HUKUM ORANG YANG HILANG KABAR BERITANYA(MAFQUD)

shilla                    Bencana alam yang beruntun melanda indonesia kerap menimbulkan permasalahan tersendiri. Misalnya seseorang yang menjadi mafqud(hilang kabarnya), tidak di ketahui di mana keberadanya, kapan akan kembali, dan apakah masih hidup ataukah sudah mati.

                   Ketidak jelasan tersebut menimbulkan masalah dalam rumah tangga, khususnya isteri yang perlu mendapatkan kepastian untuk menikah lagi dengan laki laki lain. Demikian pula ahli waris, yang butuh kepastian untuk mendapatkan warisanya. Sebab, jika isteri tersebut menikah lagi dengan laki laki lain atau harta warisanya telah di bagikan, di khawatirkan si Mafqud tiba tiba datang lagi.

Pertanyaan :

a. Berapa lamakah masa tangguh atas seorang Mafqud bagi isterinya untuk boleh menikah lagi dengan laki laki lain? Begitu pula ahli warisnya untuk mewarisi harta si mafqud?

b. Bagaimanakah bila si mafqud datang lagi, sedangkan isterinya telah menikah dengan lelaki lain, begitu juga hartanya sudah di bagi ke ahli warisnya?

Jawaban :

1. Masa tangguh bagi isteri dan ahli waris atas seorang mafqud adalah di perinci sebagai berikut :

A. Masa tangguh atas si mafqud bagi isteri untuk boleh menikah lagi dengan laki laki lain adalah ada tiga pendapat :

     1. Sampai terdapat kepastian si mafqud meninggal dunia

     2. 4 tahun dan 4 bulan 10 hari (masa ‘idah wafat)

     3. Sesuai keputusan hakim, baik karena Faskh maupun pelanggaran ta’liq talaq

B. Masa tangguh atas si mafqud bagi ahli waris untuk mewarisi harta nya terdapat dua pendapat :

     1. Sampai terdapat kepastian si mafqud meninggal dunia

     2. Sampai meninggalnya mayoritas orang orang yang se usia si mafqud itu.

2. Apabila si mafqud datang kembali, maka :

a. Bila isterinya telah menikah lagi dengan lelaki lain, maka ada 2 pendapat :

      1. Isteri tersebut tetap menjadi isteri suami yang baru, sebab pernikahanya dengan si mafqud sudah terputus dengan faskh atau keputusan hakim

      2. Si mafqud mempunyai dua opsi

          a. Menarik isterinya kembali yang sudah menikah dengan laki laki lain

          b. Merelakan isterinya menjadi isteri suami yang baru dengan kompensasi

                mahar mitsil yang harus di bayar suami baru tersebut kepadanya

b. Bila harta warisanya sudah di bagi ke ahli waris , maka ahli waris wajib mengembalikanya atau menggantinya apabila harta warisanya telah di habiskan.

Referensi :

Jami’ul Bayan juz 2 hal 527

Tanwirul hawalik juz 2 hal. 95

Roudlotuth Tholibin juz 8 hal. 400, 402, 403.

Fathul Bari juz 9 hal. 538

Tukhfatul Mukhtaj juz 10 hal. 456-457

Qolyubi juz 4 hal. 52