ANUGERAH WANITA YANG ISTIMEWA (Edisi NIFAS)

haidl

Nifas

Pengertian nifas :

             Nifas menurut bahasa adalah melahirkan, sedangkan menurut istilah syara adalah darah yang keluar melalui kemaluan wanita setelah melahirkan atau belum melebihi 15 hari setelahnya, bila darah tidak langsung keluar.

Adapun darah yang keluar saat melahirkan(darah ketika sakitnya melahirkan”damuth tholaq”) atau bersamaan dengan bayi, tidak di sebut darah nifas. Dan hukumnya sebagai berikut :

a. Jika darah tersebut bersambung dengan darah haidl sebelumnya, maka di sebut darah haidl.

Contoh :

Wanita hamil mengeluarkan darah selama 3 hari, kemudian melahirkan dan darah terus keluar sampai 20 hari  setelah melahirkan. Maka, darah yang keluar selama 3 hari saat melahirkan serta darah yang keluar bersama dengan keluarnya bayi di sebut darah haidl. Sedangkan darah yang keluar setelah melahirkan selama 20 hari di sebut darah nifas

b. Bila darah tersebut bersambung dengan darah sebelumnya namun tidak mencapai sedikitnya masa haidl(24 jam) atau tidak bersambung dengan darah sebelumnya maka di sebut darah istihadoh

contoh 1 :

wanita hamil keluar darah selama 20 jam, setelah itu melahirkan dan darah terus keluar sampai 20 hari. Maka, darah yang keluar selama 20 jam dan darah yang keluar bersamaan bayi dan saat melahirkan di sebut darah istihadloh. Kemudian darah yang keluar selama 20 hari di sebut darah nifas

contoh 2 :

wanita hamil keluar darah selama 5 hari, kemudian darah berhenti selama 1 hari, lalu melahirkan dan darah keluar sampai 20 hari. Maka, darah yang keluar 5 hari pertama di sebut darah haidl, dan darah yang keluar saat melahirkan dan keluar bersamaan dengan bayi di sebut darah istihadloh. Untuk darah yang keluar setelah melahirkan selama 20 hari di sebut darah nifas. Sedangkan 1 hari masa tidak keluar darah sebelum melahirkan di hukumi suci yang memisah antara haidl dan nifas

sedangkan darah yang keluar setelah melahirkan dengan selang waktu 15 hari atau lebih, maka di sebut darah haidl, bila memenuhi syarat syarat darah haidl

contoh :

wanita melahirkan tanggal 1, kemudian tidak keluar darah sampai tanggal 17, lalu keluar darah selama 3 hari. Maka, darah yang keluar selama 3 hari di sebut darah haidl. Dan waktu antara lahirnya bayi dengan keluarnya darah(16 hari) di hukumi suci

Ketentuan darah nifas :

minimalnya masa nifas adalah sebentar, walaupun sekejap, masa maksimalnya nifas adalah 60 hari 60 malam, dan pada umumnya nifas adalah 40 hari 40 malam

perhitungan maksimal masa nifas(60 hari 60 malam) di hitung mulai dari keluarnya seluruh anggota tubuh bayi dari rahim(sempurnanya melahirkan). Sedangkan yang di hukumi nifas adalah mulai dari keluarnya darah, dengan syarat darah tersebut keluar sebelum 15 hari dari kelahiran bayi. Sehingga andai saja ada seorang ibu melahirkan pada tanggal 1, kemudian pada tanggal 5 baru mengeluarkan darah, maka perhitungan masa maksimal nifas(60 hari 60 malam) di hitung mulai dari tanggal 1, dan yang di hukumi nifas mulai dari tanggal 5. Sedangkan waktu antara lahirnya bayi dan keluarnya darah di hukumi suci.

Apabila seorang wanita setelah melahirkan mengeluarkan darah secara terputus putus, maka hukumnya sebagai berikut :

a. Jika keseluruhan darah keluar tidak melebihi 60 hari 60 malam dari lahirnya anak dan putusnya tidak sampai 15 hari, maka keseluruhanya di hukumi nifas

contoh :

seorang ibu setelah melahirkan anak, langsung mengeluarkan darah selama 15 hari. Kemudian berhenti(tidak keluar darah) selama 10 hari, keluar lagi selama 10 hari, berhenti lagi selama 13 hari, keluar lagi selama 8 hari. Maka, keseluruhanya di hukumi nifas. Dan di saat darah berhenti, dia di wajibkan melaksanakan sholat sebagaimana orang yang suci(meskipun akhirnya tidak sah di karenakan sebenarnya  dia masih dalam keadaan nifas).

b. Jika keseluruhan darah yang keluar masih dalam masa 60 hari 60 malam dari lahirnya bayi, dan berhentinya darah mencapai 15 hari atau lebih, maka darah seblum masa berhenti di hukumi nifas dan darah setelah berhenti di hukumi haidl, bila memenuhi ketentuan haidl. Dan apabila tidak memenuhi ketentuan haidl, maka di hukumi istihadloh. Sedagkan masa berhentinya darah di hukumi suci yang memisahkan antara nifas dan haidl.

Contoh :

Seorang ibu setelah melahirkan keluar darah selama 10 hari. Kemudian berhenti 16 hari, keluar lagi selama 5 hari. Maka, darah 10 hari di sebut nifas, 5 hari haidl, dan masa berhentinya darah selama 16 hari di sebut masa suci yang memisah antara nifas dan haidl.

c. Jika darah yang pertama masih dalam masa 60 hari dari lahirnya bayi dan darah ke dua di luar masa 60 hari 60 malam setelah lahirnya bayi, maka darah yang awal di sebut nifas dan darah kedua di sebut haidl bila memenuhi ketentuan haidl. Sedangkan masa masa terputusnya darah di sebut suci yang memisah antara nifas dan haidl.

Contoh :

Seorang ibu setelah melahirkan, langsung mengeluarkan darah selama 59 hari kemuadian putus selama 2 hari, keluar lagi selama 5 hari. Maka, 59 hari di hukumi nifas dan 5 hari di hukumi haidl. Sedangkan masa terputusnya darah selama 2 hari di hukumi suci yang memisah antara haidl dan nifas.

Masa suci pemisah antara haidl dan nifas :

Masa suci pemisah antara haidl dan nifas, atau nifas dan haidl, atau nifas dan nifas yang lain, tidak di syaratkan harus ada 15 hari 15 malam. Namun bisa jadi hanya 1 hari 1 malam, atau justeru kurang dari 1 hari, bahkan antara haidl dengan nifas tidak di syaratkan ada waktu suci yang memisah. Hal ini berbeda dengan suci yang memisah antara haidl dengan haidl lainya yang di syaratkan harus ada 15 hari 15 malam.

1. contoh masa suci pemisah antara haidl dan nifas :

Ibu hamil keluar darah 5 hari, berhenti 1 hari, terus melahirkan dan keluar darah selama 40 hari. Maka, 5 hari di hukumi haidl, 40 hari di hukumi nifas dan 1 hari masa berhenti keluar darah di hukumi suci yang memisah antara haidl dengan nifas

2. contoh haidl dan nifas yang tidak di pisahkan oleh masa suci :

Ibu hamil keluar darah 3 hari, kemudian melahirkan dan darah terus keluar selama 40 hari. Maka, 3 hari di hukumi haidl, 40 hari di hukumi nifas dan tidak ada masa pemisah di antara keduanya.

3. contoh masa suci pemisah antara nifas dan haidl yang di luar hitungan 60 hari masa nifas :

Seorang ibu melahirkan dan langsung keluar darah selama 59 hari. Kemudian berhenti 1 hari, keluar lagi 3 hari, maka darah 59 hari di hukumi nifas, 3 hari di hukumi haidl dan masa berhentinya darah selama 1 hari di hukumi suci pemisah antara nifas dan haidl

4.  contoh masa suci pemisah antara nifas dan haidl yang masih dalam hitungan 60 hari masa nifas :

Seorang ibu melahirkan dan langsung keluar darah selama 20 hari, kemudian berhenti 15 hari, keluar lagi 10 hari. Maka, darah 20 hari di hukumi nifas, 10 hari di hukumi haidl dan masa 15 hari berhenti keluar darah di hukumi masa suci pemisah antara nifas dan haidl

5. contoh masa suci pemisah antara nifas dan nifas :

Seorang ibu melahirkan bayi, kemudian dalam masa nifas di setubuhi hingga akhirnya hamil. Setelah nifasnya genap 60 hari, darah berhenti selama 1 hari kemudian melahirkan kedua kalinya dalam bentuk gumpalan darah, dan setelah itu mengeluarkan darah. Maka, 60 hari setelah melahirkan bayi pertama di hukumi nifas, masa berhenti satu hari di hukumi masa suci pemisah antara nifas dan nifas, dan darah yang keluar setelah melahirkan yang kedua maka di hukumi nifas yang kedua.

Sikap wanita saat datang dan berhentinya nifas :

Secara umum sikap wanita saat mengalami nifas sama dengan sikap wanita saat mengalami haidl.(lihat di bab haidl). Hanya saja karena masa sedikitnya nifas adalah sebentar, maka yang harus di perhatikan adalah kapan saja darah berhenti maka ia wajib mandi dan melaksanakan rutinitas ibadah.

Referensi :

Syarqowy juz 1 hal.146-147 dan 157

Hasyiyah al Jamal juz 1 hal. 237

Bujairomy ‘Alal Khotib juz 1 hal.341-342 dan 351 dan 352

Hawasyi al Madaniyah juz 1 hal. 196

Roudlotut Tholibin juz 1 hal. 178

Bajury juz 1 hal.109 dan  111 dan 112

Al Iqna’ juz 1 hal.82