PERBEDAAN PENDAPAT ULAMA TENTANG HAJI AKBAR DALAM SURAT AT TAUBAH AYAT 3

sholeh

Bissmillah

وَأَذَانٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الْأَكْبَرِ أَنَّ اللَّهَ بَرِيءٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ۙ وَرَسُولُهُ ۚ فَإِنْ تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ الَّذِينَ كَفَرُوا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Dan (inilah) suatu permakluman dari Alloh dan RosulNya kepada umat manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Alloh dan RosulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertaubat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu, dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Alloh. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. (surat At-Taubah ayat 3)


Sebenarnya apa pengertian dari haji akbar di ayat ini ?

Sayyidina Ali bin Abi Tholib pernah bertanya kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam tentang hari Haji Akbar.
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam menjawab :

“(Haji Akbar) itu adalah hari Nahr.” (HR. Tirmidzi).

Abu Daud meriwayatkan dengan sanad yang shohih, bahwa Rosululloh saw ketika melaksanakan haji, beliau berhenti di antara tempat melempar jumroh pada hari Nahr, lalu beliau bertanya, “Hari apa ini?” Mereka menjawab, “Hari Nahr.” Maka Rosululloh berkata :

“Ini adalah Haji Akbar.”

Ada beberapa pendapat ulama.tentang haji akbar yaitu sebagaimana berikut ini :
* Pendapat yang rnengatakan hari haji akbar adalah hari Arofah.
* Pendapat yang rnengatakan hari haji akbar adalah hari Nahar (hari Idul Adha).
* Pendapat yang rnengatakan, bahwa hari haji akbar adalah hari kedua dari hari Nahar.
* Pendapat yang rnengatakan, bahwa haji akbar adalah haji qiron, sedangkan haji asghor adalah haji ifrod.
* Pendapat yang rnengatakan, bahwa hari haji akbar adalah seluruh hari-hari haji.
* Sebagian ulama berpendapat, bahwa haji akbar adalah hari Arofah, dan haji asghor adalah hari Nahar.
* Sebagian ulama lainnya berpendapat, haji akbar adalah haji, dan haji asghor adalah umrah.

Di dalam sebuah hadits, dari Abu Hurairah ra, ia mengatakan, “Abu Bakar As Siddiq ra mengutusku ketika musim haji yang diperintahkan Rosul sebelum musim haji wada’, bersama sekelompok kaum muslim. Mereka mengumumkan kepada masyarakat pada
hari nahr (Idul Adha) :

ﻻ ﻳﺤﺞ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻌﺎﻡ ﻣﺸﺮﻙ ﻭﻻ ﻳﻄﻮﻑ ﺑﺎﻟﺒﻴﺖ ﻋﺮﻳﺎﻥ

“Setelah tahun ini, orang musyrik tidak boleh berhaji dan orang yang telanjang tidak boleh lagi thowaf di ka’bah.” (HR. Muslim).

Berdasarkan ayat dan hadits di atas, maka makna hari haji akbar adalah hari dimana Abu Bakar
bersama kaum muslim yang lain, mengumumkan kepada masyarakat Mekah bahwa orang musyrik tidak boleh lagi melakukan haji di ka’bah. Ini menunjukkan bahwa hari haji akbar adalah hari nahr (Idul Adha), karena pengumuman tersebut dilakukan pada saat Idul Adha.

Imam An-Nawawi menjelaskan dalam Syarh Shohih Muslim, bahwa Ibnu Syihab mengatakan :
“Humaid bin Abdurrahman mengatakan, ‘Hari nahr (Idul Adha) adalah hari haji akbar,
berdasarkan hadits Abu Hurairah ra di atas.”

Kemudian Imam An-Nawawi memberi keterangan :

ﻣﻌﻨﻰ ﻗﻮﻝ ﺣﻤﻴﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻗﺎﻝ
ﻭﺃﺫﺍﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺤﺞ ﺍﻷﻛﺒﺮ
ﻓﻔﻌﻞ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﻭﻋﻠﻲ ﻭﺃﺑﻮ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ
ﻫﺬﺍ ﺍﻷﺫﺍﻥ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻨﺤﺮ ﺑﺈﺫﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ

“Makna perkataan Humaid bin Abdirrohman, firman Alloh ‘Pengumuman dari Alloh dan rosul
Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar,
…’ kemudian penyampaian pengumuman ini dilakukan Abu Bakar, Ali bin Abi Tholib, Abu
Hurairoh, dan para shohabat yang lainnya pada saat hari Idul Adha, dengan izin dari Nabi
shollallohu ‘alaihi wa sallam.” (Syarh Shohih Muslim karya An-Nawawi, 9:116).

Imam An-Nawawi juga mengatakan :

“Ulama berselisih pendapat mengenai apa yang dimaksud hari haji akbar. Ada yang mengatakan,
hari Arofah. Sementara Imam Malik, Imam Syafi’i, dan mayoritas ulama berpendapat bahwa
haji akbar adalah hari Nahr (Idul Adha. Sebagian ulama menjelaskan, ‘Dinamakan hari haji akbar, untuk membedakannya dengan haji Asghor, yaitu umroh.” (Syarh Shohih Muslim karya
An-Nawawi, 9:116).

Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan :

“Ulama berbeda pendapat tentang makna haji asghor.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa haji asghor adalah umroh. Ada juga yang mengatakan, ‘Haji asghor adalah hari arofah (9 Dzulhijjah) dan haji akbar adalah Idul Adha’. Karena di hari Idul Adha merupakan penyempurna kegiatan manasik haji yang belum dilakukan.” (Fathul Bari Syarh Shohih Bukhori, 8:321).

Dari keterangan di atas, dapat kita simpulkan bahwa penamaan haji akbar pada dasarnya adalah untuk membedakan dengan umroh atau dengan kegiatan haji yang lain. Sehingga tidak ada hubungannya dengan wukuf yang jatuh pada hari jumat.

Disebutkan dalam Tuhfatul Ahwadzi Syarh Jami’ Tirmidzi :

ﻗﺪ ﺍﺷﺘﻬﺮ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻌﻮﺍﻡ ﺃﻥ ﻳﻮﻡ ﻋﺮﻓﺔ ﺇﺫﺍ ﻭﺍﻓﻖ ﻳﻮﻡ
ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺤﺞ ﺣﺠﺎ ﺃﻛﺒﺮ ﻭﻻ ﺃﺻﻞ ﻟﻪ

“Terkenal di tengah masyarakat awam, bahwa hari arofah, apabila bertepatan dengan hari jumat maka hajinya adalah haji akbar. Dan ini adalah pendapat yang tidak ada dasarnya.” (Tuhfatul Ahwadzi Syarh Turmudzi, Juz 4 hal. 27).

Surat At-Taubah ayat 3 yaitu :

( وأذان من الله ورسوله إلى الناس يوم الحج الأكبر أن الله بريء من المشركين ورسوله فإن تبتم فهو خير لكم وإن توليتم فاعلموا أنكم غير معجزي الله وبشر الذين كفروا بعذاب أليم

Di tafsiri dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir bahwa :

( يوم الحج الأكبر ) وهو يوم النحر الذي هو أفضل أيام المناسك وأظهرها وأكثرها جمعا

Haji akbar adalah haji yang bertepatan dengan hari nahar (10 Dzul Hijjah) yakni hari yang paling utama , dan paling ramai dalam ibadah haji

Dan dalamTafsir Al Qurthubi di jelaskan :

الثانية : واختلف العلماء في الحج الأكبر ، فقيل : يوم عرفة . روي عن عمر وعثمان وابن عباس وطاوس ومجاهد . وهو مذهب أبي حنيفة ، وبه قال الشافعي . وعن علي وابن عباس أيضا وابن مسعود وابن أبي أوفى والمغيرة بن شعبة أنه يوم النحر . واختاره الطبري . وروى ابن عمر أن رسول الله صلى الله عليه وسلم وقف يوم النحر في الحجة التي حج فيها فقال : أي يوم هذا فقالوا : يوم النحر ، فقال : هذا يوم الحج الأكبر . أخرجه أبو داود . وخرج البخاري عن أبي هريرة قال : بعثني أبو بكر الصديق رضي الله عنه فيمن يؤذن يوم النحر بمنى : لا يحج بعد العام مشرك ولا يطوف بالبيت عريان . ويوم الحج الأكبر يوم النحر . وإنما قيل ( الأكبر ) من أجل قول الناس : الحج الأصغر . فنبذ أبو بكر إلى الناس في ذلك العام ، فلم يحج عام حجة الوداع الذي حج فيه النبي صلى الله عليه وسلم مشرك . وقال ابن أبي أوفى : يوم النحر يوم الحج الأكبر ، يهراق فيه الدم ، ويوضع فيه الشعر ، ويلقى فيه التفث ، وتحل فيه الحرم . وهذا مذهب مالك ؛ لأن يوم النحر فيه كالحج كله ؛ لأن الوقوف إنما هو ليلته ، والرمي والنحر والحلق والطواف في صبيحته . احتج الأولون بحديث مخرمة أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : يوم الحج الأكبر يوم عرفة . رواه إسماعيل القاضي . وقال الثوري وابن جريج : الحج الأكبر أيام منى كلها . وهذا كما يقال : يوم صفين ويوم الجمل ويوم بعاث ، فيراد به الحين والزمان لا نفس اليوم . وروي عن مجاهد : الحج الأكبر القران ، والأصغر الإفراد . وهذا ليس من الآية في شيء . وعنه وعن عطاء : الحج الأكبر الذي فيه الوقوف بعرفة ، والأصغر العمرة . وعن مجاهد أيضا : أيام الحج كلها . وقال الحسن وعبد الله بن الحارث بن نوفل : إنما سمي يوم الحج الأكبر لأنه حج ذلك العام المسلمون والمشركون ، واتفقت فيه يومئذ أعياد الملل : اليهود والنصارى والمجوس . قال ابن عطية : [ ص: 11 ] وهذا ضعيف أن يصفه الله عز وجل في كتابه بالأكبر لهذا . وعن الحسن أيضا : إنما سمي الأكبر لأنه حج فيه أبو بكر ونبذت فيه العهود . وهذا الذي يشبه نظر الحسن . وقال ابن سيرين : يوم الحج الأكبر العام الذي حج فيه النبي صلى الله عليه وسلم حجة الوداع ، وحجت معه فيه الأمم .

Bahwa ulama berbeda pendapat mengenai hari apa sebenarnya haji akbar :

~ Ada yang mengatakan yaitu hari ‘arofah (9 Dzul Hijjah), yaitu pendapatnya madzhab Abu Hanifah dan pendapat Imam Syafi’i
~ Ada yang berpendapat yaitu hari nahr (10 Dzul Hijjah), yaitu menurut qoulnya Ibnu Abi Aufa dan didukung oleh madzhab Maliki.
Dan tidak dijelaskan pendapat dari madzhab Hanabilah disini.
~ Menurut Ibnu Sirin bahwa haji akbar adalah haji dimana Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam melakukan haji wada’ dengan diikuti para shohabat dan umat muslim pada waktu itu

Tafsir At Thobari juga menjelaskan :

وأما قوله : ( يوم الحج الأكبر ) ، فإن فيه اختلافا بين أهل العلم .

فقال بعضهم : هو يوم عرفة .

Dalam tafsir ini juga terdapat khilaf, ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa haji akbar yaitu haji yang bertepatan dengan hari ‘arofah

Tafsir Al Jalalain juga menjelaskan bahwa haji akbar adalah hari nahar :

( وأذان ) إعلام ( من الله ورسوله إلى الناس يوم الحج الأكبر ) يوم النحر ( أن ) أي بأن ( الله برئ من المشركين ) وعهودهم ( ورسوله ) برئ أيضا “” وقد بعث النبي صلى الله عليه وسلم عليا من السنة وهي سنة تسع فأذن يوم النحر بمنى بهذه الآيات وأن لا يحج بعد العام مشرك ولا يطوف بالبيت عريان “” رواه البخاري ( فإن تبتم ) من الكفر ( فهو خير لكم وإن توليتم ) عن الإيمان ( فاعلموا أنكم غير معجزي الله وبشر ) أخبر ( الذين كفروا بعذاب أليم ) مؤلم وهو القتل والأسر في الدنيا والنار في الآخرة .

Diluar itu semua, tentu haji akbar dan asghor tidaklah semuanya menjadi penting ketika tidak di dasari dengan niatan yang suci untuk bisa pergi ke tanah yang suci, oleh karenanya, mari kita berdo’a, mudah mudahan kita semua bisa memenuhi panggilan dari yang maha suci dengan niat yang suci untuk pergi ibadah ke tanah suci. Amiin…..