PAHALA BERIBADAH DI MALAM DUA HARI RAYA(IDUL FITRI DAN IDUL ADLHA)

PAHALA IBADAH DI MALAM HARI RAYA

  dul       Malam kedua hari raya (‘Idul Fitri dan ‘Idul Adlha) banyak di lupakan oleh kalangan sendiri, padahal malam hari raya adalah malam yang sangat istimewa untuk beribadah kepada Alloh swt, baik dengan bertakbir, tahmid, dzikir dan membaca al Qur’an.

Rosululloh saw bersabda :

عن أبي أمامة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال مَنْ قَامَ لَيْلَتَيِ الْعِيْدِ مُحْتَسِبًا لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوْتُ الْقُلُوبُ

“Dari Abi Umamah ra. Dari Nabi saw. Bersabda : “Barang siapa beribadah pada malam hari raya, baik hari raya fitri atau hari raya haji(dengan memperbanyak takbir atau sholat malam atau membaca al Qur’an dan yang lain) dengan tujuan mencari keridloan Alloh, maka(hatinya selalu hidup) tidak mati di hari yang kebanyakan orang orang hatinya mati”.(HR Ibnu Majah)

Sedangkan keadaan hati itu sama dengan keadaan jasad kita, ada matinya, ada hidupnya, ada sakitnya, ada sehatnya.

Di terangkan bahwa seseorang yang bertaqwa kepada Alloh swt, dan selalu ingat kepadaNya. Itulah orang yang hatinya selalu hidup. Sebaliknya orang yang kafir tidak beriman kepada Alloh adalah orang yang hatinya mati walaupun jasadnya hidup.

Orang yang selalu berdzikir kepada Alloh dan menjalankan perintah perintah Alloh serta selalu menjauhi larangan Alloh itulah orang yang hatinya selalu sehat, dan sebaliknya orang yang selalu bermaksiat dan tidak menghiraukan perintah perintah Alloh dan selalu menerjang larangan larangan Nya itulah orang yang hatinya sakit dan perlu untuk segera di obati dengan bertaubat nasuha kepada Alloh saw.