AGAR MENJADI WANITA SHOLIHAH (1)

Bab 1.01 Bahaya Pandang Memandang

Allah SWT berfirman:

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan mereka karena yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan jangan memperlihatkan perhiasan mereka. ” (An Nur: 30-31)

Rasulullah SAW bersabda

“Pandangan mata itu panah yang beracun dari panah-panah iblis. Oleh karena itu barang siapa yang meninggalkan pandangan karena takut dari siksa Allah serta iman, maka ia akan memperoleh kemanisan iman dalam hatinya.”

Berkata Isa as

“Takutlah kamu sekalian pada pandangan karena sesungguhnya ia dapat menumbuhkan syahwat di dalam hati dan dapat menimbulkan fitnah (godaan) karena pandangan itu.”

Sulaiman berkata kepada putranya:

“Hai anakku! Berjalanlah di belakang harimau dan ular-ular besar yang berwama hitam dan janganlah kamu berjalan di belakang seorang perempuan.”

Bab 1.02 Adab-adab Anak Perempuan Remaja

Di dalam rumah:

  1. Menghormati penjaganya dan menerima nasihat yang diberikan.
  2. Memperbaiki diri untuk menjadi wanita solehah.
  3. Menjaga nama baik penjaganya.
  4. Melatih diri dengan urusan rumah tangga seperti menjahit, memasak dan membereskan rumah.
  5. Banyak sholat dan puasa sunat.
  6. Jadikan Al Quran sebagai hiburan dan menghafaznya.
  7. Banyak mempelajari sejarah wanita-wanita utama salafushalih untuk dicontoh

Di luar rumah:

  1. Keluar bersama-sama penjaga atau muhramnya.
  2. Senantiasa menundukkan pandangan dan hindarkan dari memandang ke sana ke mari.
  3. Hiasilah diri dengan sifat malu.
  4. Berkata yang benar saat bertemu teman
  5. Jangan pergi ke tempat-tempat umum seperti pasar.
  6. Hindari dan bersahabat atau berdiskusi dengan laki-laki.
  7. Jangan bergaul dengan wanita-wanita fasik.
  8. Menuju langsung ke tempat yang dituju tanpa menyimpang ke tempat lain.
  9. Menjaga martabat.
  10. Menjaga aurat sebagaimana yang dituntut oleh syariat.

Bab 1.03 Adab-adab Wanita Yang dipinang

   Harus dia menyerahkan kepada orang tua dan keluarganya untuk:

  1. Menyelidiki laki-laki yang meminangnya yaitu tentang agamanya, kepahamannya, kepribadian dan ketetapan janjinya.
  2. Memperhatikan keluarga tunangannya itu dan penghuni penghuni rumahnya.

   iii. Memperhatikan ibadah laki-laki yang meminangnya seperti sholatnya secara individu dan secara berjamaah.

  1. Memperhatikan tujuan pemiagaan dan perusahaan atau tujuan dalam pekerjaan laki-laki yang meminangnya.

   Pada hari pertunangannya, harus ia mendorong tunangannya agar memperkuat agamanya dan bersikap zuhud.

  1. Harus bersama-sama berniat di atas satu dasar hidup yaitu hidup untuk Tuhan.
  2. Bersifat ‘ qanaah ‘(cukup dengan apa yang telah ada tanpa rasa tamak) dalam membangun rumah tangga. Setelah diterima peminangan harus dia mematuhi ketentuan-ketentuan calon suaminya itu untuk memperkuat hubungan dalam pergaulan dan mempertahankan cinta kasih setelah menikah nanti.
  3. Rasulullah SAW bersabda: “Bila seorang yang kamu puas pada agamanya dan perangainya datang meminang (anak gadis) kamu maka terimalah lamaran itu. Seandainya kamu menolak, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tarmizi)
  4. Pergaulan setelah pertunangan masih terbatas. Pertemuan harus diatur sesuai syariat dengan ditemani muhram atau penjaga.
  5. Jauhkan pergaulan bebas agar terpelihara dari dosa, fitnah dan salah sangka tunangnya.

Bab 1.04 Tanda-tanda Perempuan Yang Baik Kemuliaan Dan Akhlaknya

   Berakhlak dengan Allah seperti tekun dan bersungguh-sungguh beribadah. Sabar dalam menempuh kesusahan (ujian) dari Allah dan dalam mengerjakan perintah-perintah-Nya, senantiasa bersyukur dengan karunia Allah, tenang dalam menerima ketentuan Allah serta banyak mengingati Allah.

  1. Mentaati suaminya, redha dengan pemberian suami, melayan suami dengan baik, bersopan santun dalam segala percakapan dan perbuatan, menjaga aurat dan kehormatan diri serta memelihara kehormatan suami.
  2. Berakhlak dengan orang tua, memuliakan mereka serta membantu dan menyenangkan mereka. Senantiasa berusaha mengajak keluarga kepada kebaikan dan keredhaan Allah.
  3. Balk pergaulannya dengan teman, tetangga dan masyarakat sekitarnya. Tidak mengganggu dan menyakiti mereka, malah membantu dan memudahkan mereka sesuai dengan kemampuan.
  4. Fokus hatinya adalah untuk memperbaiki ibadah dan akhlaknya, mengurus rumah tangga dengan balk, nemelihara ibadah, menjaga hubungan dengan manusia dan senantiasa berusaha untuk menasihati dan mengajak orang lain melakukan kebaikan.

Bab 2.01 Sajak Istri Istri

Istri-istri itu adalah amanah Tuhan

yang harus dijaga, diawasi dan dibajai hatinya

mengambil alih kekuasaan dari orang tuanya di bawah nama suami

adakalanya menghibur hati pencerah pikiran dan penguat jiwa

adakalanya menyiksa jiwa

duri di pikiran pan racun pada hati neraka rumah tangga

akan tumbuh uban sebelum waktunya

akan jadi tua sebelum saatnya

didiklah dia, jangan marah-marah

lemah lembut dan berhemah

simpati dan perhatian

kita akan dapat tundukkannya

jangan biarkan sesuai kehendaknya

kecuali syariat memungkinkan

dia akan terus tersasul dan salah

dayus pada kita

neraka padahnya

Bab 2.02 Perkawinan Tujuan Dan Falsafahnya

Filsafat Perkawinan

Perkawinan atau mendirikan rumah tangga merupakan satu titik awal untuk terbentuknya sebuah masyarakat Islam. Dari rumah tangga yang menerapkan Islamlah akan terbentuknya sebuah masyarakat Islam.

Tujuan Perkawinan

  1. Oleh karena laki-laki ada nafsu kepada perempuan dan sebaliknya, maka untuk menyelamatkan kondisi, perkawinan adalah perlu untuk menghindarkan terjadinya perbuatan zina, ia memberi saluran yang halal untuk mereka untuk memenuhi kebutuhan nafsu masing-masing.
  2. Dapat melahirkan keturunan yang akan melanjutkan tugas manusia sebagai khalitah Allah yang harus berusaha untuk menegakkan agama Allah dan sebagai aset yang berharga di Akhirat kelak.
  3. Islam dapat direalisasikan datam suasana keluarga sebelum aksi masyarakat Islam yang lebih besar.
  4. Dapat meramaikan umat Islam dan ini menjadi kebanggaan Rasulullah saw di Akhirat kelak.
  5. Tidak terputus keturunan disamping niat untuk memberikan hiburan kepada pasangan masing-masing.

Bab 2.03 Rumah Tangga Yang Berkat (Barokah)

   Pilih pasangan yang beragama sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya: ° Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, karena agamanya. Pilihlah yang beragama agar kamu beruntung. ” (Riwayat Bukhan dan Muslim) Bagi pihak wanita, untuk mendapatkan calon suami beragama, perlu perempuan itu sendiri beragama, karena Allah berfirman: “Laki-laki yang balk Itu adalah untuk perempuan yang baik.” (An Nur: 26)

  1. Selama pertunangan, hindarilah pergaulan bebas. Kalaupun ingin bertemu. biarlah ditemani oleh muhram. Pertemuan menurut syariat bisa diatur. Adalah lebih baik dipercepat pernikahan.
  2. Majelis walimah yang berkat ialah majelis yang menurut syariat, terhindar daripergaulan bebas laki-laki dan perempuan, tidak ada adat persandingan dan pernbaziran belanja (apa lagi kalau sampai berhutang), tidak melewatkan waktu sholat dan tidak disertai dengan hal-hal yang melalaikan.
  3. Pernikahan yang berkat itu, murah mas kawinnya, dalam bulan Syawal, pada hari Jum’at, dalam perhimpunan orang-orang saleh dan dalam rumah Allah (masjid).
  4. Suami-istri harus ada kesepahaman dan berusaha melaksanakan tanggung jawab masing-masing dan saling redhameredhai, berdiskusi jika ada masalah dan mudah bertenggang rasa. Masing-masing henddaklah berusaha mencari keridhaan Allah dan doa mendoakan

Bab 2.04 Tugas Istri Di Dalam Rumah

   Senantiasa menjaga ibadah dan akhlaknya.

  1. Harus senantiasa me, nbersihkan rumah menurut syariat Islam.
  2. Menyediakan makanan untuk suami tanpa disuruh atau diminta.
  3. Menyediakan makanan yaiig disukai oleh suami.
  4. Menjahit pakaian untuk su imi dan anak-anak.
  5. Mencuci pakaian suami dan anak-anak.
  6. Menyediakan kebutuhan-kebutuhan lain untuk Suami.
  7. Menjaga harta suami, tidak menyerahkannya kepada orang lain tanpa keijinannya.
  8. Mendidik anak-anak menjadi manusia yang beriman agar tidak membebankan ibu bapaknyaa di Akhirat kelak.
  9. Menjadi penghibur suami ketika dia berada di rumah dengan memberi layanan yang baik. Seorang istri harus menjadi kan rumah tangganya seperti surga buat suami dan anak-anak.

   Tanggung jawab wanita tersimpul dalam sebuah Hadis Rasulullah yang artinya:

   “Bila seorang wanita menunaikan kewajibannya terhadap Tuhannya, mentaati suaminya dan menggerakkan peralatan tenunannya, maka seolah-olah ia membaca tasbih kepada Allah terus-menerus. Dan selama langgeng alat tenunan itu pada tangannya maka seolah-olah ia sholat berjamaah. Bila ia menjerang panci unluk memberi makanan kepada anak-anaknya niscaya Allah menggugurkan semua dosanya (kecuali dosa besar). ”