SYAIKH SHOLEH MUHAMMAD BA SALAMAH “40 HADITS TENTANG IMAN”

shhholeh                 Syaikh sholeh setelah belajar kepada kakeknya, melanjutkan belajar ke salah satu pesantren di Bangil Pasuruan, setelah itu melanjutkan belajar ke Makkah al Mukarromah di bawah asuhan al Alim al Alamah sayyid Muhammad Alawy al Maliky al Hasany, tokoh Ahlus sunnah di tanah suci yang merupakan cucu dari Rosululloh saw melalui sayyidina Hasan bin sayyidina Ali bin Abi Tholib karromallohu wajhah.

Sayyid Muhammad sangat alim dan salah satu ulama Hadits di zaman modern ini, karya karya beliau sangat banyak dan hampir semuanya di kaji di pesantren pesantren Indonesia. Kini perjuangan belaiu di teruskan oleh Putranya Sayyid Ahmad yang juga sangat alim di usianya yang masih muda.

Sepulangnya dari makah, syaikh Sholeh merintis Madrasah Diniyyah DARUSSALAM di Jatibarang Brebes, sekarang ini menjadi sebuah pesantren yang sangat di minati kalangan santri dan kyai, pesantren yang bersih, sehat dan di kemas sebagaimana pesantren modern tetapi berbasis pendidikan salafiyyah.

Banyak santri santri beliau yang berprestasi, di kirim untuk melanjutkan belajar ke Hadromaut Yaman dan Makkah.

Selanjutnya, dari hadits yang ke sepuluh adalah :

HADITS KESEBELAS

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

( ﺇِنَّ اْﻹِيْمَانَ لَيَخْلُقَ فِى جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلُقُ الثَّوْبُ٬ فَسَلُّوْا اللهَ تَعَالىٰ أَنْ يُجَدِّدَ اْﻹِيْمَانَ فِى قُلُوْبِكُمْ ) (رواه الطبراني)

Rasulullah SAW bersabda : “ Sesungguhnya iman itu menjadi usang di dalam dirimu sebagaimana pakaian juga usang, maka mohonlah kalian kepada Allah untuk memperbaharui iman di dalam hatimu.”

     (HR. Atthobaroni)

HADITS KEDUA BELAS

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ وَفِى كُلِّ خَيْرٍ٬ أُحْرُصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَعْجِزْ٬ وَﺇِنْ أَصَابَكَ شَيْءٍ فَلَا تَقُلْ : لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا٬ وَلَكِنْ قُلْ : قَدَّرَ اللهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ٬ فَإِنْ لَوْ تَفْتَح عَمَلَ الشّيْطَانِ ) (رواه مسلم)

Rasulullah SAW bersabda : “ Orang mu’min yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mu’min yang lemah. Di dalam kebaikan semangatlah kalian untuk melakukan hal yang bermanfaat dan minta tolonglah kepada Allah jangan sampai lemah. Seandainya engkau tertimpa sesuatu maka janganlah engkau berkata :   “ seandainya aku melakukan maka akan begini tetapi berkatalah ini adalah takdir Allah dan apa yang dikehendaki pasti terjadi, karena perkataan seandainya akan membuka pekerjaan syetan.” (HR. Imam Muslim)

HADITS KETIGA BELAS

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

( الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا٬ وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ ) (رواه البخاري ومسلم)

Rasulullah SAW bersabda : “ Seorang mu’min dan lainnya seperti suatu bangunan yang bagian dan yang lainnya saling menguatkan dan Rasulullah menjalinkan jari-jari tangannya.’’ (HR. Imam Bukhori dan Imam Muslim)

HADITS KEEMPAT BELAS

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

( لَا يَلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ حُجْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ ) (رواه البخاري ومسلم)

Rasulullah SAW bersabda : “ Orang mu’min jangan sampai tersengat dua kali dalam satu lubang.’’ (HR. Imam Bukhori dan Imam Muslim)

HADITS KELIMA BELAS

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

( مِنْ أَخْلَاقِ الْمُؤْمِنِ : حُسْنُ الْحَدِيْثِ٬ حُسْنُ الْإِسْتِمَاعِ إِذَا حَدَّثَ٬ وَحُسْنُ الْبِشْرِ إِذَا أَلْقَى وَوَفَاءٌ بِالْوَعْدِ إِذَا وَعَدَ ) (رواه الديلمي)

Rasulullah SAW bersabda : “ Salah satu akhlak orang mu’min : indah ketika berbicara dan indah ketika mendengar pembicaraan, wajah berseri-seri ketika berjumpa, selalu menepati janji.’’ (HR. Imam Addaelami)

HADITS KEENAM BELAS

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

( الْمُؤْمِنُ مِرْأَةُ الْمُؤْمِنِ إِذَا رَأَى فِيْهِ عَيْبًا أَصْلَحَهُ ) (رواه البخاري)

Rasulullah SAW bersabda : “ Orang mu’min itu cermin bagi mu’min lainnya ketika ia melihat cacat temannya dia akan memperbaikinya.’’ (HR. Imam Bukhori)

HADITS KETUJUH BELAS

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

( لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُوْنَ هَوَاهُ تَبِيْعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ ) (رواه الطبراني)

Rasulullah SAW bersabda :“ Tidaklah orang yang beriman seseorang sehingga hawa nafsunya mengikuti ajaran yang aku bawa.’’ (HR. Imam Atthobaroni)

HADITS KEDELAPAN BELAS

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

( الْمُؤْمِنُ كَيِّسٌ فَطِنٌ وَقَّافٌ ثَبِّتٌ لَايُعَجِّلُ عَالِمٌ وَرِعٌ ) (رواه الديلمي)

Rasulullah SAW bersabda :“ Orang mu’min itu cerdik, cerdas, pelan-pelan, tabah, tidak tergesa-gesa, pandai dan menjaga diri dari syubhat.’’ (HR. Imam Addaelami)

HADITS KESEMBILAN BELAS

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

( إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوْبَهُ كَأَنَّهُ قَاعْدٌ تَحْتَ جَبَلٍ٬ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ٬ وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوْبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّى عَلَى أَنْفِهِ٬ فَقَالَ بِهِ هٰكَذَا ) أَشَارَ بِيَدِهِ فَوْقَ أَنْفِهِ٬ (رواه البخاري)

Rasulullah SAW bersabda :“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu melihat dosanya seakan-akan dia duduk di bawah gunung, dan ia merasa takut akan tertimpa gunung itu. Sedangkan orang yang jahat menganggap dosanya seperti lalat yang terbang di atas hidungnya, Rasulullah berkata begitu sambil mengisyaratkan tangannya di atas hidung.’’ (HR. Imam Bukhori)

HADITS KEDUA PULUH

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

( مَنْ أَحَبَّ فِى اللهِ٬ وَأَبْغَضَ فِى اللهِ٬ وَأَعْطٰى لِلّٰهِ٬ وَمَنَعَ لِلّٰهِ٬ فَقَدْ اسْتَكْمَلَ الْإِيْمَانُ ) (رواه أبو داود)

Rasulullah SAW bersabda :“ Barangsiapa mencintai kerena Allah, benci karena Allah, memberi karena Allah, mencegah karena Allah, maka ia sungguh sangat sempurna imannya .’’ (HR. Imam Abu Daud)

HADITS KEDUA PULUH SATU

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

( إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَعَتَادُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوْا لَهُ بِالْإِيْمَانِ ) (رواه الترمذي)

Rasulullah SAW bersabda :“ ketika engkau melihat seorang laki-laki selalu berada di masjid maka saksikanlah dia sebagai orang yang beriman .’’ (HR. Imam Atturmudzi)

HADITS KEDUA PULUH DUA

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

( الْإِيْمَانُ قَيْدُ الْفَتْكِ لاَ يَفْتُكَ مُؤْمِنٌ ) (رواه أبو داود)

Rasulullah SAW bersabda :“ Iman adalah kendali dari perbuatan jahat dan orang yang beriman tidak akan berbuat jahat.’’ (HR. Imam Abu Daud)

HADITS KEDUA PULUH TIGA

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

( إِذَا سَرَّتْكَ حَسَنَتُكَ٬ وَسَاءَتْكَ سَيِّئَتُكَ فَأَنْتَ مُؤْمِنٌ ) (رواه الترمذي)

Rasulullah SAW bersabda :“ Ketika engkau bahagia dengan kebaikanmu dan susah karena keburukanmu maka sesungguhnya engkau adalah orang yang beriman.’’ (HR. Imam Atturmudzi)

HADITS KEDUA PULUH EMPAT

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

( الْمُؤْمِنُ مِرْأۤةُ الْمُؤْمِنِ ) (رواه أبو داود)

Rasulullah SAW bersabda :“Orang mu’min adalah cermin bagi orang mu’min lainnya.’’ (HR. Imam Abu Daud)

HADITS KEDUA PULUH LIMA

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

( أَفْضَلُ اْلأَعْمَالِ بَعْدَ الْإِيْمَانِ التَّوَدُّدُ إِلىٰ النَّاسِ ) (رواه الطبراني فى الكبير)

Rasulullah SAW bersabda :“Amal yang paling utama setelah iman adalah saling mencintai sesama manusia.’’ (HR. Imam Atthobaroni)

HADITS KEDUA PULUH ENAM

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

( أَفْضَلُ اْلإِيْمَانِ أَنْ تَعْلَمَ أَنَّ اللهَ مَعَكَ حَيْثُ مَا كُنْتَ ) (رواه الطبراني)

Rasulullah SAW bersabda :“Iman yang paling utama adalah ketika engkau meyakini bahwa Allah selalu bersamamu di manapun engkau berada.’’ (HR. Imam Atthobaroni)

HADITS KEDUA PULUH TUJUH

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

( ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ اسْتَوْجَبَ الثَّوَابَ وَاسْتَكْمَلَ اْلإِيْمَانُ : خُلُقٌ يَعِيْشُ بِهِ فِى النَّاسِ وَوَرَعٌ يَحْجُزُهُ عَنْ مَحَارِمِ اللهِ تَعَالىٰ٬ وَحِلْمٌ يَرُدُّهُ عَنْ جَهْلِ الْجَاهِلِ ) (رواه البزار)

Rasulullah SAW bersabda :“Ada tiga perkara barangsiapa yang memilikinya ia berhak mendapat pahala dan sempurnanya iman :

1.Akhlak yang digunakanuntuk bergaul dengan sesama,

2.Wara’ yang menghalanginya untuk berbuat haram,

3.Arif yang melindunginya dari kebodohan yang bodoh.’’

(HR. Imam Bazzar)

HADITS KEDUA PULUH DELAPAN

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

( ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ يَسْتَكْمِلُ إِيْمَانُهُ : رَجُلٌ لاَ يَخَافُ فِى اللهِ لَوْمَةَ لاَئِمِ٬ وَلاَ يُرَائي بِشَيْءٍ مِنْ عَمَلِهِ٬ وَإِذَا عُرِضَ عَلَيْهِ أَمْرَانِ أَحَدُهُمَا لِلدُّنْيَا وَالْأۤخَرُ لِلْأۤخِرَةِ اِخْتَارَ أَمْرَ الْأۤخِرَةِ عَلَى الدُّنْيَا ) (رواه ابن عساكر)

Rasulullah SAW bersabda :“Ada tiga perkara barangsiapa yang memilikinya berarti sempurnanya iman :

  1. Seorang laki-laki yang tidak takut dicela karena Allah,
  2. Tidak memamerkan sedikitpun amalnya,
  3. Ketika ditawarkan kepadanya dua perkara urusan dunia dan akhirat ia memilih urusan akhirat.’’ (HR. Imam Ibnu Asakir)

HADITS KEDUA PULUH SEMBILAN

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

( خَصْلَتَانِ لاَ يَجْتَمِعَانِ فِى مُؤْمِنٍ : البُخْلُ وَسُوْءُ الْخُلُقِ ) (رواه البخاري)

Rasulullah SAW bersabda :“Dua perkara tidak bisa berkumpul dalam satu orang mu’min : Pelit dan Akhlak yang buruk.’’ (HR. Imam Bukhori)

HADITS KETIGA PULUH

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

( خَمْسٌ مِنَ اْلإِيْمَانِ : مَنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ شَيْءٍ مِنْهُنَّ فَلَا إِيْمَانَ لَهُ : التَّسْلِيْمُ لِأَمْرِ اللهِ٬ وَالرِّضَا بِقَضَۤاءِ اللهِ٬ وَالتَّفْوِيْضُ إِلَى اللهِ٬ وَالتَّوَكُّلُ عَلَى اللهِ٬ وَالصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُوْلىٰ ) (رواه البزار)

Rasulullah SAW bersabda :“Ada lima perkara merupakan Inti Iman

  1. Tunduk kepada Allah,
  2. Rela dengan ketentuan Allah,
  3. Menyerahkan diri kepada Allah,
  4. Tawakal kepada Allah,
  5. Sabar ketika tamparan pertama.’’ (HR. Imam Al Bazzar)