ZAKATNYA ISTRI YANG DI NIKAHI DI MALAM IDUL FITRI DAN MENZAKATI SAUDARA YANG SUDAH DEWASA

 

NERIMA ZAKAT                  Ada seseorang wanita yang di dalam setiap tahunya selalu di tanggung zakatnya oleh salah satu dari sudaranya, padahal dia sudah dewasa.

Di ‘idul fitri romadlon ini bertepatan pada malam takbiran, dia akan melangsungkan akad nikah dengan calon suaminya.

Sungguh dia menjadi menjadi bingung, karena sebenarnya, apakah zakatnya dia boleh di tanggung oleh saudaranya walau dia sudah dewasa?

Dan apakah setelah sah menjadi istri di malam idul fitri ini dia akan di zakati oleh suaminya atau oleh saudaranya seperti biasanya?

Dalam bab zakat fitrah dijelaskan bahwa anak atau orang tua yang kaya atau mampu mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya sendiri, maka tidak ada kewajiban mengeluarkan zakat atas namanya bagi orang yang mempunyai hubungan kerabat terhadap mereka, terlebih orang lain, karena pada saat demikian mereka tidak wajib untuk diberi nafkah. Oleh karena itu, apabila seorang adik telah mampu menghidupi dirinya sendiri; seorang kakak yang mengeluarkan zakat fitrah atas nama adiknya haruslah mendapat izin dari sang adik.

Hal ini sama dengan kasus seorang anak yang telah dewasa serta mampu mencari nafkah untuk dirinya sendiri, lantas apabila ayahnya mengeluarkan zakat atasnya dari harta ayahnya sendiri maka si ayah haruslah mendapat izin atau meminta izin kepadanya, karena pada saat demikian ayah tidak berhak bertindak sendiri dalam halnya.

Dan apabila mengeluarkan zakat atasnya tanpa ada izin darinya maka hal itu tidaklah sah sebagai zakat atas namanya, dan kewajiban zakat belumlah gugur darinya.

Di terangkan juga dalam referensi yang lain bahwa orang yang sudah besar maka tidak wajib bagi orang lain menanggung nafaqohnya atau wali untuk mengeluarkan zakat atasnya.dan umpama si wali tersebut mengeluarkan zakat atasnya maka kewajiban zakat belum bisa gugur kecuali dengan idzin orang yang sudah besar tersebut.

Sedangkan untuk masalah apakah si wanita di atas di zakati oleh suaminya atau oleh saudaranya, keteranganya adalah sebagaimana berikut ini :

Patokan wajibnya mengeluarkan zakat fitrah, salah satunya adalah dengan sebab terbenamnya matahari pada malam Idul Fitri di bulan Romadlon, artinya dengan sebab menjumpai bagian (waktu) akhir bulan Romadlon dan bagian (waktu) pertama bulan Syawwal. Maka dengan demikian, orang yang meninggal setelah terbenamnya matahari, anak yang lahir sebelum matahari terbenam, istri yang dinikahi sebelum matahari terbenam, dan lain sebagainya itu wajib dikeluarkan zakatnya.

Dan tidak wajib dikeluarkan zakat darinya yaitu anak yang lahir setelah matahari terbenam, orang yang meninggal sebelum matahari terbenam, istri yang dinikahi setelah terbenamnya matahari, dan apa-apa yang terjadi setelah matahari terbenam atau bersamaan dengan terbenamnya matahari dari masuk Islam, memiliki budak, dan mempunyai kekayaan.

Oleh karena itu, suami tersebut tidak berkewajiban mengeluarkan zakat atas nama istrinya yang baru dinikahi pada malam Idul Fitri, karena dia (istri) tidak menjumpai dua bagian waktu (akhir Romadlon & awal Syawwal) bersama suaminya.

Referensi :

منهاج القويم ص 111 :

بخلاف الولد الغني والوالد الغني أو القادر على الكسب، إذ لا تجب نفقتهما حينئذ. إهـ

فتح المعين مع حاشية إعانة الطالبين الجزء الثاني ص 170 :

ولا عن ولد كبير قادر على كسب.

قوله: ولا عن ولد كبير، معطوف أيضا على زوجة ناشزة؛ أي ولا تجب عن ولد كبير على أبيه بل تجب عليه، فلو أخرجها عنه أبوه من ماله لا تسقط عنه إلا بإذنه لعدم إستقلاله. إهـ

ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺮﺡ ﺍﻟﻤﻤﺘﻊ – ﺝ 10 ﺹ 10 :

ﻭﻫﺬﺍ ﺗﺴﻠﻴﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ – ﺭﺣﻤﻬﻢ ﺍﻟﻠﻪ – ﺃﻥ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﺨﺎﻃﺐ ﺑﺈﺧﺮﺍﺝ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﻋﻦ ﻧﻔﺴﻪ، ﻭﻗﺪ ﺳﺒﻖ ﺃﻥ ﻗﻠﻨﺎ: ﺇﻥ ﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺍﻟﺮﺃﻱ ﺍﻟﺮﺍﺟﺢ ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ. ﻭﻓﻬﻢ ﻣﻦ ﻗﻮﻟﻪ: “ﻭﻣﻦ ﻟﺰﻣﺖ ﻏﻴﺮﻩ ﻓﻄﺮﺗﻪ ﻓﺄﺧﺮﺝ ﻋﻦ ﻧﻔﺴﻪ ﺑﻐﻴﺮ ﺇﺫﻧﻪ ﺃﺟﺰﺃﺕ” ﺃﻥ ﻣﻦ ﺃﺧﺮﺝ ﻋﻤﻦ ﻻ ﺗﻠﺰﻣﻪ ﻓﻄﺮﺗﻪ ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﺑﺪ ﻣﻦ ﺇﺫﻧﻪ. إهـ

أسنى المطالب في شرح روض الطالب (1/ 389)

ِ قال الْقَاضِي لَا عن وَلَدٍ كَبِيرٍ له فَلَا تَسْقُطُ بِإِخْرَاجِهِ عنه إلَّا بِإِذْنِهِ لِعَدَمِ اسْتِقْلَالِهِ بِتَمْلِيكِهِ

ﻓﺘﺢ ﺍﻟﻤﻌﻴﻦ – ﺍﻟﻤﻠﻴﺒﺎﺭﻱ ﺍﻟﻬﻨﺪﻱ – ﺝ – ٢ ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ١٩٠ -١٩١:

ﻭﺗﺠﺐ ﺍﻟﻔﻄﺮﺓ ﺃﻱ ﺯﻛﺎﺓ ﺍﻟﻔﻄﺮ - ﻋﻠﻰ ﺣﺮ - ﺑﻐﺮﻭﺏ ﺷﻤﺲ ﻟﻴﻠﺔ ﻓﻄﺮ ﻣﻦ ﺭﻣﻀﺎﻥ، ﺃﻱ ﺑﺈﺩﺭﺍﻙ ﺁﺧﺮ ﺟﺰﺀ ﻣﻨﻪ ﻭﺃﻭﻝ ﺟﺰﺀ ﻣﻦ ﺷﻮﺍﻝ. ﻓﻼ ﺗﺠﺐ ﺑﻤﺎ ﺣﺪﺙ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻐﺮﻭﺏ ﻣﻦ ﻭﻟﺪ، ﻭﻧﻜﺎﺡ، ﻭﻣﻠﻚ ﻗﻦ، ﻭﻏﻨﻰ، ﻭﺇﺳﻼﻡ. ﻭﻻ ﺗﺴﻘﻂ ﺑﻤﺎ ﻳﺤﺪﺙ ﺑﻌﺪﻩ ﻣﻦ ﻣﻮﺕ، ﻭﻋﺘﻖ، ﻭﻃﻼﻕ، ﻭﻣﺰﻳﻞ ﻣﻠﻚ. إهـ

توشيح على إبن قاسم ص 108 :

وحينئذ فتخرج زكاة الفطر عمن مات بعد الغروب وعمن ولد قبله ولو بلحظة دون من ولد بعده ودون من مات قبله ودون ما يحدث بعده أو معه من نكاح وإسلام وملك رقيق وغني فإنه لا يوجبها لعدم وجود ذلك وقت الوجوب. إهـ

إعانة الطالبين الجزء الثاني ص 168 :

وقوله ؛ ونكاح أي بأن عقد عليها بعد الغروب أو معه، فلا تجب زكاتها عليه لعدم إدراكها الجزأين عنده. إهـ