpamu.”

“Ikhlas bukanlah pasrah menerima. Tetapi ikhlas adalah kekuatan besar untuk terus berusaha agar mendapat yang lebih baik.”

“Setiap keberhasilan pasti berawal dari mimpi. Untuk itu, jangan takut untuk bermimpi, dan jangan ragu untuk berharap.”

“Dalam hidup, kamu harus berharap untuk yang terbaik dan mempersiapkan diri untuk yang terburuk, namun apapun itu selalu bersyukur.”

“Hidup ini bukan hanya mencari seseorang yang terbaik buatmu. Tapi juga kamu yang harus berusaha menjadi yang terbaik.”

“Perasaan bisa datang kpn saja, tp km bisa memilih untuk memeliharanya atau menghentikannya.”

“Mereka yang tahu cara bersyukur adalah mereka yang bisa menikmati keindahan dunia dan arti kebahagiaan hidup.”

Hanya krn ia terlihat kuat, bkn berarti ia baik2 saja. Org terkuat sekalipun membutuhkan bahu utk bersandar & tmn utk berbagi.”

“Jangan pikirkan mereka yg membencimu, karena sebenarnya mereka tak peduli denganmu, mereka hanya peduli dengan diri mereka sendiri.”

“Cinta tak akan pernah bisa dibagi, karena kamu tak akan bisa berlaku adil memberi. Dan ketika cinta dibagi, pasti akan ada yang tersakiti.”

“Tak ada yang abadi. Setiap yang kamu miliki pasti akan pergi. Tapi tak akan ada kesedihan jika kamu rela untuk melepaskan.”

“Jika kamu terus biarkan masa lalu menghalangi perjalananmu ke masa depan, kamu tak akan pernah sampai ke tempat tujuan.”

“Tak seorangpun akan memberi apa yg kamu mau, kamu harus berusaha wujudkan mimpimu. Jangan pernah menyerah, atau kamu kan menyesal nantinya.”

“Jika kamu merasa sakit ketika dikhianati, maka jangan pernah mengkhianati. Jangan pernah menyakiti jika tak ingin disakiti.”

“Selalu ada alasan dibalik setiap perbuatan buruk. Namun tidak akan ada alasan dibalik setiap perbuatan baik.”

“Hanya karena seseorang mengabaikanmu, bukan berarti dia tak peduli. Itu hanya berarti dia tahu telah saatnya kamu belajar dewasa.”

“Mereka yg tak menghargai atau mengakui keberadaan cinta, selalu berakhir menyesali ketidakhadiran cinta dalam hidupnya nanti.”

“Terkadang orang yang kamu cinta bisa menyakiti. Bukan karena benci, tapi tak ingin melihatmu lebih menderita nanti.”

“Kadang tak peduli bagaimana seseorang telah menyakitimu, kamu maafkan mereka, karena kamu masih inginkan mereka dalam hidupmu.”

“Pria sejati hanya memberikan cintanya pada satu wanita. Dia tak akan menyakiti wanita karena dia mengerti rapuhnya hati mereka.”

“Belajar melihat dengan mata hati. Dunia akan lebih berwarna kalau kamu bisa. ~ Mas Bambang.”

“Banyak hal dalam hidup ini yg mampu membuatmu senang, namun mempermainkan perasaan seseorang yg tulus mencintaimu bukanlah salah satunya.”

“Hampir semua orang bisa memaafkan & melupakan, namun terkadang kita tak ingin seseorang melupakan bahwa kita telah memaafkannya.”

“Jangan biarkan keadaan disekitarmu menyurutkan langkahmu dalam meraih kebahagiaan hari ini.”

“Jika memang untuk kebaikan, jangan ragu untuk melakukan apapun yang kamu sukai dan apapun yang kamu inginkan.”

“Dengan keyakinan kepada Tuhan membuat semuanya mungkin. Dengan cinta dan kasih sayang kepada manusia membuat semuanya mudah.”

“Buatlah mereka yang kamu cintai tersenyum malam ini, sebagai ganti dari malam sebelumnya yang kamu habiskan bersama kesibukanmu.”

“Jika km punya pilihan, pilih yg terbaik. Jika km tak punya pilihan, lakukan yg terbaik.”

“Alasan & penjelasan tdk membuatmu mencintai ssorg selamanya. Komitmen & kepercayaan lah yg membuatmu setia disisinya.”

“Terkadang butuh sebuah luka yg sangat dalam tuk dirimu bisa menyadari betapa hidupmu menjadi jauh lebih baik jika tanpa dirinya.”

“Jika kamu benar-benar mencintai seseorang, kamu akan selalu menemukan cara untuk membuat segalanya berjalan mudah.”

“Terkadang cinta sulit dimengerti. Tapi cinta adalah perasaan terindah yang harus dimiliki, karena cinta adalah sumber bahagia.”

“Cinta yang baik adalah yang selalu mendekatkan kepada kebaikan, saling menerima dan saling menguatkan, bukan menjerumuskan.”

“KitaMestiAdaKawan yang selalu mampu membuat kita tertawa, bahkan ketika kita sedang tak ingin tersenyum.”

“Jarak tak akan memisahkan dua sahabat yg peduli. Ketika sedih karena rindu pun masih bisa tersenyum karena rasa saling memiliki.”

“Salah satu hal tersulit ketika memberi hatimu pada seseorang dan memercayainya adalah menyadari bahwa dia mampu buatmu terluka kapan saja.”

“Ketika kamu tulus mencinta, kamu harus belajar mendengar kata maaf lebih keras drpd mendengar hati dan pikiranmu berkata, kamu terluka.”

“Hargai perbedaan. Terima kekurangan. Jangan mengejar kesempurnaan, karena tidak ada manusia sempurna.”

“Belajarlah untuk melepas masa lalu agar tidak menjadi penghalang di masa depan, walaupun masa lalu itu sulit dilupakan.”

“Perpisahan memang menyedihkan. Menangislah jika harus. Tapi ingat, hidup terus berjalan, dan jangan lupa untuk tersenyum setelah menangis.”

“Jika kamu tak bisa lagi menemukan alasan tuk bertahan, lepaskanlah. Bukan menyerah, tapi memulai lagi dari awal dengan arah yang benar.”

“Semua orang bisa membahagiakanmu dengan sesuatu yang istimewa, namun hanya seorang istimewa yang bisa membahagiakanmu tanpa apapun.”

“Kamu tidak akan mendapat apa-apa jika hanya diam. Percayalah, Tuhan memberi balasan padamu atas apa yang kamu upayakan.”

“Mereka yg kuat adalah mereka yg tak membiarkan masalah menjatuhkannya, tapi mereka yg tetap tersenyum meski masalah terus menghampirinya.”

“Waktu yang kamu gunakan untuk belajar tak akan sia-sia. Semua akan terbayar dengan hasil yang akan kamu terima.

“Bnyk org dtg & pergi. Bbrp memberi kenangan, bbrp mjd pelajaran. Tp Tuhan ada di sana, masih di sana,& akan selalu di sana.”

“Kamu takkan pernah bisa temukan dia yg tepat tuk hidupmu, jika kamu tak mau melepaskan dia yg telah meninggalkanmu.”

“Suatu hari km akan melihat apa yg skrg tak km lihat, dan km akan belajar apa yg km pikir tak perlu dipelajari.”

“Kebahagiaan bukan terletak pada materi, tapi kejujuran. Jika kejujuran saja tak bisa dimiliki, maka hanya kesedihan yang akan menghampiri.”

“Jangan takut melakukan kesalahan, karena dari kesalahan kamu tahu mana yang benar. Jangan putus asa, terus berusaha.”

“Hargai waktumu. Gunakan sepenuhnya untuk kebahagiaan, tak perlu lagi kamu pikirkan hal yang membuatmu bersedih.”

“Jangan pernah menyerah, kamu bisa berhenti sejenak, tapi jangan berhenti berusaha. Ini hidupmu, buat jadi berarti.”

“Jika kamu percaya pada dirimu, tidak ada yang dapat menghentikanmu untuk mencapai apa yang kamu inginkan.”

“Jangan sesali apa yg telah terjadi kemarin, tapi jika kamu tak mampu menjadi lebih baik hari ini, kamu patut menyesali.”

“Belajar untuk mengendalikan dirimu sendiri daripada mencoba terlalu keras untuk mengendalikan org lain.”

“Jika kamu memiliki keinginan tuk memulai, kamu juga harus mempunyai keberanian dan keinginan untuk menyelesaikannya, bukan hanya mengakhiri.”

“Lupakan kenangan burukmu. Ketahuilah bahwa kenangan buruk akan selamanya kamu ingat jika kamu sendiri tidak berusaha mengakhirinya.”

“Jangan sampai kamu mencintai seseorang diam-diam, karena cinta bukan untuk disembunyikan.”

“Seberat apapun harimu, jangan pernah biarkan seseorang membuatmu merasa bahwa kamu tak pantas mendapat apa yang kamu inginkan.”

“Terkadang, kamu berusaha menghindari sesuatu, bukan berarti kamu membencinya. Kamu menginginkannya tapi kamu tahu bahwa itu salah.”

“Menyakitkan ketika kamu akhirnya menemukan seseorang yg begitu berarti dalam hidupmu, hanya tuk belajar bagaimana cara melepaskannya.”

“Kadang kamu memilih tuk menahan diri dan membiarkan cinta pergi, bukan karena tak ada cinta, tapi krn takut mencintai lalu kehilangan lagi.”

“Salah satu hal yang menyakitkan tentang patah hati adalah dia tak pernah berteriak hingga tak ada yang mendengarnya kecuali dirimu sendiri.”

“Janganlah kamu mencari-cari kekurangan orang lain, disaat mereka bersedia menerima kekurangan milikmu.”

“Kepercayaan yg telah hilang mungkin tak akan pernah bisa kembali. Untuk itu, jika kamu telah dipercaya, jaga jangan sampai kamu kehilangan.”

“Hidupmu akan berubah lebih baik jika kamu bersedia untuk mengubah dirimu terlebih dahulu. Hanya orang baik yang akan mendapat yang terbaik.”

“Cinta memang terkadang menyakitkan, namun itu jauh lebih baik daripada hidup tanpa cinta sama sekali.”

“Kamu tak akan bisa membuat semua orang bahagia, namun kamu pasti bisa membuat seseorang bahagia karena dirimu bahagia.”

“Jangan hiraukan apa yg orang pikirkan tentangmu. Siapa dirimu adalah anugerah dari Tuhan, hanya padaNya kamu harus mendengar.”

“Sahabat adalah mereka yang selalu memberikan semangat ketika semua orang meremehkanmu. Mereka yang selalu peduli padamu.”

“Wanita itu sulit dimengerti, meski kadang mereka yakin semua pria memaklumi.”

“Memilih tuk sendiri tak selalu berarti kamu sepi. Sepi juga tak selalu berarti kamu tengah sendiri.”

“Ketulusan adalah sebuah hadiah mahal yang bisa diberikan oleh seseorang. Jangan mengharapkannya dari seseorang yang murahan.”

“Setiap ada awal pasti ada akhir, setiap masalah pasti ada solusi. Jangan pernah menyerah, percaya diri, dan bahagia menanti.”

“Hidup bukan untuk melakukan hal menyenangkan yg ingin km lakukan, tp hal tepat yg perlu km lakukan.”

“Kebahagiaan adalah milik mereka yang mempunyai impian, dan punya keberanian untuk berusaha mewujudkannya jadi kenyataan.”

“Jangan pernah melupakan pemberian Tuhan, baik itu anugerah maupun cobaan. Selalu ada makna disetiap peristiwa. God is Good.”

“Ketika kamu merasa sulit untuk mewujudkan mimpimu, percayalah bahwa sebuah mimpi yang lebih besar sedang menantimu. Have Faith.”

“Terkadang ada saat dimana kamu harus merelakan dan biarkan Tuhan yg menentukan. Hanya Tuhan yg mampu menyelesaikan berbagai masalah hidupmu.”

“Kejujuran sesungguhnya bukan terletak di mulut tetapi di hatimu. Cukup rasakan dan ikuti, maka kebahagiaan disana akan menanti.”

“Hidup tak slalu sesuai rencana. Kadang membuatmu jatuh, tp km akan slalu menemukan cara utk bangun kembali.”

“Beberapa wanita tak menyadari betapa dirinya berarti. Beberapa pria tak menyadari apa yang dia miliki, hingga wanita akhirnya memilih pergi.”

“Mungkin aku terlalu berharap. Mungkin aku terlalu bermimpi. Tapi setidaknya aku tak pernah menyerah pun menyesali apa yang telah kucoba.”

“Hal terbaik yg bs dilakukan wanita utk pria yg ia cintai: memastikan bhw pria itu lbh drpd apapun yg bs dibeli dgn uang.”

“Yang menyakitkan dari sebuah perpisahan adalah proses menjadikan sesuatu yang sudah biasa menjadi tidak biasa.”

“Hal terbaik yg bs dilakukan pria utk wanita yg ia cintai: memastikan bhw wanita itu adl prioritas & tujuan hidupnya.”

“Dalam persahabatan, jangan biarkan ego menjauhkan dua hati yg saling menyayangi. Jangan kehilangan sahabat hanya karena menolak komunikasi.”

“Dalam cinta, ketika kamu harus bertanya apa arti dirimu dalam hidup dia yg mencintaimu, mungkin saat itu adalah waktu yg tepat tuk pergi.”

“Cinta memang perlu pengorbanan, tapi harus tepat apa yang kamu korbankan. Karena jika kamu salah arah, pengorbananmu tak akan berbuah.”

“Cinta yang menyakitkan bukanlah cinta yang tak berbalas, tapi cinta yang tak diberi kepercayaan.”

“Salah satu pelajaran terbaik yang dapat kamu peroleh dari kesalahan masa lalu adalah kebijaksanaan masa depan.”

“KekuatanCintaWanita IBU, sosok yang tak pernah lelah, karena bagi seorang ibu, anak adalah segalanya. ReTweet jika kamu mencintai ibumu.”

“Tak ada yg lebih kuat dari cinta sejati. Kamu harus percaya tuk saling memahami, dan kamu harus memahami tuk saling percaya.”

“Jangan pernah remehkan KekuatanCintaWanita, karena terkadang kesuksesan seorang pria sangat tergantung pada besarnya cinta mereka.”

“Tak peduli apa yang telah hilang dalam hidupmu, selama kamu masih mampu bersyukur pada Tuhan, kamu tak kehilangan apapun.”

“Tak akan sanggup kamu miliki cinta yang sejati tanpa kamu miliki ketulusan mencintai dari hati.”

Jarak terjauh dari sebuah cinta adalah ketika kamu berdiri di depan dia yg kamu cinta, namun dia tak menyadari bahwa kamu ada.”

“TakAdaYangAbadi Hargai apa yang kamu miliki kini, sebelum hidup menjadikan dia sebuah memori.”

“Mereka yg kuat adalah mereka yg tak membiarkan masalah menjatuhkannya, tapi mereka yg tetap tersenyum meski masalah terus menghampirinya.”

“TakAdaYangAbadi, begitu juga dengan hati. Jika hanya luka yang kamu beri, suatu saat dia akan lelah dan memilih tuk pergi.”

“Hanya karena tak membalas perlakuan burukmu, tak berarti seseorang lemah. Itu hanya berarti dia tahu bahwa amarah takkan selesaikan masalah.”

“Tunjukkan cintamu ketika kamu masih memilikinya, bukan ketika dia temukan yg lebih baik karena kamu tak memperlakukannya dengan baik.”

“Jangan mudah putus asa ketika kamu dihadapkan pada kegagalan, karena mungkin keberhasilan datang ketika kamu mencoba sekali lagi.”

“Jangan pernah takut untuk mencoba meskipun kegagalan menantimu, karena kamu tak tahu apa yang kamu peroleh ketika kamu berhasil.”

“Satu hal yg harus diingat: kau selalu lebih kuat & lebih baik dr penilaian org lain terhadapmu. Mereka tdk bs menjatuhkanmu.

“Berhenti mencemaskan penampilanmu. Suatu hari kan kamu temukan dia yg tak peduli hal itu. Kamu sempurna di matanya, krn ketulusan cintanya.”

“Yg terpenting bukan apa yg km lihat, tapi apa yg km rasakan.”

“Setiap orang terlahir berbeda dan kamu unik dengan caramu. Percaya dan hargai dirimu sendiri, maka kamu bisa melakukan apapun.”

“Kegagalan adalah cara Tuhan mengajarkan kamu tentang pantang menyerah, kesabaran, kerja keras dan percaya diri.”

“Jangan risaukan mereka yang iri atas keberhasilanmu, karena sesungguhnya itu adalah masalah mereka, bukan masalahmu.”

“Tak ada yang abadi, Hanya cinta sejati dan persahabatan manusia yang bisa menciptakan ilusi bahwa ada sesuatu abadi yang kita miliki.”

“Tuhan tahu yang terbaik untukmu. Dia tak akan memberikan masalah tanpa ada jalan keluarnya. Tetap positif dan Percaya.”

“Km tak perlu jd lbh baik utk menikmati hidup, tp km perlu menikmati hidup utk jd lbh baik.”

“Cinta memang mampu membuat seseorang menunggu lama. Tapi kadang kamu harus mencintai dirimu juga, dengan menyadari kapan waktunya tuk pergi.”

“Terkadang, meski telah terluka, kamu memilih tuk tetap bertahan dengan harapan dia yg kamu cinta akan berubah dan akhirnya tulus mencinta.”

“Cinta selalu memberi bahagia dan sakit di hatimu. Bahagia karena bersama yang kamu cinta. Sakit karena tahu bahwa kamu begitu rapuh.”

“Ketika kamu mencintai, jujurlah pada diri. Jadi diri sendiri, jangan biarkan mereka jatuh cinta pada seseorang yg bukan dirimu.”

“Cinta, kebaikan, dan hati yang penuh maaf adalah KUNCI untuk sebuah hidup yang lebih menyenangkan dan berbahagia.”

“Ketika kamu mencintai seseorang, beranikan dirimu tuk mengungkapkan. Jika tidak, beranikan juga dirimu tuk melihat dia dicintai orang lain.”

“Dia yang kamu cintai mampu membuatmu sedih, atau bahkan merasa kesepian. Tapi dia juga bisa membuatmu sangat bahagia.”

“Tak ada manusia yang sempurna, namun seseorang akan terlihat sempurna ketika kamu mencintainya dengan tulus.”

“Masalah dalam hidup mungkin membuatmu jatuh, tapi selama kamu mampu berdiri kembali, kamu pribadi yang lebih baik saat ini.”

“Cinta tak hanya di kata saja. Cinta harus ditunjukkan dalam tindakan nyata, karena cinta butuh sesuatu yang bisa dipercaya.”

“Terkadang cinta sulit dimengerti. Tapi cinta adalah perasaan terindah yang harus dimiliki, karena cinta adalah sumber bahagia.”

“Salah satu kesalahan terbesar dalam hidup adalah ketika kamu ingin menjadi orang lain hingga kamu melupakan dirimu sendiri.”

“Dalam cinta, jika apapun yg dilakukannya masih menyakitimu, mungkin cinta memang tak pernah pergi meski kini tak bersama lagi.”

“Cinta adalah ketika kamu membuang segala perasaan yg kamu miliki pd seseorang dan menyadari bhw perasaan itu tak mau pergi.”

“Hanya karena kamu memiliki kekurangan, bukan berarti kamu tidak bisa berhasil. Keberhasilan adalah hak setiap orang.”

Cinta yang baik adalah yang selalu mendekatkan kepada kebaikan, saling menerima dan saling menguatkan, bukan menjerumuskan.”

“Kebahagiaan bukan terletak pada materi, tapi kejujuran. Jika kejujuran saja tak bisa dimiliki, maka hanya kesedihan yang akan menghampiri.”

“Jangan pernah lari dari masalah, seberat apapun masalahmu, karena itu hanya membuatmu semakin jauh dari solusinya.”

“Jangan selalu menuntut ingin dibahagiakan, tapi berusahalah untuk membahagiakan orang lain agar kamu juga turut bahagia.”

Jangan cepat puas saat km berhasil. Jng cepat kecewa saat km gagal. Segalanya masih mungkin terjadi.”

“Jatuh cinta bkn berarti siap menjalin hubungan cinta. Cinta adl ttg perasaan, tp hubungan adl ttg komitmen yg lbh besar.”

“Hargai waktumu. Gunakan sepenuhnya untuk kebahagiaan, tak perlu lagi kamu pikirkan hal yang membuatu bersedih.”

“Waktu yang kamu gunakan untuk belajar tak akan sia-sia. Semua akan terbayar dengan hasil yang akan kamu terima.”

“Jangan pedulikan apa yang orang lain bicarakan, karena mereka hanya melihat dan tidak cukup tahu apa yang kamu rasakan.”

“Tak akan mungkin hasil yang baik akan kamu terima, jika kamu bermalas-malasan untuk memulai hari ini. Semangat.”

“Keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh usahamu saja, tetapi juga dari doa dan restu orang tua.”

“Tak ada yang tak mungkin jika kamu mau terus berusaha. Kuncinya hanya sayu, jangan mudah menyerah.

“Jangan berharap jika tak pernah berusaha. Tak akan ada keberhasilan besar tanpa adanya perjuangan yang besar.”

“Kegagalan adalah cara Tuhan mengajarkan kamu tentang pantang menyerah, kesabaran, kerja keras dan percaya diri.”

“Setiap orang terlahir berbeda dan kamu unik dengan caramu. Percaya dan hargai dirimu sendiri, maka kamu bisa melakukan apapun.”

“Jangan ubah dirimu karna km takut apa kata orang. Ubah dirimu karna km ingin jd lbh baik.”

“Berhenti mencemaskan penampilanmu. Suatu hari kan kamu temukan dia yg tak peduli hal itu. Kamu sempurna di matanya, krna ketulusan cintanya.”

“Jangan pernah takut untuk mencoba meskipun kegagalan menantimu, karena kamu tak tahu apa yang kamu peroleh ketika kamu berhasil.”

“Jangan mudah putus asa ketika kamu dihadapkan pada kegagalan, karena mungkin keberhasilan datang jika kamu mencoba sekali lagi.”

“Jangan balas menyakiti dia yg tulus mencintaimu. Sadari bahwa dia menyakiti dirinya sendiri sebanyak dia telah menyakitimu.”

“Miliki pemikiran yg kuat, tapi selalu tempatkan hatimu lebih kuat. Karena pada akhirnya, perasaan selalu mampu mengalahkan logika.”

“Hanya karena tak membalas perlakuan burukmu, tak berarti seseorang lemah. Itu hanya berarti dia tahu bahwa amarah takkan selesaikan masalah.”

“Apapun yg kamu lakukan, selalu berikan yg terbaik. Dan jika seseorang tak mampu menghargainya, itu kesalahan dia, bukan kamu.”

“Mereka yg kuat adalah mereka yg tak membiarkan masalah menjatuhkannya, tapi mereka yg tetap tersenyum meski masalah terus menghampirinya.”

“Jarak terjauh dari sebuah cinta adalah ketika kamu berdiri di depan dia yg kamu cinta, namun dia tak menyadari bahwa kamu ada.”

“Kamu tak dapat hidup sendiri. Peduli pada mereka yg disekitarmu, karena suatu saat kamu akan butuh seorang yg peduli dan perhatikan kamu.”

“Tak peduli apa yang telah hilang dalam hidupmu, selama kamu masih mampu bersyukur pada Tuhan, kamu tak kehilangan apapun.”

“Tak akan sanggup kamu miliki cinta yang sejati tanpa kamu miliki ketulusan mencintai dari hati.”

“Tak ada yg lebih kuat dari cinta sejati. Kamu harus percaya tuk saling memahami, dan kamu harus memahami tuk saling percaya.”

“Kamu jatuh cinta bukan karena tatapan mata, namun permintaan hati. Karena cinta dari hati, yang tak sempurna akan jadi sempurna.”

“Salah satu pelajaran terbaik yang dapat kamu peroleh dari kesalahan masa lalu adalah kebijaksanaan masa depan.”

“Cinta memang perlu pengorbanan, tapi harus tepat apa yang kamu korbankan. Karena jika kamu salah arah, pengorbananmu tak akan berbuah.”

“Dalam cinta, ketika kamu harus bertanya apa arti dirimu dalam hidup dia yg mencintaimu, mungkin saat itu adalah waktu yg tepat tuk pergi.”

“Hidup terlalu singkat tuk dihabiskan pada dia yg tak menyadari betapa berartinya dirimu. Fokuskan diri pada mereka yg sungguh peduli padamu.”

“Jangan pernah manfaatkan perasaan seseorang. Kamu tak pernah tahu berapa banyak keberanian yg dibutuhkan tuk menunjukkannya padamu.”

“Tidak akan ada keberhasilan yang utuh dan kebahagiaan yang penuh jika hidupmu terus mengeluh.”

“Jgn berusaha terlalu keras utk menjadi sempurna. Kesempurnaan tidaklah nyata & kenyataan tdk akan prnh sempurna.”

“Kesulitan akan kamu alami ketika kamu berkeluh kesah. Dan kehancuran akan kamu dapatkan ketika kamu berputus asa.”

“Orang lain akan slalu membicarakanmu. Jika itu dpt membangun dirimu, dengarkan. Jika tidak, abaikan.”

“Dalam cinta, jgn janjikan hubungan tanpa luka, karena yg kamu butuh hanya berusaha meski masalah datang tuk dapatkan cinta yg lebih kuat.”

“Ketika seseorang bersamamu, jalani harimu dgn bahagia. Dan ketika dia pergi, jangan buat alasan dia tuk tinggal, tapi alasan dia tuk kembali.”

“Jangan berpikir bahwa tak cukup waktu tuk tunjukkan betapa kamu peduli. Kadang hal kecil menempati ruang yg besar di hati seseorang.”

“Ketika kamu bersyukur, kamu tak akan merasa sedih pun merasa kekurangan. Dan ketika kamu mengeluh, akan bertambah kesusahan.”

“Hal terindah dari persahabatan adalah memahami dan dipahami, tanpa pernah memaksa dan ingin menang sendiri.”

“Jangan berlama-lama menyesali kesalahan. Tetapi bersegeralah memperbaiki sikap agar tidak terulang kesalahan yang sama.”

“Sayangi sebelum pergi, karena mungkin hanya akan datang satu kali.”

“Ketika patah hati, jangan terlalu lama larut dalam kesedihan. Percayalah, Tuhan telah mempersiapkan cinta yang lebih baik untukmu.”

“Jng lari dr masa lalu, ia akan mengejarmu. Tp jng biarkan masa lalu menghantuimu, ia bisa menghancurkanmu.”

“Kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan memang menyakitkan. Tapi sebenarnya, itu mengajarkan bahwa kita jangan berharap terlalu tinggi.”

“Dalam cinta, kamu harus tahu kapan tuk berhenti kembali pada dia yg memberimu luka lebih dari kamu temukan dirimu bahagia ketika bersamanya.”

“Jika ingin disayang, dihargai, dan dihormati, lakukan itu sekarang! Jangan tunggu orang lain melakukan terlebih dahulu.”

“Banyak yang datang dan pergi dalam hidupmu. Ada yang tak bisa dilupakan, jangan lupa untuk katakan betapa berartinya mereka bagimu.”

“Kebahagiaan terindah diperoleh dari perasaan cinta diantara manusia yang saling menunjukkan kasih sayang dan belas kasih.”

“Ketika cinta menyapa, kamu takkan pernah berhenti mencoba. Karena ketika kamu menemukan dia yg pantas dicinta, kamu takkan pernah menyerah.”

“Jangan simpan kata-kata benci dalam hatimu. Kebencian hanya membuat dirimu jauh dari cinta dan kasih sayang sesama umat manusia.”

“Jangan terlalu memikirkan masa lalumu, sekarang mereka hanyalah kenangan. Tatap masa depanmu karena disanalah impian kamu.”

“Dasar yang harus ada dalam suatu hubungan adalah kejujuran hati, ketulusan, dan saling menerima kekurangan masing-masing.”

“Mengubah seseorang menjadi seperti yg kamu mau hanya akan membuang waktu. Perubahan tak akan bisa dipaksa, dan jika bisa itu hanya sementara.”

“Hanya kebaikan hati yang membuat kita dihargai dan hanya ketulusan yang mampu menembus sekat-sekat perbedaan.”

“Jangan biarkan hatimu kehilangan cinta karena dia tak akan kembali setelah kamu menyiakannya.”

“Hanya karena seseorang mencintaimu dengan tulus, bukan berarti mereka tidak akan pernah meninggalkanmu. Tak ada yang abadi.”

“Guys, jangan buat wanita jatuh cinta padamu jika tak ada rasa di hatimu. Jangan beri harapan, jika akhirnya kamu kecewakan.”

“Jika kita mencintai kebaikan, kita tidak ingin meninggalkan yang baik, dan akan menemukan kebahagiaan ketika bersama yang baik.”

“Jangan berharap untuk hapus kenangan buruk dimasa lalu, mereka adalah pengalaman hidup yang berharga, yang menjadikan kamu hari ini.”

“Menangis tidak menyelesaikan masalah, tapi terkadang air mata yang jatuh membuat kita cukup tegar untuk bangkit kembali.”

“Jangan menyesali apa yang tidak pernah kamu miliki. Sesalilah apa yang kamu miliki, namun tak pernah kamu hargai.”

“Seorang pemarah akan menambah musuh karena emosinya. Seorang penyabar akan menambah sahabat karena kasihnya.”

“Ikhlas dalam mengambil hikmah dan belajar dari kehidupan menjadikan kita orang yang kuat dalam menghadapi apapun.”

“Kamu tidak akan mendapat apa-apa jika hanya diam. Percayalah, Tuhan memberi balasan padamu atas apa yang kamu upayakan.”

“Ketika aku berhenti menuntut keinginanku adl ketika aku menyadari bhw apa yg Ia inginkan dlm hidupku jauh lbh bsr dr doa2ku.”

“Banyak yang bicara tapi tak mendengar, yang mendengar tapi tak mengerti, dan yang mengerti tapi tak melakukan.”

“Hidup itu rumit jg km terlalu memikirkannya. Jalani saja. Biarkan Tuhan menuntun jalanmu.”

“Jadikan hati kita selalu damai, agar kita bisa membahagiakan diri kita sendiri dan membahagiakan sesama.”

“Ketika sedang kesusahan, jangan memohon kemudahan kepadaNya tetapi berdoalah agar diberi hati yang kuat untuk bisa mengatasinya.”

PENGARUH BESAR ANTARA LAPANG DAN SEMPITNYA KEHIDUPAN

Didalam keadaan lapang (bashtu)hawa nafsu dapat mengambil bagiannya karena gembira, sedang dalam keadaan sempit (qobdhu) tidak ada bagian sama sekali untuk hawa nafsu” .

Karena itu manusia lebih aman dalam kesempitan, karena hawa nafsu tidak dapat berdaya.

Syeih Abul Hasan Assayadzily ra. berkata:

Alqobdhu wal Basthu ( susah /sedih dan senang dalam hati)itu selalu silih berganti dalam perasaan tiap hamba, bagaikan silih bergantinya siang dan malam.

Dan sebabnya qobdhu(susahnya hati) itu salah satu dari tiga:

• Karena dosa

• atau kehilangan dunia.

• atau dihina orang.

Maka jika seseorang merasa berdosa maka segeralah bertaubat.

Jika kehilangan dunia, maka harus rela dan menyerahkan kepada hukum Alloh.

Jika dihina orang harus sabar.

Dan jagalah dirimu jangan sampai kamu merugikan orang lain

Dan apabila terjadi qobdh yang tidak di kethui penyebabnya, maka harus tenang dan menyerah kepada Alloh.

Insya alloh tidak lama akan sirna masa gelap dan berganti dengan terang.

Adakalanya terangnya bintang, yaitu ilmu, atau sinar bulan yaitu tauhid, atau matahari yaitu ma’rifat.

Tetapi jika tidak tenang di masa gelap (qobdh) mungkin akan terjerumus kedalam kebinasaan.

Adpun masalah basthu(riang/senangnya hati), maka sebabnya adalah satu dari tiga ini:

• karena bertambahnya kelakuan ibadah/taat dan bertambahnya ma’rifat

• atau bertambahnya kekayaan, atau kehormatan

• yang ke tiga karena pujian dan sanjungan orang kepadanya.

Maka adab seorang hamba :

jika merasa bertambah kelakuan ibadahnya dan ilmu ma’rifatnya, harus merasa bahwa itu semata-mata karunia dari Alloh,dan berhati-hati jangan sampai merasa bahwa itu dari hasil usahanya sendiri.

Jika mendapat tambahnya harta dunia, maki ini pula sebagai karunia dari Alloh juga, dan harus waspada jangan sampai terkena bahayanya.

Adapun jika mendapat pujian dari orang lain kepadamu, maka kehambaanmu harus bersyukur kepada Alloh yang telah menutupi kejelekanm/aibmu, sehingga orang lain hanya melihat kebaikanmu.

TANDA ORANG YANG AKAN BAHAGIA DAN KEBOHONGAN KLAIM BAIK ATAS DIRI SENDIRI

Hatim Al-Asham pernah berkata: “Barang siapa mengakui empat hal tanpa ada empat hal yang lain, maka pengakuannya itu adalah dusta, yaitu:

1. Barang siapa mengaku cinta kepada Allah, sementara ia tidak berhenti dari melakukan kemaksiatan dan hal-hal yang diharamkan Allah, maka pengakuannya itu dusta.

2. Barang siapa mengaku cinta kepada Rasulullah S.A.W namun benci kaum fakir, maka pengakuannya itu dusta.

3. Barang siapa mengaku cinta kepada surga, sementara ia tidak mau bershadakah, maka pengakuannya itu dusta.

4. Barang siapa mengaku takut akan siksa neraka, sementara ia tidak berhenti dari berbuat dosa, maka pengakuannya itu dusta.”

Sebagian ulama ada yang mengungkapkan syair sebagai berikut:

Bila engkau jadi pendekar, jadilah seperti ‘Ali

Bila engkau jadi penyair, jadilah seperti Ibnu Hani

Seperti orang yang mengakui sesuatu yang tidak ada pada dirinya

maka kenyataan akan membuktikan kebohongannya

Rasulullah S.A.W bersabda:

“Jalan menuju ke neraka itu diliputi dengan hal-hal yang disenangi hawa nafsu, sedangkan jalan menuju ke surga diliputi dengan hal-hal yang dibenci hawa nafsu.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah)

Dengan kata lain, surga tidak dapat diraih kecuali dengan menempuh berbagai kesulitan dan neraka tidak dapat dimasuki kecuali dengan menuruti kemauan hawa nafsu. Siapa pun yang dapat menerobos penghalang salah satu dari keduanya pasti akan memasukinya.

EMPAT ALAMAT CELAKA DAN BAHAGIA

Rasulullulah S.A.W pernah bersabda:

“Tanda orang celaka itu ada empat, yaitu:

1. melupakan dosa-dosa masa lalu, padahal semuanya tercatat dengan rapidan detail di sisi-Nya;

2. selalu mengenang kebaikan masa lalu, padahal belum diketahui diterima Allah atau tidak;

3. dalam soal duniawi selalu memandang ke yang lebih atas; dan

4. dalam soal agama selalu memandang ke yang lebih rendah (ibadah dan ketaatannya kepada Allah).”

Allah berfirman:

‘Aku menghendaki dia (dengan memberikan sedikit deduniaan kepadanya dan menolongnya untuk melakukan ketaatan), tetapi ia tidak menghendaki Aku (dengan bersikap ridha dan bersyukur), maka Aku tinggalkan dia.’

Tanda orang bahagia juga ada empat, yaitu:

1. mengingat dosa yang telah lalu;

2. melupakan kebaikan yang pernah ia lakukan;

3. dalam urusan agama senang melihat kepada orang yang lebih tinggi (dalam beribadah dan ketaatannya kepada Allah); dan

4. dalam urusan dunia senang melihat orang yang lebih rendah (sehingga mendorongnya untuk lebih mensyukuri nikmat-Nya).”

MEMAHAMI TAFSIR PEMAKAIAN HIJAB BAGI WANITA

TAFSIR AYAT-AYAT HIJAB WANITA

Tafsir ayat-ayat Hijab Wanita

1. Nash Ayat

ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻗُﻞْ ﻷﺯْﻭَﺍﺟِﻚَ ﻭَﺑَﻨَﺎﺗِﻚَ ﻭَﻧِﺴَﺎﺀِ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻳُﺪْﻧِﻴﻦَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻦَّ ﻣِﻦْ ﺟَﻼﺑِﻴﺒِﻬِﻦَّ ﺫَﻟِﻚَ ﺃَﺩْﻧَﻰ ﺃَﻥْ ﻳُﻌْﺮَﻓْﻦَ ﻓَﻼ ﻳُﺆْﺫَﻳْﻦَ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭًﺍ ﺭَﺣِﻴﻤًﺎ‏( ﺍﻷﺣﺰﺍﺏ 59 ‏)

Wahai para Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak wanitamu dan istri-istri orang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seleuruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab : 59)

2. Makna per kata

§ Azwajika (ﺃﺯﻭﺟﻚ ): yang dimaksud dengan kata ini adalah para istri nabi yang statusnya menjadi ibu dari orang-orang mukmin.

§ Yudnina ( ﻳﺪﻧﻴﻨﺎ) : maknanya adalah menjulurkan atau memanjangkan. Dan yang dimaksud dalam ayat ini adalah menutup wajah dan badan agar berbeda dengan budak

§ Jalabib ( ﺟﻼﺑﻴﺒﻬﻦ ): maknanya adalah pakaian yang menutupi seluruh badan. Dalam kamus lisanul arab disebutkan bahwa jilbab adalah pakaian yang lebih luas / besar dari kerudung yang menutup kepala dan dada. Ibnu Abbas berkata bahwa wanita muslimah diperintahkan untuk menutup kepala dan wajah mereka kecuali sebelah mata saja agar mereka dikenali sebagai wanita merdeka.

§ Adnaa (ﺃﺩﻧﻰ ): merupakan fi`il tafdhil yang bermakna lebih dekat. Asalnya dunuw yang bermakna dekat. Adnani minhhu artinya dekatkan aku kepadanya.

§ Ghafura ( ﻏﻔﻮﺭﺍ ): maknanya Maha Pengampun, yaitu menghapus dosa-dosa. Ampunan ini belaku buat mereka yang meminta ampun.

§ Rahima (ﺭﺣﻴﻤﺎ ): maknanya mengasihi hambanya dan menyayangi. Dan diantara bentuk kasih syangnya adalah tidak mewajibkan mereka dengan hal yang tidak mereka mampu.

3. Ta`bir Qurani

a. Allah memulai dengan menyebutkan istri-istri nabi dan anak-anaknya dalam perintah untuk memakai hijab secara syar`i. Hal itu memberi isyarat bahwa para istri dan anak-anak nabi adalah merupakan suri tauladan bagi umatnya. Dan dakwah itu tidak akan membuahkan hasil keculai bila seorang da`i memulai dari dirinya dan keluarganya terlebih dahulu.

b. Perintah untuk berhijab datang setelah perintah untuk menutup aurat itu kuat dan mendalam. Sehingga berhijab merupakan tambahan dari kewajiban menutup aurat.

4. Sebab turunnya ayat

Para mufassir meriwayatkan bahwa pada zaman dahulu para wanita baik yang merdeka maupun yang budak, keluar pada malam bila ingin buang air di antara semak dan pohon. Sehingga tidak bisa dibedakan antara wanita merdeka dan budak. Orang-orang fasiq di Madinah sebagaimana kebiasaan jahiliyah sering menggoda para budak wanita. Namun seringkali malah menggoda para wanita merdeka dengan alasan bahwa mereka salah kira. Sehingga turunlah ayat ini untuk membedakan antara wanita merdeka dengan budak, yaitu dengan memakai jilbab yang panjang dan lebar.

5. Batas Aurat Wanita

Khilaf dan perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang batasan aurat wanita itu akan selalu ada, selama nash-nash itu sendiri memang mengandung khilaf dan perbedaan penafsiran serta variasi istimbath hukum. Selama masih ada dari umat ini yang berpegang kepada kekerasan gaya Ibnu Umar ra dan keluwesan Ibnu Abbas ra. Dan selama para shahabat ada yang shalat Ashar di jalan dan ada yang shalat Ashar di Bani Quraidhah.

Namun semua itu bukanlah aib dan dosa, melainkan justru rahmat dari Allaw Azza Wa Jalla. Yang pendapatnya salah mendapat uzur dan justru mendapat satu pahala. Bahkan ada yang mengatakan bahwa tidak ada kesalahan dalam ijtihad masalah cabang-cabang (furu`).

Namun di balik khilaf dalam masalah ini, tidak ada salahnya kami kemukakan dalil-dalil dari masing-masing pihak, baik yang mewajibkan niqab (tutup muka) bagi wanita maupun yang tidak mewajibkan.

1. YANG MEWAJIBKAN TUTUP MUKA (NIQAB)

Mereka yang mewajibkan setiap wanita untuk menutup muka (memakai niqab) berangkat dari pendapat bahwa wajah itu bagian dari aurat wanita yang wajib ditutup dan haram dilihat oleh lain jenis non mahram.

Dalil-dalil yang mereka kemukakan antara lain :

a. Ayat Hijab (Surat Al-Ahzab : 59)

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzah : 59)

Ayat ini adalah ayat yang paling utama dan paling sering dikemukakan oleh pendukung wajibnya niqab. Mereka mengutip pendapat para mufassirin terhadap ayat ini bahwa Allah mewajibkan para wanita untuk menjulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka termasuk kepala, muka dan semuanya, kecuali satu mata untuk melihat. Riwayat ini dikutip dari pendapat Ibnu Abbas, Ibnu Mas`ud, Ubaidah As-Salmani dan lainnya, meskipun tidak ada kesepakatan diantara mereka tentang makna ‘jilbab’ dan makna ‘menjulurkan’.

Namun bila diteliti lebih jauh, ada ketidak-konsistenan nukilan pendapat dari Ibnu Abbas tentang wajibnya niqab. Karena dalam tafsir di surat An-Nuur yang berbunyi (kecuali yang zahir darinya), Ibnu Abbas justru berpendapat sebaliknya.

Para ulama yang tidak mewajibkan niqab mengatakan bahwa ayat ini sama sekali tidak bicara tentang wajibnya menutup muka bagi wanita, baik secara bahasa maupun secara `urf (kebiasaan). Karena yang diperintahkan jsutru menjulurkan kain ke dadanya, bukan ke mukanya. Dan tidak ditemukan ayat lainnya yang memerintahkan untuk menutup wajah.

b. Surat An-Nuur : 31

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang nampak dari padanya.” (QS. An-Nur : 31)

Menurut mereka dengan mengutip riwayat pendapat dari Ibnu Mas`ud bahwa yang dimaksud perhiasan yang tidak boleh ditampakkan adalah wajah, karena wajah adalah pusat dari kecantikan. Sedangkan yang dimaksud dengan `yang biasa nampak` bukanlah wajah, melainkan selendang dan baju.

Namun riwayat ini berbeda dengan riwayat yang shahi dari para shahabat termasuk riwayt Ibnu Mas`ud sendiri, Aisyah, Ibnu Umar, Anas dan lainnya dari kalangan tabi`in bahwa yang dimaksud dengan ‘yang biasa nampak darinya’ bukanlah wajah, tetapi al-kuhl (celak mata) dan cincin. Riwayat ini menurut Ibnu Hazm adalah riwayat yang paling shahih.

c. Surat Al-Ahzab : 53

“Apabila kamu meminta sesuatu  kepada mereka , maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti Rasulullah dan tidak mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar di sisi Allah.”(QS. Al-Ahzab : 53).

Para pendukung kewajiban niqab juga menggunakan ayat ini untuk menguatkan pendapat bahwa wanita wajib menutup wajah mereka dan bahwa wajah termasuk bagian dari aurat wanita. Mereka mengatakan bahwa meski khitab ayat ini kepada istri Nabi, namun kewajibannya juga terkena kepada semua wanita mukminah, karena para istri Nabi itu adalah teladan dan contoh yang harus diikuti.

Selain itu bahwa mengenakan niqab itu alasannya adalah untuk menjaga kesucian hati, baik bagi laki-laki yang melihat ataupun buat para istri nabi. Sesuai dengan firman Allah dalam ayat ini bahwa cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka (istri nabi).

Namun bila disimak lebih mendalam, ayat ini tidak berbicara masalah kesucian hati yang terkait dengan zina mata antara para shahabat Rasulullah SAW dengan para istri beliau. Kesucian hati ini kaitannya dengan perasaan dan pikiran mereka yang ingin menikahi para istri nabi nanti setelah beliau wafat. Dalam ayat itu sendiri dijelaskan agar mereka jangan menyakiti hati nabi dengan mengawini para janda istri Rasulullah SAW sepeninggalnya. Ini sejalan dengan asbabun nuzul ayat ini yang menceritakan bahwa ada shahabat yang ingin menikahi Aisyah ra bila kelak Nabi wafat. Ini tentu sangat menyakitkan perasaan nabi.

Adapun makna kesucian hati itu bila dikaitkan dengan zina mata antara shahabat nabi dengan istri beliau adalah penafsiran yang terlalu jauh dan tidak sesuai dengan konteks dan kesucian para shahabat nabi yang agung.

Sedangkan perintah untuk meminta dari balik tabir, jelas-jelas merupakan kekhusususan dalam bermuamalah dengan para istri Nabi. Tidak ada kaitannya dengan ‘al-Ibratu bi `umumil lafzi laa bi khushushil ayah’. Karena ayat ini memang khusus membicarakan akhlaq pergaulan dengan istri nabi. Dan mengqiyaskan antara para istri nabi dengan seluruh wanita muslimah adalah qiyas yang tidak tepat, qiyas ma`al fariq. Karena para istri nabi memang memiliki standart akhlaq yang khusus. Ini ditegaskan dalam ayat Al-Quran.

“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik,” (QS. Al-ahzab : 32)

d. Hadits Larang Berniqab bagi Wanita Muhrim

Para pendukung kewajiban menutup wajah bagi muslimah menggunakan sebuah hadits yang diambil mafhum mukhalafanya, yaitu larangan Rasulullah SAW bagi muslimah untuk menutup wajah ketika ihram.

“Janganlah wanita yang sedang berihram menutup wajahnya (berniqab) dan memakai sarung tangan”.

Dengan adanya larangan ini, menurut mereka lazimnya para wanita itu memakai niqab dan menutup wajahnya, kecuali saat berihram. Sehingga perlu bagi Rasulullah SAW untuk secara khusus melarang mereka. Seandainya setiap harinya mereka tidak memakai niqab, maka tidak mungkin beliau melarangnya saat berihram.

Pendapat ini dijawab oleh mereka yang tidak mewajibkan niqab dengan logika sebaliknya. Yaitu bahwa saat ihram, seseorang memang dilarang untuk melakukan sesautu yang tadinya halal. Seperti memakai pakaian yang berjahit, memakai parfum dan berburu. Lalu saat berihram, semua yang halal tadi menjadi haram. Kalau logika ini diterapkan dalam niqab, seharusnya memakai niqab itu hukumnya hanya sampai boleh dan bukan wajib. Karena semua larangan dalam ihram itu hukum asalnya pun boleh dan bukan wajib. Bagaimana bisa sampai pada kesimpulan bahwa sebelumnya hukumnya wajib ?

Bahwa ada sebagian wanita yang di masa itu menggunakan penutup wajah, memang diakui. Tapi masalahnya menutup wajah itu bukanlah kewajiban. Dan ini adalah logika yang lebih tepat.

e. Hadits bahwa Wanita itu Aurat

Diriwayatkan oleh At-Tirmizy marfu`an bahwa,”Wanita itu adalah aurat, bila dia keluar rumah, maka syetan menaikinya”. Menurut At-turmuzi hadis ini kedudukannya hasan shahih.

Oleh para pendukung pendapat ini maka seluruh tubuh wanita itu adalah aurat, termasuk wajah, tangan, kaki dan semua bagian tubuhnya. Pendapat ini juga dikemukakan oleh sebagian pengikut Asy-Syafi`iyyah dan Al-Hanabilah.

f. Mendhaifkan Hadits Asma`

Mereka juga mengkritik hadits Asma` binti Abu Bakar yang berisi bahwa, “Seorang wanita yang sudah hadih itu tidak boleh nampak bagian tubuhnya kecuali ini dan ini” Sambil beliau memegang wajar dan tapak tangannya.

2. PENDAPAT BAHWA WAJAH WANITA BUKAN AURAT

Sedangkan mereka yang mendukung pendapat bahwa wajah bukan termasuk aurat wanita menggunakan banyak dalil serta mengutip pendapat dari para imam mazhab yang empat dan juga pendapat salaf dari para shahabat Rasulullah SAW.

a. Para shahabat Rasulullah SAW sepakat mengatakan bahwa wajah dan tapak tangan wanita bukan termasuk aurat. Ini adalah riwayat yang paling kuat tentang masalah batas aurat wanita.

b. Para Fuqoha sepakat bahwa wajah bukan aurat bagi wanita.

Al-Hanafiyah mengatakan tidak dibenarkan melihat wanita ajnabi yang merdeka kecuali wajah dan tapak tangan. (lihat Kitab Al-Ikhtiyar). Bahkan Imam Abu Hanifah ra. sendiri mengatakan yang termasuk bukan aurat adalah wajah, tapak tangan dan kaki, karena kami adalah sebuah kedaruratan yang tidak bisa dihindarkan.

Al-Malikiyah dalam kitab ‘Asy-Syarhu As-Shaghir’ atau sering disebut kitab Aqrabul Masalik ilaa Mazhabi Maalik, susunan Ad-Dardiri dituliskan bahwa batas aurat waita merdeka dengan laki-laki ajnabi (yang bukan mahram) adalah seluruh badan kecuali muka dan tapak tangan. Keduanya itu bukan termasuk aurat.

Asy-Syafi`iyyah dalam pendapat As-Syairazi dalam kitabnya ‘al-Muhazzab’, kitab di kalangan mazhab ini mengatakan bahwa wanita merdeka itu seluruh badannya adalah aurat kecuali wajah dan tapak tangan.

Dalam mazhab Al-Hanabilah kita dapati Ibnu Qudamah berkata kitab Al-Mughni 1 : 1-6,”Mazhab tidak berbeda pendapat bahwa seorang wanita boleh membuka wajah dan tapak tangannya di dalam shalat

Daud yang mewakili kalangan zahiri pun sepakat bahwa batas aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuai muka dan tapak tangan. Sebagaimana yang disebutkan dalam Nailur Authar. Begitu juga dengan Ibnu Hazm mengecualikan wajah dan tapak tangan sebagaiman tertulis dalam kitab Al-Muhalla.

c. Pendapat para mufassirin

Para mufassirin yang terkenal pun banyak yang mengatakan bahwa batas aurat wanita itu adalah seluruh tubuh kecuali muka dan tapak tangan. Mereka antara lain At-Thabari, Al-Qurthubi, Ar-Razy, Al-Baidhawi dan lainnya. Pendapat ini sekaligus juga mewakili pendapat jumhur ulama.

d. Adapun hadits Asma` binti Abu Bakar yang dianggap dhaif, ternyata tidak berdiri sendiri, karena ada qarinah yang menguatkan melalui riwayat Asma` binti Umais yang menguatkan hadits tersebut. Sehingga ulama modern sekelas Nasiruddin Al-Bani sekalipun meng-hasankan hadits tersebut sebagaimana tulisan beliau ‘hijab wanita muslimah’, ‘Al-Irwa`, shahih Jamius Shaghir dan `Takhrij Halal dan Haram`.

e. Perintah kepada laki-laki untuk menundukkan pandangan.

Allah SWt telah memerintahkan kepada laki-laki untuk menundukkan pandangan (ghadhdhul bashar). Hal itu karena para wanita muslimah memang tidak diwajibkan untuk menutup wajah mereka.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.(QS. An-Nuur : 30).

Dalam hadits Rasulullah SAW kepada Ali ra. disebutkan bahwa,’Jangan lah kamu mengikuti pandangan pertama (kepada wanita) dengan pandangan berikutnya. Karena yang pertama itu untukmu dan yang kedua adalah ancaman / dosa”. (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmizy dan Hakim).

Bila para wanita sudah menutup wajah, buat apalagi perintah menundukkan pandangan kepada laki-laki. Perintah itu menjadi tidak relevan lagi.

6. Tabir Penutup Ruangan

Memang para ulama berbeda pandangan tentang kewajiban memasang tabir antara tempat lak-laki dengan tempat wanita. Yang disepakati adalah bahwa para wanita wajib menutup aurat dan berpakaian sesuai dengan ketentuan syariat. Juga sepakat bahwa tidak boleh terjadi ikhtilat (campur baur) antara laki dan wanita. Serta haramnya khalwah atasu berduaan menyepi antara laki-laki dan wanita.

Sedangkan kewajiban untuk memasang kain tabir penutup antara ruangan laki-laki dan wanita, sebagian ulama mewajibkan dan sebagian lainnya tidak mewajibkan.

1. Pendapat Pertama : Yang Mewajibkan Tabir

Mereka yang mewajibkan harus dipasangnya kain tabir penutup ruangan berangkat dari dalil baik Al-Quran maupun As-Sunah

a. Dalil Al-Quran :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak, tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu , dan Allah tidak malu  yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu kepada mereka, maka MINTALAH DARI BELAKANG TABIR. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti Rasulullah dan tidak mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar di sisi Allah.(QS. Al-Ahzab : 53)

Ayat tersebut menyatakan bahwa memasang kain tabir penutup meski perintahnya hanya untuk para isteri nabi, tapi berlaku juga hukumnya untuk semua wanita. Karena pada dasarnya para wanita harus menjadikan para istri nabi itu menjadi teladan dalam amaliyah sehari-hari. Sehingga kihtab ini tidak hanya berlaku bagi istri-istri nabi saja tetapi juga semua wanita mukminat.

b. Dalil As-Sunnah

Diriwayatkan oleh Nabhan bekas hamba Ummu Salamah, bahwa Rasulullah s.a.w. pernah berkata kepada Ummu Salamah dan Maimunah yang waktu itu Ibnu Ummi Maktum masuk ke rumahnya. Nabi bersabda: “pakailah tabir”. Kemudian kedua isteri Nabi itu berkata: “Dia (Ibnu Ummi Maktum) itu buta!” Maka jawab Nabi: “Apakah kalau dia buta, kamu juga buta? Bukankah kamu berdua melihatnya?”

2. Pendapat Kedua : Yang Tidak Mewajibkan

Oleh mereka yang mengatakan bahwa tabir penutup ruangan yang memisahkan ruangan laki-laki yang wanita itu tidak merupakan kewajiban, kedua dalil di atas dijawab dengan argumen berikut :

a. Dalil AL-Quran

Sebagian ulama mengatakan bahwa kewajiban memasang kain tabir itu berlaku hanya untuk pada istri Nabi, sebagaimana zahir firman Allah dalam surat Al-Ahzab : 53.

Hal itu diperintahkan hanya kepada istri nabi saja karena kemuliaan dan ketinggian derajat mereka serta rasa hormat terhadap para ibu mukimin itu. Sedangkan terhadap wanita mukminah umumnya, tidak menjadi kewajiban harus memasang kain tabir penutup ruangan yang memisahkan ruang untuk laki-laki dan wanita.

Dan bila mengacu pada asbabun nuzul ayat tersebut, memang kelihatannya memang diperuntukkan kepada para istri nabi saja.

b.Dalil Sunnah

Kalangan ahli tahqiq (orang-orang yang ahli dalam penyelidikannya terhadap suatu hadis/pendapat) mengatakan bahwa hadits Ibnu Ummi Maktum itu merupakan hadis yang tidak sah menurut ahli-ahli hadis, karena Nabhan yang meriwayatkan Hadis ini salah seorang yang omongannya tidak dapat diterima.

Kalau ditakdirkan hadis ini sahih, adalah sikap kerasnya Nabi kepada isteri-isterinya karena kemuliaan mereka, sebagaimana beliau bersikap keras dalam persoalan hijab.

c. Dalil Lainnya : Isteri yang Melayani Tamu-Tamu Suaminya

Banyak ulama yang mengatakan bahwa seorang isteri boleh melayani tamu-tamu suaminya di hadapan suami, asal dia melakukan tata kesopanan Islam, baik dalam segi berpakaiannya, berhiasnya, berbicaranya dan berjalannya. Sebab secara wajar mereka ingin melihat dia dan dia pun ingin melihat mereka. Oleh karena itu tidak berdosa untuk berbuat seperti itu apabila diyakinkan tidak terjadi fitnah suatu apapun baik dari pihak isteri maupun dari pihak tamu.

Sahal bin Saad al-Anshari berkata sebagai berikut : “Ketika Abu Asid as-Saidi menjadi pengantin, dia mengundang Nabi dan sahabat-sahabatnya, sedang tidak ada yang membuat makanan dan yang menghidangkannya kepada mereka itu kecuali isterinya sendiri, dia menghancurkan (menumbuk) korma dalam suatu tempat yang dibuat dari batu sejak malam hari. Maka setelah Rasulullah s.a. w. selesai makan, dia sendiri yang berkemas dan memberinya minum dan menyerahkan minuman itu kepada Nabi.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dari hadis ini, Syaikhul Islam Ibnu Hajar berpendapat: “Seorang perempuan boleh melayani suaminya sendiri bersama orang laki-laki yang diundangnya …”

Tetapi tidak diragukan lagi, bahwa hal ini apabila aman dari segala fitnah serta dijaganya hal-hal yang wajib, seperti hijab. Begitu juga sebaliknya, seorang suami boleh melayani isterinya dan perempuan-perempuan yang diundang oleh isterinya itu.

Dan apabila seorang perempuan itu tidak menjaga kewajiban-kewajibannya, misalnya soal hijab, seperti kebanyakan perempuan dewasa ini, maka tampaknya seorang perempuan kepada laki-laki lain menjadi haram.

d. Dalil bahwa Masjid Nabawi di Zaman Rasulullah SAW  Tidak Memakai Tabir

Pandangan tidak wajibnya tabir didukung pada kenyataan bahwa masjid nabawi di masa Rasulullah SAW masih hidup pun tidak memasang kain tabir penitup yang memisahkan antara ruangan laki-laki dan wanita. Bahkan sebelumnya, mereka keluar masuk dari pintu yang sama, namun setelah junmlah mereka semakin hari semakin banyak, akhirnya Rasulullah SAW menetapkan satu pintu khusus untuk para wanita.

Hanya saja Rasulullah SAW memisahkan posisi shalat laki-laki dan wanita, yaitu laki-laki di depan dan wanita di belakang

Wallahu A`lam Bish-shawab.

SHALAT SEBAGAI PENYEJUK SUKMA DALAM KEHIDUPAN

Dapatlah kiranya kita bayangkan betapa indahnya sholat yang dilakukan Rasul dalam hidupnya sehingga beliau pernah berkata, ”Dan dijadikanlah penyejuk hatiku di dalam sholat.”

Sholat seorang muslim yang diawali dengan mengambil air wudlu yang benar dan menghadapkan hati dan tubuhnya ke hadirat Allah semata, seharusnya memang menjadi penyejuk sukma yang tiada bandingnya. Ketika takbir diucapkan, seisi dunia ini menjadi kecil dan tiada berarti lagi, sebab yang besar dan patut dipuja, tempat bersandar dan meminta pertolongan dan petunjuk hanyalah Allah semata.

Di dalam rukun Islam sholat ditempatkan pada urutan kedua setelah kalimat syahadat. Ini menjadi bukti betapa luhur dan agungnya kedudukan ibadah yang satu ini. Sholat adalah komunikasi langsung seorang muslim dengan Allah. Betapa tidak, sholat penuh dengan pengakuan segala kebesaran Allah. Sholat sarat dengan doa dan permohonan. Sholat juga merupakan perwujudan sikap rendah diri manusia terhadap sang Khalik. Ketika dahi ditempelkan diatas sajadah, setiap muslim menyadari betapa kecil dan tiada berartinya manusia ini dihadapan Yang Maha Kuasa.

Perintah sholat diturunkan melalui proses dan kejadian yang istimewa. Dibandingkan dengan perintah peribadatan yang lain seperti puasa dan zakat, kewajiban melaksanakan sholat diterima Rasul melalui misi perjalanan Isra’ dan M’iraj yang penuh keajaiban. Ini memberikan suatu petunjuk bahwa sholat memang memiliki kedudukan yang teramat khusus di hadapan Allah. Maka tidaklah mengherankan apabila peribadatan yang satu ini sama sekali tidak berpeluang untuk ditinggalkan dan tetap harus dijalankan sekali pun hanya dengan gerakan mata.

Maka sungguh beruntung orang-orang yang tekun menjaga dan mendirikan sholatnya. Di dalam surat Al Mu’minuun ayat 1 dan 2 Allah memuji orang-orang mukmin,

”Beruntunglah orang-orang mukmin, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya.” Khusyuk dalam surat ini merupakan penjelasan Allah bahwa seorang mukmin yang berbahagia adalah orang-orang yang tatkala sholat selalu mengingat Allah, memusatkan semua pikiran dan panca inderanya serta bermunajat kepada Allah. Orang-orang ini menyadari dan merasakan bahwa ketika sholat, mereka benar-benar sedang berhadapan dengan Tuhannya. Maka oleh karena itu seluruh badan dan jiwanya diliputi kekhusyukan, kekhidmatan dan keikhlasan, disertai dengan rasa takut dan diselubungi dengan penuh harapan.

Untuk dapat memenuhi syarat kekhusyukan ini ada tiga perkara yang harus dipenuhi oleh seorang yang sedang sholat :

Yang pertama adalah mengerti tentang apa yang sedang dia baca. Ini sesuai dengan ayat,

”Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci?” (QS Muhammad : 24)

Yang kedua adalah ingat kepada Allah dan takut kepada ancamanNya, sesuai dengan firmanNya,

”Dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku.” (QS Thaha : 14)

Yang ketiga, karena sholat berarti bermunajat kepada Allah, maka pikiran dan perasaan harus selalu mengingat dan tidak lengah atau lalai. Sekali pun ketidak-khusyukan seseorang di dalam sholatnya tidak akan membatalkan sholat ini, namun para ulama menggambarkan sholat seperti ini laksana tubuh yang tidak berjiwa.

Selain menjadi alat komunikasi dan pendekatan yang utama, sholat seyogyanya juga menjadi benteng yang paling kokoh di dalam menjaga seseorang dari segala perbuatan dosa dan munkar. Sholat yang dilakukan dengan benar dan penuh khidmat semata karena Allah, pasti akan menjaga kadar iman seseorang menuju mukmin hakiki. Ada orang yang berkata bahwa sholat seseorang tidak merupakan jaminan perilakunya. Permasalahannya adalah kualitas sholat ini. Orang yang masih suka berdusta atau mengambil hak orang lain sementara dia juga melakukan sholat, perlu dikaji lebih jauh kadar kualitas sholatnya. Perhatikan petunjuk Allah dalam surat Al-Ankabuut ayat 45,

”Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Qur’an dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Ayat di atas memerintahkan Rasul agar selalu membaca, mempelajari dan memahami Al-Qur’an yang telah diturunkan kepadanya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Dengan begitu, ia akan mengetahui kelemahan dan rahasia dirinya sehingga ia pun dapat memperbaiki serta membina dirinya sesuai dengan tuntunanNya. Perintah ini juga ditujukan kepada seluruh kaum muslimin. Penghayatan seseorang terhadap kalam Ilahi yang pernah dibacanya itu akan termanifestasi pada sikap, tingkah laku dan budi pekerti orang yang membacanya.

Setelah Allah memerintahkan membaca dan mempelajari serta melaksanakan ajaran-ajaran Al-Qur’an, maka Allah memerintahkan pula agar kaum muslimin mengerjakan sholat wajib lima waktu. Sholat ini hendaklah dikerjakan dengan rukun-rukun dan syarat-syaratnya serta dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan. Sangat dianjurkan pula agar sholat dikerjakan lengkap dengan sunnah-sunnahnya. Jika sholat dikerjakan sedemikian rupa, maka ia akan dapat menghalangi dan mencegah orang dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar.

Ketika seseorang berdiri mengerjakan sholat, ia pun memohon petunjuk Allah dengan doanya, ”Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat dan bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai atau orang-orang yang sesat.” Ini adalah perwujudan dari keyakinan orang yang melaksanakan sholat dan menjadi bukti bahwa dirinya sangat bergantung kepada nikmat Allah. Oleh karena itu, ia pun berusaha sebisa mungkin untuk melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangannya.

Sebagian Ahli tafsir berpendapat bahwa yang memelihara orang yang mengerjakan sholat dari perbuatan keji dan munkar adalah sholat itu sendiri. Artinya, selama orang ini memelihara sholatnya, maka sholat ini akan senantiasa memeliharanya. Perhatikan peringatan Allah dalam Al-Baqarah 233

: ”Peliharalah semua sholatmu dan sholat wustha. Berdirilah di dalam sholatmu karena Allah dengan khusyuk.”

Di dalam salah satu sabdanya, Rasul berkata : ”Barang siapa yang memelihara sholat, ia akan memperoleh cahaya, petunjuk dan keselamatan pada hari kiamat, dan barang siapa yang tidak memeliharanya, ia tidak akan memperoleh cahaya, petunjuk dan tidak pula keselamatan. Pada hari kiamat, ia akan dikumpulkan dengan Qarun, Fir’aun, Haman dan Ubai bin Khalaf.” Nabi menerangkan pula bagaimana orang-orang yang mengerjakan sholat lima waktu dengan sungguh-sungguh disertai rukun dan syarat-syaratnya serta dilakukan pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Nabi melukiskan orang-orang ini seakan dosa mereka dicuci lima kali sehari sehingga tidak sedikit pun yang akan tertinggal dari dosa-dosa ini. Bahkan Rasul menggambarkan sungai di depan pintu rumah dimana orang-orang ini mandi dan membersihkan tubuh mereka lima kali sehari sehingga tak akan tersisa lagi pada tubuh mereka itu daki dan kotoran.

Ketika kita mencita-citakan sesuatu yang berarti dalam hidup kita, biasanya kita bersedia mengorbankan banyak hal untuk mencapai keinginan kita itu. Kita tahu, semua pengorbanan dan jerih payah yang kita lakukan, kelak akan memberikan suatu kebahagiaan dan kepuasan. Sholat yang kita lakukan sepanjang usia kita merupakan sarana pendekatan diri kepada Allah yang tiada bandingnya. Ada kalanya mungkin terasa berat sebagaimana difirmankan Allah dalam Al-Baqarah 45, ”Dan mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan mengerjakan sholat. Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” Namun, dibalik yang terasa berat ini terdapat jalan menuju cita-cita yang demikian luhurnya dan jauh tiada berbanding dengan rasa enggan dan pengorbanan kita.

Sholat adalah ibadah yang sangat utama dimana seorang muslim bermunajat kepada Allah lima kali dalam sehari. Menurut riwayat Imam Ahmad, setiap kali Rasul menghadapi kesulitan dan musibah, beliau segera melakukan sholat. Demikian pula yang dilakukan oleh sahabat-sahabat beliau. Sabda Rasul yang saya kutipkan diawal tulisan ini menjadi bukti betapa kecintaan, kedekatan dan kesetiaan beliau kepada sholat. Kedua kaki beliau yang mulia itu bahkan sempat membengkak karena lamanya beliau berdiri ketika sholat.

Kalau tadi saya menggambarkan bagaimana seseorang berusaha dengan segala daya untuk meraih cita-cita dalam hidupnya, maka yang ingin diraih oleh orang-orang yang khusyuk dalam sholat adalah keridhaan Allah. Bagi orang-orang ini, mendirikan sholat tidaklah dirasakan berat, sebab pada saat-saat begitu mereka seolah hanyut dan tenggelam di dalam munajat mereka sehingga tiadalah mereka merasakan dan mengingat yang lain, termasuk di dalamnya segala kesukaran dan penderitaan hidup yang mereka alami. Hal ini tidaklah membuat kita heran sebab barangsiapa yang mengetahui hakikat apa yang dicarinya, niscaya ringan baginya mengorbankan apa saja untuk memperolehnya.

Sholat juga berperan sebagai pembentuk akhlak manusia. Di dalam surat Al-Maarij ayat 20-22 Allah melukiskan sifat-sifat manusia yang manakala tertimpa kesusahan berkeluh kesah dan ketika memperoleh kebaikan menjadi kikir. Perkecualiannya hanyalah orang-orang yang melaksanakan sholat dengan khusyuk. Sebagai rukun Islam yang kedua, sholat menjadi pembeda antara orang-orang yang beriman dan orang-orang kafir. Orang yang senantiasa melakukan sholat akan selalu terikat hubungan dan ingat kepada Tuhannya. Sebaliknya, mereka yang lalai kepada sholat, akan putuslah hubungannya dengan Allah. Hal ini dapat kita pahami dari firman Allah.

”Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku.” (QS Thaha : 14)

”Kecuali orang-orang yang melakukan sholat” sebagaimana terfirman dalam surat Al-Maarij diatas adalah suatu label istimewa yang diberikan Allah. Namun ayat ini tidak berakhir disini, sebab kemudian Allah memberikan ciri bagi mereka itu, yaitu orang-orang yang ketika sholat, mereka melakukannya dengan penuh kekhusyukan. Orang yang khusyuk dalam sholatnya, hati dan pikirannya akan tertuju kepada Allah. Timbul dalam hatinya rasa takut terhadap siksa Allah karena menyadari dosa-dosa yang telah diperbuatnya. Ia pun penuh berharap agar limpahan pahala, rahmat dan karuniaNya tercurah kepadanya. Kekhusyukan sholat ini seakan menanamkan janji di dalam hatinya untuk menjauhi larangan-larangan Allah. Hatinya pasrah dan tenteram penuh tawakkal. Orang-orang yang mengerjakan sholat sedemikian ini akan terhindar dari perbuatan keji dan munkar.

Sholat juga mendidik kita menjaga disiplin diri. Waktu-waktu sholat yang telah tertentu lima kali dalam sehari adalah tindakan ubudiyah yang kalau dilaksanakan dengan baik akan menanamkan disiplin yang tinggi. Ketentuan melakukan sholat lima kali dalam sehari pada waktu-waktu yang sudah ditentukan merupakan perintah Ilahiah yang tidak boleh ditawar-tawar lagi. Pelaksanaan perintah Allah pada waktu-waktu yang sudah ditentukan ini menanamkan sikap disiplin pada diri setiap muslim di dalam menjalankan kewajiban sehari-hari. Amati isyarat Allah dalam Al-Isra’ 78 :

”Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan dirikanlah pula sholat subuh. Sesungguhnya sholat subuh itu disaksikan oleh para malaikat.”

Ayat diatas menerangkan waktu-waktu sholat yang lima. Tergelincir matahari untuk waktu sholat zuhur dan asyar, gelap malam untuk waktu maghrib dan isya’. Ayat ini memerintahkan agar Rasul mendirikan sholat sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam serta mendirikan sholat subuh. Maksudnya ialah mendirikan sholat lima waktu yakni Zuhur, Asar, Maghrib, Isya’ dan Subuh pada waktu yang telah ditentukan.

Mendirikan sholat lima waktu berarti mengerjakan sholat lengkap dengan rukun dan syarat-syaratnya sesuai dengan ygn diperintahkan Allah, baik menurut lahir ataupun batin. Secara lahir berarti sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan agama, dan secara batin berarti mengerjakan sholat dengan hati, tunduk dan patuh kepada Allah karena menyadari keagungan dan kekuasaan Allah, pencipta seluruh alam ini.

Berbicara tentang ibadah sholat yang teramat luhur ini, teringatlah kita pada salah satu sholat yang demikian besar artinya yaitu sholat Jum’at yang wajib hukumnya dilaksanakan sekali dalam seminggu. Selain diisi dengan sholat Jum’at berjamaah, kegiatan ini juga diisi khutbah Jum’at yang sarat dengan wasiat taqwa dan doa. Betapa pentingnya sholat ini sehingga tatkala waktunya telah tiba, Allah memerintahkan kita meninggalkan semua kegiatan dan menyegerakan diri menuju dzikrullah.

Tak ada satu pun alasan yang dapat membenarkan kita meninggalkan kegiatan mulia ini kecuali yang sudah ditentukan seperti hujan atau sakit. Kita diberi Allah kenikmatan tak terhitung dalam hidup ini sementara yang diwajibkan untuk kita laksanakan tidaklah banyak. Di dalam surat Al-Jumu’ah ayat 9 Allah berseru,

”Wahai orang-orang yang beriman, apabila diserukan untuk menunaikan sembahyang pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual- beli karena yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” Seruan Allah ini jelas ditujukan kepada kelompok orang-orang beriman. Saya yakin, tak seorang pun diantara kita, yang ketika mendengar seruan ini, merasa tidak termasuk orang-orang beriman yang sedang mendapat seruan …….. !

SELAMAT HARLAH NU KE 95 INI PESAN KYAI SAID SEBAGAI KETUA PBNU

NU ONLINE

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyampaikan tiga pesan dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-95 NU yang jatuh pada hari ini, Ahad (31/1). Ketiga hal itu adalah soal kontekstualisasi ajaran kitab kuning, soliditas organisasi, dan menyukseskan vaksinasi Covid-19. “Pesan saya untuk menghadapi era ini, mari generasi muda NU mampu mengontekstualisasikan ajaran kitab kuning, ilmu-ilmu yang ada di kitab kuning. Ayo kita harus mampu mengontekstualisasikan,” ujar Kiai Said dalam acara Peringatan Harlah ke-95 NU yang diselenggarakan secara virtual, pada Sabtu (30/1) malam.

Menurut Kiai Said, semua permasalahan dalam kehidupan, terutama yang berkaitan dengan prinsip syariat Islam sudah tersedia di dalam kitab kuning. “Tinggal kita harus mampu agar bagaimana, ajaran di kitab kuning itu muthabaqah li zaman wa munasabah lil waqi’ artinya kontekstual dan cocok dengan zaman sekarang,” lanjutnya. Oleh karena itu, ia mengajak santri di lingkungan NU untuk bangga menjadi bagian yang berasal dari pesantren. Di samping itu, harus bangga pula dengan kitab-kitab kuning yang dipelajari selama bertahun-tahun

 “Kita bangga dengan kiai-kiai yang selalu berpegang teguh pada prinsip-prinsip Ahlussunnah wal Jamaah. Mulai dari kitab Safinatun Najah, Sullamul Munajat, Sullamuttaufiq, Fathul Qarib, Fathul Wahab, Mahalli, hinggga Iqna’,” terang Kiai Said. “Kita bangga dengan kitab Jawahirul Kalamiyah, Tijan Darori, Aqidatul Awwam, dan puncaknya Fathul Majid. Kita bangga mulai Bidayatul Hidayah, Adabuddin, Minhajul Abidin, dan sampai ke Ihya’ Ulumiddin,” sambungnya. Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan ini juga menyatakan bahwa santri harus berbangga dengan prinsip-prinsip yang diwarisi dari para ulama Aswaja. Terutama dari kalangan madzhab fikih Imam Syafi’i, madzhab teologi Imam Asy’ari, dan madzhab tasawuf Imam al-Ghazali. Soliditas organisasi Kiai Said kemudian berpesan dan menekankan kepada pengurus NU di seluruh tingkatan seluruh Indonesia, agar mampu meningkatkan soliditas organisasi. Tak hanya itu, pengurus NU juga diminta untuk meningkatkan ketaatan.

“Ranting harus taat pada MWC, MWC harus taat pada Cabang, Cabang harus taat pada Wilayah, dan Wilayah harus taat pada PBNU. Itu kalau kita ingin menjadi organisasi yang sukses, maka harus disiplin dari tingkat PBNU sampai tingkat ranting, betul-betul punya komitmen, semangat ingin membangun soliditas agar betul-betul berwibawa,” pesan Kiai Said. Ia berharap, NU tidak ditertawakan oleh orang luar karena berjalan sendiri-sendiri. Oleh karenanya, seluruh pengurus NU diminta untuk menunjukkan bahwa organisasi yang didirikan para ulama ini solid.

 “Kita tunjukkan kita solid, tidak ada pertengkaran. Beda pendapat biasa tapi pertengkaran dan perpecahan, tidak ada. NU satu, di bawah pimpinan PBNU, di bawah pimpinan KH Miftachul Akhyar. Semua harus solid, tidak boleh ada yang jalan sendiri tanpa ada komando dari pimpinan pusat. Itulah yang saya maksud soliditas kita harus ditingkatkan,” terang Kiai Said. Sukseskan vaksinasi Dalam menghadapi Covid-19 yang belum juga selesai, Kiai Said sampai hari ini masih tetap mengingatkan bahwa virus itu ada dan sangat membahayakan. Terutama kepada orang lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun dengan penyakit seperti jantung, diabetes, dan paru-paru. “Maka mudah sekali terjangkit dan sulit untuk disembuhkan. Kalau masih muda belum ada penyakit, mudah disembuhkan. Maka kita harus terus waspada, menjaga protokol kesehatan. Menjaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan,” tegas kiai kelahiran Cirebon, 67 tahun lalu ini. Kemudian jika nanti sudah diselenggarakan program vaksinasi secara massal untuk masyarakat Indonesia, ia meminta Nahdliyin untuk ramai-ramai mengikuti vaksin yang sudah diatur pemerintah. “Karena vaksin itu salah satu hal yang mampu menjaga dan menumbuhkan kekebalan tubuh kita untuk menolak bahayanya virus Corona ini,” terang Kiai Said. Ia mengaku bicara agar warga NU menyukseskan vaksinasi Covid-19 benar-benar ikhlas dan tulus. Tidak ada sama sekali pihak yang membayar Kiai Said agar mau melakukan sosialisasi program vaksinasi. “Jangan disangka saya dibayar ngomong seperti ini. Tidak, wallahi tidak. Tapi betul-betul saya demi keselamatan kita semua. Virus Corona itu ada dan bahaya. Maka ayo kalau ada vaksin nanti pertengahan Maret kita sukseskan vaksinasi ini,” ajaknya. “Saya ngomong begini bukan dibayar, bukan kita pro pemerintah. Tapi betul-betul ingin menyelamatkan kita semua.

Wahai kiai-kiai, ustadz-ustadz, para pengurus NU, Covid-19 itu ada dan membahayakan,” ucap Kiai Said. Terakhir, ia mengucapkan selamat Harlah ke-95 kepada NU berdasarkan masehi dan ke-98 menurut hitungan tahun hijriah. Kiai Said berharap agar Allah memberikan kepada seluruh warga dan pengurus NU. “Sehingga NU semakin bermanfaat berkah untuk bangsa Indonesia dan untuk dunia internasional,” katanya, penuh yakin. Sebagai informasi, acara peringatan Harlah ke-95 NU ini dibarengi dengan Konser Amal Peduli Bencana di Indonesia. Para Nahdliyin yang hadir dalam acara tersebut dipersilakan untuk berdonasi melalui NU Care-LAZISNU di nomor rekening 0681192688 (BCA) atas nama Yay. Lembaga Amil Zakat Infaq & Shadaqah. Acara ini dibuka dengan pembacaan yasin, tahlil, dan doa yang dipimpin HM Nur Hayid (Gus Hayid) dari Lembaga Dakwah (LD) PBNU. Lalu terdapat berbagai penampilan, baik dari individu atau pun beregu. Para pengisi acara itu adalah Paduan Suara dari BPK Penabur yang melantunkan syair Syubbanul Wathan, Penyanyi Ari Lasso,

KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah), KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq), Nasida Ria, Ustadz Yusuf Mansur, Veve Zulfikar, KH Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar), Sahabat Selawat, UKM Seni Islami Universitas Islam Malang, Wahid Hasyim Voice, NU Talent, Musisi Jalanan Center, PCINU Mesir, dan Ghania Paramuda. Di samping itu, ditampilkan pula video ucapan dari seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) seluruh Indonesia dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama di belahan dunia. Lalu ada juga ucapan video dari para pemimpin umat beragama di Indonesia, duta besar negara sahabat, dan beberapa menteri di Kabinet Indonesia Maju.