BAHAYANYA GODAAN SYAITAN DI SAATMANUSIA MENGALAMI SAKARATUL MAUT

 ALLOH

                     Waktu Imam Ahmad Rahimahullah menghadapi kematian. Dalam keadaan tidak sadar, beliau berteriak:

“Tidak…menjauhlah”, “Tidak…menjauhlah”.

Setelah siuman. Putranya bertanya:

“Kenapa engkau mengatakan “tidak” wahai ayahku?”

“Setan ada di sampingku, menggigit jari-jemariku dan berkata: Hai Ahmad kau telah menghancurkanku. Maka, aku berteriak: Tidak… Menjauhlah”.

Kejadian serupapun di alami Imam Qurthubi Radliyallahu ‘anhu

Waktu Imam Qurthubi Radliyallahu ‘anhu menghadapi kematian, para ulama, kerabat dan handai taulan menuntunnya dengan kalimah “Laa Ilaaha Illallaah…”. Namun yang mengejutkan, dalam keadaan tidak sadar  justru Beliau menjawab:

“Tidak…”.

Setelah tersadar, beliau dikerumuni orang-orang tersebut dan menayakan, kenapa mengatakan “Tidak”:

“Setan mendatangiku, dari kiri dan kanan. Satunya berkata: matilah  dalam keadaan Yahudi, karena Yahudi adalah agama terbaik. Yang lainnya berkata: matilah  dalam keadaan Nasrani, karena Nasrani adalah agama terbaik. Maka dari itu, aku berkata: Tidak… Tidak….”

Imam Qurthubi melanjutkan:

apa yang kalian katakan padaku, telah aku tulis dalam hadist Riwayat Imam Turmudzi dan Imam Nasai, Bahwa:

عن النبي صلى الله عليه وسلم: إن الشيطان يأتي أحدكم قبل موته. فيقول له: مت يهوديا مت نصرانيا

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh… Setan akan mendatangi salah satu diantara kalian semua. Sebelum kematian menjemputnya. Dan dia akan berkata: Matilah dalam agama Yahudi. Matilah dalam agama Nasrani”.

“Maka, jawabanku berupa “Tidak”, adalah untuk kedua setan tersebut, bukan untuk Kalian”. Pungkas Imam Qurthubi.

Allahumma Nas’aluka Khusnal Khootimah….

MUKHTASOR TADZKIROTUL QURTHUBI Hal: 12-13

Syaikh Abdul Wahhab As Sya’roniy