BATASAN BATASAN SAKIT YANG DI PERBOLEHKAN TIDAK BERPUASA

BATASAN BATASAN SAKIT YANG DI PERBOLEHKAN TIDAK BERPUASA

Batasan sakit yang boleh tarkus soim/tinggal puasa sebatas mana?

 PASAA

JAWABAN :

             Bagi orang yang sakit ada 3 keadaan, jika di pahami bahwa sakit tersebut menjadi berbahaya yang membolehkan tayamum maka makruh untuk berpuasa dan boleh ifthor(tidak puasa).

Jika jelas adanya bahaya yang di maksud atau menurut persangkaan yang kuat atau udzurnya sampai menjadikannya binasa atau hilangnya manfaat anggota tubuh maka haram utk berpuasa dan wajib ifthor.

Jika sakitnya ringan sekira tidak disalah pahami bahwa sakit tersebut berbahaya yang membolehkan tayammum maka haram untuk ifthor dan wajib berpuasa selagi tidak khawatir adanya tambahan pada sakit tersebut.

نهاية الزين ص 189

فللمريض ثَلَاثَة أَحْوَال إِن توهم ضَرَرا يُبِيح التَّيَمُّم كره لَهُ الصَّوْم وَجَاز لَهُ الْفطر

وَإِن تحقق الضَّرَر الْمَذْكُور أَو غلب على ظَنّه أَو انْتهى بِهِ الْعذر إِلَى الْهَلَاك أَو ذهَاب مَنْفَعَة عُضْو حرم الصَّوْم وَوَجَب الْفطر

وَإِن كَانَ الْمَرَض خَفِيفا بِحَيْثُ لَا يتَوَهَّم فِيهِ ضَرَرا يُبِيح التَّيَمُّم حرم الْفطر وَوَجَب الصَّوْم مَا لم يخف الزِّيَادَة وكالمريض الحصادون والملاحون والفعلة وَنَحْوهم

At-Taqrirat as- Sadidah fii al-Masail al-Mufidah hal. 451

المفطر السادس : وصول عين من منفذ مفتوح إلى الجوف قوله : { وصول عين } خرج به : الهواء ، فلا يضر وصول هواء إلى الجوف ، وكذلك مجرد الطعم والريح بدون عين فلا يفطر ما وصل منهما إلى الجوف

Perkara yang membatalkan puasa yang keenam yaitu sampainya benda (ain) melalui lubang tembus hingga ke perut.

Dikecualikan dari maksud benda (ain) apabila yang masuk berupa udara (hawa’), maka tidak berbahaya (tidak berpengaruh) terhadap keabsahan puasa. yakni puasanya tetap sah. begitu pula jika yang masuk hanya berupa rasa dan hanya berupa angin (rich) tanpa bendanya (ain), maka keduanya tidak membahayakan terhadap keabsahan puasa.

Leave your comment here: