KEISTIMEWAAN HARI JUM’AT (Edisi 28 maret 2014)

nabi muhammadImam ad Dailami meriwayatkan sebuah hadits Marfu’ dari sayyidah ‘Aisyah Ra. Dia berkata :

أَخْرَجَ الدَّيْلَمِى عَنْ عَائسة مَرْفُوْعًا لَا يُفَقِّهُ الرَّجُلُ كُلَّ الْفِقْهِ حَتَّى يَتْرُكَ مَجْلِسَ قَوْمِهِ عَشِيَّةَ الْجُمْعَةِ

“Seseorang tidaka akan menguasai seluruh ilmu agama, kecuali jika ia meninggalkan tempat belajar kaumnya pada sore hari jum’at”.

Imam ad Daruquthni dalam al Ghorib meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Umar Ra dia berkata bahwa Rosululloh Saw bersabda :

“Barang siapa pergi ke masjid pada hari jum’at, lalu sholat empat roka’at, dalam setiap roka’atnya membaca surat al Fatihah sebanyak satu kali dan surat al al Ikhlas sebanyak lima puluh kali, maka dia tidak akan meninggal dunia kecuali telah melihat singgasananya di surga atau tempat tersebut akan di tunjukan kepadanya”.

KEISTIMEWAAN HARI JUM’AT (Edisi 29/11/2013)

azza wa jalla

Shodaqoh pada hari jum’at pahalanya di lipat gandakan begitu juga dosa kesalahan

أَخْرَجَ إِبْنُ أَبى شَيْبَةِ فِي الْمُصَنِّفِ عَنْ كَعْبٍ قَالَ الصَّدَقَةُ تُضَاعَفُ يَوْمَ الْجُمْعَةِ

“Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushonnif meriwayatkan sebuah hadits dari Ka’ab Ra. Bahwa Dia berkata : Shodakoh yang di lakukan pada hari jum’at pahalanya akan berlipat”.

أَخْرَجَ إِبْنُ أَبى شَيْبَةِ عَنْ كَعْبٍ قَالَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ تُضَاعَفُ فِيْهِ الْحَسَنَةُ والسَّيِّئَةُ

Ibnu Abi Syaibah juga meriwayatkan hadita lain dari Ka’ab Ra. Bahwa Dia berkata : Kebajikan dan kesalahan yang di lakukan pada hari jum’at akan berlipat”.

أَخْرَجَ الطَّبَرَنِى فِى الْأَوْسَطِ مِنْ حَدِيْثَا أَبِى هُرَيْرَةَ مَرْفُوْعًا تُضَاعَفُ الْحَسَنَاتُ يَوْمَ الْجُمْعَةِ

Imam Ath Thobarony dalam Al Ausath meriwayatkan sebuah hadits marfu’ dari Abi Hurairoh Ra. Bahwa Rosululloh Saw. Bersabda :Kebajikan yang di lakukan pada hari jum’at pahalanya akan berlipat”.

أَخْرَجَ حَمِيْدُبْنُ زَنْجَوِيْهِ فِيْ فَضَائِلِ الْأَعْمَالِ مِنْ طَرِيْقِ الْهَيْثَمِ بْنِ حَمِيْد قَالَ أَخْبَرَنِيْ أَبُوْ سَعِيْدِ قَالَ بَلَغَنِيْ أَنَّ الْحَسَنَةَ تُضَاعَفُ يَوْمَ الْجُمعَةِ وَالسَّيِّئَةِ تُضَاعَفُ يَوْمَ الْجُمْعَةِ

“Hamid bin Zanjawih dalam Fadloilul A’mal meriwayatkan sebuah hadits dari Hitsam bin Hamid, Dia meriwayatkan dari Abu Sa’id dan dia berkata : Aku mendengar bahwa kebajikan yang di lakukan pada hari jum’at pahalanya akan berlipat ganda begitu pula dengan(Dosa) kesalahan”.

أَخْرَجَ عَنِ المُسَيِّبِ بْنِ رَافِعِ قَالَ مَنْ عَمِلَ خَيْرًا فِيْ يَوْمِ الْجُمْعَةِ ضُعِّفَ بِعَشْرَةِ أَضْعَافٍ فِيْ سَائِرِ الْأَيَّامِ وَمَنْ عَمِلَ شَرًّا فَمِثْلُ ذَلِكَ

Musayyib bin Rofi’ berkata : Barang siapa yang berbuat kebajikan pada hari jum’at, maka pahalanya akan di lipat gandakan hingga sepuluh kali di bandingkan dengan kebajikan yang di lakukan pada hari hari biasa, begitu pula apabila berbuat kesalahan, dosanya juga akan di lipat gandakan hingga sepuluh kali lipat di bandingkan pada hari hari biasa”.

KEISTIMEWAAN HARI JUM’AT (lagi)

azza wa jalla

Syaikh hamid bin Zanjawih dalam dalam fadloilul A’mal dan Al Hafidz bin Abi Usamah dalam musnadnya meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas Ra.

Bahwa Rosululloh Saw. Bersabda :

 قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : أَلْجُمْعَةُ  حَجُّ الْمَسَاكِيْنِ

 

“Sholat jum’at adalah haji bagi orang orang miskin”.

Ibnu Zanjawih juga meriwayatkan hadits dari Sa’id bin Musayyib Ra.

Bahwa Rosululloh Saw, bersabda :

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لِلْجَمَعَةِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ حَجَّةِ تَطَوُّعٍ

 “Sholat Jum’at lebih aku sukai dari pada haji sunnah”.

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairoh Ra.

Bahwa Rosululloh Saw, bersabda :

لَا تَخُصُّوْا لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ بِقِيَامٍ مِنْ بَيْنِ لَيَالِي وَلَا تَخُصُّوا يَوْمَ الْجُمْعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ الْأَيَّامِ إِلَّا أَنْ يَكُوْنَ فِى صَوْمٍ يَصُوْمُه’ أَحَدُكُمْ

Janganlah kalian menghususkan malam jum’at untuk melakukan sholat malam, dan janganlah kalian menghususkan hari jum’at untuk berpuasa di antara hari hari yang lain, kecuali puasa wajib(qodlo)”.

Meskipun demikian, di temukan juga riwayat yang lain yang justru menjelaskan sebaliknya, hal itu dapat kita lihat dari hadits yang di riwayatkan oleh Al Khotib dari Imam Malik ra. Dia meriwayatkan dari Ismail bin Abi Uwais dan dia meriwayatkan dari isterinya puteri malik bin Anas Ra, bahwa ayahnya Malik Ra. Selalu menghidupkan malam jum’at.

 

SERATUS KEISTIMEWAAN HARI JUM’AT

Copy of DSC03250

Hari jum’at mempunyai keistimewaan yang sangat banyak,tetapi tidak semua orang islam mengetahuinya.

Di dalam kitab Al Luma’ah fi khoshoisil jumu’ah yang merupakan karya dari Syaikh Jalaluddin abdurrahman As Suyuthi atau yang lebih dikenal dengan Imam Suyuthi di tuliskan bahwa ada banyak sekali keistimewaan hari jum’at.yang di antaranya adalah:

1.Merupakan hari raya kaum muslimin

أَخْرَجَ إِبْنُ مَاحَةَ عَنْ إبْنِ عَبَاسٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلي الله عليه وسلم إنَ هذَا يَوْمُ عِيْدٍ جَعَلَهُ اللهُ للمُسْلِمِيْنَ فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمْعَةِ فَلْ يَغْتَسِلْ وَإِنْ كَانَ طَيِبًا فَلْيَمُسَ مِنْهُ وَعَلَيْكُمْ بِالسِوَاكِ

Imam ibnu majah meriwayatkan dari ibnu abbas Ra.bahwa Rosululloh saw.bersabda:

Sesungguhnya Alloh Swt.telah menjadikan hari ini (hari jum’at) sebagai hari raya bagi kaum muslimin,oleh karena itu jika hari jum’at maka hendaknya ia mandi,bila ia memiliki minyak wangi maka hendaknya ia juga memakainya dan hendaknya kalian bersiwak

Dan dalam hadits lain yang di riwayatkan oleh Imam At Thobarony dalam kitab Ausath Rosululloh Saw bersabda dalam khutbah jum’atnya:

“Wahai kaum muslimin,sesungguhnya Alloh Swt telah menjadikan hari ini sebagai hari raya untuk kalian,oleh karena itu hendaknya kalian mandi dan bersiwak”.