PELAJARAN PENTING : KUNCI KESUKSESAN DALAM MENUNTUT ILMU

فصل

فى الجد والمواظبة والهمة

Kesungguhan, Kegigihan Dan Cita-Cita Luhur

ثم لا بد من الجد والمواظبة والملازمة لطالب العلم، وإليه الإشارة فى القرآن بقوله تعالى: يا يحيى خذ الكتاب بقوة. وقوله تعالى: والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا

Kemudian bagi para pelajar harus bersungguh-sungguh, tekun dan gigih dalam belajar. Hal ini telah diisyaratkan dalam Al-Qur’an sebagaimana firman Allah Ta’ala; “Wahai Yahya! Ambillah (pelajarilah) kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh”. (Qs. Maryam; 12). Dan firman Allah Ta’ala; “Dan Orang-orang yang berjihad (mencari keridhaan) Kami, Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami”. (Qs. Ankabut; 69).

وقيل: من طلب شيئا وجد وجد، ومن قرع الباب ولج ولج

Dikatakan; Barangsiapa bersungguh-sungguh dalam mencari sesuatu ia pasti mendapatkan, dan barangsiapa yang mengetuk pintu dan maju pantang mundur, ia pasti dapat masuk.

وقيل: بقدرما تتعنى تنال ما تتمنى

Dan dikatakan; Sejauh mana batas jerih payahmu, sebatas itulah kamu meraih cita-citamu.

وقيل: يحتاج فى التعلم والتفقه إلى جد ثلاثة: المتعلم، والأستاذ، والأب، إن كان فى الأحياء

Dikatakan; Untuk mencapai kesuksesan dalam mempelajari ilmu dan fiqh, dibutuhkan tiga kesungguhan, yaitu; Kesungguhan pelajar, guru dan orang tua jika masih ada.

أنشدنى الشيخ الإمام الأجل الأستاذ سديد الدين الشيرازى للشافعى رحمهما الله

Asy-Syaikh Al-Imam Al Ajall Al-Ustadz Sadiduddin Asy-Syairazi malantunkan sya’ir kepadaku gubahan Imam Asy-Syafi’iy rahimahumallah;

اَلْجِدُّ يُدْنِى كُلَّ أَمْرٍ شَاسِعٍ # وَالْجِدُّ يَفْتَحُ كُلَّ بَابٍ مُغْلَقِ

Bersungguh-sungguh dapat mendekatkan segala perkara yang jauh # dan Bersungguh-sungguh dapat membuka setiap pintu yang terkunci

وَأَحَقُّ خَلْقِ اللهِ بِالْهَمِّ امْرُؤٌ # ذُوْ هِمَّةٍ يُبْلَى بَعَيْشٍ ضَيِّقِ

Makhluk Allah yang paling pantas di bilang sengsara adalah orang # yang bercita-cita tinggi yang di uji dengan kehidupan yang sempit

وَمِنَ الدَّلِيْلِ عَلَى الْقَضَاءِ وَحُكْمِهِ # بُؤْسُ اللَّبِيْبِ وَطْيْبُ عَيْشِ الْأَحْمَقِ

Di antara tanda bukti atas ketetapan dan hukum-Nya # adalah kesempitan orang cerdas dan kalapangan orang dungu

لَكِنْ مَنْ رُزِقَ الْحِجَا حُرِمَ الْغِنَى # ضِدَّانِ يَفْتَرِقَانِ أَىْ تَفَرُّقِ

Bagaimanapun orang yang di beri kecerdasan (kebanyakan) terhalang dari kekayaan # keduanya merupakan hal yang berlawanan yang tidak dapat disatukan

وأنشد لغيره

Dan beliau membawakan sya’ir gubahan yang lainnya;

تَمَنَّيْتَ أَنْ تَمْسِى فَقِيْهًا مُنَاظِرًا # بِغَيْرِ عَنَاءٍ وَالْجُنُوْنُ فُنُوْنُ

وَلَيْسَ اكْتِسَابِ الْمَالِ دُوْنَ مَشَقَّةٍ # تَحَمَّلُهَا فَالْعِلْمُ كَيْفَ يَكُوْنُ؟

Engkau mendambakan menjadi orang ahli fiqih yang lihai # tapi tidak mau susah payah, itu termasuk dari macam-macamnya gila

Mencari harta saja tidak akan berhasil tanpa menanggung kesulitan # apalagi ilmu, mana mungkin ilmu dapat di gapai tanpa kesulitan?

قال أبو الطيب

Abu Ath-Thayyib berkata;

وَلَمْ أَرَ فِى عُيُوْبِ النَّاسِ عَيْبًا # كَنَقْصِ الْقَادِرِيْنَ عَلَى التَّمَامِ

Aku tidak pernah melihat aib dari beberapa aib manusia # yang seperti aib orang yang mampu berusaha maksimal tapi tidak mau menjalaninya

ولا بد لطالب العلم من سهر الليالى كما قال الشاعر

Para pelajar harus sanggup tidak tidur malam sebagaimana yang dikatakan oleh seorang penya’ir;

بِقَدْرِ الْكَدِّ تُكْتَسَبُ الْمَعَالِى # فَمَنْ طَلَبَ الْعُلَى سَهَرِ اللَّيَالِى

Kemuliaan hanya dapat dicapai sesuai dengan kadar kesulitan # maka barangsiapa yang mencari kemuliaan harus sanggup tidak tidur malam

تَرُوْمُ الْعِزَّ ثُمَّ تَنَامُ لَيْلًا # يَغُوْصُ الْبَحْرَ مَنْ طَلَبَ الَّلآلِى

Engkau menginginkan kemuliaan tapi tidur nyenyak di malam hari # padahal orang yang mencari mutiara saja harus menyelam ke dalam lautan

عُلُوُّ الْكَعْبِ بِالْهِمَمِ الْعَوَالِى # وَعِزُّ الْمَرْءِ فِى سَهَرِ اللَّيَالِى

Keluhuran derajat dapat diraih dengan cita-cita yang tinggi # dan keluhuran seseorang dapat diraih dengan tidak tidur malam

تَرَكْتُ النَّوْمَ رَبِّى فِى اللَّيَالِى # لِأَجْلِ رِضَاكَ يَا مَوْلَى الْمَوَالِى

Wahai Tuhanku, aku tinggalkan tidur di malam hari # demi mendapatkan ridla-Mu wahai Tuan sekalian manusia

وَمَنْ رَامَ الْعُلَى مِنْ غَيْرِ كَدٍّ # أَضَاعَ الْعُمْرَ فِى طَلَبِ الْمُحَالِ

Barangsiapa menginginkan keluhuran dengan tanpa kesusahan # berarti ia telah menyia-nyiakan usia untuk mencari perkara yang mustahil

فَوَفِّقْنِى إِلَى تَحْصِيْلِ عِلْمٍ # وَبَلِّغْنِى إِلَى أَقْصَى الْمَعَالِى

Maka tolonglah aku ya Allah, agar mendapatkan ilmu # dan sampaikanlah aku pada puncak kemuliaan yang di cita-citakan

(قيل)

Dikatakan;

اِتَّخِذِ اللَّيْلَ جَمَلًا # تُدْرِكْ بِهِ أَمَلًا

Jadikanlah malam hari sebagai kendaraanmu # agar kamu dapat meraih apa yang di cita-citakan.

قال المصنف وقد اتفق لى نظم فى هذا المعنى

Seorang penulis kitab berkata; Ada sya’ir gubahanku yang sema’na dengan sya’ir ini;

مَنْ شَاءَ أَنْ يَحْتَوِىَ آمَالَهُ جُمَلًا # فَلْيَتَّخِذْ لَيْلَهُ فِى دَرْكِهَا جَمَلًا

Barangsiapa ingin meraih semua yang di cita-citakan # maka jadikanlah malamnya sebagai tunggangan untuk mengejarnya

إِقْلِلْ طَعَامَكَ كَىْ تَحْظَى بِهِ سَهَرَا # إِنْ شِئْتَ يَا صَاحِبِى أَنْ تَبْلُغَ الْكَمَلَا

Kurangilah makanmu agar kamu mampu tidak tidur malam # jika kamu ingin mencapai kesempurnaan wahai sahabatku

وقيل: من أسهر نفسه بالليل، فقد فرح قلبه بالنهار

Dan dikatakan; Barangsiapa yang raganya tidak tidur dimalam hari, sungguh jiwanya akan merasa bahagia di siang hari

Rajin Dan Mengulang-ulang Pelajaran.

ولا بد لطالب العلم من المواظبة على الدرس والتكرار فى أول الليل وآخره، فإن ما بين العشاءين ووقت السحر، وقت مبارك

Tidak boleh tidak, para pelajar harus rajin belajar dan mengulang-ulang pelajaran di awal dan akhir malam. Karena waktu yang berada di antara Maghrib dan Isya’, dan waktu sahur (sebelum subuh) adalah waktu yang diberkahi.

Seorang penya’ir berkata;

يَا طَالِبَ الْعِلْمِ بَاشِرِ الْوَرَعَا # وَجَانِبِ النَّوْمَ وَاتْرُكِ الشِّبَعَا

Wahai para pelajar, hiasilah dirimu dengan sifat wira’i # jauhilah tidur dan tinggalkanlah kenyang

دَاوِمْ عَلى الدَّرْسِ لَا تُفَارِقُهُ # فَالْعِلْمُ بِالدَّرْسِ قَامَ وَارْتَفَعَا

Rajinlah belajar, janganlah berpisah dengan pelajaran # karena ilmu bisa didapat dan bertambah hanya dengan belajar

ويغتنم أيام الحداثة وعنفوان الشباب، كما قيل

Para pelajar harus menggunakan hari-harinya dan masa mudanya untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Ssebagaimana seorang penya’ir berkata;

بِقَدْرِ الْكَدِّ تُعْطَى مَا تَرُوْمُ # فَمَنْ رَامَ الْمُنَى لَيْلًا يَقُوْمُ

وَأَيَّامُ الْحَدَاثَةِ فَاغْتَنِمْهَا # أَلَا إِنَّ الْحَدَاثَةَ لَا تَدُوْمُ

Dengan kadar kesulitanlah kamu akan mendapatkan apa yang di cita-citakan # barangsiapa yang ingin mendapatkan apa yang di cita-citakan, maka harus mampu bangun malam

Dan menggunakan masa mudanya # ingatlah bahwa masa muda tidaklah selama-lamanya

Berlaku Lemah Lembut

ولا يجهد نفسه جهدا ولا يضعف النفس حتى ينقطع عن العمل بل يستعمل الرفق فى ذلك والرفق أصل عظيم فى جميع الأشياء

Para pelajar hendaklah tidak memaksa diri dan menguras tenaga hingga tidak bisa berbuat apa-apa, tapi para pelajar hendaknya berlaku lemah lembut dalam mencari ilmu, karena lemah lembut merupakan modal besar dalam segala hal

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ألا إن هذا الدين متين فأوغل فيه برفق، ولا تبغض نفسك فى عبادة الله تعالى فإن المنبت لا أرضا قطع ولا ظهرا أبقى

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Ingatlah, bahwa agama ini kokoh, maka masukilah dengan lemah lembut, jangan buat dirimu bosan beribadah kepada Allah Ta’ala, karena orang yang mematahkan kekuatan (kendaraan)nya tidak akan sampai pada tujuan bahkan akan kehilangan kendaraannya”.

وقال عليه السلام: نفسك مطيتك فارفق بها

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Dirimu adalah kendaraanmu, maka perlakukanlah ia dengan lamah lembut”.

Cita-cita Luhur

فلا بد لطالب العلم من الهمة العالية فى العلم، فإن المرء يطير بهمته كالطير يطير بجناحيه

Tidak boleh tidak, para pelajar harus bercita-cita luhur dalam ilmu, karena seseorang akan terbang dengan cita-citanya sebagaimana burung terbang dengan kedua sayapnya.

قال أبو الطيب رحمه الله

Abu Ath-Thayyib rahimahullahu Ta’ala berkata;

عَلَى قَدْرِ أَهْلِ الْعَزْمِ تَأْتِى الْعَزَائِمُ # وَتَأْتِى عَلَى قَدْرِ الْكَرِيْمِ الْمَكَارِمُ

وَتَعْظُمُ فِى عَيْنِ الصَّغِيْرِ صِغَارُهَا # وَتَصْغُرُ فِى عَيْنِ الْعَظِيْمِ الْعَظَائِمُ

Sesuai kadar cita-citanyalah seseorang akan mendapatkan apa yang di cita-citakan # dan sesuai kadar kemuliaannyalah seseorang akan mendapatkan kemuliaan

Sekecil apapun kemuliaan itu akan tanpak besar dalam pandangan orang yang bercita-cita rendah # dan sebesar apapun kemuliaan itu akan tanpak kecil dalam pandangan orang yang bercita-cita tinggi

والرأس فى تحصيل الأشياء الجد والهمة، فمن كانت همته حفظ جميع كتب محمد بن الحسن، واقترن بذلك الجد والمواظبة، فالظاهر أنه يحفظ أكثرها أو نصفها، فأما إذا كانت له همة عالية ولم يكن له جد، أو كان له جد ولم تكن له همة عالية لا يحصل له إلا علم قليل

Pangkal keberhasilan adalah kesungguhan dan cita-cita yang luhur. Barang siapa bercita-cita menghafalkan seluruh kitab Muhammad bin Hasan (Imam Agung dari kalangan madzhab Hanafi, beliau terkenal banyak menulis kitab), asal disertai dengan kesungguhan dan ketekunan, maka secara lahir ia pasti bisa menghafal sebagian besar atau separohnya.

Demikian pula sebaliknya, apabila ia berita-cita luhur tapi tidak ada kesungguhan, atau memiliki kesungguhan tapi tidak bercita-cita luhur, maka ia tidak akan mendapatkan ilmu kecuali hanya sedikit.

وذكر الشيخ الامام الأجل الأستاذ رضى الدين النيسابورى فى كتاب مكارم الأخلاق أن ذا القرنين لما أراد أن يسافر ليستولى على المشرق والمغرب، شاور الحكماء وقال: كيف أسافر لهذا القدر من الملك، فإن الدنيا قليلة فانية، وملك الدنيا حقير، فليس هذا من علو الهمة

فقال الحكماء: سافر ليحصل لك ملك الدنيا والآخرة

فقال: هذا أحسن

Asy-Syaikh Al-Imam Al-Ajall Al-Ustadz Radliyuddin An-Naisaburi menyebutkan dalam kitab Makarimul Akhlak bahwa raja Iskandar Dzul Qarnain ketika hendak menguasai wilayah timur dan barat ia bermusyawarah terlebih dahulu dengan orang-orang bijak, dan ia berkata; Bagaimana aku harus pergi untuk mendapatkan kedudukan dari kerajaan ini, sedangkan dunia ini sangat sedikit lagi fana, dan kerajaan dunia adalah hina, ini berarti bukan termasuk cita-cita luhur? Orang-orang bijak menjawab; Pergilah, agar tuan mendapatkan kerajaan dunia dan akherat. Raja Iskandar Dzul Qarnain menjawab; Inilah yang terbaik.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن الله يحب معالى الأمور ويكره سفسافها

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Sesungguhnya Allah mencintai setiap perkara yang luhur dan membenci setiap perkara yang hina”.

وقيل

Seorang penya’ir berkata;

فَلَا تَعْجَلْ بِأَمْرِكَ وَاسْتَدِمْهُ # فَمَا صَلَّى عَصَاكَ كَمُسْتَدِيْمِ

Jangan tergesa-gesa dalam menangani urusanmu, tapi bertahanlah # karena tiada yang dapat meluruskan tongkatmu selain seperti orang yang tahan terhadap panas api

قيل: قال أبو حنيفة لأبى يوسف رحمهما الله تعالى: كنت بليدا أخرجتك المواظبة فى الدرس، وإياك والكسل فإنه شؤم وآفة عظيمة

Dikatakan; Abu Hanifah berkata kepada Abu Yusuf rahimahumallahu Ta’ala; Kamu memang dungu, tapi tekun dalam belajar dapat mengeluarkanmu dari kedunguan, dan jauhilah bermalas-malasan, karena sesungguhnya ia merupakan keburukan dan petaka yang sangat besar.

قال الشيخ أبو نصر الصفار الأنصارى

Asy-Syaikh Abu Nashr Ash-Shaffar Al-Anshariy berkata;

يَا نَفْسُ يَا نَفْسُ لَا تَرْخِى عَنِ الْعَمَلِ # فِى الْبِرِّ وَالْعَدِلْ وَالْإِحْسَانِ فِى مَهَلِ

وَكُلُّ ذِى عَمَلٍ فِى الْخَيْرِ مُغْتَبِطٌ # وَفِى بَلَاءٍ وَشُؤْمٍ كُلُّ ذِى كَسَلِ

Oh jiwaku. Oh jiwaku. Janganlah kamu menunda-nunda dari ber’amal # baik, adil dan berbuat kebajikan dengan perlahan-lahan

Setiap orang yang ber’amal baik senantiasa berada dalam kebaikan # dan orang yang bermalas-malasan senantiasa berada dalam bencana dan kemalangan

قال (المصنف): وقد اتفق لى فى هذا المعنى شعر

Seorang penulis kitab berkata; Ada sya’ir gubahanku yang sema’na dengan sya’ir ini;

دَعِى نَفْسِى التَّكَاسُلَ وَالتَّوَانِى # وَإِلَّا فَاثْبُتِى فِى ذِى الْهَوَانِ

فَلَمْ أَرَ لِلْكُسَالَى الْحَظُّ يُعْطَى # سِوَى نَدَمٍ وَحِرْمَانِ الْأَمَانِى

Tinggalkanlah wahai jiwaku bermalas-malasan dan menunda-nunda # kalau tidak, menetaplah dalam lembah kehinaan

Belum pernah aku melihat seorang pemalas di beri imbalan # selain menyesal dan terhalang dari mendapatkan apa yang diharapkan

(وقيل)

Dikatakan;

كَمْ مِنْ حَيَاءٍ وَكَمْ عَجْزٍ وَكَمْ نَدَمٍ # جَمٍّ تَوَلَّدَ لِلْإِنْسَانِ مِنْ كَسَلِ

إِيَّاكَ عَنْ كَسْلٍ فِى الْبَحْثِ عَنْ شُبَهٍ # مَا قَدْ عَلِمْتَ وَمَا قَدْ شَكَّ مِنْ كَسَلٍ

Berapa banyak rasa malu, sial dan menyesal # kebanyakan itu timbul pada diri manusia dari sifat malas

Berhati-hatilah dari sifat malas dalam membahas sesuatu yang belum jelas # apa yang kamu ketahui dan apa yang kamu ragukan itu timbul dari sifat malas

وقد قيل : الكسل من قلة التأمل فى مناقب العلم وفضائله

Dikatakan;  Sifat malas itu timbul karena kurangnya menghayati kemulyaan dan keutamaan ilmu.

Berusaha Sekuat Tenaga

فينبغى أن يتعب نفسه على التحصيل والجد والمواظبة بالتأمل فى فضائل العلم، فإن العلم يبقى والمال يفنى، كما قال أمير المؤمنين على بن أبى طالب كرم الله وجهه

Para pelajar hendaknya mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mendapatkan ilmu, bersungguh-sungguh dan terus-menerus menghayati keutamaan ilmu, karena ilmu itu kekal, sedangkan harta akan sirna, sebagaimana yang dikatakan Amirul Mu’minin ‘Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah;

رَضِيْنَا قِسْمَةَ الْجَبَّارِ فِيْنَا # لَنَا عِلْمٌ وَلِلْأَعْدَاءِ مَالُ

فَإِنَّ الْمَالَ يَفْنَى عَنْ قَرِيْبِ # وَإِنَّ الْعِلْمَ يَبْقَى لَا يَزَالُ

Kami rela terhadap pembagian Allah Maha Perkasa kepada kami # kami mendapatkan ilmu dan musuh-musuh kami mendapatkan harta

Karena harta akan sirna dalam waktu dekat # sedangkan ilmu abadi tidak akan musnah

والعلم النافع يحصل به حسن الذكر ويبقى ذلك بعد وفاته فإنه حياة أبدية

Dengan ilmu nafi’, seseorang akan senantiasa dikenang, dan kenangan itu akan terus berlangsung setelah mati, seakan-akan ia hidup selama-lamanya.

وأنشدنا الشيخ الأجل ظهير الدين مفتى الأئمة الحسن بن على المعروف بالمرغينانى شعرا

Asy-Syaikh Al-Ajall Dzahiruddin Mufti para imam AlHasan bin ‘Ali yang dikenal dengan sebutan Al-Marghinaniy membawakan syi’ir untuk kami;

اَلْجَاهِلُوْنَ فَمَوْتَى قَبْلَ مَوْتِهِمُ # وَالْعَالِمُوْنَ وَإِنْ مَاتُوا فَأَحْيَاءُ

Orang-orang bodoh adalah mati sebelum mati # dan orang-orang alim tetap hidup walaupun sudah mati

وأنشدنا الشيخ الإسلام الأجل برهان الدين

Asy-Syaikh Al-Islam Al-Ajall Burhanuddin membacakan sya’ir kepada kami;

وَفِى الْجَهْلِ قَبْلَ الْمَوْتِ مَوْتٌ لِأَهْلِهِ # فَأَجْسَامُهُمْ قَبْلَ الْقُبُوْرِ قُبُوْرُ

وَإِنِ امْرُؤٌ لَمْ يَحْيَى بِالْعِلْمِ مَيِّتٌ # فَلَيْسَ لَهُ حِيْنَ النُّشُوْرِ نُشُوْرُ

Kebodohan adalah kematian bagi orang bodoh sebelum ia mati # dan jasad mereka telah terkubur sebelum di kubur

Dan sesungguhnya seseorang yang hidup dengan tanpa ilmu adalah sama dengan mayat # ia tidak akan sadar dari kelalaian pada waktu bangkit dari kubur yaitu jasadnya

(وقال)

غيره

Dan beliau membacakan sya’ir yang lainnya;

أَخُو الْعِلْمِ حَيٌّ خَالِدٌ بَعْدَ مَوْتِهِ # وَأَوْصَالُهُ تَحْتَ التُّرَابِ رَمِيْمُ

وَذُو الْجَهْلِ مَيِّتٌ وَهُوَ يَمْشِى عَلَى الثَّرَى # يُظَنُّ مِنَ الْأَحْيَاءِ وَهُوَعَدِيْمُ

Orang yang mempunyai ilmu hidup kekal setelah matinya # sedang anggota tubuhnya hancur berada dibawah tanah

Dan orang bodoh adalah mayat yang berjalan diatas bumi # ia dikira masih hidup padahal telah tiada

وأنشدنا شيخ الإسلام برهان الدين رحمه الله تعالى (شعرا)

Dan Syaikhul Islam Burhanuddin membacakan Sya’ir kepada kami;

إِذِ الْعِلْمُ أَعْلَى رُتْبَةٍ فِى الْمَرَاتِبِ # وَمِنْ دُوْنِهِ عِزُّ الْعُلَى فِى الْمَوَاكِبِ

Katakan bahwa ilmu itu kedudukannya lebih tinggi di antara semua kedudukan # dan selain ilmu tinggi kedudukannya berada dalam suatu golongan

فَذُو الْعِلْمِ يَبْقَى عِزُّهُ مُتَضَاعِفَا # وَذُو الْجَهْلِ بَعْدَ الْمَوْتِ تَحْتَ التِّيَارَبِ

Orang yang berilmu keagungannya abadi dengan berlipat ganda # dan orang bodoh setelah mati menjadi debu dibawah debu

فَهَيْهَاتَ لَا يَرْجُو مَدَاهُ مَنِ ارْتَقَى # رُقِىَّ وَلِيِّ الْمُلْكِ وَالِى الْكَتَائِبِ

Mustahil orang yang mendaki tinggi tidak ingin mencapai puncak kemuliaan ilmu # bagaikan naik tingginya penguasa kerajaan yang memerintahkan bala tentara

سَأُمْلِى عَلَيْكُمْ بَعْضَ مَا فِيْهِ فَاسْمَعُوا # فَفِيّ حَصْرٌ عَنْ ذِكْرِ كُلِّ الْمَنَاقِبِ

Aku akan mendiktekan kepadamu sebagian tentang kemuliaan ilmu, maka dengarkanlah # namun secara ringkas, aku tidak akan menyebutkan tiap-tiap kemuliaan ilmu karena terlalu banyak

هُوَ النُّوْرُ كُلُّ النُّوْرِ يَهْدِى عَنِ الْعَمَى # وَذُو الْجَهْلِ مَرَّ الدَّهْرِ بَيْنَ الْغَيَاهِبِ

Ilmu adalah cahaya segala cahaya yang menyelamatkan dari butanya kebodohan # dan orang bodoh dari masa ke masa berada dalam kegelapan yang tiada tara

هُوَ الذِّرْوَةُ الشّمَاءُ تَحْمِى مَنِ الْتَجَا # إِلَيْهَا وَيُمْشِى آمِنًا فِى النَّوَائِبِ

Ilmu laksana gunung menjulang tinggi, ia akan melindungi orang yang mengungsi # kesana sehingga selamat dari malapetaka

بِهِ يِنْجُوْ وَالنَّاسُ فِى غَفَلَاتِهِمْ # بِهِ يَرْتَجِى وَالرُّوْحُ بَيْنَ التَّرَائِبِ

Dengan ilmu seseorang akan selamat di saat mereka berada dalam kelalaian # dengan ilmu seseorang berharap selamat di saat ruh berada diantara tulang dada

بِهِ يَشْفَعُ الْإِنْسَانُ مَنْ رَاحَ عَاصِيًا # إِلَى دَرَكِ النِّيْرَانِ شَرِّ الْعَوَاقِبِ

Dengan ilmu seseorang dapat menolong orang durhaka yang di giring # menuju jurang neraka seburuk-buruk tempat kembali

فَمَنْ رَامَهُ رَامَ الْمَآرِبَ كُلَّهَا # وَمَنْ حَازَهُ قَدْ حَازَ كُلَّ الْمَطَالِبِ

Maka barangsiapa mencari ilmu, berarti ia mencari segala-galanya # dan barang siapa mendapatkan ilmu, sungguh ia telah mendapatkan semua yang di cari

هُوَ الْمَنْصَبُ الْعَالِى يَا صَاحِبَ الْحِجَا # إِذَا نِلْتَهُ هَوِّنْ بِفَوْتِ الْمَنَاصِبِ

Ilmu adalah kedudukan yang paling tinggi wahai orang-orang yang berakal # jika kamu telah mendapatkannya, maka tenanglah bila kedudukan yang lain terlepas

فَإِنْ فَاتَكَ الدُّنْيَا وَطِيْبُ نَعِيْمِهَا # فَغَمِّضْ فَإِنَّ الْعِلْمَ خَيْرُ الْمَوَاهِبِ

Maka jika dunia beserta kenikmatannya terlepas darimu # pejamkan matamu karena sesungguhnya ilmu adalah sebaik-baik pemberian

وأُنشدتُ لبعضهم

Dan aku dibacakan sya’ir gubahan sebagian para ulama’;

إِذَا مَا اعْتَزَّ ذُوعِلْمٍ بِعِلْمٍ # فَعِلْمُ الْفِقْهِ أَوْلَى بِاعْتِزَازٍ

فَكَمْ طِيْبٍ يَفُوْحُ وَلَا كَمِسْكِ # وَكَمْ طَيْرٍ يَطِيْرُ وَلَا كَبَازِى

Apabila orang-orang yang berilmu menjadi mulia lantaran ilmu # maka ilmu fiqih lebih pantas menjadikan mulia

Berapa banyak minyak wangi yang harum semerbak, tapi tidak seharum minyak misik # dan berapa banyak burung yang terbang, tapi tidak sehebat burung raja wali

وأنشدت لبعضهم

Dan aku dibacakan sya’ir gubahan sebagian para ulama’;

اَلْفِقْهُ أَنْفَسَ شَيْئٍ أَنْتَ ذَاخِرَهُ # مَنْ يَدْرُسُ الْعِلْمَ لَمْ تَدْرُسْ مَفَاخِرُهُ

فَاجْهَدْ لِنَفْسِكَ مَا أَصْبَحْتَ تَجْهَلُهُ # فَأَوَّلُ الْعِلْمِ إِقْبَالٌ وَآخِرُهُ

Ilmu fiqih lebih berharga dari segala sesuatu yang seharusnya kamu pelajari # barangsiapa mempelajari ilmu maka ia tidak akan kehilangan keagungannya

Maka bersungguh-sungguhlah dirimu mempelajari apa yang belum kamu ketahui # karena permulaan ilmu adalah kebahagiaan, akhirannya pun juga kebahagiaan

وكفى بلذة العلم والفقه والفهم داعيا وباعثا للعاقل على تحصيل العلم

Cukuplah kelezatan ilmu terutama ilmu fikih dan kefahaman sebagai perangsang dan pembangkit bagi orang yang berakal untuk mendapatkan ilmu

Penyebab Rasa Malas.

وقد يتولد الكسل من كثرة البلغم والرطوبات

Terkadang rasa malas itu timbul akibat banyaknya dahak dan cairan dalam tubuh lantaran banyak makan.

وطريق تقليله، تقليل الطعام

قيل: اتفق سبعون نبيا على أن كثرة النسيان من كثرة البلغم، وكثرة البلغم من كثرة شرب الماء، وكثرة شرب الماء من كثرة الأكل

Adapun cara mengurangi dahak yaitu mengurangi makan.

Dikatakan; Tujuh puluh orang Nabi sepakat bahwa sering lupa itu akibat dari banyaknya dahak, dan banyaknya dahak akibat dari banyak minum, dan banyak minum akibat dari banyak makan.

والخبز اليابس يقطع البلغم، وكذا أكل الزبيب على الريق، ولا يكثر منه، حتى لايحتاج إلى شرب الماء فيزيد البلغم

Makan roti kering dapat menghilangkan dahak, begitu pula makan anggur kering. Namun jangan terlalu banyak (makan anggur kering) agar tidak haus, karena akibatnya justru akan menambah dahak.

والسواك يقلل البلغم، ويزيد الحفظ والفصاحة، فإنه سنة سنية، يزيد فى ثواب الصلاة، وقراءة القرآن

Bersiwak juga dapat mengurangi dahak, di samping dapat menguatkan hafalan dan kefasihan. Sesungguhnya bersiwak merupakan kesunnatan yang luhur yang dapat menambah pahala shalat dan bacaan al-Qur’an.

وكذلك القيء يقلل البلغم والرطوبات

Demikian pula, muntah juga dapat mengurangi dahak dan cairan dalam tubuh.

Cara Mengurangi Makan

وطريق تقليل الأكل التأمل فى منافع قلة الأكل وهى: الصحة والعفة والإيثار. وقيل فيه شعر

Adapun cara mengurangi makan yaitu dengan cara menghayati mamfa’atnya makan sedikit. yaitu menyehatkan, menjauhkan diri dari perkara syub_hat dan lebih mementingkan orang lain.

Hal itu disebutkan dalam sya’ir;

فَعَارٌ ثُمَّ عَارٌ ثُمَّ عَارٌ # شَقَاءُ الْمَرْءِ مِنْ أَجْلِ الطَّعَامِ

Celaka, celaka dan celaka # celakanya seseorang disebabkan oleh makanan

وعن النبى عليه الصلاة والسلم أنه قال: ثلاثة يبغضهم الله تعالى من غير جرم: الأكول والبخيل والمتكبر

Diriwayatkan dari Nabi ‘alaihishshalatu wassalam, beliau bersabda; “Ada tiga golongan orang yang di benci oleh Allah Ta’ala bukan karena ia berdosa; yaitu orang yang banyak makan, orang kikir dan orang sombong”.

وتأمل فى مضار كثرة الأكل وهى: الأمراض وكلالة الطبع

قيل: البطنة تذهب الفطنة

Dan dengan cara menghayati bahayanya banyak makan, yaitu timbulnya berbagai macam penyakit dan lemahnya daya fikir.

Dikatakan; Perut kenyang dapat menghilangkan kecerdasan.

حكى عن جالينوس أنه قال: الرمان نفع كله، والسمك ضرر كله، وقليل السمك خير من كثرة الرمان، وفيه إتلاف المال، والأكل فوق الشبع ضرر محض ويستحق به العقاب فى دار الآخرة، والأكول بغيض فى القلوب

Diriwayatkan dari Jalinus ia berkata; Buah delima semuanya bermanfa’at dan ikan laut semuanya berbahaya, namun sedikit makan ikan laut adalah lebih baik daripada banyak makan delima karena bisa menghabiskan harta. Sedangkan makan terlalu kenyang adalah murni membahayakan dan berhak mendapatkan siksa kelak di akhirat. Dan terlalu banyak makan di benci oleh banyak orang.

وطريق تقلييل الأكل: أن يأكل الأطعمة الدسمة ويقدم فى الأكل الألطف والأشهى، ولايأكل مع الجيعان إلا إذا كان له غرض صحيح فى كثرة الأكل، بأن يتقوى به على الصيام والصلاة والأعمال الشاقة فله ذلك

Dan termasuk cara mengurangi makan yaitu; Makan makanan berlemak, mendahulukan makan makanan yang lebih lembut dan yang paling mengundang selera, serta jangan makan bersama orang-orang yang sangat lapar kecuali apabila ada tujuan baik, misalnya makan banyak karena agar kuat berpuasa, mengerjakan shalat dan amal-amal berat lainnya, maka demikian itu diperbolehkan.

MEMILIH CALON ISTRI MENURUT KH. BISRI MUSTHOFA DALAM KITAB TAFSIR AL-IBRIZ

Tips Memilih Istri Menurut Tafsir Al-Ibriz

فِيْ هِنَّ قَاصِرَاتُ الطَرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَ لَا جَآنٌّ(56)

Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh manusia maupun jin sebelumnya. (QS. Al Rahman: 56)

Dalam menafsiri ayat tersebut, KH Bisri Musthofa Rembang, berkata dalam kitab tafsirnya yang berjudul Al Ibriz li Ma’rifati Tafsiri Al Quran Al ‘Aziz sebagai berikut:

Ana ing suwarga, ana ing panggung-panggunge lan gedung-gedunge, ana wadon-wadon kang ngeringkes paningal (ateges wadon-wadon kang tresna banget marang kakunge. Ora wadon-wadon kang mata keranjang). Selawase ora tahu kagepok dening menungsa sadurunge ahli suwarga, lan ora kagepok dening jin.

Ya, tafsir nusantara yang berbahasa jawa bertuliskan arab pegon itu berbunyi:

Di surga, di panggung-panggung dan gedung-gedungnya, ada wanita-wanita (bidadari) yang membatasi pandangannya (maksudnya, wanita-wanita yang sangat mencintai suaminya, tidak wanita yang mata keranjang). Selama-lamanya (wanita itu) tidak pernah tersentuh oleh manusia sebelum ahli surga, dan tidak (pernah) tersentuh oleh jin.

Kiai Bisri menafsiri bahwa para bidadari-bidadari surga itu saking cintanya yang besar dan tulus terhadap suaminya. Maka mereka semua membatasi pandangannya, tidak pernah melirik sedikitpun terhadap suami ahli surga yang lainnya.

Tidak pernah tergiur akan kegantengan suami ahli surga lainnya. Dan kesucian wanita-wanita surga itu pun juga terjamin, karena mereka sebelumnya tak pernah tersentuh oleh satu makhluk pun, baik dari golongan manusia maupun jin.

Yang menarik dari tafsir ini, adalah tentang pendapat Kiai Bisri tentang wanita di dunia yang  ia paparkan kemudian dalam kalam muhimmatun (penting) selanjutnya:

Wong-wong wadon dunya iku biasane lan umume yen banget ayune iku cok bisa gampang kepincut marang wong lanang kang den anggep bagus utawa luwih bagus katimbang kakunge.

Ia menjelasakan bahwa wanita-wanita dunia itu biasanya dan bahkan umumnya, jika kecantikannya di atas rata-rata terkadang mudah terpikat kepada laki-laki lain yang menurutnya ganteng, atau lebih rupawan dari pada suaminya sendiri.

Lebih lanjut dijelaskan:

Sebab wadon kang banget ayune iku sasat angger wong kepingin nyawang, mengko yen kebeneran penyawange wong lanang bagus iku bisa pas tatapan karo panglirike wadon, biasane banjur kaya ana setrume.

Kiai Bisri kemudian memberikan analoginya. Wanita yang cantiknya di atas rata-rata, sewajarnya setiap manusia memiliki keinginan untuk memandang elok wajahnya. Nah, nanti jika kebetulan bersamaan antara pandangan laki-laki rupawan dengan lirikan mata wanita itu biasanya akan timbul getaran yang menyerupai aliran listrik. Kalau sudah begitu, apa yang terjadi?

Mula wadon nuli arang-arang kang kuat naggulangi coba, mula banjur kedadean kang ora bagus.

Jika sudah seperti demikian. Sudah timbul getaran nafsu antara laki-laki rupawan dengan wanita yang cantik pula. Sangat jarang sekali di dunia ini, didapati wanita yang kuat menanggulangi cobaan berupa getaran nafsu tersebut.

Maka dari itu, di kemudian hari sering ditemui hal yang kurang baik. Bisa jadi hubungan di luar pernikahan, bagi yang masih perawan. Atau bahkan perselingkuhan bagi wanita yang sudah bersuami. Na’udzubillah.

Ulama kenamaan asal Rembang yang juga ayahanda dari KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) tersebut, kemudian memberikan anjuran kepada para pria dalam tafsirnya:

Mulane para kakung yen milih bojo, aja namung rupa. Senajan mungguhing rupa bijine namung nenem utawa pitu kurang, nanging yen atine patut dibiji songo, sak ora-orane wolu utawa pitu, mungguh aku luwih utama katimbang rupane bijine songo, nanging atine biji lima utawa papat, utawa katimbang rupane biji sepuluh, nanging mata keranjang. Wallahu a’lam.

Oleh karena itu, para lelaki jika memilih seorang istri jangan hanya menilai tingkat kecantikannya saja. Jika dikalkulasikan, andai ada seorang wanita kecantikannya hanya bernilai enam atau tuju kurang, tapi jika hatinya patut dinilai sembilan atau setidaknya delapan atau tujuh, menurutnya lebih utama.

Daripada kecantikannya bernilai sembilan, tapi hatinya bernilai lima atau empat. Atau bahkan kerupawanannya bernilai sempurna, sepuluh misalnya, tapi mata keranjang. (itu lebih hina), wallahu a’lam.

Hal tersebut ternyata juga senada dengan hadits Rasulullah:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعِ خِصَالٍ : لِمَالِهَا وَجَمَالِهَا وَحَسَبِهَا وَدِينِهَا

Rasulullah menjelaskan bahwasannya wanita itu dinikahi atas empat perkara: adakalanya karena hartanya, karena kecantikannya, ada juga karena nasabnya, dan karena agamanya. Namun dalam hadits lanjutannya beliau berkata:

فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Maka nikahilah wanita karena agamanya, maka tanganmu akan dipenuhi dengan debu.

Wanita, memang memiliki sejuta daya tarik terhadap pria. Setiap jengkal sisi tubuhnya, memiliki tingkat ketertarikan bagi kaum adam. Tidak hanya itu, kehidupannya yang penuh warna pun menjadikan daya tarik tersendiri bagi pria.

Meskipun demikian, tetap para pria hanya dianjurkan untuk memilih wanita atas dasar agama sebagai kesimpulannya, tidak berdasar kecantikannya. Bagaimanapun, kecantikan akan pudar pada masanya.

SYI’IRAN ALA LA BAHASA JAWA KITAB TA’LIM MUTA’ALLIM

“Alala tanalul ilma illa bisittatin, saumbika an majmu bibayani: dzakaun, wa khirsun, wastibarun, wabulghotun, wairsyadu ustadzin, wa tuulu zamnin” Kecerdasan, semangat, sabar dan pakai ongkos (biaya) Petunjuk (bimbingan) guru dan dalam tempo waktu yang lama”

Elingo gak khasil ilmu anging nem perkoro

Bakal tak ceritakke kumpule kanthi pertelo

*Rupo limpad, lobo, sabar, ono sangune

lang piwulange guru lan sing suwe mangsane

*Jo takon songko wong siji takono kancane

kerono saktemene konco manut kang ngancani

*Yen ono konco olo lakune ndang dohono

yen ono konco bagus enggal ndang kancanono

*Ngajiho kerono ilmu mahesi ing ahline

lan ngunggulke lan dadi tonndho tingkah pinuji

*Onoho ngalap faedah saben dino ing tambah

songko ilmu lan nglangi segoronr faidah

*Ngajiho fikih kerono ngunggulke lan nuduhke

maring bagus lan wedi Allah luwih jejekke

*Ilmu fikih kang nuduhke dalane pituduh

Hiyo benteng kang nylametake sekehe pekiwo

*Wong ngalim fikih siji tur kang ngedohi haram

luwih abot timbang ‘abid sewu, mungguh syaithon

*Gedhene kerusakan wong ngalim gak ngelakoni

Luwih gedhe timbang iku wong bodho ngelakoni

*Karone iku agung-agunge fitnah dunyo

Tumrape wong kang tetanggan perkoro agama

*Siro kepingin dadi ‘alim fikih kang weco

ra tanpo kangelan edan iku werno-werno

*Onoto golek arto ora kanthi kangelan

dene ilmu koyo opo khasil gak kangelan

*Naliko sampurno akale kedhik guneme

lan nyatakno kumperunge wong yen keh guneme

*Matine wong sebab kepleset lisane

ora kok matine sebab kepleset sikile

*Dene mlesete lisan nekakke balang endhas

dene mlesete sikil suwe-suwe biso waras

*Wong duwe ilmu urip langgeng sakwuse mati

dene adon-adone bosok ning ngisor bumi

*Wong bodho mati khale mlaku ning ndhuwur bumi

den nyono wong kang urip nanging podho wong mati

*Kabeh wong maring derajat luhur obahe ati

Tapine kedhik poro rojul iku netepi

*Naliko ono siro iku wuwuran kaum

mongko ngancanono siro ing baguse kaum

lan siro ojo sok ngancani wong kang asor

mongko sebab den sor ke serto kang asor

Disikake ingsun ing guru ngareke bopo

Senajan oleh kamulyan ingsun songko bopo

*Dene guru iku kang ngithik-ithik ing nyowo

Dene bopo iku den serupaake koyo soco

Dene wong tuwo iku kang ngitihk-ithik ing rogo

Dene rogo iku den serupaake wadah soco

*Aku wis neqodake luwih khaq-khaqe bener

Yaiku khaqe wong kang nuduhake barang bener

Lan luwih tak teqodake luwih wajib den rekso

Mungguhe kabeh wong islam kepingin biso

*Guru wis mesthi dihadiahi sewu dirham

Mulyakke kerono mulang huruf siji tur paham

*Ningali ingsun maring siro kepingin mulyo

Mongko gak hasil mulyo siro yen during ini

*Naliko olo lakune wong olo nyanane

Lan bener nyanane wong bener pengadatane

*Ora ono menungso iku wujud perkoro

Kejobo sifat siji saking telung perkoro

Sewiji sifat mulyo kepindo mulyakne

Kaping telu iyo madani konco-koncone

*Dene wong sak dhuwur kuwakawu weruh derajate

Lan aku manut khaqe mero mergo khaq barang mesthi

*Dene wong sak podhoku lamun wong iku kleru

Podho ugo iku wong keluputan marang aku

Mongko aku wayah kenugerahan marang kang salah

Kerono nugerahan ngungguli shifat bungah

Dene wong sak ngisorku aku shobar biasa

Ngrekso kawirangan senajan aku den wodo

*Tinggalo siro ing wong siji olo lakune

Tegese ojo males olo kang dilakoni

Kerono bakal den cukupi kelakuane

Lan sekabehe barang-barang kang dilakoni

*Onoto kabeh dudu golongane wong tuno

Liwate kanthi nganggo di etung umur kito

*Ngajiho ilmu siro kerono gak no wong siji

Iku den anaake kanthi uwis mangerti

Dene wong duwe ilmu mulyane lan agunge

Gak podo wong kang bodho inane lan asore

*Lungoho soko deso perlu ngudi kamulyan

Kerono limang perkoro den temu ing palungan

*Siji ilange susah loro rizqine tambah

Kaping telu tambah ngelmu nyebabake bungah

Kaping pate biso bagusi ing totokromo

Kaping ,limo merkoleh konco kang mulyo-mulyo

*Senajan ono ing lelungan ngeroso ino ngumboro

Lan njunkung oro-oro lan ngelakoni sengsoro

*Uripe wong anom luwih apike matine

Ing deso kumpul wong kang adu-adu lan wong drengki

MALAIKAT JIBRIL MEMBERIKAN SYAFA’AT KEPADA UMAT NABI MUHAMMAD SAW YANG SEDANG DI SIKSA DI NERAKA

Rasulullah SAW bercerita bahwa pada hari kiamat Malaikat Jibril AS berkeliling di neraka. Ia terus berputar selama 4.000 tahun. Ia mendengar suara munajat, “Yā Hannān, yā Mannān, yā Dzal jalāli wal ikrām.”

Jibril AS menghadap Allah dan bersujud di kaki Arasy.

“Tuhanku, di neraka aku mendengar suara seorang muslim yang menyebut nama-Mu, ‘Yā Hannān, yā Mannān,’ sejak 40.000 tahun. Aku yakin ia adalah umat Muhammad. Kau juga tahu bagaimana persahabatanku dan Muhammad. Aku ingin berbuat baik melalui kedudukan Muhammad. Berilah mandat syafa’at kepadaku,” kata Jibril AS melaporkan dan memohon kepada Allah.

“Aku berikan mandat syafa’at dan Kuserahkan dia kepadamu. Pergilah kepada Malik. Katakan kepadanya bahwa Aku telah mengeluarkannya dan menyerahkannya kepadamu,” jawab Allah SWT.

Jibril AS kemudian bergegas menuju Malik AS.

“Allah telah menyerahkan si fulan kepadaku. Keluarkanlah dia dari neraka. Serahkan dia kepadaku,” kata Jibril AS kepada Malik AS.

Malik AS masuk ke neraka dan mencari si fulan yang dimaksud Jibril AS. Ia mencari si fulan selama 1.000 tahun. Pencarian tidak berhasil.

 “Jibril, neraka telah mendengus panjang dan menggelegak. Besi sudah seperti batu dan manusia seperti besi. Aku tidak dapat menemukannya,” kata Malik AS.

Jibril kemudian melapor dan bersujud di Arasy untuk kedua kalinya.

“Tuhanku, pencarian Malik tidak berhasil. Di mana kiranya posisi fulan?” tanya Jibril AS. “

Jibril, pergilah ke Malik. Katakan kepadanya, fulan ada di lembah ini, di dasar ini, di sudut ini, dan di sumur ini…,” jawab Allah memberi petunjuk.

Jibril AS kemudian pergi. Ia mengabarkan kepada Malik AS. Malik AS kemudian pergi menuju tempat yang ditunjuki Jibril AS. Malik AS mendapati si fulan dengan posisi terbalik, kepala di bawah dan kaki di atas, sedang dikerubuti ular dan kalajengking serta terikat belenggu dan pasung.

Malik AS kemudian menarik si fulan yang kondisinya seperti arang. Malik AS menggerakkan dan menarik fulan sehingga ular dan kalajengking berjatuhan dari tubuhnya. Malik AS menggerakkan untuk kedua kalinya sehingga terlepaslah belenggu dan pasungannya.

“Kau datang untuk menambahkan siksa atau menyelamatkanku,” kata si fulan yang sebelumnya menghadapkan wajahnya kepada Malik AS.

 “Aku tidak tahu, tetapi yang jelas Jibril menantimu,” kata Malik AS.

Malik AS memegang tangan si fulan dan menyerahkannya kepada Jibril AS. Jibril AS kemudian memegang tangannya dan mengajaknya menuju kaki Arasy. Setiap yang dilaluinya sepanjang perjalanan mengatakan, “Dia si fulan, sudah tinggal di neraka Jahanam selama 40.000 tahun.” Ia bersama Jibril AS berdiri di kaki Arasy.

“Wahai hamba-Ku, bukankah kalam-Ku ada di hadapanmu? Bukankah Aku telah mengutus rasul kepadamu? Bukankah rasul-Ku telah memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran?” kata Allah SWT.

“Benar wahai Tuhanku, tetapi memang aku telah berlaku aniaya terhadap diriku sendiri. Aku mengakui dosaku. Oleh karenanya, ampunilah aku dengan hak munajat yang kubaca selamat 40.000 tahun ‘Yā Hannān, ya Mannān’ agar Kau mengampuniku,” kata si fulan.

“Aku telah mengampunimu dan menyerahkanmu kepada Jibril. Aku telah membebaskanmu dari neraka berkat syafa’atnya,” kata Allah SWT.

Jibril AS selanjutnya membawa si fulan ke surga, memandikannya dengan air kehidupan dan air Kautsar sehingga lenyap tanda-tanda penghuni neraka darinya. Jibril AS setelah itu memasukannya ke dalam surga dan mengucap salam kepada Nabi Muhammad SAW.

“Wahai Muhammad, aku telah berbuat sesuatu di tempatmu (syafa’at) pada umatmu ini,”

kata Jibril AS.

“Baik wahai Jibril,”

Jawab Nabi Muhammad SAW.

Kitab Al-Ushfuriyah halaman 28-29.

PENGERTIAN ILMU FIQH DAN KEUTAMAANYA

فصل

فى ماهية العلم، والفقه، وفضله

FASAL 1

PENGERTIAN ILMU DAN FIQIH SERTA KEUTAMAANNYA.

A. Kewajiban Belajar.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: طلب العلم فريضة على كل مسلم ومسلمة

Rasulullah saw bersabda : “Menuntut ilmu wajib bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan”.

اعلم, بأنه لايفترض على كل مسلم، طلب كل علم وإنما يفترض عليه طلب علم الحال كما قال: وأفضل العلم علم الحال، وأفضل العمل حفظ الحال

Perlu diketahui bahwa, kewajiban menuntut ilmu bagi muslim laki-laki dan perempuan ini tidak untuk sembarang ilmu, tapi terbatas pada ilmu agama, dan ilmu yang menerangkan cara bertingkah laku atau bermuamalah dengan sesama manusia. Sehingga ada yang berkata,“Ilmu yang paling utama ialah ilmu Hal. Dan perbuatan yang paling mulia adalah menjaga perilaku.” Yang dimaksud ilmu hal ialah ilmu agama islam, shalat misalnya.

ويفترض على المسلم طلب ما يقع له فى حاله، فى أى حال كان، فإنه لابد له من الصلاة فيفترض عليه علم ما يقع له فى صلاته بقدر ما يؤدى به فرض الصلاة

Oleh karena setiap orang islam wajib mengerjakan shalat, maka mereka wajib mengetahui rukun-rukun dan sarat-sarat sahnya shalat, supaya dapat melaksanakan shalat dengan sempurna.

ويجب عليه بقدر ما يؤدى به الواجب، لأن ما يتوسل به إلى إقامة الفرض يكون فرضا، وما يتوسل به إلى إقامة الواجب يكون واجبا وكذا فى الصوم، والزكاة، إن كان له مال، والحج إن وجب عليه. وكذا فى البيوع إن كان يتجر

Setiap orang islam wajib mempelajari/mengetahui rukun maupun shalat amalan ibadah yang akan dikerjakannya untuk memenuhi kewajiban tersebut. Karena sesuatu yang menjadi perantara untuk melakukan kewajiban, maka mempelajari wasilah/perantara tersebut hukumnya wajib. Ilmu agama adalah sebagian wasilah untuk mengerjakan kewajiban agama. Maka, mempelajari ilmu agama hukumnya wajib. Misalnya ilmu tentang puasa, zakat bila berharta, haji jika sudah mampu, dan ilmu tentang jual beli jika berdagang.

قيل لمحمد بن الحسن، رحمة الله عليه: لما لاتصنف كتابا فى الزهد؟ قال: قد صنفت كتابا فى البيوع، يعنى: الزاهد من يحترز عن الشبهات والمكروهات فى التجارات

Muhammad bin Al-Hasan pernah ditanya mengapa beliau tidak menyusun kitab tentang zuhud, beliau menjawab, “aku telah mengarang sebuah kitab tentang jual beli.” Maksud beliau adalah yang dikatakan zuhud ialah menjaga diri dari hal-hal yang subhat (tidak jelas halal haramnya) dalam berdagang.

وكذلك فى سائر المعاملات والحرف، وكل من اشتغل بشيئ منها يفترض عليه علم التحرز عن الحرام فيه. وكذلك يفترض عليه علم أحوال القلب من التوكل والإنابة والخشية والرضى، فإنه واقع فى جميع الأحوال

Setiap orang yang berkecimpung di dunia perdagangan, wajib mengetahui cara berdagang dalam islam supaya dapat menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan. Setiap orang juga harus mengetahui ilmu-ilmu yang berkaitan dengan batin atau hati, misalnya tawakal, tobat, takut kepada Allah, dan ridha. Sebab, semua itu terjadi pada segala keadaan.

B. Keutamaan Ilmu.

وشرف العلم لايخفى على أحد إذ هو المختص بالإنسانية لأن جميع الخصال سوى العلم، يشترك فيها الإنسان وسائر الحيوانات: كالشجاعة والجراءة والقوة والجود والشفقة وغيرها سوى العلم

Tidak seorang pun yang meragukan akan pentingnya ilmu pengetahuan, karena ilmu itu khusus dimiliki umat manusia. Adapun selain ilmu, itu bisa dimiliki manusia dan bisa dimiliki binatang. Dengan ilmu pengetahuan.

وبه أظهر الله تعالى فضل آدم عليه السلام على الملائكة، وأمرهم بالسجود له

Allah Ta’ala mengangkat derajat Nabi Adam as. Diatas para malaikat. Oleh karena itu, malaikat di perintah oleh Allah agar sujud kepada Nabi Adam as.

وإنما شرف العلم بكونه وسيلة الى البر والتقوى، الذى يستحق بها المرء الكرامة عند الله، والسعادة والأبدية، كما قيل لمحمد بن الحسن رحمة الله عليهما شعرا

تعـلـم فــإن الـعلـم زيـن لأهــلــه وفــضـل وعــنـوان لـكـل مـــحامـد

وكــن مـستـفـيدا كـل يـوم زيـادة من العـلم واسـبح فى بحـور الفوائـد

تـفـقـه فإن الـفــقـه أفــضـل قائـد الى الــبر والتـقـوى وأعـدل قـاصـد

هو العلم الهادى الى سنن الهدى هو الحصن ينجى من جميع الشدائد

فـإن فـقيــهـا واحــدا مــتـورعــا أشـد عـلى الشـيطـان من ألـف عابد

Ilmu itu sangat penting karena itu sebagai perantara (sarana) untuk bertaqwa. Dengan taqwa inilah manusia menerima kedudukan terhormat disisi Allah, dan keuntungan yang abadi. Sebagaimana dikatakan Muhammad bin Al-Hasan bin Abdullah dalam syairnya : “Belajarlah! Sebab ilmu adalah penghias bagi pemiliknya. dia perlebihan, dan pertanda segala pujian, Jadikan hari-harimu untuk menambah ilmu. Dan berenanglah di lautan ilmu yang berguna.”

Belajarlah ilmu agama, karena ia adalah ilmu yang paling unggul. Ilmu yang dapat membimbing menuju kebaikan dan taqwa, ilmu paling lurus untuk di pelajarai. Dialah ilmu yang menunjukkan kepada jalan yang lurus, yakni jalan petunjuk. Tuhan yang dapat menyelamatkan manusia dari segala keresahan. Oleh karena itu orang yang ahli ilmu agama dan bersifat wara’ lebih berat bagi setan daripada menggoda seribu ahli ibadah tapi bodoh.

C. Belajar Ilmu Akhlaq

(والعلم وسيلة إلى معرفة: الكبر، والتواضع، والألفة، والعفة، والأسراف، والتقتير، وغيرها)، وكذلك فى سائر الأخلاق نحو الجود، والبخل، والجبن، والجراءة. فإن الكبر، والبخل، والجبن، والإسراف حرام، ولايمكن التحرز عنها إلا بعلمها، وعلم ما يضادها، فيفترض على كل إنسان علمها

Setiap orang islam juga wajib mengetahui/mempelajari akhlak yang terpuji dan yang tercela, seperti watak murah hati, kikir, penakut, pemberani, merendah diri, congkak, menjaga diri dari keburukan, israf (berlebihan), bakhil terlalu hemat dan sebagainya. Sifat sombong, kikir, penakut, israf hukumnya haram. Dan tidak mungkin bisa terhindar dari sifat-sifat itu tanpa mengetahui kriteria sifat-sifat tersebut serta mengetahui cara menghilangkannya. Oleh karena itu orang islam wajib mengetahuinya.

وقد صنف السيد الإمام الأجل الأستاذ الشهيد ناصر الدين أبو القاسم كتابا فى الأخلاق ونعم ما صنف، فيجب على كل مسلم حفظها

Asy-Syahid Nasyiruddin telah menyusun kitab yang membahas tentang akhlak. Kitab tersebut sangat bermutu, dan perlu dibaca. Karena setiap orang wajib memelihara akhlaknya.

D. Ilmu Yang Fardu Kifayah dan Yang Haram dipelajari.

وأما حفظ ما يقع فى الأحايين ففرض على سبيل الكفاية، إذا قام البعض فى بلدة سقط عن الباقين، فإن لم يكن فى البلدة من يقوم به اشتركوا جميعا فى المأثم، فيجب على الإمام أن يأمرهم بذلك، ويجبر أهل البلدة على ذلك

Adapun mempelajari amalan agama yang dikerjakan pada saat tertentu seperti shalat zenajah dan lain-lain, itu hukumnya fardhu kifayah. Jika di suatu tempat/daerah sudah ada orang yang mempelajari ilmu tersebut, maka yang lain bebas dari kewajiban. Tapi bila di suatu daerah tak ada seorangpun yang mempelajarinya maka seluruh daerah itu berdosa. Oleh karena itu pemerintah wajib memerintahkan kepada rakyatnya supaya belajar ilmu yang hukumnya fardhu kifayah tersebut. Pemerintah berhak memaksa mereka untuk mereka untuk melaksanakannya.

قيل: إن العلم ما يقع على نفسه فى جميع الأحوال بمنزلة الطعام لابد لكل واحد من ذلك

وعلم ما يقع فى الأحايين بمنزلة الدواء يحتاج إليه (فى بعض الأوقات)

Dikatakan bahwa mengetahui/mempelajari amalan ibadah yang hukumnya fardhu ain itu ibarat makanan yang di butuhkan setiap orang. Sedangkan mempelajari amalan yang hukumnya fardhu kifayah, itu ibarat obat, yang mana tidak dibutuhkan oleh setiap orang, dan penggunaannya pun pada waktu-waktu tertentu.

وعلم النجوم بمنزلة المرض، فتعلمه حرام، لأنه يضر ولاينفع، والهرب عن قضاء الله تعالى وقدره غير ممكن

Sedangkan mempelajari ilmu nujum itu hukumnya haram, karena ia diibaratkan penyakit yang sangat membahayakan. Dan mempelajari ilmu nujum itu hanyalah sia-sia belaka, karena ia tidak bisa menyelamatkan seseorang dari taqdir Tuhan.

فينبغى لكل مسلم أن يشتغل فى جميع أوقاته بذكر الله تعالى والدعاء، والتضرع، وقراءة القرآن، والصدقات [الدافعة للبلاء] [والصلاة] ، ويسأل الله تعالى العفو والعافية فى الدين والآخرة ليصون الله عنه تعالى البلاء والآفات، فإن من رزق الدعاء لم يحرم الإجابة. فإن كان البلاء مقدرا يصيبه لامحالة، ولكن يبر الله عليه ويرزقه الصبر ببركة الدعاء

Oleh karena itu, setiap orang islam wajib mengisi seluruh waktunya dengan berzikir kepada Allah, berdo’a, memohon seraya merendahkan diri kepadaNya, membaca Al-Qur’an,dan bersedekah supaya terhindar dari mara bahaya.

اللهم إذا تعلم من النجوم قدرما يعرف به القبلة، وأوقات الصلاة فيجوز ذلك

Boleh mempelajari ilmu nujum (ilmu falaq) untuk mengetahui arah kiblat, dan waktu-waktu shalat.

وأما تعلم علم الطب فيجوز، لأنه سبب من الأسباب فيجوز تعلمه كسائر الأسباب. وقد تداوى النبى عليه السلام

Boleh pula mempelajari ilmu kedokteran, karena ia merupakan usaha penyembuhan yang tidak ada hubungannya dengan sihir, jimat, tenung dan lain-lainnya.Karena Nabi juga pernah berobat.

وقد حكى عن الشافعى رحمة الله عليه أنه قال: العلم علمان: علم الفقه للأديان، وعلم الطب للأبدان، وما وراء ذلك بلغة مجلس

Imam Syafi’I rahimahullah berkata, “ilmu itu ada dua, yaitu ilmu piqih untuk mengetahui hukum agama, dan ilmu kedokteran untuk memelihara badan.”

E. Definisi Ilmu.

وأما تفسير العلم: فهو صفة يتجلى بها المذكور لمن قامت هى به كما هو. والفقه: معرفة دقائق العلم مع نوع علاج. قال أبو حنيفة رحمة الله عليه: الفقه معرفة النفس ما لها وما عليها. وقال: ما العلم إلا للعمل به، والعمل به ترك العاجل الآجل

Ilmu ditafsiri dengan : Sifat yang dimiliki seseorang, maka menjadi jelaslah apa yang terlintas di dalam pengertiannya. Fiqih adalah: Pengetahuan tentang kelembutan-kelebutan ilmu. Ujar Abu Hanifah : Fiqih adalah pengetahuan tentang hal-hal yang berguna, yang berbahaya bagi diri seseorang. Ujarnya lagi : Ilmu itu hanya untuk diamalkannya, sedang mengamalkan di sini berarti meninggalkan orientasi demi akhirat.

فينبغى للإنسان أن لايغفل عن نفسه، ما ينفعها وما يضرها، فى أولها وآخرها، ويستجلب ما ينفعها ويجتنب عما يضرها، كى لايكون عقله وعمله حجة فيزداد عقوبة، نعوذ بالله من سخطه وعقوبه

Maka seyogyanya manusia jangan sampai lengah diri dari hal-hal yang bermanfaat dan berbahaya di dunia dan akhirat. Dengan demikian dia akan mengambil mana yang bermanfaat dan menjauhi mana yang berbahaya, agar supaya baik akal dan ilmunya tidak menjadi beban pemberat atas dirinya dan menambah siksanya. Kita berlindung kepada allah dari murka dan siksanya.

وقد ورد فى مناقب العلم وفضائله، آيات وأخبار صحيحة مشهورة لم نشتغل بذكرها كى لايطول الكتاب

Dalam masalah kebaikan keistimewaan dan keutaman ilmu itu, banyaklah ayat-ayat al-quran dan hadis-hadis shahih dan masyhur yang mengemukakannya. Namun kali ini tidak kami kedepankan, agarlah uraian kitab ini tidak terlalu berkepanjangan.

MAULID SIMTUDDUROR DAN TERJEMAHANYA

DI BAWAH INI ADALAH MAULID SIMTUD DUROR DAN TERJEMAHNYA, SEKALIGUS LINK VIDEO PEMBACAAN MAULID SIMTUDDUROR BAGI YANG MAU MENONTON. SEMOGA BERMANFAAT, AMIN….

يا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ أَشْرَف بَدْرٍ فِي الْكَوْنِ اَشْرَقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad purnama termulia di semesta yang bersinar

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ أَكْرَمِ دَاعٍ يَدْعُوْ اِلَى الْحَـقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad pengajak termulia yang mengajak kepada kebenaran

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ اَلْمُصْطَفَى الصادِقِ الْمُصَدَّقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad yang terpilih yang benar yang dibenarkan

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمّدَ ۞ اَحْلَى الْوَرى مَنْطقًا وَاَصْدَقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad makhluk terindah ucapannya dan terjujur

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ اَفْضلِ مَـنْ بِالتُّقـى تَحَقَّـقْ

wahai tuhanku berselawatlah atas Muhammad seorang yang menyatakan ketakwaan

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ مَنْ بِالسخَا والْوَفَـا تَخَلَّـقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad seorang yang berbudi pekerti dermawan dan memenuhi janji

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ وَاجْمَعْ مِنَ الشمْلِ مَا تَفَـرَّقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad dan kumpulkan perkara yang terpisah-pisah

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ وَاصلِحْ وَسَهِلْ مَا قَدْ تَعَـوَّقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad dan perbaiki dan mudahkan perkara yang sulit

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ وَافْتَحْ مِنَ الْخَيْرِ كُلَّ مُغْلَـقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad dan bukalah setiap kebaikan yang tertutup

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ وَآلِـهْ وَمَـنْ بِالنَّبِـيّ تَعَلَّـقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad dan orang yang berpegang dengan nabi

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد وآلِهْ وَمَنْ لِلْحَبِيْـِب يَعْشَـقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad dan orang yang rindu terhadap kekasih

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ وَمَـنْ بِحَبْـلِ النَّبِـيّ تَوَثَّـقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad dan orang yang berpegangan dengan tali nabi

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ يَا رَبّ صـلّ علَيْـهِ وَسلّـمْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad wahai tuhanku berselawatlah kepadanya dan ucapkanlah salam

اَلْحَمْدُ لِلّهِ الْقَوِيِّ سُلْطَانُهْ

Segala puji bagi Allah, yang teguh kekuasaan-Nya

اَلْوَاضِحِ بُرْهَانُهْ

 yang jelas bukti kebenaran-Nya

اَلْمَبْسُوْطِ فِي الْوُجُوْدِ كَرَمُه وَإِحْسَانُهْ

yang terbentang di alam semesta kedermawanan dan kemurahan-Nya

تَعَالى مَجْدُه وَعَظُمَ شَانُهْ

Maha tinggi kemuliaan-Nya, maha agung kedudukan-Nya

خَلَقَ الْخَلْقَ لِحِكْمَهْ

menciptakan makhluk karena hikmah

وَطَوى عَلَيْهَا عِلْمَهْ

dan melipat ilmu-Nya atas hikmah

وَبَسَطَ لَهُمْ مِنْ فَائِضِ الْمِنَّةِ مَا جَرَتْ بِه فِي أَقْدَارِهِ الْقِسْمَةْ

dan menghamparkan bagi mereka limpahan karunia-Nya yang pembagian berlaku dalam kehendak-Nya

فَأَرْسَلَ إِلَيْهِمْ أَشْرَفَ خَلْقِه وَأَجَلَّ عَبِيْدِه رَحْمَةْ

maka Ia mengutus makhluk-Nya yang paling mulia dan hamba-Nya yang paling agung karena rahmat

تَعَلَّقَتْ إِرَادَتُهُ الْأَزَلِيَّةُ بِخَلْقِ هذَا الْعَبْدِ الْمَحْبُوبْ

kehendaknya-Nya yang azali terhubung dengan penciptaan hamba yang dicintai ini

فَانْتَشَرَتْ أثَارُ شَرَفِه فِي عَوَالِمِ الشَّهَادَةِ وَالْغُيُوبْ

Maka tersebarlah pancaran kemuliaannya di alam nyata dan gaib

فَمَا اَجَلَّ هذَا الْمَنَّ الَّذِيْ تَكَرَّمَ بِهِ الْمَنَّانْ

betapa agung anugerah ini yang dilimpahkan oleh Maha Pemurah

وَمَا اَعْظَمَ هذَا الْفَضْلَ الَّذِيْ بَرَزَ مِنْ حَضْرَةِ الْإِحْسَانْ

betapa agung keutamaan ini yang tampak dari sumber kebagusan

صُوْرَةً كَامِلَةً ظَهَرَتْ فِي هَيْكَلٍ مَحْمُودْ

rupa yang sempurna yang tampak dalam bentuk insan terpuji

فَتَعَطَّرَتْ بِوُجُوْدِهَا اَكْنَافُ الْوُجُودْ

maka sisi-sisi alam semesta menjadi harum sebab kehadirannya

وَطَرَّزَتْ بُرْدَ الْعَوَالِمِ بِطِرَازِ التَّكْرِيمْ

dan sisi-sisi tersebut menyulam selimut alam semesta dengan sulaman kemuliaan

تَجَلَّى الْحَقُّ فِي عَالَمِ قُدْسِهِ الْوَاسِعْ

Allah yang Maha benar menampakkan dalam alam kesucian-Nya yang luas

تَجَلِّيًا قَضَى بِانْتِشَارِ فَضْلِه فِي الْقَرِيْبِ وَالشَّاسِعْ

dengan penampakan yang menetapkan penyebaran anugerah-Nya pada yang dekat dan jauh

فَلَهُ الْحَمْدُ الَّذِيْ لا تَنْحَصِرُ اَفْرَادُه بِتَعْدَادْ

Maka hanya bagi-Nya segala puji yang tidak terhingga bilangannya dengan hitungan

وَلا يُمَلُّ تَكْرَارُه بِكَثْرَةِ تَرْدَادْ

dan pengulangan tidak menjenukan sebab banyaknya pengulangan

حَيْثُ أَبْرَزَ مِنْ عَالَمِ الْإِمْكَانْ

sekira Ia tampilkan dari alam imkan

صُوْرَةَ هذَا الْإِنْسَانْ

bentuk insan ini

لِيَتَشَرَّفَ بِوُجُوْدِه ِ الثَّقَلانْ

Agar manusia dan jin memperoleh kemuliaan dengan kehadirannya

وَتَنْتَشِرَ اَسْرَارُه فِي الْأَكْوَانْ

dan rahasia-rahasianya tersebar di alam semesta

فَمَا مِنْ سِرٍّ اتَّصَلَ بِه قَلْبُ مُنِيبْ

Maka tiada rahasia yang sambung dengan hati orang yang sadar

اِلا مِنْ سَوَابغ فَضْلِ اللّهِ عَلى هذَا الْحَبِيبْ

Kecuali karena curahan karunia Allah terhadap kekasih ini

يَا لَقَلْب سُرُوْرُه قَـدْ تَوَالـى ۞ بِحَبِيْب عَـمَّ الأَنَـامَ نَـوَالا

duhai kebahagiaan hati yang terus menerus, karena kekasih yang anugerahnya ke semua manusia

جَلَّ مَنْ شَرَّفَ الْوُجُودَ بِنُوْرٍ ۞ غَمَرَ الْكَوْنَ بَهْجَـةً وَجَمَـالا

Maha agung Zat yang telah memuliakan wujud ini dengan cahaya, yang meliputi semesta dengan keriangan dan kecantikan

قَدْ تَرَقّى فِي الْحُسْنِ اَعْلى مَقَامٍ ۞ وَتَنَاهى فِي مَجْـدِه وَتَعَالـى

Mencapai tingkat keindahan tertinggi, menjulang mengangkasa dengan kemuliaannya

لاحَظَتْهُ الْعُيُوْنُ فِيْمَا اجْتَلَتْـهُ ۞ بَشَرًا كَامِلا يُزِيْحُ الضـلالا

Mata memandang dengan sesuatu yang ia lihat sebagai bentuk insan sempurna pengikis kesesatan

وَهْوَ مِنْ فَوْقِ عِلْمِ مَا قَدْ رَأَتْـهُ ۞ رِفْعَةً فِي شُؤُوْنِـه وكَمَـالا

meski ia melampaui pengetahuan yang dilihat mata dalam kemuliaan perkaranya dan kesempurnaan.

فَسُبْحَانَ الَّذيْ أَبْرَزَ مِنْ حَضْرَةِ الْاِمْتِنَانْ

mahasuci tuhan yang menampakkan dari sisi anugerah

مَا يَعْجِزُ عَنْ وَصْفِهِ اللِّسَانْ

sesuatu yang lisan tidak mampu menyifatinya

وَيَحَارُ فِي تَعَقُّلِ مَعَانِيْهِ الْجَنَانْ

dan hati bingung dalam memikirkan makna-maknanya

اِنْتَشَرَ مِنْهُ فِي عَالَمِ الْبُطُوْنِ وَالظُّهُورْ

tersebar darinya terhadap alam batin dan zahir

مَا مَلأَ الْوُجُوْدَ الْخَلْقِيَّ نُورْ

yang cahaya tidak menerangi alam semesta

فَتَبَارَكَ اللّهُ مِنْ اِلهٍ كَرِيمْ

Mahasuci Allah, Tuhan Maha Pemurah

بَشَّرَتْنَا آيَاتُه فِي الذِّكْرِ الْحَكِيمْ

Yang dalam kitab suci Al-Quran Al-Hakim Mengungkap berita gembira dengan firman-Nya,

بِبشَارَةِ لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُوْلٌ مِنْ اَنْفُسكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْه مَا عَنتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بالْمُؤْمنيْنَ رَؤفٌ رَحيْم

Telah datang kepadamu Seorang rasul dari kalangan sendiri Ia selalu prihatin atas apa yang menimpamu sangat ia inginkan kamu beriman Ia sangat penyantun, sangat penyayang.

فَمَنْ فَاجَأَتْهُ هذِهِ الْبشَارَةُ وتَلَقَّاهَا بِقَلْبٍ سَلِيمْ

Maka siapa saja yang sampai kepadanya berita gembira ini Serta menerimanya dengan hati dan pikiran sehat

فَقَدْ هُدِيَ اِلى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمْ

 Niscaya ia beroleh petunjuk Ke arah jalan yang lurus

BERSAMBUNG……

POTRET KEHIDUPAN MURID YANG BISA DI JADIKAN TELADAN

Bismillahirrohmaanirrohiim

كَثِيُر المَعُونَةِ، خَفِيفُ المَؤُونَةِ، بَعيدٌ عَنِ الرُّعُونةِ. أَمينٌ مَأمُونٌ، لا يَكذِبُ وَلا يَخونُ، لاَ بَخيلاً وَلا جَباناً، وَلا سَبَّاباً ولا لَعَّاناً، وَلا يَشتَغِلُ عَن بُدِّهِ، وَلا يَشِحُّ بِما في يَدِهِ، طَيِّبُ الطَّوِيَّةِ، حَسَنُ النِّيِّةِ، سَاحَتُهُ مِن كُلِّ شَرٍّ نَقِيَّةٌ، وَهِمَّتهُ فيما يُقَرِّبهُ مِن رَبِّهِ عَلِيَّةٌ، وَنَفسُهُ عَلى الدُّنيا أَبِيَّةٌ

Seorang murid harus suka menolong orang, ringan kaki dan tangan, jauh dari sifat bodoh, jadi orang yang dapat dipercaya, tidak berdusta, tidak berkhianat, bukan orang kikir dan pengecut, bukan pemaki atau pelaknat. Tiada mengabaikan kewajiban, tiada menggenggam apa-apa yang ada di dalam tangannya. Niatnya senantiasa baik, bathinnya senantiasa suci, dadanya bersih dari segala rupa kejahatan. Minatnya tinggi terhadap segala amal yang dapat mendekatkan kepada Tuhan, dan nafsunya menolak dunia.

لا يُصِرُّ علَى الهَفوَةِ، وَلا يُقدِمُ وَلا يُحجِمُ بِمُقتَضى الشَّهوَةِ، قَرِينُ الوَفَاءِ وَالفُتُوَّةِ، حَلِيفُ الحَياءِ وَالمرُوَّةِ، يُنصِفُ كُلَّ أَحدٍ مِن نَفسِهِ وَلا يَنتَصِفُ لَها مِن أَحَدٍ. إِن أُعطِيَ شَكَرَ، وَإِن مُنِعَ صَبَرَ، وَإِن ظَلَمَ تَابَ وَاستَغفَرَ، وَإِن ظُلِمَ عَفا وَ غَفَرَ، يُحِبُّ الخُمُولَ وَالاِسِتتَارَ، وَيَكرَهُ الظُّهورَ وَالاِشتِهارَ

Tidak mudah tergelincir ke dalam kesalahan. Tidak melakukan sesuatu pekerjaan karena menurutkan hawa nafsunya, suka kepada sifat menepati janji dan kepahlawanan, bersifat pemalu, menjaga harga dirinya, bertimbang rasa terhadap semua manusia dan makhluk-Nya, tidak akan marah jika manusia tidak timbang rasa kepadanya. Jika menerima rizki ia bersyukur, Jika ditahan rizkinya ia bersabar, jika ia menganiaya dirinya dia segera bertaubat dan beristighfar, dan jika dianiaya segera ia memaafkan dan mengampunkan. Suka duduk sendirian dan berjauhan dari manusia kebanyakan, tidak suka pamer dan keterkenalan.

لِسَانَهُ عَن كُلِّ مَا لا يَعنيِهِ مَخزونٌ، وَقَلبَهُ علَى تَقصِيرهِ في طاعةِ رَبِّهِ مَحزُونٌ، لاَ يُداهِنُ في الدِّينِ وَلا يُرضي المَخلوقِيَنَ بِسَخطِ رَبِّ العَالمِينَ، يَأنَسُ بِالوِحدَةِ وَالاِنفِرادِ، وَيَستَوحِشُ مِن مُخالَطَةِ العِبادِ، وَلا تَلقَاهُ إِلاَّ عَلى خَيرٍ يَعمَلُهُ، أَو عِلمٍ يُعَلِّمهُ، يُرجَي خَيرُهُ، وَلا يُخشَى شَرُّهُ

Lisannya diikat dari segala perkara yang tidak berguna baginya, dan hatinya senantiasa merasa pedih dan sedih, jika ia lalai dari mentaati Tuhannya. Tidak tawar menawar masalah/urusan agama. Tidak akan tunduk kepada makhluk dalam perkara yang akan dimurkai Tuhan Rabbii’Alamin, suka berkhalwat dan duduk mengasingkan diri, tidak merasa tenang waktu bergaul dengan orang banyak. Tidak berdiam diri yang tidak berguna, namun ada saja kebaikan yang dibuatnya atau ilmu yang diajarkan, sangat diharap darinya segala kebaikan, tidak ragu-ragu dan bimbang menolak kejahatan.

وَلا يُؤذِي مَن آذاهُ، وَلا يَجفُو مَن جَفَاهُ، كَالنَّخلةِ تُرمَى بِالحَجَرِ فَتَرمِي بِالرُّطَبِ، وَكَالأَرضِ يُطرَحُ عَليهَا كُلُّ قَبيحٍ وَلا يَخرُجُ مِنها إِلاَّ كُلُّ مَليحٍ

Tidak menyakiti orang yang menyakiti nya, dan tidak bersikap kasar kepada orang yang mengkasarinya laksana pohon kurma, semakin anda melontarkan batu semakin banyak buahnya yang jatuh ataupun laksana bumi betapa banyak kotoran yang di lemparkan kepadnya tapi tidaklah keluarlah darinya kecuali setiap yang manis.

تَلوحُ أَنوارُ صِدقِهِ علَى ظَاهِرِهِ، وَيَكادُ يُفصِحُ مَا يُرَى علَى وَجهِهِ عَمَّا يُضمِرُ في سَرائِرهِِ، سَعيُهُ وَهِمَّتُهُ في رِضَا مَولاهُ، وَحِرصَهُ ونَهمَتُهُ في مُتابَعَةِ رَسُولِهِ وَحَبِيبِهِ وَمُصطَفاهُ، يَتَأَسَّى بِهِ في جَميعِ أَحوَالِهِ، وَيَقتدِي بِهِ في أَخلاقِهِ وَأَفعَالِهِ وَأَقوالِهِ

Cahaya kebenaran meliputi bentuk lahirnya, sehingga apa yang terlukis dari wajah lahirnya hampir-hampir menafsirkan apa yang tersembunyi dalam bathinnya. perbuatan dan tujuannya semata-mata mencari keridhoan Allah SWT, mengerjakan sesuatu ataupun menjauhi semata-mata untuk mengikuti jejak Nabi shollallohu alaihi wasallam yang dipandang sebagai manusia panutannya, orang kecintaannya dan orang pilihannya. la berusaha sekuat tenaga mencontoh Rasulullah dalam sega­la hal, mengikuti dalam akhlaknya ,perbuatannya dan juga tutur katanya.

Wallohu a’lam.

APAKAH ANDA TERMASUK? INILAH 85 TINGKATAN PARA WALINYA ALLOH SWT.

فَائِدَةٌ فِى تَعْرِيْفِ اْلقُطْبِ

أَخْبَرَ الشَّيْخُ الصَّالِحُ اْلوَرَعُ الزَّاهِدُ الْمُحَقِّقُ الْمُدَقِّقُ شَمْسُ الدِّيْنِ بْنُ كَتِيْلَةُ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى وَنَفَعَ بِهِ آمِيْنَ قَالَ : كُنْتُ يَوْمًا جَالِسًا بَيْنَ يَدِي سَيِّدِي فَخَطَرَ بَبًّالِيْ أَنْ أَسْأَلَهُ عَنِ اْلقُطْبِ فَقُلْتُ لَهُ : يَاسَيِّدِي مَا مَعْنَى اْلقُطْبُ ؟

( Faedah ) Mengenai definisi Wali Qutub

telah memberitahukan seorang guru yang sholih, wara` , Zuhud, seorang penyelidik, seorang yang teliti yakni Syekh Syamsuddin bin Katilah Rahimahullaahu Ta’ala menceritakan: “ suatu hari Saya sedang duduk di hadapan guruku, lalu terlintas untuk menanyakan tentang Wali Quthub. “Apa makna Quthub itu wahai tuanku?”

فَقَالَ لِيْ : اْلأَقْطَابُ كَثِيْرَةٌ ، فَإِنَّ كُلَّ مُقَدَّمِ قَوْمٍ هُوَ قُطْبُهُمْ وَأَمَّا قُطْبُ اْلغَوْثِ اْلفَرْدِ الْجَامِعِ فَهُوَ وَاحِدٌ

Lalu beliau menjawab kepadaku, “Quthub itu banyak. Setiap muqaddam atau pemuka sufi bisa disebut sebagai Quthub-nya. Sedangkan al-Quthubul Ghauts al-Fard al-Jami’ itu hanya satu.

( Dinuqil dari Mafahirul A`liyyah )

فالقطب عارف بهم جميعا ومشرف عليهم ولم يعرفه أحد ولايتشرف عليه وهو إمام الأولياء

Wali Quthub yang A`rif ( yang mengenal Allah Swt. ) berkumpul bersama mereka dan yang mengawasi mereka dan tidak mengetahuinya seorangpun juga , dan tidak mendapat kemuliaan atasnya, ia ( wali Quthub ) adalah imam para wali

(Dinuqil dari Safinatul Qodiriyyah )

وثمّة رجل واحد هو القطب والغوث الذى يُغيث كلّ العالم

Dan ada 1 orang ia adalah Wali Quthub dan Wali Gauts yang menolong di seluruh dunia.

ومتى انتقل القطب إلى الآخرة حل مكانه آخر من المرتبة التى قبله بالتسلسل إلى أن يحل رجل من الصلحاء والأولياء محل أحد الأربعة

Dan ketika Wali Quthub pindah ke akhirat keadaan tempatnya digantikan oleh peringkat lain yang sebelumnya dengan berurutan untuk menempati kedudukan orang dari para Sholaha dan Auliya yang bertempat di salah satu dari yang empat .

(Dinuqil dari Safinatul Qodiriyyah )

Para Quthub senantiasa bicara dengan Akal Akbar ( akal yang agung ), dengan Cahaya-cahaya Ruh (Ruhul Anwar), dengan Pena yang luhur (Al-Qalamul A’la), dengan Kesucian yang sangat indah (Al-Qudsul Al-Abha), dengan Asma yang Agung (Ismul A’dzam), dengan Kibritul Ahmar (ibarat Berlian Merah), dengan Yaqut yang mememancarkan cahaya ruhani, dengan Asma’-asma, huruf-huruf dan lingkaran-lingkaran Asma huruf. Dia ( Para Quthub )bicara dengan cahaya matahati di atas rahasia terdalam di lubuk rahasianya. Ia seorang yang alim dengan pengetahuan lahiriah dan batiniyah dengan kedalaman makna yang dahsyat, baik dalam tafsir, hadits, fiqih, ushul, bahasa, hikmah dan etika. Sebuah ilustrasi yang digambarkan pada Sulthanul Auliya Syeikhul Quthub Abul Hasan Asy-Syadzily – semoga Allah senantiasa meridhoi .

والغوث عبارة عن رجل عظيم وسيد كريم تحتاج إليه الناس عند الاضطرار فى تبيين ماخفى من العلوم المهمة والأسرار ، ويطلب منه الدعاء لأنه مستجاب الدعاء لو أقسم على الله لأبرقسمه مثل أويس القرنى فى زمن رسول الله صلعم ، ولايكون القطب قطبا حتى تجتمع فيه هذه الصفات التى اجتمعت فى هؤلاء الجماعة الذين تقدم ذكرهم انتهى من مناقب سيدي شمس الدين الحنفى

Wali Ghauts, yaitu seorang tokoh besar ( agung ) dan tuan mulia, di mana seluruh ummat manusia sangat membutuhkan pertolongannya, terutama untuk menjelaskan rahasia hakikat-hakikat Ilahiyah. Mereka juga memohon doa kepada al-Ghauts, sebab al-Ghauts sangat diijabahi doanya. Jika ia bersumpah langsung terjadi sumpahnya, seperti Uwais al-Qarni di zaman Rasul SAW. Dan seorang Qutub tidak bisa disebut Quthub manakala tidak memiliki sifat dan predikat integral dari para Wali.

Demikian pendapat dari kitab manaqib Sayyidi Syamsuddin Al-Hanafi…

( Dinuqil dari Mafahirul ‘Aliyyah )

والواحد هو الغوث واسمه عبدالله وإذ مات الغوث حلّ محله أحد العمدة الأربعة ثمّ يحل محل العمدة واحد من الأخيار ، وهكذا يحل واحد من النجباء محل واحد من الأخيار ويحل محل أحد النقباء الذى يحل محله واحد من الناس

Dan berjumlah 1 orang yaitu Wali Gauts, namanya adalah Abdullah, dan jika Wali Gauts wafat maka kedudukannya digantikan oleh 1 orang dari Wali U`mdah yang berjumlah 4 orang kemudian kedudukan Wali U`mdah digantikan oleh 1 orang dari Wali Akhyar demikian pula kedudukan 1 orang dari Wali Nujaba menggantikan 1 orang dari Wali Akhyar dan kedudukan Wali Nuqoba digantikan oleh 1 orang dari manusia.

Dinuqil dari Safinatul Qodiriyyah )

قُطْبُ اْلغَوْثِ اْلفَرْدِ الْجَامِعِ

1. Qutubul Ghautsil Fardil Jaami`i ( 1 abad 1 Orang )

Wali yang paripurna. Bertugas memimpin para wali diseluruh alam. Jumlahnya tiap masa hanya 1 orang, bila ia wafat, ia akan digantikan oleh wali Imaamaan / Aimmah.

ويقول فى مرآة الأسرار : إنّ طبقات الصّوفيّة سبعة الطالبون والمريدون والسالكون والسّائرون والطائرون والواصلون وسابعهم القطب الذى قلبه على قلب سيّدنا محمّد صلعم وهو وارث العلم اللّدني من النبي صلعم بين الناس وهو صاحب لطيفة الحقّ الصحيحة ما عداالنبى الأمّى

Dia ( Syaikh Abdul Qodir Jailani ra. ) mengatakan dalam kitab Miratil Asror :

Sesungguhnya tingkatan-tingkatan kewalian itu ada 7 tingkat diantaranya :

Thoolibun

Muriidun

Saalikun

Saairun

Thooirun

Waashilun

Dan ke 7 dari mereka yaitu Wali Qutub yang hatinya menempati Hati Nabi Muhammad saw. Dan ia ( wali Quthub ) merupakan pewaris ilmu laduni dari Nabi Saw. diantara manusia, dan ia ( wali Quthub ) yang memiliki lathifah ilahiyyah yang benar yang telah berlari kepada Hati Nabi yang Ummi Saw.

والطالب هو صاحب قوىّ مزكيّة للطيفته الخفية الجسميّة

والمريد هو صاحب قوىّ للطيفته النفسيّة

والسالك هو من يكون صاحب قوىّ مزكيّة للطيفة القلبيّة

والسائر هو الذى يكون صاحب قوىّ مزكيّة للطيفة السّرّيّة

والطائر هو الذى وصل إلى للطيفة الروحيّة

والواصل هو الشحص الذى اصبحت قواه اللطيفة مزكّاّة على لطيفة الحقّ

Thoolib adalah yang memiliki kekuasaan menyucikan bagi lathifah Jasad yang tersembunyi

muriid adalah yang memiliki kekuasaan lathifah Nafsu

Saalik adalah orang yang memiliki kekuasaan menyucikan bagi lathifah Hati

Saair adalah orang memiliki kekuasaan menyucikan bagi lathifah Rasa

Thooir adalah orang yang sampai kepada lathifah Ruh

Wasil adalah orang yang menjadi kan kekuatan lathifahnya menyucikan terhadap lathifah ilahiyyah.

ويقولون : إنّ رجال الله هم الأقطاب والغوث والإمامان اللذان هما وزيرا القطب والأوتاد والأبدل والأخيار والأبرر والنقباء والنجباء والعمدة والمكتومون والأفراد أي المحبوبون

Mereka ( Para Hukama ) mengatakan: Sesungguhnya Para Wali Allah yaitu Wali Qutub, Wali Gauts, Wali Dua Imam, yang keduanya Wali Imamaim merupakan pelayan Wali Qutub, Wali Autad, Wali Abdal, Wali Akhyar, Wali Abrar, Wali Nuqoba, Wali Nujaba, Wali U`mdah, Wali Maktumun, dan Wali Afrad ia disebut pula Wali Mahbubun.

( Dinuqil dari Safinatul Qodiriyyah )

الإِمَامَانِ

2. Imaamani / Imaamain /Aimmah ( 1 Abad 2 orang )

Wali yang menjadi dua imam

وأما الإمامان فهما شخصان أحدهما عن يمين القطب والآخر عن شماله فالذي عن يمينه ينظر فى الملكوت وهو أعلى من صاحبه ، والذى عن شماله ينظر فى الملك ، وصاحب اليمين هو الذي يخلف القطب ، ولهما أربعة أعمال باطنة وأربعة ظاهرة :

Adapun Wali Dua Imam (Imamani), yaitu dua pribadi ( 2 orang ) , salah satu ada di sisi kanan Quthub dan sisi lain ada di sisi kirinya. Yang ada di sisi kanan senantiasa memandang alam Malakut (alam batin) — dan derajatnya lebih luhur ketimbang kawannya yang di sisi kiri –, sedangkan yang di sisi kiri senantiasa memandang ke alam jagad semesta (malak). Sosok di kanan Quthub adalah Badal dari Quthub. Namun masing-masing memiliki empat amaliyah Batin, dan empat amaliyah Lahir.

فأما الظاهرة ، فالزهد والورع والأمر بالمعروف والنهي عن المنكر

Yang bersifat Lahiriyah adalah: Zuhud, Wara’, Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar.

وأما الباطنة فالصدق والإخلاص والحياء والمراقبة

Sedangkan yang bersifat Batiniyah: Sidiq ( Kejujuran hati) , Ikhlas, Mememlihara Malu dan Muraqabah.

وقال القاشاني فى اصطلاحات الصوفية

Syaikh Al-Qosyani dalam istilah kitab kewaliannya Berkata :

الإمامان هما الشخصان اللذان أحدهما عن يمين القطب ونظره فى الملكوت

Wali Imam adalah dua orang, satu di sebelah kanan Qutub dan dan senantiasa memandang alam malakut ( alam malaikat )

والآخر عن يساره ونظره فى الملك،

, dan yang lainnya ( satu lagi ) di sisi kiri ( wali Qutub ) –, sedangkan yang di sisi kiri senantiasa memandang ke alam jagad semesta (malak).

وهو أعلى من صاحبه وهو الذى يخلف القطب ،

dan derajatnya lebih luhur ketimbang kawannya yang di sisi kanan, Sosok di kiri Quthub adalah Badal dari Quthub

قلت وبينه وبين ما قبله مغايرة فليتأمل

Syaikh Al-Qosyani berkata, diantara dirinya ( yang sebelah kiri ) dan antara sesuatu yang sebelumnya ( sebelah kanan ) memiliki perbedaan dalam perenungan

(Dinuqil dari Mafahirul `Aliyyah )

Al Imamani bentuk isim tasniyyah ( bentuk ganda ) berasal dari kata tunggal Al- imam yang mempunyai arti pemimpin begitu juga Al Aimmah berasal dari kata tunggal imam yang mempunyai arti pemimpin.

Wali Imaaman merupakan Pembantu Wali Qutubul Ghautsil Fardil Jaami`i. Jumlahnya ada 2 orang. Bila Wali Qutubul Ghautsil Fardil Jaami`i wafat, maka salah 1 seorang wali Aimmah akan menggantikan posisinya.

Gelar Wali Aimmah :

1) Abdul Rabbi عَبْدُ الرَّبِّ

bertugas menyaksikan alam ghaib

2) Abdul Malik عَبْدُ الْمَالِكِ

Bertugas menyaksikan alam malaikat

الأَوْتَادُ

3. Autad ( 1 Abad 4 Orang di 4 penjuru Mata Angin )

Wali paku jagat

ثمّ الأوتاد وهم عبارة عن أربعة رجال منازلهم منازل الأربعة أركان من العالم شرقا وغربا وجنوبا وشمالا ومقام كل واحد منهم تلك ولهم ثمانية أعمال أربعة ظاهرة وأربعة باطنة ،

Kemudian Wali Autad mereka berjumlah 4 orang tempat mereka mempunyai 4 penjuru tiang -tiang, mulai dari penjuru alam timur, barat, selatan dan utara dan maqom setiap satu dari mereka itu, Mereka memiliki 8 amaliyah: 4 lagi bersifat lahiriyah, dan 4 bersifat batiniyah

فالظاهرة :كثرة الصيام ، وقيال الليل والناس نيام ، وكثرة الإيثار ، والإستغفار بالأسحار

Maka yang bersifat lahiriyah: 1) Banyak Puasa, 2) Banyak Shalat Malam, 3) Banyak Pengutamaan ( lebih mengutamakan yang wajib kemudian yang sunnah ) dan 4) memohon ampun sebelum fajar.

وأما الباطنة : فالتوكل والتفويض والثقة والتسليم ولهم واحد منهم هو قطبهم

Adapun yang bersifat Bathiniyah : 1) Tawakkal, 2) Tafwidh , 3) Dapat dipercaya ( amanah) dan 4) taslim.dan kepercayaan, pengiriman, dan dari mereka ada salah satu imam ( pemukanya), dan ia disebut sebagai Quthub-nya.

( dituqil dari mafahirul a`liyyah )

وثمّة أربعون آخرون هم الأوتاد الذين مدار استحكام العالم بهم . كما الطناب بالوتد . وثلاثة آخرون يقال لهم النقباء أي نقباء هذه الأمّة.

Dan ada 40 orang lainnya mereka adalah Wali Autad yang gigih mereka diatas dunia. Sebagai tali pasak. Dan tiga orang lainnya disebut bagi mereka adalah Wali Nuqoba artinya panglima umat ini

(Dinuqil dari Safinatul Qodiriyyah )

Al Autad berasal dari kata tunggal Al Watad yang mempunyai arti pasak/ tiang. Yang memperoleh pangkat Al Autad hanya ada empat orang saja setiap masanya. Mereka tinggal di utara, di timur, di barat dan di selatan bumi, mereka bagaikan penjaga di setiap pelusuk bumi.

Jumlahnya selalu 4 ( empat ) setiap masa. Masing – masing menguasai 4 mata angin yg berpusat di Ka’bah Mekkah.

dalam maqam Autad kadang terdapat wali wanita.

gelar autad :

1. Abdul Hayyi عَبْدُ الْحَيِّ

2. Abdul Alim عَبْدُ الْعَالِيْمِ

3. Abdul Qadir عَبْدُ الْقَادِرِ

4. Abdul Murid عَبْدُ الْمُرِيْدِ

الأَبْدَالُ

4. Abdal ( 1 Abad 7 Orang tidak akan bertambah & berkurang Apabila ada wali Abdal yg Wafat Alloh menggantikannya dengan mengangkat Wali abdal Yg Lain ( Abdal=Pengganti ) Wali Abdal juga ada Waliyahnya ( Wanita ).

وأما الأبدال فهم سبعة رجال ، أهل كمال واستقامة واعتدال ، قد تخلصوا من الوهم والخيال ولهم أربعة أعمال باطنة وأربعة ظاهرة

Adapun Wali Abdal berjumlah 7 orang. Mereka disebut sebagai kalangan paripurna, istiqamah dan memelihara keseimbangan kehambaan. Mereka telah lepas dari imajinasi dan khayalan, dan Mereka memiliki 8 amaliyah: 4 bersifat batiniyah, dan 4 lagi bersifat lahiriyah

فأما الظاهرة فالصمت والسهر والجوع والعزلة

Adapun yang bersifat lahiriyah: 1) Diam, 2) Terjaga dari tidur, 3) Lapar dan 4) ‘Uzlah.

ولكل من هذه الأربعة ظاهر وباطن

Dari masing-masing empat amaliyah lahiriyah ini juga terbagi menjadi empat pula:

Lahiriyah dan sekaligus Batiniyah:

أما الصمت فظاهره ترك الكلام بغير ذكر الله تعالى

Pertama, diam, secara lahiriyah diam dari bicara, kecuali hanya berdzikir kepada Allah Ta’ala.

وأما باطنه فصمت الضمير عن جميع التفاصيل والأخبار

Sedangkan Batinnya, adalah diam batinnya dari seluruh rincian keragaman dan berita-berita batin.

وأما السهر فظاهره عدم النوم وباطنه عدم الغفلة

Kedua, terjaga dari tidur secara lahiriyah, batinnya terjaga dari kealpaan dari dzikrullah.

وأما الجوع فعلى قسمين : جوع الأبرار لكمال السلوك وجوع المقربين لموائد الأنس

Ketiga, lapar, terbagi dua. Laparnya kalangan Abrar, karena kesempurnaan penempuhan menuju Allah, dan laparnya kalangan Muqarrabun karena penuh dengan hidangan anugerah sukacita Ilahiyah (uns).

وأما العزلة فظارها ترك المخالطة بالناس وباطنها ترك الأنس بهم :

Keempat, ‘uzlah, secara lahiriyah tidak berada di tengah keramaian, secara batiniyah meninggalkan rasa suka cita bersama banyak orang, karena suka cita hanya bersama Allah.

وللأبدال أربعة أعمال باطنة وهي التجريد والتفريد والجمع والتوحيد

Amaliyah Batiniyah kalangan Abdal, juga ada empat prinsipal: 1) Tajrid (hanya semata bersama Allah), 2) Tafrid (yang ada hanya Allah), 3) Al-Jam’u (berada dalam Kesatuan Allah, 3) Tauhid.

ومن خواص الأبدال من سافر من القوم من موضعه وترك جسدا على صورته فذاك هو البدل لاغير، والبدل على قلب إبراهيم عليه السلام ،

Salah satu keistimewaan-keistimewaan wali abdal dalam perjalanan qoum dari tempatnya dan meninggalkan jasad dalam bentuk-Nya maka dari itu ia sebagai abdal tanpa kecuali

وهؤلاء الأبدال لهم إمام مقدم عليهم يأخذون عنه ويقتدون به ، وهو قطبهم لأنه مقدمهم ،

Wali abdal ini ada imam dan pemukanya, dan ia disebut sebagai Quthub-nya.

karena sesungguhnya ia sebagai muqoddam abdal-Nya.

وقيل الأبدال أربعون وسبعة هم الأخيار وكل منهم لهم إمام منهم هو قطبهم ،

Dikatakan bahwa wali abdal itu jumlahnya 47 orang mereka disebut juga wali akhyar dan setiap dari mereka ada imam dan pemukanya, dan ia disebut sebagai Quthub-nya.

(Dinuqil dari Mafahirul `ALiyyah )

وأورد فى مجمع السلوك : أنّ الأولياء أربعون رجلا هم الأبدال وأربعون هم النقباء وأربعون هم النجباء وأربعون هم الأوتاد وسبعة هم الأمناء وثلاثة هم الخلفاء

Dikutip di dalam kitab Majmu`us Suluk : bahwa para wali berjumlah 40 orang mereka disebut Wali Abdaal , dan 40 orang disebut wali Nuqoba, 40 orang disebut wali Nujaba, 40 orang disebut wali Autad, 7 orang disebut wali Umana dan 3 orang disebut wali Khulafa.

(Dinuqil dari Safinatul Qodiriyyah )

Al Abdal berasal dari kata Badal yang mempunyai arti menggantikan. Yang memperoleh pangkat Al Abdal itu hanya ada tujuh orang dalam setiap masanya. Setiap wali Abdal ditugaskan oleh Allah swt untuk menjaga suatu wilayah di bumi ini. Dikatakan di bumi ini mempunyai tujuh daerah. Setiap daerah dijaga oleh seorang wali Abdal. Jika wali Abdal itu meninggalkan tempatnya, maka ia akan digantikan oleh yang lain.

Ada seorang yang bernama Abdul Majid Bin Salamah pernah bertanya pada seorang wali Abdal yang bernama Muaz Bin Asyrash, amalan apa yang dikerjakannya sampai ia menjadi wali Abdal? Jawab Muaz Bin Asyrash: “Para wali Abdal mendapatkan derajat tersebut dengan empat kebiasaan, yaitu sering lapar, gemar beribadah di malam hari, suka diam dan mengasingkan diri”.

Wali Abdal ( Pengganti) ini apabila salah satu anggotanya ada yang wafat, maka para wali / al Ghauts akan menunjuk penggantinya.

Jumlahnya selalu 7 orang setiap masa dan mereka menguasai 7 iklim.

النُّجَبَاءُ

5. Nujaba’ ( 1 Abad 8 Orang )

Wali yang dermawan

ثُمَّ النُّجَبَاءُ أَرْبَعُوْنَ وَقِيْلَ سَبْعُوْنَ وَهُمْ مَشْغُوْلُوْنَ بِحَمْلِ أَثْقَلِ الْخَلْقِ فَلَا يَنْظُرُوْنَ إِلَّا فِى حَقِّ اْلغَيْرِ ، وَلَهُمْ ثَمَانِيَةُ أَعْمَالٍ. أَرْبَعَةٌ بَاطِنَةٌ ،وَ أَرْبَعَةٌ ظَاهِرَةٌ ،

Sedangkan Wali Nujaba’ jumlahnya 40 Wali. Ada yang mengatakan 70 Wali. Tugas mereka adalah memikul beban-beban kesulitan manusia. Karena itu yang diperjuangkan adalah hak orang lain (bukan dirinya sendiri). Mereka memiliki 8 amaliyah: 4 bersifat batiniyah, dan 4 lagi bersifat lahiriyah:

فالظاهرة : الفتوة والتواضع والأدب وكثرة العبادة ،

Yang bersifat lahiriyah adalah 1) Futuwwah (peduli sepenuhnya pada hak orang lain), 2) Tawadlu’, 3) Menjaga Adab (dengan Allah dan sesama) dan 4) Ibadah secara maksimal.

وأما الباطنة فالصبر والرضا والشكر والحياء وهم أهل مكارم الأخلاق

Sedangkan secara Batiniyah, 1) Sabar, 2) Ridla, 3) Syukur), 4) Malu. Dan meraka di sebut juga wali yang mulia akhlaqnya.

والنجباء : هم المشغولون بحبل أثقال الخلق وهم أربعون اهـ

Dan Nujaba mereka disibukan dengan tali beban-beban makhluk jumlah Wali Nujaba 40 orang

(Dinuqil dari Mafahirul a`liyyah )

ويقول أيضا فى كشف اللغات : النجباء أربعون رجلا من رجال الغيب القائمون بإصلاح أعمال الناس . ويتحملون مشاكل الناس ويتصرفون فى أعمالهم ويقول فى شرح الفصوص : النجباء سبعة رجال يقال لهم رجال الغيب والنقباء ثلاثمائة ويقال لهم الأبرار وأقل مراتب الأولياء هي مرتبة النقباء

Dia ( Syaikh Abdul Qodir Jailani ra. ) juga mengatakan dalam Kitab kasyful Lughoh : bahwa Wali Nujaba berjumlah 40 orang dari golongan Wali Rijalil Ghoib yang menyelenggarakan dengan amal-amal manusia dan menanggung masalah manusia serta mereka bertindak dalam amal-amal mereka , dan ia ( Syaikh Abdul Qodir Jailani ra. ) mengatakan di dalam kitab syarohul Fushush : bahwa Wali Nujaba berjumlah 7 orang dan disebut juga mereka Wali Rijalul Ghoib , Wali Nuqoba berjumlah 300 orang disebut juga mereka Wali Abrar dan peringkat yang lebih rendah dari para wali adalah pangkat wali Nuqoba.

(Dinuqil dari Safinatul Qodiriyyah )

وثمّة سبعون آخرون يقال لهم النجباء ، وهؤلاء فى المغرب وأربعون آخرون هم الأبدال ومقرّهم فى الشام ،

Dan ada 70 orang yang lain disebut bagi mereka Wali Nujaba, dan orang-orang ini tinggal di Maroko dan 40 orang lainnya adalah Wali Abdal yang berpusat di Suriah,

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

Wali ini hanya bisa dikenali oleh wali yg tingkatannya lebih tinggi.

jumlahnya selalu 8 orang dan du`a mereka sangat mustajab An Nujaba’ berasal dari kata tunggal Najib yang mempunyai arti bangsa yang mulia. Wali Nujaba’ pada umumnya selalu disukai orang. Dimana saja mereka mendapatkan sambutan orang ramai. Kebanyakan para wali tingkatan ini tidak merasakan diri mereka adalah para wali Allah. Yang dapat mengetahui bahwa mereka adalah wali Allah hanyalah seorang wali yang lebih tinggi derajatnya. Setiap zaman jumlah mereka hanya tidak lebih dari 8 orang.

النُّقَبَاءُ

6. Nuqoba’ ( Naqib ) ( 1 Abad 12 orang Di Wakilkan Alloh Masing2 pada tiap-tiap Bulan).

Wali yang mengetahui batinnya manusia

وَتَفْسِيْرُ ذَلِكَ أَنَّ النُّقَبَاءَ هُمُ ثَلَثُمِائَةٌ وَهُمُ الَّذِيْنَ اِسْتَخْرَجُوْا خَبَايًّا النُّفُوْس وَلَهُمُ عَشْرَةُ أَعْمَالٍ : أَرْبَعَةٌ ظَاهِرَةٌ وَسِتَّةٌ بَاطِنَةٌ

Dan penjelasan tersebut : sesungguhnya bahwa Wali Nuqaba’ itu jumlahnya 300. Mereka itu yang menggali rahasia jiwa dalam arti mereka itu telah lepas dari reka daya nafsu, dan mereka memiliki 10 amaliyah: 4 amaliyah bersifat lahiriyah, dan 6 amaliyah bersifat bathiniyah.

فَاْلأَرْبَعَةُ الظَّاهِرَةُ : كَثْرَةُ اْلعِبَادَةِ وَالتَّحْقِقُ بِالزُّهَّادَةَ وَالتَّجْرِدُ عَنِ اْلإِرَادَةَ وَقُوَّةُ الْمُجَاهَدَةَ

Maka 4 `amaliyah lahiriyah itu antara lain: 1) Ibadah yang banyak, 2) Melakukan zuhud hakiki, 3) Menekan hasrat diri, 4) Mujahadah dengan maksimal.

وَأَمَّا ْالبَاطِنَةُ فَهِيَ التَّوْبَةُ وَاْلإِنَابَةُ وَالْمُحَاسَبَةُ وَالتَّفَكُّرُ وَاْلإِعْتِصَامُ وَالرِّيَاضَةُ فَهَذِهِ الثَّلَثُمِائَةٌ لَهُمْ إِمَامٌ مِنْهُمْ يَأْخُذُوْنَ عَنْهُ وَيَقْتَدُوْنَ بِهِ فَهُوَ قُبْطُهُمْ

Sedangkan `amaliyah batinnya: 1) Taubat, 2) Inabah, 3) Muhasabah, 4) Tafakkur, 5) Merakit dalam Allah, 6) Riyadlah. Di antara 300 Wali ini ada imam dan pemukanya, dan ia disebut sebagai Quthub-nya.

وفى اصطلاحات شيخ الإسلام زكريا الأنصاري : النقباء هم الذين استخرجوا خبايا النفوس وهم ثلثمائة

Dalam istilah Syaikh al-Islam Zakaria Al-Anshar ra.: Wali Nuqoba adalah orang-orang yang telah menemukan rahasia jiwa, dan mereka ( wali Nuqoba ) berjumlah 300 orang

(Dinuqil dari Mafahirul A`liyyah )

والنقباء ثلاثمائة شخص واسم كلّ منهم على

والنجباء سبعون واسم كلّ واحد منهم حسن

والأخيار سبعة واسم كل منهم حسين

والعمدة أربعة واسم كلّ منهم محمّد

Dan Wali Nuqoba berjumlah 300 orang dan nama masing-masing dari mereka yaitu A`li

Dan Wali Nujaba berjumlah 70 orang dan nama salah satu dari mereka yaitu Hasan

Dan Wali Akhyar berjumlah 7 orang dan nama masing-masing dari mereka yaitu Husain

Dan Wali U`mdah berjumlah 4 orang dan nama masing-masing dari mereka yaitu Muhammad

(Dinuqil dari Safinatul Qodiriyyah )

وأما مكان إقامة النقباء فى أرض المغرب أي السويداء واليوم هناك من الصبح إلى الضحى وبقية اليوم ليل أما صلاتهم فحين يصل الوقت فإنهم يرون الشمس بعد طيّ الأرض لهم فيؤدّون الصلاة لوقتها

Adapun tempat kediaman Wali Nuqoba di tanah Magrib yakni Khurasan , pada hari ini dari mulai Shubuh sampai Dhuha dan pada sisa malam hari itu mereka shalat ketika waktu tiba, mereka melihat matahari sesudah bumi melipat , mereka melakukan Shalat pada waktunya.

(Dinuqil dari safinatul Qodiriyyah )S

Jumlahnya selalu 12. mereka sangat menguasai hukum syariat.

Jika wali Nuqaba’ melihat jejak kaki seseorang, maka ia akan dapat mengetahui apakah jejeak tsb milik orang baik, jahat, pandai atau bodoh.

An Nuqaba’ berasal dari kata tunggal Naqib yang mempunyai arti ketua suatu kaum. Jumlah wali Nuqaba’ dalam setiap masanya hanya ada dua belas orang. Wali Nuqaba’ itu diberi karamah mengerti sedalam-dalamnya tentang hukum-hukum syariat. Dan mereka juga diberi pengetahuan tentang rahasia yang tersembunyi di hati seseorang. Selanjutnya mereka pun mampu untuk meramal tentang watak dan nasib seorang melalui bekas jejak kaki seseorang yang ada di tanah. Sebenarnya hal ini tidaklah aneh. Kalau ahli jejak dari Mesir mampu mengungkap rahasia seorang setelah melihat bekas jejaknya. Apakah Allah tidak mampu membuka rahsia seseorang kepada seorang waliNya?

الرُّقَبَاءُ

7. Ruqooba ( 1 Abad 4 Orang)

Wali yang waspada akan firman-firman Allah

الْخَتْمُ الزَّمَانِ

8. Khotmz Zamaan ( penutup Wali Akhir zaman )( 1 Alam dunia hanya 1 orang ) Yaitu Nabi Isa A S ketika diturunkan kembali ke dunia, Alloh Angkat menjadi Wali Khotmz Zamaan.

Al Khatamiyun berasal dari kata Khatam yang mempunyai arti penutup atau penghabisan. Maksudnya pangkat AlKhatamiyun adalah sebagai penutup para wali. Jumlah mereka hanya seorang. Tidak ada pangkat kewalian umat Muhammad yang lebih tinggi dari tingkatan ini. Jenis wali ini hanya akan ada di akhir masa,yaitu ketika Nabi Isa as.datang kembali.

الرِّجَالُ الْمَاءِ

9. Rijalul Ma’ ( 1 Abad 124 Orang )

Wali yang beribadah didalam air dan berjalan di atas air

Wali dengan Pangkat Ini beribadahnya di dalam Air di riwayatkan oleh Syeikh Abi Su’ud Ibni Syabil ” Pada suatu ketika aku berada di pinggir sungai tikrit di Bagdad dan aku termenung dan terbersit dalam hatiku “Apakah ada hamba2 Alloh yang beribadah di sungai2 atau di Lautan” Belum sampai perkataan hatiku tiba2 dari dalam sungai muncullah seseorang yang berkata “akulah salah satu hamba Alloh yang di tugaskan untuk beribadah di dalam Air”, Maka akupun mengucapkan salam padanya lalu Dia pun membalas salam aku tiba2 orang tersebut hilang dari pandanganku.

الرِّجَالُ الْغَيْبِ

10. Rijalul Ghoib ( 1 Abad 10 orang tidak bertambah dan berkurang )

Wali yang dapat melihat rahasia alam ghaib dengan mata hatinya

Tiap-tiap Wali Rizalul Ghoib ada yg Wafat seketika juga Alloh mengangkat Wali Rizalul Ghoib Yg lain, Wali Rizalul Ghoib merupakan Wali yang di sembunyikan oleh Alloh dari penglihatannya Makhluq2 Bumi dan Langit tiap2 wali Rizalul Ghoib tidak dapat mengetahui Wali Rizalul Ghoib yang lainnya, Dan ada juga Wali dengan pangkat Rijalul Ghoib dari golongan Jin Mu’min, Semua Wali Rizalul Ghoib tidak mengambil sesuatupun dari Rizqi Alam nyata ini tetapi mereka mengambil atau menggunakan Rizqi dari Alam Ghaib.

الرِّجَالُ الشَّهَادَةِ

11. Rijalul Syahaadah /Adz-Dzohirun ( 1 Abad 18 orang )

Wali yang ahli dalam ibadah zhohir

الرِّجَالُ اْلإِمْدَادِ

12. Rijalul Imdad ( 1 Abad 3 Orang )

Wali penolong

Di antaranya pula ada yang termasuk dalam golongan Rijalul Imdadil Ilahi Wal Kauni, yaitu mereka yang selalu mendapat kurniaan Ilahi. Jumlah mereka tidak lebih dari tiga orang di setiap abad. Mereka selalu mendapat pertolongan Allah untuk menolong manusia sesamanya. Sikap mereka dikenal lemah lembut dan berhati penyayang. Mereka senantiasa menyalurkan anugerah-anugerah Allah kepada manusia. Adanya mereka menunjukkan berpanjangannya kasih sayang Allah kepada makhlukNya.

الرِّجَالُ الْهَيْبَةِ وَالْجَلَالِ

13. Rijalul Haybati Wal Jalal ( 1 Abad 4 Orang )

Wali yang berwibawa dan memiliki keagungan

الرِّجَالُ الْفَتْحِ

14. Rijalul Fath ( 1 Abad 24 Orang )

Wali yang terbuka mata hatinya

Alloh mewakilkannya di tiap Sa’ah ( Jam ) Wali Rizalul Fath tersebar di seluruh Dunia 2 Orang di Yaman, 6 orang di Negara Barat, 4 orang di negara timur, dan sisanya di semua Jihat ( Arah Mata Angin )

ويقول فى توضيح المذاهب :

Dia ( Syaikh Abdul Qodir Jailani ra. ) berkata dalam kitab Taudhil Madzahib:

اْلمَكْتُوْمُوْنَ

15. Wali Maktum ( para wali yang tersembunyi )

berjumlah 4.000 orang

ويقول فى توضيح المذاهب :

Dia ( Syaikh Abdul Qodir Jailani ra. ) berkata dalam kitab Taudhil Madzahib:

المكتومون أربعة آلاف رجل ويبقون مستورين وليسوا من أهل التصرف.

Wali Maktum berjumlah 4.000 orang dan tetap Masturin ( yakni tetap menjadi para wali yang tidak dikenal oleh orang-orang ) dan mereka bukan dari Ahlut Tashrif.

أما الذين هم من أهل الحل والعقد والتصرّف وتصدر عنهم الأمور وهم كقرّبون من الله فهم ثلاثمائة .

Adapun Ahlu Tashrif mereka itu dari Ahlul Hal yakni orang yang berpengaruh dan bertindak dengan mereka yakni Wali Kaqorrobun dari Allah Swt dan mereka berjumlah 300 orang.

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

قُطْبُ الْخَتْمِ الْمَكْتُوْمِ

16. Quthbul khotmil maktum( 1 Abad 1 Orang )

Wali paripurna yang disembunyikan

كَقَرَّبُوْنَ

17. Wali Kaqorrobun

berjumlah 300 orang.

الْخُلَفَاءُ

18. Wali Khulafa ( wali para pengganti )

Berjumlah 3 orang

والثلاثة الذين هم الخلفاء من الأئمة يعرفون السبعة ويعرفون الأربعين وهم البدلاء والأربعون يعرفون سائر الأولياء من الأئمة ولا يعرفهم من الأولياء أحد فإذا نقص واحد من الأربعين أبدل مكانه من الأولياء وكذا فى السبع والثلاث والواحد إلا أن يأتي بقيام الساعة انتهى

Dan berjumlah 3 orang yang merupakan Wali Khulafa dari 7 Wali Aimah yang A`rif, dan 40 yang A`rif mereka adalah Wali Budalaa dan 40 golongan para wali yang A`rif dari Wali Aimah dan tidak ada yang mengetahui mereka dari para wali seorang pun Jika salah satu dari 40 kurang maka ia menggantikan tempatnya dari para wali demikian juga yang berjumlah tujuh dan tiga dan satu orang kecuali jika datang kiamat. ( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

البُدَلَاءُ

19. Budala’ ( 1 Abad 12 orang )

Wali yang menjadi penggantinya ulama

Budala’ Jama’ nya ( Jama’ Sigoh Muntahal Jumu’) dari Abdal tapi bukan Pangkat Wali Abdal

وقال أبو عثمان المغربي : البدلاء أربعون والأمناء سبعة والخلفاء من الأئمة ثلاثة والواحد هو القطب :

Said Abu U`tsman Al Maghriby berkata : bahwa Wali Budala`a berjumlah 40 orang, Wali Umana berjumlah 7 orang, Wali Khulafa dari Wali A’imah berjumlah 7 orang dan 1 orang adalah Wali Qutub .

(Dinuqil dari Safinatul Qodiriyyah )

اْلأَخْيَارُ

20. Wali Akhyar ( para wali pilihan )

Berjumlah 7 orang

وفى كشف اللغات يقول : الأولياء عدة أقسام : ثلاثمائة منهم يقال لهم أخيار وأبرار وأربعون يقال لهم الأبدل وأربعة يسمّون بالأوتاد وثلاثة يسمّون النقباء وواحد هو المسمّى بالقطب انتهى

Dalam Kitab Kasyful Lughoh ( Syaikh Abdul Qodir Jailani ra. ) mengatakan: bahwa para wali ada beberapa tingkatan : 300 orang dari mereka disebut Wali Akhyar dan Wali Abrar dan 40 orang disebut dengan Wali Abdal dan 4 orang disebut dengan Wali Autad dan 3 orang disebut dengan Wali Nuqoba dan 1 orang disebut dengan Wali Quthub……….. berakhir

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

وفى رواية خلاصة المناقب سبعة . ويقال لهم أيضا أخيار وسيّاح ومقامهم فى مصر.

Di dalam kitab Riwayat ringkasan Manaqib yang ke-7 . Dikatakan bahwa Wali Akhyar juga melakukan perjalanan di muka bumi, dan tetap tinggal di Mesir.

وقد أمرهم الحقّ سبحانه بالسياحة لإرشاد الطالبين والعابدين .

Sungguh telah memerintahkan mereka kepada Allah yang Maha Haq lagi yang maha suci dengan perjalanan petunjuk untuk memandu pemohon ( Tholibun ) dan A`bidun.

(Dinuqil dari Safinatul Qodiriyyah )

اْلعُمْدَةُ

21. Wali Umdah ( para wali pembaiat )

Berjumlah 4 orang

وثمّة خمسة رجال يقال لهم العمدة لأنهم كالأعمدة للبناء والعالم يقوم عليهم كما يقوم المنزل على الأعمدة . وهؤلاء فى أطراف العالم .

Dan ada 5 orang disebut bagi mereka Wali U`mdah, karena sesungguhnya mereka seperti tiang bagi gedung dan dunia yang berdiri bagi mereka, sebagai mana berdirinya rumah diatas tiang. Dan orang-orang ini tinggal di belahan dunia.

(Dinuqil dari Safinatul Qodiriyyah )

وأما العمدة الأربعة ففى زوايا الأرض وأمّاالغوث فمسكنه مكّة وأمّا الأخيار فهم سيّاحون دائما وأمّا النجباء فمسكنه مصر ولايقرّون فى مكان وهذا غير صحيح

ذلك لأنّ حضرة السيد عبد القادر الجلاني رحمه الله وكان غوثا إنّما أقام فى بغداد .

Adapun ( tempat kediaman ) wali U`mdah di empat penjuru bumi, dan Wali Gauts tempat kediamannya di Makkah, Wali Akhyar melakukan perjalan (sayyâhûn) di muka bumi) selamanya, Wali Nujaba di Mesir dan mereka tidak menetap di satu tempat maka hal ini tidak benar, karena sesungguhnya Hadroh Sayyid Abdul Qodir Jailani menjadi Wali Gauts dan pastinya tempat kediaman Wali Gauts di Baghdad.

هذا وتفصيل أحوال الباقى فسيأتي فى مواضعه

Ini perincian kondisi sisanya yang akan datang pada tempatnya

(Dinuqil dari Safinatul Qodiriyyah )

اْلأَبْرَارُ

22. Wali Abrar ( para wali yang berbakti )

Berjumlah 7 orang

وثمّة سبعة هم الأبراروهم فى الحجاز .

Dan Ada 7 orang mereka adalah Wali Abrar dan mereka tinggal di Hijaz.

(Dinuqil dari Safinatul Qodiriyyah )

اْلمَحْبُوْبُوْنَ

23. Wali Mahbubun ( para wali yang saling mencintai )

Berjumlah 7 orang

الرِّجَالُ الْمَعَارِجِ اْلعُلَى

24. Rijalul Ma’arijil ‘Ula ( 1 Abad 7 Orang )

Wali yang terus naik derajat luhurnya

الرِّجَالُ الْعَيْنِ التَّحْكِيْمِ وَالزَّوَائِدِ

25. Rijalun Ainit Tahkimi waz Zawaid ( 1 Abad 10 Orang )

Wali yang kuat keyakinannya dengan ilmu hikmah ( ilmu para hukama/para wali ) dan ma`rifatnya

الرِّجَالُ الْغِنَى بِاللهِ

26. Rijalul Ghina ( 1 Abad 2 Orang )

Wali yang merasa cukup

sesuai Nama Maqomnya ( Pangkatnya ) Rizalul Ghina ” Wali ini Sangat kaya baik kaya Ilmu Agama, Kaya Ma’rifatnya kepada Alloh maupun Kaya Harta yg di jalankan di jalan Alloh, Pangkat Wali ini juga ada Waliahnya ( Wanita ).

الرِّجَالُ اْلإِسْتِيَاقِ

27. Rijalul Istiyaq ( 1 Abad 5 Orang )

الرِّجَالُ الْجَنَانِ وَالْعَطْفِ

28. Rijalul Janaani wal A`thfi ( 1 Abad 15 Orang )

Wali yang ahli menjaga jiwanya dan pengasih

Ada jenis wali yang dikenal dengan nama Rijalul Hanani Wal Athfil Illahi artinya mereka yang diberi rasa kasih sayang Allah. Jumlah mereka hanya ada lima belas orang di setiap zamannya. Mereka selalu bersikap kasih sayang terhadap manusia baik terhadap yang kafir maupun yang mukmin. Mereka melihat manusia dengan pandangan kasih sayang, kerana hati mereka dipenuhi rasa insaniyah yang penuh rahmat.

الرِّجَالُ تَحْتِ اْلأَسْفَلِ

29. Rijalut Tahtil Asfal ( 1 Abad 21 orang )

الرِّجَالُ اْلقُوَّاةِ اْلإِلَهِيَّةِ

30. Rijalul Quwwatul Ilahiyyah (1 Abad 8 Orang )

Di antaranya pula ada wali yang dikenal dengan nama Rijalul Quwwatul Ilahiyah artinya orang-orang yang diberi kekuatan oleh Tuhan. Jumlah mereka hanya delapan orang saja di setiap zaman. Wali jenis ini mempunyai keistimewaan, yaitu sangat tegas terhadap orang-orang kafir dan terhadap orang-orang yang suka mengecilkan agama. Sedikit pun mereka tidak takut oleh kritikan orang. Di kota Fez ada seorang yang bernama Abu Abdullah Ad Daqqaq. Beliau dikenal sebagai seorang wali dari jenis Rijalul Quwwatul Ilahiyah. Di antaranya pula ada jenis wali yang sifatnya keras dan tegas. Jumlah mereka hanya ada 5 orang disetiap zaman. Meskipun watak mereka tegas, tetapi sikap mereka lemah lembut terhadap orang-orang yang suka berbuat kebajikan.

خَمْسَةُ الرِّجَالِ

31. Khomsatur Rijal ( 1 Abad 5 orang )

رَجُلٌ وَاحِدٌ

32. Rojulun Wahidun ( 1 Abad 1 Orang )

رَجُلٌ وَاحِدٌ مَرْكَبٌ مُمْتَزٌّ

33. Rojulun Wahidun Markabun Mumtaz ( 1 Abad 1 Orang )

Wali dengan Maqom Rojulun Wahidun Markab ini di lahirkan antara Manusia dan Golongan Ruhanny( Bukan Murni Manusia ), Beliau tidak mengetahui Siapa Ayahnya dari golongan Manusia , Wali dengan Pangkat ini Tubuhnya terdiri dari 2 jenis yg berbeda, Pangkat Wali ini ada juga yang menyebut ” Rojulun Barzakh ” Ibunya Dari Wali Pangkat ini dari Golongan Ruhanny Air INNALLOHA ‘ALA KULLI SAY IN QODIRUN ” Sesungguhnya Alloh S.W.T atas segala sesuatu Kuasa.

الشَّمْسُ الشُّمُوْسِ

34. Syamsis Syumus ( 1 abad 1 orang )

Wali yang bercahaya bagaikan matahari

القُطْبَانِيَّةُ الْعُظْمَى / قُطْبُ اْلأَعْظَمُ

35. Quthbaniyatul Uzhma ( 1 abad 1 orang )

Penghulu wali yang agung

الشَّخْصُ الْغَرِيْبِ

36. Syakhshul Ghorib ( di dunia hanya ada 1 orang )

الشَّخْصُ الْوَاحِدِ

37. Syakhshul Wahid ( 1 Abad 1 Orang )

قُطْبُ السَّقِيْطِ الرَّفْرَفِ ابْنِ سَاقِطِ الْعَرْشِ

38. Saqit Arofrof Ibni Saqitil ‘Arsy ( 1 Abad 1 Orang )

Wali yang menerima firman dari rof-rof putra wali yang menerima firman dari arasy

قُطْبُ السَّاقِطِ الْعَرْشِ

39. Saqitil ‘Arsy ( 1 Abad 1 Orang )

Wali yang menerima firman dari arasy

الْأَنْفَاسِ

40. Sittata Anfas ( 1 Abad 6 Orang )

Wali yang ahli menjaga nafasnya dengan dzikir

salah satu wali dari pangkat ini adalah Putranya Raja Harun Ar-Royid yaitu Syeikh Al-’Alim Al-’Allamah Ahmad As-Sibty

الرِّجَالُ الْعَالَمِ الْأَنْفَاسِ

41. Rijalul ‘Alamul Anfas ( 1 Abad 313 Orang )

حَوَارِىٌّ

42. Hawariyyun ( 1 Abad 1 Orang )

Wali Pembela. Jumlahnya 1 orang.

Tugasnya membela agama Allah baik dengan argumen maupun dengan senjata. Wali Hawariyyun di beri kelebihan Oleh Alloh dalam hal keberanian, Pedang ( Zihad) di dalam menegakkan Agama Islam Di muka bumi. Al Hawariyun berasal dari kata tunggal Hawariy yang mempunyai arti penolong. Jumlah wali Hawariy ini hanya ada satu orang sahaja di setiap zamannya. Jika seorang wali Hawariy meninggal, maka kedudukannya akan diganti orang lain. Di zaman Nabi hanya sahabat Zubair Bin Awwam saja yang mendapatkan darjat wali Hawariy seperti yang dikatakan oleh Rasululloh: “Setiap Nabi mempunyai Hawariy. Hawariyku adalah Zubair ibnul Awwam”. Walaupun pada waktu itu Nabi mempunyai cukup banyak sahabat yang setia dan selalu berjuang di sisi beliau. Karena beliau tahu hanya Zubair saja yang meraih pangkat wali Hawariy. Kelebihan seorang wali Hawariy biasanya seorang yang berani dan pandai berhujjah.

رَجَبِىٌّ

43. . Rojabiyyun ( 1 Abad 40 Orang Yg tidak akan bertambah & Berkurang Apabila ada salah satu Wali Rojabiyyun yg meninggal Alloh kembali mengangkat Wali rojabiyyun yg lainnya, Dan Alloh mengangkatnya menjadi wali Khusus di bulan Rajab dari Awal bulan sampai Akhir Bulan oleh karena itu Namanya Rojabiyyun.

Jumlahnya selalu 40 orang. tersebar diberbagai negara dan mereka saling mengenal satu sama lain.

Karamah mereka muncul setiap bulan RAJAB.

Konon tiap memasuki bulan rajab, badan kaum Rajabiyyun terasa berat bagai terhimpit langit.

mereka hanya berbaring diranjang tak bergerak & kedua mata mereka tak berkedip hingga sore hari.

Keesokan harinya hal tsb mulai berkurang. Pada hari ketiga, mereka masih berbaring tapi sudah bisa berbicara & menyaksikan tersingkapnya rahasia Illahi. Ar Rajbiyun berasal dari kata tunggal Rajab. Wali Rajbiyun itu adanya hanya pada bulan Rajab saja. Mulai awal Rajab hingga akhir bulan mereka itu ada. Selanjutnya keadaan mereka kembali biasa seperti semula. Setiap masa, jumlah mereka hanya ada empat puluh orang sahaja. Para wali Rajbiyun ini terbagi di berbagai wilayah. Di antara mereka ada yang saling mengenal dan ada yang tidak saling mengenal.

Pada umumnya, di bulan Rajab, sejak awal harinya, para wali Rajbiyun menderita sakit, sehingga mereka tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya. Selama bulan Rajab, mereka senantiasa mendapat berbagai pengetahuan secara kasyaf, kemudian mereka memberitahukannya kepada orang lain. Anehnya penderitaan mereka hanya berlangsung di bulan Rajab. Setelah bulan Rajab berakhir, maka kesehatan mereka kembali seperti semula.

قَلْبُ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامِ

44. Qolbu Adam A.S ( 1 Abad 300 orang )

قَلْبُ نُوْحٍ عَلَيْهِ السَّلَامِ

45. Qolbu Nuh A.S ( 1 Abad 40 Orang )

قَلْبُ إِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِ السَّلَامِ

46. Qolbu Ibrohim A.S ( 1 Abad 40 Orang )

قَلْبُ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلَامِ

47. Qolbu Musa A.S ( 1 Abad 7 Orang )

قَلْبُ عِيْسَى عَلَيْهِ السَّلَامِ

48. Qolbu Isa A.S ( 1 Abad 3 Orang )

قَلْبُ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

49. Qolbu Muhammad Saw. ( 1 Abad 1 Orang )

وعن النبي صلعم أنّه قال : فى هذه الأمّة أربعون على خلق إبرهيم وسبعة على خلق موسى وثلاثة على خلق عيسى وواحد على خلق محمّد عليهم السلام والصلاة فهم على مراتبهم سادات الخلق

Sebagaimana Nabi Saw. Bersabda : ” Pada Ummat ini ada 40 orang pada hati Nabi Ibrahim as, 7 orang pada hati Nabi Musa as, 3 orang pada hati Nabi Isa as , dan 1 orang pada hati Nabi Muhammad Saw. atas mereka tingkatan-tingkatan hati yang mulia.

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

قَلْبُ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلَامِ

50. Qolbu Jibril A.S ( 1 Abad 5 Orang )

قَلْبُ مِيْكَائِيْلَ عَلَيْهِ السَّلَامِ

51. Qolbu Mikail A.S ( 1 Abad 3 Orang tidak kurang dan tidak lebih )

Alloh selalu mengangkat wali lainnya Apabila ada salah satu Dari Wali qolbu Mikail Yg Wafat )

قَلْبُ إِسْرَافِيْلَ عَلَيْهِ السَّلَامِ

52. Qolbu Isrofil A.S ( 1 Abad 1 Orang )

إِِلَهِىٌ رُحَمَانِيٌّ

53. Ilahiyyun Ruhamaniyyun ( 1 Abad 3 Orang )

Pangkat ini menyerupai Pangkatnya Wali Abdal

Di antaranya pula ada yang termasuk dalam golongan Ilahiyun Rahmaniyyun, yaitu manusia-manusia yang diberi rasa kasih sayang yang luar biasa. Jumlah mereka ini hanya tiga orang di setiap masa. Sifat mereka seperti wali-wali Abdal, meskipun mereka tidak termasuk didalamnya. Kegemaran mereka suka mengkaji firman-firman Allah.

الرِّجَالُ اْلغَيْرَةِ

54. Rijalul Ghoiroh ( 1 Abad 5 Orang )

Wali pembela agama Allah

الرِّجَالُ الْأَخْلَاقِ

55. Rijalul Akhlaq( 1 Abad 3 Orang )

Wali yang mempunyai budi pekerti yang luhur

الرِّجَالُ السَّلَامَةِ

56. Rijalul Salamah( 1 Abad 7 Orang )

Wali penyelamat

الرِّجَالُ الْعِلْمِ

57. Rijalul Ilmi ( 1 Abad 11 Orang )

Wali yang berilmu

الرِّجَالُ الْبَسْطِ

58. Rijalul basthi ( 1 Abad 9 Orang )

Wali yang lapang dada

الرِّجَالُ الْضِّيْفَانِ

59. Rijalul dhiifaan( 1 Abad 3 Orang )

Wali yang ahli menghormati tamu

الشَّخْصُ الْجَامِعِ

60. Syakhshul Jaami`i ( 1 Abad 5 Orang )

Wali yang ahli mengumpulkan ilmu syari`ah, thoriqoh, haqoiqoh dan ma`rifat

قُطْبُ الْعِرْفَانِ

61. Quthbul Irfan( 1 Abad 1 Orang )

Wali yang tinggi ma`rifatnya

الرِّجَالُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ

62. Rijalul Ghoibi wasy syahadah ( 1 Abad 28 Orang )

Wali yang tidak kelihatan dan kelihatan

الرِّجَالُ الْقُوَّةِ وَالْعَزْمِ

63. Rijalul Quwwati wal `Azmi ( 1 Abad 17 Orang )

Wali yang ahli meningkatkan ketaatannya kepada Allah

الرِّجَالُ النَّفْسِ

64. Rijalun Nafsi ( 1 Abad 3 Orang )

Wali yang ahli memerangi nafsunya

الصَّلْصَلَةِ الْجَرَسِ

65. Sholsholatil Jaros ( 1 Abad 17 Orang )

Wali yang ahli menerima ilham yang suaranya bagaikan bel

قُطْبُ الْقَاهِرِ

66. Quthbul Qoohir ( 1 Abad 1 Orang )

Wali yang menjadi paku jagat yang mengalahkan

قُطْبُ الرَّقَائِقِ

67. Quthbur Roqooiq ( 1 Abad 1 Orang )

Wali yang hatinya lunak

قُطْبُ الْخَشْيَةِ

68. Quthbul Khosyyah ( 1 Abad 1 Orang )

Wali yang penakut kepada Allah

قُطْبُ الْجِهَاتِ السِّتِّ

69. Quthbul Jihatis sitti ( 1 Abad 1 Orang )

Wali yang menetap pada enam arah

الْمُلَامَتِيَّةُ

70. Mulamatiyyah ( 1 Abad 300 Orang )

Wali yang tidak menampakkan kebaikannya dan tidak memendam kejahatannya

الرِّجَالُ الْفُقَرَاءِ

71. Rijalul Fuqoro ( 1 Abad 4 Orang )

Wali yang mengharafkan rahmat Allah

الرِّجَالُ الصُّوْفِيَّةِ

72. Rijalush Shufiyah( 1 Abad 3 Orang )

Wali yang bersih jiwanya

الرِّجَالُ الْعُبَّادِ

73. Rijalul ibbad( 1 Abad 7 Orang )

Wali yang ahli ibadah

الرِّجَالُ الزُّهَادِ

74. Rijaluz Zuhad( 1 Abad 17 Orang )

Wali yang menjauhi dunia

الْأَفْرَادِ

75. Afrod( 1 Abad 7 Orang )

Wali yang menyendiri

قال : الأفراد هم الرجال الخارجون عن نظر القطب

Berkata Syekh Syamsuddin bin Katilah Rahimahullaahu Ta’ala : Wali Afrod adalah Orang-orang yang keluar dari penglihatan wali qutub artinya Wali yang sangat spesial, di luar pandangan dunia Quthub.

(Dinuqil dari Safinatul Qodiriyyah )

الْأُمَنَاءِ

76. Umana( 1 Abad 13 Orang )

Wali kepercayaan Allah

الأمناء : وهم الملامتية ، وهم الذين لم يظهر مما فى بواطنهم أثر علي ظواهرهم وتلامذتهم فى مقامات أهل الفتوة

Wali Umana Mereka adalah kalangan Malamatiyah, yaitu orang-orang yang tidak menunjukkan dunia batinnya ( mereka yang menyembunyikan dunia batinnya ) dan tidak tampak sama sekali di dunia lahiriyahnya. Biasanya kaum Umana’ memiliki pengikut Ahlul Futuwwah, yaitu mereka yang sangat peduli pada kemanusiaan.

(Dinuqil dari safinatul Qodiriyyah )

الرِّجَالُ اْلقُرَّاءِ

77. Rizalul Qurro ( 1 Abad 7 Orang )

Wali yang selalu membaca Al-Qur`an

الرِّجَالُ الْأَحْبَابِ

78. Rijalul Ahbab ( 1 Abad 3 Orang )

Wali yang menjadi kekasih Allah

الرِّجَالُ اْلأَجِلَّاءِ

79. Rijalul Ajilla( 1 Abad 3 Orang )

Wali yang tinggi pangkatnya

الرِّجَالُ الْمُحَدِثِيْنَ

80. Rijalul Muhaditsin( 1 Abad 5 Orang )

Wali yang ahli hadits

السُّمَرَاءِ

81. Sumaro( 1 Abad 17 Orang )

Wali yang ahli bangun malam bermunajat kepada Allah

الرِّجَالُ اْلوَرَثَةَ الظَّالِمِ لِنَفْسِهِ مِنْكُمْ وَالْمَقْتَصِدِ وَالسَّابِقِ بِالْخَيْرَاتِ

82. Rijalul warotsatazh Zholimi Linnafsih( 1 Abad 4 Orang )

Wali yang mewarisi para wali yang selalu zholim kepada dirinya serta menuju dan berlomba kepada kebaikan

اْلأَبْطَالُ

83. Abthol( 1 Abad 27 Orang )

Wali pahlawan

الْأَطْفَالُ

84. Athfal( 1 Abad 4 Orang )

Wali yang bertingkah seperti anak kecil

الدَّاخِلُ الْحِجَابِ

85. Dakhilul Hizab ( 1 Abad 4 Orang )

Wali yang berada dalam hijab Allah

Wali dengan Pangkat Dakhilul Hizab sesuai nama Pangkatnya , Wali ini tidak dapat di ketahui Kewaliannya oleh para wali yg lain sekalipun sekelas Qutbil Aqtob Seperti Syeikh Abdul Qodir Jailani, Karena Wali ini ada di dalam Hizab nya Alloh, Namanya tidak tertera di Lauhil Mahfudz sebagai barisan para Aulia, Namun Nur Ilahiyyahnya dapat terlihat oleh para Aulia Seperti di riwayatkan dalam kitab Nitajul Arwah bahwa suatu ketika Syeikh Abdul Qodir Jailani Melaksanakan Thowaf di Baitulloh Mekkah Mukarromah tiba2 Syeikh melihat seorang wanita dengan Nur Ilahiyyahnya yang begitu terang benderang sehingga Syeikh Abdul qodir Al-Jailani Mukasyafah ke Lauhil Mahfudz, dilihat di lauhil mahfudz nama Wanita ini tidak ada di barisan para Wali2 Alloh, Lalu Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani bermunajat kepada Alloh untuk mengetahui siapa Wanita ini dan apa yang menjadi Amalnya sehingga Nur Ilahiyyahnya terpancar begitu dahsyat , Kemudian Alloh memerintahkan Malaikat Jibril A.S untuk memberitahukan kepada Syeikh bahwa wanita tersebut adalah seorang Waliyyah dengan Maqom/ Pangkat Dakhilul Hizab ” Berada di Dalam Hizabnya Alloh “.

Kisah ini mengisyaratkan kepada kita semua agar senantiasa Ber Husnudzon ( Berbaik Sangka ) kepada semua Makhluq nya Alloh, Sebetulnya Masih ada lagi Maqom2 Para Aulia yang tidak diketahui oleh kita, Karena Alloh S.W.T menurunkan para Aulia di bumi ini dalam 1 Abad 124000 Orang, yang mempunyai tugasnya Masing2 sesuai Pangkatnya atau Maqomnya.

Wallohu a’lam

‘UZLAH(MENGASINGKAN DIRI) DI SAAT DUNIA SEPERTI SEKARANG INI

الباب الخامس والعشرون باب العزلة
صاحب العزلة يحتاج إلى عشرة أشياء :علم الحق و الباطل و الزهد واختيار الشدة و اغتنام الخلوة و السلامة و النظر في العواقب و أن يرى غيره أفضل منه و يعزل عن الناس شره ولا يفتر عن العمل فإن الفراغ بلاء ولا يعجب بما هو فيه و يخلو بيته من الفضول , و الفضول ما فضل عن يومك لأهل الإرادة و ما فضل عن وقتك لأهل المعرفة و يقطع ما يقطعه عن الله تعالى

Bab keduapuluh lima tentang Mengasingkan diri
Orang yang beruzlah / mengasingkan diri membutuhkan 10 hal, yaitu :

  1. mengetahui tentang hal yang benar dan yang bathil.
  2. bersikap zuhud.
  3. kecendrungan untuk memilih kekerasan hidup.
  4. upaya mengambil manfaat dari kesendirian dan keselamatan.
  5. perhatian terhadap berbagai akibat.
  6. mempunyai kesadaran bahwa orang lain lebih utama daripada dirinya.
  7. pengasingan diri dari kejahatan manusia.
  8. tidak putus dalam beramal karena menganggur itu sebuah bencana.
  9. tidak bangga diri dengan apa yang dimiliki.
  10. mengosongkan rumahnya dari segala bentuk berlebihan/fudhul.
    Fudhul adalah sesuatu yang melebihi kadar keperluanmu sehari-hari bagi ahil irodah, sesuatu yang melebihi kadar waktumu bagi ahlil ma’rifat dan sesuatu yang memutuskannya dari mengingat Allah.

قال رسول الله ( صلي الله عليه و سلم ) لحذيفة بن اليمان : ” كن حلس بيتك ” ( الحلس : بساط يبسط في البيت , و هو كناية عن وجوب لزوم الإنسان بيته إلا للضرورة ) .
و قال عيسى بن مريم ( عليه السلام ) : ” أملك لسانك و ليسعك بيتك و أنزل نفسك منزلة السبع الضاري و النار المحرقة , و قد كان الناس ورقاً بلا شوك فصاروا شوكا بلا ورق , و كانوا أدواء يستشفي بهم فصاروا داء لا دواء له

Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda kepada Hudzifah bin al yaman : “Jadilah engkau karpet di rumahmu”
(al halas/karpet adalah karpet yang dihamparkan di dalam rumah, ini adalah kinayah dari wajibnya seseorang utk menetap di dalam rumah kecuali jika keadaan darurat)
Isa bin Maryan -alaihis salaam- berkata : “kuasailah lidahmu, jadikanlah rumahmu sebagai pemberi keleluasaan bagimu, rendahkanlah dirimu pada posisi binatang buas dan api yang membakar, Manusia dulunya adalah daun tanpa duri dan sekarang menjadi duri tanpa daun, dulunya manusia adalah obat yang menyembuhkan da sekarang menjadi penyakit yang tidak ada obatnya.”

قيل لداود الطائي : مالك لا تخالط الناس ؟ فقال : كيف أخالط من يتبع عيوبي , كبير لا يعرف الخلق , و صغير لا يوقر , من استأنس بالله استوحش من غيره .
و قال الفضيل : إن استطعت أن تكون في موضع لا تعرف ولا تعرف فافعل .
و قال سليمان : همي من الدنيا أن ألبس عباءة و أكون بقرية ليس فيها أحد يعرفني ولا غذاء لي ولا عشاء

Dikatakan kepada Dawud At Tho’i : “mengapa engkau tidak bergaul dengan manusia ?” beliau berkata : “bagaimana saya akan bergaul dengan orang yang mengikuti aibku, orang tua tidak mengenal etika dan yang muda tidak mempunyai rasa hormat. barang siapa merasa nyaman bersama Allah maka ia tidak akan merasa nyaman kepada selain-Nya.”
Al Fudhail berkata : “jika engkau mampu berada di suatu tempat yang tidak engkau ketahui dan engkau tidak dikenal, maka lakukanlah”
Sulaiman berkata : “keinginanku di dunia memakai jubah dan berada di suatu tempat yang di sana tidak ada seorangpun mengenalku, tanpa makan siang dan tanpa makan malam.”

وقال رسول الله صلي الله عليه وسلم : ياءتي زمان المتمسك يومئذ بدينه كالقابض علي الجمر وله اجر خمسين منكم. وفي العزلة صيانة الجوارح وفراغ القلب وسقوط حقوق الخلق واغلاق ابواب الدنيا وكسر سلاح الشيطان وعمارة الاهر والباطن

Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : ” akan datang suatu zaman ketika orang yang berpegang teguh kepada agamanya bagaikan orang yang menggenggam bara api, dia meperoleh pahala limapuluh kali lebih besar daripada pahala yang kalian peroleh.” Dalam beruzlah anggota badan terpelihara, hati kosong dari selain Allah, hak-hak makhluk menjadi gugur, pintu-pintu keduniaan tertutup, senjata setan di hancurkan dan lahir dan bathuin dimakmurkan. Wallohu a’lam.

SALAH SATU ADAB YANG TIDAK BAIK ADALAH BERDIAM DIRI ATAS KEBAIKAN

Risalah Adabu Sulukil Murid

“تَتِمَّةٌ”
وَإِذا أَردتَ – أيُّها المُريدُ – مِن شَيخِكَ أَمراً أَو بَدا لَكَ أَن تَسأَلَهُ عَن شَيءٍ فَلا يَمنَعُكَ إِجلالُهُ وَالتَّأدُّبُ مَعَهُ عَن طَلَبِهِ مِنهُ وَسُؤَالِهِ عَنهُ، وَتَسأَلُهُ المَرَّةَ وَالمرَّتينِ وَالثَّلاثَ، فَلَيسَ السُّكوتُ عَنِ السُّؤاَلِ وَالطَّلبِ مِن حُسنِ الأَدَبِ، اللَّهُمَّ إِلاَّ أَن يُشيرَ عَليكَ الشَّيخُ بِالسِّكوتِ وَيَأمُرَكَ بِتَركِ السُّؤالِ، فَعِندَ ذَلكَ يَجِبُ عَليكَ اِمتِثالُهُ

“Penyempurnaan”
Wahai murid, apabila engkau menghendaki suatu hal dari tuan gurumu atau ada hal yang ingin engkau tanyakan pada tuan gurumu, maka jangan sampai keagungannya dan adabmu terhadapnya menghalangimu untuk mencari darinya dan bertanya padanya, tetapi bertanyalah kepadanya sekali, dua atau tiga kali, karena tidaklah diam dari bertanya dan mencari darinya itu merupakan adab yang baik, kecuali jika tuan gurumu memberimu isyarat untuk diam dan memerintahkanmu untuk tidak bertanya. Dengan demikan maka wajib bagimu menta’ati perintahnya.

وَإِذا مَنعَكَ الشَّيخُ عَن أَمرٍ أَو قَدَّمَ عَليكَ أَحداً فَإِيَّاكَ أَن تَتَّهِمَهُ، وَلْتَكُن مُعتَقِداً أَنَّهُ قَد فَعَلَ مَا هُوَ الأَنفَعُ وَالأَحسنُ لَكَ، وَإذا وَقَع مِنكَ ذَنبٌ وَوَجدَ (اى غضب) عَليكَ الشَّيخُ بِسَبَبِهِ فَبادِر بِالاِعتِذارِ إِليهِ مِن ذَنبِكَ حَتَّى يَرضَى عَنكَ

Ketika tuan guru melarangmu tentang suatu perkara atau mengajukan salah seorang dari padamu, maka janganlah sekali-kali engkau mencurigainya, tapi yakinlah bahwa tuan gurumu telah melakukan hal yang lebih bermanfa’at dan lebih baik bagimu. Dan ketika telah terjadi suatu dosa (kesalahan) darimu kemudian tuan gurumu marah kepadamu sebab dosa tersebut, maka segeralah engkau meminta ma’af kepadanya dari dosamu sehingga gurumu ridlo terhadapmu.

وَإِذا أَنكَرتَ قَلبَ الشَّيخِ عَليكَ كَأَن فَقَدتَ مِنهُ بِشراً كُنتَ تَأَلَفُهُ أَو نَحوَ ذَلكَ، فَحَدِّثهُ بِما وَقعَ لَكَ مِن تَخَوُّفِكَ تَغَـيُّرَ قَلبِهِ عَليكَ فَلـَعلَّهُ تَغَـيَّرَ عَليكَ لِشيءٍ أَحدَثتَهُ فَتَتُوبَ عَنهُ، أَو لَعَلَّ الذِّي تَوَهَّمتَهُ لَم يَكُن عِندَ الشَّيخِ وَأَلقاهُ الشَّيطانُ إِليكَ لِيَـسُوءَكَ بِهِ، فَإِذا عَرَفتَ أَنَّ الشَّيخَ رَاضٍ عَنكَ سَكَنَ قَلبُكَ بِخلافِ مَا إِذا لَم تُحَدِّثهُ وَسَكَتَّ بِمَعرِفةٍ منِكَ بِسلامةِ جِهَتِكَ

Ketika engkau mengingkari hati tuan gurumu terhadapmu, seperti ketika engkau merasa kehilangan rasa bahagia darinya, maka bersikaplah kepadanya dengan sikap yang ramah dan semacamnya, dan ceritakanlah kepadanya apa terjadi padamu yaitu rasa takutmu akan berubahnya hati tuan gurumu kepadamu, dengan harapan hati tuan gurumu dapat berubah terhadapmu karena sesuatu yang engkau ceritakan kepadanya dan ia bertaubat darinya. Atau bisa jadi kecurigaan yang engkau tuduhkan kepada tuan gurumu itu tidak benar adanya hanya saja itu merupakan ulah syaithan yang telah menjatuhkan (rasa curiga) kepadamu untuk menyusahkanmu. Jika engkau telah mengetahui bahwa tuan gurumu ridla keadamu, maka hatimu akan tenang, berbeda dengan jika engkau tidak menceritakan kepadanya dan memilih diam dengan pengetahuanmu dan dengan keselamatan dirimu.

وَإِذا رَأيتَ المُريدَ مُمتَـلِئاً بِتَعظِيمِ شَيخِهِ وَإِجلالِهِ مُجتَمِعاً بِظاهِرِهِ وَبَاطِنهِ عَلى اِعتِقادِهِ وَامتِثالِهِ وَالتَّأَدُّبِ بِآدابِهِ فَلا بُدَّ أَن يَرِثَ سِرَّهُ أَو شَيئاً مِنهُ إِن بَقِيَ بَعدَهُ

Dan ketika engkau melihat seorang murid dipenuhi dengan hormat dan memuliakan kepada tuan gurunya, berkumpul pada dzahir dan batinnya perihal keyakinannya dan kepatuhannya serta beradab dengan adab tuan gurunya, maka sudah pasti ia akan mewarisi sir (rahasia) tuan gurunya atau sesuatu yang masih tersisa dari tuan gurunya.