DO’A MEMASUKI MALL ATAU PASAR DAN DO’A-DO’A PENTING LAINYA

Doa Mohon Kekuatan Iman

اَللهُمَّ اَعْطِنِىْ اِيْمَانًاصَادِقًا وَيَقِيْنًا لَيْسَ بَعْدَهُ كُفْرٌ وَرَحْمَةً اَنَالُ بِهَاشَرَفَ كَرَامَتِكَ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

ALLOOHUMMA A’THINII IIMAANAN SHOODIQON WA YAQIINAN LAISA BA’DAHUU KUFRUN WA ROHMATAN ANAALU BIHAA SYAROFA KAROOMATIKA FID DUN YAA WAL AAKHIROTI

    Artinya :

    Ya Allah, berikanlah aku keimanan yang sejati dan keyakinan yang tidak disusuli oleh kekufuran, dan berilah aku rahmat untuk memperoleh kemuliaan karomah-Mu di dunia dan di akhirat.

Doa Minta Ilmu yang Bermanfaat

اَللهُمَّ اِنِّىْ اَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً وَرِزْقًا وَاسِعًا وَاِلَى الْخَيْرِ قَرِّبْنَا وَعَنِ الشَّرِّ بَعِّدْنَا

ALLOOHUMMA INNII AS-ALUKA ‘ILMAN NAAAFI’AN WA ‘AMALAM MUTAQOBBALAA’ WA RIZQONA’WAASI’AN WA ILAL KHOIRI QORRIBNA’A WA ‘ANISY SYARRI BA’IDNAA

    Artinya :

    Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau ilmu yang bermanfaat, amal perbuatan yang diterima, rizqi yang lapang, dan dekatkanlah aku ke perilaku yang baik serta jauhkanlah aku dari perbuatan yang jelek.

 

Doa Mohon Pengampunan atas Kesalahan

اَللهُمَّ اغْفِرْلِىْ خَطيْأَتِىْ وَجَهْلِىْ وَاِسْرَا فِىْ فِىْ اَمْرِىْ وَمَآاَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّىْ

ALLOOHUMMAGHFIR LII KHOTHII-ATII WA JAHLII WA ISROOFII FII AMRII WA MAA ANTA A’LAMU BIHI MINNII

    Artinya :

    Ya Allah! ampunilah dosaku, kesalahanku, kebodohanku, dan segala sesuatu yang melewati batas serta segala apa yang Engkau lebih mengetahui dari pada aku.

 

Doa masuk Mall atau Pasar

بِسْمِ اللهِ اَللهُمَّ اِنِّىْ اَسْأَلُكَ خَيْرَهَذَالسُّوْقِ وَخَيْرَ مَافِيْهَا اَللهُمَّ اِنِّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَاوَشَرِّمَافِيْهَا

BISMILLAAHI ALLOHUMMA INNII AS-ALUKA KHOIRO HAADZAS SUUQI WA KHOIRO MAA FIIHAA, AL-LOOHUMMA INNI A’UUDZUBIKA MIN SYARRIHAA WA SYARRIMAA FIIHA.

    Artinya :

    Dengan nama Allah, ya Allah bahwasanya aku memohon kepada-Mu kebaikan pasar ini dan kebaikan yang ada didalamnya, ya Allah bahwasanya aku berlindung diri dengan Engkau dari kejahatan (bencana) pasar ini dan kejahatan yang ada di dalamnya.

Doa Orang Tua untuk Anak Cucunya

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَوْلَادِي وَلَا تَضُرَّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنِي بِرَّهُمْ

    Artinya :

    Ya Allah berilah barokah untuk hamba pada anak-anak hamba, janganlah Engkau timpakan mara bahaya kepada mereka, berilah mereka taufik untuk taat kepadaMu dan karuniakanlah hamba rejeki berupa bakti mereka .

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنِ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا

    Artinya :

    Wahai Tuhan kami, berikanlah kepada kami dari istri kami dan anak keturunan kami dan jadikanlah kami orang-orang taqwa sebagai pemimpin

رَبِّ هَبْ لِى مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَآءِ

    Artinya :

    Wahai Tuhanku berikan kepadaku dari sisiMu anak keturunan yang baik, sesungguhnya Engkau Dzat Maha Mendengar doa.

اَللهُمَّ اجْعَلْ أَوْلاَدَنَا أَوْلاَدًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَا فِى الدِّيْنِ مُبَرَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

    Artinya :

    Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang sholih sholihah, orang-orang yang hafal Al-Qur’an dan Sunnah, orang-orang yang faham dalam agama dibarokahi kehidupan mereka didunia dan di akhirat

DO’A AGAR HATI DI KUATKAN MENCINTAI NABI SAW DAN ALLOH SWT.

Berbahagialah wahai para perindu, sebab orang yang sedang dilanda asmara rindu, mereka akan senantiasa merindukan pertemuan dan perjumpaan dengan sosok yang dirindukannya, mereka akan selalu mengingat dan menyebut nama yang dirindukan, kerinduan yang memuncak atas kecintaan yang begitu mendalam. Pernahkah gejolak ini kita rasakan?

Ketahuilah, jauh sebelum kita lahir, jauh ribuan tahun lalu sebelum kita hadir di dunia ini, ada sosok manusia insan paling mulia di seluruh jagat raya yang sudah begitu sangat merindukan kita. Sampai-sampai air matanya pun menetes dan menangis karena merindukan kita semua. Dialah Sayyidina Muhammad Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa alihi wa shohbihi wa sallam. Sosok yang semestinya paling kita rindu-rindukan. Insya Allah kita termasuk salah satu umat yang dirindukan Rasulullah dan kita pun senantiasa merindukan Rasulullah. Rasulullah merindukan kita sebelum kita merindukan Rasulullah.

Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa alihi wa shohbihi wa sallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَسُرَيْجُ بْنُ يُونُسَ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ جَمِيعًا عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ ابْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ أَخْبَرَنِي الْعَلَاءُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى الْمَقْبُرَةَ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا قَالُوا أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَنْتُمْ أَصْحَابِي وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Suraij bin Yunus dan Qutaibah bin Sa’id dan Ali bin Hujr semuanya meriwayatkan dari Ismail bin Ja’far, Ibnu Ayyub berkata, telah menceritakan kepada kami Ismail telah mengabarkan kepadaku al-‘Ala’ dari bapaknya dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendatangi pekuburan lalu bersabda: “Semoga keselamatan terlimpahkah atas kalian para penghuni kuburan kaum mukminin, dan sesungguhnya insya Allah kami akan bertemu kalian. Sungguh aku sangat gembira seandainya kita dapat melihat saudara-saudara kita.” Para Sahabat bertanya, ‘Tidakkah kami semua saudara-saudaramu duhai Rasulullah? ‘ Beliau menjawab: “Kamu semua adalah sahabatku, sedangkan saudara-saudara kita ialah mereka (orang-orang mukmin) yang belum muncul (orang-orang beriman tanpa pernah melihat Rasulullah).” (Hadits Riwayat Muslim)

Dalam hadits lain disebutkan:

حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا جَسْرٌ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَدِدْتُ أَنِّي لَقِيتُ إِخْوَانِي قَالَ فَقَالَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَلَيْسَ نَحْنُ إِخْوَانَكَ قَالَ أَنْتُمْ أَصْحَابِي وَلَكِنْ إِخْوَانِي الَّذِينَ آمَنُوا بِي وَلَمْ يَرَوْنِي

Telah menceritakan kepada kami Hasyim bin Al-Qasim berkata, Telah menceritakan kepada kami Jasr dari Tsabit dari Anas bin Malik berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Saya berharap untuk bertemu dengan saudara-saudaraku”, (Sahabat Anas bin Malik) radhiyallahu ‘anhu berkata: para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: Bukankah kami adalah saudara-saudaramu?, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalian adalah sahabatku, akan tetapi saudara-saudaraku adalah mereka yang beriman kepadaku walau tidak melihatku “. (Musnad Imam Ahmad)

Allah Ya Karim, Rasulullah sangat rindu kepada umatnya, yang mana mereka belum pernah melihat wajah indahnya, belum pernah bertemu dengannya, belum pernah berbincang-bincang dengannya, akan tetapi mereka mengimaninya dan sangat merindukannya. Mereka adalah orang-orang yang melanjutkan perjuangan risalah Rasulullah dan tidak jarang pula mereka meneteskan air mata dikarenakan menahan rindu yang sangat mendalam kepada Rasulullah. Mereka rindu dan Rasulullah pun rindu sebelum mereka rindu. Mudah-mudahan kita semua digolongkan dalam umat yang dirindu-rindukan oleh Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa alihi wa shohbihi wa sallam.

Lantas bagaimana caranya agar di dalam hati kita tertanam kerinduan dan kecintaan kepada Rasulullah? Salah satunya adalah dengan memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala Yang Maha Merindu pemberi rasa rindu. Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa alihi wa shohbihi wa sallam mengajarkan kepada kita sebuah doa Nabi Daud ‘alaihis salam, yang meminta diberikan kekuatan hati untuk merindui dan mencintai Allah dan RasulNya Muhammad shollallohu ‘alaihi wa alihi wa shohbihi wa sallam. Berikut adalah doanya:

اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنِيْ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ مَا يُقَرِّبْنِيْ إِلىٰ حُبِّكَ فِيْ كُلِّ عَمَلٍ. اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنِيْ مُتَابَعَةً لِسَيِدِنَا وَحَبِيْبِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ظَاهِرًا وَبَاطِيْنًا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Ya Allah, anugerahilah aku cintaMu dan cinta orang yang mencintaiMu, yang dapat mendekatkan diriku kepada cintaMu dalam segala perbuatan. Ya Allah, anugerahilah aku kemampuan untuk mengikuti penghulu dan kekasih kami Muhammad shollallohu ‘alaihi wa alihi wa shohbihi wa sallam, secara dzahir dan batin, dengan rahmatMu duhai Yang Maha Pengasih dari semua yang berjiwa kasih.”

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اَصْحَابِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اَنْصَارِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اَزْوَاجِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اَتْبَاعِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى ذُرِّيَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

DO’A SANG SUAMI AGAR KUAT PERKASA MEMBERI NAFKAH BATIN ISTRI

Seorang isteri sudah semestinya mentaati suaminya. Namun suami juga harus memenuhi hak-hak isterinya termasuk juga di dalamnya hak untuk mendapatkan kenikmatan seksual. Dalam hubungan intim dengan isteri suami jangan hanya mencari kepuasan diri sendiri, tetapi harus sama-sama saling menikmati.

Jika kemudian ada masalah dalam hubungan intim seperti pihak suami kurang bisa memuaskan isterinya karena mengalami ejakulasi dini, hal ini harus dikonsultasikan baik-baik dengan isteri dan dicari jalan keluarnya. Misalnya dengan melakukan konsultasi kepada dokter spesialis dan melakukan pengobatan. Dalam hal ini dukungan isteri mutlak diperlukan.

Upaya-upaya serius untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi Dalam kasus ini dengan berobat menjadi keharusan, tetapi berdo’a juga tidak kalah pentingnya. Berobat dan berdo’a sudah semestinya berjalan beriringan.

Sedangkan do’a khusus yang diajarkan Nabi Muhammad SAW mengenai kasus ejakulasi dini sepanjang penelusuran dalam pelbagai literatur Islam klasik tidak ditemukan. Tetapi hanya ada doa yang dipanjatkan oleh Ibnul Mukadir, salah seorang tabi’in.

 Doanya sebagai berikut.

اَللَّهُمَّ قَوِّ ذَكَرِي فَإِنَّهُ مَنْفَعَةٌ لِأَهْلِي

Allahumma qawwi dzakarî fa innahû manfa’atun li ahlî.

Artinya, “Ya Allah, kuatkan dzakarku karena sesungguhnya hal itu bermanfaat buat isteriku.”

Menurut keterangan yang terdapat dalam kitab Faidlul Qadir karya Abdurra’uf al-Munawi, Ibnul Munkadir memanjatkan do’a agar dikuatkan dzakarnya semata-mata untuk memenuhi apa yang menjadi hak isterinya. Dengan kata lain untuk memenuhi birahi isterinya. Sebab, syahwat-birahi perempuan itu ada pada laki-laki. Jika dibiarkan atau tidak “disentuh”, dikhawatirkan perempuan akan terjerumus ke dalam perzinahan.

وَكَانَ ابْنُ الْمُنْكَدِرِ يَقُولُ : اَللَّهُمَّ قَوِّ ذَكَرِي فَإِنَّهُ مَنْفَعَةٌ لِأَهْلِي. وَإِنَّمَا سَأَلَ قُوَّتَهُ لِيَخْرُجَ مِنْ حَقِّ زَوْجَتِهِ لَا لِقَضَاءِ النَّهْمَةِ لِأَنَّ الْمَرْأَةَ نَهْمَتُهَا فِي الرِّجَالِ فَإِذَا عَطَلهَا خِيفَ عَلَيْهَا الزِّنَا.

Artinya, “Ibnul Munkadir berdo’a, ‘Ya Allah, kuatkan dzakarku karena sesungguhnya hal itu bermanfaat buat isteriku’. Doa itu dipanjatkan agar Allah menguatkan dzakar Ibnul Munkadir semata-mata untuk memenuhi kewajibannya sebagai suami yang menjadi hak isterinya, bukan untuk mengumbar syahwatnya. Sebab, birahi perempuan itu ada pada laki-laki. Apabila dibiarkan, dikhawatirkan perempuan akan terjerumus ke dalam perzinahan,” (Lihat Aburra’uf al-Munawi, Faidlul Qadir, Darul Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, cet ke-1, 1415 H/1994 M, juz, IV, h 145).

Penjelasan yang terdapat dalam kitab Faidlul Qadir di atas sangat menarik untuk dicermati dan diperhatikan terutama bagi para suami. Sebab, acap kali kita mendengar berita di pelbagai media massa perselingkuhan perempuan yang sudah bersuami dengan alasan suaminya tidak bisa memuaskan atau membahagiakannya di ranjang. Kendati harus dicatat bahwa kekurangan suami itu bukan alasan pembenaran atas praktik zina dan menurunnya sikap harmonis.

Sembari berobat jangan lupa berdoa. Doa Ibnul Munkadir bisa dijadikan alternartif di samping do’a-doa lain. Sedangkan para isteri sudah semestinya bersikap sabar dan mendukung suami dalam menyelesaikan problem yang dihadapi.

DO’A AGAR DI KARUNIAI ANAK YANG SHOLIH DAN ALIM

Kiai Arwani merupakan ulama masyhur di Indonesia, terlebih di Pulau Jawa. Murid dari Kiai Muhammad Munawir, Krapyak, Yogyakarta ini juga dikenal sebagai kiai ngabéhi  yang berasal dari bahasa Jawa kabeh. Kabeh artinya semua. Jadi ngabéhi mempunyai arti menyeluruh/menguasai. Maksudnya keilmuan Kiai Arwani adalah menyeluruh, menguasai berbagai macam bidang keilmuan.

Tidak hanya alim di bidang qira’ah sab’ah, yang terkenal atas terbitan karyanya kitab Faidlul Barakât fî Sab’il Qirâ’at yang aplikatif dan mudah dicerna untuk orang yang belajar mendalami Al-Qur’an melalui tujuh imam qira’at, Kiai Arwani juga cakap di bidang keilmuan-keilmuan lain seperti nahwu, sharaf, balaghah, fiqih, ilmu falak, dan lain sebagainya.

Selain berbalut kepribadian akhlak luhur serta keluasan ilmu yang dia miliki, pendiri Pesantren Yanbu’ul Qur’an ini juga diberi anugrah oleh Allah subhanahu wa ta’ala berupa keluarga bahagia, semuanya ahli Qur’an.

Tercatat, Kiai Arwani bésanan kepada dua ulama alim, ahli Qur’an, KH. Abdullah Salam, Kajen, Pati dan KH Sya’roni Ahmadi, Kudus yang masing-masing putri yang dipersunting hafal Al-Qur’an serta berkepribadian baik.

Kedua putra Kiai Arwani sendiri, yakni KH Ulin Nuha dan KH Ulil Albab selain alim juga ahli Qur’an. Mereka hafal Al-Qur’an hingga masing-masing tuntas mengaji secara tatap muka (musyafahah) dengan tujuh macam bacaan imam (qira’at sab’ah) kepada ayahandanya sendiri.

Merasa penasaran atas apa amalan yang dilakukan oleh Kiai Arwani Amin sehingga mempunyai putra-putra yang taat sejak kecil, tidak bertindak macam-macam, dan alim di bidang agama tersebut, suatu ketika KH Ma’ruf Irsyad asal Kudus mencoba bertanya kepada Kiai Arwani.

“Mohon maaf, Mbah. Ada amalan apa yang panjengan lakukan sehingga anda diberikan Allah putra-putra yang nurut, ahli Qur’an, baik akhlaknya,” begitu kira-kira kata Kiai Ma’ruf saat bertanya.

Kemudian Kiai Arwani menjawab bahwa membaca:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyâtinâ qurrata a’yunin waj’alnâ lilmuttaqîna imâmâ.

Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami, dan keturunan-keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS  al-Furqan: 74)

Kata Kiai Arwani Amin, ayat tersebut dibaca tiga kali setiap usai shalat.

Kisah di atas disarikan dari keterangan KH M. Shofi Al Mubarok Baedlowie, Pengasuh Pesantren Sirojuth Tholibin, Brabo, Grobogan, Jawa Tengah.

HUKUM KELUAR RUMAH SAAT GEMPA BUMI DAN DO’ANYA

Baru saja tadi malam kita mengalami musibah gempa bumi. Banyak saudara-saudara kita yang menjadi korban dan mengalami kerugian yang cukup besar.

Dalam benak kita tersirat pertanyaan mengenai bagaimana sebenarnya pandangan para ulama terutama ahli fikih pada masa dulu dalam menanggapi gempa bumi.

Di sini akan di jelaskan keterangan dari para ulama tentang hukum keluar rumah atau gedung ketika terjadi gempa bumi dalam pandangan fikih,karena hal itulah yang sering terjadi ketika kita semua mengalami musibah gempa.

Gempa bumi adalah peristiwa alam yang menimbulkan ketakutan luar biasa. Namun di samping itu, gempa bumi juga merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Di antara gempa bumi yang tercatat dalam sejarah Islam adalah gempa bumi yang menimpa kota Madinah pada masa khalifah Umar bin Al-Khattab RA. Setelah gempa berlalu beliau keluar dan berdiri di hadapan penduduk Madinah seraya berkata sebagai berikut ini.

يَا أَهْلَ الْمَدِينَةِ ، مَا أَسْرعَ مَا أَحْدَثْتُمْ ، وَاللهِ لَئِنَ عَادَتْ لَأَخْرُجَنَّ مَنْ بَيْنِ أَظْهُرِكُمْ

Artinya, “Wahai penduduk Madinah, alangkah cepatnya apa yang kalian kerjakan. Demi Allah jika gempa itu kembali lagi niscaya aku akan keluar di antara kalian,” (Lihat Ibnu Baththal, Syarhu Shahihil Bukhari, Saudi Arabia, Maktabah Ar-Rusyd, cet ke-2, 1423 H, juz III, halaman 26).

Selanjutnya mengenai keluar rumah ketika terjadi gempa bumi. Bahwa sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa ketika ada gempa bumi dan kita berada di dalam gedung atau ruang maka keluar darinya menuju tanah yang lapang adalah keniscayaan. Ini adalah standar keamaan yang biasa diterapkan.

Namun persoalan ini menjadi menarik karena dikaji dari sudut pandangan hukum fikih, karena memang jarang sekali orang menanyakan soal hukum keluar rumah ketika terjadi gempa menurut para fuqaha.

Di dalam kitab-kitab fikih, terutama di kalangan Madzhab Syafi’i, terdapat penjelasan yang setidaknya memadai dan mencukupi untuk menjawab pertanyaan sebagaimana tersebut.

Misalnya dalam kitab Asnal Mathalib Syarhu Raudlatith Thalib karya Zakariya Al-Anshari terdapat keterangan yang menyatakan bahwa : Sunah hukumnya, keluar dari rumah menuju tanah lapang ketika terjadi gempa bumi. Pandangan ini adalah dikemukakan oleh Al-‘Abbadi.

وَيُسَنُّ الْخُرُوجُ إلَى الصَّحْرَاءِ وَقْتَ الزَّلْزَلَةِ قَالَهُ الْعَبَّادِيُّ

Artinya, “Dan disunahkan keluar rumah menuju tanah lapang pada saat terjadi gempa bumi. Demikian sebagaimana dikemukakan Al-‘Abbadi,” (Lihat Zakariya Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarhu Raudlith Thalib, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1422 H/2000 M, juz I, halaman 288).

Keterangan yang terdapat dalam Asnal Mathalib tersebut adalah anjuran untuk menghindari dampak gempa bumi yang membahayakan. Bahkan keluar rumah dalam rangka menyelamatkan diri ketika terjadi gempa hebat menjadi wajib jika hal tersebut dimungkinkan dan menjadi satu satunya jalan untuk menyelamatkan diri.

Perbanyaklah istighfar dan berdo’a,begitu juga bersedekah jika memang mampu. Ulurkan bantuan untuk saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah, seperti yang terkena dampak gempa bumi.

Berikut adalah do’a ketika terjadi banjir dan gempa :

اَللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا، اَللَّهُمَّ عَلَى اْلآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُوْنِ اْلأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

(Allahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa. Allahumma ‘alal aakaami wadz dzirabi wa buthuunil awdiyati wa manabitis syajari)

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, jangan yang merusak kami. Ya, Allah! turunkanlah hujan di dataran tinggi, di bukit-bukit, di perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

اَللَّهُمّ إِنّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ؛ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّمَافِيْهَا وَشَرِّمَا أَرْسَلْتَ بِهِ

ALLAHUMMA INNII AS’ALUKA KHOIROHAA, WA KHOIROMAA FIIHAA WA KHOIRO MAA ARSALTA BIH, WA A’UDZUBIKA MIN SYARRIHAA WASYARRI MAA FIIHAA WA SYARRI MAA ARSALTA BIH.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang didalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.

DO’A MENDAPATKAN REZEKI HALAL DAN DO’A AGAR BISA MELUNASI HUTANG

Doa Mendapatkan Rezeki Halal, Berkah Serta Berlimpah –

Rezeki adalah hal yang pasti didapatkan manusia dari Allah SWT. Setiap orang memiliki rezeki masing-masing, meski tidak sama namun pasti mendapatkannya. Rezeki tidak harus selalu dalam bentuk uang, bisa berupa kesehatan, jodoh yang soleh dan soleha, keluarga yang bahagia, bisa membahagiakan orang lain serta rezeki lainnya. Namun disini, dalam kesempatan ini kami akan membagikan sebuah doa pelancar rezeki yang berhubungan dengan materi. Pekerjaan lancar, dagangan lancar, banyak pelanggan serta mudah dalam mencari nafkah melalui doa mendapatkan rezeki halal.

Rezeki itu tidak harus banyak, namun lebih utama adalah berkah. Sebanyak apapun rezeki tersebut jika tidak berkah maka apalah artinya. Sebaliknya, meski sedikit tapi berkah maka itulah yang lebih baik. Alangkah lebih baik lagi jika rezeki berlimpah, berkah dan yang pasti halal. Bagaimana cara mendapatkannya? Yakni salah satunya dengan doa mendapatkan rezeki halal. Seorang Pakar Ilmu Spiritual Kang Masrukhan menjelaskan bagaimana bunyi doa tersebut sekaligus tata cara mengamalkannya.

Bunyi Doa Mendapatkan Rezeki Halal dan Berkah

ALLOHUMMA AGHNINI BI HALALIKA ‘AN HAROMIKA WA BIFADLIKA ‘AMMAN SIWAKA

Artinya :

“Ya Allah cukupkanlah aku dengan rezeki yang halal sehingga aku terhindar dari yang haram. Kayakanlah aku dengan nikmat-Mu sehingga aku tidak meminta kepada selain-Mu”.

Tata Cara Mengamalkan Doa Mendapatkan Rezeki Halal

  1. Lakukanlah solat dhuha 2 rakaat setiap pagi.
  2. Setelah salam, bacalah doa mendapatkan rezeki halal diatas sekali saja.
  3. Setiap selesai solat fardhu bacalah wirid “YA MUGHNIY” sebanyak 100 kali.
  4. Seusai wirid, baca juga doa mendapatkan rezeki diatas sebanyak 3 kali saja.

   Baca juga setelah sholat jum’at (jika anda pria) dan jika anda wanita maka anda bisa membacanya setelah sholat dhuhur di hari Jumat sebanyak 70 kali, tanpa merubah posisi duduk.

   Usahakan anda selalu bersedekah baik sedekah berupa uang ataupun jasa / tenaga. Sering membantu sesama yang membutuhkan.

 

Doa Melunasi Hutang Dengan Cepat Ajaran Rasulullah SAW –

Pernahkah anda mendengar cerita tentang sahabat Nabi Muhammad SAW yang terjerat hutang dengan kaum Yahudi? Ya, adalah sahabat Muaz bin Jabal. Dia pernah ditahan selama berhari-hari oleh kaum Yahudi karena Muaz berhutang kepada mereka. Setelah Muaz bercerita pada Rasulullah, kemudian sang Rasul berkata “Aku ajarkan kepadamu dua potong ayat. Jika engkau mau mengamalkannya, Allah akan meluaskan rezekimu untuk melunasi semua hutangmu, walaupun hutangmu sebesar gunung banyaknya.”

Doa melunasi hutang dengan cepat tidak semata-mata dapat menurunkan uang begitu saja dari langit. Doa ini sebenarnya adalah pelancar rezeki dimana anda yang rajin dan istiqomah mengamalkan doa ini insya Allah berapapun hutang anda dalam waktu dekat dapat membayarnya. Hal ini karena rezeki anda akan dilancarkan oleh Allah SWT dari mana saja datangnya, dari pintu mana saja. Sehingga anda mampu membayar hutang anda, meski sedikit demi sedikit. Nah berikut adalah doa melunasi hutang tersebut.

Doa Melunasi Hutang Dengan Cepat Berapapun Jumlahnya

Doa Melunasi Hutang I

QULI ALLAAHUMMA MAALIKA ALMULKI TU’TII AL MULKA MAN TASYAAU WATANZI’U ALMULKA MIMMAN TASYAAU WATU’IZZU MAN TASYAAU WATUDZILLU MAN TASYAAU BIYADIKA ALKHAYRU INNAKA ‘ALAA KULLI SYAY-IN QADIIRUN

ARTINYA :

Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Doa Melunasi Hutang II:

TUULIJU ALLAYLA FII ALNNAHAARI WATUULIJU ALNNAHAARA FII ALLAYLI WATUKHRIJU ALHAYYA MINA ALMAYYITI WATUKHRIJU ALMAYYITA MINA ALHAYYI WATARZUQU MAN TASYAAU BIGHAYRI HISAABIN

ARTINYA :

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).

Cara Mengamalkan Doa Melunasi Hutang dengan Cepat

  1. Bacalah dengan khusyuk doa melunasi hutang diatas setelah solat lima waktu. Bacalah masing-masing sebanyak 3 kali.
  2. Di malam hari, lakukanlah solat hajat 2 rakaat. Niatkan hajat anda supaya cepat melunasi hutang yang anda miliki. Mintalah pada Allah dengan setulus hati penuh rasa rendah hati dan tawadhu’
  3. Setelah salam, bacalah doa diatas sebanyak masing-masing 11 kali.
  4. Tutuplah dengan membaca surat Al Fatihah sebanyak 3 kali saja.

Lakukan secara istiqomah amalan ini selama 40 hari tanpa henti maka insya Allah hutang anda akan cepat dapat dilunasi dan anda pun bisa lancar rezekinya. Amin. imbangilah dengan usaha nyata sebagaimana mestinya seperti mau bekerja apa saja yang penting halal, bekerja dengan giat tanpa kenal lelah. Bersemangatlah dalam menjalani hidup meski anda banyak hutang. Yakinlah bahwa semua permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Barakallah.

INILAH ORANG ORANG YANG DOANYA DI KABULKAN ATAU MUSTAJAB

ORANG – ORANG YANG DO’ANYA MUSTAJAB

  1. DO’A ORANG YANG DI DHOLIMI

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ مُسْتَجَابَةٌ، وَإِنْ كَانَ فَاجِرًا فَفُجُورُهُ عَلَى نَفْسِهِ

“Do’a orang yang teraniaya pasti akan dikabulkan, meskipun ia adalah orang yang bejat, karena kebejatannya hanya berimbas pada dirinya sendiri”.(Musnad Ahmad, no.8795)

Dalam sebagian riwayat:

اتَّقُوا دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ، وَإِنْ كَانَ كَافِرًا، فَإِنَّهُ لَيْسَ دُونَهَا حِجَابٌ

“Takutlah pada do’a orang yang terdholimi, Meskipun orang tersebut adalah orang kafir, karena tak ada penghalang atas do’anya” (Musnad Ahmad, no.12549)

  1. DO’A ORANG YANG SEDANG BEPERGIAN

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ المَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ المُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الوَالِدَيْنِ عَلَى الوَلَدِ

“Ada tiga do’a yang pasti akan terkabulkan dan tak diragukan lagi, yaitu; do’a orang yang teraniaya, do’a orang yang sedang bepergian dan do’a kedua orang tua kepada anaknya” Al-Adab Al-Mufrod, no.32, Sunan Abu Dawud, no.1536, Sunan Turmudzi, no.1970, Shohih Ibnu Hibban, no.2688, Musnad Ahmad, no.7510)

  1. DO’A ORANG TUA KEPADA ANAKNYA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

دُعَاءُ الْوَالِدِ يُفْضِي إِلَى الْحِجَابِ

“Do’a orang tua itu membuka hijab” (Sunan Ibnu Majah, no.3863)

  1. DO’A UNTUK SESAMA MUSLIM SAAT IA TIDAK ADA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

دعوتانِ لَيْسَ بَيْنَهُمَا وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمَرْءِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ

“Dua macam do’a yang tak ada penghalang diantara do’a tersebut dengan Allah, yaitu; do’a orang yang teraniaya, do’a seseorang bagi saudaranya”. (Mu’jam Al-Kabir, no.11232)

  1. DO’A ORANG YANG BERBUKA PUASA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ثَلَاثٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ أَنْ لَا يَرُدَّ لَهُمْ دَعْوَةً: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالْمَظْلُومُ حَتَّى يَنْتَصِرَ، وَالْمُسَافِرُ حَتَّى يَرْجِعَ

“Tiga orang yang do’anya tidak akan ditolak oleh Allah, yaitu; orang yang sedang berpuasa sampai ia berbuka, orang yang dizhalimi sampai ia mendapat pertolongan, dan orang yang sedang bepergian hingga ia kembali”. (Musnad Al-Bazzar, no.8148).

  1. DO’A ORANG YANG SEDANG SAKIT

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا دَخَلْتَ عَلَى مَرِيضٍ، فَمُرْهُ أَنْ يَدْعُوَ لَكَ؛ فَإِنَّ دُعَاءَهُ كَدُعَاءِ الْمَلَائِكَةِ

“Jika kamu menjenguk orang yang sedang sakit, maka mintalah do’a darinya untukmu, sebab do’a orang yang sedang sakit itu seperti do’a malaikat”. (Sunan Ibnu Majah, no.1441).

  1. DO’A ORANG YANG MEMBANTU ORANG SUSAH

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَرَادَ أَنْ تُسْتَجَابَ دَعْوَتُهُ، وَأَنْ تُكْشَفَ كُرْبَتُهُ، فَلْيُفَرِّجْ عَنْ مُعْسِرٍ

“Barangsiapa yang ingin do’anya terkabulkan, dan kesusahannya hilang, maka hendaklah ia melapangkan orang yang sedang kesulitan”. (Musnad Ahmad, no.4749)

  1. DO’A ORANG YANG SUDAH TU’A DAN SHOLIH

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

إِنَّ اللَّهَ يَسْتَحْيِي مِنْ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ إِذَا كَانَ مُسَدَّدًا لَزُومًا لِلسُّنَّةِ، أَنْ يَسْأَلَ اللَّهَ فَلَا يُعْطِيَهُ

“Sesungguhnya apabila seorang muslim yang sudah tua dan tetap teguh menjalankan sunnah memohon pada Allah, Dia malu untuk tidak mengabulkan permohonannya”. Mu’jam Ausath, no.5286)

  1. DO’A PEMIMPIN YANG ADIL

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ثَلَاثٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ؛ الصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ المَظْلُومِ

“Tiga orang yang doanya tidak tertolak, yaitu; doa orang yang sedang puasa saat ia berbuka, do’a imam yang adil dan do’a orang yang terzhalimi” (Sunan Turmudzi, no.3668).

  1. DO’A ORANG YANG BANYAK BERDZIKIR

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

ثَلَاثٌ لَا يَرُدُّ اللهُ دُعَاءَهُمُ: الذَّاكِرُ اللهَ كَثِيرًا، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَالْإِمَامُ الْمُقْسِطُ

“Tiga orang yang do’anya tak akan tertolak, yaitu do’a orang yang banyak berdzikir kepada Allah, do’a orang yang terdzalimi, dan imam yang adil”. (Syu’batul Iman, no.582)

  1. DO’A ORANG YANG SEDANG BERPUASA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

ثَلَاثٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ أَنْ لَا يَرُدَّ لَهُمْ دَعْوَةً: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالْمَظْلُومُ حَتَّى يَنْتَصِرَ، وَالْمُسَافِرُ حَتَّى يَرْجِعَ

“Tiga orang yang do’anya tidak akan ditolak oleh Allah, yaitu; orang yang sedang berpuasa sampai ia berbuka, orang yang dizhalimi sampai ia mendapat pertolongan, dan orang yang sedang bepergian hingga ia kembali”. (Musnad Al-Bazzar, no.8148).

  1. DO’A YANG DILAKUKAN BERSAMA SAMA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا اجْتَمَعَ ثَلَاثَةٌ قَطُّ بِدَعْوَةٍ إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ لَا تُرَدَّ أَيْدِيَهُمْ

“Tak akan berkumpul tiga orang yang berdo’a, kecuali Allah pasti tidak akan menolak tangan – tangan mereka (doanya akan terkabul)”. (Hilyatul Auliya’, 3/226)

  1. DO’A ORANG YANG KEPEPET

Diriwayatkan dari Thowus, bahwa seorang lelaki berkata padanya: “Berdo’alah kepada Allah untukku”. Beliau mengatakan: “Berdo’alah sendiri karena Allah akan mengabulkan do’a orang yang kepepet”.

( Diringkas dari kitab “Sihamul Ishobah Fid-Da’wat Al-Mustajabah”, Hal : 25 – 34 )

DO’A ORANG TUA UNTUK ANAK ANAKNYA

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَـالَمِـيْنَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مِفْـتَاحِ بَابِ رَحْمَةِ اللهِ

Dengan nama Allah yang Pengasih dan Penyayang, segala puji dan syukur hanya untuk Allah Tuhan alam semesta. Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad, pembuka pintu rahmat Allah,

عَدَدَ مَا فِى عِلْمِ اللهِ، صَلاَةً وَسَلاَمًا دَآئِمَيْنِ بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ، وَ عَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ.

sebanyak pengetahuan Allah, shalawat dan salam yang selalu tercurah sekekal kerajaan Allah, dan juga kepada keluarga dan para sahabatnya.

رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلَوةِ وَمِن ْ ذُرِّيــَّتِيْ رَبَّــنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ.

Tuhan, jadikanlah aku dan keturunanku orang-orang yang selalu mendirikan shalat, Ya Allah, kabulkanlah doaku.

رَبَّــنَا هَبْ لَـــنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيــَّـــاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّـــقِيْنَ إِمَــامـًـا.

Wahai Tuhan kami, jadikanlah istri (suami) dan keturunan kami sebagai buah hati dan jadikanlah kami pemimpin orang-orang yang bertakwa.

رَبِّ أَوْزِعْنِيْ أَنْ أَشْكُرَ نِعْــمَتَكَ الَّتِيْ أَنْعَــمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ، وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِــحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِيْ فِي ذُرِّيــَّتِيْ، إِنِّيْ تُــــبْتُ إِلَــيْكَ وَإِنِّيْ مِنَ الْمُسْـــلِمِـــيْنَ.

Tuhan, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kepada Ibu bapakku, dan agar aku dapat beramal saleh yang Engkau ridhaoi, jadikanlah keturunanku orang-orang yang saleh , sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

أُعِيْذُ أَوْلاَدِيْ بِكَلِــمَاتِ اللهِ التَّــامــَّاتِ، مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَـــامــَّــةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّـــةٍ.

Aku serahkan anak-anakku di bawah perlindungan kalimat Allah yang sempurna dari gangguan setan, mara bahaya, dan dari pandangan yang penuh kedengkian.

اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْ أَوْلاَدِيْ، وَلاَ تَضُرَّهُمْ، وَازُقْـــنِيْ بِرَّهُمْ، وَاجْعَلْهُمْ قُــرَّةَ عَيْنٍ لِلنَّـــبِــيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلِوَالِدَيْهِمْ.

Ya Allah, berkahilah anak-anakku, janganlah Engkau celakakan mereka, karunialah aku ketaatan mereka, jadikanlah mereka buah hati Nabi Muhammad saw. dan kedua orang tua mereka.

اَللَّهُمَّ افْتَحْ عَلَيْهِمْ فُتُوْحَ الْعَارِفِيْنَ، وَفَقِّــهْــهُمْ فِي الدِّيْنِ، وَعَلِّمْهُمُ التَّأْوِيْلَ، وَاهْدِهِمْ إِلَى سَوَآءِ السَّـبِـيْلَ، وَاجْعَلْهُمْ مِنَ الْعُلَمَآءِ الْعَامِلِيْنَ، وَعِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ.

Ya Allah, singkapkan kepada mereka ilmu kaum arifin, jadikanlah mereka faqih (alim) dalam agama, ajarkan kepada mereka pengetahuan takwil, dan tuntunlah mereka ke jalan yang lurus dan benar, dan jadikanlah mereka ulama yang mengamalkan ilmunya, dan masukkanlah mereka ke dalam golongan hambaMu yang saleh.

اَللَّهُمَّ أَنْبِـــتْــهُمْ نَــبَاتـــًا حَسَـــنًا، وَاجْعَلْهُمْ هَــادِيْنَ مُــهْــتَدِيْنَ.

Ya Allah, tumbuhkan mereka dengan sebaik-baik pertumbuhan, dan jadikanlah mereka orang-orang yang member petunjuk dan mendapat petunujuk.

اَللَّهُمَّ وَفِّــــقْـــهُمْ لِــمَحَابـــِّــكَ وَطَاعَتِكَ وَمَرْضَاتِكَ وَعَلِّمْهُمْ مَا يَــنْــفَعُــهُمْ، وَانْـــفَعْــهُمْ بِمَا عَلَّــمْتَــهُمْ.

Ya Allah, berilah mereka taufik untuk mencintaiMu. Ajarkanlah kepada mereka semua yang bermanfaat dan berilah mereka manfaat dari semua yang Kau ajarkan.

اَللَّهُمَّ احْفَظْــــهُمْ مِنَ الْفِــتَــنِ، مَا ظَــهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَ مِنْ كُلِّ سُــوْءٍ.

Ya Allah, lindungilah mereka dari segala fitnah, baik yang nyata maupun tersembunyi, dan juga dari segala macam kejahatan.

اَللَّهُمَّ سَــهِّــلْ أُمُوْرَهُمْ، وَأَصْلِحْ أَحْوَالَهُمْ وَأَعْمَالَهُمْ وَنِــيَّــاتِهِمْ.

Ya Allah, mudahkanlah urusan mereka, dan perbaikilah keadaan, perbuatan, dan niat mereka.

اَللَّهُمَّ أَحْـــيِهِمْ حَــيَاةً طَــيِّـــبَــةً فِي الدُّنْــــيَا وَاْلآخِرَةِ.

Ya Allah, berilah mereka kehidupan yang baik di dunia dan akhirat.

اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَــادَتِكَ.

Ya Allah, bantulah mereka agar dapat mengingatMu, mensyukuri nikmatMu, dan beribadah kepadaMu dengan sebaik-baik ibadah.

اَللَّهُمَّ احْسِنْ عَاقِــــبَـــتَهُمْ فِي اْلاُمُوْرِ كُلِّـــهَا، وَأَجِرْهُمْ مِنْ خِزْيِ الدُّنْــــــيَا وَاْلآخِرَةِ.

Ya Allah, akhirilah semua urusan mereka dengan keberhasilan dan selamatkanlah mereka dari kehinaan dunia dan akhirat.

اَللَّهُمَّ مَتِّعْــهُمْ بِأَسْــمَاعِهِمْ وَ أَبْصَارِهِمْ وَقُوَّتِــــهِمْ فِي سَــــبِـيْلِكَ، وَاجْعَلْ هَوَاهُمْ تَــــبَـــعًا لِمَـــا جَـــآءَ بِــــهِ حَبِــــيْــــبُكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَـــلَّمَ.

Ya Allah, jadikanlah pendengaran, pandangan dan kekuatan mereka menyenangi jalan petunjukMu, dan jadikanlah hawa nafsu (keinginan) mereka patuh pada ajaran yang dibawa oleh kekasihMu Muhammad saw.

اَللَّهُمَّ سَـــلِّمْهُمْ، وَ عَافِــهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ، وَأَطِلْ أَعْمَارَهُمْ فِي طَــاعَتِكَ وَمَرْضَاتِكَ، وَتَقَـــبَّلْ مِنْهُمْ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، وَبِاْلإِجَابَةِ جَدِيْرٌ

Ya Allah, selamatkan mereka, berilah kesehatan dan maafkan, panjangkan umur mereka dalam ketaatan dan keridhoanMu, dan terimalah amal mereka. Sesungguh nya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu dan Engkaulah yang patut mengabulkan doa.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِــهِ وَصَحْبِهِ وَسَــــلَّمَ، وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَــالَمِيْنَ

Dan limpahkan shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad saw. serta kepada keluarganya dan para sahabatnya. Dan sesungguhnya segala puji dan syukur hanya untuk Allah, Tuhan alam semesta.

DO’A HARI ARAFAH BAHASA INDONESIA

بِسۡـــــــــمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Doa Arafah ini baik dibaca oleh para Jemaah Haji sewaktu berwukuf di Padang Arafah atau boleh diberikan kepada ahli keluarga, saudara mara dan para sahabat yang akan pergi menunaikan haji.

 

A’UUDZU BILLAAHI MINASY-SYAITHOONIR-ROJIIM.

 

BISMILLAAHIR-ROHMAANIR-ROHIIM.

Daku berlindung kepada Allah daripada syaitan yang terkutuk.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

ALHAMDU LILLAAHI ROBBIL-‘AALAMIIN. SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WA LAILAHA ILALLAHU WALLAHUAKBAR.

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.

LAA ILAAHA ILLALLAHU WALLAAHU AKBARU, LAA ILLAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR. LAA ILAAHA ILLALLAAHU WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH.

Tiada yang berhak disembah melainkan Allah Yang Esa tiada sekutu bagi-Nya, untuk-Nyalah segala kerajaan dan bagi-Nya kepujian dan Dia berkuasa ke atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah dan tiada daya dan upaya serta aka da kekuatan selain dengan Allah jua.

Ya Allah Ya Tuhan Kami! Ampunkanlah dosa-dosa kami dan maafkanlah kesilapan kami zahir dan batin.

Ya Allah! Ampunkanlah dosa-dosa kami, dosa kedua ibu bapa kami, dosa masyarakat kami dan dosa seluruh umat Islam yang telah mati dan yang masih hidup.

Ya Allah Ya Tuhan Kami! Kami pohonkan apa yang telah dipohonkan oleh Rasulullah ﷺ, dan kami meminta perlindungan dari apa yang pernah dimita perlindungan oleh Rasulullah ﷺ.

Ya Allah Ya Tuhan Kami! Kami pohonkan syurga tanpa hisab, dan berilah kekuatan taufiq dan hidayah kepada kami, supaya kami dapat melakukan sebab-sebab yang membawa kami ke arahnya, selamatkan kami ya Allah dari sebab-sebab yang membawa kami ke neraka.

LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAHIL ‘ALIYYUL’AZIM.

Ya Allah Ya Tuhan Kami! Dikau sahajalah yang mengetahui kelemahan diri kami zahir dan batin, berilah kekuatan, taufiq dan hidayah kepada kami supaya kami dapat memperbaiki kelemahan diri kami ya Allah.

Tambahkanlah ya Allah kepada kami ilmu, iman dan amal, hidupkanlah kami dalam Islam dan matikanlah kami dalam Islam.

Ya Allah Ya Tuhan Kami! Kami pohonkan kepadaMu iman yang sempurna, ilmu yang memberi manfaat, rezeki yang halal, anak yang soleh, rumahtangga yang bahagia, usia yang berkat, doa yang mustajab, hajat yang tertunai, kesihatan yang berterusan, hutang yang terbayar, keselamatan di dunia ini dan di akhirat nanti.

Ya Allah Ya Tuhan Kami! Dikau sahajalah yang mengetahui segala yang berlaku di hati kami, hidupkan hati ini dan sampaikanlah hati ini kepada Dikau, sembuhkanlah segala penyakit yang ada di dalam hati kami, selamatkanlah hati kami dari sifat-sifat yang keji dan jauhi kami dari perkara-perkara yang boleh mematikan hati kami.

LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAHIL ALIYYUL AZIM.

Ya Allah Ya Tuhan Kami! Jadikanlah hati kami yang sentiasa menyedari akan hakikat ketuhanan dan keagungan kerajaanMu dan masa depan kami di akhirat nanti.

Ya Allah! Jadikanlah kami ini hambaMu yang hanya mengabdikan diri kepadaMu dengan sebaik-sebaiknya, berilah kekuatan taufiq dan hidayah kepada kami supaya dapat kami lakukan apa-apa yang diperintahkan olehMu dan meninggalkan segala apa yang dilarang olehMu.

Ya Allah Ya Tuhan Kami! Jadikanlah hati kami ini hati yang sentiasa menyedari masa depan kami di akhirat nanti dan jadikanlah kami hambaMu yang sentiasa bersedia untuk menghadapi masa depan kami selepas kematian kami

Ya Allah Ya Tuhan Kami! Hidupkanlah kami dalam iman dan matikanlah kami dalam iman, selamatkanlah iman kami dari segala gangguan syaitan semasa kami menghembuskan nafas yang akhir nanti.

Ya Allah Ya Tuhan Kami! Selamatkanlah kami semasa berada dalam kubur, jadikanlah kubur kami satu taman dari taman-taman syurga, selamatkanlah kami dari segala angkara azab kubur dan jangan Dikau jadikan kubur kami itu salah satu lubang dari lubang-lubang neraka.

Ya Allah Ya Tuhan Kami! Selamatkanlah kami semasa dalam perjalanan menuju Mahsyar, selamatkanlah kami ya Allah, semasa berada di padang mahsyar dan masukkanlah kami ke dalam tujuh golongan orang yang mendapat bayangan naungan arasyMu ya Allah.

Ya Allah Ya Tuhan Kami! Selamatkanlah dosa kami dan maafkanlah kesilapan kami zahir dan batin semasa kami dijalankan hisab, hisabkanlah kami ya Allah dengan hisab yang sedikit, berilah peluang kepada kami untuk mendapat syafaat nabi kami Muhammad ﷺ.

Ya Allah Ya Tuhan Kami! Jadikanlah kami orang yang berjaya dalam hidup ini dan berjaya menerima suratan amal dengan tangan kanan.

Ya Allah! Berilah kesempatan kepada kami meminum air kolam nabi kami ‘al-Kauthar’. Selamatkan kami semasa menyeberangi titian sirital mustaqim dan masukkanlah kami ke syurgaMu bersama-sama orang-orang yang mulia di sisiMu ya Allah.

LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILAHIL ALIYYUL AZIM

Ya Allah Ya Tuhan Kami! Apakah agaknya yang Dikau akan lakukan pada petang, saat dan ketika ini kepada seorang hambaMu yang hina yang mengaku berdosa dan bersalah, yang merayu kepadaMu di atas kejahatan, yang bertaubat kepadaMu kerana dosanya, yang memohon keampunan kepadaMu kerana kezalimannya, yang mengharap kemaafanMu kerana kesilapannya, yang merayu kepadamu supaya tercapai segala hajatnya, yang mengharapkan limpahan rahmatMu pada tempat wuquf ini, walaupun dengan dosa yang begitu banyak laksana buih di lautan.

Ya Allah! Kami sekelian keluar menuju kepadaMu dan berhenti di perkarangan rumahMu, kepadaMulah kami meletakkan segala harapan kami, kepadaMulah kami memohon kemurahan rahmat, kami takut kepada dosa kami, oleh itu kepadaMulah kami berlindung dari bencana dosa kami.

Ya Allah Ya Tuhan Kami! Dikaulah yang memiliki seluruh hajat orang-orang yang memohon, yang mengetahui seluruh kandungan hati orang-orang yang tidak merayu.

Ya Allah! Dikau telah sediakan sajian kepada setiap tetamu dan kami sekelian adalah tetamu kepadaMu, oleh itu kurniakanlah syurga sebagai sajianMu kepada kami.

Ya Allah Ya Tuhan Kami! Setiap rombongan dikurniakan hadiah, setiap pelawat dikurniakan cenderahati, setiap pemohon dikurniakan pemberian, setiap yang berharap dikurniakan habuan, setiap yang memohon rahmat mendapat rahmatMu, maka kami sekelian datang berkunjung ke rumahMu yang mulia ini dan berada di tempat ibadah yang agong ini dengan harapan mendapat rahmat dan keampunanMu, oleh itu janganlah hampakan harapan kami semua ya Allah.

Ya Allah Ya Tuhan Kami! Perkenankanlah permohonan kami ini, mustajabkanlah doa kami ini ya Allah, dengan berkat nabi kami Muhammad ﷺ. Dan dengan berkat amalan kami yang paling ikhlas kepadaMu ya Allah.

Allahhumma Ya Allah! Wahai yang maha mendengar

Tidak mungkin kaki kami mampu melangkah ke tempat ini kecuali Dikau yang menguatkan

Tidak mungkin tergerak di hati kami ingin menunaikan haji kecuali Dikau yang menggerakkan

Tidak mungkin seringgit pun kami miliki kecuali Dikau yang memberikan

Tidak mungkin kami sihat kecuali Dikau yang menyihatkan

Tidak mungkin kami dapat membantu tubuh ini berwuduk kecuali Dikau yang mengajarkan

Tidak mungkin lidah ini dapat menyebut namamu kecuali Dikau yang membimbing ya Allah

Betapa ramai makhluk yang Dikau ciptakan

Betapa sedikit yang berada di Arafah ini ya Allah

Ya Rabbi!

Dengan apa kami mensyukuri nikmat haji ini ya Allah kecuali berharap kepadaMu

Terimalah haji kami ini ya Allah

Terimalah haji kami ini ya Allah

Terimalah haji kami ini ya Allah

ALLAHUMMAJ’ALHAJJAN MABRURAA, WA SA’YAN MASYKUURA WA DZANBAN MAGHFUURA.

RABBANA ZOLAMNA ANFUSANAA WA ILLAM TAGHFIRLANAA WA TARHAMNA LANA KUUNANNA MINAL KHOSIRIN.

Ya Allah! Ampuni seluruh dosa-dosa kami

Dikau menjanjikan haji yang mabrur

Bersih dari dosa seperti bayi yang baru dilahirkan

Alangkah indahnya jika kami Dikau pilih demikian ya Allah

Ya Allah! Dikau Maha Mengetahui betapa menderitanya diri kami dengan lumuran dosa

Betapa sengsaranya hidup kami dengan menutupi aib

Betapa hinanya diri kami dengan maksiat.

Bersihkan kami ya Allah

Bersihkan dosa kami ya Allah.

Ampuni dosa kami kepada orang tua kami

Ampuni jikalau mereka menyesal melahirkan kami

Ampuni dosa kami kepada keluarga kami ya Allah,

Kepada anak-anak kami, jangan biarkan mereka menuntut kami di akhirat

Berikan kesempatan bagi kami memperbaiki segalanya.

RABBANA HABLANAA MIN AZWAAJINAA WADZURRIYYATINA QURROTA A’YUN, WAJ’ALNAA LILMUTTAQIINA IMAMA.

Ampuni Ya Allah! Jika di sekujur tubuh kami ada harta haram, di rumah kami banyak barang haram

Padahal Dikau mengharamkan ke syurga bagi yang ditubuhnya ada daging haram

Berikan kesempatan kami untuk menyucikan diri dari harta haram ya Allah

Jauhkan sejauh-jauhnya ya Allah

Cukupi diri kami dengan rezekiMu yang halal

Ya Allah! Ampuni jikalau kami sering menzalimi hamba-hambaMu yang lemah

Berikan kesanggupan bagi kami untuk terpelihara dari kezaliman.

YA SAMI’UL ‘ALIM!

Wahai Yang Maha Mendengar!

Hanya Dikaulah tumpuan harapan kami

Jadikan kaum muslimin ini menjadi suami yang benar

Menjadi ayah yang jujur

Menjadi lelaki yang soleh

Jadikan kaum muslimah ini menjadi isteri yang solehah

Menjadi ibu yang solehah

Menjadi muslimah yang terpelihara

Kurniakan kepada kami ya Allah, keturunan yang lebih baik dari kami

Lindungi dari kederhakaan dan kehinaan dunia dan akhirat

Ya Allah! Berkatilah sisa umur kami

Berkatilah rezeki yang Dikau kurniakan kepada kami

Berkatilah ilmu yang Dikau kurniakan

Berkatilah sisa umur ini

ALLAHUMMAGHFIR LILMU’MININ WAL MU’MINAT MUSLIMIN WAL MUSLIMAT, AL AHYAAI MINHUM WAL AMWAAT..

Ya Allah! Selamatkan umat Islam ya Allah

Selamatkan umat Islam ya Allah

Jangan biarkan Dikau saksikan kami terhina seperti ini

Persatukan hati kami ya Allah

Bangkitkan para pemimpin yang mencintaiMu dan mencintai umatMu

Tolonglah saudara kami yang teraniaya di penjuru mana pun ya Allah

Jangan biarkan kaum zalimin erjaya atas kaum beriman ya Allah

Jangan biarkan kaum yang ingkar kepadaMu menzalimi kaum yang bersujud kepadaMu

Bantulah saudara kami pejuang-pejuang Islam dan umat Islam di Palestin, Iraq, Afghanistan dan seluruh pejuang agamaMu.

Ya Allah! Mereka dalam genggamanMu ya Allah

Ya Allah! Cegahlah kezaliman ke atas umatMu ya Allah.

Ya Allah! Selamatkan negara kami ya Allah

Dikaulah Yang Maha Mengetahui keadaan negara kami

Jangan biarkan umatMu seramai ini ditindas dan dihina

Bangkitkan ya Allah

Jadikan negara kami negara yang memancarkan cahaya Islam

Menjadi negara yang rahmatan lil’alamin

Ya Allah! Kurniakan kepada kami pemimpin yang soleh

Para pemimpin yang mencintai umatMu

Para pemimpin yang teguh hidup di jalanMu

Para pemimpin yang benar-benar menjadi suri tauladan bagi kami.

Ya Allah Yang Maha Agung!

Undanglah kami, keluarga kami dan keturunan kami,

Dengan orang-orang yang berbuat baik kepada kami.

Ya Allah! Izinkan kelak kami bertemu denganMu Ya Allah

Bertemu dengan RasulMu

Bertemu dengan kekasih-kekasihMu.

RABBANA AATINA FIDDUNYA HASNAH WAFIL AKHIRATI HASANAH WAQINA A’ZABANNAR.

RABBANA TAQOBBAL MINNA INNAKA ANTA SAMIUL’ALIM WATUB ALAYNA INNAKA ANTATTAWABURRAHIM. SUBHAANA RABBIKA RABBIL ‘IZZATI ‘AMMAA YAASHIFUUN WASALAMUN ALAL MURSALIN WALHAMDULILLAHI RABBIL ALAMIN.

Doa hari Arafah adalah lebih disyariatkan untuk orang yang mengerjakan haji sebab mereka sedang melaksanakan pelbagai manasik dan kerana mereka berada pada masa dan di tempat yang agung lagi mulia. Keutamaan tempat (wuquf di Padang Arafah) dan batas waktu (Hari Arafah) lebih khusus untuk jemaah haji di Tanah Suci.

Semoga Doa pada hari Arafah ini dapat memberi sesuatu yang bermanfaat yang besar untuk diri antum dan orang lain.

KEUTAMAAN DAN MANFAAT MEMBACA HIZIB SAIFI AT TIJANY

 IZB            Pada kesempatan ini, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu menjalankan segala perintahNya serta menjauhi segala laranganNya. Karena sebaik-baiknya bekal menuju Akhirat adalah takwa.

Allah SWT berfirman yang artinya:“Dan Tuhanmu berfirman,: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu” (QS. Al-Mu’min :60).

Sudah menjadi kebiasaan dalam keseharian umat islam adalah berdoa. Dimanapun berada dan kapan saja tentu orang yang bertakwa akan selalu berdoa kepada Allah SWT, terlebih usai salat lima waktu. Dalam hal ini, sahabat Nu’man bin Basyir berkata, Rasulullah SAW bersabda:

الدعاء هو العبادة (رواه أبو داود والترميذي) حديث حسن صحيح

“Artinya: Doa merupakan Ibadah (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)”

Anjuran berdoa kepada Allah SWT sudah jelas termaktub dalam Alquran dan Hadits Rasulullah SAW, hingga redaksi doa-doanya pun dapat kita dapatkan didalam kedua kitab tersebut. Kendati demikian, orang yang berdoa tidak hanya dianjurkan mengambil dari Alquran dan Hadits saja, akan tetapi masih banyak doa-doa lainnya sesuai kebutuhan orang yang berdoa. Dalam kajian ini, jika ditelisik lebih detail akan kita dapati doa-doa seperti Hizib Saifi, Hizib Mughni, Hizib Nashar, Hizib Nawawi, Hizib Bahr, dan lainnya. Adapun dalam tulisan pendek ini, penulis akan mengkaji Hizib Saifi dan Hizib mughni serta faedah dari keduanya.

Hizib Saifi memiliki banyak nama, diantaranya adalah: “Saifullah”, “Yaminullah”, “Hizbul Yamani”, “Burhanullah” “Hizbul A’dzom” dan lain sebagainya.

Adapun faedahnya, Maulana Syekh Ahmad bin Muhammad at-Tijany menuturkan: “Hizib Saifi dan Salawat Fatih keduanya sudah mencukupi dari seluruh wirid yang lain, sebab hizib ini datangnya dari Rasulullah SAW”. Hal ini menunjukan betapa dahsyatnya faedah membaca doa hizib saifi. Adapun redaksi hizib saifi bisa didapatkan dari para Guru/Mursyid Tarekat sesuai tarekatnya masing-masing.

Kemudian, Syekh Umar al-Futiy at-Tijany menyebutkan faedah hizib saifi, diantaranya adalah:

  1. Siapa saja yang membacanya pagi dan sore, akan dicintai oleh Allah SWT secara khusus
  2. Siapa saja yang membacanya pagi dan sore, akan diampuni dosanya oleh Allah SWT
  3. Siapa saja yang membacanya, akan diberi pahala oleh Allah SWT seperti puasa Ramadhan
  4. Siapa saja yang membacanya 41 kali, akan diberi oleh Allah SWT keramat kewalian, dan lain-lain.

Lantas, apakah semua orang boleh membaca hizib saifi tersebut? Tidak. Jadi, tidak sembarang orang yang boleh mengamalkan hizib tersebut kecuali mendapat izin dari Guru/Mursyidnya, sedangkan Guru/Mursyid tersebut mendapat izin dari Gurunya sampai seterusnya hingga dari Baginda Rasulullah SAW.

Selanjutnya, dalam tata cara membaca hizib saifi, Syekh Abu Bakar Zaid al-Futiy at-Tijani berkata: “Para pengamal hizib saifi, setelah selesai membaca hizib saifi, seyogyanya diteruskan membaca hizib mughni, sebab dimana para pembaca hizib saifi dicintai oleh Allah SWT secara khusus, dia akan di uji dengan kemiskinan dan atau sebagainya, untuk itu sebagai penawarnya (dengan izin Allah) maka bacalah hizib mughni”.

Hal senada disampaikan oleh Muridnya Syekh al-Qutb Ahsan Ba’qili al-Hassani, yaitu Guru kami Syekh Muhammad Arobi bin Mahdi al-Maghribi at-Tijani: “Pengamal doa hizib saifi akan di uji oleh Allah SWT dengan kefakiran atau kemiskinan hingga miskin tidak punya apa-apa”. Diakhir perkataan, beliau mengatakan sebaiknya memperbanyak salawat fatih, sebab orang yang banyak membaca salawat kepada Rasulullah SAW sudah mesti dia akan dicintai oleh Allah SWT.

Ref :

  1. Al-Jami’, li Syekh Muhammad Ibnu Masyri
  2. Jawahirul Ma’ani, li Syekh Ali Harazem Barradah
  3. Miftahus Sa’adah al-Abadiyah, li Syekh Abu Bakar Zaid al-Futiy, dan
  4. Keterangan dari Syekh Muhammad Arobi bin Mahdi al-Maghribi.