KEBERSAMAAN

  1. gusdur(HAUL PRESIDEN RI GUS DUR)
  2. I.                     Allah menciptakan manusia dengan berbagai macam watak, untuk mewujudkan kebersamaan arah kehidupan maka Allah mengutus Rasul-Nya dengan dibekali buku panduan hidup (Al-Qur’an).

Allah berfirman dalam surat Al-Anfal ayat 63 :

imagesBERSATU

لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِى اْلأَرْضِ جَمِيْعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَلَكِنَّ اللهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ. (الأنفال : ٦٣)

Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. AL-Anfal : 63)

Manusia dengan wataknya tidak akan mampu mewujudkan kebersamaan tanpa mengikuti aturan Allah dan Rasul-Nya.

 

  1. II.                   Manusia adalah satu-satunya makhluk Allah yang disempurnakan dengan otak sehingga Allah menciptakan semuanya untuk manusia dan Allah menguji bagaimana manusia menggunakan otaknya.

 

  1. III.                 Diantara materi ujian ada pengaruh dari makhluk lain yang sengaja diciptakan oleh Allah untuk mengetahui mana manusia yang betul-betul menggunakan otaknya.

 

Rasulullah SAW bersabda :

 

إِنَّ لِلشَّيْطَانِ لَمَّةً بِإِبْنِ آدَمَ، وَلِلْمَلَكِ لَمَّةً، فَأَمَّا لَمَّةُ الشَّيْطَانِ فَإِيْعَادٌ بِالشَّرِّ وَتَكْذِيْبٌ بِالْحَقِّ، وَأَمَّا لَمَّةُ الْمَلَكِ فَإِيْعَادٌ بِالْخَيْرِ وَتَصْدِيْقٌ بِالْحَقِّ، فَمَنْ وَجَدَ ذلِكَ فَلْيَعْلَمْ أَنَّهُ مِنَ اللهِ تَعَالى فَلْيَحْمَدِ اللهَ، وَمَنْ وَجَدَ اْلأُخْرى فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ. (رواه الترمذى)

Sesungguhnya syetan itu mempunyai jerat-jerat untuk manusia dan Malaikat juga mempunyai bimbingan. Adapun jerat-jerat syetan itu adalah menjanjikan kebaikan dalam perbuatan yang buruk dan mendustai kebenaran. Sedangkan bimbingan malaikat adalah menjanjikan kebaikan dalam perbuatan yang baik, dan membenarkan kebenaran. Maka barangsiapa yang memperoleh bimbingan malaikat itu, ketahuilah bahwa sesungguhnya itu adalah semata-mata dari Allah, dan memujilah kepada Allah. Dan barangsiapa yang memperoleh yang lain, maka berlindunglah kepada Allah dari godaan syetan.” (HR. AT-TURMUDZI)

 

  1. IV.                Untuk meraih kemenangan, alat yang pasti ampuh adalah iman dan BEGINILAH SEHARUSNYA ORANG YANG BERIMAN (beberapa sabda Rasulullah tentang iman)

 

Rasulullah SAW bersabda :

 

١.    قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

اْلإِيْمَانُ مَعْرِفَةٌ بِالْقَلْبِ، وَقَوْلٌ بِاللِّسَانِ، وَعَمَلٌ بِاْلأَرْكَانِ. (رواه الطبرانى)

     

  1. Rasulullah SAW bersabda :

Iman itu ma’rifat dengan hati, ucapan dengan lisan, dan amal dengan anggota badan.” (HR. AT-THOBARONI)

 

٢.    قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

إِنَّ لآ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ كَلِمَةٌ أَلَّفَ اللهُ بِهَا قُلُوْبَ الْمُؤْمِنِيْنَ، فَمَنْ قَالَهَا وَأَتْبَعَهَا بِالْعَمَلِ الصَّالِحِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَمَنْ قَالَهَا وَأَتْبَعَ بِالْفُجُوْرِ فَهُوَ مُنَافِقٌ. (رواه الإمام ابو الربيع)

 

  1. Rasulullah SAW bersabda :

Sesungguhnya kalimat “Laa ilaaha illallah” adalah kalimat yang digunakan oleh Allah untuk menjinakan hati orang-orang yang beriman. Maka barangsiapa yang mengucapkannya lalu diikuti dengan amal sholeh berarti ia orang mu’min sejati dan barangsiapa yang mengucapkannya lalu diikuti dengan perbuatan yang jahat berarti ia orang munafik.” ( HR. IMAM ABU ROBI’)

 

٣.   قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَخْلَصَ قَلْبَهُ لِلإِيْمَانِ، وَجَعَلَ قَلْبَهُ سَلِيْمًا، وَلِسَانَهُ صَادِقًا، وَنَفْسَهُ مُطْمَئِنَّةً، وَخَلِيْقَتَهُ مُسْتَقِيْمَةً. (رواه ابن حبان)

  1. Rasulullah SAW bersabda :

Sungguh bahagia orang yang memurnikan hatinya untuk iman, dan menjadikan hatinya selamat, lisannya jujur, jiwanya tenang dan akhlaknya lurus.

(HR. IMAM IBNU HIBBAN)

 

٤.   عَنْ أَبِى شُرَيْخٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، قَالُوْا : لَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ، مَنْ هُوَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ : مَنْ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ. (رواه البخارى)

  1. Diriwayatkan dari shohabat Abi Syuraih R.A. meriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda : “Demi Allah tidak beriman, Demi Allah tidak beriman, Demi Allah tidak beriman.” Shahabat bertanya : “Sungguh merugi dia, siapakah sebenarnya dia wahai Rasulallah ?” Rasulullah menjawab : “Orang-orang yang suka mengganggu tetangganya.” (HR. IMAM BUKHORI)

 

٥.    قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

لاَ إِيْمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَةَ لَهُ (رواه أحمد)

 

  1. Rasulullah SAW bersabda :

Tidak sempurna imannya orang yang tidak bisa dipercaya.”

(HR. IMAM AHMAD)

  1. V.                  Dengan usaha mewujudkan kesemuanya itu, akan wujudlah kebersamaan. Rasulullah SAW bersabda :

 

اَلْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ

Kebersamaan adalah pembawa Rahmat dan bercerai berai membawa Adzab.

Dengan rahmat Allah maka dapat meraih kemenangan.