HUKUM KERUSAKAN TANAMAN YANG DI LAKUKAN OLEH HEWAN PIARAAN

(Fasal) Menjelaskan hukum-hukum shiyal dan kerusakan yang dilakukan binatang.            

(فَصْلٌ) فِيْ أَحْكَامِ (الصِّيَالِ) وَإِتْلَافِ الْبَهَائِمِ

Barang siapa hendak disakiti badan, harta, atau wanitanya, semisal ada seseorang yang hendak berbuat jahat padanya, ia hendak membunuhnya, mengambil hartanya walaupuN hanya sedikit, atau menodahi wanitanya, kemudian ia mempertahankan diri, harta atau wanitanya, dan ia membunuh orang yang melakukan hal tersebut karena untuk menolak kejahatannya, maka bagi dia tidak wajib memberi ganti rugi dengan qishash, diyat dan tidak juga dengan kafarat.      

(وَمَنْ قُصِدَ) بِضَمِّ أَوَّلِهِ (بِأذًى فِيْ نَفْسِهِ أَوْ مَالِهِ أَوْ حَرِيْمِهِ) بِأَنْ صَالَ عَلَيْهِ شَخْصٌ يُرِيْدُ قَتْلَهُ أَوْ أَخْذَ مَالِهِ وَإِنْ قَلَّ أَوْ وَطْءَ حَرِيْمِهِ (فَقَاتَلَ عَنْ ذَلِكَ) أَيْ عَنْ نَفْسِهِ أَوْ مَالِهِ أَوْ حَرِيْمِهِ (وَقَتَلَ) الصَّائِلَ عَلَى ذَلِكَ دَفْعًا لِصِيَالِهِ (فَلَاضَمَانَ عَلَيْهِ) بِقِصَاصٍ وَلَا دِيَةَ وَلَا كَفَارَةٍ

Orang yang naik binatang tunggangan, baik ia adalah pemiliknya, meminjam, menyewa atau mengghasabnya, maka dia wajib mengganti barang yang telah dirusak oleh tunggangannya.       

(وَعَلَى رَاكِبِ الدَّابَةِ) سَوَاءٌ كَانَ مَالِكَهَا أَوْ مُسْتَعِيْرَهَا أَوْ مُسْتَأْجِرَهَا أَوْ غَاصِبَهَا (ضَمَانُ مَا أَتْلَفَتْهُ دَابَتُهُ)

Baik kerusakan tersebut dengan kaki depan, kaki belakang atau yang lainnya.      

سَوَاءٌ كَانَ الْإِتْلَافُ بِيَدِّهَا أَوْ رِجْلِهَا أَوْ غَيْرِ ذَلِكَ

Seandainya tunggangannya kencing atau berak di jalan kemudian hal itu menyebabkan nyawa atau harta menjadi rusak, maka tidak ada beban ganti rugi pada dirinya.       

وَلَوْ بَالَتْ أَوْ رَاثَتْ بِطَرِيْقٍ فَتَلِفَ بِذَلِكَ نَفْسٌ أَوْ مَالٌ فَلَا ضَمَانَ . 

(Sumber : Kitab Fathul Qorib)

KESUNAHAN MANDI JUM’AT UNTUK WANITA DAN HARI YANG BAIK UNTUK MEMOTONG KUKU

Hari Yang Disunatkan Memotong Kuku

Pikiran yang jernih terletak pada badan yang sehat, kebersihan adalah salah satu fitrah yang menjadi kebutuhan manusia untuk melangsungkan kehidupan yang stabil. Tidak pernah alpa di dalam syariat Islam hal ini telah diatur sedemikian rupa, maka dalam literatur Islam sendiri para ulama telah mengkaji secara ilmiah dan dengan jalan tajarrubat (percobaan), ternyata banyak sekali syariat Islam yang menganjurkan kebersihan diri-sendiri, tempat tinggal hingga lingkungan  hidup, salah satunya adalah kebersihan badan mengenai anjuran memotong kuku, memotong kuku ini bagian dari sunnah Rasulullah SAW.

Manakah hari-hari yang afdhal untuk memotong kuku. Syaikh Ibrahim al Bajuri menjelaskan dalam tulisannya sebagai berikut :

ومثل يوم الجمعة فى سن ذلك يوم الخميس ويوم الاثنين دون بقية الايام

قَصُّ الْأَظَافِرِ يَوْمَ السَّبْتِ اٰكِلَةٌ * تَبْدُوْ وَفِيْمَا يَلِيْهِ يُذْهِبُ الْبَرَكَهْ

وَعَالِمٌ فَاضِلٌ يَبْدُوْ بِتَلْوِهِمَا  *  وَاِنْ يَكُنْ فِي الثُّلَاثَا فَاحْذَرِ الْهَلَكَهْ

وَيُوْرِثُ السُّوْءَ فِي الْأَخْلَاقِ رَابِعُهَا  *  وَفِي الْخَمِيْسِ الْغِنٰى يَأْتِىْ لِمَنْ سَلَكَهْ

وَالْعِلْمُ وَالْحِلْمُ زِيْدَا فِىْ عُرُوْبَتِهَا  *  عَنِ النَّبِيِّ رُوَيْنَا فَاقْتَفُوْا نُسُكَهْ

Hasyiah al-Bajuri Juz I Hal. 221

Hari – hari yang disunatkan memotong kuku

    Hari Jum’at

    Hari Kamis

    Hari Senin

    Memotong kuku pada hari Sabtu menimbulkan penyakit yang menggrogoti badan

    Hari Ahad menyebabkan hilang berkah

    Hari Senin menjadi orang alim lagi ladhil (pintar dan utama)

    Hari Selasa menyebabkan kebinasaan

    Hari Rabu menyebabkan buruk akhlak

    Hari Kamis mendatangkan kekayaan

    Hari Jumat menambah ilmu dan sifat santun.

Makhruh hukumnya jika hanya memotong kuku satu tangan saja (memotong kuku tangan kanan tidak memotong kuku tangan kiri/memotong kuku tangan kiri saja tidak memotong kuku tangan kanan), begitu pula makhruh jika hanya memotong kuku kaki sebelah saja.

Sunnahkah mandi Jum’at bagi perempuan?

Termasuk salah satu yang disunnahkan sebelum jum’at adalah mandi sunat jum’at, hal ini disunnahkan karena untuk membersihkan badan disaat hendak berkumpul disuatu tempat ibadat.  Shalat jum’at diwajiibkan terhadap orang laki-laki islam yang mukallaf dan disunnahkan bagi kaum hawa.

Pertanyaan :

Apakah ada kesunnahan mandi jum’at bagi wanita?

Jawaban :

Di dalam kitab Tuhfatul muhtaj dijelaskan yang bahwa kesunnahan shalat jum’at kepada orang-orang yang ingin berpergian jum’at baik laki-laki atau perempuan, jadi kalau memang wanita tersebut berencana hadir jum’at maka disunnahkan untuk mandi.

Tuhfatul Muhtaj Juz 2 Hal 465 Maktabah Syamela

حاضرها) أي مريد حضورها، وإن لم تلزمه للأخبار الصحيحة فيه وصرفها عن الوجوب الخبر الصحيح «من توضأ يوم الجمعة فبها ونعمت ومن اغتسل فالغسل أفضل» أي فبالسنة أي بما جوزته من الاقتصار على الوضوء أخذ ونعمت الخصلة هي ولكن الغسل معها أفضل وينبغي لصائم خشي منه مفطر، أولو على قول تركه وكذا سائر الأغسال (وقيل) يسن الغسل (لكل أحد) ، وإن لم يرد الحضور كالعيد وفرق الأول بأن الزينة ثم مطلوبة لكل أحد وهو من جملتها بخلافه هنا فإن سبب مشروعيته دفع لريح الكريه عن الحاضرين (ووقته من الفجر) الصادق؛ لأن الأخبار علقته باليوم وفارق غسل العيد بأن صلاته تفعل أول النهار غالبا فوسع فيه بخلاف هذا

KEUTAMAAN MENGKONSUMSI BARANG HALAL DAN KEJELEKAN MEMAKAN YANG HARAM

Makanan halal merupakan makanan yang wajib kita konsumsi hal ini sangat jelas hadist dari Rasulullah SAW yang bahwa:

طلب الحلال فرىضة على كل مسلم

    “Mencari makanan halal itu fardhu diatas tiap orang muslim”

Disamping itu mengkonsumsi makanan halal juga mendapat kelebihan-kelebihan dari Allah SWT, sama halnya seperti mengkunsumsi makanan haram yang membawa kemudharatan kepada jasmani dan rohani. Adapun kelebihan dari mengkonsumsi makanan  halal dan mudharat dari makanan haram menurut penulis dapatkan dari kitab mukhtasar ihyal ulumiddin adalah:

  1. Orang yang mengkonsumsi makanan halal selama empat puluh hari maka Allah akan mencahayakan hatinya dan Allah berikan kepadanya gudang hikmah kedalam qalbunya, dalam satu hadist riwayat yang lain disebutkan akan Allah berikan kezuhudan kepadanya.

من اكل الحلال اربعىن ىوما نور الله قلبه واجري ىنابع الحكمة من قلبه

“Orang yang makan makanan halal dalam empat puluh hari, maka Allah cahayakan hatinya dan memberikan gudang hikmat dalam hatinya”

  1. Doa orang yang menkonsumsi makanan halal di ijabahkan oleh Allah SWT,ini juga terdapat dalam hadist Rasullullah.

ان سعدا سأل رسول الله صلى الله عليه وسلم أن ىسأل الله أن ىجعله مستجاب الدعوة فقال أطب طعمك تستجاب دعوتك

sa’ad menanyakan kepada Rasulullah SAW Supaya Rasulullah meminta kepada Allah SWT agar diterimakan doanya, Rasulullah SAW bersabda : “Perbaguskan makananmu niscaya diterimakan doamu”

Adapun kemudharatan yang ditimbulkan dari makana  haram adalah :

1.Segala malaikat yang berada diatas Baitul maqdis menyeru menyeru tiat-tiap malam kepada kepada orang yang makan haram : “tidak diterimakan bagi kalian amalan yang wajib dan sunat”

2.Orang yang mengkunsumsi makanan haram tidak akan diterimakan shalatnya oleh Allah SWT selama  makan tersebut masih berkekalan padanya.

3.Neraka  terlebih layak bagi pemakan haram.

Ini hanya sebagian kecil yang penulis terjemahkan dari kitab mukhtasar ihya ulumiddin, intinya banyak sekali manfaat  bagi badan dan rohani kita seandainya kita mengkonsumsi makan halal dan mudharat dari makanan haram.

Referensi : Mukhtasar ihya ulumuddin Hal 114

ASAL MUASAL HAIDL DAN 6 SIFAT WANITA YANG TIDAK BAIK DI JADIKAN ISTERI SERTA KEUTAMAAN MENIKAHI GADIS PERAWAN

Sejarah Asal Mula Menstruasi Pada Perempuan

Setiap wanita sudah barang tentu tak asing lagi dengan kata menstruasi tersebut, terutama bagi yang sudah mengalaminya sebagai salah satu batasan awal seorang perempuan mendapat status baligh dalam islam.

Menstruasi adalah peristiwa keluarnya sel telur yang tidak dibuahi bersamaan dengan lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah. Menstruasi diawali dengan matangnya kelenjar indung telur sehingga menghasilkan sel telur. Pada saat itu juga rahim (uterus) dipersiapkan untuk kehamilan, yaitu dengan menebalnya dinding rahim yang di dalamnya banyak mengandung sel darah.

Selanjutnya sel telur yang diproduksi di indung telur (ovarium) keluar menuju saluran telur (tuba fallopi atau oviduk). Dari saluran telur kemudian sel telur menuju rahim.

Jika dalam perjalanan sel telur tidak dibuahi oleh sperma, sel telur akan keluar menuju vagina (liang peranakan) bersamaan dengan luruhnya dinding rahim yang banyak mengandung sel darah secara perlahan-lahan. Kejadian itulah yang disebut dengan menstruasi.

Menstruasi yang dialami oleh setiap wanita berbeda-beda. Ada yang jumlahnya sehari semalam bahkan ada yang sampai 15 hari dan 15 malam, namun kebanyakan perempuan mengalami masa menstruasi dalam masa 6-7 hari, bahkan ada juga perempuan yang tidak mengalami menstruasi sama sekali dalam hidupnya. Terlepas dari perbedaan-perbedaan tersebut, pernahkah kita bertanya tentang asal mula menstruasi itu terjadi pada seorang perempuan.?

Berikut ini penulis akan mengemukakan cuplikan kisah singkat dalam Turats Salaf Al Shalih tentang asal mula menstruasi pada seorang wanita.

Kejadian itu bermula saat Siti Hawa diturunkan oleh Allah ke dunia ini akibat mudah terpengaruh dengan godaan iblis untuk makan buah khuldi yang sudah mendapatkan larangan Allah untuk memakannya saat masih berada dalam Surga. Ketika Iblis sudah berhasil dengan rayuannya, Siti Hawa pun berkehendak untuk meraih buah khuldi tersebut untuk dimakan. Saat buah itu berhasil dipetik, tanpa sengaja getahnya jatuh mengalir ke atas Siti Hawa dan Allah berfirman kala itu, ” Demi Keagungan dan Kemegahan-Ku, darahmu akan mengalir seperti mengalirnya getah pohon khuldi ini”. Sejak kejadian itu, Siti Hawa senantiasa mengalami menstruasi dalam beberapa hari di setiap bulan ketika ia telah diturunkan Allah ke bumi ini, Karena saat di Surga, dia tak pernah mengalami menstruasi sama sekali, sebagai bentuk teguran Allah atas pelanggaran yang dilakukan Siti Hawa.

 

3 Keutamaan Menikahi Gadis Perawan

Menikah termasuk salah satu dari sekian banyak sunnah–sunnah Rasulullah SAW, menikah juga termasuk diantara ibadat yang sejalur dengan hawa nafsu manusia, Pernikahan idealnya merupakan sebuah muara dari sungai cinta/kasih sayang dan paduan komitmen antar dua individu yang berbeda jenis. Dengan demikian, pernikahan dapat diharapkan menjadi tumpuan kebahagiaan bagi pasangan yang menjalaninya. Rasululah SAW menganjurkan bagi seorang mukmin yang berhajat dan mampu untuk  segera menikah, Sebagaimana dalam satu hadist Rasulullah SAW bersabda :

يا معشر الشباب: من استطاع منكم الباءة فليتزوج، فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج. ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء أي قاطع لتوقانه

“Wahai para pemuda, barang siapa diantara kalian yang mampu untuk menikah, menikahlah. Karena menikah dapat menahan pandangan dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa  karena puasa dapat menekan syahwatnya”

Di antara kesunahan menikah adalah lebih mengutamakan gadis yang masih perawan dibandingkan yang sudah menjanda. Hal tersebut disebabkan oleh tiga faktor :

  1. Istri yang perawan akan mencintai dan menyayangi suaminya yang pertama, karena watak seseorang lebih sayang dan rindu kepada cinta pertama. Sedangkan janda, kadang-kadang tidak menyukai sebagian sifat suaminya yang yang berbeda dengan mantan suaminya, sehingga dia akan membeci suaminya.
  2. Istri yang perawan akan lebih sempurna untuk dicintai oleh suami.
  3. Rasa cinta dan kasih sayang istri hanya tercurah untuk sang suami.

Referensi : Hasyiah I’anah attalibin juz 3 halaman 271

 قال البجيرمي: وفي البكارة ثلاث فوائد: إحداها أن تحب الزوج الأول وتألفه، والطباع مجبولة على الأنس بأول مأولف، وأما التي مارست الرجال فربما لا ترضى ببعض الأوصاف التي تخالف ما ألفته فتكره الزوج الثاني.

الفائدة الثانية أن ذلك أكمل في مودته لها.

الثالثة: لا تحن إلا للزوج الأول.

6 Karakter Perempuan yang Tidak Baik Dijadikan Sebagai Istri

Menikah merupakan jalan keluar dua insan untuk merealisasikan rasa cinta yang bergejolakl dalam hatinya, mencari kebahagiaan dan untuk melestarikan keturunan. Setiap orang pastinya menginginkan pasangan hidup yang baik dan ideal, prilakunya, agamis, dan menyenangkan  pastinya.

Imam Al-Ghazali  dalam karangan fenomenalnya kitab Ihya Ulumuddin memberikan beberapa tips agar kita tidak salah dalam memilih perempuan, karena pilihan yang baik tentu akan membawa hasil yang baik pula. Berikut ini beberapa kriteria sosok perempuan yang tidak pantas dijadikan sebagai istri.

  1. Al-Ananah

أما الأنانة فهي التي تكثر الأنين والتشكي وتعصب رأسها كل ساعة

Al-Ananah (suka mengeluh) adalah perempuan yang banyak mengeluh dan mengadu, selalu membalut kepalanya sebagai tanda sakit. Ini dilakukan untuk memberitahu kepada orang-orang bahwa dia merasa terbebani dengan tugasan hariannya  karena malas atau memang sifat bawaan yang dimilikinya. Perempuan seperti ini bawaannya  suka mengeluh walaupun disebabkan perkara kecil. Perempuan tersebut berpura-pura sakit supaya suaminya tidak membebaninya dengan tugas harian. Menikahi perempuan yang sengaja buat-buat sakit tidak ada faedah sama sekali.

  1. Al-Mananah

والمنانة التي تمن على زوجها فتقول فعلت لأجلك كذا وكذا

Al-Mananah yaitu perempuan yang memberikan sesuatu kepada suaminya  tetapi suka mengungkit-ungkit pemberian tersebut. Seringkali saat berbicara dia selalu mengungkitnya, lebih-lebih lagi saat terjadi suatu masalah, dia selalu merasa bahwa pemberian suaminya tidak sebanding dengan apa yang telah diberikannya.

  1. Al-Hananah

والحنانة التي تحن إلى زوج آخر أو ولدها من زوج آخر وهذا أيضا مما يجب اجتنابه

Al-Hananah adalah perempuan yang suka merindui, mengungkit-ungkit dan mengingati bekas suami atau anaknya dari suaminya dulu. (Perempuan seperti ini tidak akan menghargai suaminya walaupun suaminya berusaha memuaskan segala kemauannya)

  1. Al-Haddaqah

والحداقة التي ترمي إلى كل شيء بحدقتها فتشتهيه وتكلف الزوج شراءه

Al-Haddaqah yaitu perempuan yang menginginkan apa saja yang dilihatnya saat berbelanja (boros) sehingga membebankan dan memberatkan suaminya dalam ekonomi.

  1. Al-Baraqah

والبراقة تحتمل معنيين أحدهما أن تكون طول النهار في تصقيل وجهها وتزيينه ليكون لوجهها بريق محصل بالصنع والثاني أن تغضب على الطعام فلا تأكل إلا وحدها

Al-Baraqah mempunyai dua makna. Pertama, suka berhias sepanjang waktu (melampau atau melebihi  batas wajar) supaya wajahnya nampak lebih anggun dan mempersona. Kedua, perempuan yang tidak mau makan dalam keramaian, dan dia tidak akan makan kecuali jika sendirian, dia juga akan menyimpan bagian tertentu untuk dirinya sendiri.

  1. Al-Syaddaqah

والشداقة المتشدقة الكثيرة الكلام ومنه قَوْلَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ تعالى يبغض الثرثارين المتشدقين

Al-Syaddaqah adalah perempuan yang banyak berbicara, melebihi kadar keperluan lebih-lebih berbicara hal yang tidak penting. Suka mengupat siapa saja bahkan suaminya sendiri. Sebagaimana sabda Nabi saw, bahawa Allah murka kepada wanita yang banyak bicara hal yang tidak penting. Wallahua’lam.

Referensi: Ihya Ulumiddin juz 2 hal 61

INILAH SEBAB CINTA DAN KASIH SAYANG IBU LEBIH BESAR DARI AYAH

Mengapa Cinta Ibu Lebih Besar dari Ayah

Ayah dan Bunda, mereka adalah sosok yang sangat luar biasa dalam kehidupan kita. Kita menjadi saksi bahwa perjuangan mereka sangat luar biasa dalam kehidupan ini, cucuran keringat yang keluar, perginya ayah kita dari rumah untuk mencari nafkah. pagi, siang dan malam kadang tak pulang, ternyata semua itu dilakukannya untuk kita. Lalu bagaimana dengan bunda? Tidak pernah dihiraukan rasa sakit yang mendera, apalagi saat dikandungnya. Sembilan bulan kita berada di dalam perutnya, saat-saat yang menegangkan, saat kita dilahirkan, saat yang paling berat dirasakan oleh bunda kita, yang ada dalam pikirannya bagaimana kita selamat menatap dunia ini. Adalah bentuk “renungan” yang tak jarang kita meneteskan airmata bila mengenang betapa besar perjuangan mereka yang tak bertepi. Meskipun perjuangan dan kasih sayang mereka tak ternilai dan sama-sama berjuang demi masa depan anak-anak tercinta, namun tak bisa dipungkiri bahwa dalam pandangan syariat ada beberapa persoalan yang menndahulukan perempuan dalam mengurus anak-anak dibandingkan laki-laki yang terkesan lebih perkasa dibandingkan kaum hawa.

Mengapa cinta dan kasih sayang ibu kepada anaknya lebih besar dibandingkan dengan cinta dan kasih sayang seorang ayah, padahal seorang anak tercipta dari air (sperma) keduanya?

Karena sperma perempuan keluar dari tulang dada yang berdekatan dengan hati sebagai tempat cinta dan kasih sayang pada diri seseorang sedangkan sperma laki-laki keluar dari sulbi yang letaknya jauh dari hati.

Referensi

Hasyiyah Al Bujairimi ‘ala Al Khatib 4 : 82 cet. Darl kutub

فإن قيل: ما الحكمة في أن الأم أشفق على الولد من الأب وهو خلق من مائهما. فالجواب أن ماء الأم من قدامها من بين ترائبها قريبا من القلب الذي هو موضع الشفقة ومحل المحبة والأب يخرج ماؤه من وراء ظهره من الصلب وهو بعيد من القلب الذي هو موضع الشفقة والرحمة

Malaikat Yang Pernah Jatuh Cinta

Harut dan Marut adalah dua malaikat yang diturunkan oleh Allah di negeri Babilonia. Nama keduanya tercantum dalam Al Qur’an pada surat Al Baqarah ayat 102.

Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang siapa sebenarnya kedua malaikat itu. Ada yang berpendapat, bahwa keduanya betul-betul malaikat, dan ada juga yang mengatakan keduanya orang yang saleh seperti malaikat, dan ada juga yang berpendapat bahwa keduanya adalah orang jahat yang berpura-pura saleh seperti malaikat.

Pada mulanya, Harut dan Marut adalah dua malaikat langit yang maksum (terpelihara dari dosa). Ketika keduanya diturunkan ke bumi oleh Allah swt ,maka Allah memberikan segala suatu yang ada pada manusia, yaitu syahwat dan kekuatan. Keduanya menjadi qadhi di dunia. Kisah ini, terjadi pada zaman Nabi Idris a.s. Saat petang, Harut dan Marut naik kelangit dengan membaca Ismul A`Dham.

Suatu ketika, datanglah seorang perempuan yang cantik jelita menjumpai keduanya, dan mengadu pada keduanya. Wanita ini bernama Zahrah. Zahrah berhasil membuat Harut dan Marut terpikat dan jatuh cinta kepadanya. Harut dan Marut pun membujuk Zahrah untuk menikah, namun Zahrah menolaknya, kecuali jika keduanya mau memenuhi syarat yang diberikan oleh Zahrah. Harut dan Marut harus membunuh suami Zahrah, meminum khamar, atau sujud kapada patung. Sangking terpesona dengan kecantikan Zahrah, Harut dan Marut pun melakukan apa yang telah disyaratkan oleh Zahrah.

Setelah itu, keduanya kembali menjumpai Zahrah, namun Zahrah mengingkari janjinya. Dia masih enggan menerima bujukan Harut dan Marut, kecuali bila keduanya memberitahu ismul a`dham, dimana dengan membaca ismul a’dham keduanya bisa naik kelangit. Maka keduanya pun mengajarkan Zahrah ismul a`dham, dan ia pun berhasil naik ke langit. Saat itu, Allah swt mengubah Zahrah menjadi bintang.

Saat Harut dan Marut mengetahui bahwa Zahrah telah naik kelangit, keduanya berencana membaca ismul a`dham, namun sungguh disayangkan, sayap keduanya tidak taat dan tidak mau terbang lagi.

Pergilah keduanya kepada Nabi Idris untuk meminta syafaat bagi keduanya disisi Allah swt. Maka Nabi Idris pun menuruti permintaan keduanya. Allah swt memberikan kepada keduanya berupa pilihan, yaitu diazab di dunia, atau azab di akhirat. Maka keduanya memilih azab di dunia, karna mengetahui bahwa azab dunia tidak selamanya dan memiliki batas waktu. Harut dan Marut berada di Babilonia. Keduanya digantungkan dengan rambut, dipukul dengan tongkat besi hingga hari kiamat. Mata Harut dan Marut berwarna biru, kulit keduanya dihitamkan. Senantiasa keduanya mengajari manusia sihir. Saat keduanya telah bermaksiat dan diazab, maka telah tercabut dari keduanya hai`ah malaikat.

Dari kisah tadi dapat disimpulkan bahwa para malaikat akhirnya sadar bahwa perjuangan manusia dalam melawan hawa nafsu agar tetap taat terhadap apa yang diperintahkan oleh Allah begitu berat.

Bagi kita manusia jangan pernah menyombongkan apa yang tidak pernah menjadi milik kita, karena semua ini adalah milik Allah, dan Allah lah yang patut menyombongkan diri.

Wallahu A`lam

Referensi : Kitab Al Fawaidul Janiyyah Halaman 52.

NIATKANLAH IBADAH DI SAAT MINUM TEH DAN NGOPI

Tentunya kopi dan teh tidak asing lagi di telinga masyarakat khususnya di dunia pesantren dan begitu pula kopi dan teh sering di sajikan di majelis pengajian khususnya di Indonesia bahkan di dalam suatu makalah Habib Ahmad Bin hasan Alattas mengatakan bahwa Said Ahmad bin Ali Bahri Alqadimi beliau bernah berjumpa sama kanjeng nabi Beliau Sayyid mengatakan kepada nabi SAW, ya Rasulullah saya mau mendengarkan hadis langsung sama engkau tanpa perantara maka nabi menjawab saya akan memberikan Engkau tiga hadist salah satunya:

مازال ريح قهوة البن في الإنسان تستغفرله الملائكة

“ malaikat akan senatiasa memohon ampun untuk orang yang selalu beraroma kopi di mulutnya”

Para peneliti mengemukakan bahwa minuman kopi juga berkhasiat dan berenergi disamping itu kopi mempunyai aroma yang menarik juga mempunyai cita rasa tersendiri. Sejarah mencatat bahwa kopi pertama kali di temukan oleh bangsa Etophia yang bertempat di benua Afrika kurang lebih pada tahun 1000 M.

Pertanyaan:

Bagaimanakah niat yang di anjurkan dan menikmati kopi dan teh?

Jawaban:

Disebutkan dalam kitab Anniyat bahwasanya niat minum kopi dan teh ada lima :

  1. Mengikuti perbuatan sebahagian ulama salaf dalam minum kopi dan teh
  2. Sebagai pembangkit dalam menjalani ibadah
  3. Menampakan kesenangan bagi seumpama rumah yang dikunjungi
  4. Mengaplikasi adab dan sunnah minum

الاقتداء ببض السلف الصالح في شربهم له النشاط للعبادة إدخال السرور لصاحب البيت المزار تطبيق الآداب والسنن للشرب

Referensi: kitab Anniyat halaman 136

KEDAHSYATAN BENCANA KETIKA SAKARATUL MAUT ATAU NAZA’

Dalam Kitab

إحياءُ علومِ الدين ٤ ص ٤٤٨ مكتبة دار احياء

فإن دواهي الموت ثلاث. الأول شدة النزع كما ذكرناه

Makna; Bencana-bencana besar dalam mengalami kematian ada tiga : yang pertama adalah dasyatnya pencabutan ruh. Seperti apa yang telah kami sebutkan.

Dalam kitab ihya karya Imam Alghozali diterangkan, ada tiga bencana besar yang akan kita hadapi ketika ajal menjemput.

Yang pertama adalah dasyatnya pencabutan ruh. Bencana-bencana ini blm ditambah bencana yg dibikin sendiri oleh orang-orang seperti sakitnya berpisah dari istri yang masih cantik, harta yang melimpah dll.

Untuk mengetahui pembahasan bencana dasyat yang pertama ini maka kita ke juz 4 halaman 445 dan memakan hampir 4 halaman.

واعلم أن شدة الألم في سكرات الموت لا يعرفها بالحقيقة إلا من ذاقها ومن لم يذقها فإنما يعرفها إلا بالقياس إلى الآلام التي أدركها وإما الاستدلال بأحوال الناس في النزع على شدة ما هم فيه

Makna; Ketahuilah olehmu : Sungguh dasyatnya kesakitan dalam sakarotul maut itu orang tidak bisa mengetahuinya secara nyata kecuali orang yang merasakannya (mengalaminya). Dan orang yang tidak merasakannya, maka dia tidak bisa mengetahuinya kecuali dengan qiyas kepada kesakitan-kesakitan yang dia bisa menyaksikannya. Dan adakalanya mengetahui dengan mengambil petunjuk pada keadaan-keadaan manusia ketika dalam naza’ (pencabutan ruh oleh malaikat) atas dasyatnya apa yang mereka sedang alami.

فأما القياس الذي يشهد له فهو أن كل عضو لا روح فيه فلا يحس بالألم فإذا كان فيه الروح فالمدرك للألم هو الروح فمهما أصاب العضو جرح أو حريق سرى الأثر إلى الروح فيقدر ما يسري إلى الروح يتألم والمؤلم يتفرق على اللحم والدم وسائر الأجزاء فلا يصيب الروح إلا بعض الألم فإن كان في الآلام ما يباشر نفس الروح ولا يلاقي غيره فما أعظم ذلك الألم وما أشده

Makna; Maka adapun qiyas yang bisa disaksikan darinya adalah bahwa sungguh setiap anggota badan yang tidak ada ruh di dalamnya maka tidak akan merasa sakit, Maka ketika ada ruh didalamnya (maka baru bisa merasakan sakit), maka yang merasakan sakit dia adalah RUH. Maka kala anggota tubuh terkena luka ataupun terbakar, maka dampaknya (sakitnya) akan menjalar kepada ruh. Maka seukuran apa yang menjalar kepada ruh, maka ruh mengalami / merasa sakit. Dan yang merasakan sakit terpisah-pisah kepada daging, darah, dan seluruh bagian tubuh. Maka tidaklah mengenai ruh kecuali hanya sebagian kesakitan. Maka jika yang mengalami kesakitan-kesakitan ini adalah yang langsung bersentuhan dengan diri ruh itu sendiri dan tidak mengenai yang lain maka betapa besarnya rasa kesakitan itu, dan betapa dasyatnya.

والنزع عبارة عن مؤلم نزل بنفس الروح فاستغرق جميع أجزائه حتى لم يبق جزء من أجزاء الروح المنتشر في أعماق البدن إلا وقد حل به الألم فلو أصابته شوكة فالألم الذي يجده إنما يجري في جزء من الروح يلاقي ذلك الموضع الذي أصابته الشوكة وإنما يعظم أثر الاحتراق لأن أجزاء النار تغوص في سائر أجزاء البدن فلا يبقى جزء من العضو المحترق ظاهرا وباطنا إلا وتصيبه النار فتحسه الأجزاء الروحانية المنتشرة في سائر أجزاء اللحم

Makna; Naza’ (pencabutan ruh) adalah tetembungan dari sesuatu yang menyakitkan yang turun pada pribadi ruh kemudian menenggelamkan seluruh bagian ruh, sehingga tidak tersisa satu bagianpun dari bagian-bagian ruh yang menjalar menyebar jauh dalam badan kecuali sungguh benar-benar kesakitan menempatinya.

Andai sebuah duri mengenai badan maka kesakitan yang menemuinya sungguh hanya berjalan pada satu bagian ruh yang bagian ruh tersebut terhubung pada tempat yang terkena duri.

Dan sungguh dampak terbakar (jika tubuh terbakar) menjadi besar karena sungguh bagian-bagian api menyelam masuk ke dalam semua bagian-bagian tubuh maka tidak tersisa satu bagianpun dari anggota badan -yang terbakar- baik dzohir dan bathin kecuali api mengenainya, maka bagian-bagian ruhaniyah yang tersebar diseluruh bagian-bagian daging merasakan kesakitan dari pembakaran api ini.

وأما الجراحة فإنما تصيب الموضع الذي مسه الحديد فقط فكان لذلك ألم الجرح دون ألم النار

Makna; Dan adapun terluka bedah (misal terbabat) maka sungguh hanya mengenai tempat yang besi mengenainya saja, maka derita sakit luka karenanya lebih rendah (ringan) dari terbakar api.

فألم النزع يهجم على نفس الروح ويستغرق جميع أجزائه فإنه المنزوع المجذوب من كل عرق من العروق وعصب من الأعصاب وجزء من الأجزاء ومفصل من المفاصل ومن أصل كل شعرة وبشرة من الفرق إلى القدم فلا تسأل عن كربة وألمه حتى قالوا إن الموت لا شد من ضرب بالسيف ونشر بالمناشير وقرض بالمقاريض لأن قطع البدن بالسيف إنما يؤلم لتعلقه بالروح فكيف إذا كان المتناول المباشر نفس الروح

Makna; Maka Sakit pedihnya naza’ (dicabutnya ruh) menyerbu Ruh itu sendiri dan menenggelamkan seluruh bagiannya maka sungguh Ruh dicabut ditarik dari setiap urat dari urat-urat nadi tubuh, Ruh ditarik dicabut dari setiap syaraf dari syaraf-syaraf tubuh dan dari setiap bagian dari bagian-bagian tubuh, dan dari setiap sambungan dari sambungan-sambungan tubuh, dan dari pangkal tiap rambut dan kulit dari belahan rambut sampai telapak kaki. Maka janganlah kamu bertanya tentang penderitaan dan kesakitannya.

Sehingga mereka (ulama) berkata : “Sungguh kematian itu LEBIH DASYAT DARIPADA DIPOTONG DENGAN PEDANG, LEBIH DASYAT DARI PADA DIGOROK-GOROK (dimutilasi) DENGAN BANYAK GERGAJI, lebih dasyat daripada digunting-gunting dengan banyak gunting. Karena sungguh terpotongnya badan oleh pedang itu sungguh hanya menyakiti karena badan (yang terpotong) tertaut dengan ruh, bagaimana ketika yang direnggut yang ditandangi langsung adalah Ruh itu sendiri?

وإنما يستغيث المضروب ويصيح لبقاء قوته في قلبه وفي لسانه وإنما انقطع صوت الميت وصياحه من شدة ألمه لأن الكرب قد بالغ فيه وتصاعد على قلبه وبلغ كل موضع منه فهد كل قوة وضعف كل جارحة فلم يترك له قوة الاستغاثة أما العقل فقد غشيه وشوشه وأما اللسان فقد أبكمه وأما الأطراف فقد ضعفها

Makna; Dan sesungguhnya orang yang ditebas masih mampu meminta tolong dan menjerit itu karena masih bertahan kekuatan di dalam hatinya dan di dalam lisannya. Dan sesungguhnya terputusnya suara orang yang sedang mengalami kematian dan terputus jeritannya (tidak menjerit-jerit berteriak-teriak) itu karena dari dasyatnya dia merakan sakit. Karena sungguh penderitaan benar-benar dia telah sampai puncak dalam penderitaan. Dan terus naik penderitaan itu pada hatinya dan sampai pada setiap tempat darinya. Maka dasyatnya penderitaan naza’ telah memusnahkan segala kekuatan dan melemahkan segala anggota badan, maka tidak tersisa baginya kekuatan untuk meminta tolong. Adapun akal, maka dasyatnya penderitaan naza’ telah benar-benar menghilangkan kesadarannya dan membingungkannya. Dan adapun lisan, maka dasyatnya penderitaan naza’ telah benar-benar membisukannya. Dan adapun anggota-anggota badan, maka dasyatnya penderitaan naza’ telah benar-benar melemahkannya.

ويود لو قدر على الاستراحة بالأنين والصياح والاستغاثة ولكنه لا يقدر على ذلك فإن بقيت فيه قوة سمعت له عند نزع الروح وجذبها خوارا وغرغرة من حلقه وصدره وقد تغير لونه واربد حتى كأنه ظهر منه التراب الذي هو أصل فطرته وقد جذب منه كل عرق على حياله فالألم منتشر في داخله وخارجه حتى ترتفع الحدقتان إلى أعالي أجفانه وتتقلص الشفتان ويتقلص اللسان إلى أصله وترتفع الأنثيان إلى أعالي موضعهما وتخضر أنامله

Makna; Dia (orang yg sedang naza’) ingin andai dia kuasa untuk beristirahat dengan jalan merintih, mengerang dan berteriak menjerit dan meminta tolong, akan tetapi dia tidak kuasa melakukan itu semua. Maka jika masih tersisa kekuatan padanya (orang yang sedang naza’), maka anda mendengar darinya -ketika dicabutnya ruh dan ditariknya ruh- suara lenguhan dan suara berkumur dari tenggorokan (ngorok ditenggorokannya) dan dadanya. Dan benar-benar telah berubah warna (kulit) nya dan berubah warna seperti debu, sehingga seperti sungguh muncul debu darinya. Debu yang adalah asal penciptaanya. Dan telah ditarik darinya semua urat dengan daya kekuatannya. Maka rasa sakitnya menyebar di bagian dalamnya dan luarnya sampai naik ke kedua bola matanya sampai kedua pelupuk atas kedua matanya dan menyusut kedua bibirnya dan lidahnya mengkerut keasalnya. Dan naik kedua testis (prejilan) nya ke bagian atas tempat keduanya. Dan jadi hijau (menghitam) ujung jari-jarinya.

فلا تسل عن بدن يجذب منه كل عرق من عروقه ولو كان المجذوب عرقا واحدا لكان ألمه عظيما فكيف والمجذوب نفس الروح المتألم لا من عرق واحد بل من جميع العروق ثم يموت كل عضو من أعضائه تدريجا فتبرد أولا قدماه ثم ساقاه ثم فخذاه ولكل عضو سكرة بعد سكرة وكربة بعد كربة حتى يبلغ بها إلى الحلقوم فعند ذلك ينقطع نظره عن الدنيا وأهلها ويغلق دونه باب التوبة وتحيط به الحسرة والندامة وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تقبل توبة العبد ما لم يغرغر

Makna; Maka jangan anda bertanya tentang badan yang ditarik dicabut darinya seluruh urat dari urat-urat badan. Dan andaikan yang ditarik dicabut hanya satu urat, maka sungguh rasa sakitnya sangat besar. Maka Bagaimana yang ditarik dicabut adalah ruh itu sendiri, yang menderita rasa sakit bukan hanya satu urat tapi semua/seluruh urat-urat tubuh. Kemudian matilah setiap anggota badan dari anggota-anggota badannya secara bertahap, maka menjadi dingin -pada permulaannya- kedua telapak kakinya kemudian kedua betisnya, kemudian kedua pahanya. Dan pada tiap anggota badan ini mengalami sekarat pati setelah sekarat pati, dan penderitaan setelah penderitaan, sehingga sampai sekarat pati ini ke tenggorokan. Maka ketika itu berlangsung maka terputuslah penglihatannya dari dunia dan ahlinya. Dan ditutup baginya pintu taubat , dan duka cita -kegagalan- dan penyesalan menyelimutinya. Dan telah bersabda Rosululloh saw : “Diterima taubat seorang hamba selagi hamba itu belum berkumur-kumur dalam tenggorokan (ngorok ditenggorokan karena sakarotul maut)”.

Masih melanjutkan dasyatnya dahiyah (bencana besar) yang pertama dalam sakarotul maut yaitu naza’ (dicabutnya ruh).

إحياءُ علومِ الدين ج ٤ ص ٤٤٦ – ٤٤٨ مكتبة دار احياء الكتب العربية

وقال مجاهد في قوله تعالى وليست التوبة للذين يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إني تبت الآن قال إذا عاين الرسل فعند ذلك تبدو له صفحة وجه ملك الموت فلا تسأل عن طعم مرارة الموت وكربه عند ترادف سكراته ولذلك كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يقول اللهم هون على محمد سكرات الموت

Makna; Dan telah berkata Mujahid mengenai firman Alloh Subhanahu Wata’ala QS Annisa 18 :

وَلَيْسَتِ ٱلتَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ حَتَّىٰٓ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ إِنِّى تُبْتُ ٱلْـَٔـٰنَ

Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”.

Mujahid berkata : “Ketika dia (orang yang akan dicabut nyawanya) melihat langsung para utusan (yaitu malaikat maut) maka ketika itu jelaslah baginya luasnya wajah malaikat maut , maka jangan kamu bertanya perihal rasa pahitnya maut dan penderitaannya ketika bertubi-tubi (datang berturut-turut) sekarat pati”. Oleh karena demikian itulah Rosululloh ﷺ berdoa : ” Duhai Alloh mohon ringankanlah sekarat pati pada Muhammad”.

والناس إنما لا يستعيذون منه ولا يستعظمونه لجهلهم به فإن الأشياء قبل وقوعها إنما تدرك بنور النبوة والولاية ولذلك عظم خوف الأنبياء عليهم السلام والأولياء من الموت حتى قال عيسى عليه السلام يا معشر الحواريين ادعوا الله تعالى أن يهون على هذه السكرة يعني الموت فقد خفت الموت مخافة أوقفني خوفي من الموت على الموت

Makna; Dan manusia (awam) sungguh mereka tidak minta perlindungan dari sekarat pati dan mereka tidak menganggap dasyatnya sekarat pati, itu karena mereka bodoh tentang sekarat pati. Karena sungguh sesuatu yang blm terjadi bisa diketahui dengan nur kenabian dan kewalian, oleh karena itu besar kekuatiran para Nabi -‘alaihim assalam- dan kekuatiran para Wali Alloh dari perihal kematian ini. Sampai-sampai Nabi ‘Isa A.S berkata : “Hai ma’syarolhawariyyin (sekumpulan sahabat Nabi ‘isa as) berdoalah kalian pada Alloh ta’ala agar Alloh meringankan atasku sekarat yaitu sekarat pati. Karena benar-benar aku kuatir pada almaut dengan kuatir yang sungguh-sungguh. Kekuatiranku menghentikanku dari kematian ke kematian.

وروى أن نفرا من إسرائيل مروا بمقبرة فقال بعضهم لبعض لو دعوتم الله تعالى أن يخرج لكم من هذه المقبرة ميتا تسألونه فدعوا الله تعالى فإذا هم برجل قد قام وبين عينيه أثر السجود قد خرج من قبر من القبور فقال يا قوم ما أردتم مني لقد ذقت الموت منذ خمسين سنة ما سكنت مرارة الموت من قلبي

Makna: Dan diceritakan bahwa sungguh ada rombongan dari bani israil mereka melewati sebuah pekuburan. Maka berkata sebagian mereka kepada sebagian yang lain : ” Mbok yo kalian berdoa pada Alloh ta’ala agar Alloh mengeluarkan -untuk kalian dari kuburan ini- seorang mayyit agar kalian bisa menanyainya.”

Maka mereka berdoa pada Alloh ta’ala. Tiba-tiba di depan mereka telah berdiri seorang laki-laki dan di antara kedua matanya ada bekas sujud. Laki-laki ini keluar dari kubur dari kubur-kubur dipekuburan itu. Laki-laki yang keluar dari kubur berkata : “Hai kaum apa yang kalian inginkan dari ku? Sungguh benar-benar aku telah merasakan dicabutnya nyawa sejak lima puluh tahun (akan tetapi) tidak hilang rasa pahitnya kematian tersebut dari hatiku”.

وقالت عائشة رضي الله عنها لا أغبط أحد يهون عليه الموت بعد الذي رأيت من شدة مَوْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وروي أنه عليه السلام كان يقول اللهم إنك تأخذ الروح من بين العصب والقصب والأنامل اللهم فأعني على الموت وهونه علي (٣) وعن الحسن أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر الموت وغصته وألمه فقال هو قدر ثلثمائة ضربة بالسيف (٤) وسئل صلى الله عليه وسلم عن الموت وشدته فقال إن أهون الموت بمنزلة حسكة في صوف فهل تخرج الحسكة من الصوف إلا ومعها صوف (٥) ودخل صلى الله عليه وسلم على مريض ثم قال إني أعلم ما يلقى ما منه عرق إلا ويألم للموت على حدته

Makna; Telah berkata ‘Aisyah -semoga Alloh meridhoinya- : ” Saya tidak lagi menginginkan seperti oranglain yang diringankan atas dia pencabutan ruh setelah yang telah saya lihat yaitu dasyatnya kewafatan Rosululloh ﷺ “.

Diriwayatkan sungguh Nabi ﷺ beliau berdoa : ” Duhai Alloh, sungguh Engkau mengambil ruh dari otot-otot kecil / urat syaraf dan ruas-ruas dan dari ujung jari-jari, Duhai Alloh tolonglah saya untuk menghadapi kematian dan mohon ringankanlah kematian atas diri saya”.

Dan dari Hasan Sungguh Rosululloh ﷺ menyebutkan kematian dan kesusahannya dan kesakitannya maka Nabi ﷺ bersabda : “Itu seukuran tiga ratus tebasan dengan pedang”.

Dan Nabi ﷺ telah ditanya dari perihal kematian dan kedasyatannya, maka Nabi ﷺ bersabda : ” Sungguh YANG PALING RINGAN dari kematian itu seperti kayu penuh duri dalam bulu domba (wol), maka tidaklah kayu ini keluar dari bulu kecuali membawa serta bulu domba”.

Nabi ﷺ menjenguk orang sakit kemudian Nabi ﷺ bersabda : “Sungguh saya mengetahui apa yang dia alami. Tidak ada darinya satu uratpun kecuali merasakan sakit karena kematian atas tajamnya kematian”.

وكان علي كرم الله وجهه يحض على القتال ويقول إن لم تقتلوا تموتوا والذي نفسي بيده لألف ضربة بالسيف أهون علي من موت على فراش

Makna; Dan ‘Ali krw Merangsek dimedan peperangan sambil berkata : “Jika kalian tidak membunuh maka kalian terbunuh, dan demi Yang jiwaku di dalam kekuasaannya, sungguh seribu tebasan perang lebih ringan bagiku daripada mati diatas tempat tidur”.

وقال الأوزاعي بلغنا أن الميت يجد ألم الموت ما لم يبعث من قبره وقال شداد بن أوس الموت افظع هول في الدنيا والآخرة على المؤمن وهو أشد من نشر بالمناشير وقرض بالمقاريض وغلى في القدور ولو أن الميت نشر فأخبر أهل الدنيا بالموت ما انتفعوا بعيش ولا لذوا بنوم

Makna; Dan telah berkata Al-Auza’i : ” Telah sampai pada kami bahwa sungguh mayit merasakan derita sakitnya pati selagi belum dibangkitkan dari kuburnya”.

Dan telah berkata Syadad bin Aus : “Dicabutnya ruh adalah kengerian yang paling mengerikan di dunia dan akhirat atas orang mukmin. Itu lebih dasyat dari pada dipotong-potong dengan banyak gergaji dan dicincang dengan banyak gunting dan digodog (dimasak) dalam kendi-kendi”.

Dan andai sungguh ada mayyit yang bangkit kemudian mengabarkan kepada ahli dunya (orang yang masih hidup) tentang pedihnya kematian, maka mereka tidak akan mengambil manfaat dengan kehidupan dan tidak pula mereka merasakan enak tidur.

وعن زيد بن أسلم عن أبيه قال إذا بقي على المؤمن من درجاته شيء لم يبلغها بعمله شدد عليه الموت ليبلغ بسكرات الموت وكربه درجته في الجنة وإذا كان للكافر معروف لم يجز به هون عليه في الموت ليستكمل ثواب معروفه فيصير إلى النار

Makna; Dan dari Zaid bin Aslam dari bapaknya , beliau berkata : “Ketika masih tersisa atas seorang mukmin sedikit dari derajatnya yang dia tidak bisa mencapai dengan amal (sholihnya) maka diperberat atasnya sakitnya kematian agar tercapai derajatnya di surga dengan sebab sakarotul maut dan penderitaannya. Dan ketika ada kebaikan yang dilakukan oleh orang kafir yang belum terbalas maka diringankan atas dia dalam sakitnya kematian agar sempurna balasan kebaikannya (di dunia) maka masuklah dia (kelak) di neraka”.

(Note : Jadi kita tidak boleh buruk sangka, ada kalanya orang alim, banyak ibadah tapi menjelang wafat beliau sakit yang parah atau sangat menderita dalam kematiannya. Itu kemungkinan karena derajatnya tinggi di surga nanti, sedang amalnya belum mencukupi, sehingga dicukupi dengan penderitaan).

وعن بعضهم أنه كان يسأل كثيرا من المرضى كيف تجدون الموت فلما مرض قيل له فأنت كيف تجده فقال كأن السموات مطبقة على الأرض وكأن نفسي يخرج من ثقب إبرة

Makna; Dan dari sebagian ulama, sungguh beliau bertanya pada orang banyak -dari orang-orang yang sedang sakit- bagaimana mereka mengalami kematian. Maka tatkala beliau sakit ditanyakan padanya : ” bagaimana anda mengalaminya?”. Maka beliau menjawab : “Sungguh seakan tujuh langit den krungkebaken ingatase bumi (ditabrakkan dan ditutupkan ke bumi) dan sungguh seakan diri ini keluar dari lubang jarum”.

وقال صلى الله عليه وسلم موت الفجأة راحة للمؤمن وأسف على الفاجر

Makna; Dan telah bersabda Nabi ﷺ mati mendadak adalah kenyamanan/ketentraman bagi orang beriman dan prihatin (kesedihan yang mendalam) bagi orang yang fajir (banyak maksiyat).

وروى عن مكحول عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلم أنه قال لو أن شعرة من شعر الميت وضعت على أهل السموات والأرض لماتوا بإذن الله تعالى لأن في كل شعرة الموت ولا يقع الموت بشيء إلا مات

Makna; Diriwayatkan dari Makhul dari Nabi ﷺ sungguh beliau telah bersabda: ” Andaikan sungguh sehelai rambut dari rambutnya mayyit dijatuhkan diatas penghuni tujuh langit dan bumi maka tentu mereka akan mati dengan idzin Alloh ta’ala , karena sungguh dalam tiap helai rambut ada kematian. Dan tidaklah kematian menimpa sesuatu kecuali sesuatu itu (ikut) mati.

ويروى لو أن قطرة من ألم الموت وضعت على جبال الدنيا كلها لذابت

Makna; Dan diriwayatkan : ” Andai sungguh satu tetes saja dari sakitnya kematian diletakkan di atas seluruh gunung-gunung di dunia, niscaya lelehlah gunung-gunung itu semua”.

وروى إن إبراهيم عليه السلام لما مات قال الله تعالى له كيف وجدت الموت يا خليلي قال كسفود جعل في صوف رطب ثم جذب فقال أما إنا قد هونا عليك

Makna; Dan diriwayatkan Sungguh Nabi Ibrohim a.s manakala telah wafat maka Alloh Subhanahu Wata’ala bertanya padanya : “Bagaimana kamu menemui (mengalami) kematian hai kekasihku?”. Nabi Ibrohim a.s menjawab : ” Bagai besi yang untuk membakar daging (sujen sate) diletakkan pada bulu domba yang basah kemudian ditarik “. Maka Alloh berfirman : ” ingatlah, sungguh Kami telah benar-benar Kami ringankan kematian itu atasmu”.

وروى عن موسى عليه السلام أنه لما صارت روحه إلى الله تعالى قال له ربه يا موسى كيف وجدت الموت قال وجدت نفسي كالعصفور حين يقلى على المقلى لا يموت فيستريح ولا ينجو فيطير. وروى عنه أنه قال وجدت نفسي كشاة حية تسلخ بيد القصاب

Makna; Dan diriwayatkan dari Nabi Musa a.s Sungguh Musa a.s tatkala Ruhnya telah menghadap Alloh Subhanahu Wata’ala maka Alloh Subhanahu Wata’ala bertanya padanya : “Hai musa bagaimana anda mengalami kematian ? “. Musa a.s menjawab : ” Saya menemukan diri saya bagaikan ‘usfur (sejenis burung kutilang) ketika digoreng diatas penggorengan, yang tidak mati (yang andaikan mati) maka bisa beristirahat, dan tidak pula selamat (yang andaikan selamat) maka bisa terbang”.

Dan diriwayatkan dari beliau sungguh beliau (Musa a.s) menjawab : “Saya menemukan diri saya bagaikan kambing yang masih hidup yang dibeset-beset (dikuliti) di tangan para tukang jagal”.

وروي عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كان عنده قدح من ماء عند الموت فجعل يدخل يده في الماء ثم يمسح بها وجهه ويقول اللهم هون علي سكرات الموت وفاطمة رضي الله عنها تقول واكرباه لكربك يا أبتاه وهو يقول لا كرب على أبيك بعد اليوم

Makna; Dan diriwayatkan dari Nabi ﷺ sungguh Nabi ﷺ di sisinya ada bejana terisi air ketika dekat kewafatan, kemudian Nabi ﷺ memasukkan tangannya ke dalam air, kemudian beliau membasuh wajahnya dengan air seraya berdoa : ” Duhai Alloh mohon ringankan sekarat pati atasku.”

Sedang Fathimah r.a berkata : “Duh sedihnya (aku), karena penderitaan Engkau wahai Abahku”. Dan Nabi ﷺ menjawab: ” Tidak akan lagi ada penderitaan atas abahmu ini setelah hari ini”.

وقال عمر رضي الله عنه لكعب الأحبار يا كعب حدثنا عن الموت فقال نعم يا أمير المؤمنين إن الموت كغصن كثير الشوك أدخل في جوف رجل وأخذت كل شوكة بعرق ثم جذبه رجل شديد الجذب فأخذ ما أخذ وأبقى ما أبقى

Makna; Dan telah berkata Umar r.a pada Ka’ab Al-Ahbar : “Ya Ka’ab ceritakan pada kami perihal kematian”. Maka Ka’ab menjawab : ” Iya, ya Amirolmukminin , Sungguh kematian itu seperti cabang / dahan besar yang banyak sekali durinya, yang dimasukkan kedalam bagian dalam tubuh seorang laki laki dan setiap duri mendapatkan satu urat, kemudian seorang laki-laki lain menarik dahan penuh duri ini dengan tarikan yang sangat kuat, maka terambil apa yang terambil, dan tersisa apa yang tersisa (modal madil dedel duel).

وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ العبد ليعالج كرب الموت وسكرات الموت وإن مفاصله ليسلم بعضها على بعض تقول عليك السلام تفارقني وأفارقك إلى يوم القيامة

Makna; Dan bersabda Nabi ﷺ : “Sungguh seorang hamba subgguh akan menghadapi penderitaan-penderitaan kematian dan sakarotulmaut dan sendi-sendinya sungguh sebagiannya akan mengucapkan salam pada sebagian lain dengan ucapannya : “keselamatan semoga atasmu (ucapan selamat tinggal) engkau berpisah dariku dan aku berpisah darimu sampai hari kiyamat”.

فهذه سكرات الموت على أولياء الله وأحبابه فما حالنا ونحن المنهمكون في المعاصي وتتوالى علينا مع سكرات الموت بقية الدواهي فإن دواهي الموت ثلاث

Makna; Maka inilah sakarotulmaut atas para Waliyulloh Subhanahu Wata’ala dan orang-orang yang dicintai oleh Alloh, maka bagaimana dengan kita, sedangkan kita adalah orang-orang yang tekun dalam bermaksiyat dan akan berturut-turut menimpa kita -beserta sakarotulmaut- bencana-bencana besar lainnya dalam kematian. Wallohu a’lam.

In Sya Alloh posting yang akan datang adalah lanjutannya, yaitu Addahiyah Assaniyah (Bencana Besar kedua dalam proses kematian). Sebagai harapan lubuk hati akan syafaat saya sertakan sholawat ini semoga abadi.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَاصَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَآلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

PENJELASAN DAN HUKUM KHITBAH (MELAMAR WANITA)

Hukum khitbah/lamaran adalah sunat, maksudnya disunatkan bagi pihak laki-laki untuk meminang si perempuan sebelum terjadinya akad nikah, dan disunatkan juga untuk membaca khutbah sebelum lamaran dan sebelum ijab nikah. Sebagaimannya khutbah pada umumnya, maka disunatkan untuk dimulai dengan memuji kepada Allah kemudian membaca shalawat dan salam kepada Rasulullah saw, wasiat takwa kepada Allah, dan kemudian mengucapkan

“Saya datang kepada kalian untuk meminang saudara kalian” atau “saya datang kepada kalian untuk meminang anak gadis kalian”, adapun bila diwakilkan pada orang lain untuk meminang, seperti orang tuanya, maka diucapkan “saya datang kepada kalian untuk meminang saudara kalian untuk anak saya, dan lain sebagainya”.

Haram mengkhitbah wanita yang sedang dalam masa iddah, baik iddah talak raj’i (satu atau dua) atau iddah talak bain (tiga), baik iddahnya dengan sebab talak, fasah (membatalkan akad nikah), atau karena meninggal suaminya. Dan boleh menyindir (kata-kata yang tidak menunjuki secara jelas kepada keinginan untuk menikah) wanita yang menjalani masa iddah bukan karena talak raj’i, contohnya seperti mengatakan “kamu cantik”, dan lainnya.

Seseorang yang menalak istrinya dengan talak tiga maka tidak diperbolehkan untuk meminang istri tersebut melainkan sudah menikah dengan dengan orang lain (muhallil), dan sudah lalu iddah dengan muhallil tersebut. Dan diharamkan melamar perempuan yang telah dilamar oleh orang lain karena ada hadis Rasulullah yang diriwayat oleh imam Bukhari dan imam Muslim:

وَلَا يَخْطُبَ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ

Artinya : tidak boleh untuk meminang perempuan yang telah dipinang oleh orang lain melainkan telah ditinggalkan/putus hubungan oleh peminang terdahulu, atau diizinkan untuk dipinang oleh peminang terdahulu.

Referensi :

I’anatut thalibin jilid 3 hal 264

ويسن خطبة بضم الخاء من الولي له أي للنكاح الذي هو العقد بأن تكون قبل إيجابه فلا تندب أخرى من المخاطب قبل قبوله كما صححه في المنهاج بل يستحب تركها خروجا من خلاف من أبطل بها كما صرح به شيخنا وشيخه زكريا رحمهما الله لكن الذي في الروضة وأصلها ندبها.

وتسن خطبة أيضا قبل الخطبة وكذا قبل الإجابة فيبدأ كل بالحمد والثناء على الله تعالى ثم بالصلاة والسلام على رسول الله صلى الله عليه وسلم ثم يوصي بالتقوى ثم يقول في خطبة الخطبة: جئتكم راغبا في كريمتكم أو فتاتكم وإن كان وكيلا: قال: جاءكم موكلي أو جئتكم عنه خاطبا كريمتكم فيخطب الولي أو نائبه كذلك ثم يقول لست بمرغوب عنك.

ويستحب أن يقول قبل العقد أزوجك على ما أمر الله به عز وجل من إمساك بمعروف أو تسريح بإحسان.

فروع يحرم التصريح بخطبة المعتدة من غيره رجعية كانت أو بائنا بطلاق أو فسخ أو موت.

ويجوز التعريض بها في عدة غير رجعية وهو: كأنت جميلة ورب راغب فيك.

ولا يحل خطبة المطلقة منه ثلاثا حتى تتحلل وتنقضي عدة المحلل إن طلق رجعيا وإلا جاز التعريض في عدة المحلل.

ويحرم على عالم بخطبة الغير والإجابة له خطبة على خطبة من جازت خطبته وإن كرهت وقد صرح لفظا بإجابته إلا بإذنه له من غير خوف ولا حياء أو بإعراضه: كأن طال الزمن بعد إجابته ومنه سفره البعيد

Beginilah rincian hukum tentang khitbah ?

  1. Halal meminang perempuan yang belum menikah dan tidak sedang dalam iddah baik secara Tasrih / Ta’ridh.

  1. Haram meminang perempuan yang telah menikah baik secara Tasrih / Ta’ridh.

  1. Haram meminang secara Tasrih perempuan yang sedang iddah ( raj’i,ba in, dan iddah wafat ).

  1. Haram meminang secara Ta’ridh perempuan yang sedang iddah raj’i.

  1. Halal meminang secara Ta’ridh perempuan yang sedang iddah wafat.

  1. Halal meminang secara Ta’ridh perempuan yang sedang iddah ba in.

  1. Haram meminang perempuan yang telah menerima pinangan orang lain kecuali diberi izin oleh lelaki yang telah meminangnya.

  1. Tidak haram meminang pinangan orang lain yang belum diterima pinangannya dan tidak juga ditolak.

  1. Boleh meminang perempuan yang tidak kita ketahui apakah telah dipinang / belum.

  1. Boleh meminang perempuan yang tidak kita ketahui apakah telah dia terima pinangan orang lain sebelumnya / dia tolak.

Referensi :

Kitab Kanzu Al-Raghibin syarh Minhaj Imam Nawawi Jilid 3 Hal 213-214

HAL-HAL MUBAH YANG BISA MENGHILANGKAN SIFAT ADIL DAN KASIH SAYANG IBU JAUH LEBIH BESAR DARIPADA AYAH

Mubah Yang Dapat mengilangkan ‘Adalah

Mubah adalah perbuatan yang boleh dilakukan dan ditinggalkan dalam artian  tidak berdosa dengan melakukan dan meninggalkannya. Namun ada beberapa perbuatan mubah apabila salah dalam melakukannya bisa berefek kepada hilangnya sifat adil dari seseorang dan juga berdosa. Berikut ini adalah beberapa perbuatan mubah yang dapat menghilangkan ‘adalah yang kami kutip dari kitab Hasyiah Al Bajuri ‘ala Ibnu qasim Al-Ghazi:

  1. Mencium istrinya ditempat yang ada manusia
  2. Mencium ‘ammah (budak perempuan) ditempat ada manusia.
  3. Memanjangkan kaki disisi orang yg dihormati.
  4. Memanjangkan kaki disisi orang tua.
  5. Memperbanyak hikayah (cerita) yang dapat menertawakan manusia

Hasyiah Al-Bajuri  Juz 2 Hal 350 Cet Haramain

Berhubungan Intim Dalam Masa Istri Menyusui

 

Deskripsi Masalah:

Hubungan biologis merupakan hal yang lumrah disalurkan oleh setiap insan yang telah melaksanakan berumah tangga, terkadang berhubungan badan ini terdapat larangan dari syara’ yaitu disaat istri sedang menjalani mentruasi. Setelah melahirkan anak kebiasaan istri-istri mengeluarkan ASI untuk meningkatkan daya tahan tubuh sianak saat mengkonsumsinya, ada isu yang berkembang bahwa melakukan hubungan intim saat istri sedang menyusui memberi dampak akan buruknya kualitas ASI.

Pertanyaan:

  1. Bagaimanakah hukum melakukan hubungan intim saat istri sedang menyusui?
  2. Apakah benar isu yang mengatakan bahwa berhubungan intim saat istri sedang menyusui berdampak kepada buruknya kualitas ASI?

Jawaban:

  1. Tidak ada larangan seorang suami melakukan hubungan intim dengan istrinya yang sedang hamil dan menyusui, karena hal tersebut tidak mengganggu kesehatan anak yang sedang menyusui.
  2. Tidak benar, karena nabi pernah melihat bangsa Rum dan Farsi yang hamil sedangkan mereka menyusui anaknya yang kecil, namun hal tersebut tidak memudharatkan anak yang sedang disusuinya

– Mughni Al-Muhtaj Juz 5 Hal 63 Cet, Syirkatul Quds 2012

ويسن أن لا يترك الجماع عند قدومه من سفره ولا يحرم وطء الحامل والمرضع

– Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah Juz 31 Hal 344

حكم الغيلة بالإرضاع أو الوطء

7 – كان العرب يكرهون وطء المرأة المرضع. وإرضاع المرأة الحامل ولدها، ويتقونه لأنهم كانوا يعتقدون أن ذلك يؤدي إلى فساد اللبن، فيصبح داء، فيفسد به جسم الصبي ويضعف، ولو كان هذا حقا لنهى عنه الرسول صلى الله عليه وسلم. قال صلى الله عليه وسلم: لقد هممت أن أنهى عن الغيلة، فنظرت في الروم وفارس، فإذا هم يغيلون أولادهم. فلا يضر أولادهم ذلك شيئا (2)

Mengapa Cinta Ibu Lebih Besar dari Ayah

Ayah dan Bunda, mereka adalah sosok yang sangat luar biasa dalam kehidupan kita. Kita menjadi saksi bahwa perjuangan mereka sangat luar biasa dalam kehidupan ini, cucuran keringat yang keluar, perginya ayah kita dari rumah untuk mencari nafkah. pagi, siang dan malam kadang tak pulang, ternyata semua itu dilakukannya untuk kita. Lalu bagaimana dengan bunda? Tidak pernah dihiraukan rasa sakit yang mendera, apalagi saat dikandungnya. Sembilan bulan kita berada di dalam perutnya, saat-saat yang menegangkan, saat kita dilahirkan, saat yang paling berat dirasakan oleh bunda kita, yang ada dalam pikirannya bagaimana kita selamat menatap dunia ini. Adalah bentuk “renungan” yang tak jarang kita meneteskan airmata bila mengenang betapa besar perjuangan mereka yang tak bertepi. Meskipun perjuangan dan kasih sayang mereka tak ternilai dan sama-sama berjuang demi masa depan anak-anak tercinta, namun tak bisa dipungkiri bahwa dalam pandangan syariat ada beberapa persoalan yang menndahulukan perempuan dalam mengurus anak-anak dibandingkan laki-laki yang terkesan lebih perkasa dibandingkan kaum hawa.

Pertanyaan

Mengapa cinta dan kasih sayang ibu kepada anaknya lebih besar dibandingkan dengan cinta dan kasih sayang seorang ayah, padahal seorang anak tercipta dari air (sperma) keduanya?

Jawab

Karena sperma perempuan keluar dari tulang dada yang berdekatan dengan hati sebagai tempat cinta dan kasih sayang pada diri seseorang sedangkan sperma laki-laki keluar dari sulbi yang letaknya jauh dari hati.

Referensi

Hasyiyah Al Bujairimi ‘ala Al Khatib 4 : 82 cet. Darl kutub

فإن قيل: ما الحكمة في أن الأم أشفق على الولد من الأب وهو خلق من مائهما. فالجواب أن ماء الأم من قدامها من بين ترائبها قريبا من القلب الذي هو موضع الشفقة ومحل المحبة والأب يخرج ماؤه من وراء ظهره من الصلب وهو بعيد من القلب الذي هو موضع الشفقة والرحمة

MAKSIAT DAN TIDUR SHUBUH PENGHAMBAT REZEKI SERTA MASALAH BERSIN

Maksiat Dan Tidur Subuh Penyebab Fakir

Sungguh dosa yang dikerjakan adalah penyebab tertegah rezeki, lebih-lebih dosa yang dikerjakan adalah berbohong. Berbohong sangat berdampak besar bagi seseorang menjadi fakir.

Secara umum, dosa berefek kepada terhambatnya rezeki. Khusus pada berbohong tidak berefek pada terhambatnya rezeki saja, bahkan sampai bisa membuat seseorang jatuh miskin. Hal ini terbukti, dengan seseorang yang menipu orang lain di seluruh kehidupannya akhirnya ia akan terjatuh.

Orang yang bermodal bohong dalam mencari uang tidak lama kemudian ia akan jatuh miskin dan tidak memiliki apapun lagi. Khusus pada berbohong dapat berefek miskin ini ada hadist yang khusus.

Begitu juga tidur subuh dapat menghambat rezeki. Karena itu harus bangun di waktu subuh, walaupun dalam keadaan capek sekali.

Ini harus benar-benar dijaga. Apa lagi bagi seorang penuntut ilmu. Sedang belajar jangan sampai banyak penghambat rezeki. Jangan sampai seorang pelajar yang masih dalam perjalanan menuntut ilmu agama mesti menjadi buruh pada orang lain.

Banyak tidur juga dapat memberi dampak buruk seseorang menjadi miskin. Malam tidur, siang juga tidur, itu perbuatan yang tidak baik. Banyak tidur juga dapat menjadi penyebab miskinnya ilmu. Artinya, dua efek buruk sekaligus didapatkan sebab banyak tidur.

Berkatalah orang yang berkata “Kesenangan manusia itu pada memakai pakaian, dan mengumpulkan ilmu dengan kurang tidur.”

Nilai Positif Bersin bagi Tubuh

Deskripsi Masalah:

Bersin adalah cara tubuh menyingkirkan iritan pada hidung seperti debu. Pilek dan alergi sering kali membuat kita bersin.Terkadang terlintas dalam pikiran, bersin tidak berdampak sehat bagi tubuh sehingga akrab kali terdengar ucapan suruhan minum obat bagi yang bersin, bahkan terkadang ada sebagian kita yang menganggap bersin itu hal yang memalukan.

Pertanyaan:

  1. Benarkah bersin tidak berdampak positif bagi tubuh?
  2. Jika itu tidak menyehatkan tubuh, lantas kenapa disaat bersin dianjurkan menyucapkan Alhamdulillah?

Jawaban:

  1. Tidak benar, karena dari bersin itu terdapat nilai positif yang terpuji dalam agama yaitu meringankan badan dimana dengan ini seseorang akan gemar dalam berbeuat taat dan melemahkan syahwat (keinginan).

  1. Karena dampak dari bersin hal terpuji, berkata para Ulama “inilah hikmat dari disunnahkan bersyukur dengan mengucapkan Alhamdulillah saat bersin”

– Ianatuttalibin Juz 4 Hal 192 Cet, Haramain

قوله: فإنه) أي التشميت سنة، لما رواه أبو هريرة رضي الله عنه عن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال: إن الله يحب العطاس ويكره التثاؤب، فإذا عطس أحدكم وحمد الله تعالى، كان حقا على كل مسلم سمعه أن يقول له يرحمك الله، وأما التثاؤب فإنما هو من الشيطان، فإذا

تثاءب أحدكم فليرده ما استطاع، فإن أحدكم إذا تثاءب ضحك منه الشيطان.

قال العلماء: والحكمة في ذلك أن العطاس سببه محمود، وهو خفة الجسم التي تكون لقلة الاخلاط وتخفيف الغذاء، وهو أمر مندوب إليه، لانه يضعف الشهوة ويسهل الطاعة، والتثاؤب بضد ذلك.