HUKUM MENGQODLO SHOLATNYA ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA

HUKUM MENGQODLO SHOLATNYA ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA

 JAU            Orang yang meninggalkan shalat karena sakit kemudian dia mati, maka menurut pendapat dalam madzhab Hanafi, hukumnya wajib membayar fidyah untuk setiap shalat yang ditinggalkan. Besarnya adalah 1 mud (1 mud = 675 gram atau 0.688 liter).

Berdasarkan hadits Nabi : لَا يَصُومُ أَحَدٌ عَنْ أَحَدٍ وَلَا يُصَلِّي أَحَدٌ عَنْ أَحَدٍ وَلَكِنْ يُطْعِمُ
Artinya: Seseorang tidak harus berpuasa atau shalat untuk orang lain, akan tetapi hendaknya ia memberi makan (fidyah).

As-Sarakhsi dalam Al-Mabsuth mengatakan,


إذا مات وعليه صلوات يطعم عنه لكل صلاة نصف صاع من حنطة، وكان محمد بن مقاتل يقول أولا: يطعم عنه لصلوات كل يوم نصف صاع على قياس الصوم، ثم رجع فقال: كل صلاة فرض على حدة بمنزلة صوم يوم وهو الصحيح

Arti kesimpulan: Kalau orang meninggal punya hutang shalat, maka wajib membayar fidyah untuk setiap shalat yang ditinggalkan.

Abu Bakar Al-Ibadi Al-Hanafi mengatakan dalam Al-Jauharah


والصلاة حكمها حكم الصيام على اختيار المتأخرين، وكل صلاة بانفرادها معتبرة بصوم يوم هو الصحيح احترازا عما قاله محمد بن مقاتل أنه يطعم لصلوات كل يوم نصف صاع على قياس الصوم، ثم رجع عن هذا القول وقال: كل صلاة فرض على حدة بمنزلة صوم يوم هو الصحيح

Arti kesimpulan: Hukumnya shalat sama dengan hukumnya puasa. Yakni, harus membayar fidyah apabila ditingalkan.

Sebagian ulama madzhab Syafi’i juga berpendapat serupa. Dimyathi dalam Hasyiah I’anah at-Talibin mengatana


من مات وعليه صلاة فلا قضاء ولا فدية.. وفي وجه عليه كثيرون من أصحابنا أنه يطعم عن كل صلاة مدا

Artinya: Barangsiapa meninggal dunia dan punya hutang shalat maka tidak wajib qadha dan fidyah, akan tetapi menurut pendapat banyak ulama Syafi’i, wajib membayar fidyah 1 mud untuk setiap shalat yang ditinggalkan.

PENDAPAT YANG MEMBOLEHKAN QADHA SHALAT

Mayoritas ulama tidak membolehkan mengqadha-kan shalat orang yang meninggal. Namun sebagian ulama membolehkan berdasarkan pada hadits sahih riwayat Bukhari sbb:


أن ابن عمر رضى الله عنهما أمر امرأة جعلت أمها
على نفسها صلاة بقباء – يعنى ثم ماتت -فقال : صلى عنها


Artinya: Ibnu Umar pernah memerintahkan seorang perempuan yang bernadzar untuk shalat di Quba’ kemudian meninggal (sebelum melaksanakan nadzar tersebut). Ibnu berkata: Shalatlah untuknya.

BANYAK MENINGGALKAN SHOLAT BAGAIMANA CARA QODHO-NYA

Waktu muda banyak meninggalkan sholat wajib. Tetapi sekarang sudah bertobat dan teratur menjalankan sholat wajib dan sholat sunat. Lalu bagaimanakah mengqodho sholat wajib yang ditinggalkan waktu dulu itu?.

Caranya adalah mengqodho seluruh sholat wajib yang ditinggalkan secara mencicil setiap hari sampai Anda yakin seluruh shalat yang ditinggal sudah diganti.

NIAT QADHA SHALAT ORANG MATI

Niatnya adalah:
– Teks Arab أصلي فرض … لقضاء صلاة … لله تعالي
– Teks latin: Ushalli fardho [sebutkan nama shalat] untuk mengqadha shalatnya [sebutkan nama yang mati] lillahi ta’ala.

 

Leave your comment here: