HAI MANUSIA….! APABILA SEPERTI ITU YANG KAU CARI MAKA SEPERTI INILAH YANG KAU DAPATKAN

Hal apa yang memenuhi isi kepalamu ?
Yang karenanya , kau berani membangkang perintah Allah dan rosulNya.
Yang karenanya , kau berani durhaka terhadap orang tuamu.
Yang karenanya , kau berani durhaka terhadap suamimu.
Yang karenanya , kau berani menyia-nyiakan keluargamu.
Yang karenanya , kau berani memutuskan tali persaudaraanmu.
Yang karenanya , kau berani menempuh jalan haram.
Yang karenanya , kau berani menggadaikan kehormatan dan keselamatanmu
Yang karenanya , kau dibuat lupa hari kepulanganmu.
Yang karenanya , kau tidak tahu siapa yang menantimu dirumah barumu.

Duniawi terlihat begitu manis laksana madu ,begitu hijau laksana rumput di savana , begitu dingin laksana air es.
Namun ketika duniawi tiada engkau jalankan ditempat semestinya , maka madu itu berubah jadi racun yang sangat mematikan , rumput itu berubah jadi duri dan onak ,dan air es itu berubah jadi air laut yang semakin membuat dahaga peminumnya.
laksana mengejar bayangannya sendiri, semakin cepat ia lari ,semakin cepat bayangan itu….
wahai pengejar bayangan, kenapa kamu tidak diam ditempatmu ? karena bayangan itu takkan lari jika engkau diam !!!

Imam al-Ghozali dalam karyanya Ihya ‘Ulumuddin, Jilid 3 Hal 199 (kitab dzammud dunya)

وقال ابو هريرة : قال لي رسول الله صلي الله عليه وسلم : يا ابا هريرة ألا أريك الدنيا جميعها بما فيها ” فقلت : بلى يا رسول الله فأخذ بيدي وأتى بي واديا من أودية المدينة فإذا مزبلة فيها رؤوس أناس وعذرات وخرق وعظام ثم قال ” يا أبا هريرة هذه الرؤوس كانت تحرص كحرصكم وتأمل كأملكم ثم هي اليوم عظاما بلا جلد ثم هي صائرة رمادا وهذه العذرات هي ألوان أطعمتهم اكتسبوها من حيث اكتسبوها ثم قذفوها في بطونهم فأصبحت والناس يتحامونها وهذه الخرق البالية كانت رياشهم ولباسهم فأصبحت والرياح تصفقها وهذه العظام عظام دوابهم التي كانوا ينتجعون عليها أطراف البلاد فمن كان باكيا على الدنيا فليبك ” قال : فما برحنا حتى اشتد بكاؤنا “

Tempat pembuangan sampah

Abu Hurairah r.a. berkata bahwa suatu ketika Rasulullah s.a.w. bertanya kepadanya, “Maukah aku perlihatkan kepadamu dunia dan pesonanya ?”
Beliau (abu hurairoh) menjawab “Ya”.
Rasulullah s.a.w. bersama beliau pergi ke suatu tempat pembuangan sampah di luar kota Madinah. Di tempat itu berserak benda-benda termasuk tengkorak manusia, kotoran, kain-kain koyak, tulang belulang dan lain-lain.
Rasulullah s.a.w. bersabda, “wahai Abu Hurairah, ini adalah tengkorak manusia, dahulu otak di dalamnya bercita-cita dan tamak untuk dunia, sebagaimana kamu hidup sekarang. Dahulu pun dia ada menaruh harapan seperti kamu sekarang,Hari ini dia terguling di sini tanpa kulit. Sebentar lagi dia menjadi tanah.
Kotoran ini berasal dari berbagai jenis makanan, yang telah diusahakan dengan susah payah lalu dimakan. Kini ia terletak di sini dalam keadaan menjijikkan, sehingga orang yang melihatnya saja akan menjauh.
Kain-kain yang koyak ini dahulu adalah pakaian yang indah dan mahal, diapakai orang lalu merasa bangga dengannya. Hari ini angin menerbangkannya kesana kemari.
Tulang-tulang ini adalah hewan-hewan yang manusia pernah menungganginya dengan perasan bangga dan berjalan-jalan di muka bumi. Jadi, siapakah yang tidak mau menangis dengan keadaan mereka ini, menangislah sambil melihatnya.” (mengambil ibroh dari padanya)
Abu Hurairah r.a. berkata bahwa kemudian kami menangis tersedu-sedu.

Wallahu A’lam

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد اذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة انك إنت الوهاب

(DLOMMATUL QOBRI) HIMPITAN ATAU PELUKAN MESRA DINDING KUBUR

Dikutip dari kitab I’anah al-Tholibin juz 2/164

وقد صرحت الروايات والآثار بأن ضمة القبر عامة، للصالح وغيره
وقد قال الشهاب ابن حجر: قد جاءت الأحاديث الكثيرة بضمة القبر، وأنه لا ينجو منها صالح ولا غيره، بل أخبر – صلى الله عليه وسلم – في سعد بن معاذ سيد الأوس من الأنصار أنه اهتز لموته عرش الرحمن استبشارا لقدوم روحه، وإعلاما بعظيم مرتبته، وأنه لم ينج منها، وأنه شيع جنازته سبعون ألف ملك، وأنه لو كان أحد بنحو منها لنجا منها هذا العبد الصالح

Banyak keterangan yang shorih baik dari hadits maupun atsar shohabat bahwa “Dhommatul Qobri” bersifat umum ,bagi mayit yang sholih dan non sholih.
Ibnu hajar berkata : Banyak hadits yang menerangkan adanya “Dhommatul Qobri” , dan sungguh tiada yang akan selamat daripadanya baik ia sholih atau tholih.
Bahkan ada hadits yang diriwayatkan tentang wafatnya Sa’ad bin mu’adz (pemimpin kabilah Aus dari golongan Anshor).
Ketika Sa’ad wafat , bergoyanglah Arsy Allah karena merasa gembira akan kedatangan ruh sa’ad , dan menjadi pertanda akan kebesaran derajat sa’ad di sisi Allah SWT.
Ketahuilah… bahwa sa’ad pun tidak luput dari “Dhommatul Qobri” , Ada Tujuh puluh ribu malaikat yang ikut mengiring dan menyaksikan pemakamannya.
Ingat dan ketahuilah,Jika harus ada seorang yang bisa luput/lepas dari “Dhommatul Qobri”,maka Sa’ad yang sholih inilah orangnya.

لكن الناس مختلفون فيها، قيل ضمة القبر: التقاء جانبيه على جسد الميت. قال الحكيم الترمذي: لا نعلم أن للأنبياء – صلوات الله وسلامه عليهم أجمعين – في القبر ضمة ولا سؤالا، لعصمتهم
قيل هي للمطيع حنو، ولغيره ضمة سخط

Akan tetapi “Dhommatul Qobri” akan berbeda pada setiap mayit.
Di ucapkan “Dhommatul Qobri” yaitu bertemunya dua sisi kubur/liang lahat pada jasad mayit.
Berkata Al-hakim Imam Turmudzi : Yang kami ketahui bahwa para nabi ‘alaihimus sholatu wasalam ,selamat/luput dari “Dhommatul Qobri” dan pertanyaan kubur, karena Ishmah mereka (penjagaan allah SWT atas mereka).
Di ucapkan “Dhommatul Qobri” yaitu berupa Pelukan bagi hamba yang taat , dan berupa Himpitan bumi bagi ahli ma’shiyat

ويرده ما ورد في سعد بن معاذ أنه ضغط في قبره ضغطة شديدة بحيث اختلفت أضلاعه فيها، وأن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – سئل عن ذلك، فقال إنه كان يقصر في بعض الطهور من البول.
وأن الضمة المذكورة تكون لكل أحد، حتى الأطفال.

Berbeda “Dhommatul Qobri” yang terjadi pada Sa’ad bin Mu’adz, yaitu dhoghthotul qobri / himpitan kubur atau bumi ,hingga dengan himpitan/gencetan ini tulang rusuk mayit sampai tersilang.
Rosululloh SAW pernah ditanya tentang hal demikian (simayit dihimpit sampai tersilang tulang rusuknya) ,Beliau menjawab : Mereka adalah orang yang gegabah dalam bersuci dari hadats kencing.

لكن ذكر إن فاطمة بنت أسد رضي الله عنها سلمت من هذه الضمة، وأن من قرأ قل هو الله أحد في مرضه الذي يموت فيه كذلك – أي يسلم منها، وكذا الأنبياء
وحكمتها: أن الأرض أمهم، ومنها خلقوا، فغابوا عنها الغيبة الطويلة، فلما ردوا إليها ضمتهم ضمة الوالدة التي غاب ولدها ثم قدم عليها، فمن كان مطيعا لله ضمته برفق ورأفة، ومن كان عاصيا ضمته بعنف سخطا منها لله عليه
اه.بجيرمي

Akan tetapi disebutkan bahwa Fathimah binti Asad RA selamat dari “Dhommatul Qobri”
Dan bahwa sesungguhnya orang yang membaca surat al-ikhlash pada sakit wafatnya ,ia akan selamat dari “Dhommatul Qobri”
Hikmah “Dhommatul Qobri” : Bahwa bumi adalah ibu/asal dari bentuk pisik/jasad manusia , darinya manusia diciptakan , kemudian ia pergi melakukan perjalanan yang panjang,dan ketika ia mati,ia kembali ke pelukan bumi seperti seorang ibu yang memeluk anaknya dari kepulangannya melakukan perjalanan jauh dan lama.
Barangsiapa dalam pengembarannya menjadi hamba yang taat,maka pelukan hangat penuh kasih sayang dan kelembutan akan didapat dari ibu/bumi.
Dan barangsiapa yang dalam pengembaraannya menjadi hamba yang penuh ma’shiyat dan dosa ,maka ibu/bumi akan tetap memeluknya dengan pelukan keras dan erat karena marah atas apa yang telah ia perbuat .
selesai BUJAOROMY.


اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur dan dari siksa neraka Jahanam dan aku berlindung padaMu dari fitnah kehidupan dan fitnah setelah mati serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.”
amin.

INILAH 17 AMALAN PELEBUR DOSA DALAM KEHIDUPAN

Tujuh Belas (17) Amalan Penebus Dosa Masa Lalu Dan Masa Mendatang

فائدة : سبعة عشر من الاعمال يكفر كل واحد منها الذنوب المتقدمة والمتاحرة ، وهى : الحج المبرور، والوضوء مع الاسباغ، وقيام ليلة القدر، وقيام شهر رمضان، وصيامه، وصوم يوم عرفة، ومقارنة الامام فى التأمين، وقراءة اواخر سورة الحشر من قول تعالى : هو الذى لا اله الا هو … الى اخر السورة، وقود الاعمى اربعين خطوة، وأن يقول عند سماع المؤذن أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأن محمدا عبده ورسوله رضيت بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد صلى الله عليه وسلم نبيا ورسولا, والسعي فى قضاء حاجة المسلم، وصلاة الضحى، وان يقول عند لبس الثوب “الحمد لله الذى كساني هذا ورزقنيه من غيرحول ولا قوة، وان يقول بعد الاكل “الحمد لله الذى اطعمنى هذا الطعام, والمجىء من بيت المقدس مهلا بحج او عمرة، وقراءة الفاتحة وقل هو الله احد والمعوذتين كل واحدة سبعا بعد صلاة الجمعة، ومصافحة المسلم غير الفاسق مع ذكر الصلاة على النبى صلى الله عليه وآله.
نهاية الزين : ١٤٦

Apa Sajakah Itu ?

  1. Haji Mabrur
  2. Menyempurnakan Wudhu
  3. Menghidupkan malam Lailatul qadar (dengan ibadah)
  4. Menghidupkan bulan Ramadhan (dengan ibadah)
  5. Berpuasa bulan Ramadhan.
  6. Berpuasa hari ‘Arafah
  7. Menyertai Imam ketika membaca “amin”.
  8. Membaca akhir surat Al Hasyr, ayat 22-24:

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (22) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (23) هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (24)

9. Menuntun / Memandu orang buta berjalan sebanyak 40 langkah.

10. Mengucapkan KALIMAT di bawah ini ketika mendengar muadzzin melantunkan azan :

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً

11. Berpergian untuk menunaikan (membantu memenuhi) kebutuhan seorang muslim.

12. Shalat Dhuha.

13. Mengucapkan do’a di bawah ini ketika mengenakan pakaian :

الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ كَسَانِي هذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلاَ قُوَّةٍ
[Alhamdulillahil ladzi kasaani hadza, wa rozaqonihi min ghoiri haulin walaa quwwatin]

14. Mengucapkan do’a di bawah ini ketika selasai makan :

الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنِي هذَا الطَّعَامَ وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلاَ قُوَّة
[Alhamdulillahil ladzi ath’amani hadzath_tho’aam, warozaqonihi min ghoiri haulin walaa quwwatin]

15. Melakukan perjalanan Haji atau ‘Umrah dari Baitil Maqdis secara pelan-pelan (tidak terburu-buru).

16. Membaca surat Al Fatihah, Al Ikhlash, Al Falaq & An naas sesudah selesai shalat jum’at masing-masing 7 kali (musabbi’aat)

17. Bersalaman / berjabat tangan dengan seorang muslim yang tidak fasiq disertai membaca shalawat atas Nabi Saw & Keluarganya.

NB :
~ Maksud “dosa di masa mendatang” adalah diberikan taufiq hidayah serta penjagaan oleh Allah SWT, sehingga tidak melakukan dosa.
~ Dosa yang dimaksud adalah dosa-dosa dalam kategori SHOGHOIR atau kecil, adapun dosa besar wajib melaksanakan TAUBAT NASUHA dengan persyaratan yang telah dijelaskan ulama.

Wallahu a’lam.

ISTRI SHOLIHAH DALAM KACAMATA RUMUS MATEMATIKA


Al Khawarizimi, siapa yang tidak kenal beliau.
Ilmuwan muslim penemu angka NOL, nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Musa Al Khawarizmi. Ia lahir di Khawārizm (Khiva, Uzbekistan) sekitar tahun 780, selain ahli matematika, Al Khawarizmi juga ahli astronomi dan astrologi.

Suatu hari, Al Khawarizmi ditanya tentang calon istri terbaik. Penemu bilangan nol ini kemudian menjawab dengan menggunakan rumusnya.

“Agama itu nilainya 1, sedangkan hal lain nilainya 0.
Jika wanita itu shalihah dan baik agamanya, maka nilainya 1
Jika dia cantik, tambahkan 0 di belakangnya. Jadi nilainya 10
Jika dia kaya, tambahkan 0 lagi dibelakangnya. Jadi nilainya 100
Jika dia keturunan orang baik-baik dan terhormat, tambahkan 0 lagi. Jadi nilainya 1000
Sebaliknya jika dia cantik, kaya dan nasabnya baik tetapi tidak punya agama, nilainya hanya 0.
Berapapun 0 dihimpun, ia tetap 0”

Demikianlah jawaban hebat dengan matematika. Al Khawarizmi mengajarkan kepada kita, mencari istri hendaklah menjadikan agama sebagai pertimbangan utama. Jika agamanya baik, maka kelebihan-kelebihan yang lain akan menjadi kebaikan yang berlipat ganda. Namun jika agamanya tidak ada, tidak berguna segala kelebihan wanita.

Yang dimaksud dengan agama bukanlah sekedar pengetahuan. Bukan pula latar belakang pendidikan jurusan agama. Tetapi pemahaman dan pengamalannya. Agamanya baik, artinya ia memahami agama dan mengamalkannya. Agamanya baik, artinya akhlaknya baik. Agamanya baik, artinya karakternya baik.

Wanita cantik dan agamanya baik, ia akan menggunakan kecantikannya untuk melayani suami. Persis seperti gambaran istri membahagiakan dalam hadits Nabi; jika dipandang ia menyenangkan. Maka ketenangan dan kebahagiaan pun memenuhi kehidupan pernikahan.

Wanita kaya dan agamanya baik, ia akan menggunakan kekayaannya di jalan kebaikan. Seperti bunda Khadijah, ia membantu suami berdakwah, ia menggunakan hartanya untuk perjuangan Rasulullah.

Wanita dari nasab terhormat dan agamanya baik, ia menjadi kehormatan tersendiri bagi suami. Dan juga menjadi saham yang baik bagi anak-anaknya nanti.

Maka jika engkau bertanya wanita manakah yang terbaik untuk menjadi istri, sesuai rumus Al Khawarizmi, jawabannya adalah pertama-tama carilah wanita shalihah barulah engkau perhitungkan kelebihan-kelebihan lainnya.

Dawuh Kanjeng Nabi Muhammad SAW;

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعِ خِصَالٍ : لِمَالِهَا وَجَمَالِهَا وَحَسَبِهَا وَدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ }

Rasulullah menjelaskan bahwasanya “wanita itu dinikahi atas empat perkara: adakalanya karena hartanya, karena kecantikannya, ada juga karena nasabnya, dan karena agamanya.”

Namun dalam hadits lanjutannya beliau berkata:

فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Maka nikahilah wanita karena agamanya, maka tanganmu akan dipenuhi dengan debu.
Wallahu a’lam.

BEBERAPA MUSUH MANUSIA YANG SANGAT BERBAHAYA DAN CARA MENGALAHKANYA

Hawa nafsu adalah salahsatu dari empat musuh yang paling berbahaya.
Mengapa ?

Pertama, karena ia berada dalam diri manusia dan tak pernah meninggalkannya walau seditik pun.
Kedua, ia (hawa nafsu) akan selalu mengarahkan manusia bahwa yang berbahaya itu adalah musuh di luar dirinya, sehingga manusia berkeyakinan seperti itu, sementara nafsu aman berada dalam diri manusia dan melakukan aksinya.
Ketiga, karena ia (hawa nafsu) berada dalam diri, maka keburukan terkait diri akan ditutupi sebisa mungkin, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah.
Keempat, karena ia (hawa nafsu) melibatkan nama baik, jabatan, status sosial dll.

وقال ابو الليث : اعلم ان لك اربعة من الاعداء تحتاج الى ان تجاهد كل واحد منهم : الاول : الدنيا قال تعالى :(( فلا تغرنكم الحياة الدنيا )) والثاني : نفسك روى عنه صلى الله عليه وسلم : (( اعدى عدوك نفسك التى بين جنبيك )) وقال تعالى : (( وما ابرىء نفسي ان النفس لامارة بالسوء ))
والثالث : شيطان الجن ، فاستعذ بالله تعالى منه (( ان الشيطان لكم عدو فاتخذوه عدوا )) والرابع : شيطان الانس
فاحذر منه فانه اشد عليكم من شيطان الجن ، لان شيطان الجن يكون اغواؤه بالوسوس فقط ، واما شيطان الانس فبالمعاينة والمواجهة والاعانة

Abu laits rodhiyallahu ‘anhu berkata : ketahuilah !!! bahwa engkau mempunyai empat musuh, yang masing masing darinya, engkau perlu berjuang mengalahkannya:

Dunia
Allah berfirman ( فلا تغرنكم الحياة الدنيا), Artinya: “Jangan sekali-kali kehidupan dunia menipu kalian.”

Nafsu-mu , ia adalah MUSUH YANG PALING BERBAHAYA
Baginda Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam:

(أعدى عدوك نفسك التي بين جنبيك)
Artinya: ‘Musuhmu yang paling berbahaya adalah jiwamu yang berdampingan denganmu.’
Firman Allah SWT; ( وما ابرىء نفسي ان النفس لامارة بالسوء)
Artinya: “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan…”

Syetan dari bangsa jin, maka mohon perlindunganlah kepada Allah dari godaannya.

Syetan dari bangsa manusia, syetan jenis ini jauh lebih berbahaya daaripada syetan dari golongan jin. Karena godaan (bujukan,perdaya) dari syetan dari golongan jin hanya berupa waswas yang dihembuskan dalam hati.
Akan tetapi tipudaya syetan dari golongan manusia, bisa berupa pertolongan, pertemuan (perjumpaan,berhadapan,bergaul) dan bantuan (dukungan,support dll).

MEMPERBANYAK DZIKIR DAN MENGIKUTI THORIQOH ADALAH CARA TERBAIK MENGALAHKAN MUSUH-MUSUH TERSEBUT, KARENA DENGAN BERTHORIQOH KITA BISA ISTIQOMAH BERDZIKIR, BERSHOLAWAT DAN BERISTIGHFAR.

Dikutip dari kitab Durrotun Nashihin : 215

MENGETAHUI KEUTAMAAN DO’A NABI YUNUS AS.


Fadhilah Ayat/Do’a Nabi Yunus as.

(لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ)
YAITU : Meraih Segala Kebaikan Dan Menolak Segala Keburukan

قَالَ ابْنُ جَرِيرٍ: حَدَّثَنِي عِمْرَانُ بْنُ بَكَّار الكَلاعي، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ صَالِحٍ، حَدَّثَنَا أَبُو يَحْيَى بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، حَدَّثَنِي بِشْر بْنُ مَنْصُورٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ قَالَ: سَمِعْتُ سَعْدَ بْنَ مَالِكٍ -وَهُوَ ابْنُ أَبِي وَقَّاصٍ-يَقُولُ: سَمِعْتُ رسولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: “اسْمُ اللَّهِ الَّذِي إِذَا دُعي بِهِ أَجَابَ، وَإِذَا سُئِل بِهِ أَعْطَى، دعوةُ يُونُسَ بْنِ مَتَّى”. قَالَ: قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، هِيَ لِيُونُسَ خَاصَّةً أَمْ لِجَمَاعَةِ الْمُسْلِمِينَ؟ قَالَ: هِيَ لِيُونُسَ بْنِ مَتَّى خَاصَّةً وَلِلْمُؤْمِنِينَ عَامَّةً، إِذَا دَعَوْا بِهَا، أَلَمْ تَسْمَعْ قَوْلَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ: {: فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ} . فَهُوَ شَرْطٌ مِنَ اللَّهِ لِمَنْ دَعَاهُ بِهِ”

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Imran ibnu Bakkar Al-Kala’i, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Saleh, telah menceritakan kepada kami Abu Yahya ibnu Abdur Rahman, telah menceritakan kepadaku Bisyr ibnu Mansur, dari Ali ibnu Zaid, dari Sa’id ibnul Musayyab yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Sa’d ibnu Abu Waqqas mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Asma Allah yang apabila disebutkan dalam doa, pasti Dia memperkenankannya; dan apabila diminta dengannya, pasti memberi, yaitu doa Yunus ibnu Mata.” Sa’d bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah doa itu khusus bagi Yunus ataukah bagi seluruh kaum muslim?” Rasulullah Saw. menjawab, “Doa itu bagi Yunus ibnu Mata secara khusus dan bagi kaum mukmin semuanya secara umum, jika mereka meyebutkannya di dalam doanya. Bukankah kamu telah mendengar firman Allah Swt. yang mengatakan, ‘Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap. Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim. Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman’ (Al-Anbiya: 87-88). Ini merupakan syarat dari Allah bagi orang yang mengucapkannya di dalam doanya.”

Sumber:

  • Al Bidayah wan Nihayah
  • Khozinatul Asror : 81

TANDA ULAMA YANG BERAFILIASI AKHIRAT DAN DUNIA


DALAM KITAB IHYA ULUMUDDIN DI JELASKAN :
فمن المهمات العظيمة معرفة العلامات الفارقة بين علماء الدنيا وعلماء الآخرة ونعني بعلماء الدنيا علماء السوء الذين قصدهم من العلم التنعم بالدنيا والتوصل إلى الجاه والمنزلة عند أهلها قال صلى الله عليه وسلم ” إن أشد الناس عذاباً يوم القيامة عالم لم ينفعه الله بعلمه ” وعنه صلى الله عليه وسلم أنه قال ” لا يكون المرء عالماً حتى يكون بعلمه عاملاً ” وقال صلى الله عليه وسلم ” العلم علمان: علم على اللسان فذلك حجة الله تعالى على خلقه وعلم في القلب فذلك العلم النافع ” وقال صلى الله عليه وسلم ” يكون في آخر الزمان عباد جهال وعلماء فساق ” وقال صلى الله عليه وسلم ” لا تتعلموا العلم لتباهوا به العلماء ولتماروا به السفهاء ولتصرفوا به وجوه الناس إليكم فمن فعل ذلك فهو في النار ” وقال صلى الله عليه وسلم ” من كتم علماً ألجمه الله بلجام من نار ” وقال صلى الله عليه وسلم ” لأنا من غير الدجال أخوف عليكم من الدجال. قيل: وما ذلك؟ فقال: من الأئمة المضلين ” وقال صلى الله عليه وسلم ” من ازداد علماً ولم يزدد هدى لم يزدد من الله إلا بعداً ” وقال عيسى عليه السلام: إلى متى تصفون الطريق للمدلجين وأنتم مقيمون مع المتحيرين، فهذا وغيره من الأخبار يدل على عظيم خطر العلم فإن العالم إما متعرض لهلاك الأبد أو لسعادة الأبد وإنه بالخوض في العلم قد حرم السلامة وإن لم يدرك السعادة. وأما الآثار فقد قال عمر رضي الله عنه: إن أخوف ما أخاف على هذه الأمة المنافق العليم. قالوا: وكيف يكون منافقاً عليماً؟ قال: عليم اللسان جاهل القلب والعمل. وقال الحسن رحمه الله: لا تكن ممن يجمع علم العلماء وطرائف الحكماء ويجري في العمل مجرى السفهاء. وقال رجل لأبي هريرة رضي الله عنه: أريد أن أتعلم العلم وأخاف أن أضيعه فقال: كفى بترك العلم إضاعة له. وقيل لإبراهيم بن عيينة: أي الناس أطول ندماً؟ قال:أما في عاجل الدنيا فصانع المعروف إلى من لا يشكره وأما عند الموت فعالم مفوط. وقال الخليل بن أحمد: الرجال أربعة، رجل يدري ويدري أنه يدري فذلك عالم فاتبعوه، ورجل يدري ولا يدري أنه يدري فذلك نائم فأيقظوه، ورجل لا يدري ويدري أنه لا يدري فذلك مسترشد فأرشدوه، ورجل لا يدري ولا يدري أنه لا يدري فذلك جاهل فارفضوه. وقال سفيان الثوري رحمه الله: يهتف العلم بالعمل فإن أجابه وإلا ارتحل. وقال ابن المبارك: لا يزال المرء عالماً ما طلب العلم فإذا ظن أنه قط علم فقد جهل. وقال الفضيل ابن عياض رحمه الله: إني لأرحم ثلاثة: عزيز قوم ذلك وغني قوم افتقر وعالماً تلعب به الدنيا. وقال الحسن: عقوبة العلماء موت القلب، وموت القلب طلب الدنيا بعمل الآخرة وأنشدوا:عجبت لمبتاع الضلالة بالهدى … ومن يشتري دنياه بالدين أعجبواعجب من هذين من باع دينه … بدنيا سواه فهو من ذين أعجب

Diantara peringatan agung yang dapat membedakan antara Ulama Dunia dan Ulama Akhirat adalah : Ulama Dunia (atau juga disebut dengan Ulama as-Suu’) adalah mereka yang bertujuan dengan ilmu agama yang kuasai untuk meraih kenikmatan-kenikmatan dunia, mencapai kedudukan-kedudukan luhur dimata manusia.

Berikut beberapa sabda Nabi Muhammad SAW berkaitan dengan ULAMA DUNIA :

  1. “Sesungguhnya paling pedihnya siksa Allah dihari kiamat menimpa pada orang alim yang ilmunya tidak diberi kesempatan untuk diamalkan oleh Allah”
  2. “Tidaklah seseorang disebut alim hingga ia mengamalkan ilmunya”
  3. “Ilmu itu ada dua macam : ILMU LISAN ialah argumen Allah Ta’ala atas makhluk-makhluknya dan ILMU HATI ialah ilmu yang bermanfaat”
  4. “Kelak diakhir zaman terdapati hamba-hamba Allah yang pandir dan Para Ulama yang fasiq”
  5. “Janganlah mempelajari ilmu demi pengakuan orang-orang alim lainnya, bertujuan mencari simpati orang-orang umum agar menuju kepadamu, barangsiapa menjalaninya maka ia dalam api neraka”……

Berikut beberapa ungkapan para sahabat Nabi Muhammad SAW berkaitan dengan ULAMA DUNIA :

  1. Sayyidina Umar Bin Khoththob ra berkata “Sesungguhnya paling mengkhawatirkannya umat ini adalah para munafiq yang berilmu”Para sahabat bertanya “Bagaimana orang munafiq tapi ia alim?”Sayyodina Umar menjawab “Mereka alim dalam lisannya tapi tidak dalam hati dan amaliahnya”
  2. Hasan al-Bashri rh berkata “Janganlah kalian menjadi pengumpul ilmu-ilmu ulama dan kata-kata bijak ahli hikmah namun dalam pengamalannya sebagaimana pengamalan orang-orang pandir”….
  3. Ibn al-Mubaarak berkata “Selama seseorang mau belajar ilmu ia akan menjadi orang alim namun saat ia merasa dirinya telah alim sesungguhnya ia adalah orang bodoh”…
    Hasan alBashry berkata “Siksaan bagi ulama adalah kematian hatinya dan kematian hatinya akibat amaliah akhiratnya ditujukan pada harta benda”, beliau juga bersyair :

Aku heran pada orang yang menjual kesesatan dengan hidayah Tuhan. Aku lebih heran pada orang membeli dunia dengan agama. Dan yang lebih mengherankan dari keduanya adalah orang yang menjual agamanya dengan dunianya.

Ihya ‘Ulum ad-Din I/63

TUGAS PARA ANAK KETURUNANNYA SYAITAN

Umar Bin Khatthob R.A berkata: “Anak keturunan syetan itu ada 9 : Zalitun, Watsin, Laqus, A’wan, Haffaf, Murroh, Masuth, Dasim dan Walhan.

Yang pertama : Setan Zalitun bertugas menggoda penghuni pasar dalam transaksi jual beli dengan menyuruh untuk melakukan kedustaan, penipuan, memuji-muji barang dagangan, mencurangi timbangan, dan bersumpah palsu.
2. Setan Watsin bertugas menggoda manusia yang tertimpa musibah agar tidak bersabar sehingga yang bersangkutan berteriak histeris, menampar-nampar pipi dsb.
3. Setan A’wan bertugas menggoda para penguasa untuk bertindak dholim.
4. Setan Haffaf bertugas membujuk dan menggoda orang untuk meneguk minuman keras.
5. Setan Murroh bertugas menggoda agar orang asyik bermain seruling dan alat musik berikut nyannyiannya
6. Setan Laqus bertugas menggoda orang untuk menyembah api.
7. Setan Masuth bertugas menyebarkan berita dusta lewat mulut manusia sehinha tidak bisa ditemukan berita yang sebenarnya
8. Setan Dasim bertugas didalam rumah ketika seseorang masuk kedalamnya tanpa mengucapkan salam, tidak pernah menyebut nama Allah didalamnya, setan tersebut akan menimbulkan perselisihan shg akan terjadi talak, khulu’ dan pemukulan ( menciptakan ketidak harmonisan dalam rumah tangga).
9. Setan Walhan bertugas menggoda dan mengacaukan manusia dalam berwudlu, sholat dan dalam ibadah-ibadah yag lain”.

Sedang Nama-nama setan / syaithon dan tugasnya yang ada di kitab Bidayatul Hidayah :
1. Ghonzabun bertugas mengganggu orang yang sedng sholat
2. Walhan bertugas mengganggu orang sedang bersuci guna membuat ragu-ragu
3. Zalambur bertugas mengganggu orang yang sedang jual beli (merayunya untuk mrngurangi takaran dsb )
4. A’war bertugas membuat daya pikat pada bokong kaum hawa, ada yang mengatakan bertugas merayu orang agar melakukan zina
5. Wasnan bertugas mengganggu agar seseorang tdrny lama n mengipasi agar tidur (orang lagi sedang melakukan kajian atau sholat)
6. Tabrun bertugas membuat daya pikat pada wajah dan pipi
7. Dasmun bertugas mengganggu orang yang sedang makan agar tidak memulainya dengan baca basmalah
8. Matun bertugas mengganggu orang agar berbicara bohong
9. Abyad bertugas mengganggu para nabi dan para wali

Kitab Nashoikhul Ibad 57-58 :
قال عمر رضي الله عنه : ان ذرية الشيطان تسعة زليتون و وثين و لقوس و اعوان و هفاف و مرة و مسوط و داسم و ولهان
فاما زليتون فهو صاحب الاسوق فينصب فيها رايته
و اما و ثين فهو صاحب المصيبات
و اما اعوان فهو صاحب السلطان
و اما هفاف فهو صاحب الشراب
و اما مرة فهو صاحب المزامير
و اما لقوس فهو صاحب المجوس
و اما المسوط فهو صاحب الاخبار يلقيها فى افواه الناس و لا يجدون لها اصلا
و اما داسم فهو صاحب البيوت اذا دخل الرجل المنزل ولم يسلم ولم يذكر اسم الله تعالى اوقع فيما بينهم المنازعة حتى يقع الطلاق و الخلع و الضرب
و اما ولهان فهو يوسوس فى الوضوء و الصلاة و العبادات

Wallohu a’lam.

BAHWA MUSIBAH MENJADI CARA ALLOH SWT UNTUK MENDEKAT KAN HAMBANYA

Seseorang yang tidak mau menghadap kepada Allah Swt. dengan cara halus, maka Allah akan memaksanya dengan rantai ujian dan musibah. Jika Allah telah menentukan bahwa seseorang hamba akan mendekati dan sampai kepadanya, hamba tadi akan dibawa menghadap Allah melalui dua cara. Yakni dengan lemah lembut dan paksaan.

Dua Cara Allah

Cara pertama adalah dengan membujuknya secara lemah-lembut. Ia akan diberi rizki dan kemudahan oleh Allah Swt. hingga ia sampai kepada-Nya. Adapula yang secara enggan mendekat kepada Allah Swt. karena hatinya terikat oleh berbagai hal seperti harta, kekuasaan, perniagaan, dan sebagainya. Selagi semua hal itu mengikat, ia tidak akan mau mendekatkan dirinya kepada Allah.

Allah mengasihinya hingga kemudian memutus semua hubungan tersebut dengan cara mendatangkan ujian dan bencana. Ujian akan memisahkan hamba tadi dengan perkara yang memisahkan dirinya dengan Allah. Ujian itu akan membuatnya putus asa hingga akhirnya ia tidak mempunyai keinginan terhadap perkara tadi. Setelah keinginan itu hilang, barulah ia akan merasa tenang dan kakinya akan ringan untuk melangkah menuju Allah. Hatinya akan bisa bermunajat kepada Allah karena tidak ada lagi gangguan duniawi yang akan mengganggunya.

Allah Swt. berfirman:

وَلِلَّهِۤ يَسۡجُدُۤ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ طَوۡعٗا وَكَرۡهٗا

Artinya: “Dan kepada Allah jugalah sekalian makhluk yang ada di langit dan di bumi tunduk, baik dengan sukarela atau dengan terpaksa” (QS. Arra’du 15).

Allah Memimpin Hati Orang Mukmin

Kehalusan kepemimpinan Allah Swt. akan membuat hambanya mengatahui kekuasaan-Nya dan membuat hati yang keras menjadi lembut dan yang malas beribadah menjadi rajin beribadah.

Allah berfirman:

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۗ وَمَن يُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ يَهۡدِ قَلۡبَهُۥۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ

Artinya: “Tidak ada bencana yang menimpa (seseorang) kecuali karena izin Allah. Dan siapa yang beriman kepada Allah, Allah akan memimpin hatinya. Dan allah maha mengetahui tiap-tiap segala sesuatu” (QS. At-Taghobun 11).

Orang yang beriman akan senantiasa di karena ujian itu membawa berbagai ganjaran, nikmat, dan karunia dari Allah Swt. Dengan hal itu Allah menyucikan hamba dan meninggikan derajat di sisi-Nya. Allah melakukan hal itu melalui perkara-perkara yang dekat dengan hambanya, seperti keluarga dan harta. Allah berfirman:

إِنَّمَآ أَمۡوَٰلُكُمۡ وَأَوۡلَٰدُكُمۡ فِتۡنَةٞۚ وَٱللَّهُ عِندَهُۥٓ أَجۡرٌ عَظِيمٞ

Artinya: “Sesungguhnya harta benda dan anak-anakmu hanyalah sebagai fitnah (ujian). Dan di sisi Allah (terdapat) pahala yang besar” (QS. At-Taghabun 15).

KEUNTUNGAN- KEUNTUNGAN BAGI ORANG YANG MELARAT DALAM HADITS NABI MUHAMMAD SAW.

بسم الله الرحمن الرحيم

Bab Ke 24 Keutamaan Fakir

(الباب الرابع والعشرون):

في فضيلة الفقر

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: {“Kefakiran itu lebih indah bagi mukmin daripada sabuk kulit yg indah di pipi kuda”}
قال النبي صلى الله عليه وسلم: {الفَقْرُ َزْيَنُ عَلَى المُؤْمِنِ مِنَ العِذَارِ الحَسَنِ عَلَى خَدِّ الفَرَسِ}

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: {“Fakir itu cacat menurut manusia dan indah menurut Allah pada hari kiamat.”}
وقال صلى الله عليه وسلم: {الفَقْرُ شَيْنٌ عِنْدَ النَّاسِ وَزَيْنٌ عِنْدَ الله يَوْمَ القِيَامَةِ}

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: {“Mencintai orang fakir itu sebagian akhlak para Nabi dan membenci orang fakir itu sebagian akhlak para Fir`aun”}
وقال صلى الله عليه وسلم: {حُبُّ الفُقَرَاءِ مِنْ أَخْلاقِ الأَنْبِيَاءِ وَبُغْضُ الفُقَرَاءِ مِنْ أَخْلاَقِ الفَرَاعِنَةِ}

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: {“Setiap sesuatu itu ada kuncinya dan kuncinya surga dalah cinta fakir miskin karena kesabaran mereka. Meraka adalah orang-orang yang duduk menghadap Allah ta’ala di hari kiamat.”
وقال صلى الله عليه وسلم: {لِكُلِّ شَيْءٍ مِفْتَاحٌ وَمِفْتَاحُ الجَنَّةِ حُبُّ المَسَاكِينِ وَالفُقَرَاءِ لِصَبْرِهِمْ هُمْ جُلَسَاءُ الله تَعَالى يَوْمَ القِيَامَةِ}

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: {“Sesungguhnya Allah ta’ala mencintai hamba beriman yang fakir, memelihara diri dan kepala keluarga”}
وقال صلى الله عليه وسلم: {إنَّ الله تَعَالى يُحِبُّ عَبْدَهُ المُؤْمِنَ الفَقيرَ المُتَعفِّفَ أَبَا العِيَالِ}

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: {“Kefakiran adalah amanat, barang siapa menyembunyikannya maka jadi ibadah dan barang siapa menampakkannya maka jadi beban bagi saudara-saudaranya yang muslim.”}
وقال صلى الله عليه وسلم: {الفَقْرُ أَمَانَةٌ فَمَنْ كَتَمَهُ كَان عِبَادَةً وَمَنْ باح بهِ فَقَدْ قَلَّد إخوانَهُ المُسْلِمِينَ}

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: {“Keberuntungan bagi orang-orang fakir dan lemah dari umatku”}
وقال صلى الله عليه وسلم: {طُوبى لِلْفُقراءِ والضعفاءِ مِنْ أمَّتي}

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: {“Kefakiran adalah salah satu dari kemulyaan Allah”}
وقال صلى الله عليه وسلم: {الفَقْرُ كَرَامَةٌ مِنْ كَرَاماتِ الله}

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: {“Keutamaan orang fakir atas orang kaya itu seperti keutamaanku atas semua mahkluk Allah ta’ala”}
وقال صلى الله عليه وسلم: {فَضْلُ الفقِير عَلَى الغَنِيِّ كَفَضْلِي عَلى جَميعِ خَلْقِ الله تَعَالى}

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: {“Tidak ada suatu pemberian dari Allah yang menyamai kefakiran.”}
وقال صلى الله عليه وسلم: {لاَ شَيْءَ يُعطِيهِ الله مِثْلُ الفَقْرِ}