TELADAN KEGIGIHAN ULAMA SALAF DI SAAT MENCARI ILMU BELAJAR AGAMA

Kegigihan para ulama’ salaf ketika mencari ilmu

  1. Abu Yusuf berkata :

“Putraku meninggal dan aku tidak menghadiri pemakamannya, kutinggalkan dia kepada kerabat dan tetanggaku karena aku kuatir tertinggal pelajaran dari Abu Hanifah, dimana penyesalan karena tertinggal pelajaran tidak bisa hilang dariku. ”

#Manaqib Abu Hanifah (1/472)

 

  1. Abu Ja’far bin Nufail berkata :

“Ahmad bin Hambal dan Yahya bin Ma’in mendatangi kami, kemudian Yahya merangkulku sambil bertanya :

“wahai abu ja’far apakah engkau pernah membaca didepan ma’qol bin ubaidillah dari dari ‘atho’, bahwa paling sedikitnya waktu orang yg haid adalah sehari ?”

Ahmad bin Hambal berkata : “Mengapa kau tidak duduk dulu !”

Yahya menjawab : “aku khawatir wafat sebelum mendengar jawaban dari Ja’far.”

#Tarikh dimasyqo (32/353)

 

  1. Muhammab bin Hubaib berkata :

“Kami dulu menghadiri majlisnya Abi Ishaq ibrahim bin ali al hujaimi untuk mendengarkan hadits, dan beliau biasanya duduk di teras atas rumahnya.

Jalan-jalan besar daerah Hujaim penuh sesak dengan manusia yg menghadiri majlis beliau utk mendengarkan haditsnya .

Biasanya saya bangun di waktu sahur dan ternyata di sana orang2 telah mendahuluiku dan mereka telah mengambil tempat masing2.

Tempat yg digunakan duduk oleh orang2 itu dihitung dan diperkirakan jumlahnya sekitar 30. 000 tempat duduk.”

#Al Jaami’ liakhlaqir rowi (2/57)

 

  1. Ibnu Syihab Az Zuhri berkata :

“Dalam jangka waktu 45 tahun aku sering pulang pergi antara negara Syam dan Hijaz, maka tidaklah ku temukan satu hadits yg kuangggap jauh tempatnya!”

#Hilyatul auliya’ (3/362)

 

  1. Yahya bin Sa’id al qotton berkata :

“Dulu biasanya aku berangkat belajar sebelum pagi dan aku tidak pulang dari belajar sampai waktu Isya’ ”

#Al Jami’ liakhlaqir rowi (1/150)

 

  1. Dikisahkan dari Tsa’lab -ahli bahasa- beliau tidak pernah berpisah dari kitab utk belajar. ketika seseorang mengundangnya utk hadir di rumahnya, maka beliau memberikan syarat yaitu disediakan tempat khusus yang agak luas agar bisa meletakkan kitab untuk membaca.

#Al hits ala tolabil ilmi ص76)

 

  1. Umar bin Hafs al asyqor berkata :

“Kami dulu bersama Al Bukhori di bashroh untuk menulis, kemudian dalam beberapa hari kami kehilangan beliau, lalu kami temukan beliau dalam sebuah rumah dalam keadaan telanjang dan telah habis semua miliknya, akhirnya kami mengumpulkan uang untuk beliau dan kami memberikan pakaian untuknya”

#Tarikh Dimasyqo (52/58)

 

  1. Al Hafidz abdurrahman bin Yusuf berkata :

“Aku pernah meminum air seniku sendiri sebanyak lima kali, ketika aku belajar hadits ”

al khotib berkata : “beliau melakukan hal itu karena darurat, dalam perjalanan dan tidak ada air sama sekali ”

#Tarikh Baghdad (10/280)

 

  1. Kholaf bin Hisyam berkata :

“Aku pernah kesulitan pada satu bab dari ilmu nahwu, maka ku infakkan uangku sebanyak 80.000 dirham hingga akhirnya aku mahir dalam bab yg sulit itu”

#Siyaru a’lamin nubala’ (10/578)

 

  1. Imam ahmad bin hambal berkata :

“Seringkali aku ingin berangkat pagi2 sekali ke majlis hadits tapi ibuku memegang bajuku dan berkata :

“Jangan pergi dulu sampai orang2 adzan dan sampai pagi menjelang ”

dan seringkali aku berangkat pagi2 sekali ke majlisnya Abi Bakar bin ‘iyasy dan selainnya. ”

#Al Jami’ liakhlaqir rowi (1/151)