KETEGASAN SIKAP PBNU ATAS HADIRNYA GUS YAHYA DI ISRAEL DAN DUKUNGAN KE PALESTINA

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menegaskan, kehadiran Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai pembicara dalam kegiatan yang diselenggarakan American Jewish Committee (AJC) Global Forum di Yerusalem atas nama pribadi, bukan atas nama PBNU.

Namun demikian, Kiai Said juga menegaskan bahwa sikap NU terhadap bangsa Palestina tidak akan berubah. NU akan terus mendukung kemerdekaan dan kedaulatan rakyat Palestina dari penindasan Israel.

“Menyikapi kehadiran Kiai Yahya Cholil Staquf, yang diadakan oleh Yahudi Amerika di Yerusalem di Israel, kami PBNU menyatakan bahwa kehadiran Kiai Yahya Cholil Staquf atas nama pribadi, sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan PBNU,” tegas Kiai Said kepada NU Online, Selasa (12/6) di Jakarta.

“Adapun sikap NU, dari dulu, sekarang, dan seterusnya akan selalu berpihak kepada Palestina,” sambung Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini.

Karena menurut Kiai Said, berpihak kepada Palestina sama dengan berpihak pada kebenaran. Sebab Palestina bangsa yang dizalimi dan bangsa yang ditindas oleh Israel.

PBNU mengimbau dan menyerukan pada dunia internasional, terutama kepada PBB dan terutama lagi kepada Amerika Serikat untuk menegakkan keadilan.

“Mari kita dukung Palestina dalam merebut kemerdekaan dan haknya sebagai bangsa yang merdeka dan bangsa yang diakui eksistensinya oleh dunia internasional,” ajak kiai kelahiran Cirebon, Jawa Barat ini.

“Sampai kapan pun, NU akan memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” tutup Kiai Said.

SALAH SATU MANFAAT BERPUASA ADALAH OTAK KITA MENJADI SEHAT

Sudah banyak tulisan atau diskusi yang membahas tentang manfaat puasa bagi kesehatan kita. Beberapa manfa’at puasa bagi kesehatan kita, seperti :

  • Puasa menyehatkan alat pencernaan kita
  • Dengan berpuasa, dapat menormalkan kadar gula darah
  • Keseimbangan hormonal tubuh akan terjaga dengan berpuasa
  • Daya tahan tubuh meningkat, karena berpuasa dapat meningkatkan sel darah putih
  • Regenerasi sel bisa berlangsung dengan baik karena kita berpuasa
  • Serta banyak manfaat lain dari berpuasa yang sudah kita ketahui

Tetapi ada manfaat berpuasa yang jarang dibahas, yaitu manfaat puasa buat kesehatan otak manusia.

Seperti kita ketahui, otak merupakan pusat memori, pusat regulasi hormon tubuh, mengatur gerakan tubuh, pusat sistem perasa (sensoris), bahkan di otaklah terdapat sistem yang bisa mempengaruhi tabiat dan mental kita, serta berbagai fungsi sangat penting lainnya dari otak.

Terkait begitu besarnya peranan otak dalam mengatur fungsi tubuh kita, maka kita harus senantiasa menjaga dan meningkatkan kesehatan otak, salah satunya dengan berpuasa. Apa saja manfaat puasa untuk kesehatan otak ?

1.Puasa menjaga regenerasi sel saraf otak

Mekanismenya melalui peningkatan proses neuronal autophagy, yaitu proses dimana sel saraf (neuron) otak memakan sel saraf yang sudah tidak berguna dan me-recycle sel-sel sampah, sehingga menimbulkan perbaikan terhadap sel saraf tersebut. Dengan meningkatnya proses neuronal autophagy, maka regenerasi sel otak akan terjaga dengan baik.

2.Puasa menjaga dan meningkatkan memori

Berbagai penelitian membuktikan, bahwa puasa dapat meningkatkan enzym BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor), yaitu suatu protein enzym yang banyak terdapat di bagian otak yang mengatur tentang memori, pembelajaran dan fungsi luhur manusia lainnya. Sehingga berpuasa dapat meningkatkan daya ingat, daya belajar dan fungsi luhur kita. Hal inilah yang menjelaskan, mengapa pada orang lanjut usia yang rajin berpuasa, maka tidak mudah pikun.

3.Puasa mencegah terjadinya stroke dan penyakit metabolik lainnya

Dengan berpuasa, maka kadar gula, kolesterol dan tekanan darah akan terjaga dengan baik, sehingga menurunkan resiko stroke. Puasa juga meningkatkan zat pelindung sel saraf, yaitu keton (keton bodies) dan menurunkan zat perusak sel saraf (inflammatory cytokines), sehingga sel saraf otak tidak mudah rusak karena stroke.

4.Puasa membuat kita tidak mudah depresi

Salah satu yang berkaitan dengan mudahnya seseorang mengalami depresi (stress) adalah karena rendahnya kadar enzym BDNF. Seperti dijelaskan di atas, berpuasa meningkatkan kadar BDNF, yang akan membuat kita tidak mudah depresi, sehingga akan meningkatkan kualitas hidup kita.

Marilah kita jalani puasa Romadlon ini dengan semangat besar dan gembira, demi ridlo Illahi, bukan hanya karena menjalankan kewajiban syar’i, namun juga untuk mencapai kesehatan yang paripurna.

Yuriidullohu bikumul yusro wa laa yuriidu bikumul ‘usr.

KITA BISA MASUK SURGA KARENA RAHMAT ALLOH SWT.

Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Pemberi rahmat (kasih sayang). Bahkan sayangNya terhadap hamba-hambaNya lebih dari sayangnya seorang ibu kepada anaknya. Dengan kasih sayangNya, Dia menciptakan kita. Dengan rahmatNya, Dia memberikan rizki kepada kita. Dengan rahmatNya, Dia memberikan kesehatan kepada kita. Dengan rahmatNya, Dia memberikan makan dan minum, pakaian serta tempat tinggal kepada kita. Dengan rahmatNya, Dia menunjukkan kita kepada Islam dan Iman serta amal shalih. Dengan rahmatNya, Dia mengajarkan kepada kita apa yang tidak kita ketahui. Dengan rahmatNya, Dia memalingkan kejahatan musuh-musuh dari diri kita.

Allah Ta’ala berfirman, artinya,

“Sesungguhnya Allah Ta’ala membela orang-orang yang telah beriman.” (QS. al-Hajj: 38).

Dengan rahmatNya, Dia menurunkan hujan dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan,. Dengan rahmatNya, Dia memasukkan hamba-hambaNya yang beriman dan yang beramal shalih ke dalam surga. Dengan rahmatNya, Dia menyelamatkan mereka dari Neraka.Segala sesuatu semuanya adalah berkat rahmat Allah Ta’ala.

Oleh karenanya seorang muslim perlu mengetahui faktor penyebab, Allah Ta’ala memberikan rahmat kepada makhlukNya, yaitu:

* 1. Berbuat Ihsan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala dengan menyempurnakan ibadah kepadaNya dan merasa dimonitor (diawasi) oleh Allah Ta’ala, bahwasanya kamu beribadah kepada Allah Ta’ala, seolah-olah kamu melihatNya, maka jika kamu tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu, dan berbuat baik kepada manusia semaksimal mungkin, baik dengan ucapan, perbuatan, harta, dan kedudukan.

Allah Ta’ala berfirman, artinya,

 “Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. al-A’raf: 56)

* 2. Dan di antara sebab-sebab yang paling utama untuk mendapatkan rahmat Allah Ta’ala adalah bertakwa kepadaNya dan menaatiNya dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, seperti mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang berhak menerimanya (Mustahiq), beriman dengan ayat-ayat Allah swt, dan mengikuti RasulNya.

Allah Ta’ala berfirman, artinya,

“Dan rahmatKu meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmatKu untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami. (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi.” (QS. al-A’raf: 156, 157)

* 3. Kasih sayang kepada makhluk-makhlukNya baik manusia maupun binatang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 “Orang-orang yang penyayang, maka Allah Ta’ala akan menyayangi mereka (memberikan rahmat kepada mereka), sayangilah/ kasihilah penduduk bumi, niscaya penduduk langit akan menyayangi kalian.” (HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi)

Dan hal itu lebih ditekankan lagi kepada orang-orang fakir dan miskin yang sangat membutuhkan. Sedangkan balasan (ganjarannya) sesuai dengan perbuatan, sebagaimana kita berbuat baik, maka kita akan mendapatkan balasan dari kebaikan tersebut.

* 4. Beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah Ta’ala.

 Allah Ta’ala berfirman, artinya,

 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Baqarah: 218).

Maka orang-orang yang beriman selalu mengharapkan rahmat Allah Ta’ala setelah mereka melaksanakan sebab-sebab mendapatkan rahmat yaitu iman, hijrah, dan berjihad di jalan Allah Ta’ala. Adapun hijrah meliputi berpindah dari negri syirik ke negri Islam dan meninggalkan apa yang dilarang Allah Ta’ala dan RasulNya shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah Ta’ala.” (Muttafaq ‘alaih).

Sedangkan jihad mencakup jihad melawan hawa nafsu dalam menaati Allah Ta’ala, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Orang yang berjihad adalah orang yang memerangi hawa nafsunya dalam menaati Allah Ta’ala.” (HR. al-Baihaqi).

Sebagaimana jihad meliputi pula jihad melawan setan dengan menyelisihinya dan bersungguh-sungguh untuk mendurhakainya dan jihad dalam memerangi orang-orang kafir dan jihad terhadap orang-orang munafik dan pelaku-pelaku maksiat baik dengan tangan, kemudian (jika tidak mampu) dengan lisan, kemudian (jika tidak mampu juga), maka dengan hati.

* 5. Mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menaati Rasulullah Ta’ala, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, artinya,

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ta’atlah kepada Rasul, supaya kamu diberi rahmat.” (QS. an-Nur: 56).

* 6. Berdo’a kepada Allah Ta’ala untuk mendapatkannya dengan bertawasul dengan nama-namaNya yang Maha Pengasih (ar-Rahman) lagi Maha Penyayang (ar-Rahim) atau yang lainnya dari nama-namaNya yang Agung/ Indah, seperti kamu mengatakan, “Ya Rahman (Wahai Yang Maha Penyayang), sayangilah aku (rahmatilah aku), ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu agar Engkau mengampuni dosaku dan menyayangiku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Allah Ta’ala berfirman, artinya,

“Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” (QS. al-Kahfi: 10).

Dan Allah Ta’ala juga berfirman, artinya,

“Hanya milik Allah asma`u al-Husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asma`u al-Husna itu.” (QS. al-A’raf: 180).

Maka hendaklah seseorang memohon setiap permintaannya dengan nama yang sesuai dengan permintaannya itu untuk mendapatkannya.

Allah Ta’ala berfirman, artinya,

 “Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu’.” (QS. al-Mu’min: 60).

Dan firman Allah Ta’ala lainnya, artinya,

“Dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik.” (QS. al-Mu’minun: 118).

Sungguh Allah Ta’ala telah menyuruh (kita) berdo’a dan menjamin ijabah (mengabulkan do’a tersebut) dan Dia Maha Suci yang tidak pernah mengingkari janji.

* 7. Mengikuti al-Qur`an al-Karim dan mengamalkannya.

Allah Ta’ala berfirman, artinya,

“Dan Al-Qur`an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (QS. al-An’am: 155).

* 8. Menaati Allah Ta’ala dan RasulNya shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Allah Ta’ala berfirman, artinya,

“Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.” (QS. Ali ‘Imran: 132).

* 9. Mendengarkan dan memperhatikan dengan tenang ketika dibacakan al-Qur`an al-Karim.

Allah Ta’ala berfirman, artinya,

 “Dan apabila dibacakan Al-Qur`an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. al-A’raf: 204).

* 10. Istighfar, memohon ampunan dari Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman, artinya,

“Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat.” (QS. an-Naml: 46).

Wallahu a’lam.

Diterjemahkan dari Kitab “An-Nuqath al-‘Asyarah adz-Dzahabiyah”, Syaikh Abdur Rahman ad-Dusari.

” GALAU “

Galau saat ini menjadi istilah yang sangat familiar bagi masyarakat milenial. Galau merupakam istilah yang dipakau untuk mengungkapkan perasaan yang tidak karuan bisa dikatakan galau merupakan perasaan gabungan antara sedih, keewa dan bimbang. Sehingga definisi pasti mengenai istilah ini belum dapat dipastikan. Penyebab galau bermacam-macam, namun paling banyak disebabkan oleh masalah asmara, karir dan pekerjaan. Atau bahkan masalah lebaran yang sudah semakin dekat tapi THR belum merapat. Dalam islam sendiri tidak terdapat perkara mengenai galau itu sendiri. Namun terdapat istilah yang hampir mendekati kata galau, yakni kesedihan atau kedukaan.

Dalam islam sendiri tidak ada larangan untuk bersedih atau berduka, namun kesedihan dan kedukaan itu tidak boleh berlarut-larut. Sehingga dapat mempengaruhi seseorang secara psikologis. Sebagaimana dalam petikan ayat berikut :

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

    “Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (Qs. Al-Anbiya` : 88)

Islam memandang kesedihan dan kedukaan sebagai sebuah bagian dari kehendak Allah SWT. Sehingga kemudian tiada selain pertolongan yang karenaNya melalui jalan tips menghilangkan galau dalam islam dan cara mengatasi galau dalam islam sebagaimana keutamaan sabar dalam islam yang membuat jiwa tenang dalam islam dari keutamaan berdzikir . Sebagaimana dalam firman Allah Berikut :

    “Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.” (Qs. Al-Kahfi : 39).

Bahaya Galau Dalam Islam

Islam tidak mengenal istilah galau, istilah yang lebih familiar yakni kedukaan atau kesedihan. Islam menganjurkan untuk menyerahkan segala urusan mengenai hal apapun kepada Allah SWT sebagaimana tujuan hidup menurut islam seperti dengan tips mengendalikan emosi dalam islam sebagai obat hati dalam islam . Sebagaimana dalam firmanNya berikut :

    “Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.” (Qs. Al-Mukminun : 44).

Galau atau kesedihan dalam islam pada dasarnya memiliki bahaya jika terlampu berlebihan. Beberapa bahaya yang dimaksudkan akan dijelaskan dalam poin berikut. 13 bahaya galau dalam islam. Simak selengkapnya.

  1. Dapat Menjauhkan Diri dari Sang Pencipta

Bahaya galau yang pertama ialah dapat menjauhkan diri dari sang pencipta. Perasaan sedih yang berlebihan akan membuat kita dapat merasa jauh dari Allah SWT. Tentunya ini merupakan hal yang sangat berbahaya. Rasa sedih dapat menjerumuskan kita dalam melupakan segala kewajiban yang harusnya dilakukan. Dalam sebuah hadits dikatakan:

    “Orang yang bakhil jauh dari Allah, jauh dari Surga, dan jauh dari manusia“. (HR. At-Tirmidzi)

  1. Murung Setiap Hari

Allah SWT dalam firmanNya berikut ini :

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (darjatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS.Ali ‘Imran:139)

Seorang yang merasa galau akan cenderung murung setiap hari. Kesedihan mendalam dan berlarut-larut akan membuat seseorang cenderung menjadi pribadi yang senang menyendiri, tidak lagi memiliki gairah dan semangat sehinga raut muka dan tubuhnya terlihat murung.

  1. Terlihat Sedih

Selain murung, galau juga membuat perasaan kita menjadi dominan sedih. Sebagai manusia tenti sudah manusiawi dengan sifat sedih itu sendiri. Namun, jangan sampai kemudian kesedihan tersebut mempengaruhi diri kita untuk kemudian menghalangi semua aktifitas dan kemajuan dalam hidup.

Apalagi jika sampai membuat kita terus dalam kesedihan yang berlarut-larut. Percayalah selalu bahwa Allah SWT selalu menjadi penolong. Sebagaimana dalam firman Allah SWT berikut :

    “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”(At-Taubah:40)

  1. Kehilangan Semangat

    “Ingatlah setiap amalan itu ada masa semangatnya. Siapa yang semangatnya dalam koridor ajaranku, maka ia sungguh beruntung. Namun siapa yang sampai futur (malas) hingga keluar dari ajaranku, maka dialah yang binasa.” (HR. Ahmad 2: 188. Sanad)

Galau yang berkepanjangan juga dapat menjadi pemicu dari hilangnya semangat dalam hidup. Galau akan membuat seseorang kehilangan tujuan dan motivasi serta penyemangat untuk maju dan meraih kesuksesan. Sesungguhnya hal yang demikian sangat dibenci oleh Allah dan Rasulnya

  1. Malas Beribadah

Galau merupakan sifat yang dapat menimbulkan bahay seperti malas beribadah. Pada umumnya, orang galau akan malas melakukan semua aktivitas karena terlalu fokus pada rasa sedihnya. Bahkan untuk beribadahpun mereka akan enggan dan malas melakukannya. Sesungguhnya yang demikian adalah perilaku yang menyimpang. Sebagaimana dalam hadist berikut :

    “Dan setiap masa semangat itu pasti ada masa futur (malasnya). Barangsiapa yang kemalasannya masih dalam sunnah (petunjuk) Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, maka dia berada dalam petunjuk. Namun barangsiapa yang keluar dari petunjuk tersebut, sungguh dia telah menyimpang.” (HR. Thobroni dalam Al Mu’jam Al Kabir 2)

  1. Mulai Mencoba Lari Ke Hal Negatif

Bahaya galau yang selanjutnya ialah dapat membuat kita terjerumus kedalam hal-hal negatif. Demi menghilangkan galau, bukannya mendekatkan diri pada Allah namun, banyak manusia yang cenderung memilih jalan maksiat seperti mabuk, menggunakan narkoba, dan mencari kesenangan duniawi. Padahal semua hal tersebut jelas merupakan sebuah dosa besar.

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” (QS. Al Maidah: 90).

  1. Tidak Fokus pada Pekerjaan

Dalam surat at Taubah ayat 105, Allah berfirman,

    “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”

Jangan sampai kemudian galam akan berakibat pada kemalasan dalam bekerja. Karena hal ini akan berpengaruh pada pekerjaan yang anda lakukan, sudah pasti hasilnya tidak akan maksimal. Sehingga bisa-bisa pekerjaan lepas dari tangan anda, dan karir anda berakhir.

  1. Lalai

Galau juga akan membuat anda lali dalam mengerjakan semua hal. Sehingga pekerjaan yang anda lakukan akan selalu salah dan salah lagi. Sesunguhnya hal yang demikian adalah tidak dibenarkan. Jangan sampai perasaan anda kemudian berpengaruh pada semua aktivitas dan kehidupan anda. Sesunguhnya Allah SWT tidak akan memberikan pertolongan dan petunjuk jika anda lalai dan melupakannya.

Al Quran surat ar Ra’d ayat 11,

“Sesungguhnya Allah tak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri”.

  1. Malas Beraktifitas

Sebagaimana telah dijelaskan pada poin sebelumnya. Selain mempengaruhi psikologis seseorang, sifat galau yang berlebihan juha akan berpengaruh pada fisik seseorang. Dimana mereka cenderung malas melakukan aktivitas apapun dan lebih memilih menyendiri dan mengurung diri. Sesungguhnya hal ini sama sekali tidak ada manfaatnya. Sebagaimana surat an Najm ayat 39 yang memiliki arti,

“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya”

  1. Kehilangan Motivasi

Dalam hidup ini, tidak dipungkiri jika seseorang akan merasa terpompa dan bersemangat jika memiliki motivasi yang besar. Motolivasi tersebut tentu berasal dari diri sendiri. Lain halnya jika sikap galau mendera maka, motivasi yang tadinya kita miliki akan menghilang dan memudar.

Maka dalam hal ini, jangan menjadikan orang lain sebagai tumpuam dan motivasi, jika kita krhilangannya, maka motivasi tadi juga akan  menghilang. Sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    “Tidaklah seorang (hamba) memakan makanan yang lebih baik dari hasil usaha tangannya (sendiri), dan sungguh Nabi Daud ‘alaihissalam makan dari usaha tangannya (sendiri)” (H.R. Bukhari).

  1. Menjadi Pendiam

Galau yang berlebihan juga akan mengubah kepribadian seseorang. Jika tadinya ia aktif dan banyak bicara, maka saat kesedihan menimpanya maka otomatis orang akan lebih trrlihat pendiam dari sebelumnya. Ini merupakan efek yang sementara, namun jika dibiarkan maka ia akan menutup alses dari semua orang, memilih diam dan menyimpannya sendiri saja. Sehingga alhasil stres dan depresi akan menimpanya.

  1. Ingin Selalu Sendirian

Ketahuilah bahwa meskipun anda ingin sendiri tapi pada faktanya Allah selalu anda dan melihat apa yang anda lakukan. Sehingga sebagaimanapun anda ingin lari dan sembunyi dimanapun juga Allah SWT selalu mengetahuinya dan akan selalu melihat apa yang amda kerjakan. Sebagaimana dalam FirmanNya berikut ini :

    “Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hadid [57] : 4)

  1. Merusak Kesehatan

Berdasarkan sebuah penelitian, galau ternyata dapat merusak kesehatan. Merasa galau dalam jangka waktu yang lama atau terus-menerus ternyata dapat membahayakan kesehatan otak dan tubuh manusia. Galau memunculkan suatu kondisi emosi negatif yang akan merangsang berbagai  dampak negatif terhadap kesehatan tubuh. Salah satunya ialah gangguan kesehatan dan hormon.

13 bahaya galau dalam islam, tentunya akan dapat membuat anda lebih memahami bahwa sifat galau akan dapat membahaya dampak negatif bagi pribadi. Jika tidak dimanajemen dengan baik maka tidak dipungkiri jika galau akan dapat berakibat fatal dan berujung pada terganggunya psikologis seseorang.

Semoga kita selalu dapat memetik pelajaran dalam hidup sebagaimana tips memperbaiki diri dalam islam   sebagai Cara mensyukuri nikamat Allah , dan cara agar hari tenang dalam islam Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

MUTIARA HIKMAH DARI AL-QUR’AN DAN HADITS TENTANG IBADAH DAN BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

180_B.TIF

 Perintah ibadah kepada Allah dan berbuat baik kepada kedua orang tua (ibu dan bapak):

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Artinya:

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang dari keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia¹. (Q.S. Al-Isra’: 23).

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil. (Q.S. Al-Isra’: 24).

    Q.S. 31: 14 dan 15 Perintah bersyukur kepada Allah dan kedua orang tua:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Artinya:

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun². Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (Q.S. Luqman: 14).

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S. Luqman: 15).

    Fadhilah berbuat baik kepada ibu dan bapak:

Artinya:

“Barangsiapa yang berbuat baik kepada dua orang ibu-bapaknya, maka berbahagialah baginya, semoga Allah memperpanjang umurnya” (H.R. Bukhari).

Artinya: “Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu”. (H.R. Imam Ahmad).

Artinya: “Berbuat baiklah kalian kepada dua orang ibu-bapakmu”. (H.R. Ath-Thabrany).

Dari Abdil-Rahman Abdullah bin Mas’ud, r.a. berkata: Saya pernah bertanya kepada Nabi SAW: “’Amal perbuatan apakah yang lebih dicintai oleh Allah?”. Beliau menjawab: “Shalat pada waktunya”. Saya bertanya lagi: “Kemudian apa lagi?”. Beliau menjawab: “Berbuat baik kepada kedua orang tua”. Saya bertanya lagi:”Kemudian apa lagi?”.Beliau menjawab: “Jihad pada jalan Allah”. (H.R. Bukhary dan Muslim).

    4 (empat) macam dosa besar menurut hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Abdillah bin Amr bin Al-‘Ash r.a.

“Dari ‘Abdillah bin Amr bin Al-’Ash r.a. dari Nabi SAW telah bersabda: Dosa-dosa besar ialah: menyekutukan Allah, berani (durhaka) kepada kedua orang tua, membunuh orang dan sumpah palsu”. (H.R. Bukhari).

    Pelaksanaan sanksi perbuatan dosa yang langsung diterima pelakunya ketika masih hidup di dunia, di samping menerima sanksi di akhirat  menurut hadits yang diriwayatkan Ath-Thabrani:

Artinya:

Semua dosa pelaksanaannya ditangguhkan Allah Ta’ala menurut apa yang Ia kehendaki sampai hari qiyamat, kecuali dosa terhadap kedua orang tua. Sesungguhnya Allah Ta’ala mempercepat balasan dosa terhadap kedua orang tua bagi pelakunya pada masa hidup di dunia sebelum mati. (H.R. Ath-Thabrani).

 

    Tiga ciri akhlak utama penghuni dunia dan penghuni akhirat menurut hadits yang diriwayatkan Al-Hakim:

Nabi SAW pernah bersabda kepada ‘Uqbah: “Wahai ‘Uqbah, maukah engkau kuberitahukan tentang akhlaq penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Yaitu: menghubungi orang yang memutuskan hubungan denganmu, memberi orang yang pernah menahan pemberiannya kepadamu, mema’afkan orang yang pernah menganiaya kamu”. (H.R. Al-Hakim, dari ‘Uqbah bin Al-Juhany).

 

    Deskripsi hadits mengenai jasa orang tua

Artinya:

Dari Abi Hurairah r.a. berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: “Tidak dapat seorang anak membalas budi baik orang tuanya, kecuali jika ia mendapatkan orang tuanya itu tertawan menjadi budak, kemudian ia membelinya, lalu ia merdekakan. (H.R. Muslim).

 

    Prioritas yang berhak dilayani dengan baik

Artinya:

Dari Abi Hurairah r.a. berkata: Ada seorang laki-laki datang menghadap Rasulullah SAW lalu ia bertanya: “Siapakah yang berhak aku layani dengan sebaik-baiknya?” Beliau menjawab: “Ibumu”. Ia berkata: “Kemudian siapa?” Beliau brsabda: “Ibumu”. Ia berkata lagi: “Kemudian siapa?” Beliau bersabda pula: “Ibumu”.Ia berkata lagi:”Kemudian siapa?” Beliau bersabda: “Bapakmu”. (Muttafaqun’alaih). Dalam riwayat lain disebutkan: “Ya Rasulullah, siapakah yang lebih berhak kulayani dengan sebaik-baiknya?” Nabi menjawab: “Ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu, kemudian bapakmu, kemudian yang terdekat dan yang terdekat”. (H.R. Bukhary dan Muslim).

 

    Orang yang kecewa karena tidak berbuat baik kepada kedua orang tuanya

Dari Abi Hurairah r.a. dari Nabi SAW telah bersabda: “Sungguh kecewa, sungguh kecewa dan hina, sungguh kecewa, siapa yang mendapatkan kedua ibu-bapaknya atau salah satunya ketika tua, kemudian ia tidak masuk surga”. (H.R. Muslim).

    Q.S. 31: 14 Perintah bersyukur kepada Allah dan kedua orang tua:

أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Artinya:

“… Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”. (Q.S. Luqman: 14).

 

    Tentang Silaturrahm dan Hubungan Sesama Manusia

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Artinya:

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah pada dua orang ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnus-sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (Q.S. An-Nisa’ (5): 36).

Dari Abi Muhammad, Jubair bin Muth’im r.a., bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang memutus”. Sufyan berkata dalam sebuah riwayatnya: yakni memutuskan hubungan famili. (H.R. Bukhary dan Muslim).

Artinya:

Dari Ibnu ‘Umar dan ‘Aisyah r.a. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:”Jibril selalu berpesan kepadaku supaya baik terhadap tetangga, hingga aku mengira kalau-kalau akan diberi hak waris”. (H.R. Bukhary dan Muslim).

Artinya:

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: “Hai wanita-wanita muslimat! Janganlah menganggap remeh memberi hadiah kepada tetangga, walau sekedar kikil (ujung kaki) kambing”. (H.R. Bukhary dan Muslim).

Artinya:

Sebaik-baik teman menurut pandangan Allah, ialah orang yang paling baik kepada temannya, dan sebaik-baik tetangga menurut pandangan Allah, ialah orang yang paling baik kepada tetangganya. (H.R. At-Tirmidzi).

Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah berbuat baik kepada tetangganya”. (H.R. Bukhary dan Muslim).

<<<<<<<<<<<<

    ¹Mengucapkan kata “Ah” kepada orang tua tidak dibolehkanoleh agama, apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.

    ²Maksudnya: Selambat-lambatnya waktu menyapih ialah setelah anak berumur 2 tahun.

DOLAR TEMBUS RP 14.000, INILAH SOLUSINYA DALAM ISLAM

Manusia, sebagaimana fitrahnya, adalah makhluk Allah SWT. yang memiliki dua dimensi sekaligus. Di satu sisi, ia adalah makhluk sosial, disamping juga merupakan pribadi yang berdiri secara independen, sebagai unit dari lingkungan sosialnya. Dari perspektif yang berbeda, manusia juga merupakan kombinasi unik dari tubuh (baca; materi) dan jiwa (moral, spiritual). Karena itu, sangat wajar jika kemudian ia memiliki dua kebutuhan yang berbeda sebagai ‘efek’ dari dua bagian dirinya. Untuk itu, ia berusaha memberdayakan sebaik-baiknya segala potensi dan sumber daya yang telah dianugerahkan Allah SWT. sebagai wujud Melaksanaan tugasnya; khalifah-Nya di muka bumi.

Sayangnya, dalam perkembangan selanjutnya tidak banyak manusia yang sukses menjalankan amanatnya sebagai khalifah. Khalifah yang ditugaskan untuk mengelola bumi dan isinya demi kebahagiaan dunia-akhirat sebagai pemenuhan kebutuhan tubuh dan jiwanya. Alih-alih, banyak diantara mereka malah terjebak dalam pemenuhan yang berlebih pada kebutuhan-kebutuhan materi saja. Terlebih pada zaman yang telah dikenal sebagai post-modern, penekanan berlebih pada sisi materi manusia semakin nampak terlihat. Akibat langsung dari hal itu adalah semakin terpikatnya perhatian manusia dari kebutuhan yang bersifat ruhaniah yang sebenarnya justru lebih esensial dan penting untuk dipenuhi.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa produk budaya yang sedemikian materialistis merupakan hasil ‘pemikiran’ Eropa dan Amerika abad pertengahan, dimana keduanya pada saat itu sedang mengalami revolusi pemikiran dan kebudayaan; dalam arti luas, dari agama yang saat itu terasa kehilangan relevansinya menuju Eropa yang tercerahkan (renaissance). Salah satu mainstream pemikiran Eropa saat itu yang berpengaruh luas adalah apa yang dikenal sebagai positivisme dengan August Comte sebagi pemukanya. Dari pemikiran yang demikian, terlahirlah kemudian sebuah ‘anak’ baru yang di kenal dengan empirisme yang mengasumsikan bahwa diluar apa yang bisa ditangkap dan diteliti indera adalah tidak ada, hal ini dengan sendirinya telah menafikan esensi terpenting dari manusia itu sendiri, yaitu ruh.

Menjadi wajar bila kemudian teori ekonomi yang lahir pada waktu itu menjadi sangat terpengaruh dengan materialisme ini. Pada saatnya, sistem ekonomi yang lahir pada masa itu yang kemudian digunakan  oleh  sebagian besar masyarakat dunia- berorientasi pada pambangunan materi. Salah satu akibat dari hal ini adalah terjadinya ‘sesuatu’ yang kemudian dikenal sebagai kapitalisme, dimana setiap orang bebas mengelola dan memiliki sumber ekonominya sendiri tanpa ada sesuatupun yang membatasinya. Suatu hal yang pada saat ini menjadi sebab dari carut-marutnya perekonomian dunia.

Hal ini bisa dijelaskan, bahwa mereka melegalkan setiap penguasaan modal yang dicapai melalui transaksi ekonomi dalam bentuk apapun, berdasar pandangan bahwa puncak kebahagiaan manusia ada pada materi. Yang terjadi kemudian, mereka menjadi semakin kaya dengan segala kekayaannya, ditambah lagi mereka berusaha menambah kekayaannya dengan cara apapun tanpa batasan apapun. Salah satunya adalah dengan mengeksploitasi kemanusiaan itu sendiri. Yang kini terjadi adalah bahwa bisnis yang melibatkan banyak uang adalah lebih menarik untuk dijalankan, dan tentu hal itu adalah bentuk bisnis yang didorong oleh pemenuhan kebutuhan (baca; keinginan atau kesenangan), yang sebetulnya tidak terlalu penting dibanding dengan agenda-agenda kemanusiaan itu sendiri, semisal peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Sebuah fakta yang tersaji di depan kita bersama adalah bahwa bisnis fashion, pornografi, dan entertainment lebih dihiraukan dari pada usaha yang benar-benar nyata untuk melakukan agenda-agenda kemanusiaan secara umum. Hal ini terdorong oleh kenyataan bahwa ternyata hal semacam itu lebih menghasilkan uang, sekalipun hal itu harus mengorbankan aspek-aspek moral kemanusiaan itu sendiri.

Dari sinilah kemudian lahir konsumsi mubazir yang muncul dari usaha persuasif (baca; iklan) yang dilakukan terhadap konsumen secara sistematis yang berakibat alam bawah sadar mereka dikuasai oleh barang-barang itu, dan pada akhirnya menggiring mereka pada sikap hedonis. Namun ternyata hal ini justru semakin membuat perekonomian menjadi jenuh, yang merupakan akibat dari penguasaan berlebih segelintir orang terhadap sumber-sumber ekonomi.

Beberapa bos klub sepakbola Eropa misalnya, dengan mudahnya mengeluarkan uang jutaan poundsterling hanya untuk ‘bermain-main’ dengan sebuah klub semacam Real Madrid, Chelsea, Manchester United, dan lain sebagainya. Sementara di bagian lain dari bumi kita ini, jutaan orang tertimpa bencana kelaparan, dan sebagian yang lain harus bersusah payah untuk mendapatkan sesuap nasi. Sebuah kesimpulan, bahwa sistem ekonomi yang saat ini dikembangkan oleh pelaku ekonomi dunia adalah sebuah sistem yang kehilangan orientasinya, sehingga ia tidak lagi menjadi fokus. Dampak nyata dari hal ini adalah terjadinya krisis ekonomi global, yang tidak hanya melanda kawasan dunia ketiga. Amerika dan Eropa, dua pusat  ekonomi  dunia  saat ini ternyata juga merasakan dampak negatif dari krisis ini.

Tidak jauh beda keadaan yang dialami oleh negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Alih-alih membangun sistem yang bernafaskan Islam, dalam beberapa kondisi yang dialami malah lebih buruk. Semua itu merupakan efek dari mengiblatnya sistem ekonomi negara-negara tersebut pada Barat, ditambah beberapa ketidaksesuaian sistem yang berakibat pada semakin memburuknya keadaan.

Sebenarnya, orang-orang Islam di negara yang berpenduduk mayoritas muslim berpeluang untuk menemukan sistem yang jauh lebih baik dibandingkan sistem yang telah lama dikenal. Perubahan-perubahan besar yang dilakukan oleh kaum muslimin bisa diwujudkan dengan mengenal sistem ekonomi yang telah dibahas selama ratusan tahun oleh para ahli hukum dengan beberapa penyesuaian dengan sistem ekonomi yang dikenal masyarakat modern. Usaha ini pelan-pelan dilakukan oleh ekonom-ekonom muslim yang mengenal tradisi (baca; buku-buku klasik), di samping juga mempelajari sistem ekonomi yang dikenal saat ini. M. Umer Chapra misalnya, dalam bukunya yang berjudul Towards a Just Monetery System melakukan ikhtiar untuk menemukan sistem ekonomi yang Islami dalam arti sebenarnya.

Tidak jauh berbeda. Negara-negara muslim ternyata juga mengalami krisis yang kurang lebih sama dengan negara barat dalam beberapa hal, malah lebih buruk. Karena sistem ekonomi yang mereka gunakan merupakan ‘plagiat’ dari sistem ekonomi yang diusung dari Barat. Padahal sebenarnya umat Islam mempunyai sistem ekonomi yang mampu menuntaskan masalah.

Dalam memahami persoalan yang demikian, Islam tidak hanya menawarkan solusi yang bersifat kosmetik belaka. Namun meniscayakan suatu perubahan komprehensif dengan tujuan akhir adanya sebuah perubahan menyeluruh. Tidak hanya dalam bidang ekonomi, tapi juga dari sisi sosial kemasyarakatan dan pribadi yang menjadi pelaku ekonomi itu sendiri.

Dalam Islam,  kita  dilarang untuk berlebih-lebihan dalam melakukan sesuatu, termasuk dalam melakukan aktivitas ekonomi. Menjadi jelas bahwa ekonomi bukanlah merupakan tujuan utama Islam, ia hanya menjadi salah satu sarana. Menumpuk harta merupakan salah satu tindakan yang tidak terpuji. Karenanya, jika hal ini betul-betul diperhatikan, faktor yang menyebabkan instabilitas ekonomi model Barat bisa dikurangi bahkan bisa dihilangkan sama sekali.

UANG HASIL KORUPSI DI INDONESIA BISA DI GUNAKAN UNTUK MEMBELI TEAM BOLA SELEVEL ARSENAL

Korupsi merupakan masalah pelik di negara Indonesia ini. Negara tercatat sudah rugi ratusan triliun rupiah akibat ulah manusia-manusia yang serakah.

Dalam sebuah laporan, dalam waktu yang relatif singkat, Indonesia mengalami kerugian sekitar 200 triliun akibat korupsi yang terjadi antara tahun 2001 hingga 2015. Jumlah tersebut tentu saja sangat besar.

Seumpama hasil dari korupsi tersebut dikembalikan pada kas negara, lalu untuk membenahi sepakbola kita yang masih amburadul, tentu akan memberikan perubahan besar. Uang itu bisa untuk membangun infrastruktur untuk pengembangan sepakbola di berbagai level dan lain sebagainya.

Sementara itu terdapat uang 22 triliun rupiah yang kembali masuk ke kas negara lewat pengadilan.  Dengan jumlah uang yang sudah kembali itu saja, sepertinya juga sudah cukup untuk membangun sebuah klub elite lengkap dengan 11 pemain bintang beserta fasilitas-fasilitas yang diperlukan.

Bayangkan saja Indonesia kemudian membentuk sebuah konsorsium yang menaungi sebuah klub elite. Kemudian klub tersebut nantinya bisa ikut berkompetisi liga top Eropa.

Lebih mudah memang jika uang 20 triliun yang kurang lebih setara dengan 1 miliar euro digunakan untuk membeli saham sebuah klub yang sudah jadi di Eropa. AC Milan, misalnya, bisa dibeli dengan harga sekitar 800 juta euro.

Tapi kami akan mencoba membangun klub yang benar-benar baru  dengan cara mendatangkan sejumlah pemain untuk setiap posisi. Kami mencoba senyata mungkin, artinya pemain yang kami datangkan adalah pemain yang berpeluang meninggalkan klubnya saat ini.

Kriteria pemain yang biasanya bersedia meninggalkan klub adalah pemain yang tinggal menyisakan kontrak jangka pendek dan bukan lagi menjadi bagian penting dalam sebuah klub. Oleh sebab itu mempertimbangkan durasi kontrak ketika mendatangkan pemain juga penting.

Selain itu, pemain yang ingin hengkang dari klub juga masuk dalam pertimbangan kami. Sebab posisi pemain yang ingin hengkang akan semakin mudah bagi kami untuk mendapatkan pemain bersangkutan.

Seperti yang disebutkan di awal, kami punya dana 1 miliar euro untuk membangun tim. Kami akan menggunakan dana senilai 400 juta euro untuk membeli pemain untuk masing-masing posisi. Adapun patokan harga kami sesuaikan dengan harga yang tertera pada setiap pemain, mengacu pada nilai transfer terbaru di laman transfermarkt.com.

Penjaga Gawang

Iker Casillas

Harga: 2 juta euro

Mantan pemain Real Madrid itu sekarang membela Porto. Kontraknya bersama klub asal Portugal tersebut tinggal menyisakan satu musim lagi.

Mungkin ia sudah cukup tua. Namun kehadirannya akan sangat penting untuk sebuah klub baru. Pengalamannya akan sangat bermanfaat untuk tim. Ia juga punya jiwa kepemimpinan yang bagus dan cocok untuk menjadi kapten tim.

Usia Casillas sudah 36 tahun. Namun untuk posisi penjaga gawang, usia tua sepertinya rasanya tak terlalu bermasalah. Ia bisa didapatkan dengan harga yang relatif murah. Hanya gajinya yang mungkin cukup tinggi.

Bek

Luke Shaw (18 juta euro), Virgil van Dijk (30 juta euro), Matthijs de Ligt (5 juta euro), Matteo Darmian (12 juta euro)

Total Harga: 65 juta euro.

Luka Shaw—merupakan fullback kiri yang tidak bahagia di Manchester United. Ia kerap mengalami cedera sehingga banyak terkurung di ruang perawatan. Pemain 22 tahun tersebut sebenarnya pemain yang sangat bagus. Ia merupakan pemain penting ketika masih bermain di Southampton.  Namun kemudian ia sulit berkembang di Manchester United.

Mendatangkan Shaw bisa dikatakan sebuah perjudian. Namun mengingat talenta yang dimiliki, ia bisa menjadi pemain yang berbeda daripada saat bermain di Old Trafford.

Virgil van Dijk – bek asal Belanda ini santer dikaitkan akan hengkang pada bursa transfer musim panas lalu. Ia disebut-sebut akan gabung dengan Liverpool namun urung terjadi.  Pada bursa transfer musim dingin nanti, mungkin ia akan kembali mempertimbangkan untuk hengkang dari klubnya sekarang.

Memang ia masih punya kontrak yang cukup panjang sampai 2022 mendatang, namun keinginannya hengkang dari klubnya sekarang akan lebih mudah untuk merayunya untuk gabung dengan klub lain.

Matthijs de Ligt—pemain 18 tahun ini mungkin masih sangat asing di media. Namun dia memiliki potensi besar dan terus mengalami perkembangan bersama usianya yang masih muda.  Ia bisa menjadi aset masa depan jika proyek membangun tim dari hasil korupsi ini memang berjalan dengan baik.

Matteo Darmian – hampir sama dengan Shaw, Darmian adalah pemain bagus yang sulit bersinar di Manchester United. Ia bisa didapatkan dengan harga 12 juta euro. Darah Italia mengalir di dalam tubuh bek usia 27 tahun ini. Ketika bermain di Torino, ia merupakan pemain penting yang memberikan keamanan di lini bertahan dan bisa membantu kala menyerang.

Gelandang

Mesut Ozil (50 juta euro), Emre Can (22 Juta euro), Julian Weigl (25 juta euro)

Total Harga: 97 juta euro

Mesut Ozil – akan habis kontraknya di Arsenal pada akhir musim ini. Sampai saat ini pemain asal Jerman tersebut belum memperpanjang kontraknya. Mungkin memang mantan pemain Real Madrid tersebut tak ingin bermain di Arsenal lagi dan kami bisa mendapatkannya dengan harga 50 juta euro.

Emre Can—bisa menjadi gelandang yang pas bersama dengan Ozil di lini tengah dan keduanya sama-sama dari Jerman. Can juga santer disebut akan meninggalkan Anfield jika bursa transfer yang akan datang sudah buka. Kontraknya di Liverpool akan habis pada akhir musim ini.

Julian Weigl—adalah pemain muda milik Dortmund yang menjadi incaran Barcelona dan Manchester City. Tentu saja pemain 22 tahun terebut punya kualitas tinggi. Ia kerap bermain sebagai gelandang bertahan. Usianya yang masih sangat muda bisa menjadi harapan masa depan klub. Dan ia akan menjadi menjadi tumpuhan di lini tengah bersama Ozil dan Can.

Penyerang

Alexis Sanchez (65 juta euro), Gareth Bale (80 juta euro), Kasper Dolberg (14 juta euro).

Total Harga: 159 juta euro

Alexis Sanchez—sama dengan Ozil, Sanchez juga santer disebut ingin meninggalkan Arsenal. Kontraknya akan habis di akhir musim ini namun belum tanda tangan kontrak baru hingga saat ini.  Ia santer disebut menjadi incaran Manchester City dan ia bisa didapatkan dengan harga 65 juta euro. Memiliki pemain seperti Sanchez pastinya akan memudahkan sebuah tim untuk membobol gawang lawan. Ia merupakan mesin gol bagi Arsenal.

Gareth Bale—sedang mengalami masa sulit di Real Madrid. Akhir-akhir ini ia tak banyak bermain karena mengalami cedera. Kala bermain, mantan pemain termahal dunia tersebut sering mendapat cemooh dari fans Real Madrid sendiri. Hal itu diduga menghambat Bale untuk mengeluarkan performa terbaiknya.

Bale punya peluang hengkang dari Real Madrid. Ia mengalami tekanan di sana, sementara pihak petinggi Madrid juga tak mau membiarkan masalah Bale terus berlarut. Oleh sebab itu, Madrid dipercaya bisa melepas Bale agar harganya tak terlalu anjlok di pasaran.

Kasper Dolberg—adalah pemain muda milik Ajax Amsterdam. Pemain 20 tahun ini digadang-gadang akan menjadi penerus Zlatan Ibrahimovic.  Musim ini ia mengumpulkan lima gol dari 18 penampilan. Bagi pemain seumurannya, jumlah gol tersebut sudah terbilang cukup banyak. Dan yang terpenting, pemain asal Denmark ini masih bisa lebih baik lagi ke depannya. Pantas jika ia dihargai 14 juta euro.

Total untuk membeli semua pemain yang telah disebutkan di atas senilai 323 juta euro. Sisa 77 juta euro dari anggaran 400 juta euro bisa untuk membeli pemain cadangan. Tentu saja pemain lapis kedua tak perlu semahal pemain utama.

Kemudian untuk membangun stadion, misalnya sebesar Emirates Stadium milik Arsenal, membutuhkan dana sekitar 400 juta euro. Stadion itu nantinya bisa menampung sekitar 60 ribu penonton.

Masih ada sisa 200 juta euro dan itu bisa dianggarkan untuk biaya operasional tim termasuk gaji untuk para pemain dan pelatih selama satu musim [hampir setara dengan pengeluaran Arsenal selama satu musim 2016/2017 senilai 263 juta euro].

Tentu saja bayangan di atas hanya sebuah angan-angan yang terkesan ngawur. Namun yang ingin kami tekankan di sini kerugian negara karena korupsi di Indonesia ini sangat besar. Seandainya uang itu bisa kembali dan kemudian digunakan untuk membangun sepakbola di Indonesia, hasilnya pastilah sangat signifikan.

MENGETAHUI DAN MENGAMALKAN KESUKSESAN STRATEGI BISNIS NABI MUHAMMAD SAW.

Nabi Muhammad SAW adalah seorang pendakwah tapi  juga seorang bisnisman yang sukses. Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang unik. Beliau seorang pebisnis yang berbeda dengan kebanyakan pedagang. Walaupun Nabi Muhammad tidak diutus sebagai pedagang, namun beliau telah mewariskan nilai-nilai luhur berupa keteladanan dalam menjalankan usaha.

Maka Kalau kita mau mengkaji secara mendalam atas strategi sukses bisnis  Nabi, paling tidak ada dua hal yang bias kita ambil pelajaran. Pertama, Keberhasilan Nabi dalam membnagun kepercayaan, sehingga beliau sangat dipercaya (Al Amiin). Dengan citra dirinya sebagai Al Amin, sehingga orang-orang senang melakukan transaksi bisnis dengan beliau, dan tidak segan-segan menginvestasikan modal mereka kepadanya. Kedua,  Kompetensi dan kemampuan teknis. Nabi Muhammad SAW sangat lihai benar  cara berinteraksi  dengan calon pembeli atau mitra bisnis. Beliau sangat mengenal pasar-pasar dan tempat perdagangan di jazirah Arab. Beliau juga sangat memahami seluk beluk aktivitas perdagangan, perekonomian, keuntungan suatu perdagangan serta bebrbagai transaksi  perdagangan yang menyalahi nilai-nilai syar’i.

 

Memaknai Bisnis Cara Nabi SAW.

Tatkala berdagang, Nabi Muhammad SAW tidak sekedar menjual produk. Beliaupun menjual nilai-nilai (Selling Values ) ketika bertransaksi dengan mitra bisnis dan para pelanggannya. Maksud dari menjual nilai-nilai ini adalah senantiasa menegedepankan etika bisnis yang dijiwai dengan nilai-nilai syar’i.

Dalam Islam, hakekat seorang pedagang mengandung  makna yang luas dan mendalam. Bahkan, ketika Allah menawarkan suatu solusi agar kita selamat dari azab neraka, Allah SWT menegaskan bahwa “perniagaan dengan Allah” adalah jawabannya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (10) تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (11)

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan pada suatu perniagaan yang dapat menyelamtkanmu dari azab yang pedih, Yaitu kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui (QS. As Saff : 10-11)

Dalam perwujudannya perniagaan dengan Allah “mencakup segala aktivitas yang dilandasi semangat untuk meraih ridhoNya, termasuk aktivitas yang menyertai kegiatan bisnis atau perdagangan yang sesuai dengan nilai-nilai syar’i. Dan Nabi Muhammad SAW adalah merupakan Model Ideal dari seorang pedagang yang senantiasa “melibatkan Allah” dalam perniagaanya itu.

Diantara  persyaratan utama yang mesti dipenuhi seorang pedagang agar “perniagaanya dengan Allah” menyertai setiap usaha/ bisnis yang dijalankan adalah tidak berlebihan dalam memandang harta dn keuntungan materi. Nabi mengingatkan “ Cintamu pada sesuatu akan membuatmu buta dan tuli”

Umar bin Khottob memberikan nasehat, “Taruhlah kehidupan dunia dalam genggaman tangan anda, jangan taruh dunia dalam hati anda” maksudnya, janganlah hal-hal keduniawian menempati hati sehingga membuat kita begitu mencintainya. Apabila hal itu terjadi, maka kita akan dikuasainya. Tapi cukuplah ia berada dalam genggaman, supaya kita yang menguasai harta.

Nabi telah membuktikan bahwa sukses bisnis yang digapainya, banyaknya kekayaan yang diraihnya, sama sekali tidak membuat beliau lupa diri dan hidup dalam kemewahan. Sebaliknya beliau memilih pola hidup yang sederhana dan membelanjakan semua harta kekayaan di jalan Allah.

Sejalan dengan memaknai bisnis secara islami maka keberkahan adalah intinya. Berkah adalah Ziyadatul Khoir dalam kata lain yaitu bertambahnya kebaikan yang menyangkut Nilai (value) dan Kualitas (quality) bukan sekadar kuantitas. Sedangkan  keberkahan kata kuncinya adalah “syukur”  yang diuraikan dalam tiga prinsip :

Pertama, Tidak hanya berorientasi ingin mendapatkan uang saja, tetapi lebih dari itu yaitu berorientasi pada misi sebagai pengabdian kepada Allah SWT,Pebisnis  seperti ini akan senantiasa berpijak pada dua sikap terpuji yang menguntungkan dirinya : bersyukur jika berhasil, bersabar jika gagal. Seandainya pedagang/ pebisnis hanya berorientasi pada uang, maka bila berhasil menjadi sombong dan jika mengalami kegagalan akan kecewa dan frustrasi, bahkan berburuk sangka kepada Allah SWT.

Kedua, Mengutamakan tujuan jangka panjang (ukhrowi) ketimbang hanya mencari keuntungan jangka pendek yang bersifat duniawi.

Ketiga, Memandang sumber daya manusia sebagai asset, bukan sebagi alat. Sebagai sumber asset, sumber daya manusia bukanlah mesin yang harus di eksploitasi. Ia mestinya diperlakukan secara manusiawi dengan cara dikembangkan potensinya, diberdayakan kemampuannya , dan dilayani hak-haknya, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh rasulullah SAW dengan akhlak mulianya.

Maka pedagang yang senantiasa menerapkan etika bisnis syar’I seperti dicontohkan nabi, tidak akan pernah merugi dalam menjalankan usahanya. Sebab , dalam islam, keuntungan tidaklah semata-mata ditinjau berdsarkan materi semata. Karena hakekat keuntungan perniagaan dlam islam yaitu bila kegiatan usahanya menambah amal sholeh, dapat membantu atau menolong orang lain, bertambahnya ilmu dan pengalaman dan bias membangun silaturahmi.

MENGENDALIKAN EKONOMI KEMASYARAKATAN DENGAN TIGA AMALAN

Dalam bulan bulan ke depan nanti, walaupun panen padi tetapi masyarakat bawah merasakan beban kebutuhan hidup yang makin berat. Sejak kenaikan bahan bakar minyak bulan lalu, yang berdampak naiknya beaya transportasi, dan terutama naiknya harga sembako, membuat masyarakat harus mengeluarkan uang lebih banyak lagi dalam setiap harinya. Untuk makan keseharian dengan harga beras yang tinggi jadi terasa berat. Untuk merasakan daging (sapi) harganya demikian tinggi, sehingga kurang terjangkau masyarakat bawah. Apalagi jika puasa ramadlan tiba dan di tambah kebutuhan menjelang lebaran semakin banyak maka akan semakin berat.

Kenapa ini semua terjadi? Tingginya harga harga kebuuthan pokok karena Indonesia harus melakukan import barang-barang tersebut. Sektor peternakan dan pertanian kita tidak mampu menghasilkan produksi yang mampu memenuhi kebutuhan di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut Indonesia harus import dari luar negeri. Dampak dari pasar bebas di Indonesia, membuat tingginya barang-barang kebutuhan sehari-hari tidak dapat dijangkau, bahkan pemerintah sendiri tidak bisa berperan banyak.

Pengaruh Sistem Kapitalisme

Disadari atau tidak, semua kondisi tersebut disebabkan oleh system ekonomi Indonesia yang berorientasi pada system kapitalisme, meski sering dipungkiri. Konsep ekonomi kerakyatan yang sering didisuksikan atau diseminarkan tidak bisa terealisasikan dalam praktek ekonomi kita. Sebagaimana kita ketahui, system perekonomian dunia lebih dipengaruhi konsep kapitalisme. Dan Indonesia, yang juga merupakan anggota dari WTO (World Trade Organisation) harus melakukan ratifikasi kebijakan-kebijakan WTO yang cenderung merugikan masyarakat ekonomi bawah.

Sistem kapitalisme dalam aktivitas perekonomian ditandai dengan konsep pasar bebas, investasi asing dan hutang luar negeri. Liberalisasi ekonomi dalam system kapitalisme ini menciptakan pengelompokan kelas ekonomi dalam masyarakat, yaitu kelompok pemilik modal (capital) atau konglomerat dan kaum pekerja, buruh dan masyarakat kecil. Investasi asing dalam suatu Negara tidak bisa dihindarkan yang mengakibatkan masuknya Perusahaan-perusahaan Multintional (MNC) yang selanjutnya menguasai  berbagai sektor aktivitas ekonomi. Demikian pula, untuk pembiayaan pembangunan nasional suatu Negara sangat bergantung dengan hutang luar negeri.

Krisis ekonomi global yang terjadi di Negara Industri maju seperti Eropa, Amerika Serikat dan Jepang akan berdampak pada kondisi ekonomi Indonesia. Krisis ekonomi global akan memperbesar deficit neraca pembayaran luar negeri Indonesia yang pada gilirannya menurunkan tingkat laju pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja. Defisit neraca berjalan itu harus ditutup dengan menggunakan cadangan devisa luar negeri. Kenaikan laju inflasipun tak terhindar. Akibatnya kian melemahnya kurs rupiah yang menaikkan harga barang import, kenaikan harga BBM dan kenaikan harga sembako tak terhindarkan lagi. Demikian seterusnya, system ekonomi kapitalisme telah memberikan dampak buruk perekonomian dan menyengsarakan masyarakat bawah.

 

Ekonomi Syariah sebagai Alternatif

Kita sebagai umat Islam sudah ada system ekonomi dengan konsep yang adil  yaitu sistem ekonomi yang diatur dan berpedoman pada Al-Qur’an dan Sunah yang dikenal dengan system ekonomi syariah.  Sistem ekonomi syariah  harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, memberikan rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Sistem ekonomi syariah paling tidak memiliki tiga tujuan utama.

Pertama, menyediakan dan menciptakan peluang-peluang yang sama dan luas bagi semua orang untuk berperan serta dalam kegiatan-kegiatan ekonomi. Kedua, memberantas kemiskinan absolut dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar bagi semua individu dalam masyarakat. Dan Ketiga, mempertahankan stabilitas  ekonomi dan pertumbuhan, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Di Indonesia, upaya menerapkan sistem ekonomi syariah telah dimulai dengan memberikan alternatif perbankan dan lembaga keuangan syariah. Berdirinya Bank Muamalat Indonesia beberapa tahun yang lalu cukup menggemberikan. Tahun-tahun berikutnya diikuti berdirinya Lembaga Keuangan Syariah (LKS), BMT dan BPR Syariah memfasilitasi aktivitas keuangan secara Syariah sebagai penerapan ekonomi Islam. Saat ini telah banyak berdiri Bank Syariah yang menjadi alternatif masyarakat muslim melakukan transaksi keuangan secara syariah.

Dalam sektor produksi, distribusi dan pemasaran barang-barang kebutuhan pokok perlu adanya pemikiran untuk bisa dijalankan secara syariah pula sebagai bentuk penerapan ekonomi Islam, dengan landasan nilai-nilai tauhid, adil, jujur, amanah, syukur dan taqwa serta nilai islam lainnya.

 

Kemandirian Ekonomi Umat

Dengan menjalankan sistem ekonomi Islam, maka masyarakat muslim Indonesia bisa lebih mandiri, tidak bergantung kepada negara kapitalis barat. Kemandirian ekonomi Islam disini dengan merintis jaringan ekonomi Islam, yakni para pelaku ekonomi baik pengusaha, karyawan atau konsumen berbagai sektor produksi, distribusi, pemasaran, keuangan dan sumber daya manusia untuk saling bekerja sama dalam ikatan persaudaraan muslim dalam rangka menerapkan ekonomi syariah pada masyarakat muslim Indonesia.

Dalam upaya membangun kemandirian ekonomi umat, perlunya mengubah mindset atau pola pikir kaum muslimin dalam memandang agama Islam dengan nilai-nilai syariahnya.

Pertama, umat Islam harus meningkatkan dan menguatkan aqidahnya. Memperbaiki konsep tauhidnya, bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dengan makna bahwa untuk dapat mencapai kebahagian dan kesuksesan hanya dengan mengikuti system syariah Islam yang telah diatur oleh Allah, termasuk dalam aktivitas perekonomian.

Kedua, umat Islam harus meningkatkan amal ibadahnya dalam membangun hubungan kepada Allah swt, dengan melaksanakan sholatnya secara khusuk, tadarus Al-Qur’an, dzikir, serta amal ibadah yang lainnya, karena dengan amalan-amalan ini akan menguatkan mental sebagai seorang muslim dalam menghadapi situasi dan kondisi kehidupan termasuk dalam bidang ekonomi.

Ketiga, umat Islam harus membangun karakter islami dalam hubungan muamalah dengan sesama muslim untuk bekerja sama secara adil, amanah, jujur, kasih sayang dalam rangka untuk membangun jaringan (networking) ekonomi maupun non ekonomi dalam dunia Islam.

Jika ketiga hal ini bisa dijalankan umat Islam, maka membangun kemandirian ekonomi umat akan sangat dimungkinkan. Hal ini karena masyarakat Islam sesungguhnya memiliki potensi yang besar dalam masalah sumber daya ekonomi maupun sumber daya manusia, yang bisa disinergikan dalam membangun ekonomi umat.

(Wallahu a’lam Bishowab)

MARILAH GAPAI RIDLO ALLOH SWT DENGAN BERISTIGHFAR

Manusia dalam beraktivitas sehari-hari kerap melakukan kesalahan baik disengaja atau tidak, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Setiap orang mempunyai potensi yang besar melakukan perbuatan dosa.

Contoh kecil, kesalahan yang sering diperbuat anggota tubuh mata. Dari bangun pagi sampai saat ini, sudah berapa banyak dosa yang diperbuat. Mulai dari ketidaksengajaan melihat sesuatu yang tidak baik hingga sengaja melihatnya. Apalagi dengan ditambah anggota tubuh lain seperti telinga dengan mendengarkan yang tidak bermanfaat, lisan yang salah berucap, hati yang salah persepsi, dan lain-lain. Tapi, dosa-dosa kecil itu dapat dihapus sedikit demi sedikit dengan istighfar atau meminta ampn kepada Allah.

Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah Saw beristighfar kepada Allah tidak kurang dari 70 kali dalam sehari. Hal ini patut menjadi renungan bersama, beliau nabi sekaligus rasul, beliau dijamin surganya oleh Allah dan mendapatkan tingkatan surga tertinggi, bahkan beliau dijamin terjaga dari dosa (ma’shum). Dengan seluruh jaminan tersebut beliau masih menyempatkan diri untuk beristighfar 70 kali setiap hari. Bagaimama dengan orang biasa? Surga atau neraka saja masih belum jelas, bahkan esok akan meninggal dunia dalam keadaan khusnul khotimah atau tidak pun masih abu-abu.

Akhlak Rasulullah di atas dapat menjadi teladan bagi siapapun, yakni jika ingin dijaga dari dosa-dosa kecil, maka harus membiasakan diri untuk membaca istighfar. Orang-orang yang selalu beristighfar dan membiasakannya bukan hanya akan dijaga dari dosa-dosa kecil, melainkan cinta Allah juga akan turun kepadanya. Hal ini dijelaskan dalam QS. Ali Imran ayat 31:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Katakanlah (wahai Muhammad): Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Cinta selalu menuntut pembuktian. Jika seseorang mencintai Allah, dalam ayat tersebut seseorang dituntut untuk membuktikannya dengan mengikuti utusan-Nya, yakni Nabi Muhammad Saw. Begitu banyak hal yang bisa diikuti darinya. Contoh kecil ketika Rasulullah makan, beliau memberikan berbagai macam contoh seperti makan diawali dengan membaca basmalah, menggunakan tangan kanan, mengambil makanan yang dekat dan tidak pernah menjadikan makanan mubadzir (sia-sia). Masih banyak lagi akhlak keseharian maupun ibadah yang dilakukan Nabi Saw yang dapat diteladani oleh para umatnya.

  1. Ali Imran 31 di atas memberikan kesimpulan bahwa jika seseorang serius dalam mencintai Allah, maka buktikan cinta tersebut dengan mengikuti Nabi Muhammad. Jika seseorang serius dalam mencintai Nabi Saw, maka cinta Allah akan diturunkan kepadanya. Kejutan Allah bukan hanya sampai di situ, selain cinta-Nya, Allah juga akan mengampuni dosa-dosanya.

Cinta Allah kepada makhluk-Nya bersanding dengan ampunan-Nya. Dengan demikian, orang-orang yang sering meminta ampunan kepada Allah maka akan lebih besar potensinya untuk mendapatkan cinta Allah. Beristighfar merupakan salah satu kunci efektif untuk mendapatkan cinta Allah. Lebih hebatnya lagi, bagi orang yang sudah mendapatkan cinta Allah, maka tanpa meminta pun doanya akan dikabulkan. Bukankah jika kita mencintai seseorang, kita akan bersedia untuk melakukan apapun untuknya?

Khasiat atau faedah istighfar tersebut pernah dibuktikan oleh tukang roti pada zaman Imam Ahmad bin Hanbal. Ketika Imam Ahmad melakukan safar atau perjalanan ke Mesir, Imam Ahmad ingin beristirahat sejenak pada suatu masjid. Karena busananya yang sangat sederhana, orang-orang tidak tahu kalau ia seorang “syaikh” (guru besar). Ketika beliau masuk ke dalam masjid, beliau diusir oleh salah  seorang lelaki. Imam Ahmad berkata kepadanya bahwa ia ingin beristirahat sejenak, tapi lelaki tersebut tetap bersikukuh untuk mengusirnya.

Ketika Imam Ahmad meninggalkan masjid tersebut, sampai di luar dia dipanggil oleh tukang roti di dekat masjid untuk beristirahat di tokonya. Imam Ahmad terkesima dengan akhlak tukang roti tersebut. Tiap mengerjakan apapun dia selalu mengucap istighfar. Karena ingin mengujinya, Imam Ahmad bertanya “Ya Fulan, apa faedahnya istighfar buatmu?”

Tukang roti tersebut menjawab: “Wallahi, selama aku merutinkan istighfar ini, Allah selalu mengabulkan doaku. Hanya satu doa yang belum Allah kabulkan. Saya ingin bertemu dengan Imam Ahmad bin Hanbal sebelum aku meninggal atau beliau yang meninggal lebih dulu.”

Imam Ahmad tekejut bukan main. “Allahu Akbar, rupanya aku diperjalankan oleh Allah jauh-jauh ke Mesir dan diusir dari rumah Allah, hingga sampai di sini gara-gara istighfar-mu,” kata Imam Ahmad.

Sungguh begitu banyak hikmah yang dapat diambil dari kisah-kisah di atas. Membiasakan diri dengan meminta ampunan Allah atau membaca istighfar (Astaghfirullaha-l ‘adhim) dapat menghapus dosa-dosa kecil dan mendapatkan cinta-Nya. Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah mengatakan: “Jika engkau mempunyai permohonan yang cukup banyak dalam waktu yang singkat, cukuplah dengan merutinkan istighfar.”A