ALASAN MEMBERI NAMA YANG BAIK UNTUK SI BUAH HATI

 NAMA BAYI             Manusia adalah makhluk Alloh yang sangat di muliakan, manusia di ciptakan dengan tujuh ke elokan yakni keindahan, kecantikan, penerangan, cahaya, kegelapan, kehalusan dan kelembutan. Adapun keindahan adalah untuk ruhnya, kecantikan untuk lidahnya,penerangan untuk wajahnya, cahaya untuk matanya, kegelapan untuk rambutnya, kehalusan untuk hatinya dan kelembutan untuk rahasianya. Maka dari itu manusia sebagai makhluk paling mlia dan terbagus dari seluruh makhluk Alloh swt.

Sebagai makhluk yang di muliakan dan dengan bentuk yang paling baik, maka sudah selayaknya manusia banyak bersyukur kepada Alloh dengan memperbanyak ibadah dan melaksanakan kewajiban juga meninggalkan laranganNya.

Juga masih ada karunia atau nikmat Alloh kepada manusia yang tak terhingga nilainya, yaitu di anugerahkanya anak keturunan bagi yang sudah di kehendakiNya, bagi orang tua, anak adalah anugerah amanah yang terindah. Lihatlah betapa banyak orang tua yang mendambakan anak tapi masih di beri kepercayaan oleh yang maha kuasa, dengan berbagai jalan dan cara di usahakan, bahkan sampai mengeluarkan biaya yang begitu besar untuk mendapatkannya.

Oleh karena itu, janganlah menyia nyiakan anak, didiklah dengan pengetahuan ilmu baik agama maupun ilmu umum dan ajarilah dengan akhlak yang baik agar bisa berperilaku baik terhadap dirinya sendiri,orang tua, oranglain dan kepada sang penciptanya. Sebagai orang tua yang sdah mempunyai anak, maka di bebankanlah kepadanya tanggung jawab dan kewajiban kewajiban yang harus di penuhi, karena apabila tidak, maka sang anak boleh menuntut kepada orang tuanya.

Diantara kewajiaban orang tua kepada anak yang harus di lakukan adalah ada 4 hal, yang paling pertama adalah memeberi nama yang baik kepada seorang anak. Sehingga apabila seorang anak terlanjur di beri nama yang tidak baik maka orang tua harus menggantinya.

Walau shakespeare mengatakan “ apalah arti sebuah nama” tapi tidak bis adi pungkiri kalau nama itu bisa menunjukan identitas diri, keluarga, bangsa juga agama. Juga nama bisa memudahkan untuk saling berkomunikasi dan membedakan masing masing manusia.

Di dalam islam, nama sangatlah penting untuk manusia, sebab nama menjadi do’a untuk orang yang di namai dan juga mengandung unsur harapan, dengan sering di ucapkan oleh orang banyak, maka makna yang terkandung dalam nama dapat mensuport bagi si empunya untuk berperilaku sebagaimana yang terkandung di dalam namanya.

Semisal orang tua memberi nama pada anaknya dengan nama Muhammad atau Ahmad, itu berarti mendo’akan agar anaknya menjadi orang yang terpuji menurut Alloh, atau mudah mudahan anak itu tersugesti untuk bersikap dan berakhlak dengan meneladani Nabi Muhammad Saw.

Nama juga dapat membedakan bagi masing masing pemiliknya di hadapan Alloh besok di hari kiamat, karena Alloh akan memanggil hambanya berdasarkan namanya masing masing.

Hal ini sebagaimana yang di jelaskan oleh Rosululloh Saw. :

انكم تدعون يوم القيامة بأسمائكم وأسماء أبائكم فحسنوا أسمائكم

“Innakum tud’auna yaumal qiyamati bi asma ikum wa asma i aba ikum, fa hassinu asma ukum”.

“Sesungguhnya kalian pada hari kiamat akan di panggil dengan nama nama kalian dan nama nama orang tua kalian, maka dari itu baguskanlah nama nama kalian”.(HR. Muslim dan Dawud).

Sebaiknya sebagai orang tua, janganlah kita ikut ikutan pada sebagia orang tua dalam memberi nama anak, yang mana mereka meniru nama nama dari orang barat yang tidak jelas artinya untuk menamai anak anak mereka, karena menurut mereka nama orang barat sangat keren dan tidak dengan memandang buruk baiknya sebuah nama.

Padahal orang tua wajib memberi nama yang baik kepada anaknya, seperti yang di sabdakan oleh Rosululloh saw. :

حق الولد علي والده أن يحسن إسمه

“Haqqul waladi ‘ala walidihi an yuhsina ismahu……..”.

“Hak anak atas orang tuanya adalah mendapatkan nama yang baik”.(HR.Baihaqi, Abu Nu’aim dan Dailami).

Seperti telah di sampaikan di atas, bahwa apabila orang tua terlanjur memberi nama yang tidak baik pada anaknya maka wajib bagi orang tua itu untuk mengubahnya dengan nama yang baik. Hal ini sudah di contohkan oleh Nabi Saw. Kepada para shohabat yang namanya tidak baik, kemudian Rosul menggantinya.

Sayyidah ‘Aisyah mengungkapkan bahwa Nabi Saw selalu mengganti nama yang buruk :

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يغير الإسم القبيح

“Anna Rosulallohi shollallohu ‘alaihi wa sallama kana yughoyyirul isma al qobiha”.

“Sesungguhnya Nabi saw itu selalu mengganti nama yang buruk.(HR. Turmudzi).

Adapaun nama nama yang pernah di ganti oleh Rosululloh Saw adalah :

Aashiah yang berarti tukang maksyiyat di ganti menjadi Jamilah yang erarti cantik

Hazn yang berarti sedih di ganti menjadi Farh yang berarti gembira

Harb yang berarti perang di ganti menjadi silm yang berarti damai

Dan masih banyak lagi nama nama yang pernah di ganti oleh Rosululloh Saw.

Menurut ajaran islam ada kategori baik dan buruknya nama, kemudian ini di kelompokan menjadi empat kategori yaitu :

1. Nama yang terbaik

Adalah nama nama yang di sukai leh Alloh. Adapun nama nama yang di sukai oleh Alloh adalah Abdulloh dan Abdurrohman

Rosululloh saw bersabda :

أحب الأسماء إلي الله عبد الله و عبد الرحمن

“Ahabbul a’sma i ilallohi ‘Abdullohi wa ‘Abdurrohmani”.

“Nama nama yang paling di cintai oleh Alloh adalah Abdulloh dan Abdurrohman”.(HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Kemudian yang termasuk kategori nama yang baik adalah Asmaul Husna yang di dahului oleh lafadz Abdun yang berarti hamba, seperti Abdurrohim, Abdul Malik,Abdul Qudus dan seterusnya.

Rosululloh Saw bersabda :

أحب الأسماء إلي الله ما تعبد له

“Ahabbul asma i ilallohi ma tu’ubbida lahu”.

“Nama nama yang paling di cintai Alloh adalah nama yang menunjukan penghambaan diri kepada Alloh”.(HR. At Thobaroni).

2. Nama yang baik

Bersambung……