KISAH HIKMAH SUFI : KEUTAMAAN ISTRI YANG SHOLIHAH DAN SUAMI YANG AMANAH ATAS BARANG TEMUAN


حكاية : كان بمكة رجل فقير وله زوجة صالحة فقالت ليس عندنا شيءفخرج الى الحرم فوجد كبسا فيه الف دينار ففرح به فرحا شديدا ، واخبر زوجته بذلك فقالت له لقطة الحرم لابد فيها من تعريف، فخرج فسمع المنادى من وجد كبسا فيه الف دينار، فقال انا وجدته، فقال هو لك ومعه تسعة آلاف دينار. فقال اتهزأنى ، قال لا والله ولكن اعطانى رجل من اهل العراق عشرة آلاف دينار وقال اطرح منها الفا فى الحرم ثم نادى عليه فإن ردها فادفع الجميع اليه لانه امين، والامين ياكل ويتصدق فتكون صدقتنا مقبولة لامانته. كذا فى نزهة المجالس
بهجة الوسائل بشرح المسائل : ٣٨

Hikayat : Alkisah ada seorang pria di kota mekkah yang faqir dan mempunyai seorang isteri yang sholihah, si isteri berkata : “Tak ada satupun dirumah kita (yang bisa kita olah untuk dimakan)”.
Si suamipun keluar ke tanah harom dan ia menemukan seekor kambing yang bersamanya ada seribu dinar, atas penemuan ini si suami sangat gembira dan mengabarkannya pada isterinya.
Berkatalah si isteri : “Ini temuan/luqothoh tanah harom, dan semestinya di selebarkan”.
Kemudian sisuami keluar dan ia mendengar orang yang sedang woro woro (mengabarkan ada yang kehilangan) : “Siapakah orang yang menemukan seekor kambing dan bersamanya 1000 dinar?”.
Sisuami itu berkata : “Aku menemukannya”.
Pengabar berita berkata : ” Itu milikmu dan aku akan menambahkan 9000 dinar lagi “.
Si suami : “Apakah engkau bercanda padaku?”.
Si pengabar berkata : “Tidak, demi Allah… Sebenarnya aku diberikan/di titipi oleh seorang warga iraq sebesar 10000 dinar, dan ia memintaku untuk membuangnya sebesar 1000 dinar di tanah harom, kemudian ia meminta untuk menyebarkan kehilangannya, Jika ada yang mengaku dan mengembalikannya, maka berikan semuanya (1000 dinar + sisanya 9000 dinar = 10 rb dinar), karena orang tersebut seorang yang amanah dan dapat dipercaya, dan orang yang amanah , ia akan memakan sebagiannya dan menshodaqohkan sebagiannya. Maka dengan demikian shodaqoh kita Allah terima karena ke amanahan nya (sisuami). Demikian tertulis dalam kitab Nuzhatul Majalis.
Wallahu a’lam

Kitab : Bahjatu al-Wasail bi Syarhi al-Masail : 38