HATI-HATI DENGAN LISANMU WAI KAUM IBU…. JAGALAH LISAN ITU

كنت في يوم من الايام انظف بيتي وجاء ابني وهو طفل واسقط تحفة من الزجاح فانكسرت

Suatu hari, saya sedang membersihkan rumah. Tiba-tiba anak lelaki saya datang, ia masih kecil waktu itu, ia menjatuhkan satu hiasan yang terbuat dari kaca, dan pecah.

فغضبت عليه اشد الغضب لانها غالية جداً واهدتني اياها امي فأحبها ، واحب ان احافظ عليها …

Saya benar-benar marah ketika itu. Karena hiasan itu amat mahal harganya. Ibu saya telah menghadiahkannya dan saya amat menyukainya, maka saya menjaganya dengan amat baik…

ومن شدة الغضب دعوت عليه قلت :

( عسى ربي يطيح عليك جدار يكسر عظامك )

Karena terlalu marah, saya melontarkan kata-kata: “semoga kamu tertimpa dinding bangunan dan tulang-belulangmu hancur!”

مرت السنين ونسيت تلك الدعوة ولم اهتم لها ولم اعلم انها قد ارتفعت الى السماء …

Beberapa tahun berlalu, saya lupa akan doa itu, saya pun tak menganggapnya penting, dan saya tidak tau bahwa ternyata doa itu telah naik ke atas langit…

كبر ابني مع اخوانه واخواته ..

وكان هو احب ابنائي الى قلبي ؛

اخاف عليه من نسمة الهواء …

ويبر فيَّ اكثر من اخوانه واخواته …

درس وتخرج وتوظف واصبحت ابحث له عن زوجة

Anak lelakiku itu dan saudara-saudarinya yang lain semakin besar. Rasanya, dialah yang paling saya cintai dari anak2ku yang lain. Dialah yang paling saya khawatirkan. Ia pula yang paling berbakti kepadaku dibandingkan saudara/i nya yang lain. Dia telah tamat belajar, bekerja, dan sudah waktunya untuk saya mencarikannya pasangan…

. . .

وكان عند والده عمارة قديمة ويريدون هدمها وبناءها من جديد

Ayahnya memiliki sebuah gedung tua yang hendak direnovasi.

.

ذهب ابني مع والده للعمارة وكان العمال يستعدون للهدم

Maka pergilah anakku bersama ayahnya ke gedung itu. Para pekerja sudah siap-siap untuk merenovasinya..

وفي منتصف عملهم ذهب ابني بعيداً عن والده ولم ينتبه له العامل فسقط الجدار عليه ..

Ditengah-tengah aktivitas mereka, anakku pergi agak jauh dari ayahnya, para pekerja tidak mengetahui bahwa ada ia disana, bangunan yang sengaja dirobohkan untuk direnovasi itu jatuh menimpanya…

وصرخ ابني … ثم اختفى صوته …

توقف العمال ، واصبح الجميع في قلق وخوف …

Anakku berteriak hingga suaranya tak terdengar lagi. Semua pekerja berhenti. Mereka ketakutan! Mereka khawatir!

ازالوا الجدار عنه بصعووووبة وحضر الاسعاف

ولم يستطيعوا حمله لانه اصبح كالزجاح اذا سقط وتكسر …

Mereka menyingkirkan dinding yang menghimpit anakku itu dengan susah payah dan segera memanggil ambulans. Mereka tidak bisa mengangkat badan anakku. Ia remuk. Seperti kaca yang jatuh, pecah berkeping-keping…

حملوه بصعوبة ونقلوه للعناية …

وعندما اتصل والده ليخبرني

كأن الله اعاد امام عيني تلك الساعة التي دعوت فيها على ابني وهو طفل … وتذكرت تلك الدعوة …

Mereka membawanya dengan amat sulit dan segera memindahkannya untuk pertolongan lebih lanjut.. . Ketika ayahnya menghubungi saya untuk mengabarkan hal itu, seakan Allah menghadirkan kembali apa yang telah saya doakan untuknya dahulu ketika ia kecil…

بكيت حتى فقدت وعيي ..

واستيقظت في المستشفى … وطلبت رؤية ابني …

Saya menangis hingga jatuh pingsan. Ketika sadar, saya berada di rumah sakit.. Dan saya meminta untuk melihat anak saya…

رأيته ، وليتني لم اره في تلك الحالة ..!

رأيته وكأن الله يقول :

هذه دعوتك … استجبتها لك بعد سنين طويلة ؛لأن دعوة الوالدين مستجابة … والان سأخذه من الدنيا

Ketika melihatnya, ah! Andaikan aku tidak melihatnya dalam keadaan seperti itu … Saya melihatnya, seakan-akan Allah berkata “nih, ini doamu kan? Sudah saya kabulkan setelah sekian lama; doa orang tua itu mustajab, dan sekarang Aku akan mengambilnya…”

وفي تلك اللحظات توقف جهاز القلب …

Ketika itu, jantung saya seakan berhenti berdetak…

ولفظ ابني انفاسه الاخيرة ..

Anak saya menghembuskan nafas terakhirnya…

صرخت وبكيت وانا اقول :

Sembari berteriak dan menangis saya berkata:

ليته يعود للحياة .. ويكسر تحف البيت جميعها …

Andaikan ia hidup lagi! Tidak mengapa jika dia hancurkan semua perabot rumah…

ولا افقده ..

Asalkan saya tidak kehilangan ia…

ليت لساني انقطع ولا دعوت عليه تلك الدعوة ..!

Andaikan saja lidah saya ini terpotong dan tidak mendoakannya seperti itu!

ليت وليت وليت ولكن ………. لي

TETAPI ITU TIDAK MUNGKIN BAGIKU….

PENJELASAN HUKUM ZIARAH KUBUR MENJELANG BULAN RAMADHAN

Diantara tradisi menjelang bulan Ramadhan (akhir Sya’ban) adalah ziarah kubur. Sebagian mengistilahkan tradisi ini sebagaiarwahan, nyekar (sekitar Jawa Tengah),kosar (sekitar JawaTimur), munggahan(sekitar tatar Sunda) dan lain sebagainya. Bagi sebagian orang, hal ini menjadi semacam kewajiban yang bila ditinggalkan serasa ada yang kurang dalam melangkahkan kaki menyongsong puasa Ramadhan.

Memang, pada masa awal-awal Islam, Rasulullah saw memang pernah melarang umat Islam berziarah ke kuburan, mengingat kondisi keimanan mereka pada saat itu yang masih lemah. Serta kondisi sosiologis masyarakat arab masa itu yang pola pikirnya masih didominasi dengan kemusyrikan dan kepercayaan kepada para dewa dan sesembahan. Rasulullah saw mengkhawatirkan terjadinya kesalah pahaman ketika mereka mengunjungi kubur baik dalam berperilaku maupun dalam berdo’a.

Akan tetapi bersama berjalannya waktu, alasan ini semakin tidak kontekstual dan Rasulullahpun memperbolehkan berziarah kubur. Demikian keterangan Rasulullah saw dalam Sunan Turmudzi no 973

حديث بريدة قال : قال رسول الله صلى الله علية وسلم :”قد كنت نهيتكم عن زيارة القبور فقد أذن لمحمد في زيارة قبر أمه فزورها فإنها تذكر الآخرة”رواة الترمذي (3/370

Hadits dari Buraidah ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda “Saya pernah melarang berziarah kubur. Tapi sekarang Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang berziarahlah..! karena hal itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat. 

Demikianlah sebenarnya hukum dasar dibolehkannya ziarah kubur dengan illat (alasan) ‘tazdkiratul akhirah’ yaitu mengingatkan kita kepada akhirat. Oleh karena itu dibenarkan berziarah ke makam orang tua dan juga ke makam orang shalih dan para wali. Selama ziarah itu dapat mengingatkan kita kepada akhirat. Begitu pula ziarah ke makam para wali dan orang shaleh merupakan sebuah kebaikan yang dianjurkan, sebagaimana pendapat Ibnu Hajar al-Haytami dalam kitab ‘al-fatawa al-fiqhiyah al-kubra’. Inilah yang menjadi dasar para ustadz dan para jama’ah mementingkan diri berziarah ke maqam para wali ketika usai penutupan ‘tawaqqufan’kegiatan majlis ta’lim.

وسئل رضي الله عنه عن زيارة قبور الأولياء فى زمن معين مع الرحلة اليها هل يجوز مع أنه يجتمع عند تلك القبور مفاسد كاختلاط النساء بالرجال وإسراج السرج الكثيرة وغير ذلك فأجاب بقوله زيارة قبور الأولياء قربة مستحبة وكذا الرحلة اليها.

Beliau ditanya tentang berziarah ke makam para wali pada waktu tertentu dengn melakukan perjalanan khusus ke makam mereka. Beliau menjawab, berziarah ke makam para wali adalah ibadah yang disunnahkan. Demikian pula perjalanan ke makam mereka.

Adapun mengenai hikmah ziarah kubur Syaikh Nawawi al-Bantani telah menuliskannya dalamNihayatuz Zain demikian keterangannya “disunnahkan untuk berziarah kubur, barang siapa yang menziarahi makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari jum’at, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan dia dicatat sebagai anak yang taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya”…

Demikianlah hikmah di balik ziarah kubur, betapa hal itu menjadi kesempatan bagi siapa saja yang merasa kurang dalam pengabdian kepada orang tua semasa hidupnya. Bahkan dalam keteragan seanjutnya masih dalam kitab Nihayatuz Zain diterangkan “barang siapa menziarahi kubur kedua orang tuanya setiap hari jum’at pahalanya seperti ibadah haji”

Apa yang dikatakan Syaikh Nawawi dalam Nihayuatuz Zain juga terdapat dalam beberapa kitab lain, bahkan lengkap dengan urutan perawinya. Seperti yang terdapat dalam al-Mu’jam al-Kabir lit Tabhrani juz 19.

حدثنا محمد بن أحمد أبو النعمان بن شبل البصري, حدثنا أبى, حدثنا عم أبى محمد بن النعمان عن يحي بن العلاء البجلي عن عبد الكريم أبى أمية عن مجاهد عن أبى هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم “من زار قبر أبويه أو احدهما فى كل جمعة غفر له وكتب برا 

Rasulullah saw bersabda “barang siapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari jum’at maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan dia dicatat sebagai anak yang ta’at dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Adapun mengenai pahala haji yang disediakan oleh Allah swt kepada mereka yang menziarahi kubur orang tuanya terdapat dalam kitab Al-maudhu’at berdasar pada hadits Ibn Umar ra.

أنبأنا إسماعيل بن أحمد أنبأنا حمزة أنبأنا أبو أحمد بن عدى حدثنا أحمد بن حفص السعدى حدثنا إبراهيم بن موسى حدثنا خاقان السعدى حدثنا أبو مقاتل السمرقندى عن عبيد الله عن نافع عن ابن عمر قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” من زار قبر أبيه أو أمه أو عمته أو خالته أو أحد من قراباته كانت له حجة مبرورة, ومن كان زائرا لهم حتى يموت زارت الملائكة قبره

Rasulullah saw bersabda “Barang siapa berziarah ke makam bapak atau ibunya, paman atau bibinya, atau berziarah ke salah satu makam keluarganya, maka pahalanya adalah sebesar haji mabrur. Dan barang siapa yang istiqamah berziarah kubur sampai datang ajalnya maka para malaikat akan selalu menziarahi kuburannya”

Akan tetapi tidak demikian hukum ziarah kubur bagi seorang muslimah. Mengingat lemahnya perasaan kaum hawa, maka menziarahi kubur keluarga hukumnya adalah makruh. Karena kelemahan itu akan mempermudah perempuan resah, gelisah, susah hingga menangis di kuburan. Itulah yang dikhawatirkan dan dilarang dalam Islam. Seperti yang termaktub dalam kitabI’anatut Thalibin. Sedangkan ziarah seorang muslimah ke makam Rasulullah, para wali dan orang-orang shaleh adalah sunnah.

(قوله فتكره) أي الزيارة لأنها مظنة لطلب بكائهن ورفع أصواتهن لما فيهن من رقة القلب وكثرة الجزع

Dimakruhkan bagi wanita berziarah kubur karena hal tersebut cenderung membantu pada kondisi yang melemahkan hati dan jiwa.

 

Dalam kitab tarikh baghdad halaman 445 jilid 1, Pengarang nya adalah imam abu bakar ahmad bin ali bin tsabit al bagdad, beliau dikenal dengan khatib bagdad, seorang hafizh, bahkan kata ulama bagdad, tidak ada lagi yang lebih hafizh di negeri bagdad setelah wafat imam daruqutni selain khatib bagdad, Ini riwayat nya :

أخبرني أبو إسحاق إبراهيم بن عمر البرمكي قال حدثنا أبو الفضل عبيد الله بن عبد الرحمن بن محمد الزهري قال سمعت أبي يقول : قبر معروف الكرخي مجرب لقضاء الحوائج ويقال : إنه من قرأ عنده مائة مرة قل هو الله أحد وسأل الله ما يريد قضى الله له حاجته

Khatib baghdad telah mengatakan riwayat ini shohih,Setelah ku teliti ternyata memang shohih, Simak penjelasan keshohihan riwayat ini yang akan aku bahas Rawi 1 :

أبو إسحاق إبراهيم بن عمر البرمكي

Abu ishaq ibrahim bin umar albarmaki ,Dalam siyar a’lam nubala imam zahabi mengatakan, beliau ini adalah seorang imam, mufti, musnid dunia, ahli faraidh, zuhud, sholeh, dengan smua sifat di atas, maka dapat disimpulkan semua riwayat beliau dapat dpercaya 1 juta persen

Rawi 2 :

أبو الفضل عبيد الله بن عبد الرحمن بن محمد الزهري

Abul fadhl, ubaidullah bin abdurrahman bin muhammad azzuhri, Imam hadist daruqutni mengatakan bahwa beliau adalah seorang tsiqoh, dipercaya, dan banyak punya karangan, Dalam siyar a’lam nubala imam zahabi mengatakan beliau seorang tsiqoh, musnid, ahli ibadah, Beliau adalah cucu abdurrahman bin auf. Jadi dari keterangan di atas, riwayat dari beliau dapat dpercaya 1 juta persen,

Rawi 3 :

عبد الرحمن بن محمد بن عبيد الله بن سعد بن إبراهيم بن سعد بن إبراهيم بن عبد الرحمن بن عوف الصحابي

Ayah beliau yaitu abdurrahman bin muhammad, Imam khatib bagdad mengatakan beliau tsiqoh dalam riwayat hadist, Dan riwayat beliau dapat diterima juga 1 juta persen,

أخبرني أبو إسحاق إبراهيم بن عمر البرمكي

Imam khatib bagdad mengatakan telah mengkhabarkan kepada kami seorang yang sholeh abu ishaq ibrahim bin umar albarmaki

قال حدثنا أبو الفضل عبيد الله بن عبد الرحمن بن محمد الزهري

Abu ishaq mengatakan telah mengkhabarkan kepada kami abulfadhli ubaidullah bin abdurrahman bin muhammad azzuhri

قال سمعت أبي

Beliau mengatakan aku mendengar ayahku abdurrahman bin muhammad azzuhri

يقول : قبر معروف الكرخي مجرب لقضاء الحوائج

Beliau selalu (fi’il mudhari lil istimror) mengatakan : bermula kuburan wali besar ma’ruf al karkhi, sangat mujarrab untuk menunaikan segala hajat

ويقال : إنه من قرأ عنده مائة مرة قل هو الله أحد وسأل الله ما يريد قضى الله له حاجته

Dan dikatakan orang : sesungguhnya (hal wasyan) siapapun yang membaca (fi’il syarat) di sisi kuburan ma’ruf alkarkhi surah al ikhlas 100 x, beserta (waw ma’iyyah) ia meminta kepada Allah apa saja yang ia hendaki, (jawab syarat ) maka PASTI ALLAH QABULKAN HAJAT nya,

Dari sini dalil disuruhnya kita menziarahi kuburan para wali jika ada hajat dunia atau akhirat,

Kemudian dalam riwayat di atas, nama ma’ruf alkarkhi tidak menjadi qaid, dan tidak terhenti fahaman cuma sampai pada beliau saja, tapi menziarahi kubur semua para wali-wali Allah dan minta berkah dan hajat dikuburan itu sama saja, akan diqabulkan Allah juga hajatnya,

Adapun hadist shohih yang diriwayatkan oleh imam bukhari

حدثنا عبد الله بن مسلمة عن مالك عن ابن شهاب عن سعيد بن مسيب عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : قاتل الله اليهود اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد

Rasul bersabda : mudah-mudahan Allah membunuh, melaknat qaum yahudi, yang mereka menjadikan quburan para nabi mereka itu TEMPAT TEMPAT SUJUD, MASAJID itu jamak dari isim makan MASJID, MASJIDUN MASJIDAANI MASAAJIDU.

Adapun jika kita tidak menjadikan kuburan itu tempat sujud atau arah sujud, atau sujud dengan tidak ada niat menujukan ke kuburan itu,maka lepaslah dari laknat Allah seperti Allah melaknat yahudi di atas. Kuburan para wali dan para nabi adalah sumber berkah, kita disuruh sekedar ziarah, dan ngambil berkah di sana.

BOLEHKAH MEMBACA AL-QUR’AN DI KUBURAN?

Membaca Al-Quran di kuburan (pemakaman) merupakan salah satu SUNNAH yang biasa dilakukan oleh umat Islam. Dalam HADITS HASAN SAHIH Rasulullah SAW bersabda,:

“Jika salah seorang di antara kalian ada yang meninggal, maka jangan tunda-tunda pemakamannya, akan tetapi segera hantarkan ia ke kubur. Dan hendaknya di makamnya, di dekat kepalanya DIBACAKAN FATIHATUL KITAB ( Surat Al-Fatihah) dan di dekat kakinya DIBACAKAN PENUTUP SURAT AL-BAQARAH.” (Hadits Hasan Sahih Riwayat Thabrani dan Baihaqi)

 

HUKUM MEMBERI DAN MENGUSAPKAN MINYAK WANGI PADA NISAN KUBURAN

Hukumnya boleh, disamakan dengan air mawar yang wangi sebagaimana jawaban dari kang Imam Tontowi :
Hasyiyah Al-Jamal ‘Alal Minhaj II / 38
ـ (قَوْلُهُ وَيُكْرَهُ رَشُّهُ بِمَاءِ الْوَرْدِ) أَيْ ; لِأَنَّهُ إضَاعَةُ مَالٍ وَإِنَّمَا لَمْ يَحْرُم ; لِأَنَّهُ يُفْعَلُ لِغَرَضٍ صَحِيحٍ مِنْ إكْرَام الْمَيِّت وَإِقْبَالِ الزُّوَّارِ عَلَيْهِ لِطِيبِ رِيحِ الْبُقْعَةِ بِهِ فَسَقَطَ قَوْلُ الْإِسْنَوِيِّ, وَلَوْ قِيلَ بِتَحْرِيمِهِ لَمْ يَبْعُدْ وَيُؤَيِّدُ مَا ذَكَرَهُ قَوْلُ السُّبْكِيّ لَا بَأْسَ بِالْيَسِيرِ مِنْهُ إذَا قُصِدَ حُضُورُ الْمَلَائِكَةِ ; لِأَنَّهَا تُحِبُّ الرَّائِحَةَ الطَّيِّبَةَ ا هـ. شَرْحُ م ر (قَوْلُهُ وَوَضْعُ حَصًى) أَيْ صِغَارٍ ا هـ. شَرْحُ م ر (قَوْلُهُ وَنَحْوُهُمَا) أَيْ مِنْ الْأَشْيَاءِ الرَّطْبَةِ فَيَدْخُلُ فِيهِ الْبِرْسِيمُ وَنَحْوُهُ مِنْ جَمِيعِ النَّبَاتَاتِ الرَّطْبَةِ ا هـ. عِ ش عَلَى م ر
(Keterangan ucapan “dimakruhkan memercikinya dengan air mawar”) maksudnya karena hal itu termasuk menyia-nyiakan harta. Adapun alasan kenapa tidak haram, karena hal itu dikerjakan sebab tujuan yang bisa dibenarkan (shahih) seperti memuliakan mayyit, dan mengarahkan para peziarah (datang) ke situ sebab wanginya bau bidang tanah tersebut, sehingga gugurlah pendapat imam Asnawi. Andai dikatakan harampun itu tidak jauh berbeda. Namun pendapat imam Subki menguatkan tidak mengapa (hukumnya boleh) jika sedikit dan bertujuan agar para malaikat hadir, karena mereka suka bau wewangian.

Dari keterangan panjang ini, maka tradisi berziarah kubur tetaplah perlu dilestarikan karena tidak bertentangan dengan syari’ah Islam. Bahkan malah dapat mengingatkan akan kehidupan di akhirat nanti. Apalagi jika dilakukan di akhir bulan Sya’ban. Hal ini merupakan modal yang sangat bagus untuk mempersiapkan diri menyongsong bulan Ramadhan.

PENJELASAN LENGKAP NIAT, DO’A DAN ETIKA DALAM BINGKAI PERNIKAHAN

TUJUAN UTAMA PERNIKAHAN

Tujuan terpenting dari sebuah pernikahan adalah at-ta’abbud (beribadah), attaqarrub

(mendekatkan diri), mengikuti sunnah Nabi saw, dan mengusahakan anak dan

keturunan.

NIAT NIKAH

Niat diucapkan dengan lisan dan dimantapkan dalam hati sebelum atau saat

dimulainya prosesi akad-nikah. Berikut adalah niat lengkap yang dicontohkan ulama salaf

dalam kitab kuning saat seseorang akan melaksanakan pernikahan.

نَوَيْتُ بِهَذَا التَّزْوِيْجِ مَحَبَّةَ اللهِ عزّ وجلّ وَالسَّعْيَ فيِ تَحْصِيْلِ الْوَلَدِ لِبَقَاءِ جِنْسِ الإنْسَانِ وَمَحَبَّةَ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلم فيِ تَحْصِيْلِ مَنْ بِهِ مُبَاهَاتُهُ وَالتَّبَرُّكَ بِدُعَاءِ الْوَلَدِ الصَّالِحِ بَعْدِيْ وَطَلَبَ الشَّفَاعَةِ بِمَوْتِهِ صَغِيْرًا إذَا مَاتَ قَبْلِي وَالتَّحَصُّنَ مِنَ الشَّيْطَانِ وَكَسْرَ التَّوْقَانِ وَدَفْعَ غَوَائِلِ الشَّرِّ وَغَضَّ الْبَصَرِ وَقِلَّةَ الْوَسْوَاسِ وَحِفْظَ الْفَرْجِ مِنَ الْفَوَاحِشِ وَتَرْوِيْحَ النَّفْسِ وَإِيْنَاسَهَا بِالْمُجاَلَسَةِ وَالنَّظَرِ وَالْمُلاَعَبَةِ وَإرَاحَةً لِلْقَلْبِ وَتَقْوِيَةً لَهُ عَلَى الْعِبَادَةِ وَتَفْرِيْغَ الْقَلْبِ عَنْ تَدْبِيْرِ الْمَنْزِلِ وَالتَّكَفُّلَ بِشُغْلِ الطَّبْخِ وَالْكَنْسِ وَالْفَرْشِ وَتَنْظِيْفِ الأَوَانِي وَتَهْيِئَةِ أسْبَابِ الْمَعِيْشَةِ وَمُجَاهَدَةَ النَّفْسِ وَرِيَاضَتَهَا بِالرِّيَاسَةِ وَالْوِلاَيَةِ وَالْقِيَامَ بِحُقُوْقِ الأَهْلِ وَالصَّبْرَ عَلَى أَخْلاَقِهِنَّ وَاحْتِمَالَ الأَذَى مَنْهُنَّ وَالسَّعْيَ فِي إصْلاَحِنَّ وَإرْشَادِهِنَّ إلَى طَرِيْقِ الْخَيْرِ وَالإجْتِهَادَ فِي طَلَبِ الْحَلالِ لأَجْلِهِنَّ وَالاَمْرَ بِتَرْبِيَةِ الأَوْلاَدِ وَطَلَبَ الرِّعَايَةِ مِنَ اللهِ عَلَى ذَلِكَ وَنَوَيْتُ هَذَا وَغَيْرَهُ مِنْ جَمِيْعِ مَا أتَصَرَّفُ وَأقُوْلُهُ وَأَفْعَلُهُ فِي هَذَا التَّزْوِيْجِ لِلّهِ تَعَالَى وَنَوَيْتُ مَا نَوَاهُ عِبَادُ اللهِ الصَّالِحُوْنَ وَالْعُلَمَاءُ الْعَامِلُوْنَ . اللّهُمَّ وَفِّقْنَا كَمَا وَفَّقْتَهُمْ وَأَعِنَّا كَمَا أَعَنْتَهُمْ

“Dengan pernikahan ini aku berniat karena mencintai Allah azza wa jalla, mengusahakan

terlahirnya anak agar jenis manusia tetap berlengsung di muka bumi, karena mencintai Rasulullah saw untuk menghasilkan keturunan yang menjadi kebanggaan Beliau, mengharap berkah dari doa anak sholih setelah aku mati, mencari syafaat dari kematian anak semasa kecil yang mati sebelumku, mambentengi dari syetan, melenyapkan kerinduan dan keinginan bersetubuh, menolak ancaman perkara buruk, menjaga pandangan, meminimalisir was-was, menjaga kemaluan dari perbuatan melewati batas, menghibur dan menenangkan hati dengan duduk, memandang dan bercengkrama, merehatkan dan menguatkan hati untuk beribadah, mengurangi beban hati dari mengatur rumah, mengurangi tanggungan kesibukan memasak, menyapu,

mengatur alas, membersihkan perabotan, menyiapkan perangkat pencaharian, melatih dan meriyadlohi nafsu dengan kepemimpinan dan penguasaan, menjalankan kewajiban dan hak keluarga, bersabar atas akhlak mereka, menahan perbuatan menyakiti dari mereka, berusaha memperbaiki dan menunjukkan mereka menuju jalan kebaikan, berusaha keras mencari rizki halal untuk mereka, mendidik anak-anak dan meminta penjagaan Allah swt atas semuanya. Aku juga berniat atas hal ini dan selainnya dari apa yang aku usahakan, ucapkan, dan perbuat dalam pernikahan ini karena Allah swt. Aku berniat dengan apa yang diniati hamba-hamba Allah swt yang sholih dan ulama-ulama yang mengamalkan ilmunya. Semoga Engkaumenunjukkan jalan pada kami sebagaimana Engkau telah menunjukkan jalan pada mereka, dan menolong kami, sebagaimana Engkau telah menolong mereka”.

Pepiling…!

  1. Al-Habib Abdulloh al-Haddad dalam kitab Tatsbitul Fuad mengingatkan, bahwa

banyaknya anak-anak mati di usia dini adalah kemungkinan disebabkan

beberapa faktor, di antaranya;

  1. Adanya syubhat (jika bukan perzinahan) dalam pernikahan.
  2. Tidak mensucikan (berdoa dan menjalankan adab) saat berhubungan intim.
  3. Lupa mengingat Allah swt saat berhubungan intim.

Beliau juga mengatakan, manusia sekarang sangat melupakan hal tersebut.

Dalam pernikahan mereka tidak memiliki niat menjalankan sunnah, menjaga diri

dan menjaga pandangan, mereka hanya berkeinginan melampiaskan syahwat,

hingga mengakibatkan anak-anak mereka menjadi penyebab mereka melupakan

Allah swt, naudzu billah min dzalik.

DOA SAAT DIPERTEMUKAN DENGAN ISTRI SETELAH AKAD

Dibaca sambil menyentuh ubun-ubun isterinya. Sambil bersalaman dengan posisi

tangan suami di atas dan tangan istri di bawah. Sebelum membaca do’a ini supaya terlebih

dahulu membaca Surat Al Kautsar satu kali.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْ أَهْلِيْ وَبَارِكْ لِأَهْلِيْ فِيَّ وَارْزُقْهُمْ مِنِّيْ وَارْزُقْنِيْ مِنْهُمْ وَاجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ فِيْ خَيْرٍ وَفَرِّقْ بَيْنَنَا مَا فَرَّقْتَ فِيْ خَيْرٍ بَارَكَ اللهُ لِكُلٍّ مِنَّا فِىْ صَاحِبِهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَ مِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ اللَّهُمَّ إِنَّيْ أُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

ETIKA DASAR SEPUTAR BERHUBUNGAN INTIM

  1. Bagi istri tidak diperkenankan menolak ajakan hubungan intim. Rasulullah SAW

bersabda: Jika seorang istri dipanggil oleh suaminya karena hajat biologisnya, maka

hendaknya segera datang, meski dirinya sedang sibuk (HR Turmudzi).

Dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda: Allah melaknat wanita yang menunda-nunda, yaitu seorang istri ketika diajak suaminya ke tempat tidur, tetapi ia

berkata, ‘nanti dulu’, sehingga suaminya tidur sendirian (HR Khatib).

Dalam hadis lain dituturkan: Jika suami mengajak tidur istrinya, lalu sang istri menolak, yang menyebabkan sang suami marah kepadanya, maka malaikat akan melaknat istri

tersebut sampai pagi tiba (HR Bukhari dan Muslim).

  1. Berhias diri, di antaranya:
  2. Mandi dan membersihkan bagian tubuh yang merupakan lima organ fitrah,

sebagaimana dituturkan Rasulullah SAW: Lima hal yang termasuk fitrah (sesuci),

yakni mencukur kumis, mencukur bulu ketiak, memotong kuku, mencukur bulu

kemaluan, dan khitan.

  1. Menggunakan wewangian, yang paling utama adalah kasturi.
  2. Memakai celak, dan jenis celak terbaik ialah yang terbuat dari bahan itsmid.

  1. Mencari waktu yang tepat. Imam As-Syafi’i mengatakan, waktu yang baik adalah

malam Senin, Kamis dan Jum’at, karena Nabi saw melakukan pada malam-malam itu.

Waktu ideal adalah waktu setelah shalat Isya’ dan setelah shalat subuh dan waktu

senggang lainnya. Makruh berhubungan intim di awal, tengah dan akhir bulan, karena

syaitan hadir dalam tiga malam tersebut.

  1. Mencari tempat yang nyaman dan merahasiakan apa yang terjadi diantara suami istri

pada waktu hubungan intim. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Said Khudri, ia

menuturkan, Rasulullah SAW bersabda: “Selazimnya bagi kaum lelaki diantara kalian

yang hendak memenuhi hajat biologisnya, mencari tempat yang nyaman, jauh dari

hiruk pikuk keluarganya, dan menutup pintu rapat-rapat, serta mengenakan sehelai

kain, barulah hubungan intim (bersetubuh). Kemudian apabila telah selesai hubungan

intim, hendaknya tidak menceritakan hubungan badannya kepada orang lain”.

  1. Memperhatikan kondisi fisik. Usahakan melakukan hubungan badan saat kondisi fisik

dalam keadaan fit (segar bugar), yakni pencernaan makanan lancar, tensi tubuh

seimbang antara panas dan dingin, kondisi perut tidak kenyang dan tidak lapar.

ADAB SUAMI ISTRI SAAT MENGHENDAKI DAN DI TENGAH HUBUNGAN BADAN

Dalam menjalani hubungan ‘intim’ antara suami istri, islam mengajarkan berbagai

macam etika yang telah diatur berdasarkan hadits-hadits Nabi dan termaktub dalam kitabkitab

kuning, di antaranya :

  1. Mencari waktu seusai shalat
  2. Menata hati sebersih mungkin sebelum melakukan hubungan intim.
  3. Berwudhu, bendandan dan memakai wangi-wangian terlebih dahulu.
  4. Disunahkan bagi seorang suami dimalam pengantin saat berkeinginan menjalani

hubungan intim, terlebih dahulu memegang rambut depan (ubun-ubun) istrinya sambil

berdoa :

اللَهمَ إنِّي أسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ ، وَأعُوْذُ بك مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada mu kebaikannya (isteri) dan kebaikan

apa yang saya ambil dari padanya, serta aku berlindung kepadaMu dari kejahatannya

dan kejahatan apa yang aku ambil daripadanya” (HR. Ibn Majah dan Abu Dawud dari

Umar Bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nail al-Authaar VI/189).

  1. Disunahkan membaca Basmalah sebelum menjalani hubungan intim kemudian

membaca Al-Ihlash dilanjutkan dengan membaca takbir (Allaahu Akbar), tahlil (Laa

Ilaaha Illallaah) dan disunnahkan meskipun kecil harapan mendapatkan keturunan dari

hubungan intimnya untuk berdoa :

 بِاسْمِ اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، اللّهمّ اجْعَلْهَا ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً، إنْ كُنْتَ قَدَرْتَ أنْ تُخْرِجَ ذَلِكَ مِنْ صُلْبِي » « اللّهمّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَارَزَقْتَنَا

“Dengan menyebut nama Allah yang agung, Ya Allah, jadikanlah ia anak yang baik bila

Engkau takdirkan ia lahir dari keturunanku, jauhkanlah kami dari syaitan dan

jauhkanlah syaitan dari anak yang akan Engkau karuniakan kepada kami” (HR. Abu

Daud).

  1. Meminta istri tidur di samping kanan dari suami saat memulai hubungan intim, karena

saat hubungan intim dimulai dari arah kanan, insyaAllah dikaruniai anak laki-laki.

  1. Diawali dengan cumbuan, sentuhan dan ciuman.

  1. Posisi istri tidur terlentang, kaki diangkat dan pantat diganjal dengan bantal kecil serta

suami berada di atasnya.

  1. Berpaling dari arah kiblat, jangan menghadap kiblat saat menjalani hubungan intim

sebagai bentuk penghormatan pada kiblat.

  1. Melucuti semua pakaian, namun menutupi tubuh suami-istri dengan memakai penutup

tipis, dan jangan melakukan hubungan intim dengan telanjang tanpa penutup, karena

ini hukumnya makruh. Seperti sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa salam “Bila salah

seorang diantara kalian hendak mendatangi istrinya, pakailah penutup dan janganlah kalian berdua telanjang seperti telanjangnya keledai” (HR. Ibn Maajah).

  1. Dimakruhkan terlalu banyak pembicaraan saat melakukan hubungan intim.

  1. Saat akan mengeluarkan sperma, berdoa dalam hati tanpa menggerakkan bibir;

الحمد لله الّذي خلق من الماء بشرا، فجعله نسبا وصهرا وكان ربك قديرا

  1. Dan disunahkan juga untuk selalu dzikir kepada Alloh SWT dalam hati selama besetubuh, mengingat para Nabi atau wali-wali Allah swt agar anaknya bisa seperti

Mereka

  1. Saat seorang suami telah mencapai orgasme (mengeluarkan sperma), jangan berlalu

begitu saja, hantarkan secara perlahan-lahan istrinya dalam mencapai orgasme karena

terkadang pencapaian klimaks seorang wanita datangnya belakangan.

  1. Bila tanpa adanya ‘udzur (halangan), jangan biarkan empat malam sekali berlalu tanpa

hubungan badan.

  1. Saat istri tengah datang bulan, sementara keinginan berhubungan tak dapat

tertahankan, untuk menghindari keharaman sebaiknya istri memakai kain penutup

pada anggota tubuh antara pusar dan lutut saat mencumbuinya.

  1. Bagi yang menginginkan mengulangi hubungan intim untuk yang kesekian kalinya

sebaiknya terlebih dahulu dicuci kelaminnya.

  1. Apabila menghendaki tidur dan makan, maka sunnah berwudhu seperti wudhu ketika

hendak melaksanakan shalat.

  1. Apabila mimpi basah, maka janganlah langsung berhubungan badan, sebelum

membasuh kemaluannya atau kencing terlebih dahulu.

  1. Apabila menghendaki kembali ke tempat tidur, seyogyanya dibersihkan permukaannya

dengan diusap atau di-kebut-kan.

  1. Haram dan dosa besar menyetubuhi istri pada liang dubur (anal sek)

MANDI WAJIB SETELAH BERHUBUNGAN INTIM

Rukun-rukun mandi

Ada 2 (dua) yaitu:

  1. Niat pada saat awal membasuh anggota badan. Yaitu niat menghilangkan hadats sesuai

dengan hadats yang dialami (haid dll), atau juga bisa dengan niat mandi wajib. Dan

tidak cukup dengan hanya niat mandi saja. Tempatnya niat adalah dalam hati,

sedangkan mengucapkan niat seperti:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الأكْبَرِ فَرْضًا لله تعالى

hukumnya adalah sunah.

Sebaiknya niat dilaksanakan bersamaan dengan membasuh bagian qubul atau dubur

yang tampak ketika jongkok diwaktu buang hajat. Hal ini perlu diperhatikan, karena

bagian anggota tersebut wajib dibasuh, dan sering terlupakan.

  1. Mengalirkan air pada seluruh bagian tubuh yang terlihat (anggota dzahir), kulit

maupun rambut, baik tebal atau tipis. Oleh karena itu, wajib untuk mengurai rambut

yang digelung atau diikat, agar air bisa sampai ke dalam. Termasuk bagian tubuh yang

harus dibasuh adalah kuku, kulit yang ada dibawah kuku, bagian farji atau dubur yang

terlihat ketika jongkok saat buang hajat. dan kemaluan bagian dalam laki laki yang

belum khitan. Hendaknya orang yang mandi meneliti bagian tubuhnya. Terutama

lipatan–lipatan tubuh. Hal ini demi untuk memastikan bahwa air telah sampai pada

seluruh bagian tubuh.

Sunah-sunah mandi

Di antara sunah-sunah mandi adalah:

  1. Membaca Basmalah.
  2. Wudlu secara sempurna sebelum mandi, dengan niat manghilangkan hadats kecil, jika

punya hadats kecil. Dan niat sunah mandi, jika tidak punya hadats kecil. Sedangkan

bentuk niatnya adalah:

نَوَيْتُ الْوُضُوءَ لِسُنَّةِ الْغُسْلِ لله تعالى

  1. Menggosok-gosokkan tangan pada anggota yang terjangkau.
  2. Muwalah, yaitu membasuh anggota badan, ketika anggota badan yang dibasuh

sebelumnya, masih basah atau belum kering.

  1. Mendahulukan anggota kanan dari pada anggota kiri, baik tubuh bagian depan atau

belakang.

  1. Kencing bagi yang penyebab hadats besarnya keluar sperma. Supaya sisa sperma yang

masih ada di dalam bisa keluar.

  1. Sunah untuk tidak memotong kuku, rambut dan lain-lain dari anggota badan saat

haidl/nifas. Karena ada keterangan, kelak di akhirot anggota badan yang belum

disucikan akan kembali kepemiliknya masih dalam keadaan jinabat (belum disucikan)

akan tetapi bila terlanjur di potong maka yang wajib dibasuh adalah tempat (bekas)

anggota yang dipotong bukan potongan dari anggota itu.

MASA KEHAMILAN

  1. Do’a hamil dibaca setiap hari dan ditiupkan pada pusarnya istri yang hamil mulai bulan

ketiga sampai 4

بسم الله الرحمن الرحيم . اللّهمّ احْفَظْ وَلَدَ زَوْجَتِيْ مَادَامَ فَي بَطْنِهَا  وَاشْفِهِ مَعَ أُمِّهِ . أنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَاءَ إلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا وَلاَ ألَمًا . اللَهمّ صَوِّرْهُ صُوْرَةً حَسَنَةً جَمِيْلَةً كَامِلَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إيْمَانًَا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ مَادَامَ حَيَاتِهِ فِي الدُّنْيَا وَالأخِرَةِ. اللّهمّ أخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِهَا فِيْ وَقْتِ وِلاَدَتِهَا سَهْلاً وَسَلاَمًا  وَسَيِّدًا فِي الدُّنْيَا وَالأخِرَةِ. اللّهمّ تَقَبَّلْ دُعَاَءَنَا كَمَا تَقَبَّل دُعَاءَ نَبَيِّكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم

  1. Surat yang dibaca ketika istri hamil 3-4 bulan

يس- محمد- واقعة- الرحمن-الملك- يوسف- الكهف- النساء- سجدة

  1. Surat yang dibaca 7 bulan:

التوبة- محمد- يس

Diiringi do’a:

اللّهمّ احْفَظْ وَلَدَ ….. ناما إيستري ………. زَوْجَتِيْ مَادَامَ فَي بَطْنِهَا  وَاشْفِهِ مَعَ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم نَبِيُّكَ وَرَسُوْلُكَ . أنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَاءَ إلاَّ شِفَاؤُكَ عَاجِلاً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا. اللَهمّ صَوِّرْهُ فِيْ بَطْنِهَا صُوْرَةً حَسَنَةً جَمِيْلَةً كَامِلَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إيْمَانًَا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ مَادَامَ حَيَاتِهِ فِي الدُّنْيَا وَالأخِرَةِ. اللّهمّ أخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِهَا فِيْ وَقْتِ وِلاَدَتِهَا سَهْلاً وَتَسْلِيْمًا فِي الدُّنْيَا وَالأخِرَةِ. اللّهمّ تَقَبَّلْ دُعَاَءَنَا كَمَا دُعَاءَ نَبَيِّكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم . اللّهمّ احْفَظِ الْوَلَدَ الذِيْ أخْرَجْتَ مِنْ عَالَمِ الظُّلْمِ إلَى عَالَمِ النُّوْرِ وَاجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً عَاقِلاً لَطِيْفًا . اللّهمّ اجْعَلْهُ شَهِيْدًا مُبَارَكًا وَحَافِظًا مِنْ كَلاَمِكَ الْمَكْنُوْنِ وَكِتَابِكَ الْمَحْفُوْظِ. اللّهمّ طَوِّلْ عُمْرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَافْصَحْ لِسَانَهُ بِقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَالْحَدِيْثِ. اللّهمّ اجْعَلْهُ صَبْرًا مِنَ الْمَرَضِ وَالأَسْقَامِ وَالْعَطْسِ بِبَرَكَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَجَمِيْعِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ . اللّهمّ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

  1. Ketika mulai hamil sampai melahirkan sebaiknya membaca sholawat 313 atau 1000 kali

kemudian ditiupkan pada pusar sang istri.

  1. Surat yang dibaca ketika neloni dan mitoni

Dibaca oleh istri:

  1. Kahfi 1 kali
  2. Thoha 1 kali
  3. luqman 41 kali
  4. waqi’ah 3 kali
  5. Al-mulk 3kali

Dibaca suami :

  1. Maryam 3 kali
  2. Yusuf 3 kali
  3. Setiap malam jum’at dibacakan sholawat minimal 313 kali tangan kiri sambil

memegang pusar istrinya kemudian disuwukkan.

Faidah

Ø Asma “ Ya Mubdi’u(ياَمُبْدِئُ  ) ” bila dibacakan pada istri yang sedang hamil pada waktu sahur sebanyak 29 kali, insyaAllah kandungannya diberi keselamatan, tidak keguguran.

MELAHIRKAN

Beberapa hal yang disunahkan setelah bayi lahir antara lain.

  1. Sebelum dimandikan, sunah diadzani pada telinga sebelah kanan.
  2. Setelah adzan sebelum diiqamahi, pada telinga sebelah kanan dibacakan;

– Surat al-Quraisy 3/7/11 kali

– Surat Al-Ikhlash 3 kali & Mu’awidzatain di sela-sela membaca al-Quraisy di atas.

– Surat إنَّا أنْزَلْنَاهُ في لَيْلَةِ الْقَدْرِ

agar oleh Allah selama hidupnya tidak ditaqdirkan berzina.

– Doa:

إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

– Kemudian baru diiqamahi telinga kirinya. Dengan adzan dan iqamah, insya Allah

anak yang terlahir tidak akan diganggu oleh syaitan. Dan supaya pelajaran tauhid

adalah merupakan suara pertama kali yang masuk ke telinganya. Di samping untuk

mengikuti sunah Rasulullah ketika mengadzani telinga Sayyid Hasan saat dilahirkan

oleh Sayyidah Fathimah Az-Zahro.

  1. Diolesi dengan kurma (jawa: dicetaki).

Caranya: Kurma dikunyah terlebih dulu, kemudian dimasukkan ke mulut bayi dengan

menggosokkannya kelangit-langit mulu, sehingga ada sebagian kurma yang tertelan.

Kalau tidak ada kurma, maka bisa dengan makanan yang manis dan tidak dimasak

dengan api. Seyogyanya dicarikan orang yang sholeh, agar si bayi mendapat barokah

dengan menelan ludahnya.

  1. Diaqiqahi dengan menyembelih dua ekor kambing untuk bayi laki-laki dan satu ekor

untuk bayi perempuan. Persyaratan kambing yang digunakan aqiqah sama dengan

kambing untuk qurban. Dan hal ini dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran bayi.

  1. Diberi nama yang baik, pada hari ketujuh kelahirannya. Rasulullah bersabda:

إِنَّكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُمْ وَأَسْمَاءِ آبَائِكُمْ فَأَحْسِنُوا أَسْمَاءَكُمْ

 “Sesungguhnya di hari kiamat kamu sekalian akan dipanggil dengan nama-nama kamu

sekalian dan nama-nama bapak kamu sekalian. Maka buatlah nama yang baik bagi kamu

sekalian ”. (HR. Abu Daud).

Adapun nama yang paling baik adalah Abdullah, lalu Abdurrohman. Kemudian “Abdu”

yang dirangkai dengan salah satu asma-asma Allah SWT. Seperti Abdul Mu’id, Abdul

Qoyyum, Abdurrozaq dll. Kemudian Muhammad dan selanjutnya Ahmad.

  1. Mencukur keseluruhan rambut bayi, pada hari ke tujuh kelahirannya dan setelah

diaqiqahi. Kemudian disunahkan bershodaqoh emas atau perak seberat rambut yang

dicukur ataupun dengan nilai krusnya.

TIPS DAN FAIDAH KHUSUS

  1. Rahasia mendapatkan anak laki-laki

Resep 01 : Membaca basmalah sebelum berhubungan intim, membaca surat ihlash,

takbir, tahlil dan berdoa dengan doa :

بِاسْمِ اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، اللّهمّ اجْعَلْهَا ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً، إنْ كُنْتَ قَدَرْتَ أنْ تُخْرِجَ ذَلِكَ مِنْ صُلْبِي » « اللّهمّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَارَزَقْتَنَا

Kemudian memerintahkan istrinya tidur miring dengan posisi lambung kanan di bawah.

Resep 02 : Dalam kitab hasyiah bujairami dari Nabi saw, bahwa yang menghendaki

anak laki-laki, hendaknya pada awal kehamilan, meletakkan tangan di perut istri dan

berdoa :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ إنِّي أُسَمِّي مَا فِي بَطْنِهَا مُحَمَّدًا فَاجْعَلْهُ لِي ذَكَرًا

Resep 03 : Meminta istri tidur di samping kanan dari suami saat memulai hubungan

intim, karena saat hubungan intim dimulai dari arah kanan, insyaAllah dikaruniai anak

laki-laki.

Resep 04 : Dari Ja’far Shadiq ra : jika kamu hendak melakukan hubungan badan dan

telah siap melakukannya, letakkanlah tangan kananmu pada arah kanan pusar istri dan

bacalah surat  إنَّا أنْزَلْنَاهُ في لَيْلَةِ الْقَدْرِ 7 x, niscaya akan mendapatkan anak laki-laki.

Resep 05 : Dari kitab makarimul akhlaq hal 82, jika istri kamu hamil hadapkanlah kiblat

dan bacakanlah ayat kursi kemudian suwukkanlah pada jidatnya dan berdoa:

اللّهمّ قَدْ سَمَّيْتُهُ مُحَمَّدًا

maka Allah akan menjadikan anak laki-laki.

  1. Rahasia memperoleh anak hebat

Saat akan keluar sperma, membaca dalam hati ayat :

لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

Maka anak akan dikaruniai ilmu, budi pakerti dan amal melebihi dari kedua orang

tuanya.

  1. Doa saat melahirkan.

Seorang Ibu yang sedang melahirkan, sunah untuk dibacakan disampingnya bacaan dan

doa sbb:

v    أيَة الكرسي

v    المعوذتين

v    {إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ } [الأعراف: 54]

v    لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

v    {لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ } [الأنبياء: 87]

Keterangan:Do’a nomor empat dan lima sunah dibaca sebanyak-banyaknya.

  1. Tips agar diberi kelancaran dan kemudahan melahirkan
  2. Suami mencari wadah yang baru seperti piring atau mangkok, kemudian ditulisi:

اُخْرُجْ أَيُّهَا الْوَلَدُ مِنْ بَطْنٍ ضَيِّقَةٍ إلَى سَعَةِ هَذِهِ الدُّنْيَا ، اُخْرُجْ بِقُدْرَةِ اللَّهِ الَّذِي جَعَلَك : { فِي قَرَارٍ مَكِينٍ إلَى قَدَرٍ مَعْلُومٍ } {لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (21) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (22) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (23) هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (24) } [الحشر: 21 – 24] { وَنُنَزِّلُ مِنْ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ }

Kemudian dilebur dengan air, lalu diminumkan dan dipercikkan pada wajahnya

Doa yang dibaca istri ;

{ يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ } [الحج: 2]

Lalu ditiupkan dalam gelas berisi air dan diminum.

Doa yang dibaca suami ;

بسم الله الرحمن الرحيم حَنَّةْ وَلَدَتْ مَرْيَمَ وَمَرْيَمُ وَلَدَتْ عِيْسَى أُخْرُجْ أيُّهَا الْمَوْلُودُ بِقُدْرَةِ الْمَلِكِ الْمَعْبُوْدِ

Ditiupkan pada air dalam wadah, diminumkan istri dan diusapkan perut.

Apabila mempunyai air zamzam, bagus untuk diminumkan istri saat memulai sakit

menjelang melahirkan. Sebelum diminum membaca basmalah dan dalam hati

meminta agar istri diberi kemudahan melahirkan serta selamat lahir bathin

bersama dengan jabang bayi yang lahir.

PENTINGNYA ILMU AGAMA DAN AL-QUR’AN MENJAWAB MASALAH RUMAH TANGGA

PENTINGNYA ILMU

قَالَ علي بن أبي طالب :

لَيْسَ الْجَـمَـالُ بِـأَثْوَابٍ تُزَيِّنُهَا *** إِنَّ الْجَمَـالَ جَمَـالُ الْعَقْلِ وَالأَدَبِ

Sayyidina ALI BIN ABI THOLIB berkata:

Tidaklah cantik atau tampan seseorang karena memakai HIASAN

Tapi sejatinya kecantikan atau ketampanan sebab ilmu dan KESOPANAN

وقال الحسن : لولا العلماء لصار الناس مثل البهائم ، تعلموا العلم فإن تعلمه خشية ، وطلبه عبادة ، ومدارسته تسبيح، والبحث عنه جهاد ،وتعليمه من لا يعلمه صدقة، وبذله لأهله قربة ، وهو الأنيس في الوحدة ، والصاحب في الخلوة ، والدليل على الدين والصبر… على الضراء والسراء والقريب عند الغرباء ، ومنار سبيل الجنة ،

IMAM HASAN BASYRI berkata :

Andai tiada orang yang mengerti ilmu manusia tak ubahnya binatang, Pelajarilah ILMU karena ;

Mempelajarinya berarti punya rasa takut pada Allah, Mencarinya bernilai ibadah, Mengulanginya berpahala tasbih pada Allah, Membahasnya berarti JIHAD kejalan Allah, Mengajarkannya pada yang belum tahu bernilai sodaqah, Menyerahkannya pada yang berhak bentuk pendekatan diri pada Allah, ILMU adalah penghibur kala kesendirian melanda, Petunjuk bagi kesempurnaan agama, Kesabaran di kala lara dan papa, Teman dekat kala tersesat, Rambu-rambu kejalan SURGA.

وقال الإمام الغزالي رحمه الله في الإحياء : ” إن الخاصية التي يتميز بها الناس عن سائر البهائم هو العلم فالإنسان إنسان بما هو شريف لأجله وليس ذلك بقوة شخصه فإن الجمل أقوى منه ولا بعظمه فإن الفيل أعظم منه ولا بشجاعته فإن السبع أشجع منه ولا بأكله فإن الثور أوسع بطنا منه ولا ليجامع فإن أخس العصافير أقوى على السفاد منه بل لم يخلق إلا للعلم

Berkata Imam Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Abu Hamid Al-Ghozali :

Sesungguhnya keistimewaan yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah ILMU, manusia dikatakan makhluk mulia hanya karena ilmunya, Bukan karena kekutannya, sebab bukankah unta lebih kuat ketimbang manusia ? Bukan karena kebesarannya, sebab bukankah gajah lebih besar ketimbang manusia ? Bukan karena keberaniannya, sebab bukankah binatang buas lebih berani ketimbang manusia ? Bukan karena kemampuan makannya, sebab bukankah sapi jantan lebih besar perutnya ketimbang manusia ? Bukan karena kuat setubuhnya, sebab bukankah paling hinanya burung pipit lebih kuat setubuhnya ketimbang manusia ? Manusia tiada tercipta kecuali untuk ilmu…. Ilmu dan ilmu……..

Ihyaa ‘Uluumiddiin I/7

Karenanya tidak berlebihan bila Rosulullah Shallallaahu ‘Alaihi wasallam bersabda :

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ

Barangsiapa meniti satu jalan untuk mencari ilmu, niscaya –dengan hal itu- Allah jalankan dia di atas jalan di antara jalan-jalan sorga (HR Muslim XXXVIII/2699)

Imam At Thoiby dalam kKitab Faidh AlQoodir mengartikan hadits diatas :

والمعنى سهل الله له بسبب العلم طريقا من طرق الجنة وذلك لأن العلم إنما يحصل بتعب ونصب وأفضل الأعمال أحزمها فمن تحمل المشقة في طلبه سهلت له سبل الجنة سيما إن حصل المطلوب

“Sebab ilmu Allah memudahkan seseorang salah satu jalan yang menuju surga, hal ini karena ilmu dihasilkan seseorang dengan jerih payah sedang paling utamanya amal ibadah mengukur kadar upaya seseorang dalam mengikat keletihan, barangsiapa mau menanggung kesusahan dalam mencari ilmu maka Allah mudahkan jalannya kesurga terlebih bila ilmu tersebut juga tercapai”

Faidh AlQadir VI/199

Surat Al Anbiya menjawab Permasalahan Suami Istri

  1. Pertanyaan : “Mengapa jika ia marah, lantas memukul diriku ?”

Jawaban Al Anbiya ayat 3 :

 لَاهِيَةً قُلُوبُهُمْ

” Hati Mereka Dalam Keadaan Lalai ”

( Biasanya orang yang marah dan emosional dengan pelampiasan secara fisik, maka hatinya dalam keadaan lalai mengingat Allah )

  1. Pertanyaan : ” Mengapa istriku/suamiku marah-marah terus kepada-ku, tanpa permasalahan yang mendasar/masalah yang sepele?”

Jawaban Al Anbiya ayat 20 :

 يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

“Mereka malaikat-malaikat bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang”

( Jawaban saat kita kena marah dari pasangan paling tepat adalah berdzikir/tasbih kepada Allah baik lisan maupun hati ).

  1. Pertanyaan : “Mengapa Allah memberiku jodoh , orang seperti dia yang memiliki banyak kekurangan & kelemahan ? ”

Jawaban Al Anbiya ayat 23 :لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ

“Allah tidak ditanya tentang apa yang Allah kerjakan, tapi kamulah yang akan ditanya ”

( Karena Kehendak Allah menjadikan suami/istri kita dengan kelebihan dan kekurangannya maka jangan tanya mengapa Allah berbuat seperti ini kepada kita, tapi nanti kita yang akan ditanya , sebenarnya apa yang telah kita kerjakan untuk memperbaiki sifat buruk pasangan kita, dan kita sendiri sebenarnya bukan mahluk sempurna. Maka “JANGAN TANYA APA YANG ALLAH PERBUAT TAPI ENGKAU YANG AKAN DITANYA ALLAH, APA YANG SUDAH KAU PERBUAT)

  1. Pertanyaan : “Mengapa Allah terus mengujiku dengan perangai suami/istriku yang tidak sesuai agama ?”

Jawaban Al Anbiya ayat 35 :

 كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan kepada kami”

( Bukankah hidup berarti adalah masalah?, jika tidak mau ada masalah, jangan hidup. Maka keburukan pasangan kita hendaknya kita sikapi dengan kesabaran dan teruslah berdoa agar Allah memberi petunjuk hidayah pada pasangan kita. Ajak pasangan kita untuk mau menghadiri pengajian, shalat tarawih jamaah di masjid, menjenguk orang sakit di rumah sakit, melihat/ziarah kubur dengan niat untuk banyak mengingat kematian. Semoga Al Quran dan kematian bisa menjadi nasihat baik buat pasangan kita)

  1. Pertanyaan : ” Apa yang harus kulakukan saat ini, pasanganku marah dan pergi dari rumah, tak ada kabar ?”

Jawaban Al Anbiya ayat 87

:وَذَا النُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَاضِباً فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Dan ingatlah kisah Zun Nun (nabi Yunus as) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa kepada Allah dalam keadaan yang gelap,”Laa Ilaaha illaa anta Subhanaka Inni Kuntu minaddholimiin ”

( Jika pasangan kita nusyuz (pergi dari rumah karena marah) sebaiknya kita banyak berdoa kepada Allah seperti doa Nabi Yunus saat berada di dalam perut ikan , di dalam dasar laut dan di kegelapan malam, yakni Laa Ilaaha illaa anta subhanaka Inni Kuntu minadholiimiin “)

  1. Pertanyaan : “Doa Apa yang harus kami baca bila saat ini kami belum memiliki keturunan ? ”

Jawaban Al Anbiya ayat 89 :

وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَى رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْداً وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

“Dan ingatlah ketika Zakaria berdoa kepada Allah, “Ya Tuhanku , janganlah Engkau biarkan aku seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik”

Al Anbiya ayat 90 :

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباً وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.

PRIA BERTELANJANG DADA DAN TIDUR TELANJANG SERTA FAIDAH MELIPAT PAKAIAN

FAIDAH MELIPAT PAKAIAN

 فائدتان) الاولى : فى التجريد من الثياب عند النوم فوائد منها ان فيه راحة البدن من

حرارة حركة النهار. و منها سهولة التقليب يمينا و شمالا. و منها ادخال السرور على الاهل بزيادة التمتع، و منها امتثال الامر لان النبي صلى الله عليه و سلم نهى عن اضاعة المال و لا شك ان النوم فى الثوب الرفيع يفسده. و منها النظافة، اذ الغالب فى القوب النوم ان يكون فيه القمل و ما فى معناه.

الثانية) قال بعض اهل العلم يسن طيئ الثياب بالليل لان الطئ يرد اليها ارواحها و يسمى الله عند ذلك فان لم يفعل صار الشيطان يلبسها بالليل و هو يلبسهل بالنهار فتبلى سريعا و فى الحديث اطووا ثيابكم فان الشيطان لا يلبس ثوبا مطويا و ورد ايضا اطووا ثيابكم ترجع اليها ارواحها.

قرة العيون ٤٨

DUA FAEDAH:

PERTAMA

Telanjang sewaktu tidur terdapat beberapa faedah diantaranya dapat memberi kenyamanan tubuh dari gerakan panas di siang hari, memudahkan tubuh bergerak kekanan dan kekiri, menarik rasa gembira terhadap istri dg tambahan kemesraan. Menjalankan perintah (Nabi) karena Beliau melarang berbuat yg menyia-nyiakan harta karena tidur dg memakai pakaian akan merusak pakaian tersebut. Menjaga kebersihan karena pada umumnya pakaian tidur terdapat hewan kecil (kutu) yg dapat mengganggu pemakainya.

KEDUA:

Sebagian ahli ilmu berkata: “disunahkan melipat pakaian dimalam hari, karena dgn melipatnya dapat mengembalikan kondisi pakaian seperti semula dan bacalah basmalah. Jika tidak dilakukan, maka setan akan memakai pakaian tsb dimalam hari, sedang pemiliknya memakainya di siang hari. Dg demikian akan mempercepat proses kerusakannya.

Nabi bersabda : ” lipatlah pakaian kalian, sesungguhnya setan tidak akan mengenakan pakaian yg dilipat”.

Ada juga hadis lain : ” lipatlah pakaian kalian, karena pakaian itu akan kembali pada kondisi semula”.

TIDUR DENGAN TELANJANG BULAT

Hukum tidur telanjang/bugil makruh dan tergolong perkara yang dapat menyebabkan kefakiran

وأخرج البزار عن ابن عباس قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن الله ينهاكم عن التعري فاستحيوا من ملائكة الله الذين معكم الكرام الكاتبين الذين لا يفارقونكم إلا عند إحدى ثلاث حاجات : الغائط والجنابة والغسل

Dari Ibn Abbas ra, ia berkata : Rosulullah SAW bersabda “Sesungguhnya Allah melarang kalian untuk telanjang maka meras malulah pada para malaikat Allah yang senantiasa bersama kalian, pada malaikat al-kiraam al-kaatibiin yang tiada berpisah dari kalian kecuali saat tiga kondisi, buang hajat, janabat dan mandi”. (HR. Al-Bazzaar).

Abdurrahman Bin Kamal jalaluddin as-suyuthi ‘AD-DURR AL-MANTSUUR VIII/448

Dalam Kitan Ta’lim al-Muta’allim disebutkan :

والنوم عريانا…. كل ذلك يورث الفقر

Tidur telanjang… kesemuanya dapat mendatangkan kefakiran.……

PRIA BERTELANJANG DADA DI DEPAN WANITA

Anggauta tubuh antara pusat dan lutut adalah aurat pria saat ia shalat, bersama pria lain dan saat bersama wanita mahramnya, namun saat ia bersama wanita lain diwajibkan baginya juga menutupi seluruh anggauta tubuhnya (pendapat lain mengatakan wajah pria bukanlah aurat saat bersama wanita lain kecuali bila dikhawatirkan menimbulkan fitnah).

Dengan demikian haram bagi pria membuka dadanya dihadapan wanita lain dan bagi wanita tersebut juga diharamkan melihatnya namun terdapat pendapat mengatakan boleh melihat selain anggauta antara pusat dan lututnya dengan jaminan tidak mengakibatkan rangsangan atau fitnah.

REFERENSI :

وحاصل القول فيما يتعلق بالعورة أن الرجل له ثلاث عورات إحداها ما بين سرته وركبته وهي عورته في الصلاة ولو في الخلوة وعند الذكور وعند النساء المحارم

ثانيتها السوءتان أي القبل والدبر وهي عورته في الخلوة

ثالثتها جميع بدنه وشعره حتى قلامة ظفره وهي عورته عند النساء الأجانب فيحرم على المرأة الأجنبية النظر إلى شيء من ذلك ولو علم الشخص أن الأجنبية تنظر إلى شيء من ذلك وجب حجبه عنها

ولسنا نقول إن وجه الرجل في حقها عورة كوجه المرأة في حقه بل هو كوجه الصبي الأمرد في حق الرجل فيحرم النظر عند خوف الفتنة فقط فإن لم تكن فتنة فلا إذ لم يزل الرجال على ممر الزمان مكشوفي الوجوه والنساء يخرجن متنقبات ولو كان وجوه الرجال عورة في حق النساء لأمروا بالتنقيب أو منعوا من الخروج إلا لضرورة

 Kesimpulan pembahasan tentang aurot lelaki adalah, lelaki punya tiga hal dalam aurot :

1- Aurotnya adaah antara pusar dan lutut, yaitu aurotnya dalam shalat, di sesama lelaki, dan saat wanita mahromnya sendiri

2- Hanya kubul dan duburnya saja, yitu saat dia sendirian, cntoh ketika mandi d kamar mand

3- ADALAH SEMUA BADANNYA, smp rambut dan kukunya, yaitu aurotnya di saat ada wanita lain/ajnabiy, Maka haram bagi wanita untuk melihatnya

Andaikan ada orang lelaki yang tahu, bahwa akan ada wanita yang akan melihatnya, maka ia wajib menutupi auratnya. Seperti contoh kasus, Seorang  pria sudah tahu bahwa di depan rumahnya banyak wanita lewat, maka ia wajib menutup badannya, tidak boleh dia telanjang dada di situ, Beda halnya kalau cuma wajah, Maka wajah bukan aurot.

Nihayah az-Zain I/47

وكذا الرجل له ثلاث عورات : عورة في الصلاة وقد تقدمت وهي أيضاً عورته عند الرجال ومحارمه من النساء ، وعورة النظر وهي جميع بدنه بالنسبة للأجنبية ، وعورة الخلوة السوأتان فقط على المعتمد زي

Begitu pula seorang pria, baginya memiliki tiga aurat :

  1. AURAT SHALAT

Ialah aurat yang wajib ditutupinya saat menjalani shalat yakni anggauta tubuhnya antara pusat dan lutut dan ini juga auratnya saat bersama sesama pria dan wanita-wanita mahramnya2. AURAT NADHRAHIalah aurat yang harus ia tutupi dari pandangan wanita lain yakni keseluruhan tubuhnya dinisbatkan pada wanita lain (bukan mahramnya)

  1. AURAT KHALWAH

Ialah auratnya saat ia sendirian yakni dua anggauta cabulnya (kemaluan dan dubur) menurut pendapat mu’tamad (yang bisa dijadikan pegangan)

Tuhfah al-Habiib II/184,

Buka juga keterangan di Kitab lain :

Hasyiyah al-Bujairomi ala al-Khothiib IV/79,

Hawaasyi as-Syarwaany II/112

Tuhfah al-Muhtaj VI/246

وأما نظرها إلى غير زوجها ومحرمها فحرام كنظره إليها، وقيل يحل أن تنظر منه ما عدا عورته عند الأمن

 Dan adapun melihatnya seorang wanita kepada selain suami dan mahramnya adalah haram sebagaimana melihatnya laki2 kepadanya. Namun ada pendapat pula bahwa halal melihat selain auratnya (antara pusar dan lutut) ketika aman dari fitnah (syahwat termasuk fitnah).

 Umdatussalik wa uddatunnasik. Kitab Nikah hal 213.

ويحرم عليها النظر الى الرجل عند خوف الفتنة قطعا

روضة الطالبين للنووي

Wanita haram melihat lelaki saat merasa dirinya akan tergoda, apalagi merangsang

Wallaahu A’lamu Bis Showab

PAHALA ISTERI YANG MEMASAK DAN MENCUCIKAN PAKAIAN SUAMINYA

Mencuci pakaian suami dicatat 2.000 kebaikan dan melebur 2.000 keburukan dan setiap makhluq beristighfar untuk istri tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam kitab ‘Uqudul Lujjain :

عقود اللجين

وروي عن ابن مسعود رضي الله عنه، عن النبي صلى الله عليه وسلم: {إِذَا غَسَلَتْ الْمَرْأَةُ ثِيَابَ زَوْجِهَا كَتَبَ اللهُ لَهَا أَلْفَيْ حَسَنَةٍ وَغَفَرَ لَهَا أَلْفَيْ سَيِّئَةٍ، وَاسْتَغْفَرَ لَهَا كُلُّ شَيْءٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَمْسُ}. وقالت عائشة رضي الله عنها: {صَرِيْرُ مِغْزَلِ المَرْأَةِ يَعْدِلُ التَكْبِيْرَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ، وَأَيّمَا امْرَأَةٍ كَسَتْ زَوْجَهَا مِنْ غزْلِهَا كَانَ لَهَا بِكُلِّ سدىً مِائَةُ أَلْفِ حَسَنَةٍ}.

وقال النبيُّ صلى الله عليه وسلم: {مَنْ اشْتَرَى لِعِيَالِهِ شَيْئًا ثُمَّ حَمَلَهُ بِيَدِهِ إِلَيْهِمْ حَطَّ اللهُ عَنْهُ ذُنُوْبَ سَبْعِيْنَ سَنَةً}. وقال صلى الله عليه وسلم: {مَنْ فَرَّحَ أُنْثَى فَكَأَنَّمَا يَبْكِى مِنْ خَشْيَةِ اللهِ وَمَنْ بَكَي مِنْ خَشْيَةِ اللهِ تَعَالَى حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلَى النَّارِ}. وقال صلى الله عليه وسلم: {الْبَيْتُ الَّذِيْ فِيْهِ الْبَنَاتُ يُنْزِلُ اللهُ فِيْهِ كُلَّ يَوْمٍ اثْنَتَيْ عَشَرَةَ رَحْمَةً، وَلاَ تَنْقَطِعُ زِيَارَةُ المَلاَئِكَةِ مِنْ ذَلِكَ البَيْتِ وَيَكْتُبُوْنَ لأَبَوَيْهِنَّ كُلَّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ عِبَادَةَ سَبْعِيْنَ سَنَةً

ﺭﻭﻱ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ: } ﺩَﺧَﻞَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺫَﺍﺕ ﻳَﻮْﻡٍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﺑْﻨَﺘِﻪِ ﻓَﻄِﻤَﺔَ ﺍﻟﺰَّﻫْﺮَﺍﺀ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻋَﻨْﻬَﺎ، ﻓَﻮَﺟَﺪَﻫَﺎ ﺗَﻄْﺤَﻦُ ﺷَﻌِﻴْﺮًﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺮَّﺣَﺎ ﻭَﻫِﻲَ ﺗَﺒْﻜِﻰْ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻬَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: “ ﻣَﺎ ﻳُﺒْﻜِﻴْﻚِ ﻳَﺎ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔُ ؟، ﻻَ ﺃَﺑْﻜَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻚِ ﻋَﻴْﻨﺎً .” ﻓَﻘَﺎﻟَﺖْ: “ﻳَﺎ ﺃَﺑَﺖِ، ﺃَﺑْﻜَﺎﻧِﻲْ ﺣَﺠَﺮُ ﺍﻟﺮَّﺣَﺎ ﻭَﺷُﻐْﻞُ ﺍﻟﺒَﻴْﺖِ ” ، ﻓَﺠَﻠَﺲَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻋِﻨْﺪَﻫَﺎ، ﻓَﻘَﺎﻟَﺖْ: “ﻳَﺎ ﺃَﺑَﺖِ، ﻣِﻦْ ﻓَﻀْﻠِﻚَ، ﺗَﺴْﺄَﻝُ ﻋَﻠِﻴًّﺎ ﺃَﻥْ ﻳَﺸْﺘَﺮِﻱَ ﻟِﻲْ ﺟَﺎﺭِﻳَﺔً ﻟِﺘُﻌِﻴْﻨَﻨِﻲْ ﻋَﻠَﻲ ﺍﻟﻄﺤِﻴْﻦِ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺷُﻐْﻞِ ﺍﻟﺒَﻴْﺖِ .” ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺳَﻤِﻊَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻛَﻼَﻣَﻬَﺎ ﻗَﺎﻡَ ﻭَﺟَﺎﺀَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺮَّﺣَﺎ ﻭَ ﺃَﺧَﺬَ ﺍﻟﺸَّﻌِﻴْﺮَ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﺍﻟْﻤُﺒَﺎﺭَﻛَﺔِ ﺍﻟﺸَّﺮِﻳْﻔَﺔِ ﻭَﻭَﺿَﻌَﻪُ ﻓِﻲْ ﺍﻟﺮَّﺣَﺎ،

Diriwayatkan dari Abi Hurairoh r.a : Suatu hari rosulullah datang kerumah puterinya Fathimah Azzahro,ia sedang menumbuk syair ditempat gilingan namun sambil menangis,Rosulullah bertanya : Apa yang yang menangis wahai fathimah ? ia menjawab : Wahai ayahku,aku menangis karena batu gilingan ini dan semua pekerjaan rumah. Kemudian Rosul duduk disamping Fathimah, fathimah berkata lagi : Wahai ayahku,mohonkanlah pada Ali untuk membelikan aku seorang jariyah untuk membantu ku memasak dan menyelesaikan pekerjaan rumah. Ketika Nabi perkataan fathimah, maka nabi mendatangi batu gilinganan tersebut dan nabi menaburkan syair dalam gilingan itu dengan tangan beliau yang berkah nan mulia.

ﻭَﻗَﺎﻝَ: “ ﺑﺴْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ ” ، ﻓَﺪَﺍﺭَﺕْ ﻭَﺣْﺪَﻫَﺎ ﺑِﺈِﺫْﻥِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ، ﻓَﺼَﺎﺭَ ﻳﺤﺒﻂ ﻟﻬﺎ ﺍﻟﺸَﻌِﻴْﺮَ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﺍﻟﻤُﺒَﺎﺭَﻛَﺔِ، ﻭَﻫِﻲَ ﺗَﺪُﻭْﺭُ ﻭَﺣْﺪَﻫَﺎ، ﻭﺗُﺴَﺒِّﺢُ ﺍﻟﻠﻪَ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰْ ﺑِﻠُﻐَﺎﺕٍ ﻣُﺨْﺘَﻠِﻔَﺔٍ ﺣَﺘَّﻰ ﻓَﺮَﻍَ ﺍﻟﺸَﻌِﻴْﺮُ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻟِﻠﺮَّﺣَﺎ: “ﺍﺳْﻜُﻨِﻲْ ﺑﺈﺫْﻥِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ” ، ﻓَﺴَﻜَﻨَﺖْ ﻭَﻧَﻄَﻘَﺖْ ﺑﺈﺫْﻥِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺃَﻧْﻄَﻖَ ﻛُﻞَّ ﺷَﻲْﺀٍ، ﻓَﻘَﺎﻟَﺖْ ﺑِﻠِﺴَﺎﻥٍ ﻓَﺼِﻴْﺢٍ ﻋَﺮَﺑِﻲٍّ: “ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻭَﺍﻟَّﺬِﻱ ﺑَﻌَﺜَﻚَ ﺑِﺎﻟﺤَﻖِّ ﻧَﺒِﻴًّﺎ ﻭَﺳُﻮْﻻً، ﻟَﻮْ ﺃَﻣَﺮْﺗَﻨِﻲ ﺃَﻥْ ﺃَﻃْﺤَﻦَ ﺷَﻌِﻴْﺮَ ﺍﻟْﻤَﺸْﺮِﻕِ ﻭَﺍﻟﻤَﻐْﺮِﺏِ ﻟَﻄَﺤَﻨَﺘْﻪُ ﻛُﻠَّﻪُ، ﻭَﺇِﻧِّﻲْ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﻓِﻲْ ﻛِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟﻠﻪِ: }ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻗُﻮﺍ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻫْﻠِﻴﻜُﻢْ ﻧَﺎﺭﺍً ﻭَﻗُﻮﺩُﻫَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻭَﺍﻟْﺤِﺠَﺎﺭَﺓُ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻣَﻼﺋِﻜَﺔٌ ﻏِﻼﻅٌ ﺷِﺪَﺍﺩٌ ﻻَ ﻳَﻌْﺼُﻮﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣَﺎ ﺃَﻣَﺮَﻫُﻢْ ﻭَﻳَﻔْﻌَﻠُﻮﻥَ ﻣَﺎ ﻳُﺆْﻣَﺮُﻭﻥَ}،

Dan Nabi membaca basmalah,maka batu gilingan itu memutar dengan sendiri dengan izin Allah,Nabi mengumpulkan tepung syair itu dengan tangannya yang mulia,dan batu gilingan itu tetap berputar dengan sendiri, dan batu gilingan itu membaca tasbih dengan berbagai bahasa sehingga selesai menggiling semua syair.

Rosul berkata : Berhentilah dengan izin Allah,maka gilingan itu beerhenti dan berkata dengan izin Allah, dia berkata dengan bahasa arab yang fasih : Wahai Rosulullah, Demi dzat yang telah mengutusmu dengan Haq menjadi nabi Nabi dan Rosul,Jika engkau memerintahkanku untuk memasak seluruh syair di masyriq dan maghrib,maka aku akan lakukan itu semua.sesungguhnya aku mendengar dalam kitabullah, ayat :

{ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻗُﻮﺍ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻫْﻠِﻴﻜُﻢْ ﻧَﺎﺭﺍً ﻭَﻗُﻮﺩُﻫَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻭَﺍﻟْﺤِﺠَﺎﺭَﺓُ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻣَﻼﺋِﻜَﺔٌ ﻏِﻼﻅٌ ﺷِﺪَﺍﺩٌ ﻻَ ﻳَﻌْﺼُﻮﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣَﺎ ﺃَﻣَﺮَﻫُﻢْ ﻭَﻳَﻔْﻌَﻠُ

ﻮﻥَ ﻣَﺎ ﻳُﺆْﻣَﺮُﻭﻥَ{ ﻓَﺨِﻔْﺖُ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺃَﻥْ ﺃَﻛُﻮْﻥَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺤِﺠَﺎﺭَﺓِ ﺍﻟﻼَّﺗِﻲْ ﻳَﺪْﺧُﻠْﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎَﺭ .” ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: “ ﺃَﺑْﺸِﺮِﻱْ، ﻓَﺈﻧَّﻚِ ﻣِﻦْ ﺣِﺠَﺎﺭَﺓِ ﻗَﺼْﺮِ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔَ ﺍﻟﺰَّﻫْﺮَﺍﺀ ﻓِﻲْ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ .” ﻓَﻌِﻨْﺪَ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﺮِﺣَﺖْ ﺍﻟﺮَّﺣَﺎ ﻭَﺍﺳْﺘَﺒْﺸَﺮَﺕْ ﻭَﺳَﻜَﻨَﺖْ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻻِﺑْﻨَﺘِﻪِ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔَ: “ ﻟَﻮْﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻳَﺎﻓَﺎِﻃَﻤُﺔ ﻟَﻄَﺤَﻨَﺖْ ﻟَﻚِ ﺍﻟﺮَّﺣَﺎ ﻭَﺣْﺪَﻫَﺎ،

Aku takut ya rosulallah menjadi bagian dari batu yang masuk neraka.Rosulullah berkata : Berbahagilah engkau, engkau termasuk batu milik fathimah yang masuk syurga. Dan ketika dijelaskan demikian batu gilingan itu merasa bahagia dan diam. Kemudian rosul berkata kepada puterinya : Jika Allah menghendaki, maka Batu gilingan ini akan menggiling sendiri.

ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَ > ﺹ 13 < ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﻜْﺘُﺐَ ﻟَﻚِ ﺍﻟﺤَﺴَﻨَﺎﺕِ، ﻭَﻳُﻜَﻔِّﺮَ ﻟَﻚِ ﺍﻟﺴﻴِّﺂﺕِ، ﻭَﻳَﺮْﻓَﻊَ ﻟَﻚِ ﺍﻟﺪَﺭَﺟَﺎﺕِ. ﻳَﺎ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔُ، ﺃَﻳُّﻤَﺎ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﻃَﺤَﻨَﺖْ ﻟِﺰَﻭْﺟِﻬَﺎ ﻭَﺃَﻭْﻻَﺩِﻫَﺎ ﺇﻻَّ ﻛَﺘَﺐَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻬَﺎ ﺑِﻜُﻞِّ ﺣَﺒَّﺔٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻘَﻤْﺢِ ﺣَﺴَﻨَﺔً، ﻭَﻣَﺤَﺎ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﺳَﻴِّﺌَﺔً، ﻭَﺭَﻓَﻊَ ﻟَﻬَﺎ ﺩَﺭَﺟَﺔً . ﻳَﺎ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔُ، ﺃَﻳُّﻤَﺎ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﻋَﺮِﻗَﺖْ ﻋِﻨْﺪَ ﻃَﺤِﻴْﻨِﻬَﺎ ﻟِﺰَﻭْﺟِﻬَﺎ ﺇﻻَّ ﺟَﻌَﻞَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑَﻴْﻨَﻬَﺎ ﻭَﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﺳَﺒْﻊَ ﺧَﻨَﺎﺩِﻕَ. ﻳَﺎ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔُ، ﺃَﻳُّﻤَﺎ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﺩَﻫَﻨَﺖْ ﺭُﺅُﻭْﺱَ ﺃَﻭْﻻَﺩِﻫَﺎ ﻭَﺳَﺮَّﺣَﺘْﻬُﻢْ ﻭَﻏَﺴَﻠَﺖْ ﺛِﻴَﺎﺑَﻬُﻢْ ﺇﻻَّ ﻛَﺘَﺐَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻬَﺎ ﺃَﺟْﺮَ ﻣَﻦْ ﺃَﻃْﻌَﻢَ ﺃَﻟْﻒَ ﺟَﺎﺋِﻊٍ ﻭَﻛَﺴَﺎ ﺃَﻟْﻒَ ﻋُﺮْﻳَﺎﻥ. ﻳَﺎ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔُ، ﺃَﻳُّﻤَﺎ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﻣَﻨَﻌَﺖْ ﺣَﺎﺟَﺔَ ﺟِﻴْﺮَﺍﻧِﻬَﺎ ﺇﻻَّ ﻣَﻨَﻌَﻬَﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻋَﻦِ ﺍﻟﺸُﺮْﺏِ ﻣِﻦْ ﺣَﻮْﺽِ ﺍﻟْﻜَﻮْﺛَﺮِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ. ﻳَﺎ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔُ، ﺃَﻓْﻀَﻞُ ﻣِﻦْ ﺫَﻟِﻚَ ﻛُﻠِّﻪِ ﺭِﺿَﺎﺍﻟﺰَّﻭْﺝِ ﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻪِ، ﻭَﻟَﻮْ ﻛَﺎﻥَ ﺯَﻭْﺟُﻚِ ﻏَﻴْﺮَ ﺭَﺍﺽٍ ﻋَﻨْﻚِ ﻣَﺎﻛُﻨْﺖُ ﺃَﺩْﻋُﻮْ ﻟَﻚِ ،

Tetapi (dengan mengerjakan semua ini) Allah menghendaki mencatat kebaikan untukmu dan melebur dosamu dan mengangkat derajatmu. Wahai fathimah seorang isteri mana saja yang memasak untuk suami dan anak-anaknya kecuali Allah menuliskan untuk setiap butirnya satu kebaikan dan melebur satu keburukan dan mengangkat satu derajat. Wahai fathimah isteri mana saja yang berkeringat saat memasak untuk suaminya kecuali Allah menjadikan diantara isteri tsb dan api neraka jarak tujuh khondaq. Wahai fathimah isteri mana saja yang meminyaki rambut kepala anak- anaknya dan menyisiri meereka dan mencuci pakaian mereka kecuali Allah menuliskan untuknya ganjaran seperti ganjaran orang yang memasak untuk seribu orang yang sedang lapar dan ganjaran seperti memberi pakaian kepada orang yang telanjang. Wahai fathimah isteri mana saja yang menolak hajat tetangganya kecuali Allah mencegah darinya untuk meminum air dari telaga kautsar pada hari qiamat. Wahai fathimah,yang lebih utama dari itu semua adalah ridho suaminya. Jika suamimu tidak ridho atasmu, maka aku takkan berdo’a untukmu.

ﺃَﻣَﺎ ﺗَﻌْﻠَﻤِﻴْﻦَ ﻳَﺎﻓَﺎﻃِﻤَﺔُ، ﺃَﻥَّ ﺭِﺿَﺎﺍﻟﺰَﻭْﺝِ ﻣِﻦْ ﺭِﺿَﺎﺍﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰْ، ﻭَﺳﺨَﻄُﻪُ ﻣِﻦْ ﺳَﺨَﻂِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰْ . ﻳَﺎ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔُ، ﺇِﺫَﺍ ﺣَﻤَﻠَﺖْ ﺍﻟﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺑِﺎﻟْﺠَﻨِﻴْﻦِ ﻓِﻲْ ﺑَﻄْﻨِﻬَﺎ ﺍﺳْﺘَﻐْﻔَﺮَﺕْ ﻟَﻬَﺎ ﺍﻟﻤَﻼَﺋِﻜَﺔُ، ﻭَﻛَﺘَﺐَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻬَﺎ ﻛُﻞَّ ﻳَﻮْﻡٍ ﺃَﻟْﻒَ ﺣَﺴَﻨَﺔٍ، ﻭَﻣَﺤَﺎ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﺃَﻟْﻒَ ﺳَﻴِّﺌَﺔٍ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺟَﺎﺀَﻫَﺎ ﺍﻟﻄَﻠْﻖُ ﻛَﺘَﺐَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻬَﺎ ﺛَﻮَﺍﺏَ ﺍﻟﻤُﺠَﺎﻫِﺪِﻳْﻦَ ﻓِﻲْ ﺳَﺒِﻴْﻞِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻭَﺿَﻌَﺖْ ﺣَﻤْﻠَﻬَﺎ ﺧَﺮَﺟَﺖْ ﻣِﻦْ ﺫُﻧُﻮْﺑِﻬَﺎ ﻛَﻴَﻮْﻡِ ﻭَﻟَﺪَﺗْﻬَﺎ ﺃُﻣُّﻬَﺎ. ﻳَﺎ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔُ، ﺃَﻳُّﻤَﺎ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﺧَﺪَﻣَﺖْ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ ﺑِﻨِﻴَّﺔٍ ﺻَﺎﺩِﻗَﺔٍ ﺇﻻَّ ﺧَﺮَﺟَﺖْ ﻣِﻦْ ﺫُﻧُﻮْﺑِﻬَﺎ ﻛَﻴَﻮْﻡِ ﻭَﻟَﺪَﺗْﻬَﺎ ﺃُﻣُّﻬَﺎ، ﻭَﻟَﻢْ ﺗَﺨْﺮُﺝْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪُﻧْﻴَﺎ ﻭَﻋَﻠْﻴْﻬَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺬُﻧُﻮْﺏِ ﺷَﻲْﺀٌ، ﻭَﺗَﺠِﺪُ ﻗَﺒْﺮَﻫَﺎ ﺭَﻭْﺿَﺔً ﻣِﻦْ ﺭِﻳَﺎﺽِ ﺍﻟﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﺃَﻋْﻄَﺎﻫَﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺛَﻮَﺍﺏَ ﺃَﻟْﻒِ ﺣَﺠَّﺔٍ ﻭَﺃَﻟْﻒِ ﻋُﻤْﺮَﺓٍ، ﻭَﻳَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﻟَﻬَﺎ ﺃَﻟْﻒُ ﻣَﻠَﻚٍ ﺇِﻟَﻰ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ.

Ketahuilah wahai fathimah, sesungguhnya ridho seorang suami adalah keridhoan Allah,dan kemarahannya adalah kemarahan allah.Wahai fathimah ,Jika seorang isteri sedang mengandung janin suaminya,maka malaikat memohonkan ampunan untuknya dan Allah menulis seribu kebaikan setiap harinya dan menghapus seribu keburukan/dosa,Dan ketika tiba Tholqu (sakit perut karena akan melahirkan) Allah mencatat untuknya ganjaran para mujahid yang berjuang dijalan Allah.Ketika jabang bayi sudah terlahir maka ia keluar dari dosa- dosanya laksana ia baru terlahir dari ibunya.Wahai fathimah, isteri mana saja yang berbakti pada suaminya dengan niat yang benar, maka ia laksana keluar dari dosa-dosanya seperti hari dimana ia dilahirkan ibunya,dan ia tidak keluar dari dunia (wafat) dengan membawa dosa sedikitpun,dan kuburnya adalah pertamanan syurga,dan Allah memberikan padanya ganjaran seribu haji dan seribu umroh dan memintakan ampun baginya seribu malaikat sampai hari qiamat.

ﻭﺃَﻳُّﻤَﺎ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﺧَﺪَﻣَﺖْ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ ﻳَﻮْﻣًﺎ ﻭَﻟَﻴْﻠَﺔً ﺑِﻄِﻴْﺐِ ﻧَﻔْﺲٍ ﻭَﺇِﺧْﻼَﺹٍ ﻭَﻧِﻴَّﺔٍ ﺻَﺎﺩِﻗَﺔٍ ﺇِﻻَّ ﻏَﻔَﺮَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻬَﺎ ﺫُﻧُﻮْﺑَﻬَﺎ ﻛُﻠَّﻬَﺎ، ﻭَﺃَﻟْﺒَﺴَﻬَﺎ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺣُﻠَّﺔً ﺧَﻀْﺮَﺍﺀَ، ﻭَﻛَﺘَﺐَ ﻟَﻬَﺎﺑِﻜُﻞِّ ﺷَﻌْﺮَﺓٍ ﻓِﻲْ ﺟَﺴَﺪِﻫَﺎ ﺃَﻟْﻒَ ﺣَﺴَﻨَﺔٍ، ﻭَﺃَﻋْﻄَﺎﻫَﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻣِﺎﺋَﺔَ ﺣَﺠَّﺔٍ ﻭَﻋُﻤْﺮَﺓٍ. ﻳَﺎ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔُ، ﺃَﻳُّﻤَﺎ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﺗَﺒَﺴَّﻤَﺖْ ﻓِﻲْ ﻭَﺟْﻪِ ﺯَﻭْﺟِﻬَﺎ ﺇِﻻَّ ﻧَﻈَﺮَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻬَﺎ ﺑِﻌَﻴْﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﺔِ . ﻳَﺎ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔُ، ﺃَﻳُّﻤَﺎ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﻓَﺮَﺷَﺖْ ﻟِﺰَﻭْﺟِﻬَﺎ ﺑِﻄِﻴْﺐِ ﻧَﻔْﺲٍ ﺇِﻻَّ ﻧَﺎﺩَﺍﻫَﺎ ﻣُﻨَﺎﺩٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ: ﺍﺳْﺘَﻘْﺒِﻠِﻲْ ﺍﻟﻌَﻤَﻞَ، ﻓَﻘَﺪْ ﻏَﻔَﺮَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻚِ ﻣَﺎﺗَﻘَﺪَّﻡَ ﻣِﻦْ ﺫَﻧْﺒِﻚَ ﻭَﻣَﺎ ﺗَﺄَﺧَّﺮَ .

Isteri mana saja yang berbakti pada suaminya pada siang dan malam hari dengan senang hati dan ikhlas serta niat yang benar kecuali allah mengampuni semua dosanya,dan pada hari qiamat Allah memakaikan perhiasan yang hijau,Dan Allah mencatatkan untuk setiap rambut yang berada dijasadnya seribu kebaikan Dan Allah memberikan ganjaran seratus kali haji dan umroh.Wahai Fathimah,isteri mana saja yang tersenyum didepan suaminya kecuali Allah akan memandangnya dengan pandangan rohmat.Wahai fathimah,isteri mana saja yang melayani jima’ suaminya dengan senang hati,kecuali ada suara dari langit : Engkau telah mengerjakan amal dengan benar, Allah telah mengampunimu atas dosamu yang telah lalu dan yang akan datang.

ﻳَﺎ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔُ، ﺃَﻳُّﻤَﺎ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﺩَﻫَﻨَﺖْ ﺭَﺃْﺱَ ﺯَﻭْﺟِﻬَﺎ ﻭَﻟِﺤْﻴَﺘَﻪُ، ﻭَﻗَﺼَّﺖْ ﺷَﺎﺭِﺑَﻪُ، ﻭَﻗَﻠَﻤَﺖْ ﺃَﻇَﺎﻓِﺮَﻩُ ﺇِﻻَّ ﺳَﺎﻗَﺎﻫَﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻖِ ﺍﻟﻤَﺨْﺘُﻮْﻡِ، ﻭﻣﻦ ﺃَﻧْﻬَﺎﺭِ ﺍﻟﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﻫَﻮَّﻥَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺳَﻜَﺮَﺍﺕِ ﺍﻟﻤَﻮْﺕِ، ﻭَﺗَﺠِﺪُ ﻗَﺒْﺮَﻫَﺎ ﺭَﻭْﺿًﺎ ﻣِﻦْ ﺭِﻳَﺎﺽِ ﺍﻟﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﻳَﻜْﺘُﺐُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻬَﺎ ﺑَﺮَﺍﺀَﺓً ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ، ﻭَﺍﻟﺠﻮَﺍﺯَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺼِّﺮَﺍﻁِ .{ ﻭﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺮﺣﻴﻖ : ﺍﻟﺨﻤﺮ ﺍﻟﺼﺎﻓﻴﺔ . ﻭﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﻤﺨﺘﻮﻡ: ﺍﻟﻤﻤﻨﻮﻉ ﻣﻦ ﺃﻥ ﺗﻤﺴﻪ ﻳﺪ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﻳﻔﻚ ﺍﻷﺑﺮﺍﺭ ﺧﺘﻤﻪ، ﻭﺍﻟﻤﺨﺘﻮﻡ ﺃﺷﺮﻑ ﺍﻟﺠﺎﺭﻯ .

Wahai Fathimah, isteri mana saja yang meminyaki rambut dan janggut suaminya dan menggunting kumisnya dan memotong kukunya kecuali Allah memberikan minum padanya dari “Al-Rohiqil Makhtum*” dan dari sungai dalam syurga,Dan Allah memudahkan ketika ia sakarotul maut,dan menjadikan kuburnya pertamanan syurga,dan ditulis atasnya “terbebas dari api neraka”,dan selamat ketika menyebrangi jembatan (shiroth).

*  “Al- Rohiqil Makhtum” ( ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻖِ ﺍﻟﻤَﺨْﺘُﻮْﻡِ ) adalah minuman arak dari botol yang masih tersegel.

ﻭﺭﻭﻱ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : } ﺇِﺫَﺍ ﻏَﺴَﻠَﺖْ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺛِﻴَﺎﺏَ ﺯَﻭْﺟِﻬَﺎ ﻛَﺘَﺐَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻬَﺎ ﺃَﻟْﻔَﻲْ ﺣَﺴَﻨَﺔٍ ﻭَﻏَﻔَﺮَ ﻟَﻬَﺎ ﺃَﻟْﻔَﻲْ ﺳَﻴِّﺌَﺔٍ، ﻭَﺍﺳْﺘَﻐْﻔَﺮَ ﻟَﻬَﺎ ﻛُﻞُّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻃَﻠَﻌَﺖْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺸَﻤْﺲُ.{ ﻭﻗﺎﻟﺖ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ: }ﺻَﺮِﻳْﺮُ ﻣِﻐْﺰَﻝِ ﺍﻟﻤَﺮْﺃَﺓِ ﻳَﻌْﺪِﻝُ ﺍﻟﺘَﻜْﺒِﻴْﺮَ ﻓِﻲْ ﺳَﺒِﻴْﻞِ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻭَﺃَﻳّﻤَﺎ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﻛَﺴَﺖْ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﻏﺰْﻟِﻬَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻬَﺎ ﺑِﻜُﻞِّ ﺳﺪﻯً ﻣِﺎﺋَﺔُ ﺃَﻟْﻒِ ﺣَﺴَﻨَﺔٍ .{ ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲُّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : } ﻣَﻦْ ﺍﺷْﺘَﺮَﻯ ﻟِﻌِﻴَﺎﻟِﻪِ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺛُﻢَّ ﺣَﻤَﻠَﻪُ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﺇِﻟَﻴْﻬِﻢْ ﺣَﻂَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﺫُﻧُﻮْﺏَ ﺳَﺒْﻌِﻴْﻦَ ﺳَﻨَﺔً .{ ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: } ﻣَﻦْ ﻓَﺮَّﺡَ ﺃُﻧْﺜَﻰ ﻓَﻜَﺄَﻧَّﻤَﺎ ﻳَﺒْﻜِﻰ ﻣِﻦْ ﺧَﺸْﻴَﺔِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﻣَﻦْ ﺑَﻜَﻲ ﻣِﻦْ ﺧَﺸْﻴَﺔِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺟَﺴَﺪَﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ .{ ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: }ﺍﻟْﺒَﻴْﺖُ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻓِﻴْﻪِ ﺍﻟْﺒَﻨَﺎﺕُ ﻳُﻨْﺰِﻝُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻪِ ﻛُﻞَّ ﻳَﻮْﻡٍ ﺍﺛْﻨَﺘَﻲْ ﻋَﺸَﺮَﺓَ ﺭَﺣْﻤَﺔً، ﻭَﻻَ ﺗَﻨْﻘَﻄِﻊُ ﺯِﻳَﺎﺭَﺓُ ﺍﻟﻤَﻼَﺋِﻜَﺔِ ﻣِﻦْ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟﺒَﻴْﺖِ ﻭَﻳَﻜْﺘُﺒُﻮْﻥَ ﻷَﺑَﻮَﻳْﻬِﻦَّ ﻛُﻞَّ ﻳَﻮْﻡٍ ﻭَﻟَﻴْﻠَﺔٍ ﻋِﺒَﺎﺩَﺓَ ﺳَﺒْﻌِﻴْﻦَ ﺳَﻨَﺔً }.

Diriwayatkan dari Abi Mas’ud r.a, dari Rosulillah SAW : Tetkala seorang isteri mencucikan pakaian suaminya,maka Allah mencatat baginya dua ribu kebaikan dan mengampuni dua ribu keburukan,dan memohonkan ampun baginya setiap sesuatu yang tersinari matahari.

Rosulullah bersabda : Barangsiapa yang membelikan sesuatu untuk keluarganya dan membawa dengan tangannya,maka Allah menghapus darinya dosa tujuh puluh tahun.

Rosulullah bersabda : Barangsiapa (suami) yang memberikan kegembiraan pada isterinya seakan- akan ia menangis karena takut kepada Allah,dan barangsiapa yang menangis karena takut kepaa Allah maka Allah mengharamkan jasadnya masuk neraka.

Rosulullah bersabda : Sebuah rumah yang di dalamnya ada anak-anak perempuan,maka Allah menurunkan pada rumah tersebut dua belas rohmat setiap harinya,dan tak henti-hentinya para malaikat mengunjungi rumah tersebut, dan malaikat menuliskan disetiap pintunya ibadah selama tujuh puluh tahun.

Wallahu a’lam.

PINTU SURGA BAGI SEORANG ANAK ADALAH KEDUA ORANG TUANYA

” Dahulu Aku memiliki dua pintu yang terbuka menuju surga. Namun sekarang salah satunya telah tertutup”. ( Al – Birr Li Ibnil Jauzi, hal : 56, dinukil dari kitab Min Akhbar As – Salaf Ash – Shalih, hal : 398 ).

MAKSUDNYA ADALAH :

Berbakti dan berbuat baik pada kedua orang tua merupakan jalan termudah menuju surga.

Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ

“Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi no. 1900, Ibnu Majah no. 3663 dan Ahmad 6: 445. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Dari Humaid, ia menyatakan, ketika ibunya Iyas bin Mu’awiyah itu meninggal dunia, Iyas menangis. Ada yang bertanya padanya, “Kenapa engkau menangis?” Ia menjawab :

 كَانَ لِي بَابَانِ مَفْتُوْحَانِ إِلَى الجَنَّةِ وَأُغْلِقَ أَحَدُهُمَا

“Dahulu aku memiliki dua pintu yang terbuka menuju surga. Namun sekarang salah satunya telah tertutup.” (Al-Birr li Ibnil Jauzi, hlm. 56. Dinukil dari Kitab min Akhbar As-Salaf Ash-Shalih, hlm. 398)

~Tarikh Madinah Dimasyqi :

~يض القدير

(الوالد أوسط أبواب الجنة) أي طاعته وعدم عقوقه مؤد إلى دخول الجنة من أوسط أبوابها ذكره العراقي. وقال البيضاوي: أي خير الأبواب وأعلاها والمعنى أن أحسن ما يتوسل به إلى دخول الجنة ويتوصل به إلى الوصول إليها مطاوعة الوالد ورعاية جانبه وقال بعضهم: خيرها وأفضلها وأعلاها يقال هو من أوسط قومه أي من خيارهم وعليه فالمراد بكونه أوسط أبوابها من التوسط بين شيئين فالباب الأيمن أولها وهو الذي يدخل منه من لا حساب عليه ثم ثلاثة أبواب باب الصلاة وباب الصيام وباب الجهاد هذا إن كان المراد أوسط أبواب الجنة ويحتمل أن المراد أن بر الوالدين أوسط الأعمال المؤدية إلى الجنة لأن من الأعمال ما هو أفضل منه ومنها ما هو دون البر والبر متوسط بين تلك الأعمال وظاهر صنيع المصنف أن ذا هو الحديث بتمامه وليس كذلك بل أغفل منه قطعة وهي قوله فإن شئت فحافظ على الباب أو ضيع اه بنصه لأحمد وللترمذي الوالد أوسط أبواب الجنة فإن شئت فاحفظ وإن شئت فضيع وفيه أن العقوق كبيرة وفي لفظ له الوالد أوسط أبواب الجنة فإن شئت فأضع ذلك الباب وإن شئت فاحفظ

~مرقاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح

وعن ابن عباس – رضي الله عنهما – قال : قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ” من أصبح مطيعا لله في والديه أصبح له بابان مفتوحان من الجنة ، وإن كان واحدا فواحدا ، ومن أمسى عاصيا لله في والديه أصبح له بابان مفتوحان من النار ، إن كان واحدا فواحدا ” قال رجل : وإن ظلماه ؟ قال : ” وإن ظلماه ، وإن ظلماه ، وإن ظلماه ” .

~الحاشية رقم: 1 4943 –

( وعن ابن عباس – رضي الله عنهما – قال : قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم – من أصبح مطيعا لله في والديه ) أي : في حقهما . وفيه : أن طاعة الوالدين لم تكن طاعة مستقلة ، بل هي طاعة الله التي بلغت توصيتها من الله تعالى بحسب طاعتهما لطاعته ، وكذلك العصيان والأذى ، وهو من باب قوله تعالى : إن الذين يؤذون الله ورسوله ، ذكره الطيبي . قلت : ويؤيده أنه ورد : ” لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق ” ، بل من أطاعهما و لم ينو رضا الله تعالى لا يكون بارا ، وفي نسخة ( والده ) وكأنه أراد الجنس مع قطع النظر عن وصف الذكورة والأنوثة ، وقيل : إنه من صيغ النسب كتامر ولابن ، فيشمل الأب والأم ; قلت : ومع هذا لا بد أن يراد به الجنس ليستقيم قوله : ( أصبح له بابان مفتوحان من الجنة ) ، يجوز أن يكون صفة أخرى لقوله : بابان ، وأن يكون حالا من الضمير في ( مفتوحان ) ذكره الطيبي ( وإن كان ) وفي نسخة : فإن كان أي : الوالد المطاع ( واحدا فواحدا ) ، أي : فكان الباب المفتوح واحدا ، إلى هنا رواه ابن عساكر عن ابن عباس ( ومن أمسى عاصيا لله تعالى في والديه أصبح له بابان مفتوحان من النار ، وإن كان واحدا فواحدا ” . قال رجل : وإن ظلماه ؟ ) قال الطيبي : يراد بالظلم ما يتعلق بالأمور الدنيوية لا الأخروية ( قال : وإن ظلماه ، وإن ظلماه ، وإن ظلماه ) : ثلاث مرات للتأكيد والمبالغة .

~ البداية والنهاية

قالوا : ولما ماتت أمه بكى ، فقيل له في ذلك ، فقال : كان لي بابان مفتوحان إلى الجنة ، فغلق أحدهما

Wallahu a’lam

MEMAAFKAN ORANG YANG MENDZOLIMI KITA

Apakah hukum menjauhi saudara dengan cara jarang silaturahmi karena saudara kita itu telah sering mendzolimi kita atau berbuat jahat ke kita. Apakah saudara kita yang dzolim itu memang harus di jauhi atau bagaimana?

JAWABAN :

Dalam hubungan kekeluargaan,persahabatan dan bahkan kemasyarakatan , adakalanya terjadi perbedaan , pertengkaran , perselisihan yang berakibat putusnya tali silaturrahmi,perpecahan,saling benci satu sama lain,hingga jangankan duduk dalam satu majlis,bertemu pun rasanya tak berharap.Islam memandang hal tersebut (perbedaan,perselisihan) biasa terjadi dalam hal muamalah,namun islam juga mengajarkan cara yang baik untuk kembali merajut hubungan yang lebih harmonis.

Sumber : Kitab Shohih Muslim

Dalam sebuah haditsnya Rosulullah SAW bersabda :

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لا يحل لمسلم أن يهجر أخاه فوق ثلاث ليال يلتقيان فيعرض هذا ويعرض هذا وخيرهما الذي يبدأ بالسلام”

Tidaklah halal (haram) bagi seorang muslim menghindar dari saudaranya lebih dari tiga hari/malam,dan ketika bertemu mereka saling memalingkan muka,dan sebaik-baik dari keduanya adalah ia yang memulai mengucapkan salam”.

Tiga hari menghindar dihukumi boleh dalam rangka colling down,meredakan kemarahan dan kebencian, saling introspeksi dan kemudian menyambung silaturrahmi kembali.

قوله صلى الله عليه وسلم : ( لا يحل لمسلم أن يهجر أخاه فوق ثلاث ليال ) قال العلماء : في هذا الحديث تحريم الهجر بين المسلمين أكثر من ثلاث ليال ، وإباحتها في الثلاث الأول بنص الحديث ، والثاني بمفهومه . قالوا : وإنما عفي عنها في الثلاث لأن الآدمي مجبول على الغضب وسوء الخلق ونحو ذلك ; [ ص: 91 ] فعفي عن الهجرة في الثلاثة ليذهب ذلك العارض . وقيل : إن الحديث لا يقتضي إباحة الهجرة في الثلاثة ، وهذا على مذهب من يقول : لا يحتج بالمفهوم ودليل الخطاب

Dalam lain kesempatan Rosulullah dimintai nasihat oleh sahabat ‘Uqbah bin ‘aamir tentang amalan yang mempunyai keunggulan dan keutamaan, Rosul bersabda :

قال عقبة ثم لقيت رسول الله صلى الله عليه وسلم فابتدأته فأخذت بيده فقلت يا رسول الله أخبرني بفواضل الأعمال فقال يا عقبة صل من قطعك وأعط من حرمك وأعرض عمن ظلمك

“Wahai ‘uqbah , Jalin kembali hubungan dengan orang yang memutuskan silaturrahmi denganmu , Berilah orang yang kikir padamu , dan maafkan orang yang zdolim/aniaya padamu “.

Tiga perkara ini bukan hal yang mudah dilakukan bagi seseorang,akan tetapi jika ia mampu melakukannya,maka Allah telah menyediakan pahala dan ganjaran yang maha besar (di atas rata-rata).

sumber :- Musnad uqbqh bin amir

 (حديث مرفوع) حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ , حَدَّثَنَا ابْنُ عَيَّاشٍ , عَنْ أسند= بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْخَثْعَمِيِّ , عَنْ فَرْوَةَ بْنِ مُجَاهِدٍ اللَّخْمِيِّ , عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ , قَالَ : أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِي : ” يَا عُقْبَةُ بْنَ عَامِرٍ صِلْ مَنْ قَطَعَكَ , وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ , وَاعْفُ عَمَّنْ ظَلَمَكَ ” .

– Musnad Imam Ahmad 16883

حدثنا أبو المغيرة حدثنا معان بن رفاعة حدثني علي بن يزيد عن القاسم عن أبي أمامة الباهلي عن عقبة بن عامر قال لقيت رسول الله صلى الله عليه وسلم فابتدأته فأخذت بيده قال فقلت يا رسول الله ما نجاة هذا الأمر قال يا عقبة احرس لسانك وليسعك بيتك وابك على خطيئتك قال ثم لقيني رسول الله صلى الله عليه وسلم فابتدأني فأخذ بيدي فقال يا عقبة بن عامر ألا أعلمك خير ثلاث سور أنزلت في التوراة والإنجيل والزبور والفرقان العظيم قال قلت بلى جعلني الله فداك قال فأقرأني قل هو الله أحد وقل أعوذ برب الفلق وقل أعوذ برب الناس ثم قال يا عقبة لا تنساهن ولا تبيت ليلة حتى تقرأهن قال فما نسيتهن من منذ قال لا تنساهن وما بت ليلة قط حتى أقرأهن قال عقبة ثم لقيت رسول الله صلى الله عليه وسلم فابتدأته فأخذت بيده فقلت يا رسول الله أخبرني بفواضل الأعمال فقال يا عقبة صل من قطعك وأعط من حرمك وأعرض عمن ظلمك

Wallohu a’lam bis showab

ADAB ATAU AKHLAK TIDURNYA UMAT ISLAM

Lima Adab Sebelum Tidur

Pada dasarnya, tidur merupakan aktivitas harian yang bersifat fitrah dan alami yang dialami oleh setiap makhluk, tak terkecuali manusia. Seluruh manusia pasti akan melewati keadaan terjaga dan tidur sepanjang harinya. Tidur merupakan kebutuhan pokok seperti halnya makan dan minum bagi setiap manusia.

Dalam kitab Bidayah al-Hidayah, Abu Hamid al-Ghazali membuat bab khusus tentang tata cara tidur, yang disebut dengan adab al-Naum. Setidaknya, ada lima hal yang perlu dilakukan dan dipersiapkan sebelum tidur sebagimana telah dicontohkan dan diperintahkan Nabi Saw.

Pertama; menutup pintu dan mematikan api dan lampu. Hal ini sebagaimana anjuran Nabi Saw dalam hadis riwayat al-Imam al-Bukhari dari Jabir bin Abdillah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

أَطْفِئُوا اْلمَصَابِيْحَ بِاللَّيْلِ إِذِا رَقَدْتُمْ، وَأَغْلِقُواْ اْلأَبْوَابَ

“Matikanlah lampu-lampu di waktu malam jika kalian hendak tidur, tutuplah pintu-pintu”.

Kedua; bersuci dengan melakukan wudhu sebelum tidur. Terdapat beberapa riwayat hadis Nabi Saw yang menganjurkan wudhu sebelum tidur, di antaranya adalah hadis riwayat al-Imam al-Bukhari dan Muslim dari al-Barra’ bin ‘Azib, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ

“Apabila engkau hendak tidur, berwudhulah sebagaimana wudhu ketika hendak shalat.”

Wudhu dianjurkan bagi siapa pun yang ingin hendak tidur, siang maupun malam. Hal ini sebagaimana dikatakan al-Imam al-Nawawi, agar terhindar dari gangguan setan selama dalam kondisi tidur. Bahkan anjuran wudhu sebelum tidur ini berlaku pula bagi orang junub, meskipun dia tetap tidak boleh shalat dan membaca alquran dengan wudhu ini. Dalam sebuah hadis riwayat al-Imam al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar, dia bercerita bahwa bapaknya Sayyidina Umar bertanya kepada Nabi Saw;

أَيَرْقُدُ أَحَدُنَا وَهْوَ جُنُبٌ قَالَ « نَعَمْ إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرْقُدْ وَهُوَ جُنُبٌ

“Apakah salah seorang di antara kami boleh tidur sedangkan ia dalam keadaan junub? Nabi Saw menjawab, “Iya, jika salah seorang di antara kalian junub, hendaklah ia berwudhu lalu tidur.”

Ketiga; mengibas tempat tidur dengan sarung atau benda lainnya. Hal ini berdasarkan hadis riwayat al-Imam Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْينَفْض فِرَاشَهُ بِدَاخِلَةِ إِزَارِهِ، فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِيْ مَا خَلْفَهُ عَلَيْهِ

“Apabila salah seorang dari kalian hendak barbaring di tempat tidurnya hendaklah ia kibas-kibas tempat tidurnya itu dengan sarungnya. Karena dia tidak tahu apa yang terjadi pada tempat tidurnya setelah ia tinggalkan sebelumnya.”

Tujuan mengibas tempat tidur adalah membersihkan barangkali ada kuman, kotoran atau lainnya yang bersarang di tempat tidur. Karena itu, dianjurkan mengibas tempat tidur tiga kali sambil membaca basmalah, untuk memastikan kuman atau kotoran tersebut hilang.

Keempat; melakukan shalat witir sebelum tidur. Al-Imam Ahmad meriwayatkan hadis dari Abu Hurairah, dia bercerita;

أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَبِالْوِتْرِ قَبْلَ النَّوْمِ وَبِصَلَاةِ الضُّحَى فَإِنَّهَا صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ

“Kekasihku, Nabi Saw, mewasiatkan kepadaku untuk berpuasa tiga hari dari setiap bulan, shalat witir sebelum tidur, dan dari shalat Dhuha, maka sungguh itu adalah shalatnya awwabin (shalatnya orang-orang yang banyak taat kepada Allah).”

Anjuran shalat witir sebelum tidur ini terutama sangat ditekankan kepada orang yang tidak yakin akan bangun di akhir malam supaya lebih memberi jaminan tidak meninggalkan shalat witir akibat ketiduran.

Kelima; menulis wasiat sebelum tidur jika ada hal penting yang perlu diwasiatkan. Menurut al-Imam al-Ghazali dalam kitab Bidayah al-Hidayah, hasil wasiat yang sudah ditulis hendaknya disimpan di bawah bantal atau kasur tempat tidur. Dalam hadis riwayat al-Imam al-Bukhari dan Muslim, Nabi Saw bersabda;

مَا حَقُّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ لَهُ شَيْءٌ يُرِيْدُ أَنْ يُوْصِيَ فِيْهِ يَبِيْتُ لَيْلَتَيْنِ إِلاَّ وَوَصِيِّتُهُ مَكْتُوْبَةٌ عِنْدَهُ

“Tidak pantas bagi seorang muslim yang memiliki sesuatu yang ingin ia wasiatkan untuk melewati dua malamnya melainkan wasiatnya itu tertulis di sisinya.

Tiga Adab Saat Tidur

Dalam kitab Bidayah al-Hidayah, al-Imam al-Ghazali berkata bahwa keadaan tidur serupa dengan keaadan mati. Hanya saja bagi orang yang tidur, Allah mengembalikan jiwa atau ruh ke dalam jasad pada saat sudah terbangun. Sementara bagi orang mati, Allah menggenggam dan menahan jiwa atau ruh tersebut dan tidak mengembalikan kembali pada jasad.

Karena itu, Nabi Saw mengajarkan kepada kita beberapa adab pada saat tidur yang perlu diperhatikan kita semua sebagai umatnya. Hal ini agar ketika kematian menjemput secara tiba-tiba pada saat tidur, kita berada dalam keadaan kesucian hati dengan mengingat Allah. Setidaknya ada tiga adab yang diajarkan Nabi Saw pada saat tidur.

Pertama; tidur dengan berbaring pada rusuk sebelah kanan. Dalam hadis riwayat al-Imam al-Bukhari dan Muslim, Nabi Saw berkata kepada al-Barra’ bin Azib;

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَأْ وُضُوءَكَ للصَلاةِ، ثُمَّ اضْطَّجِعْ على شِقِّكَ الأَيْمَنِ

“Jika engkau akan menuju pembaringanmu (tempat tidurmu), maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk menunaikan shalat, kemudian berbaringlah dirusukmu sebelah kanan.”

Sedangkan tidur dengan posisi tengkurap sangat dilarang oleh Nabi Saw. Dalam hadis riwayat Abu Daud dari Abu Dzar, dia berkata;

مَرَّ بِىَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- وَأَنَا مُضْطَجِعٌ عَلَى بَطْنِى فَرَكَضَنِى بِرِجْلِهِ وَقَالَ : يَا جُنَيْدِبُ إِنَّمَا هَذِهِ ضِجْعَةُ أَهْلِ النَّارِ.

“Nabi Saw lewat di hadapanku dan ketika itu aku sedang tidur tengkurap. Beliau menggerak-gerakkanku dengan kakinya. Beliau pun bersabda, ‘Wahai Junaidib, tidur seperti itu seperti berbaringnya penduduk neraka.”

Kedua; meletakkan tangan di bawah pipi kanan. Dalam hadis riwayat al-Imam al-Bukhari dari Hudzaifah, dia berkata;

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ مِنْ اللَّيْلِ وَضَعَ يَدَهُ تَحْتَ خَدِّهِ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا وَإِذَا اسْتَيْقَظَ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Apabila Nabi Saw hendak tidur di malam hari, beliau meletakkan tangannya di bawah pipi, kemudian beliau mengucapkan: Bismika amutu wa ahya (Dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup). Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: Al Hamdulillahilladzii ahyana ba’da ma amatana wa ilaihin nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).”

Ketiga; membaca doa dari Nabi Saw. Di antara doa dari Nabi Saw sebagai berikut;

اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ

“Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup. Ya Allah, aku tundukkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, karena rasa takut dan penuh harap kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari hukuman-Mu kecuali kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada nabi-Mu yang telah Engkau utus.”

Do’a Sebelum Tidur

Membaca doa sebelum tidur merupakan adab yang diajarkan oleh Rasulullah Saw kepada kita, umatnya. Agar kita menutup segala aktifitas sehari-hari dengan menyebut nama Allah. Sehingga jika kita tidak bangun lagi maka kita akan meninggal dalam keadaan khusnul khatimah, karena meninggal setelah menyebutkan nama Allah Saw. Berikut ini doa yang beliau ajarkan:

باسمِكَ اللَّهُمَ أَحْيا وأمُوتُ

Bismika allahumma ahyaa wa amuut(u)

Artinya; Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati

(Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari)

Tiga Adab Bangun Tidur

Mengetahui adab-adab bangun tidur termasuk perkara penting dalam Islam. Bahkan al-Imam al-Ghazali meletakkan faslun fi adabil istiqadz minan naum, pasal mengenai adab-adab bangun tidur, pada urutan kedua setelah penjelasan mengenai materi ketaatan kepada Allah. Hal ini, menurut al-Imam al-Ghazali, karena kita tidak bisa melaksanakan perintah Allah dengan baik dan sempurna kecuali kita mengatur waktu beribadah sejak dari bangun tidur sampai ke tempat tidur kembali.

Selajutnya al-Imam al-Ghazali menasehati agar ketika tidur malam hendaknya bangun sebelum terbitnya fajar. Namun secara umum, setidaknya ada tiga adab yang perlu dilakukan sesaat setelah bangun tidur, baik tidur malam maupun siang.

Pertama, membaca doa bangun tidur dan memperbanyak dzikir.

Dianjurkan ketika bangun tidur dan belum beranjak dari tempat tidur untuk membaca doa berikut ini.

اَلْحَمْدُ لِلهِ الذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْه النُشُوْرُ

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami. Dan kepada-Nya lah tempat kembali”

Kemudian dilanjutkan membaca zikir, bersegera wudhu dan melaksanakan shalat sehingga tidak terus tenggelam dalam rasa malas dan kantuk, khususnya setelah bangun tidur malam. Ketika bangun tidur kemudian dilanjutkan dengan zikir, wudhu dan shalat, maka akan membuat seseorang semangat dan baik raga dan jiwanya. Hal ini sebagaimana hadis riwayat al-Imam al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

يَعقِدُ الشَّيطانُ عَلى قافيَةِ رأسِ أَحدِكُم إذا هوَ نام ثَلاثَ عُقدٍ، يَضرِبُ كلَّ عُقدةٍ مَكانَها: عليكَ ليلٌ طويلٌ فارقُدْ، فإنِ استَيقظَ فذَكَر اللهَ انحلَّت عُقدةٌ، فإن تَوضَّأ انحلَّت عُقدةٌ، فإن صلَّى انحلَّت عُقدُه كلُّها، فأَصبحَ نَشيطًا طيِّبَ النَّفسِ، وإلَّا أَصبحَ خَبيثَ النَّفسِ كَسلانَ

“Setan mengikat tengkuk kepala seseorang di antara kalian ketika sedang tidur dengan tiga ikatan. Pada setiap ikatannya ia mengatakan: “malammu masih panjang, teruslah tidur”. Maka jika orang tersebut bangun, kemudian ia berzikir kepada Allah, terbukalah satu ikatan. Kemudian jika ia berwudhu terbukalah satu ikatan lagi. Kemudian jika ia shalat maka terbukalah seluruh ikatan. Sehingga ia pun bangun dalam keadaan bersemangat dan baik jiwanya. Namun jika tidak melakukan demikian, maka ia biasanya akan bangun dalam keadaan buruk jiwanya dan malas.”

Kedua, mencuci tangan dan wajah.

Ketika bangun tidur dianjurkan untuk mencuci wajah dan tangan sebelum memasukkan tangan tersebut ke dalam bejana atau melakukan aktifitas lainnya. Dalam hadis riwayat al-Imam al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Nabi Saw bersabda:

إذا استيقظ أحدُكم من نومِهِ، فلا يَغْمِسْ يدَه في الإناءِ حتى يغسلَها ثلاثًا . فإنه لا يَدْرِي أين باتت يدُه

“Jika salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka jangan mencelupkan tangannya ke dalam bejana sebelum ia mencucinya tiga kali. Karena ia tidak mengetahui di mana letak tangannya semalam.”

Ketiga, membersihkan mulut dan gigi dengan siwak atau sikat gigi.

Anjuran ini karena ketika tidur bau mulut biasanya berubah, disebabkan uap dari perut yang naik. Dan dalam keadaan ini, dengan bersiwak atau sikat gigi akan menghilangkan bau yang tidak sedap di mulut. Dalam hadis riwayat al-Imam al-Bukhari dan Muslim, Huzdaifah ibn al-Yaman bercerita;

كان النبيُّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم إذا قام مِن الليلِ يَشُوصُ فاه بالسواكِ

“Biasanya Nabi Saw jika bangun di malam hari beliau menggosok-gosok mulutnya dengan siwak.”

 

Do’a Bangun Tidur

Berdoa ketika telah bangun tidur merupakan adab yang dicontohkan Rasul Saw., sekaligus sebagai tanda syukur kepada Allah SWT. karena masih diberikan umur panjang untuk memperbanyak ibadah dan berbuat baik. Berikut doa tersebut:

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أحْيانا بَعْدَما أماتَنا وإلَيْهِ النشُورُ

Alhamdu lillahil ladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur(u)

Segala puji Allah yang telah menghidupkan kami sesudah kami mati (membangunkan dari tidur) dan hanya kepada-Nya kami kembali. (Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari)

KELUARGA : RUMAH IDAMAN DAN DO’A MEMBANGUN RUMAH,MASUK RUMAH, KELUAR RUMAH.

Terkadang kebanyakan orang memiliki pemikiran bahwa rumah yang besar nan mewah, harta yang melimpah merupakan faktor pendorong adanya kebahagiaan dalam menjalin sebuah hubungan rumah tangga. Benarkah ini yang dinamakan rumah yang berkah?

Sebenarnya tidak, karena terbukti banyak keluarga yang tinggal dalam sebuah singgasana yang megah, kebutuhan ekonomi yang melimpah, tapi perselisihan dan percekcokan masih kerap terjadi, dan sebaliknya ada sebuah keluarga yang hidup di dalam rumah yang terkesan sederhana, ekonomi yang hanya dibilang berkecukupan, tapi keluarganya harmonis nan damai, tanpa adanya pertengkaran yang dapat merusak hubungan rumah tangga mereka.

Dari sini dapat kita jadikan sebuah acuan bahwa rumah tangga yang harmonis bukan bersumber dari rumah mewah, harta yang melimpah dan lain sebagainya, melainkan bersumber dari hati yang tenteram sebab terdapat cahaya keimanan yang terpancar dari rumah yang ditempatinya.

Lantas bagaimana cara menciptakan rumah yang penuh keberkahan, sehingga tercipta rumah tangga yang harmonis? Berikut kami rangkum dalam artikel di bawah ini.

Pertama, dijadikan sebagai tempat untuk salat sunah. Islam memang mengajarkan agar selalu salat berjamaah di masjid, karena dengan berjamaah di masjid langkah kaki kita terhitung sebagai ibadah, dan kita mendapatkan limpahan pahala sampai dua puluh tujuh derajat, tapi tidak dengan salat sunah.

Jika kita hendak melakukan salat sunah lebih baik jangan di masjid melainkan di rumah sendiri, kecuali salat yang disunahkan untuk berjamaah, seperti Tarawih dan lain sebagainya. Salat sunah di rumah itu dapat menjadikan rumah bercahaya, sehingga penghuninya diberikan ketenangan dan hati yang damai. Hal tersebut berkenaan dengan sabda Nabi saw:

عليكم بالصلاة في بيوتكم فان خير صلاة المرء في بيته الا الصلاة المكتوبة

“Hendaklah kalian mengerjakan salat di rumah-rumah kalian, karena sesungguhnya sebaik-baik salat seseorang adalah di rumahnya, kecuali salat maktubah” (H.R. Muslim).

Kedua, sering dibacakan Alquran. Membaca Alquran merupakan ibadah yang berpotensi mendapatkan pahala meski tanpa disertai niat. Hadis-hadis yang menganjurkan untuk membaca Alquran sangat banyak sekali. Adapun tempat yang paling baik untuk membaca Alquran ialah di dalam masjid dengan alasan terjamin kesuciannya. Selain di masjid, membaca Alquran juga sangat dianjurkan di dalam rumah, sebagaimana atsar yang di ceritakan oleh Abu Hurairah:

البيت الذي تلي فيه كتاب الله اتسع بأهله وكثر خيره وحضرته الملائكة وخرجت منه الشياطين, والبيت الذي لا يتل فيه كتاب الله ضاق بأهله وقل خيره وتنكبت عنه الملائكة وحضره الشياطين.

“Rumah yang di dalamnya dibacakan kitab Allah (Alquran) akan memberikan kelapangan pada penghuninya, banyak keberkahannya, para malaikat berdatangan, dan setan-setan keluar, dan rumah yang di dalamnya tidak dibacakan Alquran memberikan kesempitan terhadap penghuninya, sedikit kebaikannya, keluarnya para malaikat, dan setan-setan berdatangan” (H.R. Ibnu Abi Syaibah )

Hadis di atas memberikan gambaran pentingnya membaca Alquran di dalam rumah, karena selain mendatangkan sebuah keberkahan dengan didatangi para malaikat, juga dapat mengusir setan-setan yang merupakan sumber dari segala kejelekan.

Ketiga, selalu dalam keadaan suci. Islam adalah agama yang mengajarkan terhadap penganutnya agar selalu bersih dan suci. Suci yang dimaksud ialah suci rumahnya secara lahirnya, dan suci orangnya sebagai penghuni rumah tersebut, yakni ketika orang tersebut memiliki hadas besar langsung bergegas untuk mandi junub, karena malaikat enggan masuk ke dalam rumah yang terdapat orang yang masih junub.

BACA JUGA : RAHASIA DAN KEUTAMAAN WAKTU MALAM

Doa’ di saat membangun rumah

Keberadaan bangunan rumah mempunyai fungsi yang sangat penting bagi setiap orang. Selain sebagai tempat berteduh dan berkumpul bersama keluarga, rumah juga berfungsi sebagai tempat ibadah kepada Allah. Oleh karena itu doa saat membangun rumah sangat penting artinya.

Saat membangun rumah selayaknya kita banyak memohon kepada Allah agar dijadikan tempat berteduh yang tenang, membawa kedamaian dan keberkahan. Salah satu doa saat membangun rumah adalah doa yang terdapat dalam surah Almu’minun ayat 29 berikut.

رَّبِّ أَنْزِلْنِيْ مُنْزَلًا مُّبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِيْنَ

Rabbi anzilni munzalan mubarakan wa anta khoirul munzalin

“Ya Allah, tempatkan aku di tempat yang berkah, dan Engkau adalah sebaik‐baik pemberi tempat.”

 

Lakukan Dua Hal Ini Ketika Akan Menempati Rumah Baru

Ketika menempati rumah baru, seseorang dianjurkan untuk melakukan dua hal ini sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah saw.

Pertama, berdoa. Barangsiapa yang menempati rumah baru, maka disunahkan baginya ketika memasuki rumah itu untuk mengucapkan doa berikut ini.

أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق

A’udzu bikalimatillahi al-taammaati min syarri laa khalaqa

Artinya: Aku berlindung dengan nama-nama Allah yang sempurna dari kejahatan sesuatu yang Dia ciptakan.

Anjuran berdoa ini berasal dari sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Imam Muslim berikut.

عن خولة بنت حكيم رضي الله عنهما قالت: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: من نزل منزلاً ثم قال: أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق، لم يضره شيء حتى يرتحل من منزله ذلك.

Dari Khaulah Binti Hakim ra. Berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Barang siapa yang menempati rumah kemudian dia berkata a’udzu bikalimatillahi al-taammaati min syarri maa khalaqa, maka tidak ada sesuatu pun yang mencelakainya sehingga dia pergi dari rumahnya itu’”.

Doa ini juga berlaku untuk orang yang menginap saat bepergian, atau menempati rumah untuk bermukim lama di suatu tempat baik itu rumah milik sendiri atau sewa.

Selain doa di atas disunnahkan juga berdoa dengan doa berikut.

اللهم إني أسألك خير المولج وخير المخرج، باسم الله ولجنا، وباسم الله خرجنا، وعلى الله ربنا توكلنا

Allahumma innii asaluka khara al-maulaja wa khaira al-makhraja, bismillahi walajna bismillahi kharajna, wa ‘ala allahi rabbina tawakkalnaa

Artinya: Ya Allah aku memohon kepadamu sebaik-baiknya tempat masuk dan sebaik-baiknya tempat keluar, dengan nama Allah kami masuk dan dengan nama Allah kami keluar, dan hanya kepada Allah, Tuhan kami, kami berserah diri.

Doa di atas tidak khusus untuk saat menempati rumah baru dan memasukinya untuk pertama kali, akan tetapi hendaknya diucapkan setiap kali masuk rumah dan keluar.

Kedua. Ketika menempati rumah atau tempat tinggal baru disunahkan pula untuk membaca surah al-Baqarah untuk mengusir dan menjaga rumah tersebut dari keburukan dan setan yang terkutuk. Hal tersebut dilakukan karena Nabi mengatakan bahwa rumah yang tidak pernah dibacakan ayat Alquran seperti kuburan. Anjuran tersebut berdasarkan hadis berikut.

لا تجعلوا بيوتكم قبوراً، إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة

Artinya: Janganlah membuat rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surah al-Baqarah. (H.R. Muslim)

Anjuran membaca surah al-Baqarah ini sunnah dibaca baik ketika menempati rumah milik sendiri atau rumah sewaan.

Do’a di saat keluar rumah

Ketika keluar dari rumah dan hendak pergi ke suatu tempat, Rasulullah mengajarkan kita untuk membaca doa keluar rumah agar selama pergi kita terhindar dari bahaya dan kejelekan. Berikut doa tersebut;

باسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ على اللَّهِ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ باللَّهِ

Bismillahi tawakkaltu ‘alallaahi wa laa haula wa laa quwwata illaa billah(i)

Artinya: Dengan menyebut nama Allah. Aku bertawakkal kepada Allah, dan  tiada daya serta kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah.

(Diriwayatlan oleh Imam Abu Daud, Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ibnu Majah)

 

Do’a di saat masuk rumah

Saat hendak memasuki rumah, kita dianjurkan untuk melafalkan doa di bawah ini agar rumah kita selalu diberkahi

اللَّهُمَّ إِنِّي أسألُكَ خَيْرَ المَوْلِجِ وَخَيْرَ المَخْرَجِ باسْمِ اللَّهِ وَلجْنا وباسْمِ اللَّهِ خَرَجْنا وَعَلى اللَّهِ رَبِّنا تَوَكَّلْنا

Allahumma inni as-aluka khairal maulaji wa khairal makhraji, bismillahi walajnaa wa bismillahi kharajnaa wa ‘alallaahi rabbinaa tawakkalnaa

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu baiknya tempat masuk dan baiknya tempat keluar. Dengan menyebut nama Allah kami masuk, dan dengan menyebut nama Allah kami keluar, dan kepada Allah, Tuhan kami, kami bertawakal.

(Diriwayatkan oleh Imam Abu Daud)

BACA JUGA :

MENIUP DAN MENGIPASI MAKANAN YANG AKAN DI MAKAN

Wallahu a’lam bish sawab.